CLASSIC GAMEPLAY RRQ HOSHI !! INI DIA 4 TEAM YG MENANG 2-0 !! RECAP MSC X EWC DAY 4#kelaskb

Halo budum, selamat datang kembali di recap. Ini adalah recap untuk hari yang keempat dan kita sudah tahu hasil untuk pertandingan di hari yang keempat ya, Teman-teman ya. Sudah ada dua tim yang lolos ke babak knockout stage atau babak playoff singkatnya dan dua tim yang tidak bisa melanjutkan kiprahnya di pagelaran MSC 2025 kali ini. Dan kita bakal mulai untuk ngomongin hasil dulu teman-teman. Dan ini postingannya ada di MLBB Esports juga. Yang pertama itu adalah tim Flash Singapore yang menang melawan Tian Feng Yokuai dengan skor 2-0. Kemenangan yang sangat solid sekali tentunya teman-teman. Lalu ada RRQ yang menang atas Aurora Gaming dengan skor 2-1. ini juga memastikan kalau misalkan RRQ akan lolos ke babak knockout stage. Dan nanti akan gua jelaskan juga tentang urutan yang sebenarnya udah sempat dimunculkan di Wikipedia tapi emang belum diumumkan sama officialnya MLBB dan ya gua cukup penasaran kapan diumumkannya. Apakah mungkin nanti nungguin last day bisa saja. Untuk di match yang ketiga ada ONIC Philippin yang menang atas area 77 dengan skor 2-0 tanpa balas. Nanti juga akan kita bahas teman-teman dari drafting face dan ditutup dengan pertandingan dari tim Spirit yang mengalahkan Home Boys dengan skor 02 juga. Jadi tim Spirit ini adalah tim keempat atau tim terakhir yang berhasil untuk melaju ke babak knockout stage. Sementara untuk Home Boys ya boleh dibilang nanti akan berjuang dari lower bracket untuk grup B. Kita mulai dari match pertama, Teman-teman, yaitu adalah tim Flash versus Tian Feng Yoki. Di mana Tian Feng Yokai di game yang pertama membawakan Tigril, Granger, Kimy, Bahsia, Esmeralda. Sementara untuk tim Flash mereka membawakan Moskov, Gord, Lolita, Fredrin, dan juga Chichi. Ini di game yang pertama sebenarnya game yang masih fine aja, game yang fifty-fifty. Gua ngerasanya juga kedua tim benar-benar masih memberikan jual beli serangan yang ada harganya. Dan gua ngerasa emang Chan Feng Yoki ini udah sebenarnya udah mulai mengerti konsep gimana caranya pressure early game. Mereka memenangkan team fight di early game juga. Hingga akhirnya ya ada di setup lord yang tentunya menurut gua cukup merugikan bagi Tanfeng New Y karena mereka harus kecuri lordnya karena emang setup mereka lumayan buyar, enggak ada yang nge-zone out dan emang ya gua ngerasa ada beberapa tempat yang jatuhnya itu tempat kayak blind spot untuk Super Can ya. sadly ya karena emang Super Ken sebagai jungler yang harus bertanggung jawab untuk retribution tersebut tapi kecurian dan emang kecuriannya pun dengan alasan yang jelas teman-teman karena emang enggak ada yang ngelakuin zone out padahal ya keadaannya lumayan fifty-fifty dan diuntungkan bagi Tanfung Yokai hingga akhirnya draft dari Lolita dan Gord ini mampu untuk nge-bying time agar Venix sebagai gold liner dari tim Flash itu Moskov-nya mencapai power spike-nya. Tim Flash menang di game yang pertama dengan 18 menit 10 detik dan itu lumayan mengancam Tian Feng Yokua yang emang ada di lower bracket dan berlanjut ke game yang kedua dengan draft yang berbeda dengan konsep di mana Super Ken enggak dikasih tank jungle tapi dikasih damage jungler yaitu L Joy bersamaan dengan Chichi Zuksin Granger dan juga Gatot Kaca direspon dengan tim Flash yang di mana tim Flash sekarang di game yang kedua draftnya jauh lebih aktif lebih benar-benar maunya inisiasi duluan. Tim Flash membawakan Badang Hayabusa, Kimi, Moskov, dan juga Kalea. Dan di game yang kedua emang udah terlihat jelas ya, Teman-teman ya. Kalau kita beranggapan mungkin game yang pertama ini game yang jual beli serangan, game yang fifty-fifty, ya