🔴 KEPUTUSAN KERAS !! Vietnam Resmi DISANKSI & HUKUM BERAT FIFA Usai Vs Timnas Indo di Final AFF U-23

[Tepuk tangan] Iya. [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] transparent Vietnam bisa menangis kejang mendengar ini. Begini pernyataan sangat mengejutkan Presiden FIFA usai laga final timnas Indonesia U23 versus Vietnam di ASEAN Cup U-25. Sebelum lanjut, tolong tekan dulu tombol like dan subscribe-nya ya, sayang agar kamu enggak ketinggalan nih informasi paling update dari aku. Alhamdulillah. Vietnam bisa menangis kejang mendengar ini. Begini pernyataan sangat mengejutkan Presiden FIFA usai laga final timnas Indonesia U23 versus Vietnam di ASEAN Cup U-25. Pertandingan final Piala AFF U23 tahun 2025 antara timnas Indonesia melawan Vietnam menyisakan banyak cerita dan kontroversi. Meski laga telah usai dan trofi resmi berada di tangan Vietnam, komentar dari pihak luar justru menjadi sorotan utama. Salah satu pernyataan paling mengejutkan datang dari Presiden FIFA, Giani Infantino yang secara terbuka menyampaikan pandangannya terhadap pertandingan final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Selasa, 29 Juli 2025. Namun hal tersebut tak menyurutkan niat Infantino untuk membela skuad Garuda Muda. Dalam wawancara pers di laga final, Infantino menyatakan bahwa pertandingan antara Indonesia dan Vietnam adalah salah satu laga yang sulit diprediksi. Namun yang menjadi sorotan utamanya justru perilaku beberapa pemain Vietnam selama laga berlangsung. Pertandingan tadi sangat intens dan keras, tapi yang paling disayangkan adalah banyak aksi kontroversial dari pemain Vietnam. “Saya melihat sendiri beberapa momen pelanggaran berat,” ujar Infantino. Salah satu momen yang disorot Infantino adalah ketika pemain Vietnam melakukan tarikan terhadap pemain Indonesia tepat di depan kotak penalti saat situasi sundulan ke gawang. Namun anehnya pelanggaran justru diberikan kepada Indonesia. Kalau seperti itu, bagaimana tim bisa bermain dengan fair? Tarikan jelas terjadi di depan mata wasit, tapi malah dianggap bukan pelanggaran. Saya tidak ingin banyak bicara, tapi semua orang bisa melihatnya sendiri di tayangan ulang,” tambah Infantino. Dalam pertandingan tersebut, Indonesia tampil menekan sejak menit awal. Dipimpin oleh pelatih asal Belanda, Grald Vanenburg, timnas U-23 Indonesia menurunkan James Raven sebagai ujung tombak utama. Bersama Raihan Hanan, Doni Tri Pamungkas, dan Kadek Arel. Serangan demi serangan terus digencarkan ke pertahanan Vietnam. Namun keberuntungan tampaknya belum berpihak. Vietnam mencetak satu-satunya gol pada menit ke-37 melalui Nguyen Chong Fuong. Gol itu tercipta setelah situasi kemelut di depan gawang Indonesia pasca lemparan ke dalam. Bola liar langsung disambar Cong Fuong dan tak mampu ditepis oleh kiper Muhammad Ardiansyah. Setelah tertinggal 1-0, Indonesia semakin meningkatkan intensitas serangannya. Beberapa pergantian pemain dilakukan seperti masuknya Arkan Fikri, Ahmad Maulana Syarif, dan Hoki Caraka. Sayangnya meski peluang demi peluang tercipta, tak satu pun berhasil dikonversi menjadi gol. Laga semakin panas di babak kedua. Pada menit ke-54 terjadi keributan kecil antar pemain akibat provokasi dari pihak Vietnam. Hal ini sempat membuat suasana pertandingan menjadi lebih tegang dan wasit harus turun tangan menenangkan. Sementara itu, dominasi Vietnam dalam kompetisi ini kian tak terbantahkan. Mereka menjadi juara Piala AFFU 23 untuk ketiga kalinya secara beruntun, yakni pada tahun 2022,2023, dan kini 2025. Dalam lima edisi yang sudah berlangsung, Vietnam menjadi negara dengan koleksi gelar terbanyak. Bagi Indonesia, ini adalah final kedua beruntun yang berakhir dengan kekalahan dari Vietnam. Pada 2023 lalu, saat masih diasuh oleh Shinyong Yong, Garuda Muda juga harus puas. sebagai runner up setelah kalah di partai puncak. Meski kembali gagal meraih gelar, perjuangan skuad Garuda Muda tetap mendapatkan apresiasi dari publik. Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri, mereka menunjukkan semangat juang tinggi dan bermain menyerang hampir sepanjang laga. Namun, kritik terhadap wasit dan permainan kasar Vietnam seakan menjadi pembicaraan utama setelah pertandingan. Dukungan dari Presiden FIFA Giani Infantino menjadi semacam pengakuan bahwa Indonesia sebenarnya tampil dominan dan layak mendapatkan hasil lebih baik. Kadang dalam sepak bola bukan hanya kualitas yang menentukan hasil, tapi juga keberuntungan dan keputusan-keputusan di lapangan. Indonesia seharusnya bangga dengan permainan mereka malam ini,” tutup Infantino. Sangat sedih lihatnya, gelandang timnas Indonesia U23 Arkan Fikri mengaku frustrasi dengan cedera yang dialami setelah Garuda Muda gagal juara Piala AFFU 232025. Kurangnya kontrol permainan di lini tengah jadi salah satu faktor kekalahan Indonesia dari Vietnam. Absennya Arkan Fikri yang cedera lutut sejak menit pertama membuat permainan Indonesia jadi sedikit pincang. Arkan Fikri baru dimainkan pelatih Gerald Vanenburg pada menit ke-81 menggantikan Dominicus Dion. Setelah itu, Indonesia bisa terus menekan Vietnam, namun selalu gagal mencetak gol penyeimbang. Usai pertandingan, Arkan Fikri mengaku tidak memiliki rencana tampil sebagai starter. Dia ingin bermain guna mengecek kondisi cederanya. Kalau jadi starter di final sih enggak ada rencana. Saya ingin ya mengecek kondisi kaki saja sih. Bagaimana karena sanggupnya memang cuma beberapa menit saja,” ujar Arkan Fikri. Arkan juga mengakui cedera lutut pada pertengahan turnamen Piala AFF U-25 itu membuatnya stres. Ditambah lagi harus absen dalam dua pertandingan. Ini jadi pikiran sih buat saya. Saya beberapa pertandingan enggak bisa main. Saya kepikiran saya lumayan stres juga. Saya sampai MRI itu bisa tiga kali saya cek ke dokter,” ucap Arkan. Karena frustrasi dengan cedera lutut tersebut, Arkan mencoba memaksa bermain dalam final Piala AFFU 232025. “Saya cukup frustrasi juga sih sama lutut saya kemarin, makanya saya paksain buat main tadi,” tutur Arkan. Gegerkan ASEAN Cup. Begini pengakuan jujur James Raven usai timnas Indonesia U2SG gagal juara Piala AFF U23 2025. Jens Raven membuat pengakuan jujur mengenai timnas Indonesia U-23 setelah mereka gagal menjadi juara Piala AF U23 2025. Vietnam bermain dengan lini pertahanan yang benar-benar rapat. Jadi itu sangat sulit bagi saya untuk mendapatkan kesempatan di mulut gawang atau sekadar meraih bola,” kata Reven kepada awak media. Selasa, 29 Juli 2025. Itu sangat sulit bagi saya untuk mencetak gol. Jadi, begitulah adanya,” tambah striker baru Bali United ini. Meskipun begitu, Reven mengaku tidak memiliki keraguan kepada kualitas timnas Indonesia U-23. Tidak ada keraguan 100% katanya soal kualitas skuad Garuda Muda. Setelah ini dia akan fokus untuk membawa timnas Indonesia U-3 berjaya di kualifikasi Piala Asia U-3 2026 yang akan digelar di Sidoarjo pada bulan September. Target akhirnya adalah membawa Garuda Muda terbang ke Olimpiade Los Angeles 2028 melalui Piala Asia U23. Saya hanya mengatakan bahwa saya ingin lolos ke Piala Asia dan di Piala Asia saya ingin lolos ke Olimpiade bersama tim U-23. Jadi itu tujuan saya,” tugasnya. Di sisi lain, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Menpora RI, Dito Ario Tejo tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan timnas Indonesia. Kadek Arel dan kawan-kawan dinilai sudah bermain maksimal. Pastinya apresiasi Indonesia bisa sampai ke final. Artinya strategi yang dipakai dan pola permainan sudah baik,” ujar Menporadito setelah pertandingan. Menporadito yakin PSSI akan melakukan serangkaian evaluasi setelah gelaran Piala AFF tahun ini. Sebab akan ada sejumlah turnamen penting lainnya yang akan menanti. Ke depan ada evaluasi serta memastikan strategi ke depan untuk memantapkan permainan. Tantangan ke depan adalah mempertahankan emas SIA Games, sepak bola jelas Menporaadito. Lebih lanjut, Menporaito juga memberikan apresiasi kepada suporter yang sudah memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno. Tercatat, 35.592 penonton hadir langsung menyaksikan laga final kali ini. Kita lihat tadi stadion penuh. Ini artinya energi dukungan dari masyarakat sangat luar biasa. Kepada masyarakat mohon terus dukung dan doakan timnas Indonesia terang Menporadito. Sementara Ketum PSSI Erik Tohir menyayangkan kekalahan tipis timnas Indonesia. Kendati demikian, dia tetap memberikan apresiasi atas perjuangan pasukan Gerald Vanenburg yang telah dilakukan hingga sampai ke final. Di samping itu, Erik menyoroti kondisi timnas Indonesia yang tampil tidak dengan kekuatan penuh. Misalnya Arkan Fikri dan Tony Firmansyah yang dalam keadaan tidak prima. Ya memang kalau dibilang apakah ini tim terbaik? Ya tidak. Kita kehilangan dua pemain inti. Tapi ini bukan alasan ya. Arkan dan Tony tidak bisa bermain penuh. Keseimbangan lapangan tengah tidak maksimal ucapnya. [Musik]

