Hotman Yakin Diplomat Kemlu Wafat Karena Ini | Intens Investigasi | Eps 5526

Pemirsa, intens investigasi. Satu persatu tabir misteri mulai terbuka. Wafatnya seorang diplomat muda Kementerian Luar Negeri ADP. Bukan lagi sekadar berita duka, namun kini berubah menjadi teka-teki yang menyita perhatian publik. Malam sebelum ditemukan, tak bernyawa di kamar indosnya, sebuah rekaman CCTV mengungkap detik-detik mengejutkan. ADP terlihat menaiki rooftop gedung Kemenlu seorang diri dalam gelap malam yang sunyi. Apa yang dilakukan ADP di sana dan apa yang sebenarnya terjadi setelah itu? Seperti apa, Dani? Tetangga Indekos mendiang ADP menyebut bahwa akses masuk ke dalam bangunan itu tidak sembarangan. Di mana pintu terkunci rapat dan hanya bisa dibuka oleh mereka yang memiliki kunci khusus. Siapa yang mungkin berhasil masuk tanpa izin ataukah ADP sebenarnya tidak sendiri malam itu? Di sisi lain seperti apa juga ketua RW setempat dan warga bernama Ibu Neni memberikan kesaksian tentang sosok ADP yang dikenal tertutup dan jarang bersosialisasi. Seperti apa juga Hotman Paris yang mengaku yakin dengan instingnya bahwa diplomat wafat karena diakhiri hidupnya oleh orang lain dan bagaimana pula psikolog forensik yang melihat hal janggal dalam kematian diplomat ADP hingga anak indigo bernama Caca yang rasakan arwah diplomat ADP belum tenang. Pemirsa, bersama Intens Investigasi kami hadirkan kabar terkini, terpercaya, dan teraktual. Tetapi sebelumnya jangan lupa untuk like, subscribe, dan juga share channel YouTube ini. [Musik] [Musik] Mistri wafatnya Diplomat Kemenlu ADP diketahui ditemukan fakta baru terekam dalam CCTV bahwa ADP sempat naik ke rooftop gedung Kemenlu saat malam sebelum dirinya wafat di kamar kosnya. Polisi pun menyebut masih terus menyelidiki kepergian ADP termasuk wilayah kosnya. Terkait hal itu, tetangga kos mendiang ADP bernama Dani menyebut bahwa wilayah indeks kosnya memang biasanya terasa sepi. Namun untuk bisa masuk ke area kos, Dani pun menunjukkan gerbang kos dengan akses kunci di mana tak bisa semua orang bisa masuk. Dan seperti inilah keterangan Dani. Di sisi lain, seperti ini pula penjelasan Ketua RW dan salah satu warga bernama Ibu Neni tentang sosok mendiang ADP yang dinilai sosok yang pendiam. [Musik] Untuk kejadiannya ini ada di sini pintunya dan ini harus pakai akses ya maksudnya jadi enggak sembarang orang bisa masuk ke sini. Apalagi saya toko Vap itu enggak ada akses sama sekali buat masuk ke dalam situ. Kalau sama toko satu bangunan cuma untuk pintunya dia masing-masing. Untuk kejadian sih ya lokasinya benar di sini cuma saya belum apa, saya enggak tahu kejelasan lebih dalamnya lagi karena kan ya tadi saya masih barulah di untuk kosannya itu ada di belakang saya ini pintu masuknya. untuk informasi itu ya benar CCTV kita diambil oleh pihak polisi untuk barang bukti mungkin karena di sini biasanya juga sepi sunyi suasananya ya jadi kebanyakan tuh yang nge-cos di sini juga mungkin pekerja jadi kita ketemu cuma malam gitu. Saya juga jujur belum pernah ketemu sama warga sini ya. Untuk korban saya belum ngelihat sama sekali ya. Pasti tragis karena kita siapa sih yang enggak kaget dengan kondisi korban kayak gitu? Kan baru sekali ini saya lihat yang yang umum-um aja deh ya. Kalau orang bunuh diri kan biasanya minum racun, senjata tajam atau dengan cara yang cepat. Kalau ini kan aneh. Semoga dari pihak kepolisian ee terungkap kebenarannya sampai terjadi seperti itu korban. Kenapa? Pertanyaannya kenapa dan siapa? Miris juga ya. Miris sekali. Dan untuk keluarganya saya ikut berbela sungkawa. Setelah saya datang ke lokasi di sana ternyata sudah dari polsek sudah ada di sana. Dia lebih