Dituding Cetak Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Paiman Beri Klarifikasi | Rakyat Bersuara | 31/07

Oke. Jadi kalau seandainya dituding oleh Pak Betor, kalau ee ijazah itu dibuat oleh di Pasar Pramuka terkait dengan Pak Paiman. Bisa terkait dengan Pak bisa terkait dengan Pak Paiman. Silakan Pak Paiman. Tadi saya ingin berikan kesempatan pada Pak Arianto dan Bung Reli serta Bung Fahrad. Tapi karena ada kedatangan eksklusif nih, belum pernah tampil di layar manapun ya, Pak Paiman Raharjo ini wakil Menteri Desa pada saat Pak Jokowi jadi presiden 2022-2023 kalau tidak salah dan Pak Paiman ini kemudian belakangan dituding sebagai pemilik tempat percetakan di mana ijazah Pak Jokowi dicetak secara palsu. Saya tanyakan ke Pak Paiman. Betul ya tudingannya seperti itu Pak Paiman? Iya betul dengannya seperti itu. Oke apa yang Pak Paiman mau sampaikan. Terima kasih Pak Paiman sudah hadir nih eksklusif di Rat Bersuara ya. Terima kasih kawan-kawan semuanya. Ya, saya kira begini ya. Dasar tuduhan ijazah palu itu kan kalau menurut saya itu ee tidak punya bukti kuat ya dan juga cuman asal tuduh saja. Nah, saya juga menyayangkan ya katanya kaum intelektual, para doktor ya, tetapi logika berpikirnya kok tidak sehat gitu ya. Jadi kalau kita ee sederhana saja kok tatkala kita menuduh ijazah itu palsu, maka mana yang asli gitu kan. Orang bilang palsu ya harus ada aslinya dong. Orang melihat aslinya aja belum ya kan. Nah, dan juga gampang saja cara membuktikannya kan tidak usah ribut-ributlah. tidak usah uji pakai inilah, pakai itulah. Tanyakan saja ee pada lembaga yang mengeluarkan ijazah itu. Kalau lembaga yang mengeluarkan ijazah itu sudah mengaku, “Ya mahasiswa ini kuliah, ya mahasiswa ini lulus, ini arsip ijazahnya sudah selesai gitu. mau diuji pakai hukum apapun tatkala sudah fakta mengatakan bahwa lembaga yang melakukan ijazah itu ee mengatakan asli, ya sudah mau ke mana pun juga nanti akan di ee peradilan juga pasti akan membenarkan yang mengeluarkan ijazah itu gitu loh. Yang kedua saya kira ya bahwa teman-teman saya ini saya itu sebenarnya mengagumi Mas Royo karena dulu saya sering acara ee peringatan H Sumpah Pemuda itu sering bareng kalau enggak salah tiga kali itu ya saya mengagumi beliau saya makanya saat itu saya kan hanya memberikan saran gitu ya tetapi saya tidak menyangka terjadi seperti ini gitu loh. Nah, jadi saya kira karena kita ini kan orang-orang intelektual ya, orang-orang doktor ya, dibanggakan oleh rakyat Indonesia gitu. Saya kira seperti Pak Roy Suryo ya, karena kan mantan menteripora kan. Oleh karena itu jangan asal tuduh sana sini gitu apalagi belum bisa membuktikan ijazahnya Jokowi itu palsu. Ya kan sudah menuduh saya yang mencetak. Sebentar, Pak Paiman. Saya harus ee tanya kepada Anda nih. Anda betul punya percetakan di Pasar Pramuka? Jadi gini, saya tidak punya percetakan, tapi saya punya pengetikan dan pengetikan. Pengetikan apa? Skripsi hidup. I khusus skripsi zaman itu belum ada pemasukan dokumen-dokumen palsu belum ada. Tahun ber tahun berapa, Pak? Saya tahun ’97 sampai 2002. Oke. 97 sampai 2002. Anda kenal