Debat Silfester, TPUA dan Pengamat Soal Dalang Ijazah Jokowi “Berbaju Biru”
Setelah Jokowi melempar pernyataan ada agenda besar politik di balik kasus ijazahnya, kini para relawannya lebih gamblang dengan menyebut ciri tokoh politik besar yang menyokong Roy Suryo CS berbaju biru. Lalu apa motif bergesernya kasus hukum ijazah menjadi drama politik? Kita bahas bersama analis politik carta politika ada Yunarto Wijaya melalui sambungan Zoom dan dua narasumber saya yang sudah ada di studio. Ada Sekjen TPUA Azamkan dan juga Ketua Umum Solidaritas Merah Putih Bung Silvester Matutina. Bapak-bapak selamat petang semuanya. Selamat selamat petang. Selamat petang. Siap. Saya ingin ke Bung Silvester dulu. Pak Jokowi bilang ada agenda besar politik. Tokohnya sudah diketahui publik. Bung AD Darmawan bilang clueya baju biru. Siapa tokohnya? Kalau kita melihat memang saya juga dari awal-awal bicara seperti hal yang sama. Jadi sebenarnya isu pemaksulan dan isu ijazah palsu ini kalau kita lihat tidak mempunyai dasar-dasar hukum dan juga fakta-fakta konstitusi yang yang benar ya, baik isu pemaksulan maupun ijazah palsu. Isu ini seperti yang dikatakan oleh Prof. Jimli Asidqiki bahwa hanya untuk menghancurkan lawan politik dengan tidak beradab ya. Ah, dan ini memang kita lihat bukan hanya di situ isu pemaksulan, isu ijasah palsu, bahkan ee kalimat-kalimat yang menyudutkan secara pribadi atau head at hominem itu selalu dilakukan. Pak Jokowi PKI lah, Gibran Fufu Fafa lah, Gibran Plonap-plongo lah, enggak mau dipimpin oleh monyet lah. Ini kan sudah terjadi nih memang untuk menghancurkan karakter dan semuanya ini pastinya bukan hanya saya ataupun Pak Jokowi, bahkan Pak Prabowo mengetahui itu artinya siapa tokoh politiknya? Tokoh politiknya bisa jadi adalah yang kemarin kalaapilpres tentunya ya kan. Yang kedua, yang tidak mau Prabowo Gibran berhasil kalau bisa putus di tengah jalan atau yang nantinya untuk konsumsi 202. Kub biru ini artinya partai politik. I bisa jadi partai politik dan memang kita sudah tahu ya kan saat ini pun mereka sudah mulai mempersiapkan calonnya, sudah membentuk ee elemen-elemen di berbagai daerah. sudah gitu loh. Dan tapi Anda berani menyebutkan Bung Silvester partai politik mana yang menjadi tokoh agenda besar ini? Saya pikir saya enggak perlu sebutkan masyarakat sudah tahu itu ya kan. Yang kita lihat juga bahwa ada beberapa komentar daripada partai biru ini mengenai ijazah palsu. Mereka mengatakan bahwa Pak Jokowi tidak perlu melaporkan rakyatnya. Oke. Ini kan konyol. Ngapain sih Anda sampai mengatakan itu? Padahal ini kan proses hukum. Karena apa? orang menuduh tanpa bukti ya kan. Makanya Pak Jokowi dan kami teman-teman itu melaporkan ada pencemaran nambah baik, ada fitnah, ada penghasutan gitu loh. Dan kan tidak perlu gitu loh mereka berkomentar gitu. Ada juga dari pengurus Partai Biro itu mengatakan bahwa ini hanya untuk pengalihan isu. Baik, kita sudah tangkap poinnya Bung Silvestro. Saya ingin ke Mas Toto dulu. Mas Soto tadi kan dibilang bahwa clue-nya ini baju biru. Kemudian juga partai politik yang kalah pilpres. Menurut Anda siapa partai politiknya? Karena kan kalau dilihat yang warna biru ini kan bukannya masuk bukan yang kalah pilpres ya, maaf ya. di yang di dalam koalisi kami lah. Oke, silakan Mas Oto. Lebih jelas lagi itu. Iya, menurut saya isunya kan akhirnya menjadi politik ya ketika kemudian memang dimulai dengan ee Pak Jokowi juga ee memberikan sebuah clue. Ada tokoh besar di balik isu ijazah palsu ee mengenai juga pemakzulan. Lalu dijabarkan lebih spekulatiflah dan teknis menurut saya oleh Bang Sesar atau Bang Darmawan. ee