🔴 Kenapa Perpustakaan UGM Direnovasi Sebelum Acara Reuni JKW❓ Dr Rimon Kaget Liat Perpustaan❗

Apa ini? Lagi rekonstruksi. Lagi rekonstruksi loh. Oh, lagi katanya udah publish loh. Tanya dong siapa aja loh. Belum sih. Loh, dari mana ini pestakannya kosong loh. Ah, itu ada. Permisi. Permisi. Pak loh. Ini lagi diperbaiki Pak. Oh, ini bapaknya ini bapak tukang permisi. Mana bapaknya? Itu ini. Sejak kapan ini, Pak, direnovasi? Tahu ya, Pak? Saya baru masuk. Oh, bapaknya baru masuk. Oh, katanya mingguan. Du mingguan. Oh, setelah kedatangan kita kemarin ya. Oke deh, Pak. Petugasnya enggak ada. petugas e perpustakaannya enggak ada. Oh, koleksinya ke mana? Oh, sebelah sini. Coba kita lihat. Oh. Oh, ini orangnya. Permisi, Pak. Oh, ini bapaknya lagi. Iya, ketemu lagi. Kita lagi, Pak. Mari, mari, mari. Diperbaiki, Pak. Ini koleksinya, Pak. Hah? Apa? Sini aja, Pak. Pak ini debu situ, Pak. Enggak usah, enggak usah. Oh, oke. Eh, copot, Pak. Di sana yang buka. Oh, di mana? Di dalam depannya. Oh, sini. Oh, oh. Pindah. I Oh, bentar, Pak. Kemarin katanya di media dikatakan katanya skripsi Pak Jokowi itu katanya Bang Eendi Gazali katanya ini terbuka untuk umum skripsinya Pak Joko Widodo. Benar enggak itu Pak? Di itu. Heeh. di di ETD ya? Di ETD kan? Oh, cuma ETD aja. ETD. Oh, jadi bukan fisiknya, bentuk analognya. Bukan, bukan, bukan. Oh, jadi cuma ETD-nya aja. Iya, iya, iya. Oh, kirain kirain itu, Pak. Enggak. Bukan terbuka untuk umum, untuk analognya enggak? Enggak, enggak. Kalau yang itu enggak. ETD. Terus skripsi yang lain-lain di mana? Masih tetap diamankan? Iya. Iya, masih diamankan pendidikan apa namanya? Dari di Polda. He. Oh, diamankan oleh Pol. Oh, jadi etd. Eh, maaf enggak boleh live ya? Oh, kok enggak boleh live sih, Pak? Ini saya wajah saya aja lah. Sudah terkenal, Pak Risman. Oke, Pak. Oke. Oke. Oh, udah enggak saya bentar Pak. Di mana sekarang koleksinya? Mau mungikan masyarakat nanya dia ya. Loh, tadi katanya di depan jadinya dibuka. Oh, iya. anu pelayanan kita pelayanan kita perpustakaan sementara di sana. Oh, jadi ini rekonstruksinya baru-baru saja setelah pertemuan kita itu ya langsung dibongkar. Oh, kalau anunya sudah lama hanya pelaksanaannya pas liburan pelaksanaannya kemarin ya kan. Ohuh bapaknya langsung pergi ya kan. Oh pas liburan gitu Pak. Terus Pak ya coba tunjukkan sama kita ETD-nya katanya terbuka untuk umum. Enggak boleh ETD pun enggak boleh kok diumumkan di TVmu enggak boleh di e etd-nya pun enggak boleh elektronic tesis dalam bentuk komputer juga kalau ingin nanti coba nanti langsung ke ke apa humasnya aja Pak jadi biar nanti kita enggak s bukan humas perpustakaan sudah diumumkan di televisi. Iya katanya di di televisi dikatakan dapat dilihat oleh publik langsung langsung ke dekanat aja Pak. Oh, doi kan sudah kemarin kita tunggu hampir 2 jam juga enggak mau ketemu, Pak. Saya enggak tahu. Oh, alah ternyata pemirsa apa yang dibilang di rumah apa yang ada di media sosial atau apa itu katanya katanya Bang Eendi Gozali ternyata bukan open publik ya itu mungkin sindiran aja mungkin oleh Bang Eendi Gozali. Oke pemirsa, kita ayo ke UGM sama-sama. Lah, ternyata kondisinya begini nih. Perpustakaan Fakultas Kehutanan UGM ya kan ya begini udah dibongkar ya, udah direnovasi. Okelah kalau begitu kita berangkat ke fakultas lain aja ya. Nah, iya. Fakultas apa namanya? Nah, ini sudah di apa? direnovasi katanya librari ya. Bahkan dalam bentuk electronic thesis and dissertation saja ETD juga kita enggak bisa akses ya. Jadi minta akses saja enggak boleh karena harus anggota ya. Tapi ya sama aja dengan hasil yang pernah saya lihat, electronic cases and dissertation, yaitu tidak ada lembar pengesahan penguji. Jadi ya sama saja ketertutupan UGM inilah yang menambah kecurigaan publik ya. Oke, lanjut kita ke perpustakaan fakultas lain. Fakultas lain aja lah. Ini perpustakaan dan arsif Universitas Gadjah Mada. Ada pertanyaan enggak? Ada kan? Kalau kita ke Fakultas Ilmu Sosial ternyata ada masih ada musik-musik di sana. Kurang nyaman ya. Kurang nyaman juga untuk pemirsa. Iya kan? Oke kita tanya aja ya langsung ya. Buka itu buka ya aplikasi di sini bersih Bu. Eh, saya alumni UGM. Iya. Eh, di sini ada enggak koleksi skripsi atau tesis tahun 5-an? -an untuk tahun kemungkinan masih ee ini tergantung judulnya terlebih dahulu enggak usah ee jurusan apapun, fakultas apapun yang penting tahun -an sama awal 90-an ada. Ee ini kan masih istirahat di bagian ETB. Heeh. Oh, ETD electronic thesis and dissertation. Iya. Terus yang enggak yang analog ada enggak? Enggak analog itu sekarang sistemnya bukan analog. Jadi kami dican Oh, jadi ETD Kakak. Oh, jadi sudah digitalisasi enggak ada satuun yang ee skripsi yang fisik gitu. Fisiknya kemungkinan masih ada. Kemungkinan masih ada. Di mana, Mbak, kita bisa akses? Eh, untuk saya untuk koleksi skripsi dan apanya di mana? Di lantai berapa? Dulu petugas yang Oh, iya iya. Ada di fakultas masing-masing tadi e ada wisuda ee acara wisuda jadi agak mengganggu. Siapa tahu ditempatkan di sini juga. Karena waktu kami lulus itu kan semua dibagi kan jurusan fakultas dan universitas. Skripsi-skripsi itu kan di kalau enggak salah kami mengumpulkan lima itu. Iya. Heeh. Sampai ke perpustakaan wilayah Jogja juga dikasih tahun 90 ya? Iya. Pasti pasti masih ada. Heeh. Heeh. Ee ditunggu aja Mbak e petugasnya petugasnya. Ya, pemirsa ini kemungkinan masih ada