BONGKAR FILE! TERTANGKAP BASAH REUNI UGM JKW! SKENARIO BUYAR GARA-GARA BLUNDER WANITA INI?!

[Musik] Ah. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Aku bilang ini kritik. Kau bilang berita bohong. Aku bilang ini kritik. Ujaran kebencian kau tuhkan. Aku bilang ini kritik. Kau katakan penghinaan. [Musik] Semua serba salah. Aku harus bagaimana? [Musik] Heya heyo. Heya hei hei ya heyo. Heya hei yo. Aku bilang ini kritik. Kau bilang berita bohong. Aku bilang ini kritik ujaran kebencian kau tuduhkan. Aku bilang ini kritik, kau katakan penghinaan. [Musik] Semua serba salah. Aku harus bagaimana? Aku bilang ini kritik. Kau bilang derita bohong. Aku bilang ini kritik. Ujaran kebencian kau tuduhkan. Aku bilang ini kritik. Kau katakan penghinaan. E ini kan banyak yang mengatakan bahwa Bapak diuntungkan dengan kegaduhan jasa karena terus disebut, Pak. Oleh sebab itu jangan gaduh. Siapa yang gaduh? Iya. Ya, kalau gaduh terus ada yang merasakan itu keuntungan bagi saya, ya jangan gaduh nanti saya gak diuntungkan. Kalau enggak gaduh ya kan ada ayamnya saya mungkin bisa dirugikan kalau saya kalau pada senang saya masih diuntungkan lah ya buat gaduh. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sobat RH sekalian. Jumpa lagi kita di channel yang keren ini. Keren Jas ya, Saudara sekalian. Eh, saya dengan eh teman sejawat saya ya baru kenal 35 tahun. Lisa Noviani. Oke, Lis. 37 tahun rap. Iya, 35 tahun itu biasanya orang orang pakai genap-genap. Oh, saya sudah 40 tahun. Tidak persis persisnya kan. Heeh. Kalau persisnya kayaknya kamu pindah kelas 1 89 ya, 36 tahun ya. Kelas 1 Dok. Oh, kelas 1 ya. Heeh. Dari awal dari 2 minggu sempat di sekolah lama langsung pindah ke SMA. Oke. Sekolah lama di mana? Di dusun. SMA Negeri Tanjung Rajo. Luar biasa nih orang dusun tapi pintar ini ya waktu SM-nya pintaran dia daripada saya pernah sekelas ya ketahuannya. Halo. Oh sekelas enggak pernah k enggak pernah sekelas. Halo. Gimana? Gimana Tiara? Iya. Kenapa teknik? I soal apa? Oke. Lalu ini siapa? Sama-sama aja ya. Saya ini lagi live loh. E walaupun live saya angkat aja. Iya. Coba aja lihat lagi live saya. Enggak apa-apa. Oh. I ya ya. anu aja ya. Oke oke oke ya. Oke. Yuk. Jadi Sobat era sekalian ya ee [Musik] ada Kompas TV tadi mau ngundang soal abolisi Tom. Tole. Oh oke. Ya. Eh silakan Lis. Ada apa hari ini Lis? Eh, hari ini kita mau membahas apa hal-hal blunder atau paling kontroversial dari ijazah Jokowi ini. Karena ada dua berita yang memicu memicu ini bongkar files untuk melakukan studi lagi. Iya. Yang pertama adalah keputusan Baris Krim Porli yang untuk menghentikan kasus ijazah Jokowi. Mereka menganggap hal ini benar karena alasan utamanya adalah karena data-data yang ditampilkan oleh para ee Dumas H itu adalah data sekunder. Iya. Nah, sebenarnya ini segera bisa dibantah. Data sekunder itu kalau kita peneliti memang mengelompokkan data sekunder itu adalah data yang bukan dari aslinya, bukan dari sumber benarnya. Iya. Karena sumber benarnya itu sebenarnya ijazah asli Jokowi kan. Jadi enggak mungkin ada enggak akan ada engak mungkin data primer walaupun nanti saya kasih tahu tambah perspektif ee apa yang dimaksud dengan alat bukti itu