Prabowo Ampuni Penghina Jokowi, PEngaruh Jokowi Memudar ?

studio ada Bung Ganda dan Bung Andi. Apa kabar? Eh, baik. Selamat sore. Selamat sore. Selamat sore. Ee, Mas Toto juga bisa dengar suara studio ya. Selamat sore, Bung Andi, Bang Syah Ganda, selamat sore, To. Oke, saya mau ke Bung Ganda dulu. Bung Ganda, e amnesti kepada Sekjen PDIP sudah dikasih kemudian ternyata kepada kedua penghina Presiden Joko Widodo juga itu diberikan pengampunan. Bisa dibaca sebagai sinyal tertentu antara Pak Prabowo dan juga Pak Joko yang semakin merenggang. Ya, kalau merenggang itu relatif ya menurut saya. Tapi kan kita pertama perlu mengapresiasi langkah ee Presiden ee 08 di bulan 8 ini ya kan untuk mengkoreksi bahwa kita ini sudah terlalu jauh konflik-konflik ee sosial yang terjadi di masyarakat kita selama 10 tahun belakangan ini. khususnya ada ribuan korban termasuk saya yang dipenjara ya karena kasus mengkritik Undang-Undang Omnibus Law itu dan ee kasusnya belum selesai misalkan jumuhri Hidayat yang masih di Mahkamah Agung ya ee kita dihukum beberapa orang ee karena ee mengecam ee Undang-Undang Omnibus L tapi kita kemarin sudah menyelesaikan 1000 orang ee tadi malam kita rapat aliansi ini Persan Tapol Napol dan sebagiannya itu 210 orang sudah saya serahkan kepada Profesor Dasco. Oke. Yang dalam hal ini meminta saya merapikan ee nama-nama itu dan kasusnya apa. Jadi kita mengapresiasi bahwa ini adalah koreksi. Jadi ketika presiden itu melakukan langkah trop istilah kita karena dia punya empat kekuatan dalam ee bidang hukum yang dijamin undang-undang melakukan garasi, amnesti, abolisi, dan ee rehabilitasi, maka dia mengambil keputusan itu dengan pertimbangan yang paling ee penting adalah pertimbangan yang ee menurut saya ee sangat-sangat penting buat bangsa ini ee ke depan ya mengkoreksi sejarah dan dia pasti memikirkan tentang persatuan. Nah, apakah persatuan itu seperti yang tadi Pak Menteri Hukum sampaikan, apakah persatu punya konsekuensi ya bahwa kemudian ada pihak-pihak yang ee sakit hati ya kemudian ee menjauh misalkan itu urusan lain tapi ya itu kan dikembalikan kepada pihak-pihak. Tapi Anda melihat ada konsekuensi itu kepada hubungan antara Pak Prabo dan Pak Jokowi ya. Kalau Pak Prabowo kan tidak mungkin mengeluarkan kartu tr-nya memberikan satu eh amnesti kepada ee apa eh Hasto yang selama ini dianggap eh sangat kritik ya terhadap eh mantan Presiden Jokowi dan Hasto yang menjadi tangan kanan sekutunya Anis Baswedan yang ee di dalam ee banyak kesempatan pada saat kampanye membongkar ee apa namanya hal-hal yang mungkin sensitif untuk ee kepemimpinan Presiden waktu itu. Karena Presiden Jokowi waktu itu juga akhirnya mengakui bahwa itu perintah beliau untukembong ya kepada Tom Lembong misalkan. Nah, ini kan dua kelompok. Jadi kalau masyarakat itu sebenarnya ada tiga kelompok. Kelompok dulu kelompok Prabowo ee kelompok Anis dan kelompok Megawati. Nah, mungkin saatnya di hari kemerdekaan ini kita melihat Prabowo pengin merangkul semua. Oke. Pengin merangkul semua. Kalau gitu kita tanya ke Bung Andi. Bung Andi, kalau pemberian pengampunan kepada orang-orang yang dalam tanda kutip berseberangan dengan Pak Jokowi, sebagai relawan Pak Jokowi, Anda bisa menangkap atau bisa memahami itu? Ya, pertama-tama saya e sangat appreciate, ya. Kami ya semua apresiasi kepada Pak Prabowo sebagai presiden kedelapan kita ini menunjukkan ke wisdom-nya ya, bahwasanya anak bangsa ini harus ee sama-sama ee tidak melihat ke belakang gitu. kita harus melihat ke depan untuk