Siapa Dalang di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Ini Jawaban Roy Suryo – DUA ARAH

back up. Oke, kalau gitu Mas Ro emang benar di belakang Mas Roy saya mau lihat dulu nih. Emang benar ada dalangnya ya? Mana di belakang? Kalau di belakang saya enggak ada, tapi justru ada di depan saya. Di depan saya tuh ada orang yang merasa dia tuh berkuasa dan sampai sekarang rasanya masih berkuasa. Nah, ini boleh berdiri coba. Apa itu, Bang Roy? Nah, ini ada orang yang merasa masih menjadi raja Jawa. maksudnya lah dia minta anunya harus diproses terus dia menduga ada sesuatu di belakang itu pikiran padahal harusnya kalau waras kalau waras seseorang tuh katanya sudah menjadi warga negara warga negara ya sudah periksa ya periksa di Polda Metro Jaya enggak minta istimewa diperiksa di Solo. Oke. Tapi pertanyaan saya ini sampai pakai kaos Raja Jawa berarti sayang dong sama raja jawanya nih sampai dipakai saya pakai karena ini raja Jawa palsu. Waduh, palsu dong dia. Kenapa kurang tulisan palsunya? Ya, ini jelas jadi tengkorak dia nanti ya. Tunggu aja. Oke. Jadi jangan ngaku-ngaku raja Jawa kalau memang bukan raja Jawa. Jangan ngaku-ngaku punya ijazah. Benar. Kalau memang enggak punya ijazah. Oke. Tapi di balik Mas Tapi di balik tudingan-tudingannya Masro dan kawan-kawan emang benar ada dalangnya, ada tokoh besarnya. mana ada gitu loh kayak gitu. Jadi itulah harusnya fokus kepada proses hukum, tidak membangun narasi. Kalau benar saudara Jokowi itu negarawan harusnya meminimalisir pertengkaran publik ini dengan membangun narasi. Ada orang di belakangnya, ada yang ingin men-donrade. Lah kemarin terbukti loh yang berpolitik itu saudara Jokowi. Ada proses hukum dipanggil di Polda tidak datang malah hadir di kongres PSI yang itu partai politik. Fokus saja kepada soalan yang kita hadapi. Ini persoalan hukum. Itu yang pertama. Yang kedua tadi saya mau luruskan Prof. Enggak ada itu gelar perkara khusus harus dipenyidikan. Faktanya bariskrim sudah melakukan gelar perkara khusus pada proses penyelidikan. Bukan penyidikan itu. Kita ingin diperlakukan sama saja. Kalau bares krim yang lebih tinggi dari Polda saja ya bisa melakukan gelar perkara khusus ini Polda kenapa tidak memenuhi atensi daripada permohonan untuk melakukan gelar perkhusus. Yang ketiga tadi saya lihat memang akhirnya terbuka, terkonfirmasi memang ada target. lah kalau memang sudah ada target kami tidak bisa lagi bicara hukum dan kami serahkan semuanya kepada rakyat. Oke. Tapi kalau bicara target kemudian dalam sebenarnya ini paling diuntungkan dan dirugikan siapa sih dari obrolan berbulan-bulan ijazah terus Bang Rei? Dulu menurut saya awalnya Pak Jokowi mungkin agak menikmati diskusi-diskusi soal ijazah ini gitu awalnya. Nah, beliau dengan cara begitu kan kemudian menjadi bahan diskusi banyak orang kan dan di politisi ini kan menjadi bahan diskusi entah positif negatif itu kan selalu bisa dinikmati gitu. Tapi lama-lama ketika ee berbagai apa namanya itu ya bukti-bukti baru yang disampaikan bla bla dan tingkat kepercayaan publik meningkat juga pada persoalan ini dan perhatian meningkat. Nah, di situ Pak Jokowi sedikit agak mulai terganggu dan itu benar berarti artinya ada Dalang yang sengaja memainkan. Eh, saya sulit menjelaskan siapa Dalang. Tapi yang menjadi pertanyaan saya bukan siapa Dalang. He. Yang menjadi pertanyaan apa kesulitan Pak Jokowi untuk memperlihatkan ijazah itu ke publik? Oke. Apakah jangan-jangan dalangnya justru Pak Jokowi juga? Bangunnya, Bang Fredi. Iya. Jadi, Bang, orang sudah nuduh-nuduh nih, eh ijazahmu palsu, ijazahmu palsu. Disebarkan ke mana-mana, ke seluruh dunia ini. Tiba-tiba dia datang nih, kalau kau enggak mau dibilang palsu, tunjukkan lu ijahmu lah. Kalau kau benar, enak banget, Bang. Itu hukum pejabat negara memang begitu mesti pejabat negara mana, Bang? Abang salah. Iya. Jadi, pejabat negara yang dituduh harta kekayaannya tidak legal mestinya ya. Nah, itu mestinya belum ada undang-undangnya itu ada undang-undang keterbukan informasi publik. Kesulitannya adalah karena Anda mendekatinya dari proses ini nih aku tanggapin ini enggak benar nih. Mas Roy tahu enggak apa itu Undang keterbukaan informasi tahu saya ikut membuatnya coba jelasin apa itu jelas itu orang harus membuka kalau dia seorang pejabat negara. Iya. Jadi undang-undang kamu enggak pernah baca dulu. Saya ikut menyusun Mas. Undang-undang itu hanya klaim Undang-Undang Keterbukaan Informasi itu adalah untuk pelayanan publik loh. Jokowi itu pejabat publik atau tidak? Jadi apa itu pelayanan