Debat Refly, Roy Suryo & Silfester Soal Isu Kasus Ijazah Jokowi & Pemakzulan Gibran “Disetir”

Terima kasih saudara Anda masih bersama kami di dua arah. Bang Refli masih mendengar suara saya ya Bang? Iya masih mendengar. Oke Bang Refli selain isu ee ijazah Jokowi juga ada isu tentang pemakzulan Gibran. Nah kalau untuk isu pemakzulan Gibran, apakah mungkin ini purnawirawan jenderal-jenderal ini bisa di-setting ini untuk pemakzulan seorang wapres? Ee pertama saya ee mengucapkan mohon maaf ya karena tidak bisa hadir di studio dan di sini kondisinya kurang terlalu enak untuk ngomong karena ee saya harus pegang HP saya ya ee tidak ada tempat meletakkan tetapi saya berusaha menjawab sebaiknya. Jadi begini ee kalau kita lihat ya yang namanya ijazah dan pemakzulan itu ee tidak bisa disamakan begitu saja. Kalau saya mengatakan soal pemaksulan itu adalah soal yang terkait dengan pasti agenda politik karena kan dia agenda cuma dia bukan hidden agenda. Kalau hidden agenda itu adalah agenda yang disembunyikan. He. Tetapi ini agenda yang disampaikan aspirasinya kepada DPR dan juga MPR dengan harapan bahwa ini diproses. Apakah kemudian jadi ee barang itu atau tidak, itu soal konstelasi politiknya di DPR nanti. Tetapi apakah ee partai-partai di DPR itu sama suaranya terhadap pemazulan? Ya, belum tentu. Walaupun mereka berada dalam satu koalisi ya, koalisi Indonesia maju, bukan berarti mereka akan sama ee posisinya, oke, sama e pendapatnya soal pemangsulan. Itu satu hal. Yang kedua, mengenai ijazah. Ya, mengenai ijazah ini begini. Sebenarnya kan hal yang gampang sekali ini enggak bisa digoreng sesungguhnya kalau seandainya ee ini kan barang yang bisa di ee proving yang bisa dengan mudah dibuktikan. Nah, masalahnya adalah saya mengatakan begini. Kalau Anda mengatakan ijazah Anda asli he dan memang ada aslinya maka it is very simple, mudah sekali. Tinggal tunjukkan selesai. Kan begitu. tentu tunjukkan tetapi dengan ee sebuah kesempatan untuk mengikutinya. Tapi kalau Anda kalau Anda tidak memiliki ijazah yang asli dan ingin mengatakan asli, maka Anda membutuhkan sebuah engineering yang luar biasa. Mungkin Anda butuh survei, Anda butuh buzer, Anda butuh statement dari tokoh-tokoh politik, Anda butuh meyakinkan dan bahkan mengancam orang begitu. Nah, tapi dengan isu pemakzulan yang mungkin terlalu kuat dan juga isu ee ijazah terutama ini, apakah mungkin ini semuanya disetir oleh orang-orang? Oke, ada dua kemungkinan ya, disetir oleh orang-orang atau ada free riders atau sama sekali sebenarnya ini agenda biasa saja. Kalau disetir oleh seseorang, saya enggak yakin siapa sih yang lebih kuat dari Prabowo dan yang lebih kuat dari Jokowi di republik ini saat ini. Ya, nows. Tapi kata Pak Joko bilang ada orang besar yang backup, semua sudah tahu loh. Siapa orang besar yang m-backup itu? Misalnya kalau kita lihat Bahlil, Bahlil kan bukan orang besar. SBY, SBY orang besar badannya. Tetapi apakah partainya cukup kuat untuk m-backup itu semua? karena dia partai yang paling buncit di parlemen misalnya. Karena itu jadi artinya Bang Pak Jokowi melontarkan ee apa semacam serangan balik yang ketika ditanyakan justru enggak bisa jawab. Gelagapan menjawabnya. Hm. Jadi kalau misalnya ada orang besar di belakang itu siapa ya? Saya memikir apa kekuatan dia? Kalau misalnya dikatakan misalnya katakan itu adalah kekuatan konglomerat misalnya, saya justru menganggap bahwa justru konglomerat saat ini berada masih di bawah ee kekuasaan Pak Jokowi secara masih banyak jalinan-jalinan. Ee siapa yang hebat Syarik Hasan ee bisa