bersama-sama membangun bangsa ini gitu. Kalau dari pihak Pak Joko itu tidak ada rasa apa namanya balas dendam apapun itu tidak ada dan sangat mengapresiasi kalau ini memang hak progratif dari Pak Prabowo sebagai Presiden Republik Indonesia untuk itu. Jadi kalau dikatakan mungkin dibilang Pak Jokowi cawe-cawe dalam hal ini dibuktikan gitu Pak Joki tidak cawe-cawe untuk masalah hukum ini. Artinya proses yang berjalan itu sesuai dengan kaidah dari konstitusi. Beliau sangat appreciate ya dan kita semua juga ee apa mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Pak Presiden. Meskipun amnesi itu diberikan kepada dua orang yang sudah divonis menghina Pak Jokowi. Siapapun itu, siap siapapun itu karena itu adalah keputusan hakatif dari Pak Presiden. Pak Jokowi dan teman ee kami-kami semua itu ee samiwatona untuk itu. Oke. Kalau tidak masalah katanya kalau Mas Toto Anda melihatnya sebenarnya keputusan diambil Pak Prabowo ini memang hanya ya untuk rekonsiliasi atau sebenarnya ada motif politik lagi di belakangnya. Maso suaranya masih di-mute. Halo. Oke. Terdengar. Sil. Iya. Iya. Ini sebetulnya kan memang sesuai dengan mazhabnya ee Prabowo Subianto ya yang dari awal yang ingin berbicara mengenai rekonsiliasi. Bahkan ketika berbicara mengenai barisan koalisi tidak berhenti pada kekuatan 85% teruslah terlihat berusaha untuk menarik kekuatan PDI perjuangan walaupun ketika kemudian hubungannya sudah mencair dan menurut saya puncaknya adalah amnesti yang diberikan kepada ee Mas Asto. Tapi kita tahu ee keputusannya adalah PDI perjuangan tetap berada di luar menggunakan istilah penyeimbang. Tapi dalam konteks hubungan yang mencair tidak lagi dalam konteks dendam sejarah apalagi residu pasca pilpres. Itu yang pertama menurut saya terlihat konsisten. Yang kedua, suka atau tidak dari sisi persepsi ini yang kemudian akan membuat image Pak Prabo lebih positif. suka atau tidak ya dengan majunya Mas Gibran secara kontroversial ee sebagai calon wakil presiden Pak Prabo lalu kemudian menjadi wakil presiden ada image seakan-akan ada kekuatan Jokowi yang tetap ada dalam pemerintahan Parabo. Paling tidak dalam pengambilan keputusan yang tidak kemudian ee menganakemaskan ee atau menganak tirikan pihak-pihak tertentu termasuk yang dianggap sebagai musuh politik Pak Jokowi. Pak Prabowo paling tidak berhasil melepaskan dirinya dari image bahwa Pak Jokowi masih menjadi bayang-bayang presiden atau kekuatan lain dalam pemerintahan Prabo. ini bagus buat seorang presiden terpilih ya dan ada PR yang menurut saya tetap harus diselesaikan oleh ee Presiden Prabowo dan ada juga catatan kritis artinya buat pemerintahan Presiden Jokowi ketika Pak Prabowo kemudian misalnya membebaskan beberapa pihak yang kemudian dianggap ee kena vonis pada zaman pemerintahan Jokowi terutama terkait Undang-Undang IT yang sering dianggap oleh teman-teman aktivis sebagai pasal karet, artinya kan ada pemberlakuan secara sistem hukum yang bermasalah pada rez rezim sebelum. Artinya ini kita enggak bisa lihat sekedar pengampunan kepada sosok tertentu, tapi sebuah kritik terhadap sistem yang sempat diakukan pada rezim sebelum. Tapi ada PR juga buat Pak Prabo menurut saya terutama dalam kasus Masasto ataupun dalam kasus eh apa e Tom Lembong ketika Mentesnek mengatakan bahwa dua kasus hukum ini bernuansa politik yang menjadi alasan salah satunya untuk kemudian keluar amnesti dan abolisi. Presiden tidak boleh berhenti pada level memberikan amnesti abolisi sesuai haknya sebagai kepala negara. Presiden