dari awal draftnya aja udah kelihatan kaleanya pasti bakal lebih bikin action duluan. Dan di sini emang terlihat Super Ken bermain dengan hero damage lebih leluasa, lebih nyaman juga kelihatan jelas banget. Tapi ya apalah daya teman-teman kita ngomongin soal region gap juga nih. Ternyata ada dan terlihat jelas bahwa memang sepertinya teman-teman dari region MPL China butuh waktu lebih lama entah dari segi bootcamp-nya atau mungkin waktu lebih lama untuk competitive scene-nya. Karena jujur mereka masih banyak banget misplay dan bahkan mungkin gerakan-gerakan yang ya tidak seharusnya terjadi. Kayak mereka early game pressure-nya sangat-sangat minim dan boleh dibilang mereka tuh kalau udah sampai di mid game-nya kalah mereka tuh sulit gitu loh untuk mencari inisiasi-inisiasi yang menguntungkan bagi mereka. Enggak butuh waktu lama, tim flash cuma butuh waktu 15 menit 26 detik dan berhasil menutup matchnya dengan skor 2-0 tanpa balas. Dan dengan kemenangan 2-0 ini tentunya tim Flash Singapura tetap berada di MSC dan akan bertanding di hari yang kelima bertanding di babak lower bracket final karena ya tinggal satu babak lagi baru mereka nanti akan menentukan nasib mereka pulang atau berlanjut ke knockout stage karena itu lebih menegangkan harusnya. Lanjut ke match yang kedua, Teman-teman. Di mana ada pertemuan dari RRQ Hoshi versus Aurora Gaming dan itu adalah pertandingan upper bracket. Pertandingan yang cukup menegangkan karena di game yang pertama kita bisa melihat draftnya RRQ cukup menarik. Mereka membawakan Kaja Cichi, Kimy Midland, Urenus Jungler, dan juga Expp Masha. Untuk Aurora Gaming mereka membawakan Yunsin Selena, Ruby Goldland lagi bersama dengan Lapu-Lapu dan juga Atlas. Jujur gua ngelihat draft-nya ini emang lebih cocok dan lebih ciamik untuk menyaksikan bagaimana Aurora Gaming bermain karena ya bagaimana tidak mereka punya Ruby Gold Lane, mereka punya Lapu-Lapu kanan kirinya kuat banget isuin udah tinggal farming enggak perlu mikirin bagaimana team fight terus mereka juga punya Atlas Hero One momentum yang tentunya bisa mengacak-ngacak formasi dari Arar Koshi yang emang ngebawain Kaja yang single target lockdown. Sebenarnya kalau kita ngomongin konsep permainan dan konsep draft-nya ini sangat-sangat jauh berbeda dari kenyataannya. Teman-teman, gua lumayan ngerti konsep dari Coach Kes Cute ngebawain Uranus jungle seperti ini. Mereka pengin menekan Yunsin dengan cara memenangkan early game-nya. Tapi ya kalian bisa lihat tuh di bawah menit yang kedua itu Lapu-Lapu udah level 4. Lapu-lapunya nge-zoning Sutsujin. Masanya diren masih farming di lanning. Dan tentunya ketika membawakan draft early game tapi early game-nya enggak menang. Ya, yang terjadi adalah game pertamanya RRQ yang di mana RRQ dibungkam oleh Aurora Gaming dengan 14 menit 25 detik. Waktu yang cenderung singkat. Tapi ya emang menurut gua makes sense karena Uranus Jungle kan tujuannya pengen menekan si Yunsin jungle. Bikin Yusunin jungle-nya kalah dari segi farming terus invade terus jungle-nya. Tapi ya alhasil kita bisa melihat bahwa Aurora Gaming mematahkan itu semua apalagi Aurora Gaming dapetin perfect turtle ya. Ini Yisunsinnya Mas Snowball ya, Uranus jungle-nya ya rungkat gitu di awal game dan itu yang terjadi sehingga Aurora Gaming menang di game yang pertama. Sementara itu pas mulai masuk menuju ke game yang kedua, Arar Kyhoshi membawakan draft yang berbeda tapi konsepnya masih sama yaitu adalah membawakan tank jungle. Mereka membawakan Baksia, Yif, Moskov Chou, dan juga Lapu-Lapu. Sementara Aurora Gaming itu membawakan Uranus Angela Combo bersama dengan Zuksin. Wah, ini emang triangle-nya lagi-lagi bergantung kepada early game. Lalu