Pak Jokowi dari mana sampai bisa jadi W Mendes? Ini kan banyak pertanyaan nih, Pak. Nah, ini ini yang keliru menafsirkan ya. Tadi saya kenal Pak Jokowi itu saat pemerintahan Pak SBY mengadakan yaitu hari peringatan HSNs di Mana Solo. Saya sebagai tim acara. Nah, sayalah ee yang selalu berhubungan dengan Pak Jokowi itu 2005. Nah, di situlah kami perkenalan. Kemudian tahun 2007 kami bawa ke kampus ya, ke kampus dan sebagainya. Nah, kalau jangan dikait-kaitkan gitu loh. Kalau saya menjadi wamen itu memang saya memiliki kompetensi dan saya ingat ya teman-teman saya ini ketua umum relawan dari tahun 2012. Oke. 2014. Seandainya saya mendapatkan ya jabatan itu pun 2023 sampai 2000 karena relawan itu Bapak mau sampaikan itu ya. Ya karena saya memang berjuang dan saya memang ketua umum gitu. Saya memiliki anggota lebih dari R 3 juta. Saya punya relawan. Oke. Oke. Jadi, jadi e Anda mau mengatakan ya enggak aneh kalau saya jadi wamen. Bukan ujuk-ujuk karena saya sudah berjuang berkeringat untuk Pak Jokowi sejak 2012. Iya kan? Yang lain juga yang relawan-relawan kan juga banyak. Artinya bukan karena ada imbal balik saya mencetak ijazah. Saya enggak tahu menahu gini loh. Saya ini orang Islam saya sudah berpuluh-puluh kali ke Makkah. Saya sudah bilang loh sama Mas Suryo dan teman-teman loh, sumpah mati pun saya enggak tahu menahu tentang ijazah itu. Nah, artinya gini loh, kalau orang Islam sudah mengatakan seperti itu, masa sih masih masih dibombardir begini begitu kan juga perasaannya juga enggak enak. Apalagi saya ini seorang pendidik. Apalagi saya punya jabatan yang paling tinggi di kampus yaitu rektor gitu loh. Jadi janganlah nama saya dirusak dengan bukti tuduhan ijazah palsu yang belum terbukti palsu sudah menuduh saya. Saya terus terang aja dari awal saya mengagumi Mas Ro Suryo tapi dengan sikap yang seperti ini koyaknya enggak layak beliau disebut doktor gitu. Karena pikirannya apa? Pikirannya itu dangkal sekali. mengkaitak gitu loh. Mengkait-kaitkan tanggal 1 Mei loh. Padahal isunya aja tanggal 23 Juni isu ijazah di pramuka kok bisa-bisanya saya juga dituduh mengkondisikan ini kan sesuatu. Terus apa hubungannya dengan ijazah? Saya dikaitkan dengan profesor palsulah harta sayalah loh apa hubungannya gitu loh. Oke Mas ada yang mau sampaikan Pak Paiman saya singkat aja. Benar, Bapak kirim WA ke saya. Enggak ada hujan, enggak ada angin. Tanggal 6 Mei tahun 2025. Benar enggak? Di WA itu Pak Paan nulis, “Kalau saya enggak minta maaf ke Jokowi, keluarga saya tidak damai dan tidak aman.” Benar. Oh, jangan, jangan dipotong. Jangan dipotong. Itu kalimatnya kok jangan dipotong. Saya yang terima gini, itu enggak sempurna. Jadi sempurnanya gini, kita ke ahli bahasa kalau enggak sempurna. Sudah saya sudah saya konsulkan ke ahli bahasa bersertifikat. Iya. Sekarang gini, Mas. Kan bahasa pertama dong yang di ini, Mas. Saya saran bahasa pertama boleh sopan, bahasa terakhirnya ngancam. Anda saya luruskan kalau tidak minta maaf bisa masuk penjara. Saya luruskan bukan begitu ini. Ini malah ngacau lagi nih Farhan nih. Enggak ngerti apa-apa malah malah konyol