ya. Oke, silakan. Iya. Dari sisi hukum ya. Kalau dari sisi peneliti ya data sekunder ya benar karena memang primernya enggak pernah ditunjukkan, enggak pernah dihadirkan. Iya. Jadi itu sebenarnya kesalahan bukan dari ee tim yang melakukan pengaduan. Satu. Kedua, ada lagi dari Pengadilan Negeri Sleman. I yang mengatakan berdasarkan keputusan mereka, musyawarah tim mereka, eksepsi karena ada eksepsi dari UGM yang menyatakan bahwa akhirnya setelah mereka bermusarawarah, majelis hakim berpendapat bahwa mereka tidak berhak untuk menindaklanjuti e tidak berwenang t tidak berwenang ya. Heeh. istilah hukumnya tidak berwenang untuk melanjutin ee pengadilan ini karena mestinya ini diajukan ke Komisi Informasi Publik atau ke Pengadilan Tata Usaha Negara begitu keputusannya. Oke, gitu. Gitu RH. Nah, jadi ee sahabat RH di sini kami mencoba menampilkan sebenarnya ijazah kamu kalau kepedet rap enggak ada masalah. Oke, karena tadi sempat dibahas di awal ya. Eh, Refli Harun ini teman sekelas saya pas kelas 1 SMA sebenarnya. Selanjutnya enggak kelas 1 enggak kita kelas 15 kita sekolah sore saya murid baru dari dusun gitu. Enggak ingat tuh kalau kelas 1. Oh si kita sekelas ya kelas 1 ya? Kelas 15 sekelas. Oh tapi kamu belum pintar tuh kelas 15. Udah pintar udah ranking satu enggak percaya. E yang ranking satu tuh si Indra Gunawan eh Bastari. Enggak sekelas itu kelas 2 bio kelas 1 jadi jangan dibawa bandi kan saya dong ranking satunya bukan maksudnya bandi kan ketua kelasnya kan waktu itu. Iya ketua kelasnya Isbandi. Oke. Ada Heri Purwanto teman sebangkumu. Iya iya iya. Oke. Oke. Ada Zaidar. Iya iya iya. Lupa RH ya. Kelas. Jadi saya sudah pintar dulu. Tapi RH juga pintar kok kita cepat tepat bareng waktu itu. Ingat enggak? Iya saya jubirnya kan. Heeh. karena yang bisa menjawab dengan lincah. Waktu itu jubirnya tuh pengetahuan umumnya bagus. Makanya menang menang cuman cuman kalau di matematika kamu yang pintar. Dibahas kisah-kisah lama ya sahabat RH. Pas soal matematika saya saya enggak enggak ngitung biar sebelah kanan kiri saya ngitung. Oke ya silakan. Iya kenangan manis ya RH ya. Dulu juara cepat tepat di sekolah I. Oke silakan. Iya. Oke kita lanjutkan. Nah, apa saja sih hal-hal kontroversial? Maksud kami di sini ee bongkar file menganggap sebenarnya kedua keputusan itu sebenarnya enggak sesuai, harusnya tetap dilanjutkan karena banyak sekali hal-hal kontroversial yang blunder-blunder yang terjadi selama ee selama proses pengajuan pengujian ijazah ini ijazah palsu ya. banyak sekali. Di antaranya nih kami coba kompilasi ya, yang paling paling blunder ya, paling kontroversial di antaranya adalah kasus rouni yang terjadi 26 Juli. Apa yang blunder di sana? Coba kita lihat nanti. Terus ada ciri ijazah asli UGM yang sudah dikemukakan oleh Roy Suryo. I Heeh. Terus ada juga pernyataan Bor Suryadi bahwa ijazah di Jokowi dibuat di Pasar Pramuka. I itu menarik sekali nih yang ini poin ketiga ini ada lagi kontroversialnya itu yaitu Mister Kujuk ada lagi ejaan nama dosen pembimbing Jokowi dan tanda tangannya dan ini sebenarnya enggak bisa terbantah karena ee para mahasiswa tahu persislah kali ya ee terutama di UGM mungkin saya sendiri mengalamin di IPB pun itu kalau ada