bersamaan dengan Benedeta dan juga Granger. Nah, di game yang kedua dengan membawakan Uranus yang tentunya lagi-lagi memiliki konsep yang menurut gua emang pengin menangin early game, pengin menangin ya tanda kutip ya karena emang ini hero yang lumayan populer di scream konotasinya tapi ya pada kenyataannya kita tahu sendiri ya teman-teman ya bahwa Uranus win rate-nya di MSC enggak begitu bagus. Ditambah lagi RRQ mainnya lumayan mau ngegas duluan. Mereka punya Lapu-Lapu, mereka punya Chou, mereka juga punya Baksya. Jadi sangat wajar sekali dari awal game Aurora Gaming ini dibikin kocar-kacir. Uranus Angela combonya juga enggak bisa berjalan dengan maksimal karena ada efek yang namanya life bsya. Game berjalan dengan sangat-sangat normal dan classic RRQ. Kalau udah dapetin tank jungle, mereka maunya main objektif, menekan, dan juga agresif. Sehingga enggak butuh waktu lama, bahkan lebih cepat daripada di game yang pertama. RRQ menang di game yang kedua dengan 13 menit 41 detik. Dan emang menurut gua kelemahan dari Aurora Gaming dengan draft seperti ini adalah mereka sangat kurang sekali dari efek crowd control. Makanya gua merasa ya RRQ wajar banget kalau misalkan mereka berani nabrak dan berani lebih overdive karena ya balasan dari Auroranya damage-nya ada tapi enggak ada efek stun, enggak ada efek stopper yang mampu memberhentikan bagaimana Lapu-Lapu ditambah si roda baksia kumar ini. Ya, makanya game kedua jauh lebih dominan. Tapi menurut gua shoutout juga untuk lagi-lagi ya coaching staff dari RRQ karena di game yang kedua, game yang ketiga mereka melakukan banning terhadap Selena dan dampaknya begitu luar biasa termasuk di game yang ketiga yang di mana Aurora Gaming membawakan Kalea Bruno Pars Lancelot dan juga Chichi. Sementara itu, Arar Hoshi membawakan Chou Moskov, Zuksin, Akai Jungle dan juga Badang. Kalau kita ngomongin early game ya balik lagi kita ngomongin soal Kalea yang selalu akan inisiasi duluan. Even lawannya adalah Chou. Chou itu terkadang malah dioutplay sama Kalea karena Kalea ultimate-nya instan. Sementara Chou itu ultimate-nya butuh waktu, butuh posisi yang bagus juga. Karena kalau misioning nendangnya malah nendang ke musuh, bukan nendang ke teman. Nah, di midgame kita bisa melihat sebenarnya Aurora Gaming tuh udah unggul banget teman-teman. Brunonya udah jadi, Lanelot-nya luar biasa, parsianya juga lumayan susah buat disentuh karena emang di sini permainan dari Arar Kyoshi akan sangat-sangat mengandalkan permainan yang namanya front to dari depan ke belakang. Hingga akhirnya Lake Diren menciptakan momentum. Di saat Lake Darren melakukan flank dari belakang dan targetnya ternyata adalah si Gibom. Sigibomnya tumbang, otomatis Aurora Gaming enggak bakal punya damage yang cukup. Dan ketika si Gibomnya tumbang dalam keadaan dua lawan lima, tiba-tiba Aurora Gaming maksa untuk melakukan defense. Alhasil TNZ dengan Lelotnya juga keculik. Game-nya dipegang penuh oleh RRQ dapetin Lord dan mereka akhirnya berhasil menutup game di 17 menit 51 detik dan memastikan diri untuk menjadi tim ketiga yang lolos ke babak knockout stage. Tim ketiga. Tapi ya nanti ya bakal kita jelasin teman-teman. H, gua bakal bilangnya RRQ tuh tim urutan kedua untuk knockout stage. Nanti bakal ada di ending, Teman-teman. Berlanjut untuk match yang ketiga. Kayaknya untuk match ketiga gua rasa pembahasannya paling singkat, Teman-teman. Karena ONIC Philippin ketemu sama Area 77 di game yang pertama Area 77 membawakan Jaad, Cilan, Yun, Shin, Hilda, dan Roger Gold Lane. Sementara Onic Philippin membawakan Kalea, Harit, Kagura, Lanelot, dan juga Povius. Gua sebenarnya ngerti area 77 pengen main agresif. Makanya mereka bawa Hilda, mereka