TIBA-TIBA THAILAND TOLAK DAMAI!? Jet F-16 Bombardir Kamboja, ASEAN Kembali Terancam Perang Lagi…
[Tepuk tangan] [Musik] Uh ada uhli [Musik] jumlah korban terus bertambah sejak pecahnya pertempuran pada hari Kamis 24 Juli 2025 konflik antara Thailand dan Kamboja kian tak terkendali bentrokan terbaru terjadi pada hari Sabtu dini hari di sekitar Pumakua dan Congatau di mana pasukan Thailand berhasil mempertahankan wilayahnya dan memukul mundur serangan Kamboja. Namun serangan balasan dari Kamboja justru berakhir tragis. Salah satu korban yang paling disorot adalah Mayor Jenderal Duong Somneang, Komandan Divisi keetujuh Kamboja yang tewas akibat rentetan tembakan artileri. Total 33 orang dari kedua pihak dilaporkan tewas, termasuk puluhan warga sipil. Kamboja kehilangan 13 orang dan 71 lainnya terluka. Thailand mencatat 20 korban jiwa. Ketegangan yang berawal dari sengketa wilayah kini telah berubah menjadi konflik bersenjata besar dengan perbatasan dipenuhi ledakan roket dan suara jet tempur. Dua negara bertetangga ini kini benar-benar berada di ambang perang terbuka. Pam. En Jet F16 Fighting Falcon diterbangkan dari pangkalan udara Thailand menuju perbatasan sengketa. Target mereka bukan sembarang lokasi. Kompleks bersejarah Candi Tamuan Tom dan beberapa titik strategis di sepanjang perbatasan timur sekitar 360 km dari Bangkok di bombardir tanpa ampun. Rudal dan bom diluncurkan untuk melumpuhkan situs-situs militer Kamboja. Meski belum ada pernyataan resmi dari pompen soal kerusakan yang ditimbulkan, sejumlah analis militer percaya bahwa dampaknya cukup signifikan. Jet F16 dikenal karena kelincahan dan presisi serangannya. Kemampuan yang jelas membuatnya menjadi ancaman serius dalam setiap konflik udara. Menapi serangan ini, Kamboja tak tinggal diam secara diplomatik. Pemerintahnya mengeluarkan kecaman keras menyebut serangan tersebut sebagai aksi agresi yang brutal dan gegabah. Mereka menuding Thailand telah melanggar hukum internasional serta menginjak-injak kedaulatan mereka. Tapi di balik tudingan itu, ada satu hal yang perlu dicatat. Justru Kambojaalah yang diduga memulai konflik ini. Laporan dari lapangan menyebut sebelum F16 Thailand lepas landas, pasukan Kamboja telah lebih dulu meluncurkan serangan menggunakan sistem peluncur roket BM21 Grad. Arah serangan mengarah ke area sipil di Distrik Kapoeng, Provinsi Surin serta keruntuhan kuil Donuan di Sisaket. Serangan inilah yang memicu respon keras dari Thailand. Dengan mengerahkan F16, Thailand ingin mengirimkan pesan yang tak bisa disalah artikan. Bahwa mereka tidak akan tinggal diam ketika wilayahnya diserang. Ini bukan sekadar serangan balasan, ini adalah peringatan keras yang dikirim langsung dari udara. L L L Kehadiran F16 dalam konflik Thailand dan Kamboja bukan sekadar aksi militer tapi sekaligus jadi ajang pembuktian bagi jat tempur buatan Amerika Serikat ini. Dirancang oleh Lockheit Martin, F16 sudah lama dikenal sebagai salah satu pesawat tempur paling tangguh di dunia. Tak hanya karena kemampuan di udara, tapi juga karena biaya operasional yang relatif efisien. Maka tidak mengherankan jika Thailand memilih F16 sebagai ujung tombak dalam melancarkan serangan balasan ke wilayah Kamboja. Salah satu alasan utama mengapa F16 jadi pilihan utama adalah kemampuannya bermanuver ekstrem. Di antara jajaran jet tempur yang dimiliki Thailand, F16 dikenal paling lincah. Jet ini bisa melakukan manuver ketat hingga 9G menjadikannya