GEGER! RUMAH JAMPIDSUS DIGEREBEK POLISI, TAPI MALAH DIKAWAL KETAT TNI. LANJUTAN KASUS PENGUNTITAN?

[Musik] Halo, halo. Apa kabar? Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Herzun Arif. Senang sekali bisa kembali menjumpai Anda semua. Rumah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febri Adiria Ansyah dikabarkan digerebek oleh petugas kepolisian. Namun polisi gagal melakukan penggeledahan karena rumah di kawasan Jakarta Selatan itu dijaga ketat oleh personil TNI. Apa sesungguhnya yang sedang terjadi? Karena konflik antara kejaksaan dengan kepolisian khususnya ini yang melibatkan jaksa Agung muda pidana khusus Febri Adriansyah bukan pertama kali terjadi. Tahun lalu seorang polisi yang disebut-sebut sebagai anggota deemen khusus 88 anti teror ditangkap oleh polisi militer yang mengawal Febri Adriansyah karena diduga dia sedang membuntuti Febri Adriansyah. itu ketika Febri Adriansyah tengah makan e di sebuah restoran di kawasan Jakarta Selatan dan pada waktu itu jadi geger kasusnya karena kemudian muncul yang disebut sebagai semacam teror atau pengepungan kantor kejaksaan yang itu dibantah oleh kepolisian terutama Brimop tapi kemudian dibenarkan oleh e jaksa Agung Sanitar Burhanuddin. Jadi kalau yang sebelumnya itu ada yang membenarkan tapi ada yang membantah. Sementara dalam kasus terbaru penggerbakan rumah eh Jaksa Agung Muda Pidana khusus Febri Adriansa yang terjadi hari Kamis ee pekan lalu itu ee Kejaksaan Agung justru membantahnya. Sementara dari kepolisian baik Bares Krimabus Polri maupun Polda Metro Jaya sampai sejauh ini ee saya ee belum menyimak ada ee komentar ataupun ee penjelasannya. Sementara kalau dari Mabes TNI memberikan eh penjelasan yang normatif ini berkaitan dengan pengawalan di rumah Febri Adriansah yang disebut mencapai 10 orang personilnya. Ini berita ini pertama kali muncul di portal online tempo.co. Tidak saya mau baca seperti itu. Tapi belakangan kemudian media-media masa nasional juga banyak membuat tapi follow up story-nya ini judulnya hampir 10 prajurit TNI berjaga di rumah Jampitsus Febri Adriansyah. Kenapa pakai hampir 10 ya? Karena 10 itu kan bilangan yang masih ee mudah di apa ya dihitung ya. Ini di dengan teaching-nya dengan teasernya ini. Pengawalan ketat oleh prajurit TNI ini berkaitan dengan upaya penggeledahan yang terjadi di rumah Jampitsus Febri Adriansyah pada Kamis malam. Dan ini beritanya diturunkan pada tanggal 4 Agustus 2025. Hari ini Senin ya pada pukul 0.53 waktu Indonesia bagian barat. Saya bacakan ini dari tempo ya. Kediaman pribadi milik Jaksa Agung Muda eh tindak pidana khusus Jampitsus Kejaksaan Agung Febri Adriansyah dijaga ketat oleh prajuri TNI. Rumah tersebut berlokasi di Jalan Radio 1 Keramat Pela, Kebayuran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat, 1 Agustus 2025. Berdasarkan pantauan tempo, ada 5 sampai 10 personil TNI yang berjaga di sekitar kediaman febri. Para prajurit tersebut mengenakan seragam lengkap bermotif loreng-loreng. Mereka juga memakai baret yang menandakan asal kesatuan, yakni baret hijau dan baret ungu. Ya, kalau baret hijau ini berarti infantri, ya. Kalau ungu dari dari mana ini? Dari dari mariner ya berarti ya. Para personil TNI tersebut terlihat selalu menenteng senjata. Salah satu personil bahkan tampak tidak