bawa Roger Goldland, mereka bawa Jae mereka pengin buka ruang buat Isun Chin. Tapi sayangnya midliner mereka adalah Cecilian yang di mana Cecilien juga butuh waktu, butuh item, butuh scaling sampai nanti dia dapat item yang bisa bikin dia power spike-nya ada di pick tertingginya. Ya tentu late game bukan early game dengan yang dengan draft yang menurut gua kontradiktif ini area 77 benar-benar cuma nge-punish apa yang dilakukan oleh ONIC Philippin dan menjadi sebuah kesalahan. Jadi ya di game yang pertama kalau boleh jujur Onic Philipin ngelakuin banyak banget kesalahan yang tetap bisa dipanish oleh area 77. Cuma sayangnya kesalahannya enggak fatal. Kesalahannya tetap bisa direset dan Onic Philipin tetap menang kok di game yang pertama dengan 14 menit 12 detik. Ya tentunya dengan gameplay dari area 77 yang kalau udah fail di early game mid game late game-nya juga pasti bakal berat karena ya lanelot Harit-nya ini gak ada yang bisa menghentikan burst damage-nya juga sangat luar biasa apalagi Kalea yang akan selalu mencari momentum karena emang Brusco di sini tugasnya ya atau job desk-nya adalah inisiasi duluan berlanjut ke game yang kedua area 77 ini membawakan Jao Heead lagi tapi bersamaan dengan one Farsia suyo dan juga Esmeralda sementara itu, Onic Philippin membawakan Gatot Kaca, Iritel, Faramis, Isunchin, dan juga Povius. Ya, tentunya dengan konsep permainan yang mungkin mirip-mirip penginnya rusuh-rusuh di early game, tapi ONIC Philippin ternyata lebih berhasil untuk melakukan first blood ditambah dengan dominasinya yang enggak berhenti, snowballing effect-nya yang enggak berhenti sama sekali, Yusun Shin King Kong yang farming terus-terusan. Faramisnya juga ngejawab banget one ditambah lagi dengan Jaad yang berusaha untuk main pick off. Alhasil enggak butuh waktu lama. Onic Philippin cuma butuh waktu 11 menit 56 detik untuk memenangkan game yang kedua. Pasca memang kalau boleh dibilang one-one dari area 77 ini enggak sampai ke mid, enggak sempat untuk menyentuh late game juga, enggak sempat ke power spek tertingginya dan harus di-end game di early game oleh Onic Philippin. Area 77 menjadi tim yang tereliminasi dan lagi-lagi membawa uang 50.000 dar. Dan match penutup kita teman-teman ada tim Spirit melawan Homeboys. Di mana Home Boys di game yang pertama membawakan Badang Bitrix, Kimy Lanelot, dan juga Ruby Expp. Sementara tim Spirit membawakan Chou One, Zuksin, Chichi, dan juga Guinefir Jungle. Sebenarnya kalau kita ngomongin turtle pertama ini Homebys pegang kendalinya. Homeboys benar-benar menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang sangat-sangat agresif dan tidak ingin melepaskan early objektif. Tapi sayangnya di midgame banyak sekali miskomunikasi yang terjadi dari pihak Homeboys dan sangat terlihat mulai dari inisiasinya yang telat, terus mungkin reaction mereka juga sangat-sangat nanggung, tim spirit yang jauh lebih kokoh dalam segi inisiasi, eksekusi, dan juga tarik ulur terutama untuk kit bomba ya karena cicinnya beberapa kali kayak lumayan ngerepotin bahkan sempat enggak tumbang ketika di geng. Ini menurut gua menjadi game changer ketika tim spiritnya benar-benar bisa fight back dan bahkan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak lagi dari segi kuantitas skill. Tim Spirit berhasil menutup game pertama di 16 menit 24 detik setelah beberapa kali mungkin Sawo mencoba untuk melakukan inisiasi dan gagal, tapi ya untungnya inisiasi gagal tersebut tidak menjadi blunder yang fatal. Alhasil ya emang tim spirit mampu untuk memaksimalkan potensi terbaik mereka pasca mendapatkan objektif lord. Berlanjut ke game yang kedua, tim Spirit tetap membawakan Chou. Tapi kali ini bedanya bersamaan