My Girtlfriend Is An Alien S2 (Pacarku Alien S2) | INDO DUB | Episode 13

色不知道看著你我的可愛我 Di balik setiap pasangan selalu ada dewa jodoh yang bertindak diam-diam. Belakangan ini banyak komentar yang menjelekkan perusahaan kami di internet. Jadi, aku berharap perusahaan bisa segera membangun sebuah departemen pengembangan. Masalah orang-orang di bumi ini sangat rumit. Dia bilang, “Bukan salahmu karena ingin meringankan bebanmu, tapi tidak disangka kau malah merasa bersalah.” Aku punya teman pria. Teman praku itu dicium oleh seorang wanita. Kalau wanita yang mencium teman priamu itu mendadak berubah menjadi sangat dingin, seharusnya dia sedang bermain tarik ulur. Di bumi ini, anak-anak datang ke dunia melalui ibu. Uh, seorang ibu adalah jembatan antara mereka dan dunia. Jangan terus merasa kau sendirian. Bukankah masih ada aku? Jika seseorang mendadak menciummu, itu artinya dia sudah merencanakannya sejak lama. Ketika seseorang pertama kali menyukai orang lain, maka secara tidak sadar hatinya akan menyangkal. Ini yang disebut menipu diri sendiri. Suasana hatimu sudah membaik. Dulu perasaan hatiku sangat baik, tapi sejak bertemu dengan Fanglang, aku selalu punya banyak pikiran. Kalau aku sudah tidak ada, kau harus menjaga dirimu dengan baik. Kakak Cay, bagaimana? Apa yang dikatakan Fangleng? Maafkan aku, Kakak Cha. Aku tidak bisa membujuknya. Mungkin kita tetap harus pindah rumah. Tidak masalah. Dari awal aku sudah tahu, percuma saja menemuinya. Ini sudah saatnya berakhir. Tidak masalah. Besok pagi aku akan pergi mencari rumah. Kakak Coay, aku Kakak Cay. Tadi aku mencari rumah di internet, ada banyak sekali yang bisa kita tinggali. Benarkah? Bagus sekali. Coba K lihat. Tapi kita tidak sanggup membayar ini. Shoi. Apa kita hanya bisa membeli tenda dan bersiap hidup terlantar? Itu tidak mungkin. Aku ada di sini. Aku tidak akan membiarkan kalian berdua terlantar di jalanan. Kalian tidak perlu takut. Kakak, Kakak Cay. Ah, bagaimana? Bukankah tempat ini cukup nyaman? Oh iya, aku punya sebuah ide yang bagus. Toko teh susu kita sekarang buka sampai jam 21.30. Jika kita tinggal di sini, kita sudah bisa buka sampai pukul 12.00 malam. Jadi, kita bisa mengurangi biaya sewa dan bisa menambah jumlah keuntungan. Bukankah itu sangat sempurna? Ah, ya ampun. Tidak masalah. Aku paling takut dengan kecoa. Aku keluarkan dia. Sudah, sudah, sudah. Ah, sudah. Tidak masalah. Kakak Cha maaf. Membuatmu hanya bisa tinggal di sini. Tidak masalah. Sekarang kita adalah keluarga tidak perlu sungkan. Jadi sekarang yang terpenting adalah mendapatkan banyak uang. Asalkan kita mendapatkan cukup uang, kita sudah bisa segera pindah ke rumah yang lebih baik. Kakak Cai benar. Kita harus bangkit kembali. Bangkit. Semangat. Semangat. Besok adalah hari yang penuh semangat. Semangat. Semangat semangat. Berpura-pura tegar adalah sikap yang biasa dari penduduk bumi. Keadaannya sekarang barulah keadaan yang nyata. Alangkah bagusnya kalau ada orang yang bisa menghibur Kak Chay. Benar. H aduh, akhirnya kau datang juga. Ayo