My Girtlfriend Is An Alien S2 (Pacarku Alien S2) | INDO DUB | Episode 14

色不知道看著你被我的可愛我 Astaga, apa yang perlu disedihkan? Aku sudah tidak lulus tujuh kali, bukankah masih baik-baik saja? Ini untukmu. Ini namanya permen. Ini benda dari bumi. Makan satu saja. Kau akan segera menjadi senang. Cepatlah makan. Apakah enak? Senyummu sangat cantik. Suaramu bagus. Ayo kita jadi teman. Teman. Teman juga adalah bahasa dari bumi. Teman seperti kita tadi. Saling berbagi makanan enak dan juga memuji dengan tulus. Tapi yang terpenting adalah teman harus bergaul dengan tulus juga. Tidak boleh menindas sesama dengan semena-mena. Datang untuk menyelesaikan tugas. bukan ditindas olehmu. Kenapa kau begitu emosian hari ini tidak bermain lagi? Bagaimana kalau ku temani berlatih? Aku takut kau bosan berlatih sendirian. Aku beritahu kau si adalah gadis yang baik. Kau tidak berak melampiaskan emosi padanya. Apa hubungannya masalah kami denganmu? Masalah sio adalah masalahku. Aku peringatkan kau. Jika kau berani menindas sihi lagi, aku akan menghabisimu. Aku lihat kau tidak punya kemampuan ini. Hubungan Pres Dirfang dan direktur Jang bagus juga. Mereka bahkan saling menggelit. Hah? Ya sudah, jangan lihat lagi. Ayo pergi, Nana Cay. Kau sungguh ingin mengundurkan diri. Orang yang begitu baik akan meninggalkan kami. Ini untukmu. Awalnya aku mau simpan ini untuk dipakai sendiri. Tidak disangka kau memakai duluan. Kau jangan sampai menyerah, ya. Setelah pulang, kau harus berlatih keras, menaklukkan musuh, dan bangkit kembali. Toko teh susuku tidak jauh dari sini. Kau pesan sudah bisa bertemu denganku. Seringlah berpesan. Terima kasih. Kalau begitu nanti aku pesan segelas sehari. Eh, Najay, apa kau sungguh tidak ada harapan dengan Presiden lagi? Aku akan bantu menjelaskan. Presidir, Nona Cai sudah memberikan pengajuan pengunduran diri. H hah, kau tidak kaget sama sekali. Dia kali ini sangat gigih. Uruslah serah terima pekerjaannya. Presdir, kau sungguh sangat tidak, tidak. Kau ini sangat tenang menghadapi kebergian karyawan. Hari ini ada jadwal apa? 1 jam lagi akan ada rapat rutin. Nanti sore ada rapat penelitian departemen parfum. Oh ya, Nonachan bilang dia mau mencarimu membahas iklan alat rias. Aku tahu pagi. Kau sudah lelah bekerja. Aku membawakanmu kopi. Kau keluarlah dulu. E e ini adalah proyek kerja sama The kelak kau yang melanjutkannya. Baik, Nona Cha, kenapa kau tidak panik sama sekali? Malah tenang saja, aku pasti membantumu memantau presir di perusahaan. Jangan sampai membiarkan dia merebutnya. Kau lihat mereka berdua sangat cocok kan? Dia sudahlah aku sudah menyerah terimakan pekerjaanku. Aku juga sudah memberikan barangku. Sampai jumpa. Selamat tinggal. Drama yang manis. Kenapa berubah menjadi drama cinta segitiga? Masuknya orang ketiga sangat mempengaruhi hubungan aktor dan aktris utama. Apakah mereka akan kembali bersama atau berpisah? Silakan dengarkan penjelasan selanjutnya. Aku sudah berdiskusi dengan