Saling CECAR! Debat Kuasa Hukum Roy Suryo vs Silfester Matutina: Gak Usah Ngajarin Kami Lah! | NTV

Jadi Pak Jokowi melaporkan peristiwanya bukan nama-namanya. Ini masih 310 sama 311. Di mana soal buang badan orang besar tadi? Mas peristiwa kalau itu delik umum tadi saya sebutkan kalau penciran bisa peristiwanya. Tapi kalau sudah fitnah penyidik itu harus tanya siapa, Pak yang memfitnah dirimu? Gak bisa penyidik kemudian mengambil tanggung jawab. Kemudian penyidik yang kemudian rasa-rasa dia jadi oh berarti dia yang memfitnah, dia yang mencemarkan. Enggak bisa. Asal fitnah itu dari aduan sangat subjektif walaupun tidak fitnah itu subjektif. Misalnya ada orang hitam kemudian dikatakan kamu hitam loh. Itu bisa pencemaran tapi subjektif. Tergantung orang yang dikatakan hitam tadi ya dia merasa tersinggung atau tidak. Tapi sekali lagi kalau kita bicara fitnah, bicara tentang pencemaran itu harus terlihat subjektifnya itu siapa. Definitif. Nah, hari ini dia mengatakan e hanya peristiwa tapi kemudian muncul 12 nama. Justru yang saya tangkap ini nama itu muncul dari Polda kan? Nah, iya justru nih saya tangkap Jokowi cuci tangan kasih ya laporan kalian bekerjalah nanti nama-nama kalian yang carilah setelah itu bisa jadi nanti saudara Jokowi karena diliado dia mundur pergi lalu yang bertarung ya siapa Silvester Matutina ya semua relawan-relawan projo nanti diadu domba dia dengan TPUA dengan anak bangsa yang lainnya sementara dia pergi gak bisa bisa terjadi begitu karena itu kalau dia memang gentleman fokus hadapi dan tadi saya tegaskan kami masih menganggap ijazah saudara Joko Widodo itu masih konon diserahkan penyidik karena tadi waktu pemeriksaan juga tidak ditunjukkan kepada saksi-saksi diperiksa dan kami pada saat pemeriksaan Roy Surya juga akan minta mana ijazah yang katanya di sita tadi baru kita bisa percaya begitu kan selama ini narasinya hanya versi Jokowi, versi polisi, tetapi justru orang yang berkepentingan ingin melihat langsung tidak pernah ditunjuk nanti semua di pengadilan semua akan buktinya polisi belum pengadilan masih lama itu juga ditunjukkan buktinya kuasa hukum Jokowi bukan pengadilan juga ditunjukkan buktinya 11 media yang diundang rumah sama Jokowi bukan pengadilan juga ditunjukkan itu kan berarti ada framing seolah-olah oh sudah ditunjukkan ke mana-mana asli tetapi kepada orang yang punya kompetensi untuk meneliti ijazah itu tidak mau ditunjukkan karena apa mungkin saja khawatir bahwa ijazah itu memang bermasalah asumsi kan iya oke Bang Silvester komentar ya jadi gini ee memang yang dikatakan Pak Jokowi itu yang dilaporkan adalah peristiwa pidana peristiwa indikasi pidananya I ya kan yang mana terangkum dalam ee video-video ya kan yang diserahkan kepada Polda Metro Jaya dan dari situ seperti halnya ee saya enggak ikut ya waktu pemeriksaan Pak Jokowi pelaporan itu atau Pak Jokowi tapi kalau saya aja sebagai saksi itu atas peristiwa video itu ditanyakan ini ee ee Bang Silver bertemu sama siapa ini ngomongnya bagaimana itu ditanyakan. Nah, dari situ ya kan itu adalah kewenangan penyidik untuk nantinya ya kan oh ternyata yang ee terlapornya ini nanti tersangkanya ini. Itu kan bagian dari pengembangan bukan juga kita yang ee saya enggak tahu ya kalau umpama karena saya bukan pelapornya. Intinya waktu saya jadi saksi itulah pengembangan dari ee penyidik yang misalnya gini Bang Silver misalnya nih contoh nih ya misalnya saya kemudian ee merasakan ada pencemaran atau fitnah kemudian saya mendapatkan fitnah itu melalui konten di media sosial tapi saya tidak kenal tapi saya kan bisa menunjuk atau merujuk kepada orang yang menyebutkan itu misalnya ciri-cirinya seperti ini, pakai baju ini atau mungkin inisialnya kalau saya bisa tahu kenapa ee nah justru inisial itu sudah muncul dari kuasa hukum Jokowi sementara Jokowi tidak mengakui ini siapa yang dus hukum Jokowi yang dusta karena menyebutkan inisial ada lima atau saudara Jokowi yang buang badan kepada kuasa hukum dan kepada penyidik serta elemen anak bangsa. Dia tidak mau menunjukkan kejati dirinya bahwa lu yang nyemarin gua, lu yang mencemarin gua lalu dibuang badan begitu. Istilahnya Pak Gosin buang badan. Gimana Bang Silver? Ee enggak ya karena namanya hak Pak Jokowi sebagai pelapor ya kan tentunya di dalam pemeriksaan awal itu ada timbul nama-nama pelapornya. Setelah itu ee apa namanya? Ketika keluar diadakan konferensi persama pelapornya enggak jadi masalah kok. Itu enggak ada menyalahi undang-undang ya kan. Jadi kembali lagi menurut saya kita ee kembali saja ke pokok materi perkara yang ada sekarang ini ya kan. Jadi benar-benar yang kita kalau Bang Kosinudin keberatan dengan Pak katanya Pak Jokowi buang badan kan bisa aja di praeradilan ataupun digugat dengan hal yang lainnya gitu loh. Saya pikir kita enggak perlulah apa ee dalam hal ini tidak mencerdaskan bangsa kita mengenai proses yang ada. Silakan Abang ee dan teman-teman lakukan gugatan gitu loh ya pastinya ee sudahlah kalau itu enggak usah diajarilah. Kami sudah siapkan banyak strategi. Tapi ajari Saudara Jokowi jujur saja dan enggak melanggar undang-undang saja. Undang-undang itu enggak dilanggar kalau ada orang melaporkan. Siapa yang melaporkan? Siapa yang dilaporkan? Terbuka saja. Hei Jokowi, siapa yang kau laporkan? Abraham Samad misalnya, Roy Suryo misalnya, Kurnia Roi, enggak