ATUN SEDIH BANGET…. MOMON HILANG INGATAN & MELUPAKAN ATUN DENGAN SEMUA KENANGAN KITA BERSAMA
Wah, akhirnya tun di kota terbaru kita, kita sudah mempunyai roller coaster. Asik-asik roller coaster. Oh, harusnya di atas, Mon, bukan di bawah. Iya, Bang. Bang, Abang bangunnya kenapa di bawah? Sosnya kan rokasnya tuh naik putar-putar kayak gitu, Bang. Ih, kenapa malah turun ke gua, Abang? Kayaknya abang ini kurang pintar, Guys, bangun-bangunnya. Oh, tentu saja roller coaster ini aku buat jauh lebih keren dari yang biasa. Nanti kalian pasti bakal terkesima. Lebih keren kalau enggak ada naik terus turun tiba-tiba mah kurang. Bukan roller coaster namanya ini, Bang. Oh, tentu saja ada. Tapi kalian jangan coba dulu ya. Soalnya aku belum selesai ngerjainnya. Mungkin 3 hari lagi baru kelar. 3 hari lagi. Ih, lama. Ih, enggak mau, enggak mau. Pokoknya momon mau sekarang dah. Jangan naik dulu belum selesai. Ampun. Ya udah, selamat ya, Monia. Enggak apa-apa tuh. Ini udah selesai nih. Kau tengok nih. Wuh. Wow. Keren sekali, Guys. Lihat ada akuarium di bawahnya, Teman-teman. Wow. Uh. Kita naik ke atas, Tun. Beneran ada naik ke atas. W. Eh, eh, eh. Loh, kenapa berhenti sini? Eh, L. Eh, iya, Tun. Asik, Tun. Kamu enggak mau ikutan, Tun? Wow. Engak sih, Mon. Karena aku melihat sesuatu di sana, Mon. Ah, lihat apa? Enggak ada apa-apa kok. Wih, asik. Woi. Eh, eh, eh, ruroknya. Ah, putus tidak? Eh, eh. Loh, aku di mana ini? Eh, eh, alah. Eh, loh. Eh, Kakon Kalian siapa? Heh, Mon. Eh, mana kamu Momon? Tunggu. Momon itu siapa? Kamu Momon loh. Ya ampun, gimana sih? Nama aku momon. Eh, tunggu. Kamu orang jahat kan? Eh, awas kamu. Orang jahat dari mana? Mana ada orang jahat yang bukan ganteng. Gimana sih? Ganteng dari mana? Eh, wah, sepertinya dia geger otak sampai kehilangan ingatan. Kamu harus mendapatkan ingatanmu kembali sebelum matahari terbenam. Kalau tidak, kamu akan kehilangan ingatanmu selamanya. Serius, dia harus dapat ingatannya kembali sebelum matahari terbenam. Mana ya, bagusan? Lupa enggak sih? Kan aku masih hutang uangnya. Ya benar juga sih. Mulai hari ini nama kamu itu ee momon ditambah jelek belakangnya itu nama kamu. Ya, itu aja deh. Oh. Jadi nama aku itu Momon jelek. Oke oke. Ya udah. Ya. Ya. Ya. Ya udah. Kamu mau kamu panggil aku Momon aja ya. Momon jeleknya jangan deh. Kenapa kamu ketawa? Enggak kenapa-kenapa. Eh ya udah Dok. Dia udah boleh pulang kan Dok? Iya tapi ingat kamu harus bisa mengembalikan ingatannya sebelum matahari terbenam. Kalau tidak dia akan kehilangan ingatannya untuk selamanya. Oke, oke, oke. Siap, siap, siap, Do. Ayo, Mon. Pulang, Mon. Iya, iya. Eh, serius dia buka orang jahat, Guys. Entah kenapa mukanya itu mencurigakan? Tampang-tampang penjahat. Eh, di dalam sini itu yang muka kayak aku cuma aku. Selebihnya kayak villager. Kau pilih aja mau yang mana. Oh, iya iya iya iya. Di antara semua villager kayaknya paling ganteng dia sih. Oke oke. Eh, ngomong-ngomong kita mau ke mana nih? Nah, aku mau kasih tahu kamu ya, Mon. Heeh. Jadi di daerah sini itu akulah penguasanya. Ini semua tempat adalah punya aku. Dan kamu kebetulan lagi ini ya lagi ingatan ya. Kamu itu tinggal di rumah aku itu yang pink itu rumah kamu tapi uang sewanya 1 bulan itu R10 juta ya. Serius banyak sekali R10 juta. Jangan-jangan karena kamu penguasa di tempat