mengkoordinasikan konglomerat? Kan enggak menurut saya. He. Oke. Jadi sebenarnya tuduhan-tuduhan ini yang dilontarkan oleh Bang ee Pak Jokowi, Bang Silvester, apakah ini juga memang kemudian juga tuduhan yang jangan-jangan ini juga tidak berdasar? Ya, saya enggak sepakat. Oh, ini buat saya atau buat Silvester? Bang Silvester dulu Bang Refli. Saya enggak sepakat sama Bang Refle ya. Ah, kenapa? ee karena waktu kemarin konferensi pers yang mungkin Bang Refle juga hadir yang masalah 12 terlapor itu, itu kan ee Pak Fadila ya mengatakan bahwa eh ijazah palsu dan juga pemaksulan ini satu paket. Ini Pak Fadilah yang bicara, nanti kita putar ulang lagi ya di YouTube-nya. dan beliau mengajak masyarakat untuk bergerak mengenai isu dua isu ini yang dijadikan satu paket. Jadi kembali lagi Bang Refli tolong bilang bahwa ini berbeda ya. Ini sudah jadi satu. Itu yang dikatakan oleh ee yang terdepan nih Bang Fadila. Jadi waktu Bang Fadila ngomong Bang Refli saya rasa juga ada tuh coba Bang Refli ingat-ingat deh ya. Jadi intinya bahwa ini memang sudah dijadikan satu paket. Jadi memang ini ada unsur politiknya bahwa ada yang menunggangi memanfaatkan ini pastinya. Iya. Dan memang benar bahwa ini ada yang kemudian mengorkestrasi di balik ini semuanya. Pasti pasti. Enggak mungkin tidak. Siapa sih Bang sebenarnya ini yang bertanya-tanya? itu orang besar itu ya kan kembali lagi saya mengikut apa yang dikatakan Pak Jokowi gitu loh karena Pak Jokowi bilang ada orang besar tidak ada kemarin Partai Demokrat clear atau jangan-jangan atau jangan-jangan kalau tadi Bang Refli bilang ini merupakan serangan baliknya Pak Jokowi jangan-jangan ini ee Pak Jokowi selama ini memang kita pada posisi bertahan ya jadi isu ijazah palsu ini dan juga pemaksulan ini memang diagendakan oleh teman-teman itu dalam posisi Pak Jokowi sudah pulang ke Solo. Beliau enggak masuk partai apapun. Beliau juga enggak berpolitik. Tapi diserang karena apa? Memang sebelum Pak Jokowi lengser itu awalnya mereka pengin memaksulkan Pak Jokowi. Enggak berhasil. Stres sendiri, jantungan sendiri ya kan. Masuk rumah sakit sendiri, habis itu meninggal sendiri ya kan. Oke. Sampai habis itu mereka kembali lagi di penghujung Pak Jokowi mau berakhir. Mereka minta Pak Jokowi diadili. Hm. Jadi ini isu-isu ini semua ada agendanya, langkah-langkahnya ini memang dilakukan oleh orang-orang yang dari lama. Oke. Benar begitu, Bang Refli. Iya. Pertama soal Rizal ee Rizal Fadilah ya. Saya khawatir jangan-jangan orang besarnya tuh Rizal Fadilah gitu. Eh iya saling orang yang orang yang kalau datang ke sini naik travel bolak-balik Jakarta Bandung ya kan ee dengan kemampuan fisik yang ya tidak segar-segar aman sesungguhnya. Jadi kalau misalnya ada pendapat satu orang itu kan tidak berarti mewakili ee semuanya. Tetapi justru saya malah pengin pengin mendapatkan orang besar itu. Jadi kalau misalnya Pak Joko mengatakan ada orang besar dan ditanya bilang siapa Pak orangnya? Ah kalian semua tahulah berarti itu kan e common knowledge pengetahuan umum. Tetapi begitu kita berdebat mengenai orang besar itu saling tuding, apakah SBY, apakah Rizal Fadilah, apakah siapa kita jadi bingung sendiri yang dikatakan sebagai eh Anda tahu sendirilah itu siapa gitu kan. Oke. Jadi siapa sih, Bang sebenarnya Bang Bang Silvester ini bisa bisa diclear enggak? Ini Mbak mungkin yang paling bijak adalah yang bicara yang mengatakan orang besar tuh siapa? Jokowi kan? Tanya ke Jokowi, Jokowi bisa enggak nunjuk orang besar tuh siapa? Kalau dia enggak bisa nunjuk orang besar tu siapa? Dia