artinya mengakui dalam sistem hukumnya ada politisasi yang masih mungkin terjadi. Jadi seharusnya presiden setelah ini tidak berhenti tapi bicara bagaimana perbaikan sistem hukum sehingga hal-hal seperti ini tidak perlu terjadi lagi. Itu poin paling penting menurut saya. Oke. Tapi eh Mas Soto kalau Anda e melihatnya artinya ada konsekuensi tentunya ketika Pak Prabo mengambil langkah amnesti ini. Apakah artinya ini bisa dilihat? Ya, Pak Prabowo mulai melihat kekuasaan atau pengaruh dari Pak Jokowi sudah mulai mengecil. Kalau saya sih dari ahwal melihat Pak Prabowo tidak dipengaruhi oleh Jokowi ya. Pak Prabowo dipengaruhi oleh Jokowi dalam konteks pencalonan. Suka atau tidak Gibran itu mewakili bilal politik antara Prabowo dengan Jokowi. Tapi bagaimana menilai seorang Prabowo apakah berdiri independen atau tidak ketika sudah menjadi presiden? Saya melihatnya bukan dari pidatonya yang teriak hidup Jokowi. Bukan dari seberapa sering beliau kemudian bersilaturahmi, tapi apakah kebijakannya itu kas Prabowo atau tidak. Saya pernah berdebat juga dengan Bung Andi. Saya mengatakan dengan masuknya Indonesia ke BRIS, dengan keluarnya program MBG, dengan tidak menggunakan APBN lagi untuk proyek infrastruktur ini menunjukkan Prabowo berdiri independen, tidak kemudian berbau Jokowi. Bahkan saya selalu mengatakan teman-teman relawan Jokowi harus legowo kalau kemudian akhirnya melihat sebuah fakta bahwa kebijakan Pak Prabo itu berbeda dengan kebijakan Pak Jokowi. itu bisa konteks sama dengan kebakan Jokowi dan memang harusnya seperti itulah seorang presiden terpilih melanjutkan melaksanakan sebuah kebijakan independen tidak teri oleh kalau gitu kita juga ke tunggu Bung Ganda dulu Bung Ganda tapi kalau dari catatan anda selain dua terpidana yang baru saja dapat amnestia masih banyakkah terpidana-terpidana lain yang ya dipenjara dan perlu dapat amnesti karena menghina Presiden Jokowi ya ada 1000an h ada 1000 lebih ya yang kita data kan kita ini kan ee dari mulai ee 2000 ya ee 2012 dulu 2012 kasus ee ee 212 ya itu Rahmawati Soekarno Putri sudah almarhum kan sekarang kan Kiflan Jen dan lain-lain itu kan juga butuh ee kepastian tentang status hukumnya yang masih sangkut ee sebagai tersangka padahal dia sudah meninggal. Liusung Karisma ya itu sudah meninggal kasusnya masih tersangka. Egi Sujana waktu dia teriak di depan rumah Prabowo eh lawan People Power ditangkap sama rezim Jokowi kemudian eh kasusnya masih ee apa namanya ee ee tersandra sampai sekarang. Jadi memang ada seribuan kasus-kasus baik kasus rencana undang-undang KUHP, kasus ee apa namanya ee KUHAP maksud eh KUHP ya, kemudian rencana undang-undang ee perubahan Undang-Undang KPK dulu ya banyak sekali yang ditangkap di zaman era Jokowi ini. Jadi tindakan Pak Presiden ini untuk yang kasus Tom Lembong dan kasus ee apa namanya ee Hasto dan kemudian tadi ada Gus Nur ya itu kan menunjukkan memang ini ada koreksi ya koreksi terhadap e masa lalu ya. Jadi saya sudah serahkan ke Pak Dasku-data 1000 nama itu ya. Karena ee beliau juga menjanjikan dalam waktu dekat itu akan dibebaskan di amnesti atau abolisi. Nah, jadi memang kita melihat bahwa Presiden ini bisa jadi dia sudah menunjukkan kepada Pak ee Jokowi ya bahwa langkah ini mungkin menyakitkan Anda, ya kan? Karena Anda itu adalah bagian daripada orang-orang ini terpenjara. Seperti saya kan enggak ada enggak ada kesalahan cuman mengkritik Undang-Undang Omnibus, kenapa saya dipenjara misalnya gitu ya. kayak 1000 orang lebih yang artinya masih penjara dan