kesalahan penulisan nama dosen pembimbing itu enggak mungkin itu sampai dicetak. He. Ketiga, skripsi Jokowi sendiri ada hal-hal yang di situ yang kontroversial. Waktu KKN-nya juga kan ada beberapa blunder tuh terjadi berapa koreksi waktulah, koreksi wilayah dan sebagainya. Dan terakhir Baris Krim itu yang yang kami anggap blunder juga itu adalah Baris Krim melakukan penyitaan harian Kedolotan Rakyat pada edisi pengumuman hasil ujian PP Juli itu Heeh. Ya, mestinya dan paling lucunya 18 Juli itu hari kelahirannya Rosuryo. Oh, oke oke. Hari kelahiran Rosyo dan ee hari meninggalnya ibu saya. Oh, iya. Eh, alfatihah buat beliau. Amin. Iya. Jadi itu itu blunder-blunder yang dilakukan. Jadi kenyata nyata terlihat bahwa ada sesuatu yang coba disembunyikan di sini. Jadi, keputusan Bares Krim dan Pengadilan Negeri Sulaiman menurut saya juga jadi kontroversial gitu ya. Nah, apa yang kita lihat dari reuni Fakultas Kehutanan UGM di situ ada foto-foto dari slide 4567 itu terlihat foto-foto Jokowi ya dengan rekan-rekannya yang semuanya menggunakan kaos biru dan di sini yang kami anggap agak berbeda dengan umumnya ee reuni-reuni yang terjadi gitu ya. Roun yang dilakukan di hari Sabtu, 26 Juli 2025 di Aula Integrated Forest Farming Learning Center, Fakultas Kehutanan tersebut. Itu semua alumni berangkat ke lokasi menggunakan minibus. Iya. Kalau alumni-alumni angkatan 80 ya, saya aja angkatan 89 itu rata-rata kalau kami sih berangkat ke Runi itu menggunakan kendaraan pribadi lah masing-masing gitu ya. Hampir semuanya tuh datang menggunakan kendaraan pribadi masing-masing dan semua. Kalau ini riuni pakai kendaraan umum dan bajunya sudah seragam gitu ya. bajunya sudah seragam biasanya kaosnya seragamnya itu diserahkan di tempat ya kan registrasi dulu dong karena kan biasanya dari luar kota itu dan menginapnya entah di mana mereka terserah pokoknya pada hari H datang registrasi Heeh baru dikasih kaos biasanya dikasih kaos ganti ganti baru baru saat itu baru masuk ke ruangan tempat Runi biasanya seperti itu kan ini semuanya datang bareng-bareng menggunakan minibus dan sudah seragaman lah berarti Ada titik kumpul. Ada tikumnya ya, RH ya. Ada titik kumpulnya dan ada korlapnya. Iya ya kan ada korlapnya berarti. Ada korlapnya dan semua menggunakan seragam kaos biru kecuali Jokowi gitu kan. Agak aneh juga. Nah satu lagi sini ya. Mereka itu katanya yang datang Runi ada 67 orang dari 88. Iya. Itu juga biasanya agak berat itu. Kami Runi rata-rata sudah 50% aja yang hadir itu sudah luar biasa ya Pak ya. ini sampai 75% kalau dia hitung-hitung itu. Apalagi kalau Pak dan apalagi Pak Jokowi tidak anu tidak lagi presiden kan. Heeh. Itu biasanya minatnya sudah berkurang tuh. Apalagi lagi masalah begini kan. E tapi ya enggak tahu jangan-jangan iya betul kan menggunakan nametag. Nametag rasanya kita saling mengenal tidak akan menggunakan nametag lah ya kalau saat Runi seperti itu. Soalnya saya sekelas ada 100 orang. Iya dan tidak ya. dan tidak 88 loh temannya satu. Nah, kalau 88 ya menurut saya enggak susah mengenal ya kan. Iya, saling mengenal biasanya. Ee kalau saya tuh susah mengenal karena satu angkatan tuh 250 orang. Iya. Jadi saya bahkan tidak tahu ini orang ini