cepat. Bagaimana, Kakak C? Dia di dalam. Tunggu dulu. Bukan. Bukankah kau bilang dia telepon? Tolong kau bereskan. Ah, baik. Kenapa kau datang? E aku Oh iya, Dokter Chang. Ya ampun, kebetulan sekali aku punya kerjaan. Aku sibuk sekali. Tunggulah, maaf ya, Sapu. Hah? Bukankah kamak mau membantuku? Oh, iya, aku juga sibuk. Pokoknya kami sibuk. Kalian bicaralah, kalian berbincanglah. Halo. Sudahlah aku bicara banyak juga tidak ada gunanya. Beberapa tahun ini aku sudah membaca sangat banyak buku tentang cinta, tapi aku masih belum bisa mempertahankan cinta pertamaku. Apakah aku tidak berguna? Ah, tidak. Lalu menurutmu kenapa Yunai membuatku menunggu dia begitu lama? Apakah saat ini dia sedang mengujiku? Jadi apa kau sungguh tidak paham apa maksudmu? Di pertemuan kalian yang terakhir, dia memberitahumu kalau dia sudah lelah. Dia merasa tertekan dan memerlukan ruang privasinya. Dia bahkan bilang dia perlu menenangkan diri. Bukankah dia sedang meminta putus denganmu? Putus? Tidak mungkin. Kalau dia mau putus, bukankah harusnya dia bilang kau adalah wanita yang baik, tapi kita tidak cocok. Lebih baik kita berteman saja. Lalu dia memblokir Widget. Ini adalah kalimat putus dari wanita. Bagi seorang pria, asalkan dia mengatakan dia sudah lelah, berarti dia sedang minta putus denganmu. Kau tidak perlu menyadarkanku. Selama bertahun-tahun aku membohongi diriku dengan baik. Perlukah kamu mengetahui semua itu? Dokter psikolog lain membantu orang menenangkan hati. Kau malah sebaliknya. Kau memperparah keadaanku. Maaf, maaf sebesar-besarnya. Mungkin aku berbicara terlalu langsung. Apa bisa menemukanmu di Tnpin.com? Ee bisa. Eh, silakan tunjukkan. Ini dia. Aku mau memberimu nilai buruk. Asalkan kau berusaha, Fang Lempasnya akan tersentuh dengan usaha kerasmu. Halo Pres Dirfang. Halo Presirfang. Halo Presfang. Aduh sebenarnya apa yang dipikirkan sekarang? Nona Cai Pres bilang kalau aku membantumu lagi dia akan memecatku. Jaga dirimu, Siochi. Sekarang kau hanya bisa mengandalkan dirimu sendiri. Kapan data produk baru keluar? Sudah kuserahkan pada bagian pemasaran paling telat hari ini. Hm. Halo, Pres Ch. Halo, Pres Dirfang. Aku membawakan kabar baik untukmu. Kakakku sudah pulang dari luar negeri. Dia bahkan sangat tertarik dengan FCORP. Benarkah? E jika lain hari kakakmu senggang, aku pasti akan pergi menemuinya. Kakaknya Pres Dircau. Dia kan investor wanita pertama di Wall Street. Jangan lain hari lagi. Besok siang di perjamuan keluarga, kakakku sengaja memintaku mengajakmu. Baik, aku akan datang. Baiklah, kita putuskan seperti ini. Presidir. Dana alokasi pertama sudah ada. Presdir, meski dana alokasi pertama tidak banyak, tapi kita bisa dengan resmi meneliti parfum hormon. Proyek yang begitu bagus seharusnya segera dilaksanakan. Uh, dulu ikuti perkembangan proyek lain. E ah. Masih ada apa lagi? Masih bisa bagaimana lagi? Mengapa kau juga menghala napas, Asisten Han? Proyek hormon yang begitu bagus, sepertinya Presdir tidak tertarik. Mengapa? Hal kecil membuat hal besar tidak bisa berjalan. Orang