ini. Kamu Pak Presidennya ya. Aku tuh lebih dari Pak Presiden. Aku adalah raja di daerah sini. Ah serius? Oh oh nama kamu siapa? Nama aku adalah Paduka Atun. Oh baiklah Paduka Atun. Hormat hormat Paduka Atun. I ya bagus bagus bagus. Jadi aku kasih tahu kamu ya. Iya. Aku akan mencoba untuk membantu kamu ee ingatannya kembali ya. Oke. Oke. Aku coba. Jadi aku akan kasih tahu kamu daerah-daerah sini itu apa saja yang ada sejarahnya kita berdua. Oke, oke, oke, oke. Kamu tahu asal mulanya kamu datang dari mana? Aku asal mulanya datang dari mana, ya? Hmm, dari dulu. Ooh, kamu adalah orang miskin yang tinggal daerah sini. Uh, serius? Terus, terus, terus. Karena aku adalah Paduka yang sangat baik, aku melihat, lalu aku bilang, “Kamu kasihan sekali. Sini ikut aku.” Lalu pada saat itu kasih kamu pekerjaan, yaitu bersihkan kamar aku. Oh. Apa kamu sudah mengerti? Mengerti? Berarti aku sekarang harus membersihkan kamar kamu dong. Tunggu dulu. Oheh. Sebelum membersihkan aku. Dia sakit perut mau pupup dulu. Oh oke. I duka raja. Eh enggak benar nih kayaknya. Entah kenapa perasaanku kesal-kesal sekali sama dia ya? Tapi dia presiden. Enggak boleh, Guys. Gak boleh. I iya iya. Paduka kujita sini ya. Terus terus terus. Nah sebelah kiri ini. Heh. Ini adalah patung kita berdua. Tunggu. Kenapa su sekali? Kenapa patung kita berdua itu seperti cup cup cup? Apakah kita seasa? Sebas bukan gitu momon kamu harus sadar. Jadi cerita sebenarnya itu adalah karena kamu itu begitu mendambakkan aku dan aku tidak bisa kamu dekat-dekat. Jadi boleh enggak Paduka aku bikin patung yang kita bisa melihat dari dekat? Itu caranya ya. Lalu aku bilang terserah kamulah. Inilah kamu bikin begitu supaya kamu bisa melihat mukaku dari dekat. Coba ya. Aku lihat dulu. Kayaknya aku ingat dengan patung ini, Guys. Ini. Hah? Eh, aduh. Eh, ini patung yang kita bangun berdua enggak sih? Kok kita kayak? Ya ampun, aku ingat kita berdua benar-benar bangun ini. Iya, iya iya. Ya, betul sekali. Ya, jadi kamu harus bersyukur karena kamu bisa melihat aku dari dekat meskipun ya dari patung-patung. Tapi entah kenapa kayak ada kesal-kesal gitu aku pas bangun ini ya. E kesal-kesal apaan ya? Kamu kesal lah. Orang cuma bisa pakai patung enggak bisa orang asli yang lihat tuh kan. Oh iya ya. I ya ya. Baiklah Paduka guys. Menurut kalian dia bohong enggak sih? Kalau menurut kalian bohong coba tulis di bawah kolom komentar ya. Jadi, Momon bisa tahu, Guys. Oke, dan jangan lupa untuk kasih like-nya dulu. Ih, ini boneka apaan? Lucu banget. Aku suka. Aku suka ini. Ini adalah Heeh. Boneka Labubu. Labubu. Ih, konsepnya mirip sama kita ya, biru sama pink. Aku suka ini. Betul sekali. Jadi, pada saat itu kamu tahu kalau bubu bunyi lagi viral. Oh, gitu. Oh. Oh. Dan karena kamu itu begitu nge-fans sama aku, kamu buatkan ini supaya membuat aku senang. Ya lumayanlah. Aku bilang waktu itu aku cuma bilang, “Bolehlah kamu langsung pingsan.” Itulah cerita. Sudah ingat belum? Apakah kamu sudah ingat? Ini sih enggak gitu ingat sih. Ah, ya sudahlah. Nah, ini adalah rumah kamu nih. Wow, ini rumahku besar sekali. Lebih cantik daripada rumah kamu yang biasa ya. Ternyata iya karena yang pink ini adalah aku yang bangun untuk kamu dan biru itu kamu yang bangun untuk aku. Artinya adalah biru juga keren. Alah ngemeng kau ya. Skill isu