menunggu bukan enggak enggak sebagian masih nyangkut ya seperti jumhur tadi kan nyangkut tuh di Mahkamah Agung Egi Sujana kasus dia makar itu nyangkut Rahmawati Soekarno Putri nyangkut itu kan banyak orang-orang yang dia itu tidak bisa jadi komisaris ya kan kalau ada tidak bisa jadi ee apa kerja di pemerintah kalau dia urus SKCK apa segala gitu ini memang harus diselesaikan menurut saya. Oke. Kalau akhirnya semua mereka semua diberikan pengampunan oleh Pak Prabowo. Kalau dari Anda relawan Jokowi apakah Anda rela? Tapi jangan dijawab dulu Bung Andi. Kita akan kembali saat lagi tetap bersama kami di Kompasang. Masih bersama kami ada Bung Ganda, Bung Andi dan juga Mas Toto. Saya lanjutkan ke Bung Andi. Bung Andi 1000 lebih nasibnya masih digantungkan. Ini mereka orang-orang yang menghina Pak Jokowi loh. Menghina Pak Jokowi. Kalau misalnya semuanya kemudian dikabulkan dapat pengampunan, Anda sebagai rela. Ee jadi begini sih kita pila-pila nih menghina Jokowi seperti apa gitu. Apakah menghina pemerintah atau menghina Pak Jokowi kan gitu. Tapi kalau secara keseluruhan itu kembali lagi yang saya katakan itu adalah hakatifnya Pak Presiden. Tapi pasti melalui tela-telaha ya secara komprehensif masalah-masalah yang terjadi itu seperti apa, vonisnya itu seperti apa, prosesnya sudah sampai mana kan gitu pasti ada melalui telah-telahah itu. Apapun yang itu dilakukan kalau itu masih dalam jalur konstitusi dan undang-undang ya Pak Jok itu adalah orang yang sangat taat hukum untuk itu. Beliau pasti akan menerima itu karena bukan dia sebagai presiden sekarang ini. Yang presiden adalah Pak Prabowo kan. Jadi artinya apapun yang Pak Prabo lakukan Pak Jokowi pasti akan m-backup untuk itu. Tapi kan ini adalah sebuah hak yang digunakan Pak Prabowo. Artinya sebenarnya Pak Prabo juga punya pilihan untuk tidak melakukan itu. Ya, itu kan saya bilang tadi itu melalui tela-tela yang sangat komprehensif ya dengan tim hukum beliau kan. Jadi artinya apapun telah diputuskan itu adalah yang terbaik ya menurut e Pak Prabowo untuk itu dan Pak Jokowi sebagai ee mantan presiden itu pasti akan mengerti tentang itu, pasti juga akan mendukung semua ee keputusan-keputusan dilakukan oleh Pak Prabo melalui ya melalui jalur yang sudah semestinya dilakukan. Oke. Kalau dari kubunya Pak Jokowi katnya mendukung bukan. Tapi sebenarnya ini adalah keputusan yang didiskusikan dulu enggak dari Pak Prabowo kepada Pak Jokowi. Waduh. Saya enggak ngerti ya. Saya enggak ngerti. cuman kalau ee kalau saya sebagai ditanya sebagai pengamat ya ee saya pikir ini adalah ee sikap yang paling tidak diinginkan Pak Jokowi tentunya ya. Karena Pak Jokowi kan ee dari awal itu ee apa namanya terlihat bahwa ama Hasto itu begitu ee mengalami ee apa namanya ee ee tekanan ya karena Hasto selama di luar itu terus ee menyerang Pak Jokowi. Nah, itu mungkin ee tuntutan 7 tahun itu untuk Asto, tuntutan 7 tahun untuk ee Tom Lembong itu kan sesuatu yang ee di luar akal sehat menurut saya ya. Yang itu tidak terkait dengan Prabowo. Karena apa tidak terkait dengan Prabowo? Karena Prabowo ma koreksi kan gitu dengan ini. Nah, terkait dengan siapa ya menurut saya pasti dengan Jokowi ya kan. Tapi apakah Jokowi terima atau enggak misalnya gitu. Ini aja sekarang kalau Jokowi enggak terima dia boleh mundur dari rezim Prabowo kan gitu ya kan. Itu aja sebenarnya pilihannya kan. Sekarang kan sudah kelihatan rekonsiliasi itu artinya apa sih? Arti rekonsiliasi adalah Pak Prabowo pengin merangkul Anis dan merangkul Megawati kan