TRUMP NYATAKAN PERANG, Putin SERANG Markas Utama AS-NATO di UKRAINA!? Amerika Alami Kerugian BESAR!

[Musik] Presidentnyataan Donald Trump ini langsung memicu gelombang respon militer terbesar Rusia tahun ini. Saat RAM menggertak, Rusia justru menjawab lewat latihan tempur badai Juli yang melibatkan 150 kapal perang, 120 pesawat, dan ribuan pasukan di lima lautan sekaligus. Ironinya, ketegangan ini memuncak tepat saat Ukraina mulai retak dari dalam dan dunia Barat justru mulai saling tuding. Tunggu sampai bagian akhir karena ada satu manuver militer Putin yang sengaja disembunyikan dari media internasional. Inilah aksi saling serang Rusia. Ukraina. Pertempuran antara Rusia dan Ukraina kembali memasuki fase intens dengan serangan saling balas yang melibatkan rudal balistik, drone, kamikaze, dan operasi udara jarak jauh. Dari wilayah Sumi hingga Staf Ropol, Honchaifske hingga Cesovar. Gelombang kekerasan terbaru ini menunjukkan bahwa kedua pihak tak lagi menyisakan ruang untuk kompromi. Salah satu serangan paling mematikan minggu ini terjadi di wilayah Honcharifske dekat perbatasan Belarus. Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa rudal balistik taktis Iskander M. dengan hulu ledah klaster menghantam sebuah kemitan Ukraina. Target tersebut diduga menjadi pusat pelatihan pasukan cadangan Ukraina. Serangan itu menyebabkan lebih dari 200 korban. Ledakan berdaya tinggi, menghancurkan bangunan, kendaraan, dan bahkan area pepohonan sekitar. Keesokan harinya, ibu kota Ukraina KIF kembali digempur. Kali ini Rusia menggunakan kombinasi rudal jelajah dan drone Kamik Geran 2 menyerang beberapa target di wilayah utara dan timur kota. Sumber militer menyebutkan bahwa serangan ini menyasar sistem radar dan markas komunikasi. Meskipun sistem pertahanan udara Ukraina berhasil menembak jatuh beberapa objek, kerusakan tetap tak terhindarkan. Satu lagi serangan Iskandar M diluncurkan ke bandara militer di dekat Burin wilayah Sumi sekitar 25 km dari perbatasan Rusia. Citra satelit menunjukkan dua kendaraan hancur di landasan pacu. Diduga kuat area ini digunakan untuk meluncurkan UAV jarak jauh milik Ukraina yang kerap menyerang wilayah Rusia. Serangan ini menjadi sinyal bahwa Moskow akan memburu titik peluncuran drone di dekat perbatasan. [Musik] Sedangkan di Front Sumi, pasukan Ukraina berhasil memukul mundur pasukan Rusia dari bagian tenggara Kondratovka dan merebut kendali atas kota tersebut. Namun tak lama kemudian RF melancarkan serangan balik ke bagian utara kota yang kemungkinan untuk mencegah Ukraina membangun pertahanan permanen di sana. Menariknya, saat pertempuran sebelumnya, pasukan Rusia menghancurkan jembatan-jembatan menuju Kondratovka yang kini dapat menyulitkan logistik pasukan Ukraina di area tersebut. Sementara itu, drone Ukraina dilaporkan menyerang pabrik sinyal di wilayah Staf Ropol, Rusia Selatan. Meski tidak menimbulkan kerusakan signifikan, serangan ini menunjukkan upaya berkelanjutan Ukraina untuk menggoyahkan infrastruktur militer Rusia jauh di luar garis depan. Namun analis Rusia menyebutnya hanya sebagai noise atau gangguan kecil dalam skala besar perang. Di sisi lain pada tanggal 29 Juli malam, sebuah drone tak dikenal jatuh di mens, Belarus setelah dijatuhkan oleh sistem perang elektronik. Insiden ini menambah ketegangan di kawasan karena Belarus memperketat pengawasan wilayah udaranya akibat meningkatnya ancaman drone lintas batas. [Musik] Di tengah gelombang pertempuran ini, satu insiden memicu spekulasi keterlibatan langsung negara barat. Sebuah Jet Mirage 2000 asal Ukraina tertangkap kamera melakukan serangan ke wilayah Briangs, Rusia. Jat tempur buatan Prancis ini sebelumnya tidak pernah dikonfirmasi secara resmi oleh KIF. Namun, keberadaannya mempertegas bahwa Ukraina kini menggunakan alut sista NATO di luar pengakuan publik. Miras 2000 dikenal sebagai pesawat tempur multirol canggih yang dapat membawa rudal udara ke darat AM39 dan rudal udara ke udara jarak menengah. Serangan ini menjadi tanda bahwa skala konflik bisa meningkat lebih jauh jika Rusia menganggap NATO terlibat langsung dalam agresi udara. Puncak operasi ofensif Rusia minggu ini terjadi di Chas Soviar, sebuah kota kecil namun strategis di wilayah barat Bahmud. Setelah pertempuran sengit selama berhari-hari, pasukan dari Brigade Senapan bermotor kelima dan ke-30 Rusia berhasil memukul mundur pasukan Ukraina dan menguasai pusat kota. Keberhasilan ini memberi Rusia pijakan penting untuk mengepung Pokrovs dan Mirnograd, dua