fotografer. Lokasi yang dipilih adalah akuarium. Ditambah dengan lipstik berkilau F Corp. Hasilnya pasti sangat bagus. Kita akan melakukan pemotretan untuk foto promosi pasangan sore ini. Menurutmu bagaimana? Fangleng? Fangleng. E boleh. Ee kalau begitu sepakat. Baik, kalau begitu kau lanjutkan pekerjaanmu. Aku pergi dulu. Terima kasih. Semalam kau membiarkanku pulang sendiri. Apakah kau hari ini tidak berencana mengantarku? H baiklah, mengantar sampai sini saja. Mengapa kau mengundurkan diri? Bukankah kemarin masih baik-baik saja? Dia sendiri yang memutuskan. Asalkan berbakat di mana pun pasti akan berjaya. Kelak tidak peduli kau ke perusahaan manapun. Kau harus semangat ya. Kami pergi dulu. Selamat tinggal. Manusia tidak boleh mengkhayal barang yang tidak pantas dengannya. Meski kau terlalu lambat menyerah, tapi setidaknya kau sadar diri. Ini sepenuhnya bukan salahmu. Fangleng tidak akan inisiatif menolak orang. Ini juga yang membuatmu berhalusinasi. Kau ini mengapa tiba-tiba berubah kepribadian? Aku peringatkan kau. Kelak jangan biarkan aku melihatmu muncul di sisi Fangleng. Gadis sepertimu hanyalah hiburannya saat bosan. Apa yang kau bicarakan? Kau ini sungguh seperti itu. Seperti apa ya? Kau tunggu sebentar. Jangan bergerak. Tunggu sebentar. Kau adalah gadis munafik yang egois dan tidak tahu sopan santun. Kau merasa seperti Putri karena kau cantik. Namun sebenarnya isi hatimu lebih buruk daripada Ibu tiri putri salju. Kurcci saja cemas melihatmu. Pangeran melarikan diri saat melihatmu. Cermin ajaib melihatmu. Benar. Itulah dia. Hah. Mengapa setelah datang ke bumi aku tidak pernah menang dalam perdebatan? Hah? Trik di bumi terlalu dalam. Aku sangat ingin pulang ke Cap Town. Anakku, setelah sampai sekolah, kau belajarlah yang baik. Ibu tenang saja demi masa depan FCP, aku pasti tidak akan membiarkanmu kecewa. Baiklah, sudah. Ah, Ibu aku pergi dulu, ya. Selamat. Jangan sering makan pesan antar. Akhirnya anak ini sudah semakin dewasa. Bersatang. Ayo, rayakan. Ah, menyenangkan sekali. Akhirnya aku sudah bebas. Putarlah musik. Siopu, jika bukan karena kau mengirim surat penerimaan itu, aku sekarang masih dikurung di rumah. Oh, ya. Aku menemukan sebuah lomba lukis. Kau boleh siap-siap untuk ikut. Jangan buru-buru. Otak seniman perlu relaksasi yang cukup. Dengan begitu baru bisa terinspirasi. Tidak boleh buang waktu. Sudah lama tidak melukis tangan mukaku kan? Ayo lukis. Ayo asisten suruhlah si mencetaknya sudah mengundurkan diri Kalau begitu kau saja. Ramuan pertama terlalu kuat. Dosis parfum bisa lebih akurat. Sio kau yang bertanggung jawab di proyek ini. Presona Chai sudah mengundurkan diri. Antarkan kopi untukku. Eh, Presdir, ini aku. Oh, iya, Presidir. Apakah kau merindukan, Nona Cha? Karyawan yang sudah mengundurkan diri. Bukankah teleponnya harus dimatikan? Apakah kau tahu ini kelalaianmu? Antarkan kopi untukku. Wah, kue stobberi. Lihat sebelah sana saja ya. Iya, masih