gitu. Kenapa ini mau dirangkul enggak? Itu aja pertanyaan. kalau mau merangkul PDIP dan juga Anis. Nah, Mas Toto, jadi sebenarnya apa pesan yang mau disampaikan Pak Prabowo ke Solo, Mas Toto? Saya enggak tahu ya kalau pesan saya lebih melihat begini, paling tidak Pak Prabowo semakin menegaskan bahwa salah pandangan yang mengatakan bahwa Jokowi itu masih menjadi bayang-bayang saya, bahwa saya masih ada di bawah bayang-bayang mantan presiden. Saya sebelumnya dari awal sudah melihat sebenarnya dari sisi kebijakan Pak Prabowo sudah berdiri sendiri. Ini khasnya Prabowo bukan Jokowi. Kebijakan yang sangat berbeda. Di sisi lain misalnya dalam konteks PI perjuangan Pak Prabo terus membangun komunikasi. Pertemuan misalnya dilakukan pada bulan April juga dilakukan dengan Ibu Mega. Artinya kan tidak serta-merta yang dianggap sebagai musuh politik Jokowi itu kemudian menjadi musuh politik Prabowo juga. Dan puncaknya adalah kebijakan amnesti abolisi bukan hanya terhadap Tom Lembong dan Hasto, tapi bahkan pihak-pihak yang dianggap menghina eh Presiden Jokowi pada saat pemerintahan ee Jokowi kemudian juga dibebaskan. Poin paling pentingnya menurut saya adalah dia ingin menunjukkan bahwa dia mengambil keputusan sendiri. Jadi enggak perlu lagi ada pertanyaan misalnya ee keputusan abolisi dan amnesti ini apakah berdiskusi dengan mantan presiden? Karena memang seharusnya tidak perlu dilakukan. Nah, siapapun yang terpilih itu tidak boleh kemudian dalam pengambilan keputusan bergantung pada mantan presiden. Dalam konteks persahabatan, dalam konteks silaturahmi tentu saja iya. Tapi poin paling penting gini loh, saya ingin mengatakan saya berharap Pak Prabowo bisa konsisten ya apa yang dia lakukan secara yang diapresiasi oleh masyarakat dalam konteks pengampunan terhadap tahanan yang berbau politik itu juga bisa dia berlakukan ketika kritik-kritik itu dilancarkan kepada dirinya. ini jadi sangat penting buat ee legasi Pak Prabowo yang kita tahu terutama buat teman-teman aktivis ya termasuk Bang Cah ganda lah Pak Prabo sering diidentikan dengan masa lalu dan diidentikan masa lalu itu ketika berbicara orba anti kritik lalu kemudian berbicara hal-hal yang menjadi beban orba apa yang dilakukan hari ini paling tidak menghapus sebagian stigma itu tinggal pembuktian ke depan ketika ada yang mengkritik dirinya menghina dirinya apakah perlakuan yang sama sebagai seorang kepala negara dalam merespon bisa terjadi juga atau tidak. Itu yang saya mau ke Bung Andi tadi melanjutkan ee pernyataan dari Bung Ganda. Kalau misalnya mau merangkul PDIP dan juga Anis, artinya Pak Jokowi ditinggalin dong. Melihat itu enggak? Enggak juga. Saya tidak melihat itu. Itu bukan sifatnya Pak Prabowo. Pak Prabowya merangkul semua kok. Kan dikatakan rekonsilasi nasional. Siapapun anak-anak bangsa itu diajak untuk bersama-sama membangun bangsa ini gitu loh. Meninggalkanlah kita kalau lihat jangan lihat spion ke belakang terus kita fokus ke depan untuk pembangunan kita gitu. Tapi kan yang dikonsiliasi adalah musuh-musuh politika Pak Jokowi. Ini kita jangan jangan katakan ini musuh ya, Mbak. Ini ini ada rivalitas secara politik. Secara pribadi tidak ada Pak Jok itu memusuhi musuh adalah musuh. Tidak. Ini adalah rivalitas politik. Tapi dalam hal bagi satu kesatuan anak bangsa ini adalah satu yang diorkestrasi oleh Pak Prabowo gitu loh. Jadi Pak Jokowi pasti juga akan e lega. Kok enggak ada masalah untuk itu? Itu adalah haknya Pak mau rekonsiliasi meskipun dia di situ isinya ada ya orang misalnya ada PDIP