kota besar yang menjadi simpul pertahanan Ukraina di Donesk Barat. Dalam laporan lapangan, pasukan Rusia juga menyebut Sverevo dan sebagian Belgika mempersempit gerak Ukraina di Timur. Kemenangan ini disebut sebagai salah satu pendekatan paling agresif Rusia dalam 3 bulan terakhir yang memberi efek domino terhadap moral pasukan Ukraina yang mulai kelelahan setelah serangkaian pertempuran tanpa jeda. Gelombang serangan keesembang Rusia Ukraina ini memperlihatkan peningkatan signifikan dalam penggunaan alut sista canggih, baik dari segi presisi, daya ledak, maupun jangkauan. Sementara Rusia mengandalkan kekuatan rudal balistik dan operasi darah terkoordinasi, Ukraina merespon dengan drone jarak jauh dan dukungan teknologi Barat. Namun, keberhasilan Rusia di Chas Sovyar menunjukkan bahwa perang dapat tetap menjadi faktor penentu di medan tempur timur. Apakah ini awal dari runtuhnya garis pertahanan Ukraina atau justru pemicu intervensi terbuka NATO? Jawabannya mungkin terletak pada gelombang serangan berikutnya. Ketegangan antara NATO dan Rusia kini memasuki fase paling berbahaya sejak awal perang Ukraina. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengultimatum Rusia dengan batas waktu 10 hingga 12 hari untuk menghentikan agresinya. Jika tidak ada perubahan signifikan dari Moskow, NATO disebut-sebut akan mulai mengerahkan senjata jarak jauh untuk menghantam fasilitas industri militer Rusia. Di sisi lain, aktivitas pengumpulan intelijen Amerika Serikat kian intensif. Pesawat pengintai RC 135 Riv joint terlihat aktif di atas laut hitam diikuti oleh kehadiran pesawat RQ4B Global Hook dan P8A Poseidon dari angkatan laut Amerika Serikat yang terdeteksi di sekitar wilayah Crimea. Sinyal serangan udara di Sevastopol pun telah diumumkan sebagai respon atas ancaman yang terus meningkat. Langkah provokatif lainnya datang dari keputusan Amerika Serikat memulihkan penempatan bom nuklir B6112 di pangkalan RF Lenheit, Inggris pengiriman pertama sejak 2008. Tindakan ini pun langsung memicu reaksi keras dari Kremlin. Presiden Putin menegaskan bahwa Rusia siap menghadapi ancaman apapun dengan tiga serangkai nuklirnya. Termasuk kapal selam generasi kelima yang dilengkapi rudal hypersonic Zircon dan Bulava. Sementara itu, Rusia juga melanjutkan latihan militer besar-besaran bertajuk Julai Storm. Latihan ini dilaksanakan secara serentak di lima wilayah laut strategis, Samudra Pasifik, Arctik, Laut Bars, Laut Baltic, dan laut Kaspia. Lebih dari 150 kapal perang, 120 pesawat tempur, serta 10 sistem rudal pantai dikerahkan melibatkan total 15.000 personil militer. Tak hanya itu, insiden pelanggaran wilayah kembali menjuat. Kapal Rusia dilaporkan masuk ke perairan Estonia dan zat tempur Moskow sempat melanggar wilayah udara Lituania. Kedua insiden ini telah memicu protes keras dari negara-negara Baltik dan meningkatkan kesiagaan NATO. Dalam suasana tegang seperti ini, satu kesalahan kecil saja bisa memicu konflik terbuka antara kekuatan nuklir global. Dunia kini menanti apakah batas waktu Trump akan menjadi pemicu perang besar berikutnya. Konflik internal di Ukraina kini semakin mencuat ke permukaan menandai babak baru dalam krisis politik yang mengguncang negara tersebut sejak invasi Rusia pada tahun 2022. Ketegangan terbaru dipicu oleh kritik ras dalam parlemen sendiri. Anggota parlemen pro nasionalis Alexi Goncarenko yang dikenal dekat dengan kelompok-kelompok ultrasionalis seperti Azov dan Banderit menyatakan bahwa pertunjukan Zelenski telah berakhir. Sebuah kecaman terbuka terhadap kepemimpinan Presiden Volodimir Zelenski yang dulu dipuja sebagai simbol perlawanan. Pernyataan tersebut memperkuat narasi bahwa ketidakpuasan terhadap kepemimpinan semakin meluas bahkan di kalangan yang sebelumnya mendukung garis keras terhadap Rusia. Sementara itu, aksi protes terus berlangsung di KIF dengan para veteran perang, kelompok nasionalis dan simpatisan Azov turun ke jalan untuk menuntut kejelasan strategi perang dan perombakan kepemimpinan. Seruan ini mencerminkan frustasi publik terhadap stagnasi di medan perang, korupsi yang belum terselesaikan, dan krisis ekonomi yang makin dalam. Jika tidak dikelola dengan bijak, konflik internal ini bisa memicu eskalasi yang berbahaya, termasuk kudeta sipil atau kekerasan antar kelompok. Namun skenario deeskalasi masih mungkin terjadi jika ada rekonsiliasi nasional, restrukturisasi kepemimpinan atau gencatan senjata jangka panjang yang didorong oleh pihak luar seperti Uni Eropa. Ah.