mengarahnya kalau kita lihat ini kan kalau hanya dua kalau partai yang warnanya biru dan dalam barisan koalisi barusan Bang S mengatakan hanya Demokrat atau PAN. Kalau mau berspekulasi lebih lanjut terkait dengan apa yang misalnya punya korelasi dengan pihak-pihak yang teriak-teriak tentang ijazah palsu, dalam konteks ini Roy Suro sudah mengeluarkan sebuah statement tandingan karena dia merasa dia dulunya Demokrat. Jadi kalau dengan rentetan variabel tadi bukan tidak mungkin arahnya adalah kepada Partai Demokrat apalagi ada kalimat menginginkan anaknya menggantikan ee setahu saya misalnya Bang Zulkifli Hasan anaknya tidak sampai level sana. Kalau kita bicara Demokrat mungkin saja berbicara AHY dan mungkin bisa saja dikaitkan dengan masa lalu Demokrat dengan Pak Jokowi. Terutama dalam konteks perebutan kursi ketua umum Demokrat kan memang tidak terlalu baik. ada nuansa konflik di masa lalu. Tapi menurut saya ini ee entah apapun kebenarannya kita kan enggak bisa ya kemudian membuktikan ini. Tapi yang jelas kalau benar ini terjadi menurut saya yang paling jatuh adalah kewibawaan Pak Prabowo. Ketika kemudian Pak Prabowo seakan-akan tidak bisa berbuat apa-apa antar partai koalisinya, antar tokoh-tokoh terbesar dalam koalisinya. Apalagi ini menyangkut nama SBY dengan Pak Jokowi loh, dua orang mantan presiden yang setahu saya Pak Prabowo sangat menjaga hubungan dengan semuanya bahkan dengan Ibu Mega sekalipun ee walaupun masih menjadi oposisi. Pertanyaannya adalah kenapa sih kalau betul itu terjadi dalam konteks teman-teman lalu kenapa enggak diselesaikan oleh Pak Prabowo? Pertanyaan dan ini yang menyampaikan pertama kali adalah Pak Jokowi. Mas Toto, apa yang pesan ingin disampaikan oleh Pak Jokowi? Begini, Pak Jokowi tidak pernah menyebutkan nama, merek, dan kemudian kode warna. Loh, pilihannya jadi dua. Apakah kalau betul Pak Jokowi punya kesamaan ee apa ee prediksi dengan Bung Silvester, apakah ini adalah upaya Pak Jokowi untuk kemudian memberikan pesan kepada Pak Prabowo? Kalau iya pun pertanyaannya katanya hubungannya baik, kenapa tidak disampaikan saja kalau memang punya fakta? Atau pilihan kedua, jangan sampai teman-teman relawan Jokowi ini karena terlalu sayang sama Jokowi offside menafsirkan secara berlebihan sesuatu yang Pak Jokowi sendiri belum tentu bisa ee judge gitu bahwa itu betul terkait dengan partai biru apalagi terkait dengan partai lama, mantan petinggi partai dan lain-lain. Kalau itu yang terjadi hati-hati loh nanti Pak Jokowi akan menambah musuh di masa pensiunnya. Baik. Baik. Ee saya ingin ke Bung Azam. Bungazam tadi kan disebutkan bahwa ada partai politik berwarna biru yang membackingi tim Anda. Tanggapan Anda seperti apa? Jadi kalau kita ada GUM ya, Duralek setlek. Gium ini menegaskan bahwa proses sekarang ini bukan politik, yaitu penegakan hukum tanpa ada pandang bulu. Oke. Tanpa ada di apa spesial lah, dikhususkanlah, diistimewakanlah. itu dulu yang terjadi itu. Nah, kalau narasi apa yang ee tadi disampaikan sebenarnya narasi itu munculkan dari Pak Jokowi yang mengatakan bahwa ada agenda besar. Nah, bahasa seorang mantan presiden tentu ditangkaplah sama publik ya, mau tokoh, mau profesional ya, mau urusan akademisi, pasti ada apa ini kan begitu kira-kira. Nah, sebenarnya dalam konteks ini sederhana kok. Artinya jangan menabur sebuah narasi politik yang seolah-olah Bapak Presiden mantan ketujuh ini mengatakan bahwa ada agenda. Tunjuk ajalah langsung. Itu maksud saya. Nah, kalau kita bicara berbaju biru, berbaju biru ada di pendukung beliau semua. Arti Anda ingin mendorong bahwa Pak Jokowi sebut aja siapa tokohnya. Sebut