ada enggak masalah enggak ada masalah itu. He saya mungkin mau ngasih masukan nih ya kepada teman-teman sebagian saya enggak katakan semo maaf boleh dimute dulu, Mas. Oke kalau gitu Bung Ganda, iakah bisakah kalau Anda kacamata sebagai juga dari e relawannya Pak Prabowo mungkinkah ya Pak Jokowi akan bisa rekonsiliasi dengan orang-orang itu di dalam ya. Ya kan begini ya, kalau kita nih lihat seperti kata ee apa tadi si ee siapa pembicara satu lagi tadi? Jonarto ya. Iya, Mas Soto kan memang ee kelihatan langkah-langkah kebijakan Presiden Prabowo kan meninggalkan langkah-langkahnya arahnya Jokowi selama ini. He. Tapi kan kemudian yang orang meragukan selama ini apakah dia bisa mengambil sikap menjaga jarak untuk kasus-kasus politik yang menyangkut lawan-lawan politik ya seperti kasus Hasto, kasus ee apa namanya Tom Lembong ini kan nunjukkan Prabowo ngambil sikap ini sikap gua, pribadi gua. Nah, artinya di sini dia saya lihat meninggalkan Jokowi ya kan. Tapi apakah kemudian secara total kita enggak tahuah ya. Tapi menurut saya ada kebutuhan Prabowo sekarang untuk melakukan rekonsiliasi yang besar. Karena apa? Karena Prabowo mengalami tantangan dunia yang sangat besar ya. Ketika dia berhadapan dengan Donald Trump ya yang berhadapan dengan e negara-negara besar lainnya, dia butuh satu ee apa namanya? Ee kekuatan semesta Indonesia ini di bawah dia. Dia enggak bisa gara-gara ada Presiden Jokowi enggak suka sama Mega, enggak suka sama e yang lainnya, Anis apa segala. Kemudian itu dibawa sampai sekarang. Enggak. Menurut saya memang Pak Jokowi harus insaf juga. Jangan terus-terusan pengin mempengaruhi, menginfluence ee ee Prabowo. Kalau menurut saya cukuplah Gibran dititipkan kepada Prabowo sisanya udah kayak SBY aja enggak ikut campur lagi caw-cawek gitu loh sebenarnya di situ. Oke. Artinya kalau cacawe loh Bang Ganda. Ini kan pandangan politik. Silakan e Mas Andi ini kan Mas arti kalau dari mendengar penjelasan dari Bung Ganda, apakah ini artinya ya Prabowo bilang dadah Jokowi? Singkat saja. bukan dadah ya. Saya berdiri tegak independen. Jadi jangan ada cawe-cawe. Saya enggak mengatakan Pak Jokowi akan cacawe juga. Saran saya minimal deh kalau kita enggak mau kemudian berspekulasi macam-macam tentang Pak Jokowi. Teman-teman relawan sebagian jangan terlalu berbicara hitam putih. Ini contoh ya. Silverster itu sering loh dalam diskusi tentang forum pemakzulan, tentang memberikan masukan, analisisnya langsung dikaitkan dengan yang kalah pemilu, yang sakit hati. Hal-hal itu yang membuat nama Pak Jokowi semakin jelek ketika Anda berbicara sebagai relawan Jokowi. Karena pada kenyataannya Prabowo sangat menyukai rekonsiliasi yang tadi Bang Sah Ganda katakan memang modal dasar. Dalam situasi global yang tidak mudah, kalau stabilitas politiknya rapuh, kalau nambah musuh, itu akan menjadi beban buat Presiden Prabo. Itu yang menurut saya harus jadi catatan buat teman-teman relawan Jokowi sebagian. Saya enggak katakan semoga Bung Andi bukan termasuk di antaranya. Oke, terima kasih kalau gitu Mas Oto, Bung Ganda, dan juga Bung Andi sudah berbagi bersama kami di Kompas petang. Sehat selalu semuanya. Sore, Mas Toto. Makasih. Makasih, makasih Bang Sianda. Yasih Bung Andi

Sahabat Kompas TV ! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Merauke, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.

KOMPAS MERAUKE
Sajian Berita Lokal Terkini

Jalan Kampung Timur, Kelurahan Seringgu, Merauke, Papua Selatan.

layanan informasi :

kompastvmerauke@gmail.com