cepat bergerak di sana untuk memantau kejadian yang sebenarnya. Saat saya ke sana juga mayat sudah e pintu kamar si korban sudah terbuka. Kalau ketemu dan bertatap langsung saya enggak pernah. Tapi saya tahu kalau itu penghuni kosan di sana. Ee beliau ee kelihatannya sih pendiam ya. Saya tanya dari sekitar situ yang pedagang nasi uduk juga bilangnya dia orangnya pendiam gitu. Kalau saya lihat fakta atas kematian beliau eh itu sulit ya untuk saya jelaskan karena unsur dari Polda dari polsek dan semua yang berwajib juga masih mencari kebenaran atas kematian ee almarhum. Saya ketemu penjaga kosan itu sampai saat ini belum ketemu karena yang melaporkan saat itu kan security ke tempat saya. Jadi setelah kejadian saya enggak pernah ketemu lagi sama penjaga kosnya. [Musik] Ah, di situ sepi-sepi aja karena kan di depan ada penjual VAP ya. Jadi kadang juga di situ enggak terlalu ramai juga wilayah kita di situ terkesan memang rapi dan sepi. Makanya itu rapi benar kematiannya. Yang jadi pertanyaan memang posisinya di Lakban saat saya lihat. Dia sih orangnya kayaknya biasa-biasa aja ya. Saya juga enggak tahu dia kerjanya apa. Cuman kalau sore tuh sering bawa laundrian aja. Cuman itu doang kesehariannya ke dalam kan kita enggak ada yang tahu. Enggak pernah enggak pernah tegur siapa sih orangnya. Orangnya pendiam enggak pernah tegur siapa gitu loh. Jadi kita juga kan ibaratnya gimana ya namanya dia juga di situ kos kan. Kos kan banyak yang ngecos juga. Nah, jadi sehari-hari dia cuma keluar laundry doang udah. Makanya enggak pernah kenal sama warga sini juga enggak ya. Lumayan lama sih dia di sini ya. Sekitar hampir setahunan lah dia di sini. Praktisi hukum kondang Hotman Paris Hutapa turut angkat bicara mengenai misteri wafatnya Diplomat ADP. Dengan tegas ia menyatakan keyakinannya bahwa mendiang diakhiri hidupnya oleh seseorang, bukan mengakhiri hidupnya sendiri. Hotman Paris Hut mendasari argumennya pada beberapa poin penting yang menurutnya tidak masuk akal. Jika korban mengakhiri hidupnya sendiri, dirinya berpendapat sangat tidak mungkin seseorang akan melakban dirinya sendiri hingga kehilangan nyawa. Hotman Paris Hutapeak juga menyoroti keanehan perilaku ADP sebelum ditemukan tak bernyawa. Ia mempertanyakan bagaimana mungkin orang yang berniat mengakhiri hidup malah membuang sampah dan bersih-bersih dengan tenang dan santai. Lebih lanjut, Hotman Paris Hutape menyoroti kerapian lakban yang melilit kepala ADP. Jika benar mendiang melakban dirinya sendiri, ia mempertanyakan bagaimana proses tersebut bisa dilakukan dengan rapi. Mengingat sulitnya bernapas saat lakban mulai menutup wajah. Meskipun demikian, Hotman Paris Hutape juga mengakui bahwa mencari bukti korban dieksekusi dalam kasus ini adalah tantangan besar. Ia menduga bahwa pihak kepolisian sendiri mungkin memiliki firasat bahwa ADP adalah korban eksekusi. Namun, kesulitan dalam menemukan bukti yang kuat menjadi hambatan. Saya pribadi berpendapat saya yakin dia itu korban. Enggak mungkin ada orang melakbar dia sendiri sampai mati. Karena apa? Pada saat dia orang bunuh diri itu kan adalah pada saat dia mengalami krisis dia enggak bisa nolong dirinya lagi. Padahal kan ibarnya dali begitu talinya dilepas kan sudah kecekan dia enggak bisa nolong dirinya lagi. Dia kan meronta-ronta. Dia kan orang-orang bunuh diri kan pasti merontakta-rontta kan kalau sudah pakai tali. Kalau pakai lakban ya pasti dia akhirnya ah buka ah gitu kan. Jadi saya enggak yakin itu saya enggak yakin itu ee adalah korban ee Gunungri. Itu saya yakin secara naluri dan juga secara secara insting saya. Kalau orang mau bunuh diri enggak ada orang beres-beres kamar sampai buang