coba. Iya, sudah. Coba. Maaf, ini kue maca yang kau pesan. Kau sudah lama menunggu. Kau salah mengantar ya. Oh, benar. Ini kue stobberry. Maaf, maaf ya. Maaf, kue cokelatmu akan segera datang. Hah? Eh, maaf. Sudah. Ada apa, Shoi, beberapa hari ini kau kelihatan bingung? Aku tidak apa-apa. Aku mengantar kola ke meja nomor 7uh dulu. Eh, meja nomor 7uh memesan es teh. Ah. Ah, kalau gitu ini adalah meja nomor tig. Bukan meja nomor tiga memesan es lemon. Tidak ada yang memesan Kola. Apa kau terlalu lelah? Begini saja, aku memberimu waktu libur. Kau bisa pergi ke mana saja. E tidak apa-apa. Tidak perlu memberiku libur. Tidak apa-apa. Lagi pula dua hari ini tidak banyak pelanggan. Aku bisa mengurusnya. Shoosi, apa nanti sore ada waktu kita pergi bersama. Ini tiket ke pameran permen. Eh, ini bagus. Aku ingin memperkenalkan toko teh susuku dengan bisnis permen. Kalau kebetulan bisa membantu Kakak mempelajarinya, bagaimana? Lagi pula dia. Eh, maaf siapa namamu? Halo, aku Chianse. Oh, iya. Tuan muda ke-11 ini sengaja kemari untuk mencarimu. Benar kan? Kalau kau tidak pergi, dia akan sedih. Eh, baiklah kalau begitu ayo kita pergi. Eh, tunggu dulu. Dadan yang cantik kalau mau pergi keluar. Ayo ganti baju sana. Harus mengganti baju. Patuhlah. Cepat ganti. Kalau begitu kau tunggulah. Aku mau ganti baju. Aku akan menunggu. Xu terlihat masih sangat sedih. Itu benar. Sejak mengundurkan diri kondisinya semakin buruk. Namun tadi itu aku tidak menjodohkan kalian. Hanya saja Presfang terlalu keterlaluan dalam masalah ini. Dia membuat Xoi sedih. Aku sebagai penggemar mereka sudah tidak tahan. Kau hanya boleh menemani Xochi menghilangkan beban pikiran. Kau tidak boleh sampai mengambil kesempatan. Oh iya. Baik, silakan masuk ini. Halo, silakan masuk. Sekali sekali bagaimana kalau satu permen tidak cukup? Semuanya cukup kan? Sudah cukup. Eh, apa semua ini boleh dibeli dan bawa pulang? Pikirkan lama yang kau mau. Setelah itu ku belikan. Tunggu. Iya. Iya. Jangan bergerak. Pemotretan. Benar. Kau sore ini harus pergi ke akuarium untuk foto iklan promosi dengan Nonona Chen. Kau sendiri yang menyetujuinya pagi ini. Nonahan bilang tim di sana sudah siap. Tinggal menunggumu. Batalkan saja dulu. Hah? Nanti sore masih ada rapat. Presir sebenarnya aku juga tidak suka dengan Nonen. Tapi bagaimanapun kita sudah menyetujuinya jika dibatalkan akan tertundah. Aku ikut pemotretan. Namun kau harus mengubah lokasinya menjadi pameran permen. Ini tidak mungkin. Tidak mungkin secepat itu aku coba bebasnya ya. Cepatlah. Iya. Ibu, Ibu, aku mau permen yang ini juga. Apa kau suka di sini? Hah? Lihatlah itu. Ah, permenku kembalikan padaku. Ini semua dibelikan ayah untukku. Kau tidak apa-apa kan? Aku tidak apa-apa. Aku sungguh tidak apa-apa. Ini gara-gara kau semua jadi ini. Maaf tempat ini sementara dipakai oleh kami. Kalian datang di lain hari. Kebetulan sekali, Prestirfan. Tidak disangka kau ada waktu luang melihat pameran saat kerja. Direktur Ciang