koleksinya karena memang pada saat kami lulus ya tahun 8 saya lulus juga banyak kali strer mau santai aja kok. Aduh ya. Ee karena pada saat mahasiswa UGM lulus ya tahun ’90-an saya juga saya yakin tahun-tahun sebelum maupun sesudahnya itu diwajibkan untuk memberikan lima eksemplar. ya ee skripsi yang pertama ke perpustakaan jurusan, yang kedua perpustakaan fakultas, yang ketiga perpustakaan universitas, yang keempat perpustakaan wilayah dan yang kelima apa ke mana gitu loh ya. Jadi ada lima yang kami kumpulkan. Yang keenam untuk koleksi pribadi. Kita tunggu aja katanya ada masih ada ya. Ini lihat ini keringat saya ya kan. Heeh. Oke. Tapi fisiknya adaak yang diaktifkan dan fisiknya bukan berarti ini ada pertanyaan dari netizen. Kalau biasa asli ya pasti harus terbuka kata Suono. Iya dong harus terbuka. Tadi kita ke Fakultas Kehutanan ternyata sudah direnop. Sedang direnop katanya Bang Evindi Gzali. Ayo pemirsa kita lomba lomba ke ini di mana kita cek ternyata sedang direnovasi itu. Bus semua difoto pegawai perpus fakultasol. Di mana? Sipol. Heeh. Abang katanya difotoin. Difotoin oleh pegawai. Oh ya enggak apa-apalah. Orang kita datang baik-baik bukan untuk mencuri kok. Ya kan yang penting kan kita kan bukan untuk mencuri gitu loh. Kita kan izin apalagi saya juga alumni loh pegang kartu kagama. Kata si cuci jol kalian jangan ngejek ini tiap hari di laundri ini. Oke, ada lagi pertanyaan agak lain ya. Kalau agak lain cuekin aja lah. Ini untuk kebutuhan riset. Penelitian ini bagian apa namanya? ETDnya bukan ETD, Mbak? Iya, yang fisik sih bagian bagian ETD ya. Oh, sampai jam .00. Ini jam berapa sih? Sudah jam .00 kan? Belum. Jam . Jam . Oh, masuk jam .4 ya. Oh, jadi sampai jam .00 Mbak? Iya, istirahat ya? Istirahat. Oh, iya deh. Apa? Kita tunggu di belakang. Kita tunggu kami tunggu di luar. Itu koleksinya di gedung di lantai berapa sih, Mbak? Ee kemungkinan ada di lantai saya kurang tahu lombaknya bertugas ini loh. Bentar soalnya kan enggak cuman sisi 19an 80-an sampai 90-an. Heeh. Sampai 2000 itu didigitasi dan kemungkinan didigitasi itu ada yang dimusnahkan yang lain-lain. Oh, setelah didigitalisasi bisa jadi dimusnahkan ya. Jadi, oh karena ya H jadi nunggu ini nunggu akibat karena ee kebanyakan sudah didigit soalnya. Iya. Jadi kebanyakan saudara sudah didigitalisasi kata mbaknya petugas kemungkinan juga sudah dianguskan gitu loh ya. Makanya semuanya tapi enggak semuanya tetapi ada kemungkinan masih ada ya Mbak. Heeh. Masih ada yang tersisa yang belum dihanguskan. Mungkin mungkin semua eh mungkin sebagian dihanguskan. Katanya Bang Eji Gazali mau ke sini tanggal 24 mau membuktikan Bang Eindi GZ berarti besok dong. Iya tadi saya lihat sedang direnovasi. Mudah-mudahan Bang Eendi Gojali nonton jadi nanti enggak kecelik ke Fakultas Kehutanan UGM sedang ada di renovasi. Sudah beli tiket? Udah beli tiket. Ya enggak apa-apalah. Nanti kita jalan-jalan ke Ketoyan. Nanti saya ajak ke Ketoyan. Bang Eendi Gazali. Gil kata Tanjung karya ilmu asli kok diang. Iya padahal ee itu karya analog kan yang original ya. Artinya gimana Bang? Oh enggak. Bahkan apa pintu geser itu set gitu robot lah kan itu geser-geser gitu tetap tetap dipelihara karena itu kan bukti eksistensi seseorang pernah belajar di sini kalau sudah dalam bentuk digital kan gampang di dihapus gampang diapa-apain ya kan namanya aja versi digital ya tapi kan kalau versi analog itu kan bahwa di situ adalah kertas yang memang dipersiapkan oleh mahasiswa yang bersangkutan yang pernah menempuh studi di sini itu kan itu kan apa ya menurut saya ya menghargai orang yang pernah ee kuliah di sini. Saya saya orang komputer, saya orang digital, tapi digital itu janganlah kita kultuskan sebagai sebuah proses baku yang seolah-olah versi analog itu tidak penting gitu. Saya orang komputer, tapi saya masih menghargai yang namanya ee apa namanya? ee bukti-bukti akademik seseorang yang analog, terutama skripsi. Karena skripsi adalah ee perjuangan terakhir dari seorang mahasiswa sehingga bisa di ee dikatakan ee apa namanya memenuhi proses akademik atau menyelesaikan proses akademik di Universitas Gajah Mada gitu. Jadi oleh karena itu ya sebaiknya masih luju sih kalau satu pun dimusnahkan dengan alasan ee apa namanya keterbatasan ruangan gitu. Tinggal dibangun aja apa gedung perpustakaan arsif yang besar dan di situlah semua ee hasil-hasil karya akademik dari semua ee apa namanya si civitas akademika yang telah menyelesaikan proses akademiknya di UGM itu bagian dari sejarah juga sih menurut saya. Jadi untuk menteri ya, menteri sekarang ya, menteri apa sih namanya? Saintech dan ee saintech apa sih namanya? Pendidikan tinggi dan saintech ya hargailah apa pemikiran atau hasil pemikiran dari anak-anak bangsa ya. Jadikan ee apa namanya itu produk-produk akademik, e skripsi, tesis, dan disertasi dari anak-anak bangsa. ya bangun aja perpustakaan besar-besaran. Untuk apa tempat gedung kawin itu besar-besaran? Ya, apalagi apa namanya untuk auditorium besar-besaran. Ternyata seringki dipakai hanya untuk gedung manten ya kan. Sewa persewaan untuk perkawinan aja gitu loh lebih sering dipakai. Karena kalau cuma acara-acara di UGM kan apa sih acara paling wisuda sekali 3 bulan tapi kan lebih sering dipakai untuk penyewaan gedung perkawinan. Kenapa enggak ya apa wisuda biasa aja per fakultas atau per jurusan tanpa perlu bersama-sama. Tetapi gedung