Saat Trump menggertak, Rusia justru menjawab lewat latihan tempur “Badai Juli” melibatkan 150 kapal perang, 120 pesawat, dan ribuan pasukan di lima lautan sekaligus.
Ironinya? Ketegangan ini memuncak tepat saat Ukraina mulai retak dari dalam, dan dunia Barat justru mulai saling tuding. Pertempuran antara Rusia dan Ukraina kembali memasuki fase intens, dengan serangan saling balas yang melibatkan rudal balistik, drone kamikaze, dan operasi udara jarak jauh. Dari wilayah Sumy hingga Stavropol, dari Honcharivske hingga Chasov Yar, gelombang kekerasan terbaru ini menunjukkan bahwa kedua pihak tak lagi menyisakan ruang untuk kompromi.

For Support Channel Mbak Poppy..
🫣 👉https://sociabuzz.com/advdaftarpopuler/tribe
🫣 👉 https://saweria.co/daftarpopuler

For business inquiries please contact : adv.daftarpopuler@gmail.com
Follow kami juga disini:
👉 Facebook : https://www.facebook.com/daftarpopuler
👉 Twitter : https://twitter.com/DaftarPopuler
👉 Instagram : https://www.instagram.com/daftarpopuler/
👉 TikTok : https://www.tiktok.com/@daftar.populer

#DaftarPopuler menyajikan #informasi berupa kumpulan #kejadian dan #fakta di balik #peristiwa #tren #viral #unik dan #aneh di #dunia . Konten ini adalah video yang memiliki komentar orisinal dan sarat nilai pendidikan. Video kompilasi ini telah melewati berbagai riset dan pengolahan data berupa foto, video dan berita dari berbagai sumber yang dikemas dengan cara hitung mundur dan atau acak.

For copyright matters please contact us at:
adv.daftarpopuler@gmail.com

Disclaimer – Some contents are used for educational purpose under fair use. Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.