kamu tuh. Bahasa yang sangat sopan ini konyol ini. Karena ancaman memfitnah itu ada nente, ujaran kebencian semua. Jadi saya sudah luruskan ya Pakiman. katanya profesor, profesor ya katanya ya nulis WA semacam itu sudah saya konsultasikan ke ahli bahasa bersertifikat itu ada itu ada bahasa yang intimidasi satu saya selesaikan yang kedua benar enggak setelah itu Anda mengakui dan Anda minta maaf ke saya pada WA berikutnya. Oke, saya jawab Mas ya. Loh, iya. Enggak minta maaf enggak Anda? Oke. Iya, betul. Lah, saya sudah. Terus Anda kalau sudah minta maaf kok tiba-tiba nuntut itu kan enggak sopan itu. Oh, sebentar. Loh, terus terus Anda ngakui enggak kalau Anda pernah punya kios di Pasar Pramuka pengetikan tahun 97 sampai 2002, tapi banyak sekali orang-orang di Pasar Pramuka dan itu sudah ada nama-namanya. Anda masih aktif di sana sampai 2015 masih nampak sampai 2017? Saya jawab saja jawab. Iya, silakan jawaban. Ya gini Mas ya, Mas. Seorang doktor tapi cara berpikirnya egois. Egoisnya apa? Saya kan dari awal kan ini kata kan saya begini, Mas. Saya sudah melihat isnya Pak Jokowi secara langsung mata kepala saya sendiri dan dari penjelasan lihat di mana? Maka loh dengerin dulu tadi diamat mana? Lihat di mana? Oh di rumahnya saya. Tanggal berapa? Tanggal 3 April. Oke, nanti buktinya apa untuk lihat di tanggal 13 itu? Tanya aja Pak Jokowi. W orang kayak gitu ditanya konyol ini enggak katanya gini profesor konyol ya kayak gini nih ya. Jangan konyol. Masalahnya gini loh. Orang kalau sudah benci, orang kalau sudah enggak bisa berpikir waras ya apapun penjelasan tetap salah. Mas sekarang saya ya. Oke saya jawab yang di pramuka sekarang kalau memang ada yang mengatakan saya ada itu tahun 2017 mana orangnya jangan pakai topeng dong dilihati saya dong. Yang kedua kalau saya diduduk yang mencetak mana bukti yang dicetak? Siapa yang menuduh mencetak? Siapa yang melihat saya mencetak gitu? Siapa yang menuduh mencetak? Lah kan Bapak Mas R dan Bitor. Gimana sih? Enggak ada kata-kata saya menuduh Pak Iman mencetak itu ada kata enggak ada nanti kita silakan silakan konfirmasikan ke Pak Bitor saya tidak pernah menuduh Pakiman mencetak ada di situ waktu dia minta maaf waktu dia minta maaf ke saya dia bilang dari Suryo katanya gitu sebentar sebentar Pak Paiman Mas Mas tadi katakan Pak Paiman kan katakan bahwa kiosnya itu di Pasar Pramuka itu sampai 2012 I oke 2002 Tapi saksi-saksi di sana banyak mengatakan sampai 2015 pun sekarang mana itu masih sebentar Pak Paiman saya mau tanya dulu Pak Mas Roy. Iya apa pentingnya kalau seandai Pak Paiman mengatakan sampai 2002 tapi ternyata sampai 200 ahli intelijen ahli intelijen Pak Sri Rajasa ya itu kemudian ketika membaca permintaan maafnya Pak Iman ini ke WA ke saya 97 2002 langsung mengatakan ini ciri-ciri orang yang mau lari dari tanggung jawab. Maksudnya gimana? tahun 2012 yang diramaikan oleh Bitor. Jadi ada Gisro ijazah palsu itu yang dikatakan dibuat tahun 2012 oleh Pak kios di kiosnya Pak Paiman tahun 2012 oleh Betor ya. I oleh Bitor ya. Jadi, jadi saya kemudian mengatakan ini tolong dianalisis oleh intelijen