perpustakaan yang pertama yang paling diprioritaskan yang besar-besaran gitu loh. Ada yang bilang nih, “Bang, komentarnya dari di Surabaya sekarang katanya ijazah udah digital jadi sudah bisa nge-print sendiri ya.” Kalau itu kan tentang unique identifier-nya aja ya kan gitu. Sama seperti sertifikat digital. Tetapi kan yang namanya skripsi terutama skripsi-skripsi lama itu loh ya meskipun sudah lama atau bahkan siwi apa namanya orang yang pernah belajar di sini juga sudah almarhum ya sudah tua. Tetapi kan kita harus hargai bahwa itulah produk ilmiah yang dia apa namanya sumbangkan ee selama dia bersekolah di UGM. nya saya sangat tidak setuju kalau itu dimusnahkan ya dengan alasan digitalisasi atau mereduksi ruangan gitu ya. di sana. Jadi baru saja dicabar ee kalau untuk yang diustakakan fisiknya belum aktif. Ee tidak ada yang diminkan, tapi yang di perpisakaan belum bisa diakses fisiknya. Adanya ETD. Tetapi kalau misalkan mau akses fisiknya suci yang tahun yang Bapak sebutkan bisa ke fakultas nanti di fakultas. di fakultas enggak ada, Mbak. Tadi Fakultas Kehutanan UGM sudah berkali-kali saya pergi ke sana tidak pernah ada akses indikasi gitu loh. Kan ini kan perpustakaan pusat. Ee setiap wisudawan dulu di apa diwajibkan menyerahkan satu kopi ke sini, satu skripsi ya kalau bisa di enggak usah ada kamera pun enggak apa-apa. Jadi saya yang melihat langsung mengakses ee melihat gitu yang kalau memang ada yang skripsi 1980-an ya kan enggak usah pakai live begini atau video juga enggak apa-apa gitu loh. Iya. [Musik] Heeh. Kan sudah jam .00 ini saya ngomong-ngomong tadi belum ya. 1252 12.52 8 menit lagi saudara kita tunggu ya. Saya part time di sini di Oh, part time mbaknya. Oh, iya. Sama saya non time ya pemirsa kita tunggu 8 menit lagi petugasnya akan masuk kembali dan kita akan akses ee apa namanya? Skripsi-skripsi tahun -an 90-an. Semoga belum semuanya dimusnahkan karena digitalisasi. Kalaupun tidak boleh pakai video ya kita saya lihat aja sendiri kalau bisa saya fotok kan gitu kan. Karena memang ya itu ya setiap mahasiswa itu diwajibkan kok memberikan satu eksemplar untuk perpustakaan UGM saat itu dan saat ini juga saya kira ya enggak tahu kalau saat ini apakah versi digitalnya aja yang diberikan saya enggak tahu. 8 menit lagi kita tunggu per petugasnya ya. Ini mewah kali ya, Mbak ya. Berapa lantai ini, Mbak? 1 2 3 4 5 lantai ya. Jadi sangat mewah, Saudara. Ee perpustakaan UGM. Kalau yang di sana perpustakaan apa, Mbak? Ada lagi yang pusat sana? Sana perpustakaan lagi. Ada besar yang baru dibangun. Ini dipindah gelanggang mahasiswa di Oh, dipindah ya? Gedung hitam ya? Iya. Yang itu dulu gelanggang mahasiswa. Oh, gelanggang mahasiswa hitam. Oh, Mbaknya alumni UGM juga? Saya masih mahasiswa. Oh, masih mahasiswa UGM. Pantasan baik ya karena masih mahasiswa belum belum berpolitik dan berpihak ee kepentingan masih netral. Iya. Enggak. Nanti kalau sudah resmi nanti bisa jadi ada kepentingan. Oh, tapi semoga. Oh, masih mahasiswa. E mahasiswa fakultas. Saya Fakultas Ilmu Budaya. Ilmu Budaya. Sastra. Iya. Sastra Indonesia dulu itu kan fakultas sastra. Sekarang mbaknya jurusan sastra. Iya, bahasa sastra. Sastra Indonesia. Pantesan bahasa Indonesianya apa ya? Grammatically correct. Eh, secara Heeh. struktur. Andaikan pejabat seperti itu. Heeh. Andainya pejabat kita itu bahasa Indonesianya bisa dicontoh ya. Bukan wew the talk. Nonton litok detok begitu, Saudara. Berapa menit lagi? Enam katanya. 6 menit lagi ya. Oke, kita tunggu sebentar. Kalau memang enggak ada, ya nanti besok kita karena hari ini hari wisuda, Saudara. Jadi kita tidak bisa meributin fakultas lain ya. Kita akan periksa besok fakultas yang tua-tua visipol hukum dan ekonomi besok saja itu atau atau entar lagi setelah acara wisuda selesai bisa jadi. Ya, ada yang memuji kaosnya, Bang. Kaosnya keren. Berani jujur. Berani jujur. Mau enggak kalian? Nah, pesan ke apa ini? Forum tanah air. Forum tanah air ya. Forum tanah air. Saya pakai ini ya untuk menghargai memberikan saya kemarin ya. Terus oke pemirsa. Oh, part-time di sini Mbak. Berarti mahasiswa-mahasiswa bisa di ini ya dibekali Heeh. tanggung jawab dan pekerjaan ya. Enak juga sekarang di UGM. Jadi mahasiswa Mbak ini yang sekarang petugas ya yang tidak bisa saya sebutkan namanya takutnya viral. Ada yang naksir ada yang nak ada yang naksir. Ya kalian datanglah ke perpustakaan UGM. Kita bukan mak comblang nih sekarang di sini ya. Misi kita hanya untuk misi untuk tujuan peradaban. Ada yang nanya-nanya tapi enggak saya sorot. Oh enggak kok ya. Atau mbaknya mau disorot. Mau Mbak malu Mbak malu ya? Mbaknya malu. Kalau kalian mau kenalan ya datang dong ya. Bang Rismun bukan Mak comblang di sini. Untuk meningkatkan literasi. untuk meningkat al literasi ini harus ramai ini perpustakaan ini ya kan biasanya kalau bawa HP boleh kan Pak di sini ke perpustakaan HP-nya enggak disita enggak oh enggak ya nanti kayak ke ruang penyidik dong diita jadi boleh bawa HP saudara perpustakaan ini tenang aman ya bisa bawa laptop bisa bawa HP tapi ya harusnya pakai sepatu Ya, pakai sendal boleh sini, Mbak. Enggak boleh ya. Harus rapi ya. Harus rapi. Harus rapi syaratnya ya. Jadi jangan pakai sendal aja, pakai celana pendek. Enggak boleh di sini. Harus rapi. Eh, harus sopan. Ya kan? Pertanyaan pemirsa apaagi nih? Oh, kira-kira kalau mau jadi mingi harus bayar atau gimana, Mbak? Ee