NETANYAHU TERPOJOK! INGGRIS, PRANCIS & RUSIA AKUI KEMERDEKAAN PALESTINA — Israel Semakin TERTEKAN!
[Musik] Israel dan Amerika Serikat dibuat terkejut setelah beberapa negara Barat kini bergerak menjauh dari mereka dan berpihak ke Palestina. terkhusus Prancis, Inggris, dan Kanada. Dereta negara ini kini mengkampanyekan bahwa mereka akan segera mengakui Palestina sebagai negara. Dengan kata lain, Amerika Serikat kini menjadi pemain tunggal yang membela Israel di dalam anggota tetap Dewan keamanan PBB. Sementara Prancis, Inggris, dan Rusia serta Tiongkok berada di pihak Palestina. Tentu ini menandai bahwa dunia tidak lagi menutup mata. Mereka pun akhirnya bergerak untuk menegakkan kemanusiaan yang selama ini tidak terlihat di atmosfer Gaza. [Musik] Israel bersama Amerika Serikat pun bisa dikatakan semakin terpojokan setelah berlangsungnya pertemuan di PBB yang dikabarkan tengah membahas lebih dalam dengan solusi dua negara. Lantas apa hasil dari pertemuan tersebut? Sebelum membahas hasil dari pertemuan tersebut, alangkah lebih baiknya jika kita mengupas lebih dulu beberapa negara yang telah bergeser yang dulunya berada di pihak Israel kini berpindah ke Palestina. Including longsyilian har dulu kawan, namun sekarang telah berubah menjadi lawan. Mungkin itulah kalimat yang bisa menggambarkan bagaimana hubungan Prancis dan Israel saat ini. Bagaimana tidak, di awal pecahnya perang antara Hamas dan Israel, Presiden Prancis Immanuel Macron berdiri di sisi Israel dan mengutuk tindakan Hamas selama perang Gaza. Tidak lupa pula Presiden Macrong menyatakan dukungannya terhadap Israel dan haknya untuk membela diri. Namun setelah melihat kekejaman yang terjadi di Gaza, kini ia salah menilai Israel. [Musik] Kita semua tahu bahwa beberapa tahun terakhir Prancis keni berubah haluan dengan mengutuk tindakan Israel dan menuntut tindakan serius untuk menyelesaikan krisis kemanusiaan di Gaza. Namun hari ini Prancis mulai bergerak lebih agresif menentang kampanye militer Israel di Gaza. Secara terang-terangan, Presiden Macrong mengumumkan di sosial media X-nya bahwa Prancis telah memutuskan akan mengakui Palestina sebagai negara. Tindakan ini dikatakan oleh Presiden Macrong sebagai langkah strategis agar perang di Gaza berakhir dan penduduk sipil diselamatkan. Mendengar pernyataan itu, Israel dan Amerika Serikat bereaksi layaknya cacing kepanasan. Terkhususnya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengecam keputusan tersebut dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut memberikan ganjaran bagi teror dan berisiko menciptakan proksi Iran lainnya. Menurut Netanyahu, berdirinya negara Palestina akan menjadi landasan peluncuran untuk menghancurkan Israel, bukan untuk hidup damai berdampingan dengannya. Hal mencurigakan pun terjadi setelah Prancis mengumumkan akan mengakui negara Palestina. Bagaimana tidak, kelompok peretas mengklaim telah mencuri data rahasia dari Neville Group, pembuat kapal selam nuklir Prancis, termasuk kode sistem senjata. Mereka pun menggugah 30 GB data di dark web dan memberi waktu 72 jam kepada perusahaan untuk merespon. Ini tentu menimbulkan pertanyaan besar, apakah ini semua adalah ancaman dari negara-negara yang tidak setuju jika Perancis mengakui negara Palestina? À l’occasion de ce sommet des peuples pour la paix, je tenais à vous adresser aujour’hui depuis Paris un message de respect. Sementara diisiat, president Donald Trump sein enggan untuk memberikan responnya terkait keputusan Prancis yang akan mengakui negara Palestina. Respon tersebut justru datang dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio yang mengatakan bahwa Washington