namanya. Dan aku kasih tahu kamu ya karena kamu bila ingatan. Ingat ini rumah gede karena kamu maksa. Jadi cicilannya masih ada 10 tahun setiap bulan Rp2 juta. Ya mahal banget. Aku enggak ada uang sebanyak itu. Kalau enggak salah, karena kamu tidak punya uang waktu itu, kamu janji setiap malam sebelum tidur kamu akan bilang, “Atun ganteng, aku mau tidur dulu, ya.” Nah, itu kalau enggak salah sih itu ya. Ya, betul sekali. Oh, oke oke, Bo. Yuk, silakan masuk. Elah, kenapa perasaanku kesal banget sih? Ini bohong atau bener sih dia? Nah, ini adalah rumah dan biasanya kamu memang selalu menyiapkan makanan di sini tapi untuk aku. Jadi, aku akan ambil. Oh, gitu. Tunggu ya. Ini juga aku ambil. Oh, lumayan ya. Enak ya. H. Aku sepertinya ingat banget sama rumah ini. Banyak sekali kenang-kenangan. Eh, kamu ambil semua makanannya di rumah ini. Iya, karena kamu memang sediakan buat Paduka Raja datang ke sini. Kapamu mau memakan untuk nemenin kamu kan. Oh, gitu toh. Oke, baiklah. Paduka Raja Atun silakan makan. Kamu itu harusnya sudah bersyukur. Biasanya aku enggak pernah makan. Aku cuma datang dari sini. Eh, Bangisa. Bang, makanannya mana? Aku ambil, aku pulang. Mana pernah mau masuk. Serius? Oh, gitu. Berarti kamu itu istimewa sekali, ya. Udah pasti. Ayo kita ke sana naik ke atas. Uh, nah ini jangan lupa ya. Ini TV punya aku. Aku cuma pinjam ya. Oh, gitu. Ini punya kamu toh. Uh, keren ya. Bisa nonton. Oh, Irong. Betul bisa nonton. Kau pinjam kamu ya. Ee di sini juga ada ada sewang-sewanya ya. TV-nya Rp500.000 aja lah. Oh, serius? Eh, tunggu. Aku pas lihat rumah ini kayaknya aku mulai ingat-ingat sesuatu deh. Eh, kalau enggak salah di atas ini kamar mandi. Oh, benar, Guys. Oh, iya iya, ya. Aku udah mulai ingat-ingat. Dan ini adalah kamar tidur aku. Kayaknya aku mulai ingat nih. Aduh, kepalaku sakit nih. [Musik] Guys, coba dengarin. Oh no. [Musik] Kenapa aku kayak ada monster di rumah dan terus aku sembunyi di bawah ranjang? Udah kalau kamu berhalusinasi. Ah, iya kah? Udah, udah. Heeh. Heeh. Jadi, aku mau kasih tahu kamu juga. Kamu itu biasanya suka sekali menyimpan barang aku di sini. Coba kita lihat ya. Betul sekali. Oh, diamond. Wow. Iya. Ini aku ambil bunganya ya. Oh, sama yang di sini bunganya aku ambil juga. Oke, sip. Oke, terima kasih. Iya, Paduka. Berarti uang sewanya udah udah habis kan Paduka Raja belum masih banyak. K kasih kamu ini biar kamu bisa makan hari ini. Ikan ya. Tadi aku habis gigit, jadi rasa aku itu masih ada ya. Oh, gak mau deh. Ih, dia B jingong, Guys. Dari tadi ngomong enggak mau. Terus, terus. Oke, ini ini gak ada apa-apa lagi di sini. Ini juga gak ada apa-apa lagi sampai di atas. Uh, benar-patung. Yap, ini adalah patung ini apa namanya ini? Ini adalah patung spr ya. Wow. Uh, tunggu-tunggu. Aku ingat kalau enggak salah e patung Fry. Asik aku kau lama banget. Oh, aku tahu patung Franky ini yang kamu bangun kan kalau enggak salah ini. Itu kamu I kan betul sekali itu aku. Ini aku ini Darlung baru ada abang Hayogo Aran dan ujung itu kamu ya. Oh gitu. Wah, kamu buat patung aku juga ya. Kamu baik deh. Iya, tapi memang aku sengaja taruh di ujung biar mukanya enggak gitu kelihatan ya. Oh, dan kamu juga di ujung ya supaya enggak gitu kelihatan gitu. Iya. Kalau dari sini kan kelihatan sekali tapi jangan terlalu dekat entar kamu makin