prosedurnya umum. Ini kan ada ruangan PPD, ruangan ruangan belajar mandiri di dan lain-lain itu kalau umum dan alumni harus memakai surat. Oh, kalau umum alumni harus pakai surat harus pakai surat ke ines dulu. Heeh. Tapi ya gitu pemirsa itu kalau alat meminjam ya ee untuk mengunjungi ruangan. Oh, mengunjungi ruangan pun harus pakai surat. Iya, ada ruangan tertentu yang memangnya. Oh, kalau wartawan boleh enggak, Mbak? Itu nanti izinnya keas. Oh, ke humas dulu. Kalau wartawan ya. Saya soalnya sudah ee apa berprofesi wartawan juga ini. Semua saya guluti pokoknya ya kan netizen termul pasti panas tuh. Termul member aja bisa member ya. Termul. Hus husus jangan nonton. Ini pakai sapi bisa. Oh, bisa memberk dulu masih e dulu pemirsa ya kalau lulus UGM itu kartu tanda mahasiswanya langsung di digunting di depan kita. Di situ sedihnya saudara ya. Begitu kita lulus mau wisuda diserahkan kartu mahasiswanya. Apa sih KTM ya? Kartu tanda mahasiswa kalau kami dulu. Dan itu petugasnya menggunting depan kita. Di situ kita merasa waduh jadi pengangguran nih gitu. Iya. Ada yang bertanya ini perpustakaan pusat ya? Iya Mbak ini perpustakaan pusat enggak ada lagi perpustakaan UGM arsip UGM. Oh perpustakaan dan arsif UGM. Perpustakaan lain ada di fakultas masing-masing. Fakultas masing-masing. Dulu kan di geografi sana ya di MIPA. Mbaknya belum lahir mungkin ya. Belum lahir. Belum lahir ya. Belum paham. Dulu di dekat MIPA sana dekat Iya. Mirota kampus ya. Dulu di situ kita Perpustakaan UGM ini baru ini ya. Kalau Mbak petugasnya ya belum lahir ya kan saya lulus saja mungkin belum lahir. Saya lulus tahun 98 berarti sudah 27 tahun ya kan? 27 tahun. Nah mbaknya ini belum lahir pada saat saya lulus itu belum lahir. Iya kan Mbak? 98 belum lahir kan ya. Nah, jangan-jangan orang tuanya belum ketemu. Heeh. Jangan-jangan orang tuanya belum masih belum pacaran malah belum kenalan. Oke, pemirsa kita tunggu 1 menit lagi kakak 1 menit lagi. Oke. Oke. Jual kopi. Hah? Mana jual kopi? Ini pakai uang digital ya, Mbak? Iya. Oh, enggak bisa pakai cash ya? Pakai GoPie? Iya, pakai. Oh, pakai Kris ya. Berapa harganya, Mbak? Eh, ada yang R.000 dengan Rp15.000 tergantung shopnya. Oh, yang ice ada juga ya? Enggak ada. Ini yang Oh, yang hot aja. Oh, ya. Makasih, Mbak. Ada jual kopi? Ada ada jual kopi pakai kris tapi enggak ada yang dingin. Oh panas yang panas semua. Kita pesankan dulu. Handphone eh ada ada ada tuh handphone-nya. Lu bisa aja ya ngelihat ada jualan kopi. Di mana ini transaksinya? Giliran ini nih. Oh ini dulu nih. Eh mana? Nah, ini ini yang enggak ada yang panas ya? Ini panas, Pak. Eh, enggak ada yang dingin ya. Udah gue lati. Oh, sugar level. Sugar level. Udah, wis R10.900. Lumayan ya. Murah meriah ya. Oh, gelasnya keluar sendiri kali ya. Gelasnya keluar sendiri enggak? Eh, kita yang naruh kayaknya tuh ada, Bang. Oh, ada ya. Oh, ada jualan kopi pakai eh QIS. Aduh, susah banget, Kris. Ah, gitu aja ya. Harganya kopilate Rp10.900. Murah ya kan? E sini. Jadi kalau mahasiswa mau belajar ngopi-ngopi bisa di sini. Kapate dan segala macam. Harganya murah Rp10.900. Itu tuh tuh. Wah hampir penuh tuh. Nah baru kita Heeh. Yang di Jepang sih sudah lama kayak gini ya. Kita dulu ada a. Oke kita ambil. Oke. Ini. Oke bro. Ini apa lagi. Ini cavilet. Boleh. Hope moka moka apa? Moka. Moka di situ aja. Situ deh. Mula mana, Bu? Iya. Kita di situ kontrak kok. Siapa-siapa e pemirsa? Pemirsa. Oke pemirsa ini enggak ada mejanya. Aduh. Oke. Mana punyanya Ian? Sini dia sendiri sana. Oke. E belum ada petugasnya kita nanti tunggu masih ya saudara. Oke sudah pesan kopinya sambil tunggu petugasnya nih ya. Ya, kita ingatkan saudara ternyata tadi tidak benar katanya open public ya. Open publik skripsi Joko Widodo itu enggak benar ya. Ternyata perpustakaan Fakultas Kehutanan UGM malah direnovasi ya, dibongkar besar-besaran. Jadi kita tidak ada akses. Nah, sekarang kita akses ee perpustakaan pusat ini sekarang perpustakaan dan arsip Universitas Gajah Mada. Kalau bicara arsip berarti yang tua-tua juga kemungkinan di ini ya ada dong harusnya. Karena kita bicara arsip. Kalau berbicara arsip arsip tapi cuma digitalisasi ya untuk apa ya? Kita tunggu deh. Sudah jam . 13.04. Wah dia 13.04 04 ini balik. Oke, ada komentar banyak sini coba aku aja ngelihat itu komentar tuh kayaknya di prestasi berarti kan anak baru yang lebih enggak meskipun nanti mu sudah di mana-mana seperti Bang Jokowi lagi ke Mapolresta Solo bawa ijazah asli katanya susulin ke sana Bang Wah udah telat dong ya semoga ditunjukkan kepada wartawan. Jangan cuma mengaku saja sudah membawa ijazah asli, tapi katanya cuma beraninya menunjukkan kepada entah siapa ya yang ya enggak pernah terbuka. Padahal ijazah tersebut sudah dipakai untuk pencapresan, pencagupan, dan pencawa kotan ya. Walkotan habis renovasi terus kebakaran dah. Enggak tahu ya. kita hanya ee mengikuti pemberitaan dan perkataan netizen kemarin, “Bang, katanya sudah open publik itu ternyata direnovasi ya enggak ada mangan, Jol. Sudah makan tadi, Le. Baru makan tadi. Sebelum ke sini makan dulu yang kenyang ya. Rendang. Rendang satu sama ikan. Ikan gembung bakar satu di rumah makan Padang tadi. Jadi kenyang saya kalau ada orangnya. Kalau ada Bang Rismon langsung minta tunjukkan, Bang. Gitu bagaimana reaksinya. Iya, harusnya tadi ke ini ya, ke Solo kita. Tetapi saya tidurnya tadi lama kali ya, nyenyak kali