sampah sebelum dia bunuh diri. Kan dia buang sampah kan satu 2 jam sebelum dia bunuh diri. Orang kalau mau bunuh diri pasti lepas apa stres di kamar kan. Iya kan ya? Ya kok dia tenang santainya membuang sampah. Makanya saya sudah bilang kemarin itu di hotro agar sampah itu diperiksa isinya. Kalau itu bunuh diri ya kan dia lab sendiri kan ya. Ya ya ya rapi banget ya. Ya pasti dia waktu ngelakban enggak bisa napas dong menemui serapi itu. Iya kan? Iya kan? Kita kan cuma paling kuat bisa nhan 1 menit ya. Kalau dia waktu lakban gimana mungkin ada orang sambil lakban sambil nahan napas. [Musik] Kita enggak tahu. Aku feeling ya bisa-bisa itu mereka juga menduga itu adalah korban korban tapi mencari enggak ada susah. Selain itu, kriminolog Universitas Indonesia, Andrianus turut memberikan analisisnya yang cukup mencengangkan. Menurutnya, dugaan bahwa ADP mengakhiri hidupnya masih sangat bisa diperdebatkan. Meski dalam rekaman CCTV terlihat tak ada orang lain yang masuk ke area rooftop sebelum jasad ADP ditemukan. Namun secara psikologis, ADP tidak menunjukkan tanda-tanda seseorang yang ingin mengakhiri hidupnya sendiri. Lebih lanjut, sang kriminolog meyakini bahwa sebanyak 80 hingga 90% pihak kepolisian sebenarnya sudah menemukan fakta penting dalam kasus ini. Namun, ia menilai bahwa kesimpulan akhir memang masih disimpan dan belum diumumkan ke publik sebelum ADP ditemukan tak bernyawa. Eh, setiap kasus itu pasti memiliki keunikan e tidak bisa dibandingkan satu dengan yang lain. Dalam hal ini maka keunikan yang paling khas adalah lebih kepada soal ee apa? Bahwa korban itu ee terbungkus kepalanya, tertutup kepalanya dengan lakban. Ya, hal ini amat tidak biasa ya. Apakah makna dari lakban tersebut? Apakah itu memang suatu indikasi pembunuhan atau indikasi bunuh diri? Nah, di situlah lalu kelihatannya masalahnya ya. Jadi kalau itu adalah indikasi pembunuhan, maka ee banyak fakta-fakta lain yang memperlihatkan bahwa tidak ada orang lain yang masuk dan keluar ee setelah yang bersangkutan itu masuk kembali. setelah membuang sampah ya sampai kemudian diketebukan meninggal oleh penjaga wisma. Tapi teori pembunuhan kan juga lalu menjadi ee diperdebatkan menjadi kontroversial karena yang bersangkutan tidak menunjukkan gejala perilaku ataupun ee perasaan yang sesuai dengan orang-orang yang akan mengambil suatu keputusan fatal. Saya beranggapan bahwa mestinya dewasa ini 80% 90% fakta sudah diketukan oleh polisi. Tinggal kemudian polisi mengambil satu judgement atau kesimpulan ya. Ee ada kemungkinan ee terhadap apa pemeriksaan laboratori yang belum selesai ee itu okelah nanti begitu selesai langsung bisa kita rilis. Tapi sebetulnya kontribusi dia pada apa namanya? Pada berubahnya pendapat itu rasanya sudah enggak ada tuh. Ya. K. kata lain semua sudah mengarah pada satu teori, apakah teori pembunuhan, bunuh diri, atau kecelakaan gitu ya. Ee dan semua fakta itu sudah mengarah. [Musik] Lantas seperti apa pula psikolog forensik Kasandra Putranto yang mempertanyakan jumlah CCTV yang ditemukan dalam kasus ADP? Benarkah banyak elemen penting yang diperiksa dalam kasus ini mulai dari saksi, rentang waktu, peristiwa, lingkungan, dan lain sebagainya? Pemirsa Intens Investigasi, jangan lupa saksikan terus Intens Investigasi dan pastikan jangan lupa untuk like, subscribe, dan juga share. Tim redaksi Intens Investigasi juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua subscribers hingga kanal Intens Investigasi Kini sudah mencapai 3 juta subscribers. 