bercanda. Kami datang untuk bekerja. Kalau kalian, kami punya rencana sendiri. Kau tidak perlu khawatir. Ayo pergi. Ayo kita cepat mulai. Eh, kalian berdua tunggu dulu. Apakah kalian berdua bersedia menjadi model kami? Hah? E menurutku jika hanya memotret satu grup pasangan terlihat membosankan. Kalian terlihat sangat fotogenik. Lagi pula kalian kenal Presfang dan yang lain. Lebih baik foto bersama. Ini tidak pantaslah menurutku. Boleh saja. Dua perusahaan kami memang rekan kerja sama. Direktur Ciang tidak keberatan membatu hal ini. Kan Siochi. Hm. Kau bersedia? Tidak mau. Ayo. Benar juga. Kekompakan tidak bisa dibangun dalam waktu yang sesingkat itu. Jika terlalu dipaksakan, kita juga tidak perlu membuang waktu. Ayo. Siapa bilang tidak kompak? Kami berdua sangat kompak. Ayo pemotretan. Ayo lihat kemari. Baik. Sekali lagi ya. Bagus sekali. Ekspresi kalian harus lebih alami. Baik, sekali lagi. Si ekspresimu harus lebih alami. Nah, lihat kemari. Baik. Bukalah matamu. Xiaochi. Kau harus terlihat lebih senang. Senang? Kau harus memikirkan hal yang membuatmu senang. Bisa tidak? Hal yang menggembirakan? Tidak apa-apa. Kau hanya orang biasa. Berdiri dengan artis profesional sepertiku pasti menyulitkanmu. Saat pemotretan, perlu memperhatikan tiga hal. Citra, aura, dan bentuk tubuh. Kau bisa memenuhi kekurangan citra dan auramu melalui gaya. Kekurangan apa yang kau maksud? Mm. Ayo belajarlah denganku. Aku baiklah ya. Ini lumayan benar. Rilekslah sedikit. Miring sedikit lagi. Bukan begitu. Sekali lagi. Maaf, aku lupa gaya ini bergantung pada bentuk tubuh. Ini tidak cocok denganmu. Tidak masalah kalau tidak cocok. Tidak perlu diajar aku bisa sendiri. Maaf, maaf. Eh, Xia. Ekspresi tadi sangat bagus dan manis. Nah, lebih manis lagi ya. Ayo. Benar. Nencay, senyumanmu ini sang menular. Benar? Eh, senyuman tadi. Benar. Pertahankan ekspresi ini. A. Eh, begini ya. Eh, bagus. Sangat bagus. Iya, bagus. Nah, benar. Sekali lagi ya. Sangat bagus. Pertahankan ya. Begitu sekali. Sangat bagus. Hei, semakin lama semakin bagus. Baiklah, baiklah. Yang ini sangat bagus. Lumayan semuanya. Baik, sudah ada. Kalian sudah bekerja keras. Sekarang kalian tukar baju. Oh. Eh, pergilah. Boleh. Foto promosi pria harus menggunakan gaya yang bertolak belakang. menggunakan kegagahan kita untuk menciptakan kelembutan riasan ini. Boleh. Sebenarnya menurutku Pres Dirvang, kau boleh membuka kancing. Ayo, suara musiknya lebih keras lagi. Nah, bagus. Sangat-sangat bagus. Sangat bagus. Sekali lagi ya. Baik, ganti gaya sekali lagi. Sangat bagus. Kenapa aura persaingan mereka sangat kuat? Heh, menurutmu siapa yang tampan di antara mereka? Pertahankan tentunya. Pres Dirfan. Apa yang tidak pernah kulihat? Baik, turunkan dagunya. Sangat bagus. Asisten H. Candy sangat bagus. Kalian boleh kembangkan gaya sendiri. Baik, sekali lagi. Wow, mudah gaya lain ya. Assisten H lihat kemari. W. Baik. Sangat bagus. Lihatlah. Pertahankan. Wah, itu wah sekali. Wah, tubuhnya