saya tidur sampai jam .30 tadi saya baru bangun tidur. Jadi, jadi ini karena capek kemarin apa namanya ke melaporkan Jokowi atas dugaan skripsi palsu di Polda Daerah Istimewa Jakarta ya. Istimewa Yogyakarta. Dan akhirnya lama sekali menunggunya ya. Petugasnya mengetik itu saya tunggu lama ya. Akhirnya sampai hampir jam 6.00 sore itu saat itu ya. Jadi capeknya capek menunggu ya. Semoga Polda DIY melaksanakan tugasnya untuk rakyat ya. Jadi kalau untuk rakyat berarti equality before the law ya. Prinsip persamaan di depan hukum ya. Jangan cuma laporannya Joko Widodo saja yang di tindak lanjuti secara cepat. Ya, itu menunjukkan penegakan hukum kita ya abal-abal berarti ya. Hanya penegakan hukum berdasarkan relasi kekuasaan saja, Bang. Ica 01, Bang. Bisa jadi mbaknya di calling-koling. Bu Rektor jangan duduk di situ lagi supaya Bang Rismun enggak bisa lihat dokumen yang diinginkan. Bisa jadi. Ah, ini kayaknya belaker. Iya kan? Jangan-jangan Rektor Opailia adalah subscriber di ee Langka Update dan Baliga Akademi ya untuk melihat pergerakan kita. Saklik takkan dikerjakan Polda di itu lek semua aparat antek Mulyono ya bisa jadi ya. Kita hanya ingin membuktikan apakah ada penegakan hukum di rezim Prabowo ini bisa lebih baik daripada rezim Joko Widodo. Ya kan rakyat akan menilai. Alfarizi ganteng ngopi ngobrol Pinokio ijazahnya palsu. Ah mantap ya Raja Batak ni dia rektor mile tak dia mau perasa kalau berani memastikan ijazah Jokowi itu asli ya hadapilah semua ya kan jangan cuma berhadapan bertemu dengan polisi saja beraninya berarti ada ini dong ya ada sesuatu kalau beraninya cuma sama polisi aja ya rakyat loh yang lebih penting bukan polisi. Bagaimana pendapatan reputasi UGM hancur karena palsu karena ijazah palsu Jokowi ya. Kalau enggak palsu harusnya berani ya. Jangan cuma apa tadi ke Mapol Resta. Mapolresta Solo kok enggak ada yang ditunjukkan ke wartawan. Mengaku aja itu sudah dibawa ijazah aslinya. Ya dipakai loh ijazah itu untuk presiden dua periode loh. Dua kali loh pencapresan loh. Ya. Jadi 17 tahun belum tentu dia kalau mengaku tidak lulusan UGM belum tentu menang itu tahun 2014. Iya kan? Berarti kan ijazah itu dipakai untuk mendapatkan jabatan presiden. Bahkan sejak ahli kota 2005 sampai 2010. Heeh. H 2010 hingga 2012 7 tahun dis. Nah, ini kita sudah live menit ini ya. Iya. Kok ee kok belum ada hasil hari ini ya? Belum ada hasil di petugasnya juga belum ada. Ini kan enggak ada atau enggak mau ya kan. Kok ada yang bertanya, “Bang, Prono jiwa itu ada enggak, Bang? ee skripsinya Pronojiwo ya saya enggak tahu juga, enggak peduli juga sih karena ya karena Pronojiwo kan bukan presiden kita yang pembanding. Iya pembanding. Cuma target utama kita kan skripsi Joko Widodo dulu kan ya dan skripsi-skripsi 1985-an sampai awal 90-an pun enggak ada, Bro. Ya, Guys, ya. Jadi fokus kita bukan skripsi atau ijazah pronojiwo dan lainnya ya. Mereka kan nobadi. Sama seperti saya nobadi. Ngapain kita urusin ya Joko Widodo lah yang kita urusin. Karena ijazah tersebut dipakai untuk calon presiden, calon gubernur ya calon walikota. Walikota dua kali gua sekali yang apa namanya yang kita temui fakta bahwa pada saat dia mencalonkan diri sebagai walikota 2005 ternyata ijazah fotokopi legalisir itu tidak di tidak diverifikasi oleh UGM padahal ee argumentasi itu ya sudah diverifikasi lewat ee di KPU di Solo bla bla bla. Ternyata argumentasi bohong ya. Jadi, makanya argumentasi itu setelah kita temui fakta ee dan berjumpa langsung dengan apa namanya ketua KPUD Solo Pak Yustinus Arya bahwa tidak ada berita acara pemeriksaan atau verifikasi antara UGM dan KPUD Solo yang langsung diketok secara apa namanya internal oleh KPUD Solo ya dalam sidang plenonya ya langsung aja yang ijazah fotokopi itu dinyatakan sah ya Jadi bohong ya, makanya argumentasi para termul maupun pengacara Jokowi tidak lagi menggunakan argumentasi itu. Terutama Silvester dan siapa itu si Jembul tuh eh si rambut Jembul itu enggak berani lagi mengatakan itu kan sudah diverifikasi sejak sejak Jokowi menjadi calon walikota Solo. Nol ya. Kenapa? Karena mereka hanya bernarasi. Sementara kita mencari fakta di lapangan, itulah enaknya mencari kebenaran tentang Joko Widodo ini. Ya. Jadi jangan digeser-geser Joko Widodo urus saja yang lain. Loh, Joko Widodo ngapain selain Joko Widodo kita urusin mereka bukan presiden kita kok. I bahkan Bobin Sition pun enggak gak enggak perlu kita urusi karena masih cuma tingkat gubernur katanya kau apa sama kau Gazali kemarin salam dulu itu diidein di belakang apa kasih salam dulu itu divideoin di belakang siapa itu abang di videoidein di belakang Oh iya divideoin ya jadi kayaknya Bang Eendi Gozali itu kayaknya sarkastik aja gitu loh ternyata saya enggak paham bener enggak sih Bang Eendi Gozalini mengatakan itu. Ternyata cuma sarkas aja ya. Mari kita ke UGM terbuka katanya sudah di ini. Ternyata itu cuma sarkastik. Bahasa sarkastik aja ya. Nyindir. Tapi bagus juga mungkin. Ternyata enggak ada apa-apa. Ternyata malah dirombak. Ya di live kita awal tadi kan kalian lihat sedang direnovasi total tuh perpustakaan Fakultas Kehutanan UGM. Ah, enak kopinya ya. Jadi pemirsa kalian kalau ke perpustakaan pusat pusat ini perpustakaan dan arsip UGM ini ternyata ada kopi apa mesin Heeh kopi mesine maker ya coffee makernya bukan gratis ee R10.900 untuk kafe late tadi tapi hanya hot tidak ada yang ice-nya dan