sekalipun meletakkan senjatanya. Para-parudi TNI itu berjaga di dua pos yang terletak di dekat rumah jaksa tersebut. Pos pertama berlokasi di taman tepat di seberang gerbang samping rumah. Sementara itu, pos penjagaan kedua ada di depan gedung Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Selatan yang berada sekitar 2 m dari kediaman Febri. Menurut keterangan salah seorang pedagang yang berjualan di sekitar lokasi, penjagaan ketat oleh prajurit TNI tersebut baru dilakukan beberapa hari ini. Saya juga kaget,” kata pedagang yang tidak bersedia sebutkan namanya tersebut pada 1 Agustus 2025. Pedagang itu bercerita Febri juga baru saja keluar dari rumahnya dengan menggunakan mobil. Kepergian Jampicus itu dikawal oleh beberapa mobil yang mengikuti dari belakang. Mobil pengawal tersebut diduga berisi prajurit TNI dan Tempo telah berusaha meminta konfirmasi ihwal penjagaan oleh TNI ini kepada Febri. Namun hingga berita ini dituliskan belum ada jawaban yang bersangkutan dan Tempo kembali meminta konfirmasi kepada Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Anang Supri Supriatna. Tapi tetap tidak ada jawaban yang diberikan. Berdasarkan informasi yang dihimpun tempo, pengawalan ketat oleh prajurit TNI ini berkaitan dengan rencana penggeledahan yang terjadi di rumah Febri pada Kamis. Tapi gagal sebab banyak personil TNI yang berjaga di sana. Selain kediaman Febri, kabarnya polisi berencana menyambangi kafenya di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Kafe itu dikelola oleh FYH ee dan F sempat diringkus polisi dari apartemen elit di kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan dalam kasus penculikan dan perintangan. Namun TNI menjemput F dari markas polisi. TMO telah meminta konfirmasi ewal upaya penggeledahan dan penangkapan ini kepada Kepala Biro Penerangan Markas Besar Polri, Brigadir Jenderal Truno Yudo Wisnu Andiko. Saya belum tahu, kata dia. Dalam catatan tempo, Febri Adriansyah juga pernah mengalami peristiwa penguntitan oleh Detasemen Khusus 88 Polri pada Ahad 19 Mei 2024. Dua sumber tempo yang mengetahui kejadian tersebut menceritakan saat itu Febri tiba di restoran untuk makan malam di salah satu restoran Prancis di Cepete, Jakarta Selatan sekitar pukul 20 sampai 21 waktu Indonesia bagian barat. ini kalau lihat beritanya berarti tempo sudah mengikuti beberapa hari dan baru menurunkannya beberapa hari kemudian hari ini ya baru sejakang sejak Kamis kemarin sampai hari ini. Jadi cukup lama mereka sudah melakukan coverbard side juga sudah meminttain konfirmasi sana sini tapi belum dapat ee konfirmasi. Nah memang saya membaca ini Anang Supriatna kepada media juga ketika ditanya dia menyatakan bahwa itu sumbernya dari mana? karena harus jelas karena kata dia tidak ini karena ya dia tidak mendapatkan informasi soal itu berarti Anang Supriatna itu membantah ada peristiwa tersebut tapi kalau lihat deskripsi dari yang disampaikan tempo tadi clear ya mereka turun ke lapangan wawancara dengan para pedagang bisa mendeskripsikan suasana di sekitar rumah dan sebagainya jadi kita mesti mencium ada sesuatu ini. Mengapa kemudian kok ini tidak ada penjelasan yang resmi? Padahal ini kan berkaitan dengan konflik antar institusi. Ini kan berbahaya sekali ya. Nah, menurut ee Anak Supriatna ini kepada