mudah, sederhana. Beliau ini mantan presiden berarti masih melekat ya. Oke. Artinya melekat yang dimaksud itu orang-orang dia di BIN, di Bais dan semua itu tahulah kira-kira kan tinggal tunjuk aja. Saya merasa agenda ini oke besar ini. Terus terang aja saya kira-kira begitu. Saya ini sekarang ini dikepung oleh sebuah kekuasaan politik namanya ini. Ha, gitu loh. Jadi mudah git. Oke, baik kita akan lanjutkan lagi dialog terkait dengan tundingan ijazah palsu Jokowi usai jeda berikut ini. Tetaplah bersama kami di Kompasang. Sudah kami lanjutkan terkait dengan tudingan ijazah palsu Jokowi dialog yang sedang kita lakukan. Saya ingin langsung ke Bung Silvester. Tadi Bung Azam menantang Anda untuk kemudian menyebutkan secara langsung, Pak Jokowi jangan memberikan metafora siapa sebenarnya tokoh di balik tudingan ijazah palsu, Bung Silvester. Jadi gini, Bang ya, Bang Dipo. Intinya bahwa tuduhan ijazah palsu ini sebenarnya sama dengan tuduhan mengenai pemaksulan. Terus tuduhan matahari kembar. Oke. Dan kemarin isu Indonesia gelap itu ya kan. Ah, ini kan dimainkan oleh ya saya bilang tadi ee para petinggi petinggi negara ini yang dulu yang orang-orangnya kalah di Pilpres ya kan. Terus yang kedua adalah orang-orang yang diberangus nih organisasi terlarangnya HTI FPI termasuk yang orang ingin bermain di 2029. Tapi ini ada buktinya Bung Silvester? Ada. Kalau umpama kayak isu matahari apa sori ee isu ee ee demo-demo Indonesia gelap sudah terbukti sudah ada aliran dan dari para koruptor. Jadi ada koruptor juga ada. Oke. Yang ke man apa manajer pemerintaan Jak TV dan salah satu ee ketua BSER itu sudah ada dan mereka sudah ditahan. Tapi untuk ijazah dan ini belum ada. Ya. Jadi, karena begini karena para eh bohir di belakangnya ini enggak bersatu, Bang, gitu loh. Mereka bermain sendiri-sendiri. Maksud Anda tuningan ijazah palsu ini dilemparkan oleh TPUA dan kawan-kawan ini didanai ya pastinya siapa yang enggak mendanai yang begini-begini gitu loh. Saya ingin langsung ke Bung Azam. Bung Azam, investigasi yang tim Anda lakukan, pengusutan yang Anda lakukan disebut tidak naik. Betul demikian? Itu itu salah, Bung Silvester. Jangan itu ucapan itu cabut. Tidak ada seorang pun yang mendanai ini. Kami masing-masing tidak ada. Tolong cabut itu supaya enggak berkembang ke mana-mana. Dan itu bias itu jadi sama sekali bergerak dari bukan cuman TPUA itu kan gabungan gitu ya. Artinya gabungan sejak tahun 2002. 2002 itu mulai dari penangkapan Gus Nur Bambang Tri yang di e ketuai oleh Bang Egi ya ee sampai sidang tidak ada pembuktian hanya apa ee ee fotokopi e tapi tetap dipidana dan terus berlanjut sampai ada gugatan ke PN pusat itu ya. Jadi sama sekali itu berjalan ya saya sebut nama Allah ya karena saya muslim demi Allah demi Rasul tidak pernah ada yang namanya orang yang membiayai itu. Oke ya. Jadi tolong juga mungsir jangan membuat narasi yang berkembang kurang sehatlah. Artinya artinya kalau Anda maknai ketika proses hukum sedang berjalan tetapi digeser ke ranah politik arahnya ke mana menurut Anda? Kita kan sudah jelas ini persoalan hukum yang menyeret politik ini siapa. Oke. Nah, tadi kan sudah disebutkan oleh Pak Jokowi bahwa ini ada agenda besar. Nah, maksud saya enggak apa-apa. Artinya Pak Jokowi karena menurut feelingnya ada agenda besar karena ada ijazah palsu dan pemakzulan siapa? Gibran tunjuk aja enggak apa pasti ya maksud saya rakyat akan mendukung kalau memang itu benar. Saya yakin tanggapan saya hargai itu mencabut stat enggak? Kalau yang lainnya enggak. Kenapa? Sudah terbukti isu Indonesia gelap itu didanai dan ditahan sudah ada. I tapi jadi saya enggak boleh