hebat pun tidak bisa berbuat apa-apa. Presidir khawatir dana investasinya tidak cukup. Ini akan menunda kemajuan proyek dan Presidir sangat menghawatirkan. Masalah investasi itu bagus kalau aku bisa menarik investasi. Menarik investasi? Asli Tenhan, kau hebat. Kau toh membantuku. Apa aku sudah membantu? Aku masuk. Aku membantumu mendapatkan ide investasi yang sangat cerdik di internet. Orang biasa tidak akan bisa menemukannya. Dalam 1 jam bisa ditransfer, tidak perlu jaminan apapun. Kebetulan tidak ajaib tidak? Ayolah. Tersenyum. Sekarang adalah waktu kerja. Apaagi yang kau lakukan? Huh, tampan. Fanglong, Fanglong, aku punya cara lagi. Cepat lihat. Aku kenal anak orang kaya. Ibunya sangat kaya. Cepat kau lihat. Kau bagaimana nyak ini? Sangat murah hati kan? Kau kembalikan ini. Mengapa? Anjing orang kaya ini sangat menggemaskan. Pemiliknya sangat murah hati kau tahu. Fanglong, Fanglong. Aku punya cara lagi. Kau pegang ini. Aku tahu kekuatan orang banyak itu besar. Masalah ini. Sedikit-sedikit jadi bukit. Sedikit-sedikit jadi bukit, sedikit-sedikit jadi bukit. Chochi, waktu sangat berharga. Aku tidak punya waktu melihatmu mencari perhatian. Eh eh. Aku sudah membuatnya dengan bagus. Dunia yang indah. Berikanlah sedikit cinta kasih. Apakah universitas ini terkenal? Hm. Jika dinilai berdasarkan fakultas dan tingkat pegawainya, ini universitas nomor satu di seluruh alam semesta. Hebat sekali. Oh ya, aku juga sudah buat surat penerimaanmu. Siok hebat sekali. Biasa saja. Terima kasih. Eh, Vanang Lie. Eh, ibuku datang. Cepat sembunyi. Ayo cepat cepat. Hah? Kenapa aku jadi kura-kura lagi? Hei, ada apa ini? Beberapa hari lalu kau tidak mau makan. Hari ini kau pura-pura menangis karena apa, Ibu? Aku menangis karena belajar. Aku sudah mengerti. Aku yang dulu sungguh terlalu keras kepala dan tidak dewasa. Sekarang aku baru tahu. Hanya belajar bisa membuatku bahagia. Jika tahu begini dari awal, aku seharusnya belajar dengan baik di Amerika untuk persiapan melanjutkan perusahaan. Aku tidak kembali untuk menggambar lagi. Anakku, apa kau sungguh sudah mengerti? Ibu, lihatlah aku sudah menerima surat penerimaan. Benarkah? Sekarang begitu teringat aku masih di rumah dan menunda waktu belajar, aku sangat ingin segera pergi. Tunggu dulu. Tunggu dulu. Mengapa universitas di kota ini? Setidaknya kau mendaftar di Ifilik, Amerika. Ibu salah dalam hal ini. Mengapa ibu masih memuja-muja Universitas Luar Negeri? Aku belajar di universitas kota ini. Bukankah demi meneruskan perusahaan keluarga? Jika begini, bukankah lebih mudah? Bagaimana menurut Ibu? Apakah universitas ini sangat terkenal? Aku jelaskan begini saja. Dilihat dari fakultas dan tingkat pegawainya, ia adalah universitas nomor satu di seluruh alam semesta. Benarkah? Mengapa aku tidak pernah mendengarnya? Ibu, putramu yang cerdas ini tidak mungkin kuliah di universitas yang biasa. Semua murid yang mendaftar di sini adalah orang-orang yang berbakat. Orang biasa tidak mengetahui universitas ini. Hah? Sudahlah, anakku. Asalkan kau tidak