enak dan enak saudara-saudara ya. Terus bagaimana ini? Mana petugasnya nih? Ee coba kita tanyakan lagi. Saya saya pergi ke sana ya tugasnya. Entar kalian arahkan aja ke sini. Apa di UII juga? Di UII nanti kita datangi kalau ada waktu ya. Permisi, Pak. I petugas yang katanya mbaknya tadi yang bisa mengantarkan kami melihat koleksi tahun skripsi 85. Oh iya. Oh ya ya. Belum ada petugasnya ya? Belum belum ya. Padahal kalau benar Joko Widodo itu ee memang benar lulusan UGM ya. Justru harusnya skripsinya itu malah dibangga-banggakan, diprasastikan, ijazahnya juga dan lainnya dan lainnya. Tetapi semua ya kita dapati ya UGM seperti ini ya. Sama seperti kantor desa Ketoyan kemarin. Kepala dusun satu kita lari dia kita tanyai lari kepala dusun dua datang pada saat absen. Kan absen artinya duit ya kan uang lauk pauk ya kan. Iya. Iya. Makanya kan maksudnya begini loh, kan harusnya ada kebanggaan kalau yang pernah kuliah di UGM ya harus jadi kebanggaan lah. Karena cuma satu alumni UGM yang jadi presiden seharusnya. Sama seperti di Desa Ketoyan kemarin. Iya kan? Ya kita wawancarai pada saat mau Sidik jari tuh ee apanya ngabsen gitu kan kepala dusun satu dan du itu kita tanyayin malah lari enggak mau gitu. I kan harusnya kan dia mendengar, “Oh, iya, Pak. Joko Widodo itu setahu saya di dusun ini.” Heeh. Kalau enggak salah di rumahnya Pak ini malah oh kami tidak mau, Pak, terlibat. Kami takut menjawabnya. Walah. Heeh. Malah Heeh. Begini, Pak. Itu kan di rumahnya si ini. Itu bukan di dusun saya, Pak. Kalau enggak salah itu di dusun tiga kemarin kan ada empat ya, empat atau lima dusun itu di Kecamatan eh di Desa Ketoyan tuh, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali. Dua yang absen, dua-duanya lari gitu. Bingung saya ini cukup menjabak pertanyaan. Heeh. Kalau enggak tahu ya enggak tahu. Heeh. Harusnya gini ya bilangnya, “Oh enggak, Pak. Itu di dusun tiga, Pak.” Di dusun empat, Pak. Saya ketemu, saya pernah mendengarkan kesaksian orangnya begini begini begini gitu. Kami bangga bahwa orang mahasiswa yang pernah KKN di sini itu menjadi Presiden Republik Indonesia gitu kek. Aduh parah parah. Hah jangan-jangan katanya bilang renovasi tapi eh kebetulan kali ya renovasi total. Jadi kalau Bang Eendi Gozali besok sama Dr. Tifa jadi ke Jogja dan ke perpustakaan itu kecelik juga dong. Waduh dirombak dong. Enggak ada apa-apa di dalamnya lagi. Tinggal lemari-lemari rangka-rangka lemari yang berserakan ya karena sedang renovasi. Pemirsa sambil menunggu ya e minum kopi dulu ya. Minum kopi ni petugasnya tadi apa? Kata petugasnya tunggu dulu katanya kan 1317 nih. Iya. Atau kita langsung aja ya ke atas ya? Kita lihat-lihat aja. Enggak boleh di atas nanti kalau masuk. Iya. Enggak boleh di videoin enggak di sana bukan bolehlah orang pakai HP kok. Bawa HP kan berarti bawa bisa video gitu terus pakai kartu akses enggak bisa masuk. Oh i iya. Oh sudah pernah ke situ enggak enggak bisa. Jadi harus ini ada kartu kata tapi lif bisa harus pakai akses kalau pindah ke I UI ya UII nanti di utara itu tapi kita ke Heeh kalau sudah selesai acara wisudaan itu musik-musik itu kan paling sebentar lagi Selesai itu kita bisa ke Visipol dan ke Fakultas Hukum ya. Iya. Mereka lebih terbuka. Heeh. Katanya STN kah pamen ijazah. Bagaimana kabar saudara di Mapolresta Solo? Katanya Joko Widodo diperiksa di sana. Dibawa enggak ijazahnya sampai kiamat? Itu ijazah enggak bakal tuh ditunjukkan ya. ijazah yang dipakai mulai dari sebagai calon walikota 2005, calon gubernur 2012, calon eh calon presiden 2014 2019 itu enggak pernah ditunjukkan. Padahal rakyat sudah memilihnya dan dan pengacaranya itu selalu saja mencari pembenaran-pembenaran ya. Kalau benar asli harusnya kan mereka me apa kliennya ya kan menasehhati kliennya. Iyalah, Pak. Bapak kan sudah pakai ijazah ini untuk calon presiden, calon gubernur, calon walikota ya. Rakyat berhak tahulah, Pak. People have rights to know, gitu loh. Kecuali ijazah Bapak ini enggak pernah dipakai apa-apa untuk mendapatkan ijazah publik gitu loh. Yang bilang perpustakaan game dibuka untuk umum itu orang peradi katanya. Orang peradiang. Walah pret ternyata. Ternyata semua kena pret ya. Siapalah orang percaya sama Jembul kayak gitu. Sama aja kita percaya sama Silvester yang lulusan Ruko University yang sudah ditutup Dikti. Enggak main-main ya gara-gara skripsi bodoh gedung rem enggak main-main saudara. Ini kata adik Yun He dibeliin Yun Tahir burger Rp14.900. Apa itu? Ee stiker kali ya. Stiker apa ya? Super thanks. Super untuk beli kopi. Oh iya. Heeh. Oke. Itu sudah kosong itu ya. Kita tanya aja. Saya taruh di sini di bawah karena nanti tumpah ya kan. Permisi, Mbak. Sudah ada enggak petugasnya yang mengantarkan? Silakan. Gimana, Pak? Ee ini, Pak. kami ee saya kan alumni UGM, Fakultas Teknik. E bisa enggak saya lihat koleksi skripsi tesis atau disertasi yang tahun 5-an ke atas? ’85. Kalau itu di ruang ETD, Pak. Di namanya RTC ee kami maunya versi analog, Pak. Versi originalnya, bukan versi digitalnya. Saya kira masih ada. Tapi semua di sudah didigital semua. Semua sudah didigitalkan. Masa sih, Pak? Saya yang kalau kan namanya gedung arsip pasti adalah disisakan sebagai sejumlah sampel tidak didigitalisasi. Kalau kalau arsip kan berarti memeliharalah ee sejumlah sampel yang mewakili ee apa namanya produk akademik tahun 19 begituan gitu. Masa kalau semua didigitalisasi berarti