selesai apa enggak. Ah, iya. Bisa. Oke, teruskan Lis nanti beberapa hal nanti saya underline. Iya. Oke. Ee menggunakan nametag mereka terlihat tidak saling akrab, tidak ada tidak ada sesi perkenalan tuh. Maksudnya biasanya kadang-kadang kita ada yang maju. Saya sekarang tinggal di sini loh. Anak saya segini gini gini gini gini. Ini enggak ada sama sekali. Dan ada IO-nya yang Anastasia Emlis yang diketahui adalah sebenarnya Jokower banget. Iya. Jadi ee ee itu adalah suatu reuni yang mungkin ya menurut kami ya agak-agak berbeda lah dengan reuni umumnya. Ada EO-nya. Heeh. Anastasia Emlis itu di situ ada fotonya di dia jokover banget kalau di kita lihat di ini ya di oke di Facebook-nya gitu-gitu tapi Facebook-nya tadinya bisa kita buka bisa diakses publik terus sekarang sudah terkunci profilnya sudah enggak bisa diakses lagi. Oke. Oke. Nah, ini sebenarnya foto-fotonya ini tadinya ada di ee sosial medianya Anastasia itu yang di slide Anastasia ini orang ini ya yang yang apa yang yang perempuan ini yang yang ini bukan? Iya. Iya betul. Heeh. Heeh. Betul. Yang ini. Karena saya agak curiga juga karena ada orang yang kemudian ee kok sepertinya menonjol gitu. Kadang-kadang gini. Heeh. Eh, biasanya ya iya ee orang tuh enggak tidak ee apa tidak mau di ee apa menutup diri. Ee maksudnya gini, dia pengin menonjol padahal dengan dia pengin menonjol dia gampang sekali ketahuan. Betul. Heeh. Gitu. Nah, saya lihat Anastasia ini kalau ini namanya Anastasia ya. Iya. Anastasia Emlis ini orangnya saya kan bertanya-tanya ini siapa sih ini? Kok kayaknya menonjol banget gitu ya? Iya. dia kemudian dia bukan alumni dia semacam IO sepertinya karena ada tapi tapi ngapain juga dia pakai ee pakai warna pakai baju ee ini kan lalu ada Bambang Saptono yang tukang-tukang potret itu kan yang selalu ada di rumahnya Jokowi di Jalan Kutai Iya. Kemudian ya ada yang kontroversi wakidi katanya, tapi sudah di apa sudah di ee klarifikasi Dian Sandi. Tapi kita tidak tahu klarifikasinya apakah klarifikasi dia bukan calon terminal sekedar atau klarifikasi bahwa dia betul-betul alumni alumni FTS kehutanan. Itu kan belum belum jelas juga kan. Iya. Kalau Bambang Saptono, kalau menurut Dr. Taufik kan beliau pernah melakukan apa ya eh jual beli tanah apa dengan Bark Saptono dan Dr. Taufik tahunya itu bukan alumni UGM. Bisa jadi. Heeh. karena dr. Taufik kenal langsung. Kalau di slide 7 itu terlihat itu ada briefing dari Anastasia MLIS ke peserta Runi di hari itu ada foto-foto di dan ini foto-foto ini ada di sosmate-nya Anastasia. Oh yang tadinya kita bisa buka bebas tapi sekarang sudah enggak bisa. Sudah dikunci profilnya. Jadi mereka itu Heeh. rupanya tetap ingin cari poin dari Pak Jokowi ya. Maksudnya barangkali untuk tagihan. Iya betul. ini ketika dia muncul ya kan ketahuan ini siapa sih orang ini kok dia menonjol banget karena Anastasia ini tidak terlihat sebagai orang yang sudah berumur 63 64 tahun belum jangan-jangan belum 50 under 50 masa sih ee oh enggak tahu juga sih tapi rasanya aw muda ya iya 63 64 rasanya kok enggak ya kayaknya belum kayaknya ya tapi ya wallahualam iya iya ok terus Tapi ini realitanya sebenarnya menurut saya memang ee reuni itu tidak memastikan bahwa seseorang