mimpi buruk bagi musuh dalam doc fight jarak dekat maupun saat menghadapi rudal anti udara. Kelincahan seperti ini sangat vital apalagi ketika harus bermanuver cepat di ruang udara musuh yang penuh ancaman. Ketangkasan itu juga ditunjang oleh dapur pacu yang mengesankan. F16 ditenagai mesin tunggal pride andney F100. yang mampu mendorong pesawat ini hingga dua kali kecepatan suara sekitar 2.100 km/h. Ketinggian jelajahnya pun luar biasa bisa mencapai 50.000 kaki di atas permukaan laut. Dengan kapasitas bahan bakar lebih dari 3.900 L, F16 punya jangkauan terbang sejauh 4.200 km. Jarak itu cukup untuk menjelajahi seluruh wilayah Kamboja tanpa perlu mengisi ulang. Dari sisi persenjataan, F16 juga tidak main-main. Jat ini dilengkapi meriam putar enam laras M61A Vulcan yang mampu memuntahkan lebih dari 500 peluru dalam waktu singkat. Selain itu, F16 punya 11 titik cantelan senjata atau hard point dengan total kapasitas mencapai 7.700 kg. Artinya pesawat ini bisa dipersenjatai dengan berbagai macam amunisi. Mulai dari roket, rudal udara ke udara, rudal-udara ke permukaan, rudal anti kapal, hingga bom-bom presisi. Nah, inilah yang membuat angkatan udara Thailand bisa dengan leluasa melakukan variasi serangan terhadap target-target militer Kamboja. Sebelum langit perbatasan Thailand Kamboja dipenuhi dengan raungan F16, konflik di darat sudah lebih dulu memanas. Thailand dilaporkan mengerahkan sistem artileri berat yang diduga kuat adalah M909 Paladin atau M10 Paladin. Meriam gerak sendiri yang merupakan buatan Amerika Serikat yang selama ini dikenal sebagai tulang punggung artileri Medan. Paladin bukan sekadar pelengkap, tapi memainkan peran strategis dalam menghantam posisi-posisi militer Kamboja yang tersebar di garis depan perbatasan. Keputusan Thailand menurunkan paladin tentu bukan tanpa perhitungan. Kendaraan lapis baja ini dikenal sangat tangguh berkat lapisan bajah pelindungnya menjadikannya ideal untuk berada di garis tembak. Yang membuatnya lebih berbahaya lagi adalah senjata utama yang di bawahnya yaitu meriam M284 Hawitzer berkaliber 155 mm dengan kapasitas tembak hingga 28 peluru. Jangkauannya mencapai 40 km cukup untuk menghancurkan posisi musuh dari kejauhan. Ditambah lagi dengan senjata sekunder berupa senapan mesin berat M2 berkaliber 12,7 mm yang efektif untuk menangkal ancaman jarak dekat menjadikan paladin sebagai kombinasi pertahanan dan serangan yang seimbang. Sementara Thailand mengandalkan persenjataan dari Amerika, Kamboja memilih jalur berbeda. Negeri itu justru mengandalkan kekuatan roket buatan Rusia, yakni BM21 Grad. Salah satu peluncur roket ganda paling legendaris dari era perang dingin. Dalam sejumlah laporan, Kamboja disebut-sebut menggunakan sistem ini sebagai pembuka serangan mereka terhadap Thailand. Pertanyaannya, mampukah Grat menandingi keunggulan teknologi milik Paladin dan F16? BM21 Grad atau BM21 Grad bukanlah senjata sembarangan. Kehadirannya di jajaran tempur Kamboja didasarkan pada efisiensi dan daya rusaknya yang brutal, khususnya untuk serangan mendadak jarak menengah. Grat bisa menembakkan roket dengan berbagai jenis hulu ledak. fragmentasi pembakar hingga bahan kimia. Versi standar mampu menjangkau hingga 20 km. Sementara versi lebih mutahir bisa mencapai lebih dari 30 km. Dan yang membuatnya benar-benar mematikan, satu unit kendaraan bisa meluncurkan lusinan roket secara cepat. Bahkan dalam formasi penuh, satu batalion yang terdiri dari 