dimusnahkan dong semua. Kalau di kalau enggak salah di ETD namanya ETD itu sudah dieta semua purpus. Oh. Kalau yang ada di sini koleksinya di mana, Pak? Gedungnya, Pak? Koleksi skripsi lantai lantai du bisa kami tengok ke sana. Ee kita buatin suat izin masuk. Heeh. Iya, Pak. Sendiri, Bapak? Iya. Saya bertiga. Saya dan istri itu alumni UGM juga. Tapi nanti ada liputan. Iya. Kalau ada live. Iya. itu justru mempromosikan, Pak. Mempromosikan gedung perpustakaan UGM ini gratis. Saya promosikan supaya ramai. Heeh. Kalau maaf untuk live itu memang harus biasanya ya seharusnya pakai surat surat izin gitu loh. Artinya gini loh. Surat izin dari kalau Oh, jadi kalau live itu kalau live itu harus ada surat izin. Kalau kayak gitu saya tidak live aja saya sendiri. Saya foto bisa kan? Saya bawa HP aja. Sama aja M kan mahasiswa biasanya bawa HP juga Pak. Biasa aja kan dia bisa moto video. Iya bertiga korn. Halo. Tapi tidak live cuma bawa HP aja dimatikan video. Iya. Kalau merekam itu enggak bisa, Pak. Bukan merekam. Kami bawa HP kan boleh kan? Kalau foto mungkin ya. Iya foto aja gitu. Oh, itu tapi ada surat izin dari apa namanya? Ee mengambil enggak ada surat surat surat izin apa, Pak? Saya berkunjung sebagai umum aja sebagai alumni gitu, Pak. Nanti biasanya kalau kita buat izin masuk. Tapi kalau untuk live untuk live maksudnya untuk media untuk direkam itu gak? Oh, untuk media untuk direkam itu enggak boleh gitu. Iya, iya, iya. Atau boleh tapi harus ada izinnya. Iya, sekalian aja kalau gitu izinnya dikasih, Pak, biar kita live- kan. Minta aja di humas apa? Humas. Humas. Oh, enggak deh kalau kayak gitu. Karena di humas kami sudah dipersulit. Izin masuk saja. Saya tidak perlu live atau video. Iya. Iya. Eh, saya masuk aja. Heeh. Iya, Pak. Ya, kartu alumni, Pak. Ya, kartu alumninya sudah hilang, Pak. atau foto ijazahnya gitu. Foto ijazah. Waduh, sebagai alumni kalau KTP aja bisa kalau tidak sebagai alumni sebagai umum kan boleh juga kan. Ya sudah kan KTP aja berarti. Heeh. Pemirsa ee saya tidak diboleh masuk pakai live streaming ya. Ya, saya tidak boleh masuk sebagai e untuk live streaming ya. Eh, jadi saya masuk aja nanti saya bawa HP aja ya. Ee enggak dibolehin masuk padahal harusnya apa media sangat penting ya untuk perpustakaan untuk mengenalkan apa namanya ee literasi kepada anak-anak muda ya. Jadi katanya enggak boleh minta nomor apa? E KTP-ku aja. KTP karena kartu kartu alumni sudah hilang. Kartu alumni bisa jadi saya ee apanya juga sudah dihapus ya kan jejak saya. Iya, bisa jadi sakin bencinya kan hapus saja jejak akademinya Rismon ini. Ribut kali dia. Aduh, duh. Kok ribet sih masuk perpus ya? Memang ribet ya. Ya, kita harus ikuti ya aturan yang ada. Oke, saya serahkan dulu punya punya Bu Roha, Pak. Siap. Silakan dulu. Iya, Pak. Alumni Fakultas apa, Pak? Fakultas Teknik. Teknik. Lulus tahun 98. Elektro. Jurusan Teknik Elektro. Masa Bapak enggak tahu? Ya Allah. Apa enggak ada database alumni, Pak? Diketikkan namanya aja pasti sudah ada kan? Enggak ada database-nya. Database alumni ada. Ada dong, Pak. Ya kan enggak tahu kalau data saya sudah dihapus ya enggak apa-apa. [Musik] Kalau dulu waktu saya kuliah itu masuk perpustakaan tinggal daftar aja nama dan apa boleh ya? Boleh. Sekarang sudah beda ya, Pak. Maksudnya maksudnya waktu saya kuliah dulu orang umum pun cuma digisi daftar absen saja boleh masuk gitu loh. Yang minta itu surat apa namanya KTP untuk data kita. Oh, berarti ini masa bapaknya pakai umum ya? Heeh. Pakai umum aja alumni ya? Iya karena waktu saya kuliah dulu masuk perpustakaan hanya ngisi absen saja boleh siapapun tanpa pakai KTP ya. Kalau masa sekarang kan pakai untuk yang aktivitas akademika pakai apa? Ee barcode kan barcode ya. Oh gitu. Iya. Formuliz. Kalau gini, Pak, untuk S1A ada cas R 6.000. Heeh. S2, S3 atau umum nanti cas R.000, Pak. Untuk daftar untuk izin masuknya itu. Oh, untuk masuk bayar Rp2.000. Oh, ya. Ya, ya. Oke. Kalau alumni free. Oh, kalau alumni free. Kalau saya tanya tadi untuk I saya sudah alumni UGM 98, 27 tahun yang lalu sih, Pak. Jadi kartunya udah entah ke mana. Oh, iya. Heeh. Tetapi kan harusnya database-nya ada dong. Harusnya ada nomor HP, Pak. Nomor HP Pak. Iya. Perlu, Pak, ya? Iya. Itu untuk data sini nomor HP. Iya. Berapa? Saya tulis saja, Pak. Nanti saya ngomongkan di apa. Heeh. Bayar berapa, Pak? Rp2.000. Bayar Rp12.000 untuk masuk sekali masuk itu. Oh, kalau masuk berikutnya juga bayar lagi. Waduh. Makai besok buka foto ijaznya di bawah. Waduh. difoto aja bukan di bawah jalan yang asli. Yang boleh masuk berapa orang? Satu orang aja. Saya aja sendiri ya. Heeh. Atau Ian mau masuk coba panggil Ian. Kalau enggak masuk tiga orang kita. Oh. Heeh. Jadi pemirsa biar kalian tahu bahwa kita kalau umum ya saya pakai bukan alumni karena enggak bawa kartu Kagama dan fotokopi ijazah. Kalau alumni gratis tetapi kalau umum itu bayar Rp2.000 ya masuk ke perpustakaan UGM. Tapi kalau waktu zaman saya dulu umum juga gratis ya, tinggal ngabsen itu enggak pakai duit sekarang. Pakai duit ya, Pak. Aurai uangnya untuk siapa sih itu Pak? Enggak tahu ya. Aduh, negara ini bah masuk perpustakaan aja pakai duit. Ada yang bilang diam. Terserahlah. Yan mau masuk enggak ikut. Boleh. Boleh. Ya, ini nanti daftar satu-satu pakai KTP. Oh, gitu. Heeh. I satu orang Rp2.000 bisa, Pak. Pakai kiris bisa? Oh boleh. Ini kita tutup jam 16. Jam . sore. Giih. Kalau