pergi menggambar atau menjadi pelukis lagi, ibu akan mendukungmu. Sudahlah, Ibu akan beritahu kabar ini pada ayahmu. Hah? Ini baru anak Ibu yang baik. Ibu pergi dulu, Ibu. Sampai jumpa. Hm. Siap. Siap. Siap. Huh. Mengapa susah sekali menarik investasi? Harus sesuai hukum. Tidak boleh minta simpati. Bahkan tidak boleh mengandalkan hadiah. Permintaan bos sudah terlalu tinggi. Terlalu tinggi. Eh, Xoi, ini sudah malam. Kenapa Siopu belum pulang? Eh, aku tidak tahu dia ke mana. Eh, Kakak Cha, bagaimana pembicaraanmu dengan dokter Chang? Sangat sempurna. Cara bicaranya sangat halus. Pengetahuannya sangat luas. Kualitas emosionalnya tinggi. Dia memberiku banyak bantuan. Aku hampir memberinya penilaian bintang lima. Wah, bagus sekali. Sudahlah, aku tidak mau bahas dia. Aku mau pergi tidur dulu. Ah, selamat malam. Selamat malam. Bagus sekali. Ternyata dia profesional. Bagus. Xoici. Xoi. Hah? Mengapa kau berubah jadi kura-kura lagi? Jangan banyak tanya lagi. Cepat bantu aku mendinginkan tubuhku. Baiklah. Mengapa kau jadi kura-kura lagi? Si coba pegang kepalaku. Ada apa? Aneh. Kenapa tidak ada masalah? Saat Fang meraba kepalaku, aku jadi kura-kura. Ajaib sekali. Biar aku berpikir dulu. Apakah asalkan dia merabap kepalamu, suhu tubuhmu akan memanas, wajahmu akan memerah? Iya. Jantungmu berdetak cepat, pupil mata membesar. Iya. Saat dia merabak kepalamu, ada aliran listrik yang membuat mewati rasa. Benar, perasaanku seperti itu. Aku tahu. Otakmu sudah rusak. Bukankah kau pernah bilang saat pertama kali dia bertemu denganmu, dia memukul kepalamu dengan keras? Unit pemroses sentral kepalamu pasti sudah rusak saat itu. Jadi saat dia menyentuh kepalamu, sistem di kepalamu otomatis berubah menjadi model kura-kura. Pantas saja kepalaku terasa pusing. Siao akan menjadi cerdas begitu datang ke bumi. Pantas saja aku semakin bodoh. Ternyata unit pemproses sentralku rusak. Ayah kita istirahat, Ayah. Oh iya, bagaimana kau dengan Fang? Dengan sifatnya dia tidak akan mendapatkan pacar. Tidak perlu khawatir ada saingan cinta. Pelan-pelan saja. Selamat datang. Silakan masuk. Kau tidak menduga aku di sini juga kan? Tidak punya pilihan lain. Ibuku memaksaku datang. Paman Fang dan lainnya sudah datang. Ayo ayo. Ada Fengleng yang membantu menjalankan perusahaan. Kau tinggal menikmati berkah saja. Hah? Anak ini kurang pengalaman. Kelak masih perlu bimbingan kalian lagi. Sebenarnya Fang Lie, maaf aku datang terlambat. Kau datang tepat pada waktunya. Kami baru membahasmu. Ayo, duduklah. Ayo, bawa ini pergi. Duduklah. Baik. Silakan. Tadi aku bilang kalau kau menjalankan perusahaan dengan pandangan yang jauh, kau selalu selangkah lebih awal menyadari kekosongan dalam perkembangan pasar. Jangan memujiku. Sebenarnya sekarang pasar kosmetik dalam negeri sudah sangat baik. Jika ingin diakui oleh konsumen, maka harus memberikan sesuatu yang berbeda. Pres Dirfang mendirikan departemen pengembangan demi produk kosmetik perusahaan. Tidak khawatir investasi awal lebih tinggi dan mempengaruhi keuntungan di belakang. Sebenarnya