ROY PANCI GEMETAR !! WAJAHNYA MERAH PADAM. ADI PRAYITNO KULITI SAMPAI KE UBUN UBUN! INI ALASANYA..
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Balik lagi di channel Akbar C Roy Suryo kepanasan ketika argumen-argumennya dipatahkan oleh pengamat politik Adi Prayitno. Roy Suryo yang ngotot yang mereka lakukan adalah ilmiah, murni ilmiah, pure sense. Tanpa ragu, tanpa takut dipatahkan oleh Adi Prayitno. Adi Prayitno mengatakan kalau tujuan Roy Suryo ini bukan hanya sekedar ijazah, tetapi ada agenda besar dan ada orang besar di balik Roy Suryo CS. Nah, seperti apa video selengkapnya? Tanpa berlama-lama langsung aja kita saksikan videonya berikut ini. Apa sih hubungan Masro dengan Pak Jokowi? Kenapa selalu menuduh-nuduh Pak Jokowi? Bukan selalu menuduh-nuduh. Saya tuh orangnya A harus bilang A, kalau B bilang B. Dulu pada awal SMK ya itu adalah proyek yang bagus banget anak bangsa itu ya. Saya pun bahkan yang menyupiri SMK itu dengan Pak Fex Rudi dari Solo sampai Jakarta. Kami berdua yang nyapir ya bukan Jokowi. Jokowi enggak ikut Jokowi naik pesawat itu ya. Kalau pemberitaannya Jokowi ikut naik SMK itu bohong. Oke. Itu satu ya. Terus jadi artinya kita dendam sekali nampaknya Roy Suryo ini dengan Pak Joko Widodo. Kita juga yang kemudian mengupayakan sampai itu lolos uji emisi. Setelah lolos ternyata prank. Jadi enggak ada apa-apa. Jadi itu hanya benar-benar dipakai oleh kendaraan politiknya Jokowi ketika waktu itu masuk ke mau masuk sebagai Gubernur DKI Jakarta. Nah, setelah itu ya kita tahu, oh orang ini suka bohong nih. Jadi artinya kita benar hati-hati hubungan sampai sekarang sama sekarang. E tambah sekarang siapapun dia kalau dia pernah memimpin republik ini atau sedang memimpin ini tapi ijazahnya palsu, artinya dia menipu ya ya orang itu harus diadili gitu loh. Ijazahnya harus dibuktikan kepada masyarakat bahwa saya tidak berkepentingan untuk sampai orang itu dipenjara. Enggak sama sekali saya enggak minum. ijazahnya saja yang itu harus dibuktikan kalau itu benar apa enggak. Begitu ijazahnya terbukti misalnya atau yang jelas skripsi ya. Kalau skripsinya saya pegang betul tuh primary evidence skripsinya jelas palsu ya kemudian tidak ada lembar pengujiannya kemudian tanda tangan di situ disanksikan oleh anaknya Profesor Ahmad Sumitro sendiri ya kemudian di situ tidak ada nama Pak Kaspujoo dan lain sebagainya banyak sekali temuan itu. Sehingga kami saya dron dan drterifa akan berbuku ilmiah tentang itu. Ya sudah itu aja. Jadi kalau itu nanti akan disampaikan dan harusnya ilmiah dijawab dengan ilmiah. Kami tidak ada agenda politik sama persoalan ijazah apakah pasli ataupun tidak asli. Sehebat apapun yang disampaikan pasti ada yang setuju ada yang tidak setuju. Per hari ini pergeseran itu terjadi bahwa persoalan ijazah ini bukan asli ataupun tidak asli tapi ada hiden agenda. Ada orang besar menyebut merek dan warna tertentu yang dinilai punya kepentingan dengan menjadikan ijazah sebagai sebuah komunitas. dituduhlah kanan kiri dan yang dituduh juga merasa tidak dituduh dan yang kemudian muncul ke publik adalah pembelahan. Bahwa yang terjadi hari ini tidak murni hanya soal ijazah, tapi ijazah ini hanya semacam komunitas untuk membangun satu diskursus politik kepentingan-kepentingan tertentu dan itulah yang terjadi hari ini. Jadi setuju ni saya enggak setuju. Jadi artinya ada yang meras diuntungkan dan dirugikan. Kalau misalnya bagi kubunya