yang EBD kalau ke ruang lain ruang belajar sampai jam . Heeh. Heeh. Koleksinya di ruang dua. Di lantai du ya. Ini saya Pak PTD tadi lantai du enggak koleksi skripsinya? Iya KTV bukan yang analognya. Enggak ada lah. Sudah bentuk anu semua digital enggak ada fisik Pak. Loh enggak ada fisik. di sini mungkin di fakultas mungkin ya fisik ya enggak tahu saya kami ke sana sudah enggak ada juga jadi mau masuk apa enggak shop kopi semua shop copy semua tapi kita bisa ngakses untuk umum ini saya sudah kasih suratin masuk ke ruang heeh oh bisa ke sana berarti pinjam password enggak nanti sudah bisa Oh sudahudah boleh mas oh jadi enggak ada analognya lagak ada ini cuma versi etd digital. Iya, digital aja pun kita mau akses harus Rp2.000. Jadi versi digital gimana mau masuk? Jadi enggak ada enggak yang penting hard cofe dah. Jadi enggak usah masuk. Oh iya gitu enggak enggak boleh juga videoin enggak boleh apa-apa kita berdua aja enggak boleh video live streaming enggak boleh adaat izin dari humas tadi Pak. Oh izin humas. Waduh banyaknya syarat. Ya Tuhan ampun deh. UGM bolehlah HP HP boleh ETD kan mungkin layarnya bisa didas. Iya layar layar layar ETD-nya kan bisa kan di divideokan layarnya aja kan menampilkan BTOM ya enggak apa-apa. Iya saya rasa enggak apa-apa. Yang penting jangan tentunya bukan bukan hard coffee tapi soft coffee. Iya iya iya. Oke, Pak. Saya juga ikut masuk, Pak. Oh, ya. Ngapain lah kalau cuma itit? Enggak usah. Enggak usahlah. Enggak bisa. Enggak bisa dalam bentuk elektronik kok. Oh, alah saya kira ini ya enggak jadi. Iyalah ya. Masuk enggak ya kalau cuma ET kita ke fakult. Saya kira tadi saya tanya ada bentuk fisiknya. Iya. Enggak ada. Ada. Benar, Pak. Iya. Sudah didestroy semua? Iya, sudah semua. Sejak sudah 3 tahunan kemarin 21 buat sudah didestroy ya saudara dari engak ada di sini di fakultas Pak ya kita ah susah ya jadi ya ginilah saudara ya katanya sudah didestroy semua versi analognya enggak tahu al-alahannya ya untuk apa gedung sebesar ini ternyata versinya nya versi digital. Duduklah dulu santai. Gedung sebesar ini ternyata versi digital cuma eetd saudara. Aduh aduh gedungnya enam lantai tapi versinya versi digital. Eh kamu engak ee kita mau masih mau di sini atau mau pindah tempat Bang? Ke mau ke mana? Kita ke Visipol dulu. Sini kalau Visip dan ekonomi masih di Visipol dan ekonomi. Heeh. Nanti aku share. Iya. Ya udah. Siapa anak? Oh. Ya Allah tolonglah muda. Urusan Bangatkan dicari kata siza langit biru. Heeh. Ya Allah cara muda banget mencari data komentar. Karena semua sudah dietdkan mengakunya. Ya, ini pengakuan dari petugasnya. Ternyata saya kira saya bayar Rp2.000 tadi. Saya kira ada koleksi yang belum didestroy skripsi-skripsi itu. Ternyata bayar Rp2.000 dan sudah saya batalkan ya. Ee ternyata versi ETD ya, versi electronic thesis and desertation ya. Ya, untuk apa gedung semegah ini enggak ada koleksi originalitasnya ya? koleksi yang original tapi cuma bentuk ETD elektronik. Padahal itu e kenapa harus didestroy kalau itu benar terjadi? Ya sudah pengadilannya Indonesia ini kan masih manual. Heeh. Terus nanti kalau bukti-bukti skripsinya ETD ya namanya aja versi digital ya. Ya gampang dimanipulasikia harus di manual secara analog. Analog. Heeh. Kata Iya. kata pengacaranya analog analog tapi skripsi skripsi analognya sudah di entah ke mana elektronik. Aduh. Berita terakhir dari pemirsa gimana? Ditunjukkan Jokowi enggak ke wartawan tuh ijazah aslinya? Ada tadi ya saya saya apa nih berani bertaruh ya sampai kiamat pun ee ijazah Joko itu enggak enggak bakal itu ya berani menunjukkan kepada publik beraninya kepada parcok aja gitu loh ya. Itu pun karena Kapolrinya masih dia yang mengangkat. Kalau Kapolrinya udah ganti, saya kira udah enggak berani juga dia. Ya, keterlaluan ya ijazah yang dipakai untuk calon presiden dua periode kok enggak berani menunjukkan kepada rakyat yang sudah memilihnya. Labu quest tetap aja-nya dilihat Bang Rusmon karena kan hasil skandal asli juga. Sudah ya. Sudah saya pernah eh kalau ETD-nya Jokowi sudah pernah. Sudah ada di video sebelumnya itu Jawa hari sebelum apa itu sudah ada itu ETD-nya putus punya siapa? Punya saya putus. Lu masih duduk di situ tuh. Udah enggak di situ. Masih duduknya di situ. Sinyalnya putus. Saya off dulu kali ya. Oh i off. Ya udah kita pemirsa nanti kita live lagi ketika kita ke perpustakaan visipol atau ekonomi atau hukum fakultas hukum kita pilihlah salah satu ya baru nanti kita live lagi. Bye-bye.

Dr Rismon Sianipar mendatangi perpustakaan Fakultas Pertanian Universitas Gajahmada (UGM) Rabu 23/07/2025. Dr Rismon kaget saat melihar perpustakaan UGM sudah kosong dan berantakan yang ternyata sedang dilakukan renovasi.

Terima kasih bagi yang sudah bersedia bergabung. Salam hormat :
https://www.youtube.com/channel/UCrCDJhiHWWOaVf0eF7yABXQ/join
Untuk teman-teman yang ingin memberikan support
https://saweria.co/LangkahUpdate Terima kasih.

Langkah Update, Kami Volenteer Media Mendukung Keadilan dan Kebenaran. Keabsahan Informasi Ditanggung Narasumber. Kami Hanya Meneruskan Informasi Untuk kami sampaikan kepada portal berita https://satuindonesia.co

#langkahupdate #ijazahjokowi #jokowi

Tinggalkan jejak dengan komentar terbaik. DUKUNG kami dengan LIKE, SUBSCRIBE. Agar lebih semangat membuat konten. Mari bersama menyebarkan informasi bermanfaat untuk kerukunan bersama dan kemajuan Indonesia.