terlalu bagus. Ah, sudah, sudah, sudah cukup. Jangan buka lagi. Sudah bagaimana? Sudah ada. Kenapa? Aku bisa membuka satu kancing lagi. Aku juga boleh. Sudah ada. Kau yakin? Sungguh sudah bisa. Jika dibuka lagi tidak bisa tayang. Baik. Baik. Kalian istirahatlah. Siap-siap untuk pemotretan pasangan. Hah. Pelan-pelani. Aku tidak sengaja. Maaf. Mari. Presiden. Kau sudah bekerja keras hari ini. Mari. Eh, terima kasih. Menurutku penampilanmu hari ini sangat menawan. Sangat bagus. Aku ambil seotol lagi. E, mari biar aku lapang. Bagus sekali. Kau hari ini sangat cantik. Kau juga tampan. Baik, lebih dekat sedikit. Ayo lihat pasangannya. Nah, sangat bagus. Ayo lihat kemari. Sangat bagus. Sekali lagi. Baik, lumayan. Hei, Siochi, kau boleh mengangkat satu kaki agar terlihat lebih ceria? Mengangkat kaki? Eh, begini. Sudah ada. Aku bawa postur seperti ini. Seperti itu. Eh, begini saja. Kalian gantilah pasangan Presidir Fang dengan Xochi. Kalian satu tim. Bagaimana? Kami tidak ada masalah. Mengapa harus ganti pasangan? Pasangan yang awal sudah bagus tidak mau. Koordinasiku dengan Pres Dirfang bagus. Mengapa diganti begitu? Saya benar. Kenapa harus diganti? Benar. H. Tapi menurutku, kau mau menampilkan hasil terbaik kan? Hm. Ada apa kau takut? Takut apa? Jika tidak takut? Ayo, ayo, ayo. Ayo. Kau takut? Tidak takut denganmu. Ayo, ayo foto. Kalau begitu tim kalian dulu. Kalian berdua istirahatlah dulu. Baik, kita mulai. Aku sangat menantikan tim ini. Lebih dekat sedikit. Lebih dekat sedikit. Benar. Kenapa begitu jauh dariku? Merasa terlalu lukaku aku tidak melakukan kesalahan padamu. Untuk apa merasa bersama? Relah. Sangat bagus. Benar juga. Sebenarnya aku ingin berterima kasih. Sejak kau meninggalkan perusahaan, seluruh efisiensi bekerja meningkat 25%. Hei, perhatikan ekspresi. Rileks sedikit. Kau meninggalkan perusahaan tanpa mengucapkan satu kata pun. Kau menyerahkan pekerjaan pada asisten Han. Kau jangan memfitnahku. Semuanya sudah kuserahkan pada asisten Han. Tidak ada yang tertinggal. Lalu aku. Benar. Sangat bagus. Biasanya kau mengantarkan kopi dan memperbaiki dokumen. Saat kau pergi, apa ada serah terima padaku? Kau jangan memfitnahku. Kau sendiri yang bilang aku menyebalkan. Saat aku pergi seharusnya kau senang. Itu perkataanku saat emosi. Mari lihat kamera. Sangat bagus. Kepalanya bersandar sedikit. Hah, sangat bagus. Ya, benar. Sekali lagi. Sangat bagus. Ayo, lebih romantis lagi. Direktur Chiang hanya diam saja melihat pasanganmu begitu romantis dengan orang lain. Kau sungguh berhati besar. Bukankah kau sendiri juga? Hah? Terlalu lama berdiam di rumah jadi tidak ada inspirasi sama sekali. Terima kasih. Tema tahun ini adalah debaran hati. Kau pikirkan baik-baik apa yang bisa membuat hatimu berdebar. Debaran hati. Debaran hati. He. Aku tahu apa yang bisa membuat hatiku berdebar-debar. Apa? Namun jika aku mengatakannya, apakah sedikit lancang? Tidak akan katakan yang mau kau bilang. Kalau