ada masalah juga. Tapi jangan membangun narasi seolah-olah tidak tahu, buang badan kepada proses penyelidikan. Begitu selesai penyelidikan muncul 12 nama. Seolah-olah nanti kalau ada tindakan yang zalim kepada 12 nama, bukan tanggung jawab saudara Joko Wid sebagai pelapor nanti dibuang badan kepada relawan-relawannya. Nah, akhirnya adu domba dengan relawan begitu. Bang, Bang, amba, Anda enggak perlu merasa hebat mengajarkan Pak Jokowi. Ya, saya juga tidak merasa hebat terhadap saudara. Jadi, Saudara tadi jangan ngajari saya langkah hukum yang perlu saya tempuh dan tim saya. Itu pesan saya. Kamu kamu tuh sudah menang berapa banyak perkara? Enggak usah kamu enggak usah ngajari saya. Enggak perlu menang. Saya bicara kebenaran. Kebenaran tidak peduli siapa menang kalah tapi harus ditegakkan. Itu pesan moralnya. Kalau kebenaran dimenangkan dengan intervensi kekuasaan tidak bernilai dan rakyat semuanya akan melihatnya. Iya gantian. Biar dijawab dulu nanti saya beri kesempatan menjawab. Silakan Bang Silver. Silakan. Jadi kembali lagi kita enggak usah bangun framing-framing yang menurut saya sih enggak perlu ya. Bagaimana sekarang ini ya kan Bang Hosinudin dan kawan-kawan memberikan argumen-argumen yang baik ya kan kepada masyarakat. Umpamanya Ro Suryo melakukan ini itu kenapa gitu loh. Jadi daripada kita melebar kepada hal-hal yang usah ngajari kamilah silakan berstatement. Saya paling tidak suka diajari orang lain yang sok lebih tahu dari saya. Anda ngomong statement saja yang langsung ke pokok masalah. Anda sebagai manusia beradab tolonglah hormati orang. Kalau hormati saya juga enggak usah ngajari saya. Saya hormati Anda. Ya sudah fokus saja kepada masalahnya. Tidak perlu bicara tentang harusnya harusnya harusnya Anda. Anda enggak perlu mengajari Presiden dua kali. Anda siapa? Anda bukan saya tidak pernah mengajari Anda. Saya fokus kepada saudara Joko Widodo. Saudara bukan kuasa hukum saudara Joko Widodo. Enggak usah ngomong gede Hasinudin. Anda juga enggak usah ngomong besar Silvester. Ya, jadi intinya kau enggak perlu kau bukan orang hebat di republik Indonesia. Kau juga bukan orang biasa. Kau orang biasa kau orang presiden. Dia lebih hukum daripada Anda. Iya, Bapak-bapak. Kalau seperti ini penonton kita tidak akan mendapatkan ee manfaat atau informasi. Sebentar ya. Saya mau tanya satu hal dulu ke Bang Silver. Artinya langkah-langkah yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya menurut Anda dari kacamata Anda sebagai praktisi hukum ya kan itu sudah tepatkah. Kemudian kalau sudah tepat reason-nya apa menurut Anda? Sudah sangat tepat ya kan. termasuk Mabes Polri sudah sangat profesional, sudah sangat tepat karena apa yang dilakukan sekarang ini sesuai prosedur hukum yang berlaku gitu loh. Enggak ada diistimewakan. Makanya saya bilang tadi pemeriksaan di Solo karena memang yang diperiksa banyak orang, mereka harus terbang ke sana gitu loh. Terus kemarin itu memang Pak Jokowi dalam tahap pemulihan ya kan beliau diobservasi oleh dokter memang bisa beliau katakanlah jalan di seputar Solo tapi kalau harus naik pesawat ya kan ada orang yang ketika diobservasi itu dokter mengatakan enggak boleh. contohnya ibu yang hamil atau ada orang dengan kasus-kasus ee sakit apa gitu kan. Nah, ini juga kita enggak tahu. Tapi intinya waktu pemeriksaan di Polda Solo itu eh apa sor Polres itu Pol Sol itu banyak orang lain juga diperiksa di launch itu. Jadi bukan hanya Pak Jokowi yang diistimewakan, tapi kalau menurut saya enggak baguslah membangun framing-framing seolah-olah Pak Jokowi diistimewakan gitu loh. Ter soal nama itu kemudian muncul dari Polda tidak disebutkan oleh Pak Jokowi. Tidak Pak Jokowi tidak menuding kata Pak Gozin seolah buang badan begitu. Anda setuju enggak? Gimana, Bang Silver? Anda setuju enggak soal buang badan itu yang tiba-tiba muncul nama-nama yang enggak ya itu memang dari Polda yang menemukan ya kan ee indikasi ee tersangka atau terlapornya ya. Jadi memang saya pun enggak tahu tiba-tiba sudah ada muncul-muncul nama itu ya kan bukan saya ya karena saya saksi kan saksi pelapor ya kan. Jadi intinya itu kan kewenangan dari Polda. Mestinya teman-teman itu gugatlah Polda itu gitu loh. Entah gugatan pakai apa terserahlah ya kan. Kalau kita hanya ngomong ini kan berarti kan kita membangun narasi yang sesat dan ini enggak bagus buat bangsa kita gitu. Oke. Baik. Sebentar. Ee Pak Kosin, tiga saksi yang diperiksa hari ini itu tadi Anda katakan ee Pak Sunarto itu akhirnya jadi atau tidak diperiksa? Tidak jadi. Berarti cuma dua. Nah, substansi pemeriksaan terhadap Yulia Widaningsi sama Rahmat Hman itu apa? Substansi terkait dengan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum yang disiarkan oleh YouTube di sebelah tempat. Ada yang di Bares Krim, ada juga yang di ee kantor TPU di Tanah Abang, dan ada sebelah ee di sebuah e stasiun TV swasta nasional begitu. Oke, itu substansinya itu dikaitkan dengan peristiwa yang saat ini disidik oleh ee Polda Metro Jaya, yakni dugaan fitnah, pencemaran, kemudian kabar bohong, kemudian ee pidana sara, kemudian penghasutan juga ee 3235 Undang-Undang ITE yang ancamannya ee 8 tahun dan ee 12 tahun penjara. Mereka kapasitasnya sebagai apa? Dua saksi ini sebagai saksi. Profesinya apa? Sebagai saksi profesinya. Nah, jadi ee kalau kita bicara profesi yang Bu Dr.