menolak keras rencana Presiden Emmanuel Macron untuk mengakui negara Palestina. Rubio pun menilai bahwa mengakui Palestina sebagai negara merupakan keputusan sembrono sebagai langkah untuk melayani propaganda Hamas dan menghambat perdamaian. Meskipun Israel dan Amerika Serikat memberikan kecaman keras terhadap Prancis, berbagai negara besar seperti Inggris justru mengikuti jejak Paris dalam mendukung pembentukan negara Palestina di Timur Tengah. Tentu ini menunjukkan bahwa Prancis tidak lagi menjadi negara satu-satunya di G7 yang berpihak kepada Palestina. Karena Inggris kini telah bergabung dengan Prancis untuk menentang penindasan Israel dan Amerika Serikat di Gaza. Keputusan Inggris untuk ikut bersama Prancis terjadi seminggu setelah Presiden Macron mengumumkan keputusannya. untuk mengakui negara Palestina. Di mana Perdana Menteri K Starmer mengatakan bahwa Inggris akan mengakui negara Palestina kecuali jika pemerintah Israel mengambil langkah-langkah substansif untuk mengakhiri situasi yang mengerikan di Gaza, menyetujui gencatan senjata dan berkomitmen pada perdamaian jangka panjang dan berkelanjutan yang menghidupkan kembali prospek solusi dua negara. Selain itu, Starmer pun menuntut agar Israel mengizinkan PBB untuk memulai kembali pasokan bantuan. dan memastikan tidak ada aneksasi di tepi barat. [Musik] Meski begitu, penilaian Inggris terhadap Hamas tetaplah sama. Perdana Menteri Inggris tersebut tetap menuntut agar kelompok itu membebaskan semua santra yang ditahannya, menyetujui gencatan senjata, melucuti senjata, dan menerima bahwa mereka tidak akan berperan dalam pemerintahan Gaza. Namun, alih-alih menyepakati hal tersebut, Israel dan Amerika Serikat justru tidak terima dengan keputusan ini. [Musik] Perdana Menteri Netanyahu pun merespon tindakan Starmer dengan mengatakan bahwa keputusan Perdana Menteri Inggris telah memberikan ganjaran atas terorisme mengerikan Hamas. Netanyahu pun menambahkan bahwa negara jihadis di perbatasan Israel hari ini akan mengancam Inggris ke depannya karena upaya meredahkan ketegangan terhadap teroris jihadis selalu gagal. Maka dari itu, Perdana Menteri Israel tersebut meyakini bahwa upaya Starmer merendahkan ketegangan dengan mengakui Palestina sebagai negara pun akan gagal. Berbeda dengan Presiden Trump yang awalnya mengatakan bahwa dia tidak keberatan jika Starmer mengambil posisi seperti ini. Ia pun menegaskan bahwa keputusan Inggris akan menguntungkan Hamas seraya menambahkan bahwa Amerika Serikat tidak berencana untuk melakukan hal yang sama. Namun tidak berselang lama, Presiden Amerika Serikat tersebut pun merubah responnya dengan mengecam keputusan Starmer terhadap konflik Israel Hamas. Dalam pernyataannya, Presiden Trump menilai bahwa Starmer telah memberikan penghargaan terhadap Hamas jika Inggris mengakui Palestina sebagai negara. Meskipun dalam pernyataannya, Starmer tidak akan membiarkan Hamas berkuasa di Palestina. Sama seperti Inggris, Kanada pun turut mendapatkan kecaman atas keputusannya untuk mengakui Palestina. Dengan keputusan tersebut, Kementerian Luar Negeri Israel menolak pengumuman Kanada dan menyebutnya keputusan sebagai hadiah untuk Hamas. Padahal dalam pernyataan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, ia menegaskan bahwa Ottawa akan mengakui negara Palestina dan mendorong otoritas Palestina untuk menyelenggarakan pemilu tahun depan tanpa Hamas. Jadi pertanyaannya, bagaimana bisa keputusan Kanada dan Inggris mengenai negara Palestina akan memberikan penghargaan maupun hadiah kepada Hamas sementara mereka tidak diharapkan berkuasa di Gaza oleh Paris dan Otawa. Sementara itu, Presiden