Topeng Sang Dewa yang Hilang

Pengemis itu makan mie dengan gembira yang ia ambil dari tempat sampah. Saat itu, seorang gadis kecil penyandang disabilitas memberinya sebuah empanada daging. Karena sangat lapar, si pengemis langsung mengambil empanada itu dan mulai memakannya. Tiba-tiba adik laki-laki si gadis pingsan. Maka pengemis itu menekan beberapa titik di tubuh anak itu. Anak itu segera sadar, tetapi masih memiliki masalah pada jantungnya. Pengemis itu menyarankan agar si gadis membawanya ke rumah sakit untuk diperiksa. Namun, si gadis berkata bahwa ia tidak punya uang. Jadi, si pengemis memberinya sebuah potongan kecil emas. Dengan menjualnya, ia bisa mendapatkan uang untuk biaya pengobatan. Tak lama kemudian, gadis itu membawa potongan emas itu ke sebuah toko barang antik untuk menukarnya dengan uang. Pemilik toko sangat terkejut melihat potongan emas itu sampai tak bisa berkata apa-apa. Ternyata potongan itu adalah pecahan dari topeng dewa penjaga nasional. 10 tahun yang lalu, pemilik topeng itu berhasil mengalahkan puluhan pemimpin musuh seorang diri. Namun, setelah pertempuran itu, ia menghilang. Kini karena pecahan topeng itu muncul kembali, si pemilik toko langsung melaporkannya ke atasannya. Begitu mengetahui hal itu, para atasan segera memerintahkan penutupan wilayah secara total dan menuntut agar si pengemis ditemukan. Ketika kabar itu menyebar, bahkan pengusaha terbesar di negara itu menghentikan semua usahanya untuk ikut dalam pencarian. Di sisi lain, gadis itu membawa adiknya untuk mencari si pengemis. Operasi si adik berjalan lancar. Mereka ingin mengucapkan terima kasih pada pengemis itu, tetapi si pengemis terganggu oleh semua kekacauan yang terjadi, bersiap-siap untuk pergi. Saat itu beberapa preman datang untuk menculik gadis itu dan adiknya. Ternyata golongan darah si anak cocok dengan anak kepala geng preman. Anak kepala geng sedang sakit dan membutuhkan transfusi darah. Melihat hal itu, si pengemis teringat pada putrinya yang telah tiada 3 tahun lalu. Ia tidak ingin menyesal lagi. Maka ia pun turun tangan dan menyelamatkan anak itu. Energi yang terpancar dari tubuhnya langsung menarik perhatian para bawahannya yang tersebar di berbagai tempat. Mereka semua berlari menuju lokasi yang telah ditandai. Sementara itu, kegagalan para preman membuat marah sang kepala geng hingga ia memutuskan untuk turun tangan sendiri. Mereka segera menemukan kedua kakak beradik itu. Kepala geng mencoba membujuk si gadis agar berhenti melawan. Saat itu si pengemis memperingatkan mereka untuk pergi atau menanggung akibatnya. Kepala geng merasa tersinggung dan menyerang si pengemis dengan marah. Tetapi baru saja mendekat, ia langsung terpental sejauh 300 m.

Topeng Sang Dewa yang Hilang