https://nusantaratv.com/ – Saling CECAR! Debat Kuasa Hukum Roy Suryo vs Silfester Matutina: Gak Usah Ngajarin Kami Lah! | NTV

Penyidik kepolisian menyita ijazah milik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai bagian dari proses penyelidikan dugaan pemalsuan ijazah yang sempat mencuat ke publik. Ijazah yang disita mencakup dokumen pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan jenjang Strata Satu (S1). Soal itu, simak selengkapnya berikut ini.

#ijazahjokowi #ijazahpalsu #ijazah #jokowi #jokowidodo #gibran #gibranrakabumingraka #wapres #kasus #roysuryo #susnoduadji #silvester #bareskrimpolri #bareskrim #yakuphasibuan #rismon #rismonsianipar #joshuasinambela #susnoduadji

FAMNTV

Saksikan Nusantara TV di Jakarta 40 UHF | Lampung 42 UHF | Denpasar 39 UHF | Medan 28 UHF | Balikpapan 29 UHF | Batam 48 UHF | Bandung 35 UHF | Yogyakarta 29 UHF | Banjarmasin 45 UHF | Makassar 34 UHF | Surabaya 38 UHF | Semarang 36 UHF | Garut 28 UHF | Cirebon 32 UHF | Sukabumi 32 UHF | Purwakarta 36 UHF | Cianjur Kota 27 UHF | Sumedang 39 UHF | Tegal 35 UHF | Jepara 49 UHF | Banyumas 34 UHF | Malang 34 UHF | Jember & Bondowoso 46 UHF | Banyuwangi 34 UHF | Kediri 36 UHF | Satelit Telkomsat 3720 Mhz | vidio.com | Indihome channel 128 | USeeTV | My Republic | nusantaratv.com/live | Platform Appstore & Playstore

Saksikan live streaming Nusantara TV hanya di https://nusantaratv.com/live
Dan follow akun media sosial Nusantara TV untuk mendapatkan beragam informasi terkini:

Facebook: https://www.facebook.com/nusantaratv
Instagram: https://www.instagram.com/officialnusantaratv
Tiktok: https://www.tiktok.com/@nusantaratvofficial
X: https://x.com/officialntv_
Website: https://nusantaratv.com/