YUTA MIO PANIK CCTV Merekam HAMUD HABIBI HAMUD HORROR | SAKURA SCHOOL SIMULATOR

Amut amut amut amut habibi amut. Aku akan mencari anak-anak yang mempermainkan mantraku. Wah. Hamud. Hamud habibi. Hamud. Hamud. Hamud. Hamud. Hamud habibi. Hamud. Hamud. Habibi hamud habibi hamud hambi hamud hamud. Hamud habibi. Hamud. Eh, apa itu? Ah, Hamud. Hamud, Hamud, Hamud, Habibi. Hamud, Hamud, Habib. Hamud, Habib itu kan Hamud, Habibi. Hamud. Aduh, aku harus segera melapar sama Kak Yuta. Aduh, Kak Yuta di mana ya? Oh, ini dia nih, Kak Yuta. Ada apa, Baby Tega? Kenapa kamu datang? Tolong, Kay. Di depan rumah ada Hamud, Habibi. Hamud. Dia raksasa. Kentengta. Apa? Ada Habibi raksasa. Waduh, gawat nih. Tuh, Mio, Mio, Mio. Bangun, Mio. Tatanya di depan rumah ada hamut Habibi Raksasa. Wah, gawat nih. Coba kita lihat dari belakang rumah dulu, Mio. Eh, dengar Mio, haramnya berbunyi. Kita harus segera memeriksa CCTV nih, Mio. Tunggu ya, Mio. Biar aku aktifkan CCTV-nya. Ah, Miu, Miu. Lihat itu. Hamud, Hamud. Hamud. Hamud habibi. Hamud. Hamud habibi. Hah? Astaga. Ternyata benar di depan rumah ada raksasa. Hamut-hamut Habibi. Waduh. Baby Steiga. Kamu tunggu di sini ya biar aku dan Mio yang turun. Ayo Mio, kita periksa Mio. Tapi sebaiknya kita periksa di kamar Kak Sakura aja deh. Ini sedikit berbahaya. Wah, lihat itu Miu. Gede banget raksasanya. Wah, ayo Miu kita coba keluar dari sini. Jangan Kuta, biar aku yang keluar. Kayak Yuta di sini saja ya. Pasti dia tidak ingin menyakiti perempuan. Nah, tenang saja. Aku akan hati-hati, Kayuta, supaya dia tidak melihatku. Hammud Hamud Hamud Hamud habibi Hamud Hamud habibi Hamud habibiud amut habibi sepertinya aku mendengar ada suara anak kecil sekitaran sini dia mempermainkan mantraku. Wah, aku akan mencarinya sampai aku dapat. Wah, itu dia anaknya. Hei, kamu ayo ikut aku. Kamu telah mempermainkan mantra Hamud, Habibi. Ayo, sekarang kamu akan aku bawa ke raksasa Hamud, Habibi. Wah, si Mio kok lama banget ya. Aku jadi khawatir nih. Eh, sebaiknya aku keluar saja deh. Eh, si Miu ke mana ya? Wah, astaga. Si Mio telah meniru gaya Hamud Habibi. Wah, sepertinya akan aku tukkan. Hei, Hamud Habibi, tolong hentikan. Hentikan. Hamut habibi. Amutamut habibi. Aku akan melepaskan anakmu ini. Tapi kamu harus bisa mengumpulkan lima kado yang tersebar di kota Sakura. Oh, kalau begitu baiklah aku akan menuruti permintaanmu. Tapi tolong jika semuanya sudah terkumpul tolong bebaskan si Mio, ya. Aduh, sabar ya, Mio. Biar aku yang pergi mencari kado yang tersebar di kota Sakura itu. Sebaiknya aku mau lapor dulu deh ke polisi io. Siapa tahu di sana ada informasi tentang kotak kadu itu. Wah, akhirnya aku sudah sampai. Ih, polisio, polisio. Si Mio dalam bahaya. Aku disuruh mengumpulkan 10 kado agar si Mio bisa bebas. Kado? Oh, tadi ada seseorang yang datang ke sini membawa kado. Itu ada di dalam. Apa? Kado itu ada di dalam kantor polisi Koban. Wah, terima kasih infonya polisinya. Aku akan mengambil