mantan Kabinda Aceh ya. Dan beliau sudah meneliti dan sudah menemukan beberapa orang itu dan nanti tinggal dibuktikan aja bahwa 2012 masih ada kiosnya Pak bukan kiosnya Pak Pak Iman itu masih aktif di sana dan punya punya apa ya anggota atau punya apa gitu. Oke. Jadi kalau seandainya dituding oleh Pak Betor, kalau ee ijazah itu dibuat oleh di Pasar Pramuka terkait dengan Pak Paiman. Bisa terkait dengan Pak bisa terkait dengan Pak Paiman. Silakan Pak Paiman. Ya, saya kira gini manusia itu kan gini ada tabur tu suatu saat pasti akan menduai apa yang yang disampaikan. Karena saya ini ya orangnya ya jujur-jujur aja memang saya memang enggak tahu menahu mbok mau diapain pun saya memang enggak tahu menahu gitu. Nah, mengenai mengenai ada orang yang melihat saya sampai 15 17 katanya tadinya 17 sekarang 15 15 sampai 17 ada gitu ya. Tunjukkan aja orangnya mana. Jangan pakai topeng diwawancarai gitu loh. Yang kedua iya nanti ditunjukkan. Ya. Yang kedua gini loh, jangan asal tuduh sekarang orang lembaga yang mengeluarkan ijazah Jokowi aja di matatakan jangan dikatakan dengan saya. Sekarang gini Mas tuntaskan aja dulu buktikan kalau Joko itu palsu sehingga baru nanti oh yang bikin Pak Iman. Nah gitu apa-apa sudah menuduk. Enggak usah sok suci. Kita juga tahu Pak Paiman juga ribut di Universitas Pustopo Beragama. Bahkan sekarang diragukan diragukan oleh mahasiswa yang lain. Enggak, enggak melebar. Ini kan sok suci ini kan sok suci dan kita apa yang disampaikan Pak. Enggak apa-apa saya jelasi saya jelasi di Mustopo itu yang Mas Suryo sebenarnya ini terlalu melebar ya. Tapi enggak apa-apa saya jelaskan dong karena sayaung ya. Jadi Royo itu dapat info dari Hermanto. Hermanto itu saat ini statusnya tersangka bukan dari Heranto. Bukan dari Hermanto. Salah salah Anda. Anda salah pilih. Bukan dari Hermanto. Saya dapat dari profesor-profesor di Mustopo. Dapat dari seorang ee perwira juga yang ada di sana. Bintang ada di sana. Jadi sudah clear itu. Sekarang gini aja buktikan aja Mas. Jadi gini, Maso ini oke buktikan aja kita awal-awalnya adalah ijazah sekarang melebar ke mana-mana gitu ya. Ya silakan artinya Anda enggak ada hujan, enggak ada angin katanya nuntut saya tadi soal apa iya soal kekiswaan yang ada di Mustofa beragama dan ada penggelapan juga ada penggelapan alpard ada penggelapan vila di Bali ya. Ah, itu salah. Sudah itu, itu ini catatan aja karena kita kasih kesempatan Pak Paiman menjelaskan karena ini terang-terangan memfitnah dan menghina Pak Pahiman. Silakan Pak silakan. Ini Pak juga ngo gini aja Mas Suryo. Kalau memang Mas enggak bisa dijelasin secara logika yang baik kita selesaikan aja duel kita sampai mati. Ayo. Jangan dong Pak. Jangan dong. Jangan dong, Pak. Saya pikir ini profesor kampungan ini. Jangan dong, Pak. Cose. Oke. Oke. Baik. Berani enggak Reyo? Enggak. Jangan. Saya pikir itu bukan bukan ee tantangan dan tidak patut untuk kemudian kita sampaikan. Silakan, Pak. Baik. Wajarlah artinya Pak sebentar, Pak. Ini e pengacara Bapak Pak Farhad. Silakan Bu Farad. Kita memaklumi, menyadari bahwa kondisi begini kalau menghadapi Pak Pro Suryo