menamatkan pendidikan di institusi tertentu. Bisa saja dia pernah kuliah. Iya. Tetapi kan ini kan sudah dibilang bahwa ini satu angkatan. Satu angkatan. Oke. Kalau satu angkatan berarti usianya ya kayak Pak Jokowi more or less kan enggak mungkin Jokowi lahir 61 berarti 63 64 65 lah ya mungkin. Iya. sekarang 64 64 ya maka 63 64 65 kan usianya more or less lah kalau bisa sampai usianya masih 60 tahun itu jauh sekali dengan Pak Jokowi iya enggak mungkinlah ya nah di saya tahu di beberapa kampus ada kebaikan hati dari universitas untuk tetap menerima mahasiswa yang do untuk tetap berkuliah tapi di level diploma mungkin atau sarjana mudoke karena saya tahu persis ini di IPB RH ya. Oke. Saya ada kebetulan om saya dosen di sana dan saya tahu persis ada beberapa mahasiswa DU itu dibaik dibantu sehingga terutama yang dari daerah yang sama itu dibantu beliau supaya anak tuh enggak pulang kampung tapi pindah ke diplomanya. Oke. Atau sarjana muda. Jadi itu di sana. Jadi bisa bisa jadi ada seseorang yang nilainya enggak bagus tetap lanjut tapi tidak di S1. Oke. Ada peluang seperti itu. Kalau Jokowi ini ya diperkirakan dari awal memang dia tidak terima S1. Oh. Oh. Iya. Ada bukti itu ya kemarin ya. Makanya kan dia kan registrasi kan ee sarjana muda lalu Heeh. yang 18 Juli itu disimpan korannya itu kan menunjukkan tuh kalau enggak kan ya biasa-biasa aja lah. Tapi ternyata ketika dicari enggak ada lagi sudah korannya itu. Itu kan mencurigakan ya. Iya. Kenapa harus disimpan itu? Iya. Heeh. Oke, ya. Tapi kita lihat juga di sini dari UGM juga ada pernyataan dari Dekan Fakultas Kehutanan Sigit Sunarta menyatakan bahwa Runi ini sudah direncanakan oleh angkatan 80 tuh sejak lama gitu dan dia menyebutkan jumlah yang hadir 67 dari 88 total mahasiswa. Ya, Sigit Sunarta ini boleh juga. Kenapa? Karena dia juga yang membela Jokowi dari awal ya. He. Sejak 2022 ini berapa tahun sih jabatan dekan kok belum ganti-ganti ya? 2022 sudah 5 tahun ya. Jadi dia 20 2022 itu juga yang kemudian membeberkan ijazah kosokol asli Jokowi kan. Jadi ijazah Jokowi itu muncul dalam empat momen. Heeh. Momen pertama ketika ini enggak tahu siapa yang duluan ya. Yang jelas ketika ramai-ramai ee teman Jokowi menunjukkan ijazah. Lalu ada big screen di belakang ee yang di Ambar Rukmo. Ambar rukmo. Nah, itu ada foto ijazah Jokowi. Ijazah Jokowi. Yang pokoknya yang kacamata semua itu sama. Heeh. Kemudian Sigit Sunarta menunjukkan juga di sebuah acara. Di sebuah acara enggak tahu di acara di mana ya pokoknya sepertinya press conference ya karena cuma di rumah doang itu kayaknya dia di apa? Dikejar wartawan menunjukkan ijazahnya atau layar aja? Enggak. Menunjukkan menunjukkan ijazah. Ijasahnya. Heeh. ee apa ya? Fotokopian atau apa, pokoknya dia yang menunjukkan ini ijazahnya katanya. Oh, oke. Heeh. Atau apa, enggak ngerti itu ya. Bukan yang asli atau apa ya. Pokoknya dia menunjukkan ijazahnya. Nah, lalu ee fotokopian atau apa nanti saya kita e cek lagi ya. Nah, yang ketiga Dian Sandi. Heeh. Yang keempat Bares Krim Mabes Bori Deriptipidum. Oh, iya. Nah, itu empat kesempatan yang kemudian kalau kita pakai metode ilmiah, even kita tidak pernah melihat aslinya, Iya. Maka kan sebuah keterangan