18 peluncur mampu mengirimkan hingga 720 roket dalam satu rentetan salvo. Selain BM21, ada satu lagi senjata yang jadi andalan Kamboja dalam menghantam wilayah Thailand RM70. Sistem peluncur roket ganda buatan Cekoslovakia. Dari segi desain dan kemampuan RM70 ini memang sangat mirip dengan BM21. Tak heran jika keduanya kerap disamakan dalam medan tempur. Tapi kemiripan ini bukan berarti duplikat semata. RM70 punya kecepatan tembak yang mengesank. Mampu meluncurkan 40 roket dalam waktu singkat dengan jangkauan tembak hingga 40 km. Kecepatan, daya rusak, dan cakupannya membuat RM70 menjadi salah satu penyebab utama jatuhnya belasan korban jiwa di Thailand. pada fase awal konflik. Kalau kita mundur sejenak dari dentuman senjata dan asap di perbatasan, satu pertanyaan besar muncul. Apa sebenarnya yang memicu pertikaian ini hingga berubah menjadi saling serang bersenjata? Konflik ini tidak muncul dalam semalam. Perselisihan antara Thailand dan Kamboja sudah berusia lebih dari satu abad. berakar dari persoalan wilayah yang belum pernah disepakati secara tuntas. Nah, di sepanjang perbatasan darat mereka yang membentang sejauh 870 km, masih banyak titik yang statusnya abu-abu, tidak jelas masuk ke wilayahnya siapa. Ketegangan demi ketegangan pun terus terjadi. Dan pada akhirnya, satu percikan kecil saja cukup untuk meledakkan konflik besar. Ketegangan politik antar keduanya pun ikut memperkeruh suasana. Saat Thailand secara resmi mengusir duta besar Kamboja dari Bangkok, itu bukan sekadar langkah diplomatik biasa. Itu adalah sinyal kemarahan yang dalam. Tak lama kemudian pun, Thailand juga menarik pulang duta besarnya dari Pompen. Hubungan antarnegara langsung anjlok ke titik paling rendah. Nah, sebagai tanggapan Kamboja tak tinggal diam. Mereka pun menurunkan level hubungan diplomatik dengan Thailand dan menarik semua staf kedutaan dari Bangkok. Sebuah respon yang tegas dan tidak main-main. Lewat langkah ini, Kamboja seolah mengatakan mereka tidak menerima tuduhan dari Thailand dan mereka siap untuk membalas. Yeah.
Kawasan ASEAN kembali memanas setelah Thailand menolak upaya perdamaian dan langsung meluncurkan jet F-16 untuk membombardir wilayah perbatasan Kamboja.
Apa sebenarnya yang terjadi? Siapa yang memicu konflik ini? Dan apa dampaknya bagi stabilitas Asia Tenggara?
📌 Apa alasan Thailand menyerang?
📌 Bagaimana respons Kamboja dan ASEAN?
📌 Apakah ini awal dari perang regional yang lebih besar?
For Support Channel Mbak Poppy..
🫣 👉https://sociabuzz.com/advdaftarpopuler/tribe
🫣 👉 https://saweria.co/daftarpopuler
For business inquiries please contact : adv.daftarpopuler@gmail.com
Follow kami juga disini:
👉 Facebook : https://www.facebook.com/daftarpopuler
👉 Twitter : https://twitter.com/DaftarPopuler
👉 Instagram : https://www.instagram.com/daftarpopuler/
👉 TikTok : https://www.tiktok.com/@daftar.populer
#DaftarPopuler menyajikan #informasi berupa kumpulan #kejadian dan #fakta di balik #peristiwa #tren #viral #unik dan #aneh di #dunia . Konten ini adalah video yang memiliki komentar orisinal dan sarat nilai pendidikan. Video kompilasi ini telah melewati berbagai riset dan pengolahan data berupa foto, video dan berita dari berbagai sumber yang dikemas dengan cara hitung mundur dan atau acak.
For copyright matters please contact us at:
adv.daftarpopuler@gmail.com
Disclaimer – Some contents are used for educational purpose under fair use. Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.