cabut. Tapi kalau untuk Bang Asam okelah ya. Saya menghargai itu, Bang. Jadi jangan biarkan ee apa saya punya apa ee keta ee pengetahuan saya mengenai itu ya kan. Itu juga enggak bisa saya bilang enggak ada yang mendanai. Ada isu-isu ini, Bang. Tapi kalau Bang Asam bilang enggak, saya hargai itu ya kan? Tapi kalau yang saya bilang tadi, Abang, sudah jelas-jelas Pak Prabowo sendiri juga mengatakan bahwa kalau Indonesia gelap, Indonesia gelap itu dibiayai oleh koruptor yang dalam hal ini koruptor sawit itu dan aliran dananya ada beda nih. Berbeda dengan TPU itu baik saya silakan Mas. Iya begini jangan salah paham dulu ya Bang Silver. Saya termasuk orang yang mengkritisi Jokowi ketika Mas Gibran maju. Saya tetap kritis sampai sekarang. Tapi saya tidak terlalu nyaman sebetulnya dengan isu ijazah palsu. Tapi silakan teman-teman yang mengkritisi dari cara lain. Yang saya kritisi dari bank Silvester dalam konteks merespon ke kritik-kritik seperti ini adalah jangan campur adukan dengan istilah yang tadi Bang Silver sudah sebutkan sendiri adomin bahwa ketika ada sebuah isu ingin kita uji bersama baik sifatnya hukum atau sifatnya politik langsung dikaitkan dengan pihak yang alah pilpres. Saya pernah berdebat keras dengan Bang Silaster terkait dengan isu pemakzulan dari forum purnawurawan itu dikaitkan dengan yang kalapres. Tadi saya jadi bingung sendiri nih, berbeda lagi aktornya karena yang dikatakan bukan yang kalah Pilpres tapi yang ada dalam bagian koalisi. Warnanya biru mantan petinggi negeri anaknya ingin dijadikan pengganti. Kan kemudian orang mengarah kepada Partai Demokrat. Tetapi apapun itu, Bang Silvester, ketika kemudian naras Pak Prabowo ini kan seakan-akan meragukan kapasitas kepemimpinan seorang Prabowo untuk menjaga kondusivitas antar aktornya untuk kemudian bisa menegur pihak-pihak yang ada sebagai musuh dalam selimut. Ini yang akhirnya bisa merenggangkan hubungan antara Pak Jokowi dengan Pak Prabo. Kalau Bang Silverster atau teman-teman lain yang menuding seperti itu, itu dianggap sebagai representasi suara Pak Jokowi. Ini sangat tidak Pak Jokowi. Kalau memang yakin bahwa ijazah Pak Jokowi asli, hadapi secara hukum, otomatis nanti ujungnya akan menjadi sebuah kemenangan kok. Cara Pak Jokowi juga menurut saya masih elegan yang dilakukan hari ini misalnya ketika kemudian reuni. Tapi Pak Jokowi bilang sebelumnya bahwa tokoh ataupun aktor besar politik ini di balik tudingan ijazah palsu sudah diketahui oleh publik. Ya, itu juga menurut saya sebuah blunder dari Pak Jokowi yang biasanya sebagai seorang presiden gaya berpolitiknya enggak seperti ini. Oke. Pak Joko itu biasa menggunakan pihak ketiga untuk menyuarakan sebuah fakta atau informasi yang beliau ketahui. Saya agak kaget Pak Jokowi ee mengomentari seperti ini dan kemudian diteruskan dengan bahasa yang lebih spekulatif oleh para relawannya. Yang terjadi adalah sekarang seakan-akan Pak Jokowi punya musuh baru lagi menambah. Entah yang namanya partai biru, mantan petinggi negeri, anaknya yang dituduh untuk menggantikan. Jangan sampai loh orang sudah pensiun akhirnya dipenuhi oleh ee apa ya energi untuk ee menjawab isu-isu seperti ini. Apalagi harus menambah musuh. Itu saya pikir masukan buat teman-teman relawan Jokow. Saya ingin ke Bung Silvester lagi, Bung. Ini kan artinya proses hukum sedang berjalan tapi digeser dalam tanda kutip ke ranah politik. Apakah ini membuktikan ataupun menjadi sinyal? Pak Jokowi juga agak takut nih karena Bung Roy dan koleganya punya hal-hal baru mungkin tiap minggu bahkan Pak Jokowi dan kami semua tidak takut 1% pun. Oke ya. Dan Pak Jokowi-Pepi aja. Ee