media ini ramai-ramia kelihatannya menjelaskan bahwa kejak di ee di Kejaksaan Agung menyatakan itu tidak ada penebalan penjagaan di rumah Jaksaaku Agung Muda tidak pidana khusus Febri Agriansyah. Kalau pengamanan kami kan sudah ada MOU eh ini memory of understanding dengan TNI eh panglima dengan jaksa Agung dari dulu juga sudah ada kata dia. Ini penjelasan Kapus Venkom Anang Supriatna pada hari ini ya Senin 4 Agustus 2025 dan Ana mengatakan pengamanan itu juga tidak lepas dari jabatan FEBRI sebagai jam fitsus kejaksaan agung. Sebagai jampitsus menurut Anang Febri banyak menangani perkara korupsi. Ya kan tahulah penanganan sudah ada dari dulu. Nah, bagaimana dengan eh TNI? TNI juga memberikan keterangan yang normatif. Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI, Mayor Jenderal Kistianturi mengatakan pengamanan terhadap pejabat Kejaksaan Agung seperti Jaksa Agung muda tindak pidana khusus atau jampisus masih sesuai dengan tugas tentara. dan dia mengacu pada Kristomai maksud saya kusus Kapuspen TNI mengacu pada peraturan presiden nomor 66 tahun 2025 tentang perlindungan negara terhadap jaksa dalam melaksanakan tugas dan fungsi kejaksaan Republik Indonesia. Kristomei, Mayor Jenderal Kristomei juga merujuk pada nota kesepahaman MOU, MOU antara lembaga militer dan kejaksaan agung nomor NK6/4 Romawi G 2023 yang masih berlaku. Setiap pelibatan prajurit TNI dilakukan sesuai prosedur dan tidak dalam kapasitas menghalangi proses hukum. Itu kata Kristume eh melalui keterangan di aplikasi perpesanan pada hari ini juga Senin, 4 Agustus 2025. Kristume menyatakan TNI tetap menjunjung tinggi supremasi hukum dan menghormati tugas serta kewenangan institusi lain dalam kerangka hukum yang berlaku. Dan dia mengklaim TNI selalu berpegang pada prinsip profesional, netral, menjalin sinergi positif dengan lembaga lainnya. Nah, ini kalau soal itu memang betul ya, penjagaan personil itu e bukan hanya personil bahkan kantor kejaksaan seluruh Indonesia kan itu juga dijaga. Sebelumnya Panglima TNI melalui telegram-nya kepada kepala staf TNI Angkatan Darat itu kan memerintahkan untuk penjagaan ee para ee jaksa di seluruh wilayah itu. Bahkan yang dijaga itu bukan hanya jaksanya tapi juga keluarganya itu. Ee tiga ke atas, tiga ke bawah dan tiga ke samping. Jadi personilnya juga cukup besar yang dikerahkan. Dan kemudian tidak lama kemudian kan muncul juga keputusan pengawalan seluruh kantor kejaksaan di seluruh Indonesia mulai dari Kejaksaan Agung sampai Kejaksaan Negeri. Jadi untuk di kantor Kejaksaan Agung itu ada dua peleton ya itu bergantian pletonnya menjaga. Sementara untuk Kejaksaan Tinggi seluruh Indonesia ada satu peleton. Sementara untuk Kejaksaan Negeri itu ee satu regu. Jadi 10 orang ini jumlahnya pada waktu itu saya hitung-hitung kalau seluruh Indonesia itu bisa sampai 6.000 personil. Jadi gila-gilaan ee penjagaannya ini ketat banget. Dan kita menduga-duga apa kaitannya dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh Presiden ee Prabowo untuk melakukan penanganan berbagai korupsi. Kan kita tahu namanya kalau korupsi itu melibatkan kekuatan besar bahkan juga banyak sekali ee petinggi-petinggi itu negara yang juga terlibat dalam korupsi gitu ya. Nah, kalau kasusnya Febri ini sebenar seperti yang tadi ditulis oleh Tempo itu