tu kalau dia konsisten, sebuah fakta itu konsisten ya, maka itulah Iya, betul kan? Konsisten tuh kacamata, kacamata, kacamata, kacamata dan tidak dibantah, tidak dibantah, tidak dibantah, tidak dibantah. Bahkan diakui, diakui, diakui oleh sikit Sunarta, oleh teman-temannya. Maka kesimpulan kita ya ijazah Jokowi itu yang itu iya yang di yang diuji oleh Roy Suryo pokoknya yang ditampilkan dalam Runi Ambarukmo, oleh Sigit Sunarto, oleh Dian Sandi dan oleh Barskir Mabesbori. Iya. Dan ijazah itulah yang kemudian diuji Heeh. oleh Roy Surio dan kawan-kawan. Iya. Dengan hasil fake gitu. Oke. Jadi kalau kita bicara tentang sebuah metode ilmiah, walaupun itu bukan data primer tapi data sekunder, cuma kan kita bisa ada disclaimer bahwa data sekunder ini identik dengan data primernya. I maksudnya karena tidak ada bantahan. Iya. Jadi dia sama dengan data primernya kecuali ada bantahan bahwa itu bukan ijazah Jokowi. Itu baru. Iya, betul. Oke. Iya, silakan. Terus Lis ya. Kedua, kan ini adalah ee pernyataan baru relatif barulah ya dari Roy Suryo karena dia menerima lima bundel ee dokumen asli dari alumni alumni UGM. Ada yang dari Fakultas Kehutanan dan ada yang dari fakultas yang lain. Itu pada semuanya lulus tahun ‘5. Ada lima ciri pada ijazah asli UGM. Makanya mungkin enggak akan sulit untuk dipalsukan. I ada watermark pada kertas ijazahnya pada seluruh bagian kata Ryo ya. I ee terus memiliki benang pengaman pada kertas ya ijazah ya luar biasa dari perguruan tinggi terbaik di Indonesia pastilah ada banyak pengamannya juga ada logo UGM yang menggunakan teknikos. Iya ya dan di tengah ada logo dengan tinta tertentu yang terkadang tembus sampai ke belakang kertas ijazah. Iya. dan ada meterai dengan nilai tertentu. Nah, tentang meterai ini secara tidak langsung sebenarnya R menyatakan sepertinya nilai nilai metranya berbeda dengan yang ada di ijazah yang ditampilkan. Metranya berapa itu? 100. Kalau di Jokowi 500 atau 1000 yang di Jokowi 100 tapi yang aslinya itu yang Ros itu tidak menyebutkan masih ditutup sama dia. Oke. Heeh. Kesan yang ditangkap adalah nilai meterai yang di yang ada di ijazah lulusan tahun ‘5 tuh berbeda nilai meterainnya. itu yang ditangkap ya. Itu yang dinyatakan oleh Roy Suryo. Sebenarnya dari sini bariskrim sangat sangat mungkin gitu loh untuk memastikan ijazah yang katanya sudah pernah dipegang oleh mereka itu asli atau palsu. Sudah clear di sini ya. Walaupun mungkin ada yang kalau di sini mau tampilkan syarat-syarat jasa asli mungkin secara umum aja legalitas nomor seri, kualitas cetakan, tanda tangan, cap resmi, dan asal institusi. Ini kita lewatkan dulu. I gini gini. Heeh. mengenai ee lima tanda tadi coba satu apa ee kita Oh, sebentar lima lima tanda itu ada sebentar sebentar maaf tadi mundur jadinya lima tanda watermark ada watermark pada kertas ijazah waterm jadi ee dian Sandi itu enggak kelihatan tuh UGM UGM UGM-nya kan ada watermark-nya tuh UGM UGM UGM nah iya heeh kan itu polos saja tuh kertasnya iya itu kelihatan polos saja itu kelihatannya enggak kelihatan nah kok kelihatannya enggak kelihatan ya memang enggak Tidak terlihat. Tidak terlihat. Jadi gini, ijazah Jokowi ini kan tahun ‘ tapi akhir. Heeh. Sementara ijazah