Bang Roy saya bicara masalah penelitian dan clear. Halah ngeles aja kau suryo itu nanti akan kayak ujian lebuk mas. Jadi jangan tuduh saya punya agenda politik dalam soal ijazah ijazah palsu-palsu gitu. Nah itu itu yang saya sebutkan ada kepentingan jangka panjang dan seterusnya dan seterusnya. Barusan kita lihat selamat untuk Tom Dembong dan selamat untuk Masasto. Ya, itu bukti bahwa ada niat untuk mengkriminalisasi mereka akhirnya kalah juga. Dan terima kasih Pak Prabowo sudah melakukan itu. Jadi ini pun juga akan berujung nanti insyaallah kebenaran akan terbukti dan kita percaya Tuhan yang maha kuasa Allah Subhanahu wa taala di belakang kami bukan siapa-siapa. Terbukti nanti kalian itu masuk penjara. Kalianlah yang memfitnah dan penipu sebetulnya. Tapi Anda tetap yakin bahwa Anda tidak berdiri di belakang siapa-siapa orang besar itu di balik isu-isu ini. Tidak ada. Makanya kami nanti ilmiah dan insyaallah saya dr. Rismon dan dr. membuat white paper ya kira-kira nanti 500 halaman isinya mulai dari penelitian kami tujuannya apa dan itu pure sains sampai dengan selesai dan perkara itu akan dibahas akan ada manfaatkan itu lain meskipun sampai sekarang sudah di tahap penyidikan oh enggak ada masalah to nanti itu juga bisa berjalan dan tunggu saja penyidikannya sampai man kalau saya coba deteksi sampai hari ini percakapan pada level elit partai ataupun di anggota dewan sekalipun itu tidak pernah menyentuh persoalan-persoalan apa yang kita diskusikan hari ini. soal pemakzulan, soal ijazah, bahkan soal SMK sekalipun ini murni adalah para debat-debat yang kemudian muncul di luar domain elit. Misalnya kita bisa contoh ketika dikaitkan dengan isu pemakzulian di DPR, satu pun anggota dewan di DPR enggak ada yang yang ngomong. Mereka mengatakan nunggu surat, nunggu rapat. Saya haqulul yakin sebenarnya surat soal pemadzulan itu diketahui oleh semua anggota dewan. Cuman karena mungkin tidak ada ursinya, tidak ada kepentingannya, jadi tidak disampaikan secara terbuka. Apalagi ngomong ijazah. Karena bagi anggota dewan bukan kerjaan mereka. Anggota dewan itu adalah kerjaannya adalah rdp, check and balances, kemudian budgeting dan seterusnya dan seterusnya. Oleh karena itu, perdebatan soal ijazah, pemakzulan, soal SMK ini adalah perdebatan-perdebatan politik di luar itu semua Audre sebenarnya. Oleh karena itu, kalau mau jujur sebenarnya soal kontroversi dan kegaduhan ini adalah aktor-aktor non yang saya sebut sebagai non parlemen, non partai politik yang sebenarnya muncul isu-isu yang berdiri pada diametral masing-masing. Itulah yang saya sebutkan per hari ini sangat tergantung di mana posisi politik kita. He. Kalau ada di posisinya Bang Roy, apun yang disampaikan oleh Bang 4000% oke. Soal salah benar akhirnya pada relatif. Jadi relatif itu adalah kebenaran sangat tergantung bagaimana preferensi dan keyakinan orang melihat fakta. Soal ijazah, soal pemakulan. Itu yang terjadi kalau gitu kenapa tidak ambil saja langsung sikap Pak Presiden Prabowo Subianto untuk ngomong aja. Presiden itu enggak ngurusin begini. Hm. Yang dium itu adalah soal soal ketahanan pangan. Tapi Wapres terusik juga diusik. Soal pemaszulan Wapres sepertinya ngomong ah diserahkan aja pada DPR dan mekanisme demokrasi. Kalaupun toh kita mendengarkan statement-statement pimpinan MPR misalnya bahwa pemilihan presiden dan wakil presiden itu satu paket dan sangat normatif. Baik. Bapak saya menduga