dengan Iritel, Zuksin, Lancelot, dan juga Badang. Sementara Homeboys, mereka membawakan Hilda Romer, Granger, Kadita, Midlane, Fanny, dan juga Cichi. Jujur teman-teman, gua bukan fans berat dari Hilda Romer karena gua rasa kalau Hildanya di EXP mungkin akan lebih banyak bikin action. Tapi karena udah ada pick Cici duluan, ya otomatis Hildanya bakal jadi romer dan Fanny. Gua gak tahu kenapa ada perdebatan yang cukup hangat tentunya kayak masih ada beberapa orang yang beranggapan bahwa Fanny adalah hero yang mengerikan. Tapi faktanya di MSI eewc 2025 tahun ini funny itu masih 0% teman-teman win rate-nya. Jadi gua rasa ya teman-teman sudah bisa menyimpulkan dan emang game-nya pun terbilang sangat-sangat cepat. Walaupun mungkin ada beberapa pertukaran poin kill, ada jual beli serangan yang terjadi dari pihak homebys, tapi kalau boleh jujur emang tim spirit ini jauh lebih manis untuk ngomongin eksekusi game-nya. Dan enggak butuh waktu lama dibandingkan dengan di game yang pertama. Di game yang kedua, tim Spirit cuma butuh waktu 14 menit 9 detik untuk bisa menutup game-nya karena mereka menang dari segi objektif, kuantitas poin kill, dan tentunya Iritel Chou yang bisa instant kill. Ya, paket lengkaplah teman-teman untuk tim spirit sehingga tim spirit adalah tim keempat yang lolos ke babak knockout stage tapi di urutan yang ketiga. Dan itu dia teman-teman untuk recap di hari yang keempat sekaligus gua akan menambahkan data yang mungkin nanti bisa di kasih screenshot-nya juga ya oleh Agus editor gua. Jadi kalau teman-teman nge-scroll di Liquipedia, scroll terus sampai bawah, teman-teman akan melihat ini total winning time for group stage yang menang 2-0. Intinya seperti yang kita lihat, Teman-teman, bahwa memang empat tim yang lolos dengan 2-0 match itu ada tim Liquid Philippin, RRQ Hoshi, Tim Spirit, dan juga ada Mythic Seal. Nah, kalau kita refer ke rules yang ada di MSCEWC tentunya ini urutan game time tercepatnya ada di urutan pertama tim Liquid Philippin dengan 53 menit 11 detik. Arar Hoshi di urutan yang kedua di 1 jam 1 menit 51 detik. Urutan ketiga ada tim Spirit di 1 jam 4 menit 50 detik. Dan di urutan yang keempat itu ada Mythic seal dengan 1 jam, 6 menit dan 56 detik. Jadi kita bakal lihat apakah nanti di hari yang kelima akan ada drawing untuk knockout stage sesuai dengan urutan ini. Karena kalau dari urutan ini gua rasa teman-teman ya akan sangat menarik sekali melihat urutan 34-nya. Apakah tim Spirit dan juga nantinya Mythic Seal bakal kebagian Onik-onik? Nah, itu gua lebih penasaran kayak ini urutan ketiga tim Spirit bakal milih Onik yang mana kalau emang dua tim atasnya tim Liquid Philippine dan juga Arar Kihoshi menghindari ONIK. Karena ya gua sempat bikin IG story juga teman-teman gua sempat bertanya-tanya kayak ini Onik dua-duanya ada di lower bracket menandakan kalau ya ONIK dua-duanya adalah tim 21 dan akan dipilih oleh tim yang menangnya 2-0. Tim gila mana yang kira-kira bakal ngambil ONIK? Itu aja sih pertanyaan gua dan ya tentu hasil dari empat tim 21-nya akan ada di hari yang kelima. So, kita tunggu hari ini teman-teman akan seperti apa hasilnya untuk pertandingan di MSCWC di hari yang kelima group stage. Karena gua pun akan penasaran apakah nanti akan ada plot twist atau ya akan ada hal yang sudah bisa diprediksi teman-teman yaitu adalah empat tim yang lolos ke babak knockout stage. Gua KB mohon pamit undur diri sampai jumpa lagi di kesempatan video selanjutnya besok di hari yang kelima. Jangan lupa bahagia dadah. Yeah.

walaupun ini video konten, tapi misal kalian mau nyawer+support gw, silahkan ke: https://saweria.co/kbggwp

tiktok gw: @kbggwp
-. Instagram KB: https://www.instagram.com/kbggwp/