cinta. Itu masalahnya ya. Oh, gitu. Ayo turun. Oke. Tunggu dulu. Kamu ingat-ingat kamu ingat kan kenapa kita pindah ke sini? Enggak. Kenapa? Kamu ah siap mendengarkan alasannya. Siap padukan aja. Baiklah. Sini sini sini sini. Aku kasih tahu kamu alasan yang sebenarnya kenapa kita pindah ya. Ah iya iya siap. Itu alasannya adalah kamar mandi ini. Apa hubungannya? Pada saat itu kamu pupup saking banyaknya meluber. Itu tempat bau banget. Aknya kita enggak tinggal lagi. Kita mesti tinggal tempat. Itulah alasannya. Serok segitu joroknya. Betul sekali. Yap. Betul sekali. Ya ampun. Emang iya guys. Kayaknya kayaknya aku yang panggil atur kok pupuk enggak sih? Ah mungkin. Ayo sini enggak usah pikir-pikir lagi. Oh di sini ada lagi nih. Apa? Apa? Apa ini? Ini adalah sesuatu hal yang paling kamu sayang yang di belakang ini. Nah, ini namanya Thomas. Thomas. Oh, iya. Aku sayang sama ini. Oh, iya betul ya. Namanya Thomas ya. Oh, baiklah baiklah. Thomas lagi jalan-jalan ya. Oke. Biasanya kamu itu bukan begitu. Kamu itu pakai ini. Tuh, ambil tuh. Bawa dia. Oh, gitu. Oke, oke. Ayo sini, Thomas. Uh. Nah, ini ini tempat-tempat peternakan lah, ya. Hmm. Uh, ini tempat peternakan. Wah, keren tempatnya. Uh. Eh, tunggu. Itu kok ada pintu-pintu tuh. Oh, itu pintu yang kamu buat untuk kadang-kadang taruh semua foto aku di dalam. Cuma udah enggak usah masuklah ya daripada entar kamu itu kamu enggak bisa melupakan aku kan ribet ya. Jadi mendingan kita tutup aja deh. Oh, ya. Ayo. Emang aku stalker taruh foto-foto? Oh, iya betul. Waktu dulu aku juga sempat pusing tuh. Oh. Eh, Thomas jangan keluar. Thomas masuk, Thomas. Ah, eh, tunggu, tunggu. Bukannya ini Thomas? Oh, iya maksudnya itu tadi ayam ini dia mau keluar itu loh. Tunggu. Pas aku lihat sapi-sapi ini aku teringat sesuatu deh. Eh, tunggu. Thomas itu bukan ayam tapi sapi. Aku main sama Thomas sapi, bukan ayam. Ih, kamu bohong-bohong kan? Aku tahu Thomas itu sapi. Nah, itu tuh tuh. Eh, Thomas. Kamu Thomas kan? Oh, iya ini baru Thomas. Oh, iya aku baru ingat. Jadi dulu Heeh. kamu itu e kan enggak sekolah jadi kamu tidak bisa membedakan yang mana sapi, mana ayam. Jadi, kamu kira ayam itu sapi. Nah, kamu kasih nama Thomas terakhir ini baru kamu ganti dia jadi Thomas itu loh, Mon. Iya, Guys. Kayaknya tidak lagi deh. Dia kayaknya bohong-bohong. Thomas kata dia, dia itu Paduka raja di sini dan aku harus kasih dia makan setiap hari. Emang iya ya? Hah? Enggak. Eh, aku harus percaya sama siapa, Guys? Sama si Atun atau Thomas. Jangan terlalu percaya sama dia. Kayaknya dia agak mencurigakan sih. Oke, oke. Kita hampiri. Halo, Atun. Oke, oke, oke. Nah, ayo lanjut lanjut lanjut. Ada waktu ya. Kamu cuma punya waktu seharian. Tapi aku sih berharap sih kamu lupa semuanya sih. Oh. Oh. Oh. Kenapa begitu? Kalau kamu kembali yang dulu. Kamu tu suka itu kalau pupuk enggak siram. Makanya mendingan jangan. Oh gitu toh. Oh ini ini terlihat asing sih tempat-tempatnya sih teman-teman. Ini tempat-tempat baru semua jadi kamu enggak akan tahu. Nah kita ke sini nih. Ayo sini sini sini. Oke. Nah ini yang paling penting nih. Ini akan membuat ingatan kamu pasti kembali 100%. Apa ini? Lihat kelas rakyat jelata. Kamu di sini dan aku di sini ya. Kelas bangsawan. Nah, kamu masuk sini, masuk sini, masuk sini. Berdiri di atas sini. Berdiri berdiri di atas sini ya. Karena kamu itu selalu salah, bukan. Halo, teman-teman, kamu distrap karena selalu salah. Itu loh. Enggak pernah kerja MPR. Nah, kamu coba lihat ini. Kamu ingat enggak itu ujian matematika? Oh, sebentar. 