ini kan doktor gitu. Biasa kalau orang-orang yang enggak sekolah kan ngejek atau bawel aja nyebelin. Apalagi kalau dokternya betul-betul menusuk di hati gitu. Makanya kita lapor ke pidana kemudian gugat perdata. Oke. Pada kesempatan ini kami bertemu dengan tiga orang ini yang memang oleh Pak Profesor Paiman Bapak sebagai tergugat. Mas Roy digugat 1,5 miliar kalau tidak betul. Iya semuanya kira-kira 1,5 miliar 750 juta untuk material 750 imaterial. Oke, total 1 seteng lah. I kemudian ee mereka ini kita anggap adalah orang-orang yang sangat berani dan nekad tapi enggak tahu tinggalnya di mana. Nah, ketika dilarikan ke tim ada TPUA ke tim lawyer mereka juga mereka semua pada enggak ada yang mau memberitahu alamat. Nah, bahkan Egi Sujana pun kantornya juga sudah pindah katanya ke Bogor. Akhirnya kami sudah menemukan alamatnya melalui data. Memang kita anggap ini mereka adalah orang-orang ahli IT yang tidak susah ditembus untuk hacker alamatnya. Saya enggak tahu bagaimana tekniknya. Ya, itu menurut diskusi kami agak sulit. Mungkin sengaja pernah punya KTP, alamatnya di kompleks DPR tapi belum ada perubahan. Ee mungkin juga ada di Jogja kalau data rekamnya kita sudah dapatkan. Misalnya Abang ini ee ngajar di Medan tapi rumahnya mungkin di Klaten. Oke. Nah, tapi itu enggak masalah. Tapi pada kesempatan ini saya minta apakah bersedia untuk hadir walaupun nanti alamat surat lambat untuk supaya orang lihat nih kalian berani menginap. Kita tunggu Mas Aiman. Jangan sampai jangan sampai kesalahan atau kebodohan lawyer yang tidak menuliskan nama dan alamat dengan tepat ya itu ditimpakan ke kita. Yang yang salah siapa? Bukan kita kalian berani enggak? Kalian kan menghina orang loh. Enggak. Yang salah siapa? Enggak ada masalah. Kalau masalah keselamat masih bisa kita pakai diumumkan ya di koran. Silakan umumkan. Sekarang kalian fair dong. Kalian menghina Pak Jokowi, kalian menghina. Menghinanya di mana? Menghina Pak ya. Menginanya di mana? Ya udah nanti aja. Menghinanya di mana? Sudah baca SPDP kan? Menghinanya di mana? Ini Pak Suryo aneh saking ngeyelnya. Sudah masuk SPDP masih menanyakan menghinanya di mana. Loh. Iya. Ini orang seperti ini contoh. Ini aneh saya tanya aja enggak bisa jawab. Lawyer aneh ini. Mas Farhad. Iya. Anda pernah enggak ini saya buka aja Anda pernah enggak mengajukan diri ke TPUA untuk menjadi lawyer kami tapi ditolak? Tidak pernah. Nah ini perah bohong. Tidak pernah. Mana bohong? Buktinya mana? Siapa tuh? Tuh tuh ada ini baru kenal saya ini. Pak Rustam. Pak Rustam silakan. Eh Rustam saya tidak pernah ketemu kau barusan kemarin. Enggak Pak enggak usah enggak usah manjat. Pakai mikrofon aja kasih mikrofon. Pakar pakai mic ada. Jadi karena ditolak terus kemudian sekarang ini orang baru ketemu kemarin. Dengar dulu. Ini orang baru ketemu kemarin. Katanya dia orang dari Ternate kenal saya. Enggak pernah. Iya. Tapi saya enggak pernah minta kerjaan sama dia. Minta kerjaan. Emang lu siapa minta kerja sama gua? Ya itu udah salah kan kali. Ya udah stop dulu Pak. Saya mauini udah kamu stop aja. Enggak enggak ini ini kalifikasi Pak Suryo bahwa