kami mendirikan departemen pengembangan untuk mendukung perusahaan. Tujuan utamanya adalah agar mendapat pengakuan konsumen terhadap produk di dalam pasar. Departemen pengembangan bisa mengembalikan modal atau tidak. Menurutku dalam keuntungan ini hanya masalah waktu saja. Tindakanmu agak berani tapi pandanganmu sangat berbeda. Dulu aku ingin mengvei mempelajari keuangan agar kelak bisa menyerahkan perusahaan kepadanya. Tapi ternyata tidak bisa. Dia masih terlalu polos. Dia tidak cocok dalam berbisnis. Ibu, mengapa Ibu mengatakan ini? Ah, menurutku ibumu benar. Berapa lama kau bisa menjadi artis? Hah? Cepat atau lambat kau akan pulang. Kau harus mencari orang yang cocok untuk menjagamu. Menurutku itu yang terpenting. Hm. Itu benar. Sepertinya dalam berbisnis tidak bisa hanya belajar keuangan di sekolah, tetap harus sering berkomunikasi dengan senior. Jika tahu begini, hari ini aku juga akan memanggil Fanglie kemari. Dia masih muda. Biarkan dia tamat kuliah dulu. Dia sudah tidak muda lagi. 2 tahun lagi dia sudah bisa membantu di perusahaan. Di saat itu mohon bimbingan kalian, ya. Ayo, ayo. Ayo, silakan. Iya, ayo silakan. Oh, iya. Besok malam kami akan mengadakan resepsi bisnis. Jika kau senggang, datanglah. Besok aku masih ada rapat. Oh, ya. Mangve sengaja menyimpan undangan ini untukmu. Kau jangan menolak lagi. Lagi pula, kelak perkembangan departemen pengembangan masih memerlukan investasi lagi. Kau anggap saja pergi mengenal lebih banyak orang dan memperluas koneksimu. Nah, begitu baru benar. Ayolah kita makan sambil bicara. Kakak, kau jangan terburu-buru. Mungkin Pres Dir Chou dan yang lainnya tidak begitu mengenal Fanglang. Mungkin mereka sungkan bicara. Meski Sungkan tidak perlu berkata begitu, Chen Mongve juga sejak masuk tatapan matanya tidak lepas dari Fangleng. Jika mereka berdua bersama maka itu akan membuat Fangleng semakin hebat. Di saat itu, Fanglie tidak mendapatkan apapun lagi. Oh. Oh, iya. Masih ada Cai Xiaochi. Iya, kau masih mengurusnya di saat seperti ini. Hah? Hah? Hah? Apa maksudmu? Aku dengar dari pegawai lain hubungan Chochi dan Fangleng sangat tidak jelas. Kita hanya perlu membantu agar Coi membebani Fanglem. Bukankah sudah beres? Dua gelas teh susu. Tiga kotak kue. Kau yang paling suka makanan manis yang pernah ku temui. Baiklah misiku sudah selesai. Aku pergi dulu. Sampai jumpa. Kartu undangan. Besok aku ada undangan bisnis. Kita ini teman kan? Apa kau mau menemaniku ke sana besok? Besok aku mau membantu Kakak Cai mengantar makanan. Aku tidak bisa pergi. Maaf. Hah? Tidak masalah. Lain kali saja. Tapi sangat disayangkan. Eh, disayangkan. Mengapa? Aku kira kau mau tarik investasi Departemen Pengembangan dan besok itu kita teman kan? Aku tidak mungkin membiarkanmu pergi sendirian. Ini tidak bermoral. Besok aku tiba tepat waktu. Sampai jumpa. Sampai jumpa. Sampai ketemu besok, ya. Sampai ketemu besok. Kakak Cha, mengapa tidak ada satu pelanggan pun di luar sana? Yang memesan semua tempat datang lagi. Mengapa kau datang lagi? Uang R.000 Yuan