3 juta subscriber luar biasa sekali 3 juta ya. pokoknya ee semakin sukseslah dan bisa menghadirkan sesuatu yang memang baik untuk diperli [Musik] intens investigasi kasus misterius wafatnya diplomat Kemenlu ADP kini tidak hanya menyita perhatian publik tapi juga mengundang tanggapan dari berbagai pakar Salah satunya datang dari psikolog forensik ternama Kandra Putranto yang turut menyoroti kejanggalan dalam proses investigasi. Dalam penjelasannya, Kasandra mempertanyakan jumlah CCTV yang ditemukan dan dianalisis dalam kasus ADP. Ia menyebut dalam penyelidikan kasus seperti ini, setiap elemen sangat penting untuk ditelusuri secara detail. Mulai dari kesaksian para saksi, rentang waktu kejadian hingga kondisi lingkungan sekitar. Namun, Kasandra mengingatkan publik agar tidak langsung percaya pada semua bukti yang muncul di permukaan. Menurutnya, tidak semua petunjuk bisa diterima begitu saja. Ada tahapan uji kelayakan yang harus dilalui sebelum sebuah bukti bisa dinyatakan valid di mata hukum. kami sebenarnya ada metode untuk membantu dan memberi tambahan petunjuk atau informasi terkait profil psikologis korban semasa hidupnya yang disebut sebagai otopsi psikologis. Nah, dengan otopsi psikologis itu bisa di ketahui apakah dugaan terhadap kemungkinan bunuh diri, dibunuh atau hal lain itu bisa lebih jelas atau lebih terang. Tetapi tentu saja perlu dilengkapi dengan adanya visum yang lengkap terhadap korban ya, yang tidak setengah-setengah yang betul-betul bisa menjelaskan penyebab kematian, waktu kematian, dan kira-kira alat yang menyebabkan kematian. Terlepas dari hasil visum lengkap tersebut, tentu harus ada metode-metode lain yang digunakan untuk dilengkapi otopsi psikologis ini. Antara lain wawancara dengan keluarga, kemudian dengan orang-orang terdekat mungkin teman kantor dan terutama juga dengan saksi. berbagai barang bukti lain mungkin seperti CCTV, mungkin ada kimia forensik, ada hasil olah TKP atau mungkin ada hasil pemeriksaan atau analisa terhadap kegiatan cyber atau yang berada di dalam handphone yang bersangkutan atau laptop dan lain sebagainya itu juga diharapkan bisa membantu. Kita juga harus berhati-hati karena tidak semua bukti bisa diterima begitu saja. Semua bukti yang ada, CCTV, tempat sampah, waktu membuang sampah, saksi, mungkin ada sidik jari baik di pintu atau di lakban ataupun di posisi dan lain sebagainya. Semua bukti harus diuji terlebih dahulu tingkat keaslian dan bahwa memang bebas dari kemungkinan adanya fabrikasi. [Musik] Tak hanya mempertanyakan jumlah CCTV yang ditemukan dalam kasus misterius Wafatenta diplomat ADP, psikolog forensik Kasandra Putranto juga menyoroti satu petunjuk penting lainnya yakni hasil visum. Menurut Kasandra, meski seseorang telah meninggal dunia, tubuhnya masih bisa berbicara kepada orang-orang yang masih hidup. Caranya melalui proses visum yang dilakukan oleh pihak berwenang. Hasil visum bisa memberikan banyak informasi krusial tentang bagaimana seseorang menghembuskan napas terakhirnya. Baik, sekali lagi CCTV adalah salah satu dari sekian banyak data yang diolah untuk bisa menghasilkan sebuah kesimpulan. Nah, kembali lagi tadi yang paling utama sekali lagi adalah Visum. Visum inilah yang bisa memberikan data yang paling tepat dan paling lengkap tentang waktu kematian, penyebab kematian, dan tentu saja alat yang berkaitan dengan kematian tersebut. Kita tidak bisa lompat begitu saja kepada sebuah kesimpulan. Kita harus berangkat dari visum itu sendiri. Nah, visumeter pertum yang dihasilkan oleh kedokteran forensik itu adalah dasar dari semua proses pemeriksaan yang bisa betul-betul memberikan data selengkapnya dan bahwa tubuh yang sudah tidak bernyawa sebenarnya masih bisa berbicara dalam arti memberikan informasi kepada yang masih hidup, kepada kita semua bagaimana proses kematiannya. [Musik] Lantas