Trump bereaksi terhadap keputusan Karne dengan pendekatan yang lebih agresif. Karena seperti yang kita ketahui bahwa Kanada dan Amerika Serikat kini sedang berupaya merundingkan kesepakatan dagang paling lambat tanggal 1 Agustus. Tanggal di mana Trump mengancam akan mengenakan tarif 35% pada semua barang Kanada yang tidak tercakup dalam perjanjian dagang sebelumnya. Karena hal ini, Trump akhirnya mengancam akan menetapkan tarif dagang tersebut sebagai tindakan Kanada yang berpihak ke Palestina. [Musik] Berbeda dengan Belanda. Meskipun Amsterdam hanya menuntut solusi dua negara dan belum mengakui negara Palestina, negara ini justru melakukan hal yang cukup berani. Bagaimana tidak, beredar kabar bahwa Belanda telah memasukkan Israel untuk pertama kalinya dalam daftar negara asing yang menimbulkan ancaman terhadap negara tersebut. Dalam penilaiannya menunjukkan bahwa Israel berupaya untuk memanipulasi opini publik Belanda dan mempengaruhi pengambilan keputusan politik melalui kampanye disinformasi. Belanda menyoroti kekhawatiran atas meningkatnya ancaman dari Israel dan Amerika Serikat terhadap Mahkamah Pidana Internasional di Denk. Ancaman-ancaman ini menurut Belanda berpotensi mengganggu kinerja pengadilan tersebut. Jadi, apakah ini menjadi alasan mengapa Israel selalu lolos dari jeratan hukuman dari Mahkamah Pidana Internasional? toi opinion. Terlepas dari itu semua, kemungkinan besar beberapa bulan ke depan Israel dan Amerika Serikat akan benar-benar berada di dalam situasi genting. Karena pada pertemuan PBB beberapa waktu lalu yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Prancis menandai akan adanya pergolakan antara persatuan dunia melawan Israel Amerika Serikat ke depannya. Bagaimana tidak, PBB akan melakukan pertemuan pada bulan September untuk membahas rencana solusi dua negara. Sementara itu, beberapa negara besar seperti Prancis, Inggris, dan Kanada telah berencana untuk mengumumkan mengakui Palestina sebagai negara pada pertemuan PBB ke depannya. Selain itu, Amerika Serikat pun turut terkena getahnya akibat perannya dalam konflik Israel Hamas yang kemungkinan besar akan membuatnya terkena sanksi internasional. Yeah.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern, tiga kekuatan besar—Inggris, Prancis, dan Rusia—secara resmi mengakui kemerdekaan negara Palestina. Keputusan ini membuat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, terpojok dan terancam kehilangan dukungan internasional.
📌 Apa alasan di balik pengakuan ini?
📌 Apa dampaknya bagi eksistensi Israel di dunia diplomatik?
📌 Apakah ini sinyal bahwa dunia siap hentikan agresi Israel?
For Support Channel Mbak Poppy..
🫣 👉https://sociabuzz.com/advdaftarpopuler/tribe
🫣 👉 https://saweria.co/daftarpopuler
For business inquiries please contact : adv.daftarpopuler@gmail.com
Follow kami juga disini:
👉 Facebook : https://www.facebook.com/daftarpopuler
👉 Twitter : https://twitter.com/DaftarPopuler
👉 Instagram : https://www.instagram.com/daftarpopuler/
👉 TikTok : https://www.tiktok.com/@daftar.populer
#DaftarPopuler menyajikan #informasi berupa kumpulan #kejadian dan #fakta di balik #peristiwa #tren #viral #unik dan #aneh di #dunia . Konten ini adalah video yang memiliki komentar orisinal dan sarat nilai pendidikan. Video kompilasi ini telah melewati berbagai riset dan pengolahan data berupa foto, video dan berita dari berbagai sumber yang dikemas dengan cara hitung mundur dan atau acak.
For copyright matters please contact us at:
adv.daftarpopuler@gmail.com
Disclaimer – Some contents are used for educational purpose under fair use. Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.