sudah hampir habis, kan? Bagaimana kau bisa tahu? Apa kau merasa uang itu tidak cukup untukku dan ingin memberiku lagi? Kau masih berani meminta uang padaku. Aku memintamu melaporkan setiap tindakan Fangleng. Kau ini malah melaporkan hal yang tidak jelas. Ee tapi kau juga tahu cara dia bekerja. Dia melarang orang kecampur. Jangan bahas ini lagi. Kita bahas masalah utamanya. Hm hm. Besok Fangleng akan ikut resepsi bisnis. Kau bertugas untuk berdandan lebih cantik. Kau harus membuat Fangleng terpesona. Hah? Ini e tidak bisa, tidak bisa. Aku tidak bisa melakukan ini. Apa maksudmu? Bukan begitu. Kau lihat aku biasanya hanya memakai begini. Aku juga tidak bisa berdandan. Apalagi mendandanimu dengan cantik. Aku baru saja melihat warna ini. Warnanya terlalu mudah. Tidak cocok denganmu. Aku bukan memintamu meriasku. Aku ingin kau merias dirimu dengan cantik. Diriku. H. Lagi pula aku mau menarik investasi. Aku juga harus membuat Fangleng memaafkanku. Aku memang harus terlihat cantik. Aku juga profesional dalam hal ini. Strategi perang besok adalah jika tidak bisa membuatnya terpesona, paksa sampai dia terpesona. Ah, aku ngerti. Presir, di mana, Nona Cay? Oh, maksudku adalah dasimu ini agak miring. Sudah. Ayo pergi. Ah, iya. Senangnya. Hah? Xoi, kau sudah mengetik berapa halaman? Apa tidak lelah? Aku baru saja punya pemikiran baru, jadi aku menambahkannya. Jika begini, aku pasti bisa membantunya mempromosikan parfum hormon. Kau lihatlah, hari ini aku berandan begitu cantik. Aku ke sana untuk membantunya menarik investasi. Dia pasti akan memaafkanku. Sepertinya benar juga, Shoi, kau sangat hebat. Baiklah, selesai. Kalau begitu, Siopu doakan aku agar berhasil. H semangat. Halo. Silakan masuk. Silakan masuk. Ah, maafkan aku. Kau sudah datang? Oh, terima kasih. Eh, ayo naik. Eh, tunggu aku. Ah, apa kau tidak pernah ikut pesta seperti ini? Di pesta wanita harus menggenengkan tangannya pada pria saat masuk. Fangleng yang memberitahu ini. Hah, terima kasih. Silakan. Eh, tunggu. Apa ini? Ah, bukankah ini setepsi terakhir aku lihat kau menjatuhkannya. Aku sengaja mengambilnya. Mari aku pakaikan. E baik, terima kasih. Bukankah ini wanita yang kemarin? Siapa pria yang ada di sampingnya? Ayo kita jalan. Suasana yang kita ke sana. Baik direktur Cian. Hai direktor lama tidak berjumpa. Lama tidak berjumpa. Aku perkenalkan padamu. Ini adalah Caio dari FCORP. Ini direktur. Halo direktur Lee. Aku Cai Xiao dari Fkor Coror. Mohon bimbingannya. Halo. Apa direktur Ciang dan C pasangan? Pantas saja begitu serah. Ah direktur L salah paham. Kami hanya teman biasa bukan pasangan. Kami hanya teman. Sudah datang. Halo itu lama tidak berjumpa kalian berbincang dulu ya aku ambil makanan di sini baiklah permisi dulu aku tidak menyang luar biasa aku senang sekali melihatmu hari halo kita bertemu lagik sekali pakaianmu hari ini sangat bagus terima kasih kau juga sangat cantik bagaimana Flo apakah hari ini aku membuatmu terpesona kau sudah datang bersama orang lain untuk apa aku terpesona Ah, tadi aku baru saja