seperti apa anak indigo bernama Caca yang rasakan arwah diplomat ADP belum tenang? Pemirsa, Intense Investigasi. Jangan lupa saksikan terus Intens Investigasi dan pastikan jangan lupa untuk like, subscribe, share, dan juga komen. Tim redaksi Intens Investigasi juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua subscribers hingga kanal Intens Investigasi kini sudah mencapai 3 juta subscribers. Selamat untuk intens investigasi karena sudah mencapai 3 juta subscribers di YouTube. Sukses selalu dan best. [Musik] Kasus wafatnya ADP, seorang diplomat muda Kementerian Luar Negeri masih menyisakan misteri yang belum terpecahkan. Meski proses penyelidikan terus berjalan, berbagai spekulasi mulai bermunculan. Termasuk dari sudut pandang spiritual. Salah satu anak indigo Caca menyampaikan penglihatannya yang cukup mengejutkan. Menurut Caca, wafatnya ADP bukanlah sebuah kecelakaan, melainkan eksekusi yang sudah direncanakan secara matang oleh beberapa oknum. Bahkan lebih jauh, Caca mengungkap bahwa pelaku bukan orang biasa, melainkan sosok bayangan yang dikenal sering menerima order untuk eksekusi nyawa seseorang. Benarkah kematian ADP murni kecelakaan? Ataukah ada konspirasi besar di balik tragedi ini? Yang jelas ini murni karena pembunuhan yang sudah direncanakan. [Musik] Kalau aku lihat untuk secara aura itu udah kayak abu-abu ke putih tapi ngacak udah tercampur terus agak sedikit emm apa ya namanya? Tidak enggak terang tapi benar-benar redup. Terus aku merasakan hawa yang panas. Hawa panas ini dari paniknya dia, dari ketakutannya dia, dari amarahnya dia yang dipendam, dari kekecewaannya dia. Iya, jelas banget lihat. Cuman kalau ee kalau aku tarik ke belakang dari 2 minggu sebelum kejadian korban ini udah sangat panik, sangat takut, stres berat sampai yang aku lihat sebelum ee korban ini meninggal seharian itu asam lambungnya dia benar-benar emm apa ya? Benar-benar ee bikin dia tersiksa. Pemirsa Intens Investigasi, jangan lupa saksikan terus Intens Investigasi dan pastikan jangan lupa untuk like, subscribe, share, dan juga komen. Tim redaksi Intens Investigasi juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua subscribers hingga channel Intens Investigasi Kini sudah mencapai 3 juta subscriber. [Musik] Yeah. [Musik]

For Business Inquiries/Endorsement contact : idm.indigo@gmail.com

Intens Investigasi, tayang setiap hari Senin – Sabtu pukul 11.00, 15.00, dan 19.00 WIB

Kematian diplomat muda Kemenlu, ADP, menyisakan misteri besar. Malam sebelum ditemukan tewas terlilit lakban di kamar kosnya, CCTV merekam ADP naik ke rooftop gedung Kemenlu. Polisi masih menyelidiki akses masuk ke kos yang terkunci rapat dan hanya bisa dibuka oleh penghuni. Warga sekitar menggambarkannya sebagai sosok pendiam, tinggal di lingkungan yang sepi dan tertutup. Hotman Paris menduga ada faktor tersembunyi di balik kematian ini. Mantan reserse Irjen Pol Irki Sitohang yakin ini pembunuhan, menyoroti lompatan waktu dalam CCTV.

Kriminolog UI, Andrianus, menyebut polisi kemungkinan besar sudah menggenggam sebagian besar fakta, namun belum mengungkap ke publik. Psikolog forensik Kasandra Putranto menekankan pentingnya visum dan validitas bukti. Dari sisi spiritual, anak indigo Cacha meyakini ADP dibunuh sosok berpengaruh yang terbiasa menghilangkan orang. Malam itu, menurutnya, ADP diselimuti rasa takut luar biasa, seolah menyadari ajalnya sudah dekat.

Saksikan semua di Intens Investigasi!
Jangan lupa Subscribe, Like, Share, dan Comment

Instagram : https://www.instagram.com/intensindigo/
Facebook : https://www.facebook.com/intensinvestigasi/
Tiktok : https://www.tiktok.com/@intensinvestigasi

#hotman #diplomat #kemlu