1 + 1. Kayaknya aku tahu jawabannya. 1 + 1 2 2 + 2 4 3 + 3 6 Ah, waduh, betul-betul kepala kamu udah sakit sih, Mon. Asli sih. Ah, kenapa salah kah? Karena biasanya 1 + 1 itu kamu itu tig sudah enggak ke toolong kamu, Mon. Betul sekali, Mon. Oh, iya. Ee, udah enggak usah dipusingi soal-soal benar. Yang penting kamu sini aja. Heeh. Heeh. Berarti intinya adalah kamu sudah tidak tertolong, ya. Terus aku gimana tadi? Kata dokternya, “Sebelum matahari terbenam aku harus mendapatkan ingatanku lagi. Kalau enggak, aku bakalan melupakan semuanya. Udah gitu kita jelek matematika lagi.” Kata Tun salah gimana? Aku takut gitu. Terpaksa kita harus pulang ke kampung halaman. Oh, oke oke oke oke. Wow, ini tempatnya sangat familiar ya kalau untuk momon. Oh. Eh, di atas tuh apa tuh? Itu adalah kasilaku sih sebenarnya sih. Eh, waktu itu kamu merengek. Betul sekali. Jadi, aku berikan buat kamu, Mon. Oh, ini ini rumah aku. Oh, dan ini kita bersebelahan. Iya, aku ingat ini. Iya, betul sekali. Betul sekali. Cuma jangan masuk ya. Udah 10 tahun enggak dibersihkan soalnya ya. Oke. Oke. Oh, keren. Oh, itulah bubunya. Terus itu ada patung besar besar yang warna biru juga ada. Wah, ternyata rumah kita banyak patung-patung ya. Betul sekali. Nah, ini pintu menuju surga. Wow. Oh, artinya kalau kita naik ke atas kita bisa menuju ke surga. Kamu enggak perlu naik ke atas? Kalau enggak salah rumah kamu itu ada tempat naiknya sih. Kalau kamu mau lihat. Oh, iya. Serius? Wah, dan di situ ada itu, Guys. Diamond. Diamond itu diamond enggak sih? Dari ujung terlihat seperti diamond. Itu adalah tangga cinta yang kamu bangun untuk aku sih. Serius? Oh, heeh. Oh, emang ada ya? Tuh, Aku kayaknya ingat deh sama tempat ini. Eh, e, e. Eh, kenapa di dalam gambaranku kamu yang bangun? Ya enggak. Waktu itu kamu ingat enggak kamu di sini kan? Lalu lalu kamu nyanyi di sini. Iya, kamu nyanyi. Aku nyanyi lagu apa? Terima kasih cinta. Gitu sambilnya. E aku akan coba nyanyi satu lagu ya untuk kamu. Oke. Oke. E enggak udah dah cukuplah cukuplah. Enggak mau kah? Ini di antara kau dan di antara kau dan cuma kamu tiada yang lain. Aku bilang aku enggak main-main. Semua keinginanmu kuturuti. Gimana? Bagus kan suaraku? Luar biasa. Memang suara kamu dari dulu tetap legend. Hadiah banget kamu tuh. Ya ampun dikasih de pula. Eh, apaan tuh? Kok ada patungnya menangis? Iya, dia menangis M. Soalnya bangunannya terlalu jelek. Kamu lihat dulu itu yang bangun kamu. Gua udah, aku udah bilang ini jelek banget aja. Menangis. Menangis beneran kan. Tulah. Ais. Oh, iya. Oh no. E, o, oh. Iya. Seingat aku, aku yang bangun nih. Itu namanya terang tang tang tang tang tang tang sahur. Oh, bukannya tung tung tung ya? Ya boleh juga kalau kamu mau begitu. Oh. Oh, ya i baiklah baiklah. Nah, kita suka berburu tajil di sini juga. Depan-depannya banyak jualan. Uh, gitu. Asik aku udah enggak sabar nih pengen buru berburu takjir lagi. Heeh. Tapi hati-hati kamu banyak itunya banyak hutang sama mereka lagi diincar lagi dicari makanya pindah rumah kita. Ya ampun ternyata aku banyak hutang orangnya guys. Enggak boleh