yang dikumpulkan Roy Suryo ini 85 tapi awal. Heeh. Kan harusnya akhir makin canggih dong. Makin e makin kuat pengamannya. Iya. Masa makin tidak kuat? Iya. Eh, kelihatannya Roy Surio agak kesulitan menemukan yang seangkatan karena kelihatannya sudah ada operasi underground movement untuk mengamankan semua semua ijazah yang angkatan itu sudah dihubungin sudah di I don’t know exactly mungkin ya kita curigation ya kan gitu. Nah, jadi ee karena itu menurut saya lima pengaman itu mulai dari watermark apalagi benang pengaman, benang pengaman, teknik embos. Embos. Di tengah ada logo dengan tinta tertentu. Logo dengan tinta tertentu. Heeh. Yang terkadang tembus sampai ke belakang kertas ijazah. Iya. Dan ada meterai dengan nilai tertentu. Nah, lima pengaman ini ya menurut saya ee tidak boleh berkurang harusnya. Heeh. Kalau nambah boleh. Iya. I. Kalau berkurang kok masa kualitas pengamannya tambah turun setelah ee apa ada wisuda akhir tahun kan. I. Nah, itu itu yang ee merupakan kalau dalam hukum itu namanya petunjuk. Oke. Saya saya ulangi ee yang tadi pengaman pengaman malah bukan ini pengaman malah untuk mengamankan bahwa ini ijazah asli. Dalam dalam hukum itu petunjuk bahwa ijazah Jokowi itu jangan-jangan tidak asli karena kok pengamannya bukan tambah kuat tapi tambah rendah. Oh iya iya. Jadi kalau yang tadi yang data primer dan data sekunder tadi ya Lis ya. Heeh. Kalau dari sisi hukum dia bilang karena dia bilang data primer dijadikan alat bukti. Ini menurut saya suntoluyu jadinya. Kenapa? Karena kalau yang namanya alat bukti itu menurut KUHAP kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana Pasal 184 itu satu keterangan ahli. Oh iya itu padahal keterangan saksi. Iya surat. Heeh. Petunjuk keterangan terdakwa ketika di pengadilan. Nah sekarang tambahan ee sesuai dengan kemajuan teknologi karena 81 kan belum ada internet. Iya. Dokumen elektronik. Oh oke. Atau informasi elektronik. Jadi enam. sekarang yang dia katakan bukan data sekunder eh bukan data primer tuh yang mana saya saya ee berprasangka dia itu hanya terpaku pada apa yang diteliti Roy Surio. Heeh. Di mana Roy Surio mendasarkan kepada ee bukan dokumen analognya kan begitu. Heeh. Heeh. Bukan bukan hard copy maksudnya kan. Iya. Bukan ya analog tuh yang asli yang I kan analog sama digital kan. Heeh. Jadi bukan dokumen analognya. Padahal itu kan baru satu pembuktian saja kan. Alat bukti lainnya kan bisa petunjuk apa yang bisa jadi petunjuk Kasmujo. Iya banyak sekali sebenarnya Pasar Pramuka. Oh iya iya kan? Heeh. Kemudian ee keterangan keterangan ahli misalnya Roy Suryo kan itu kan bisa Rism itu ahli semua ahli forensik. Rism kalaupun tidak bisa dijadikan petunjuk gitu. Heeh. Sur ahli keterangan saksi saksi bisa dicari nanti kan ada disebut Anggit kemudian David Widodo. Heeh. Itu kan bisa dijadikan saksi semua. Iya. Jadi menurut saya harusnya kasus ini naik pada penyidikan. Di penyidikan itulah kemudian mereka bisa mengumpulkan alat-alat bukti lainnya. Iya. Nah, kalau seandainya alat buktinya enggak kuat misalnya kan setelah dikumpulkan baru SP3. Karena harusnya begitu. Iya, betul. Oh, ini langsung dipatahkan begitu aja ya. Okelah, teruskan Lis apaagi? Iya, yang ketiga ya di