saya jangan ngajak sumpah Al-Quran yang namanya Farad Abbas itu salah. Salah. Nah saya tantang lagi paraat Abbas sumpah jatah Alquran. Eh untuk apa? Sumpah untuk apa? Untuk menyatakan kebenaran kalau kita katanya di dane dana besar dan ada orang di belakang kita. Saya enggak saya enggak kenal kamu. Enggak ada urusan sama kamu. Enggak ada urusan sama dia. Alurannya mana Alquran? Saya enggak kenalin orang minta sumpah Al-Qur’an. Ayo sumpah untuk karena bahasa sekarang. Iya. Buat apa sumpah Al-Qur’an? Untuk bicara kebenaran. Farhan itu urusan kamu. Kok urusan saya? Urusan kamu juga.Udaporin polisi. Anda mau ngomong Anda mau ngomong mau ngomong apa? Enggak nyampai nanti malu loh kamu. Kan tadi kamu kan tadiat pernyataan Pak ingin ikut di gue minta kerjaan sama lu mau ikut di TPUA. Enggak pernah. Enggak pernah. Oke. Anda mau ana mau nyampaikan bapak mau menyatakan bahwasanya Ibu Kurnia pernah bicara itu juga. Rustam itu Farad Abbas pernah mau ikut-ikutan jadi pengacara di TPUA tapi kita tolak. Ibu Kurnia ngomong begitu dengan saya. Kurnia saya enggak kenal. Ibu mana? Eh okeat kali mulut kau. Jangan ngarang-ngarang. Malu kamu. Sana sana kau yang malu. Udah udah udah enggak ada enggak ada kaitan itu. Enggak ada enggak ada, enggak ada enggak ada. Itu itu, itu ngarang aja. Eh pekerjaan apa itu ngarang aja itu. Dia pengin masuk TV tuh. Oke. Oke. Silakan. Kalian mau hadir enggak menghadapi sidangnya Pak Baiman? Nanti tunggu saja tanggalnya. Panggil polisi datang enggak? Oke, datang ya. Clear ya. Tunggu saja. Bayangkan kalian lihat nih orang bertiga ini yang di tengah ngina-nginain Pak Jokowi. Teriak yang udah kayak pendemo sendiri demonya. Enggak tahu. Malu gua ngelihatnya. Terus Pak Suryo yang mana itu? Yang mana? Ini masalah mobil SMK. Mobil SMK ini atau SMK? Hah? SMK 6000 kan? 6000 jelas ini. Iya iya. SMK itu saya yang nyopir. Saya tahu pasti sejarah SMK. Kamu bohong ini. Wah. Orang ini bohong terus ini bukan bohong cara-cara menghinanya. Kemudian Pak Joko itu yang satu nih, Ibu yang pakai jilbab nih. Pak Jokowi jelas kalau bagi saya Pak Joko itu sakitnya mungkin karena pakai obat skinc sama dia mungkin ya kan? Mungkin dengar lu dulu gak usah lu ngomong ini bukan debat sama dia. Bisanya dia ngomong ini kutukan Allah karena pemimpin masalah. Oh fitnah fitnah fitnah fitnah. Iya coba kita lihat ya. Fitnah ya ada beritanya fitnah. Nah, saya tidak pernah bilang begitu. Saya sebagai dokter ya yang profesional memberikan saran secara kedokteran karena saya khawatir dengan kesehatan Pak Joko Widodo. Jadi saya memberikan sal rekomendasi profesional karena memang ada kebencian bukan orang yang netral. Tidak ada kebencian. Jadi Anda memfitnah semua akan menjadi kualitasnya kayak gini penilaian ini lawyer. Eh orang ini siapa ya? Siapa kamu siapa? Diam diam dulu diam dulu dulu. Kalau namanya dokter ahli media sosial yang terhormat dong dengan cara-caranya.Entar silakan drtera untuk menjelaskan apa yang dr. Seperti IVA sampaikan terkait dengan Pak Jokowi, terkait dengan apa tadi yang disebutkan Bang Farhad tadi? Ee penyakit penyakit. Iya. Pak Joko Widodo