enggak boleh kita enggak boleh berutang. Ini adalah village-village yang dulu paling sering banyak masalah selalu diserang sama monster selalu udah kebakaran. Ya, inilah ini tempatnya nih. Oh, gitu toh. [Musik] Oh, no. Suka ini menang. Oh, iya benar kata kamu. Tempat ini banyak sekali diserang-serang. Iya, kamu lihat nih tangannya ada merah-merah ya kan? Uh, ada darah-darah. Iya, seru mi aku enggak berani. Tempat sini banyak hantu deh. Oke, Mon. Aku udah capek banget dari tadi kasih tahu apa-apa, tapi kamu tidak bisa mengingat sedikit pun. Jadi, ini yang terakhir ya. Ini card yang aku bangun supaya kita bisa berjalan-jalan ria di sini ya. Oh, iya. Mataharinya udah mau terbenam tuh, Tun. Ya ampun, ingat ya, setelah ini kalau kamu tidak ingat lagi ya udah enggak apa-apalah. Pokoknya semua udah aku ceritakan. Kamu tinggal panggil aku Paduka Raja yang paling ganteng. Kenapa kau harus nekat ini ya? Ya ampun, udah sunset kata dokter sebelum sunset. Oh i ya sebelum sunset kita harus mendapat keingatan kita kembali guys. Wah lihat tuh. Asik. Wah ternyata ada kak-kak roller coaster seperti ini di tempat kita. Wuh kita masuk ke dalam air. Wih. Asik. Ya ampun guys. Mataharinya udah mulai redup. Semoga dengan naik ini kita bisa mengingat sesuatu ya, Teman-teman. Kayaknya aku agak-agak ingat enggak sih? Kalau enggak salah ini tempat yang dibuat sama si Atun roller coaster-ror coaster untuk kita, Guys. Wih, kita naik sampai ke atas. Wah, ya ampun, ya. Belanda terbit. Apakah kita akan akan kehilangan ingatan kah? Tidak. Please, ingatanku kembalilah. Eh, ini kastil di atas langit yang kata Atun, Guys. Wah, tunggu. Kastil ini kok dalam ingatanku e pernah meledak ya, pernah hancur, terus dibangun lagi sama si Atun. Wah, kita ke mana ini? Oh no. Ya ampun. Oo, Guys. Aku agak takut nih. Tapi ini satu-satunya cara untuk kembali, Guys. Wah, apa ini? Tidak. [Musik] Woi, Monakit. Aduh. Gimana? Gimana gimana? E, ya sudahlah ya udah malam ya. Kayaknya kamu memang tidak bisa untuk ingat semuanya ya. Aku ikut bersedih buat kamu sih, M. Tapi enggak apa-ap lah. Ya ampun, kamu selama ini juga bahagia-bahagia aja kok. Oh. Nah, jadi mulai hari ini ingat tatap wajahku gimana? Ganteng kan? Kamu perhatikan gantengnya. Tidur yang nyenyak malam ini. Panggil Paduka Raja dan diamondnya besok kasih lagi yang banyak ya. Oke. Sip. Eh, itu kan diamondku. Eh, eh. Tonton loh. Kamu pikir aku lupa. Aku udah ingat kembali gara-gara kejadian lorok coaster tadi. Sekarang kepalaku sudah kembali ingatannya. Cepat kau kembalikan dulu itu. Itu semua. Am sini kau selama ini nipu aja tuh gak dapat aja sini lapar aku bisa ingat nih oke deh teman-teman sepertinya video kita cukup sampai di sini ya jika teman-teman suka dengan videonya jangan lupa dikasih like share dan subscribe. Bye bye guys.
ATUN SEDIH BANGET…. MOMON HILANG INGATAN & MELUPAKAN ATUN DENGAN SEMUA KENANGAN KITA BERSAMA
kepoin channel ini ya teman teman dan jangan lupa di like dan subrekkk
[ BANGJBLOX channel ]
https://www.youtube.com/channel/UClfw7Mx0Vmh4hDAT0STSohw
IKUTI JUGA :
▶TikTok : https://www.tiktok.com/@momonwayau
▶Email : minigaming1233@gmail.com
▶Instagram : https://www.instagram.com/moo_chanzz/
▶Roblox : https://www.roblox.com/groups/10331062/MOO-Team-Family#!/about
▶Discord : https://discord.gg/Pc9Hw76n7X
#MOOMOO