publik? Itu yang dilakukan oleh badan-badan publik. Apa itu badan publik? Badan-badan yang dibiayai oleh negara dibiay. legitimasi. Jadi kalau ada masyarakat datang yang ke lembaga publik itu ke lembaga sini aja ngomongnya ke sini aja dia datang aku butuh data ini. Lembaga itu harus mengeluarkan bukan datang ke ke pribadi seseorang. Eh Pak Jokowi kalau kau ijahmu mau enggak k bilang palsu? Tunjukin namaku. Apa ijazah saya dengan ijazah Pak Jokowi? lain. Beliau private. Nah, saya jelas-jelas private. Iya. Pak Jokowi ketika ia mendaftar diri sebagai calon walikota, calon gubernur, dan calon presiden, ijazahnyaah ee ijazah yang bersifat publik. Pada waktu itu sudah ditunjukkan mungkin pada waktu itu. Pada waktu itu betul, tapi tiba-tiba sekarang orang meragukannya. I oke itu loh kira-kira sekarang. Iya. Makanya itu sama seperti orang menyerahkan LHKPN. Awalnya orang enggak mempersoalkan tiba-tiba ke sini ke sini. Loh, kok nambah nih duitnya? Nah. Nah, orang mempertanyakan, “Tolong dong tunjukkan duitmu.” Betul. Kita enggak undang-undang apa namanya aturan pembuktian terbalik itu betul. Tapi kita jangan selalu dong mendekati persoalan dari pendekatan legal perban begitu sebaiknya gimana? Itu yang penting. Nah, sebaiknya sebagai pejabat publik dia sejak dari awal memperlihatkan kepada publik. Gini, orang-orang ini bukan nanya ke badan publik ya. Harusnya yang ditanya itu badan publik, Bang. Mereka ini sudah menuju ijah aku lagi, Bang. Iya, Bang. Itulah undang-undang mereka. Mereka mempelajari ijazah yang diserahkan ke KPU. Iya. Enggak ada begitu. Dari situlah asalnya setelah dipelajari, “Loh, kok ini hadiah?” Lalu meningkatlah ada yang menyebut, “Oh, ini jasa aslinya.” Iya. Itu diper lagi jasa aslinya itu. Bukan itu, Bang. Apakah itu peral kalau gitu? Oke, kalau gitu pertanyaan yang sangat sederhana ujung-ujungnya balik lagi nih. Kapan kira-kira Pak Jokowi akan menunjukkan ijazah aslinya? Mau apa enggak, Bang Firman? Jadi, jadi kan sekarang kan ijazah asli tersebut sudah disita oleh penyidik. Tentu Mbak Jokowi secara konsisten akan menyampaikannya jika diminta dari pengadilan. Kan tadi seperti itu. Tapi yang ingin saya fokus adalah seperti ini sekarang. Ya sudahlah kita ikuti saja episode ini. Kita lihat Bapak sudah mengikuti proses jadwal pemerintahan keterangan kemarin. Bapak sudah menyerahkan ijazah yang disar kemarin. Ijazah SMA dan ijazah S1 ee Fakultas Kehutanan UGM. kita cermati saja. Jadi apa yang tadi kita perdebatkan, saya rasa ini adalah ya memang masing-masing memiliki keahlian. Hanya saya mau bicara fakta karena ini ditonton nih sama jutaan masyarakat. Saya ingin fokus saja. Yuk kita lihat, yuk kita cermatin. Praduga-praduga yang disampaikan ya itu kan masing-masing mereka banyak yang oke sirkus yang disampaikan. Hanya kita ingin fokus saja. kemarin sudah dimintai ee apa namanya mengikuti jadwal pemeriksaan sudah di sudah disita juga ee ijazahnya aslinya. Oke, sekarang tinggal kita ikuti berikutnya ya. Saya tidak mau ditist-twist nih dalam target proses karena sudah naik dari penyelidikan ke penyidikan, maka proses selanjutnya menemukan tersangka kalau gitu. Kalau ada maka berlanjut itu kan pembukaannya tadi itu. Oke. Kalau tidak berhenti. Nah, silakan karena banyak maka siapa dan tetap masih harus ditunjukkan ke publik enggak Pak Supari. Singkat aja singkat. Singkat. N i Pak untuk pembuktian kepentingannya bahwa alat bukti barang bukti adalah kepentingan pembuktian proses hukum. Jadi jang tidak harus ditunjukkan kepada publik tapi kepentingan pembuktian. Tapi yang penting adalah jangan karena kebencian kita menjadi tidak adil kepada siapapun. Betul. sepakat itulah jangan sampai kan enggak karena oke sudah selesai sudah habis kecuali proses hukum meminta itu makanyaah gelar perkara tidak adil hanya di oke terima kasih bapak-bapak semuanya oke terima kasih selamat malam bapak-bapak sampai jumpa lagi pek depan di duara terima kasih terima kasih ang

JAKARTA, KOMPAS.TV – Penuding ijazah palsu Jokowi, Roy Suryo membantah tudingan ada pihak yang membackup dirinya dalam kasus ijazah.

“Enggak ada, mana ada,” ujar Roy Suryo, pada Jumat (25/7/2025).

Pengacara TPUA Ahmad Khozinudin menambahkan bahwa Jokowi seharusnya fokus kepada perkara hukum kasus ijazah.

“Harusnya fokus kepada proses hukum tidak membangun narasi. kalau benar saudara Jokowi itu negarawan, harusnya meminimalisir pertengkaran publik ini dengan membangun narasi, ada orang di belakangnya, ada yang ingin mendowngrade,” ujar Khozinudin.

#jokowi #roysuryo #ijazahjokowi