kenapa presiden tidak bersikap tidak bersikap. Memang orang itu sukanya membuat kalimat yang lamis kalau dalam bahasa daerah. Apa itu? Lamis itu artinya sebenarnya mau ke kanan tapi saynya ke kiri. Halah la inilah royo ya. Apapun itu yang berseberangan sama mereka tidak sesuai king mereka salah di mata mereka. H ya nabok nyilih tangan itu khasnya dia memang ya. Jadi tidak mau dia itu iya yang sudah jelas ketika ditanya kemarin saya enggak saya enggak nyebutkan nama-nama yang akan dituduk itu 12 nama tuh unsurnya dari orang lain lah. Kan sama aja dengan apa menjebloskan polisi lah gitu. Ya, kalau menurut saya gini Mas Roi, Anda pun dan saya pun kita pernah bersalah ya di pidana karena ngomongnya ngacau juga. Kalau Pak Jokowi belum pernah. Oke. Jadi kembali lagi kamu ngomong kayak gitu harus introspeksi diri gitu loh. Iyalah. Jadi yang jelas itulah tipe-tipe orang lamis ya, tipe-tipe orang yang nabok nyilih tangan dalam bahasa kita munak lah gitu. Dia memang pengin bilang gitu tapi ya biarlah. Enggak mungkin orang-orang itu ya berani mengatakan itu tanpa ada restu dari atas. Sama seperti Dian Sandi. Enggak mungkin Dian Sandi itu maksudnya Mas ya. Enggak mungkin ee ada Dian Sandi misalnya kayak gitu ya. Mengupload ijazah itu tanpa ada resturian. Nyatanya ijazah itu akhirnya dikonsultasikan dia minta maaf dan dikatakan oh iya itu memang ijazah yang benar. Jadi ijazah yang diupload dian Sandi itu kan dikatakan asli oleh dia ya. Ini kan hanya analisa sepihak tadi. Kalau seandainya Dian Sandi mengupload ijazah itu eh seizin Pak Jokowi, seharusnya mereka juga meneliti ijazah Pak Jokowi harus seizin Pak Jokowi. Hm. Enggaklah. Dia sudah membuktikan tuh asli ee cerita aslinya kan beliau juga enggak tahu. Sampai saat ini pun beliau enggak ada memegang ijazah palsu itu. Jadi ini ini konyol sekali ini mereka orang Indonesia tahulah kelakuan dia. Dah. Oke. Nah, kalau mau jujur sepertinya kenapa misalnya ini ada semacam akumulasi serangan-serangan yang terkesan memang mengarah ke Jokowi. Soal mobil SMK kan digugat tuh. Kemudian juga ada soal ijazah pemakzulan. Ini memang ini barengan ya belakangan ya. Eh iya ini kan ramai sekali sejak lama saya membaca memang ada semacam akumulasi mungkin dari dulu sejak jadi presiden Pak Jokowi itu ada yang kecewa, ada yang marah dan seterusnya dan seterusnya. Dan sepanjang jadi presiden mau ngelawan agak susah. Jadi nunggu momentum setelah tak jadi presiden hal-hal yang dinilai negatif dan menjadi kelemahan itu dimunculkan satu persatu. Masuk Mas ee saya enggak mau menyebut nanti dibantah sama Bang Royu. Artinya apa? Akumulasi-akumulasi yang semacam itu kemudian muncul satu persatu soal ijazah. Ini kan isu lama sebenarnya. Pemakzulan adalah bagian dari babak lanjut serangan kepada Pak Jokowi. Kan itu yang dibaca oleh publik. SMK juga begitu. Artinya apa? Kalau mah jujur sih sebenarnya enggak ada yang diuntungkan dalam konteks ini. Yang diuntungkan adalah satu, mereka yang punya kepentingan bahwa Pak Jokowi itu adalah sesuatu yang tidak pernah seperti yang dipersepsikan. Pak Jokowi tidak sebaik yang dibayangkan orang, tidak kemudian sama rakyat yang dibayangkan dan seterusnya dengan tuduhan-tuduhan yang kemudian ini bermunculan. Odre, tapi ada tuduhan yang partai biru itu dan kemudian Partai Demokrat tadi merasa terusik. Nah, itulah problemnya. Kalau di Madura itu ada dua jenis biru, biru daun sama biru langit. Ya, kalau biru