pada tanggal 19 Mei lalu itu sempat bikin geger ya. Karena ee pada waktu itu dia ketika sedang makan malam dikuntit oleh beberapa orang personil yang ee kemudian ketika pasukan pengawalnya ini ee karena eh dia Febri Adrians ini dikawal oleh ee polisi militer dari TNI Angkatan Laut itu kemudian berhasil menangkap salah satu personil itu yang ditangkap itu dan diketahui kemudian dia ini adalah anggota Densus 88 gitu dan setelah diinterograsi dan kemudian terjadi ketegangan akhirnya diserahkan ke Polri eh dan eh selang sehari kemudian itu tanggal 20 eh Mei 2024 malam hari ini ee ada sejumlah personil yang disebut ee belakangan katanya sebut itu personil Brimop itu show of force berkeliling ee mengitari kantor Kejaksaan Agung di kawasan Blok Marta Selatan. Tapi tidak terjadi ada apa-apa. Mereka hanya menggeber-geber sepeda motornya dan menyarkan sirene. Dan setelah peristiwa itu kemudian penjagaan di Kejaksaan Agung diperketat oleh polisi militer dari TNI Angkatan Laut. Tapi soal ini dibantah oleh komandan Korbimop pada waktu yang menyatakan bahwa itu framing. Menariknya Jaksa Agung itu menjawab pertanyaan dari anggota Komisi 3 Benny Kaharman itu berapa bulan berselang ya tanggal 13 November 2024. dia membenarkan memang ada ee penguntitan itu untuk Pak Beni terkait pengepungan Kejaksaan Agung dilakukan jujur aja dilakukan oleh oknum BRIMP. Okno Brimob yang tertangkap oleh kami serahkan ke Mabes PORI dan kami tidak monitor lagi soal itu. Seperti biasa, Pak S. Buranudin ini irit aja jawabannya meskipun di DPR juga ee hanya pendek saja dia menjawabnya. Nah, kalau begitu sekarang apa sesungguhnya yang terjadi? Apakah masih ada kaitannya dengan kasus lama yang tahun lalu pada bulan Mei tahun 2024 atau ada kasus baru? E tapi kan memang benar kalau kemudian disampaikan oleh e Kapus Venkom Anang Supriatna bahwa sebagai jaksa Agung muda tndidak pidana khusus ini menangani kasus korupsi ya dia banyak menangani kasus-kasus besar dan kasus besar ini berkaitan dengan ya orang-orang besar juga. Jadi tapi kenapa kok ada ada kepolisian itu yang jadi pertanyaan di situ. Nah dalam kasus yang terbaru ini kelihatannya kalau tadi disebutkan ada soal ee soal penculikan, soal perintangan ee dan sebagainya. Yang ini saya kira harusnya bisa dibikin clear ya. Kalau enggak ini muncul jadi rumor-rumor dan namanya kalau spekulasi itu ya makin semakin enggak jelas itu semakin ee menarik buat publik. Jadi saran saya sebenarnya harusnya segera di bikin dibikin terang apa sesungguhnya yang terjadi. Kalau itu kaitannya dengan peristiwa pidana ya di dilakukan saja meskipun itu berkaitan dengan keluarga dari jaksa Agung Muda pidana khusus bahkan kalau melibatkan jaksa Agungnya jaksa Agung Muda sendiri gitu kalau enggak orang kan seram ini berbenturan antara TNI dengan Polri di sini dalam soal itu. Saya Arif sampai jumpa lagi. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Tepuk tangan] [Musik]

Subscribe juga akun:
Rocky Gerung Official
https://www.youtube.com/channel/UClp5BC5q94WufuaOl667JtQ

F&F
https://www.youtube.com/@FREEDOMANDFAIRNESS

MSD
https://www.youtube.com/channel/UCuwYsgOFjt6eYrJFRygR59A

Forum Tanah Air
https://www.youtube.com/channel/UCMJYWPTw-RqrBqmZMnusvXw

2025

#hersubenopoint
#hersubenoarief
#hersubeno
#fufufafa #gibran #kaesang