Selamat datang di ALHAMDULILLAH TIMNAS!
Channel ini hadir khusus untuk kamu para pecinta sepak bola Indonesia! Di sini, kamu akan menemukan berbagai konten menarik seputar Timnas Indonesia, gosip panas para atlet, serta berita terkini dunia sepak bola. Dari kabar pemain, preview pertandingan, sampai momen-momen viral di lapangan—semua dikupas tuntas disini!

🔴 KEPUTUSAN KERAS !! Vietnam Resmi DISANKSI & HUKUM BERAT FIFA Usai Vs Timnas Indo di Final AFF U-23

Sumber Acuan:
https://www.instagram.com/timnasindonesia/
https://x.com/TimnasIndonesia
https://www.instagram.com/pssi/
https://x.com/PSSI
https://www.instagram.com/erickthohir/
https://www.youtube.com/@TimnasIndonesia_Official
https://kitagaruda.id/id
https://www.pssi.org/
https://www.bola.net/
https://www.bolasport.com/
https://www.antaranews.com/sepakbola/liga-indonesia
https://vivagoal.com/
https://www.tvonenews.com/bola/timnas

📌 Catatan Penting:
Isi konten ini ditujukan sebagai informasi semata dan disusun berdasarkan hasil analisis dari sumber terbuka (OSINT). Tidak dimaksudkan untuk memicu provokasi atau menyebarkan informasi yang menyesatkan.

Jangan lupa like, comment, dan subscribe untuk dukung perkembangan sepak bola tanah air bersama kami! ⚽🔥
#BeritaOlahraga #ViralTerbaru #updatesetiaphari