memecah belah bangsa. Sudah jelas ini kan sekarang jadi masyarakat saling tuding. Kok bisa ya Jokowi itu punya pikiran seperti ya yang memecah bangsa itu kalian yang menuduh orang tanpa bukti Jokowi itu orang besar tapi enggak mau cerita penelitian mereka ini sampai saat ini saya bilang nol besar. Karena apa? yang diteliti ijazah digital ya kan yang ada di sosial media itu enggak bisa diteliti dibawa ke pengadilan pun tidak bisa nol besar pengetahuan teknik jadi gini aja kita minta Joko Widodo menunjukkan orang besarnya kalau enggak nanti saling tuding. Jadi banyak nih PR-nya Pak Jokowi menunjukkan ijazah asli menunjukkan siapa yang dimaksud berarti banyak banget dong tugasnya Pak Jokowi. Satu lagi yang menarik saya baca ya ini Pak Syarif tolong dikorekel ada kader dari Demokrat ya yang harap malah mengatakan bagus tu menurut saya daripada Jokowi melakukan insinuasi ya menuding-nuding gini tunjukkan saja ijazah asli nah itu cerdas itu gitu jadi dia menunjukkan ijazah asli itu lebih bagus itu daripada melemparkan harusnya yang menuduh ijazah palsu ini menunjukkan ijazah yang palsu itu mana diperdata kayak gitu Jadi Anda yang mendalilkan, Anda yang membuktikan itu sudah berlaku umum gitu loh. Harus membuktikan gim sekarang badan ke Mas terlalu kalau kita tidak punya ijazah asli memang sulit saya katakan. Hanya kalau punya ijazah asli kita bisa nunjukkan dan itu mudah. Tapi kalau kita enggak punya memang kita butuh semua instrumen. Saya katakan tadi survei kita butuh buzer kita butuh Silvester kita butuh kemudian ee barangkali juga partai-partai baru kita butuh dan lain sebagainya. Nah, karena itu menurut saya untuk menyelesaikan ini semua saya yakin Pak Jokowi ada ijazah asli ya. Tapi tetapi saya kan belum bisa yakin kalau belum lihatnya sendiri. Balik lagi Silvester K sayang ya kan. Tolong rayu Pak Jokowi tunjukkan ik aslinya. Kalau gitu menurut saya orang besar apa-apa tuh akan hilang sendiri. Nah, Mas kalau gitu Anda sebagai politisi PSI bisa enggak nih meraih Pak Jokowi untuk menunjukkan ijazah aslinya? Termasuk diclare saja siapa yang dimaksud tokoh besar ini. Heeh. pertama tidak benar bahwa Pak Jokowi tidak pernah menunjukkan ijazah aslinya kan sudah kan sudah disampaikan nih tapi bertanya-tanya terus nih ke Bu Mas Roy bahwa Bung Roy itu belum melihatnya adalah soal lain. Kalau Bung Ras belum melihatnya itu ya soal lain dong. Saya aja kalau minta langsung ke Pak Jokowi, saya dekat nih sama Jokowi nih ya. Terus saya minta lihat dong ijazahnya rakyat sudah tahu belum dia belum tahu. Belum tentu mau ngasih lihat langsung kan. Tapi poinnya gini, dia sudah memperlihatkan itu kepada sejumlah wartawan dan wartawan itu mengaku bahwa mereka melihat ya. Cuma ketika itu Pak Jokowi bilang, “Tapi jangan difoto.” Satu. Kedua adalah ke polisi ke lapor ya ke apa? Lapornya laboratorium forensik. Laboratorium forensik sudah disampaikan dan diteliti. Sekarang pun ketika kasus ee tersangka yang Bung Roy ini jadi tersangka kapan? Eh, jangan salah. Ee penyidikan penyidikan. Eh, sabar sabar juga penyidikan ini maksudnya kasus pencemaran salah salah ngomong biasalah santai aja aduh dosen kok bisa lama-lama semap saya baru tahu belum tersangka saya pikir kalau sudah disidik belum makanya ralat dulu dongalat saya meralat bahwa ternyata Roy Suryo belum menjadi tersangka yang sudah terpidana balik lagi. Jangan tertarik, jangan tertarik. Ini cara dia adalah selalu memecah percakapan sehingga kita lari dari substansi percakapan untuk mengasuk ke hal-hal yang enggak penting. Teruskan saya kembalikan