kadu itu. Eh, tapi kardu itu di mana? Ya, kok di sini enggak ada. Oh, itu diinya kadunya. Wah, akhirnya aku sudah mendapat satu kado hamut habibi. Berarti si sempat lagi. Polisi polisio. Benar, aku sudah dapat kado amat habibi. Terima kasih ya. Aku akan mencari lagi. Eh, kau kenapa ada suara yang berbunyi ya? Sepertinya itu bunyi suara katu hamut Habibi. Eh, Pak Dokter, apa kamu melihat kado yang warna kuning? Iya, aku melihatnya dia ada di dalam. Wah, terima kasih, Pak Dokter. Tapi kok di sini enggak ada ya kodu itu? Wah. Kira-kira di mana ya, Teh? Itu dia kadunya. Wah, ternyata kadu itu dijaga sama Ibu Suster. Wah, akhirnya aku sudah dapat dua kado. Terima kasih ya, Bu Suster. Kamu telah menjaganya. Nah, aku harus segera pergi dari sini. Pak Dokter, aku sudah mendapatkannya. Terima kasih, ya. Nah, aku harus segera mencari tiga lagi. Kira-kira kado yang lain ada di mana ya? Aduh, aku harus segera mendapatkannya. Eh, apa itu? Wah, ternyata di tempat bengkel juga ada kadu. Wah, akhirnya Pak Bengkil aku akan membawa kad ini karena kad menyelamatkan si Mio. Wah, terima kasih ya, Pak. Pemingkir aku harus segera pergi. Wah, akhirnya aku dapat satu lagi. Berarti kado yang aku cari sisa dua lagi. Kok sepertinya itu bunyi kado lagi, ya? Wah, benar nih. Itu suara kado. Hei, Sif. Apa kamu melihat kado di sini? Aku tidak melihatnya. Oh, begitu ya. Wah, tapi alamku berbunyi. Pasti kado itu ada di sini. Wah, enggak ada juga. Kira-kira di mana ya? Coba ke sini. Wah, ternyata benar kadunya ada di dalam misi. Wah, aku sudah mendapat kado yang keempat. Ah, akhirnya. Hei, Om Shif, aku sudah mendapatkan kado yang aku cari. Terima kasih, ya. Wah, aku harus segera pergi dari sini. Waktuk beberapa menit lagi. Kalau aku tolat, wah, si Mio bakalan kasihan banget. Ah, aku harus segera mencarinya. Duh, kira-kira diar ada enggak ya? Eh, tapi orangku berbunyi. Sepertinya memang di sini ada kado itu. He, Mbak Kasir, apakah di sini ada orang yang menitip kado? Wah, biar aku yang mencarinya sendiri. Pasti kadu itu ada di sekitaran sini. Dengan tangan dia ada dalam sini, ternyata tidak ada. Aduh, aku harus mencarinya di mana ya? Eh, itu dia kadonya. Wah, itu dia kado yang terakhir. Akhirnya aku mendapatkannya. Wah, dengan begini si Mio akan bebas dari kutukan hamut-hamut Habibi. Wah, ini adalah kado yang terakhir. Aku harus segera membawa kado ini ke depan rumah supaya si Miu bisa bebas. Duh, akhirnya semuanya sudah terkumpul. Nah, kita sudah sampai di rumah. [Musik] Hei, Hamudamut Habibi, aku sudah mengumpulkan kadomu. Sekarang bebaskan si Mio. Hamud, Hamud, Hamud, habibi Hamud. Wahai kamu Yuta, kamu telah berhasil mengumpulkan semua gado-gado sesuai yang kuperintah. Baiklah, sekarang aku akan membaskan anikmu dari kutukanku. Nah, sekarang dia sudah sehat lagi Yuta.

YUTA MIO PANIK CCTV Merekam HAMUD HABIBI HAMUD HORROR | SAKURA SCHOOL SIMULATOR

#anomali
#sakuraschoolsimulator​
#idsakura​
#sakuraschoolsimulatordrama