ADA OKNUM MEMBUAT BERITA BOHONG DIJABAR, KEYSA TIDAK BERJALAN SEJAUH 15KM MELAINKAN GUNAKAN MOBIL.

Sini duduk. Dah. Rumahnya di mana? Pasir Garut. Kecamatan Pamulihan. Pamulihan. Berarti Garut. Sekolahnya di SMP mana? SMPN Negeri 1 Pilihan. Berarti SMP Negeri 1 di sekolahnya bayar enggak? Enggak. Ee neng namanya siapa? Keisya Rianti. Wah. Keis Ranti. Woh, sekarang mah orang pemilihan namanya Keisa ya. Geus euweuh ngaran titin a mah ya Indonesia Jawa Barat kehilangan nama Titin, kehilangan nama Tita Tuti Ceuk Popon. Euweuh taho si Iroh mah geus euweuh keisa ya. Aduh ibunya siapa namanya? Namanya Heeh. Bapak Wahyu, mamanya Yanti. Yanti masih ada? Masih di mana? Oh, yang tadi mamanya kerja apa? IRP. Oke. Ke sekolahnya naik apa? Naik mobil. Naik mobil. Mobil umum. Mobil umum. Terus kemudian ada yang membuat berita bahwa Neng jalan kaki. Jalan kakinya dari mana? Dari rumah. Sekolah. Sekolah dari rumah. Katanya tadi naik mobil umum. Iya. Ke pulangnya berarti turun dulu dong. Bukan dari rumah jalan ke sekolah kan? Ini kan harus meluruskan ya kan yang membuat narasi ceritanya Neng adalah yatim piatu ya kan. Kemudian sampai ke sekolah pun berjalan kaki sepanjang 15 km. Kita aneh makanya kalau Bapak pasti ngecek karena ini warga Jabar. Yang bener mah neng teh dari rumah jalan ke jalan raya. Berapa menit dari rumah ke jalan raya? Ada 5 menit. Ye. Sebentar atuh. Nah, ini siapapun yang membuat berita di Jawa Barat tidak boleh beritanya ho gitu. Karena gubernurnya pasti ngecek. Yeah.

#shorts #kdmchannel #bapakaing #lemburpakuan #dedimulyadi #gubernurjawabarat #kdm #kangdedimulyadi #egi #nyihyang