ya. Kemudian UGM Universitas Gadjah Mada yang terhormat, terkemuka itu sudah menyatakan beliau ini memang lulus dari UGM tahun 1985. Buat saya kalau mau ditunjukkan lagi adalah nanti nih kalau betul-betul Bung Roy sudah menjadi tersangka dan diadili. Kalau sampai dia ada hubungannya itu kalau sampai diadili kasusnya lain. Ini juga enggak ngerti juga nih kasusnya ini. Ini enggak ngerti juga kasusnya. Itu kasus ijazah itu dibalas krim Bungro ini menggelikan. Memang Bungro ini selalu menggelikan. Ee jadi saya mau bilang bahwa mungkin nanti kalau di pengadilan itu akan dibawa lagi nih oleh Pak Jokowi ke sana. He. Tapi bohong tuh mengatakan Pak Jokowi tidak pernah menunjukkan ijazah asli. Sudah sudah berulang kali tapi tidak ke Roy Suryo ya. Perkara saja enggak ditunjukkan. Roy Suryo itu melihatnya dari onlin cerdas. Usul cerdas. Ah apa, Bang? Nah, begini. Saya kira Pak Jokowi itu enggak percaya sama Roy Sury makanya dia enggak mau tunjukkan. Iya. Nah, gimana kalau Mas Adik aja adik datang ke Solo lalu dititipin oleh e foto resolusi tinggi dari Rosyo. Lalu, Pak, saya mau lihat ijazah, Pak. Lalu difoto. I e foto yang benar dengan resolusi tinggi hasilnya kasihkan ke Mas untuk diteliti. Bagus. Jadi tidak mungkin Pak Jok menunjukkan ke Mas kameranya harus yang bisa berarti selama ini penelitiannya omong kosong gitu. Sudah jelas nih. Yang asli kameranya harus bisa motret watermarknya. Kalau kameranya kameranya rendah enggak bisa hal yang pernah saya tanyakan ke Bung Groy. Anda kan enggak percaya bahwa ijazah dia asli ya. Apa bukti yang Anda miliki untuk menunjukkan bahwa dia tidak punya ijazah asli? Ijazahnya beda. Saya punya ijazah tahun 5 dari kakak angkatan saya. Beda banget dengan ijazah dia. Itu ijazah Jokowi bukan? Loh, Bu. Ee makanya ijazah Jokowinya mana? Enggak. Anda ijazahnya Jokowi enggak pernah ditunjukkan publik. Anda sudah Anda sudah Anda sudah menyatakan nih kepada publik ni. Sebentar dong Bung Re Bang Refli. Bentar Mas Adi dulu nanti ke Bang Refli ini ya. Ini lihat logikanya. Saya bilang ijazah Bung Jokowi itu palsu. Kan saya harus tanya sama dia. Kenapa Anda bilang palsu? Wah, terserah saya mau saya mau bilang palsu atau enggak. Tapi saya enggak percaya bahwa ijazahnya Pak Jokowi asli. Kalau buat saya itu omong kosong. Kecuali Anda bisa menunjukkan sebuah bukti entah apa untuk mengat apa misalnya ya. Buktinya banyak artinya gambar ijazah itu yang ditunjukkan oleh Mabes Polri. Hah? Tanggal 22 itu Mabes Polri nunjukkan loh itu ijazahnya Jokowi enggak? Enggak. Gini. Loh, enggak itu jasanya Jokowi enggak yang diti lah. Kalau enggak tahu enggak usah ngomong loh. Kok enggak usah ngomong? Iya lah. Kalau enggak tahu kok ngomong. Ini otoriter. Saya mau bilang gini yang memulai memulai dia nih. Dia mulai dengan pernyataan ijazah Jokowi itu palsu sebelum ke Bares Krim. Heeh. Ya betul kan? Saya harus tanya sama Anda. Bung Roy Suryo yang terhormat. Oke. Saya I Pak Ad Armando yang terhormat. Iya. Saya mungkin percaya sama Anda kalau Anda bisa memberi bukti kepada kami semua, buktinya jelas. Tidak ada ijazah asli kalau skripsinya itu palsu. Saya sudah pegang skripsinya. Enggak ada. Oh, sudah dipegang. Sudah, sudah diteliti. Terus apa yang palsunya? Palsu enggak ada lembar pengesahannya, tanda tangannya palsu, digugat sama anaknya. Pak Sarif sampai keheranan. Saya mau bilang satu hal. H tapi beruntung ya saudara-saudara semua bahwa mayoritas rakyat Indonesia itu survei kon surveinya siapa ternyata tidak sama drit gimana dronepret gimana hasilnya enggak ini ada sebuah survei dari itu