mengenal direktur Le. Di sini banyak sekali orang kaya. Aku yakin pasti bisa menemukan investor. Nana, Mang Fe lama tidak berjumpa. Halo, Paman Bibi. Jika pelayanan hari ini tidak baik, mohon memaklumi. Eh, bukankah ini pres difang yang sering kau bilang itu kan? Oh, kapan-kapan kita akan mudah sekali. Sungguh anak muda yang berbakat. Halo, aku Frangl. Ah, halo halo halo. Pres Dirfang tidak hanya sukses dalam karir, dia juga terlihat sangat tampan. Lihat saat berdiri dengan MV. Betapa serasinya mereka. Benar, Bibi, jangan bercanda. Aku tidak bercanda. Kalian adalah pasangan yang ditakdirkan. Kalian sangat serasi. Eh, Presidir Fang, kita bicara sebentar. Kita bahas investasi perusahaan. Boleh. Baiklah, silakan. Baik. I kecil. Oh, I bagaimana? Beberapa orang ditakdirkan sepasang, beberapa orang ditakdirkan tidak sepadan. Nana, luar biasa. Tidak masalah. Aku tidak heran. Aku ingat Nve hanya mengundang Pres Dirfang. Orang seperti tidak pantas untuk datang. Ini bukan urusanmu, kan? Semoga saja bisnis kita lancar semuanya. Apa kau sanggup membeli gaun semahal ini? Apakah kau merayu bos besar lagi? He, jika kau bicara begini, kau akan cegukkan. Jangan menakut kok. Aku tidak takut. Ada apa denganmu? Iya. I aku tahu. Apakah kau ah? Nana, kau baik-baik saja. Aku baik-baik saja. Kau cepat berdiri. Kau baik-baik saja. Bukankah dia yang dulu? Aku perkenalkan diriku lagi. Namaku Ciang Suyi. Aku adalah prestir perusahaan di Sendowan. Lagi-lagi seorang Presir. Apa kau gemar merayu Presdir? Nana jangan bicara lagi. Kau Presir Fang. Salam kenal. Pantas saja tersasiwan yang terakhir kali begitu cepat sudah selesai. Ternyata ada Presang yang membantu. Dirang jangan bercanda. Halo, aku Pres di Fcorn. Namaku Fang. Kalau kau mau, aku bisa memberikan nomornya. Dia langsung tidak Brfang, jangan bercanda aku orang yang profesional. Semua ini berkat usaha Xiaoi. Dia bisa mendapatkan pujian semua orang. Aku ii padamu, Prestiral. Kau punya pegawai sehat ini. Jika kau begitu mengaguminya, aku akan mewujudkannya untukmu. Besok kau tidak perlu bekerja lagi. Hah? Mengapa kau melarangku bekerja? Akan kujelaskan padanya. Tidak disangka malah cemburu. Heh, lihatlah sekarang ada apa dengannya? Dia putri keluarga kaya sepertimu malah menyukai wanita bersatu. Sudahlah kau jangan bicara lagi. Sudah biarkan saja. Resepsi hari ini sangat bagus. Penataannya bagus. Iya. Kau masih marah ya? Setelah melihat ini kau tidak akan marah lagi. Kau pasti sangat lelah setelah berusaha begitu keras. Di satu sisi kau harus mendekatiku. Di sisi lain kau harus mendekati Chiang Suyi. Tidak disangka kau orang selicik ini. Aku hanya ingin minta maaf padamu. Kau tidak perlu berlebihan, kan? Lagi pula aku sudah sering minta maaf padamu, kau tidak pernah merasa puas. Minta maaf? Tahukah kau kalau minta maaf adalah hal yang paling palsu di dunia ini? Lagi pula kau memang ingin meminta maaf dariku atau hanya ingin membuat hatimu merasa lebih baik? Aku harus mendapatkan maaf darimu barulah hatiku bisa merasa lebih baik. Ini masuk akal, kan? Kalau