langit itu seperti warna partai yang ada saat ini. Kalau biru langit seperti biru yang dimiliki oleh partai-partai Islam itu. Nah, problemnya yang dimaksud biru ini seperti apa? Nah, yang menarik pernyataan orang besar. Kalau kita belajar tentang hermenetik ya secara politik, orang besar itu tentu tidak bisa kita maknai secara intelek asumsi orang besar itu adalah badannya besar. Oke. Tidak sederhana itu yang besar itu mungkin karena kekuasaannya besar atau dia bisa mengorkestrasi begitu banyak instrumen dan kepent siapa sih yang kira-kira? Bisa oligarki, bisa bohir, bisa elit. Jadi multitafsir ini mirip sebagai sebuah statement politik untuk mencari dan menelisik kira-kira yang disebut dengan besar ini yang kepentingannya dengan ijazah, yang kepentingan dengan pemakzulan, dengan SMK. Tebak sendirilah kira-kira begitu. endingnya kira-kira si orang-orang ini kira-kira mau ke mana sih pesannya endingnya mau ke mana ke manain yang mana ini yang mau ke mana ini yang iya pesannya untuk untuk mengapakan Pak Jokowi dan keluarga ini endingnya ya untuk menunjukkan bahwa Pak Jokowi dan keluarganya tidak sebaik yang dibayangkan orang sudah itu saja judul ceritanya kan itu faktanya ingin ditunjukkan soal ijazah apalagi soal pemadzulan dan soal MK ini akumulasi-akumulasi yang saya sebut sebagai kelemahan untuk melakukan serangan balik kepada Pak Jokowi dan serangan-serangan semacam ini terjadi sejak 2014 dan bahkan ketika bersama dengan PDP sekalipun dalam banyak hal PDIP memberikan pembelaan yang semacam ini. Pasca pecah kongsi PDIP tidak pernah membela Pak Jokowi. Yang membela itu adalah Bang Silvester dan Bang Adi Armando sejak 6 bulan yang lalu sampai hari ini. Dan yang didiskusikan ini terus asli apakah tidak asli? Tunjukkan atau tidak. Tapi kalau di yang bicara mengatakan orang besar itu siapa? Jokowi kan? Tanya ke Jokowi, Jokowi bisa enggak nunjuk orang besar tuh siapa? Kalau dia enggak bisa nunjuk orang besar tuh siapa, dia memecah belah bangsa. H. Sudah jelas ini kan sekarang jadi masyarakat saling kok bisa ya Jokowi itu punya pikiran seperti ya yang memecah lambang ngopi ini Roy Suryo saya itu kalian yang menuduh orang tanpa bukti Jokowi itu bilang orang besar tapi enggak mau cerita penelitian mereka ini sampai saat ini saya bilang nol besar karena apa yang diteliti ijazah digital ya kan yang ada di sosial media itu enggak bisa diteliti dibawa ke pengadilan pun tidak besar nol besar pengetahuan teknik. Jadi gini aja kita minta Joko Widodo menunjukkan orang besarnya. Kalau enggak nanti saling tuding. Jadi banyak nih PR-nya Pak Jokowi menunjukkan ijazah asis menunjukkan siapa yang dimaksud. Berarti banyak banget dong tugasnya Pak J. Ah, gila Roy Suryo ini yang menarik saya baca ya ini Pak Syarif tolong dikorekel ada kader dari Demokrat ya yang harap malah mengatakan bagus menurut saya daripada Jokowi melakukan insinuasi ya menuding-nuding gini tunjukkan saja ijazah asli nah itu cerdas itu gitu jadi dia menunjukkan ijazah asli itu lebih bagus itu daripada melemparkan ya harusnya yang menuduh ijazah palsu ini menunjukkan ijazah yang palsu diperdata itu jadi Anda yang mendalilkan, Anda yang membuktikan itu sudah berlaku umum gitu loh. Harus membuktikan gimana sekarang buang badan ke i kalau ditanya endingnya adalah kritik secara terbuka yang disampaikan kepada Pak Jokowi kan ijazah objeknya Pak Jokowi, pemakzulan Gibran ujung-ujungnya Pak Jokowi, SMK