gitu akan kukatakan Piala juara pertama. Iya. Iya. Dipikirkan saja aku sangat senang. Wow. Wow. Iya. Piala Kenapa suhuku tiba-tiba meningkat tadi? Tapi saat mendengar juara pertama, suhunya malah turun tiba-tiba. Hah? Hah? Gawat. Gawat. E, ibuku. Aku bilang pada ibuku, setelah selesai sekolah akan pulang ke rumah. Tenang saja, aku akan membawau pulang lewat jalan pintas. Kau memang bisa diandalkan. Aku peringatkan ya, tidak boleh lagi memegang kepala. Ayo tidak boleh pegang kepala tapi bergandingan tangan. Apakah ini masuk akal? Bukan urusanmu. Intinya tidak boleh memegang kepala. Selesai. Sudah selesai. Terima kasih. Sudah Kevin nanti kamu mau ke mana? Ayo ambil ini. Apa kau mau makan makanan yang enak? Gantilah bajumu. Baik, aku akan menggantinya. Tunggu aku. Pilihlah fotonya. Aku pulang duluan ya. Saya sudah bekerja keras. Hati-hati kalau begitu. Duluan. Kau sudah memesan mobil? Hati-hati. Aku terpaksa mengatakan kau bisa mengambil kesempatan dan menghancurkan pemotretanku. Memanglah hebat. Kau memang musuh cinta yang pantas dilawan. Tapi aku tidak mau menghabiskan terlalu banyak waktu padamu. Jika kau bersedia menyerah dari Fangleng, ada banyak orang kaya di sekitarku yang bisa aku kenalkan padamu. Tidak akan kurang dari Fangleng. Wah, bagus sekali. Simpan saja untukmu. Aku mohon padamu untuk melihat fakta yang jelas. Vangleng pasti akan memilih orang yang bisa membantunya. Bukan gadis biasa pengantar makanan sepertimu. Lagi pula dari latar belakang keluarga sampai penampilan, apa yang bisa kau bandingkan denganku? Tunggu sebentar. Kau, kau setelah bicara langsung pergi. Apa kau merasa bersalah atau direncanakan? Sungguh sangat aneh. Apa sebenarnya kau itu? E tidak boleh berkata kotor. Atas dasar apa kau meremehkan pekerja? Tidak sepertimu yang hasilkan uang mengandalkan kedipan mata dan air mata palsu. Memangnya kenapa kalau mengandalkan diri mencari uang? Siapa yang kau bilang mengandalkan kedipan mata? Menurutmu siapa? Bukankah hanya ada kita? Lagi pula, bisakah kau tidak membawa keluarga saat bicara? Tanpa perlindungan keluargamu, siapa yang akan peduli dan mengenalmu? Jika kau dibuang ke kelompok orang itu, tidak akan ada orang yang melihatmu. Sungguh tidak bernilai sama sekali. Kamu mau bilang dirimu cantik, kan? Apa gunanya cantik? Banyak orang cantik yang tidak menghormati orang sepertimu. Lagi pula bedakmu sepertinya sudah berantakan. Harusnya aku tidak salah bicara. Siao, ah. Ayo pergi. Hm. Kau tunggulah. Ada apa? Wow, Pres Dirfang perhatian sekali. Kalau begitu, jagalah pacar cantik yang layak untukmu ini. H. Ayo pergi. Aku tidak hati-hati hingga terkilir. Sangat sakit. Kau baik-baik saja kan bisa mengantarkanku ke rumah sakit. Non, akingmu berlebihan. Siapa bilang tidak kompak? Kami sangat kompak. Ayo pematretan. Kau berusaha begitu keras harusnya sangat lelah. Aku hanya mau minta maaf padamu. Sudah minta maaf berkali-kali apa kau tidak puas sekalipun? control Ah. Ha. Ah. ni