saya hanya mau highlight sedikit bahwa hubungan Pak Jokowi dengan Pak SB ini sangat baik. Ya, kita lihat waktu Demokrat dibegal waktu itu ee Pak Hye dipanggil oleh Pak Jokowi dan akhirnya Mas AHY pun dijadikan menteri oleh Pak Jokowi. Ya, itu yang saya bilang tadi. Terus mengenai Hominame, Bang, Abang harus tahu bahwa makian terhadap Pak Jokowi oleh para purnawirawan dan penunduk ijazah palsu ini sudah sangat sangat sangat keterlaluan gitu loh ya. Jadi kembali lagi jangan menuduh orang tapi ee yang sebelah ini memaki-maki Pak Jokowi Adili Jokowi sampai bilang PKI enggak mau dipimpin oleh monyet itu kan Edinen gitu. Jadi jangan menuduh kami tapi kami ini hanya membalas gitu loh daripada tuduhan-tuduhan ini. Jadi jangan jangan membela membabi buta juga karena Anda termasuk bagian dari situ gitu. Baik, saya ingin saya ingin ke mohon maaf saya ingin ke Bung Azam dulu karena sebenarnya yang dituduh adalah TPUA dan Roy Sur. Tapi Bung Silvester juga merasa tertuduh. Tanggapan Anda enggak? Saya pikir makanya kalau ini masalah ijazah biarlah hukum yang berjalan itu clear. Jadi enggak usah ditarik ke mana-mana terlalu jauh gitu loh maksud saya. Nah, kalau termasuk politik ya. Iya. kerana politik gitu loh. Apalagi tadi ee Bungsir juga mengatakan bahwa ya pembegalan Demokrat, pembegalan Demokrat itu coba KSP, ketua KSP siapa waktu itu? Jenderal Muldoko. Muldoko itu yang ingin Jenderal Muldoko sekarang ada di mana? Tapi itu pribadinya Pak Mulma, Bang. Saya tahu persis. Saya sudah menanyakan Pak Mulok. Anda diorder Pak Jokowi tidak pernah enggak dipanggil oleh Pak dan Pak A dipanggil Pak Jokowi di istana Bogel ah dikasih menteri oleh Pak isu ijazah ya Pak Muldoko sudah melakukan itu tapi kan ada pembiaran baik baik itu di zaman siapa saya mau tanya itu minta ini penting juga B ini isinya sudah berbeda makanya jadi ke mana-mana Silver Fester Masukan saya tadi itu simpel. Ad hominem itu bukan dalam konteks Anda tidak boleh membalas sebuah isu. Poin saya adalah ketika ada sebuah isu yang Anda bisa kemudian counter secara hukum, counter secara politik dengan objektif dan bijaksana tapi Anda generalisasi. Kemudian misal oke yang bicara pemakzulan Anda yang kalapres. Yang kalapres banyak banyak dan tidak semua berpolitik. yang kalapres sedang bekerja meneruskan kemudian pekerjaannya dan mungkin mengkritisi dengan nalarnya. Yang kedua, ketika Anda berbicara mengenai isu ijazah palsu, lalu dikaitkan dengan partai politik warna biru, mantan petinggi negeri, poin saya adalah Anda kok seakan-akan mungkin karena rasa cinta yang luar biasa kepada Jokowi untuk membela, tapi kemudian bersikap melebihi bahkan Pak Prabowo sendiri yang sangat menghormati seluruh mantan petinggi negeri dan bahkan menghormati siapapun yang kalah Pilpres. Itu poin saya, Mas, Bang. Terima kasih Mas Lotto, terima kasih Bung Azam, terima kasih Bung Silvester. Kita berharap bahwa proses hukum terus berjalan ya. Dan kita hargai itu harapan kita jangan dicampur benar kata Mas intinya ucapan saya ini selaras dengan Pak Prabowo dan Pak Jokowi. Itu aja kalau enggak mereka pasti protes lah. Oke. Baik, terima kasih Bapak-bapak semua. Kita lanjutkan Kompas petang, Saudara dengan informasi terkait dengan timnas Indonesia U23 melenggang ke final Piala AFF U23 2025. usai
Sahabat Kompas TV ! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Merauke, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.
Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.
KOMPAS MERAUKE
Sajian Berita Lokal Terkini
Jalan Kampung Timur, Kelurahan Seringgu, Merauke, Papua Selatan.
layanan informasi :
kompastvmerauke@gmail.com