itu kan pejabat publik, seorang tokoh ya kan. Sehingga kita semua itu yang memiliki kompetensi itu harus memberikan pandangan kita, saran kita itu sebagai rasa empati kita. Saya tidak melihat ada orang di sekitar beliau itu memberikan empati yang sama. Ya, kamu dengan cara-cara menghina memalukan. Masyaallah diam dulu. Bisa diam kan? Ya. Jadi saya kayaknya cuman Bapak Ibu ini cuman g halus tapi jahat. Jadi nanti saya berpatan pada Bad. Silakan silakan dokter tiba karena dia motong saya Pak tadi. Maunya kamu dengar dulu omongan saya. Iya. Oke. Oke. Oke silakan. Mungkin sudah enggak sabar pengin ngomong sama saya. Sil saya kok kamu saya kok. Silakan. Saya ngomong kamu potong enggak? Enggak apa-apa. Silakan nanti saya beri kesempatan. Boleh? Silakan sekarang ya. Jadi saya melihat beberapa bulan sejak tanggal 24 April 2025 orang-orang di sekitar Pak Joko Widodo itu enggak ada satuun yang benar-benar memberikan sebuah kelayakan bagi beliau yang sedang sakit berat. Saya sebagai dokter ya, Mas saya master saya dalam bidang imunologi, saya tahu persis ya, bahwa beliau itu bukan sekedar alergi kulit karena sabun. Anda bisa lihat ya, kalau orang kena alergi kulit atau kena alergi cuaca dalam 3 sampai 5 hari dokter sederhana saja bisa menyembuhkan beliau. Tapi ini sudah lama sekali ya kok mengejek tuh gimana? Saya bagi saya kalian mengejek. Makanya saya dengarin supaya orang tua ibu dalam keadaan mengejek orang nih. Mas Aiman saya enggak bisa bicara dengan baik kepada rakyat Indonesia. Diselesikan sedikit lagi jangan ngejek nanti saya beri kesempatan pada Bu Farhad. Bung Reli bisa enggak ya? Jadi saya ini sebagai dokter tuh memberikan sebuah saran yang proporsional sesuai profesi saya ya. Sampai saya saking khawatirnya saya selalu berulang-ulang saya mengatakan Pak Jokowi enggak bisa diobati di Indonesia. Beliau harus dibawa ke Rumah Sakit Guangzo. Karena saya sembuh kok sekarang sudah sembuh. Oh bukan. Anda dokter apa bukan? Kamu ngejek. Anda dokter apa bukan? Saya bukan dokter tapi kamu enggak pantas. Dokter aja enggak boleh membongkar orang. Kalau bukan Farat kadang bikin jangan lupa cangkir kopi hangat yang nikmat untuk menemani kebersamaan kita dalam program rakyat bersuara. Kita akan segera kembali. Saat lagi tap sama kami.

Yuk Subscribe https://www.youtube.com/@OfficialSINDOnews

Tanggal Tayang: 31 Juli 2025

Selengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/

Follow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9lDjk90x30mpm5Vy14
Follow our Official TikTok sindonews
Follow our Official Twitter officialinews_
Like our Official Facebook officialinews
Follow our Official Instagram officialinews

Dapatkan sajian berita dan liputan langsung peristiwa terkini secara cepat dan akurat di:
https://www.inews.id/ untuk berita dari daerah-daerah di seluruh Indonesia
https://www.okezone.com/ untuk berita-berita sports dan gaya hidup
https://www.sindonews.com/ untuk berita-berit a politik dalam dan luar negeri
https://www.idxchannel.com/ untuk berita-berita pasar saham dan ekonomi

#Sindonews #ijazahjokowi #PaimanRaharjo #rakyatbersuara