surveinya orang yang minta jabatan komisaris sudah jelas dia sekarang dapat jabatan komisaris survei itu enggak bisa dipakai itu dia tanya ke masyarakat entar dulu dia tanya ke masyarakat kepada kita nih apakah anda percaya itu palsu 74,6% 74,6% menyatakan kami tidak percaya itu palsu. Survei abal-abal drone mengatakan sebaliknya ya clear. Don emprit lebih dipert Don Empret itu peneliti apa? Mas Roy percaya surveinya Refli Harun ya. Oke kalau itu lebih lagi. Oke kita dengarin dulu ya. Kita dengerin dulu ya apa Bang tadi mau ngomong sejak kapan jadi tukang survei Bang? Apa mau ngomong? Bang Refli, ada lisensinya enggak? Ini Bang Refli? Enggak enggak ngerti. Halo. I silakan Bang saya ya. Heeh. Oke, begini. Kalau dari sisi hukum, kita harus lihat bahwa ijazah Jokowi itu pernah ditampilkan di publik berupa fotokopi i oleh Dirti Pidum tanggal 22 Mei. Kalau ijazah itu dikatakan bukan ijazah Jokowi, maka Dirti Pidum berarti membuat hoa. Karena itu kita harus pegang itu sebagai ijazah Jokowi walaupun anehnya yang ditampilkan fotokopi. Oke. Pertanyaan saya adalah apakah dalam bentuk fotokopi kita bisa membedakan sebuah dokumen dengan dokumen lainnya? Tidak bisa. Dalam beberap Oh gak dong. juga bisa beberapa fotokopi dalam beberapa hal itu bisa dian salah satunya salah satunya adalah misalnya adalah penelitian digital ngur ini penelitian dari saya menyelesaikan salah satunya adalah image comparison itu kita bisa membedakan ya sebentar dulu dengan nempel dengan logo UGM overlapping itu mau dia fotokopi mau dia berwarna itu enggak ada enggak ada masalah apa-apa. Oke, jadi intinya Bang Refli intinya adalah ijazah Jokowi ketika dibandingkan secara image comparison dengan tiga ijazah lainnya itu berbeda sendiri dan bisa tetap dan kedua nanti Mas Roy bisa tambahkan dan kedua yang dian Samdi itu cukup besar resolusinya dan tidak ada bantahan dari Jokowi bahwa itu ijazah palsu ya karena itu ketika Kasedian sandi itu dilakukan face recognition, maka terbukti fotonya itu tidak sama dengan foto Jokowi sekarang. Baik, baik. Berarti termasuk juga lintasan cap dan lain sebagainya. Jadi siapa bilang? Nah, cuma menurut saya yang paling sana Mas Ro eh apa ee apa adik Ermando dan Silvester datang ke Solo minta Pak Jokowi press conference menunjukkan ijazahnya, Pak. daripada kita berdebat terus, Pak. Iya kan? Apakah Roy Suryo itu benar atau tidak? Rakyat Indonesia percaya atau tidak? Lebih baik Bapak tunjukkan. Kalau memang ijazahnya benar-benar asli, saya akan hormat dan berhenti. Saya akan ngomong soal ijazah ini. Mas Roi pun akan berhenti juga kalau seandainya memang asli. Tapi kalau palsu ya jangan dilarang rakyat Indonesia untuk yang namanya melakukan people oversight. Iya. I kan people. Karena ini bagian dari yang namanya kedaulatan rakyat, hak untuk mengetahui dokumen-dokumen publik yang di lakukan atau digunakan pejabat publik. Oke. Oke. Kalau gitu pertanyaan selanjutnya adalah dengan isu yang sudah lama ini terus mengemuka. Ada isu pemakzulan, ada isu ijazah. Sebenarnya di koalisi sendiri Pak Syarif ini gimana sih? Ribut-ribut juga apa enggak seperti yang kita-kita ini malam hari ini perdebatkan? Usai jeda ya, Pak Syarif ya akan menjawabnya. tetap bersama kami

KOMPAS.TV – Panas! Debat Refly, Roy Suryo & Silfester Soal Isu Kasus Ijazah Jokowi & Pemakzulan Gibran Disetir
#beritaterkini #roysuryo #reflyharun #silfestermatutina #jokowi #ijazahjokowi

Sahabat Kompas TV Jawa Tengah! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Jawa Tengah, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.