begitu kau meminta maaf untuk mengambil keuntungan. Mengambil keuntungan? Aku membantumu mendapat investasi departemen pengembangan. Kau malah bilang begitu. Jika aku mengambil keuntungan, aku tidak akan menerima aja, apalagi datang kemari. Sei, tidak disangka perkembangan kalian begitu cepat. Jadi kau ingin bilang kau bersama dengannya demi aku? Benar. Baguslah. Kalau aku sudah kau tidak perlu mengkhawatirkan departemen pengembangan lagi. Aku mendirikan departemen pengembangan karena parfum hormon. Konsep parfum hormon juga datang darimu. Jika kau terus menjerat karena alasan ini, maka mulai dari sekarang aku dengan resmi membatalkan proyek parfum hormon. Kau tidak perlu mencari investasi untuk ini lagi. Kau bertahan begitu lama mengapa menyerang? Karena sekarang aku langsung begitu kesal melihatmu. Aku sama sekali tidak ingin melanjutkan lagi. Iya. Iya. Bagaimana mengatakannya? Lagipun awalnya masih masuk akal. Aku kenalkan padamu. Ini adalah direkturku dari teknologi Sansu. Halo. Halo. Aku harus pergi karena ada urusan mendesak. Apa kau tidak berencana mengantarku pulang? Nunca jika presidirang ibu, aku bisa mengantarmu. Kalau begitu terima kasih. bisa diterima. Hah. Hah. Hah? Mengapa kau keluar? Sui apa kau merasa aku menyebalkan? Apa kau merasa aku menyebalkan? Tidak. Aku rasa kau Ramadan baik, bahkan senang membantu orang lain. Tentu saja kau tidak menyebalkan. Kalau begitu aku juga merasa kau sangat baik, sangat menggemaskan, dan sangat menarik. Jika kau pun dibenci orang, maka tidak ada orang lain yang pantas disukai. Sio, Ci, kau lihat bulan itu. Ada orang yang merasa kalau itu sangat indah. Ada yang merasa bentuknya tidak tetap. Kita pun juga sama, tidak bisa memuaskan semua orang. Jadi, bersikaplah layaknya dirimu. Lagi pula menurut hukum kekekalan massa, kalau ada orang yang membuatmu sedih, pasti ada orang yang menghiburmu, kan? Makanlah permen, aku masih punya banyak. Baik, terima kasih. Mengapa kali ini aku makan permen pun tidak bisa membuatku senang? Siaosi, apakah kau tahu kenapa aku selalu bawa permen? Saat aku kecil, aku tidak punya teman. Aku hanya bisa menanggung semua masalah sendirian. Suatu kali aku sangat sedih. Aku bersembunyi sendirian di kebun bunga. Ada anak perempuan yang memberikanku permen. Dia memberitahuku, makan permen bisa membuatku senang. Asal kau makan satu permen, kau akan langsung merasa senang. Itu pertama kali ada orang yang perhatian. Eh, lalu bagaimana? Lalu aku juga ikut tersenyum saat melihat senyumannya. Kau bisa ingat jelas kejadian saat kecil. Sepertinya hal itu memberimu pengaruh yang cukup besar. Benar. Jadi sejak saat itu aku selalu tersenyum. Aku ingin mempengaruhi semua orang dengan senyumanku. Jadi Xochi, sebagai temanmu aku memberitahumu. Kau wanita paling cantik saat tersenyum. Sudah selesai acara yang membosankan. Ayo aku antar pulang. Baik, ayo pulang. Ayo. Apa kau yakin tidak perlu mengantarmu masuk? Tidak masalah. Aku ingin jalan sendirian saja. Si aku sudah tahu. Ah. Aku pergi dulu ya. Sampai jumpa. K