ujung-ujungnya Pak Jokowi. Itulah yang saya kira ini pasti akan menjadi sesuatu yang agak sulit untuk dihentikan sampai tuntutan-tuntutan yang disampaikan ini asli ataupun tidak termasuk gerakan-gerakan pemadulan sampai kapanpun sepertinya ini akan terus membesar. Oleh karena itu, apakah ada kekuatan besar ataupun tidak nanti kita cek. Karena kekuatan besar itu kan tidak harus orang besar, tidak harus punya power besar. siapapun yang punya keinginan untuk memberikan serangan dan kritik kepada orang tertentu seperti Pak Jokowi, bisa juga dia disebut sebagai besar, minimal nyalinya besar. Kan itu yang paling penting sebenarnya yang bisa kita lihat dari semua pemandangan politik pada hari ini. Saya kira di situ kuncinya. Jadi intinya yang disebut Pak Jokowi ada orang besar tidak mesti orang itu ee orang partai. Ya, seperti yang dikatakan oleh pengat politik Adi Raidno tadi, bisa jadi orang itu nyalinya besar. gitu ya teman-teman. Roy Suryo apa apapun itu kalau berseberangan tidak sesuai dengan keinginan mereka itu semua salah di mata mereka. Bisa-bisanya juru Pak Jokowi harusnya tunjukkan saja ijazah aslinya ke publik. mana bisa nanti tunggu di pengadilan Pak Jokowi akan menunjukkan apabila dipinta oleh ee hakim ya untuk menunjukkan ijazah aslinya Pak Joko Widodo. Siapa yang mendalilkan? Ya merekalah yang harusnya membuktikan. Mereka menuduh ijazah Pak Jokowi palsu. Aslinya yang mana? Buktikan, tunjukkan dong. Ya kan? Nah, Teman-teman, itu dia video kita kali ini. Silakan ketik komentar kalian di kolom komentar terkait video kita kali ini. Eh, jangan lupa like dan share video ini ke grup-grup yang teman-teman miliki agar masyarakat bisa tercerahkan. Dengan adanya video ini, saya Barce CK. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat selalu. Bye bye.
ROY PANCI GEMETAR !! WAJAHNYA MERAH PADAM. ADI PRAYITNO KULITI SAMPAI KE UBUN UBUN! INI ALASANYA..
#prabowosubianto #jokowidodo #gibran
prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto #jokowi #megawati #pemilu2024 #politik #beritaprabowo #pdip #gerindra
prabowo, prabowo gibran, prabowo subianto, gibran, gibran rakabuming raka, megawati, politik, pemilu, pemilu 2024, pilpres, hasil quick count, berita politik terbaru, berita pemilu 2024, Ganjar, Mahfud MD, Anies Baswedan, Cak Imin, Hak Angket,
info pilpres terbaru 2024, info terbaru pilpres hari ini, info hasil pilpres terbaru, info pilpres 2024 hari ini terbaru, info update pilpres 2024 terbaru, info sementara pilpres 2024 terbaru, info pemenang pilpres 2024 terbaru
prabowo gibran
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto #jokowi #megawati #pemilu2024 #politik #beritaprabowo #pdip #gerindra
prabowo, prabowo gibran, prabowo subianto, gibran, gibran rakabuming raka, megawati, politik, pemilu, pemilu 2024, pilpres, hasil quick count, berita politik terbaru, berita pemilu 2024, Ganjar, Mahfud MD, Anies Baswedan, Cak Imin, Hak Angket,
prabowo, prabowo gibran, prabowo subianto, prabowo muda
hak angket, hak angket dpr, hak angket adalah, hak angket terhadap pemilu 2024, hak angket menurut rocky gerung, hak angket ilc, hak angket margarito, hak angket artinya
pilpres 2024, pilpres 2024 terbaru hari ini live, pilpres 2024 terbaru hari ini luar negeri, pilpres 2024 naruto, pilpres 2024 pilih siapa, pilpres 2024 live, pilpres 2024 terbaru mata najwa, pilpres 2024 parody, pilpres 2024 pilih siapa filter, pilpres 2024 diluar negeri