situ kan tadi sudah dibahas ya RH ya, banyak sekali uji digital terhadap tiga dokumen yang dilakukan oleh salah seorang pemilik percetakan. Iya. Tapi dengan background yang dari ITB beliau dan juga juga ada page comparation yang dilakukan oleh Roy Suryo dan ee dengan Rism I dengan eh Ella dan sebagainya. Nah, yang ketiga ini yang paling kemarin itu sangat viral itu adalah pernyataan Bitor Suryadi. Iya. Bahwa ijazah Jokowi dibuat di Pasar Pramuka. Iya. Nah, ini ini sangat viral dan sangat mencengangkan. Iya. Nah, anehnya kenapa Bitor kalau misalnya membawa berita bohong kok dia malah enggak jadi pernah jadi tersangka? Nah, jangan bilang jadi tersangka. Maafin apa maksudnya kita kok ee mudah sekali. Maksud saya kalau memang bitor itu tidak benar ya kan ya harusnya kan begini kalau saya kan bukan begitu. Heeh. Oke. Kenapa keterangan Bor itu diabaikan oleh Bares krim oleh polisi? Oke. I kan dia kan bisa dipanggil sebagai saksi untuk menunjukkan bahwa ada perkembangan seperti ini kan, perkembangan informasi gitu loh. Iya, gitu. Ee maksud saya maksudnya dengan yang lain ada 12 orang lain yang mungkin tidak sefenomenal ini kata-katanya gitu kan, tapi malah di di mau dikenakan sanksi hukum gitu. RH ini kan sangat fenomenal dan sebenarnya sangat penjok sekali walaupun memang tapi, tetapi maksud saya paham tetapi maksud saya kita jangan berpikir bahwa kalau kalau 12 kena Bitor kena juga. Iya. Karena yang benar itu adalah bahwa semuanya tidak boleh kena. Betul. Iya. Setuju. Setuju kok. I pastinya saya setuju itu. Karena iya karena ini adalah ee sebuah cara kita untuk mencari kebenaran kan. Iya. dan bagian dari hak asasi manusia sebagai hak untuk mendapatkan informasi, the right to information. Nah, sebenarnya ee apa yang dilakukan oleh Bitor harus dimaknai sebagai ee sebuah petunjuk. Iya, betul. Setuju. Harusnya dia dengan adanya petunjuk atau informasi seperti itu, maka harusnya dia dipanggil oleh pihak Bareskrim untuk dimintai keterangannya. Iya. Karena Bitor itu kan jelas menyebutkan nama-namanya kan. Ada Anggit Nugroho, ada Widodo katanya, ada David. Iya. Ada macam-macam gitu. Nah, orang-orang itu kan sebenarnya bisa dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Apalagi Bor juga tidak ee tidak menyembunyikan diri kan selalu hadir kalau dipanggil diundang media selalu datang gitu. Jadi kenapa dia tidak dimintai keterangan? Kan aneh rasanya. Iya. malah yang dimintai keterangan tuh Silvester bolak-balik ternyata sudah jadi terpidana gitu ya. Iya. Oke. Apalagi Lis? Nah kita ini dulu ya. Ini dari Bitor ya. Tadi sudah sama ijazah Jokowi dibuat di Pasar Pramuka oleh tim dari Solo, David Anggit dan Widodo. Iya. Terus eh belakangan ada nama lain tuh kan dia bilang David Anggit Widodo. Kemudian ada Sigit Widyawan, kemudian ada Deni Iskandar dari BD Iskandar atau Deni ya bilang Deni Iskandar. Kemudian satu lagi anu ee ee yang pernah jadi ketua Eko Sulistio. Jadi ada enam ada enam orang. Iya. Yang sebenarnya bisa dimintai keterangan dan ee Bitur juga menyatakan dengan clear bahwa Widodo membawa dokumen ke Pasar Pramuka untuk dibuat di kiosnya Paiman Raharjo. Nah, itu itu dari Bitor ya? Iya, itu dari Bitor. Nah, kemudian dari itu kan ee punya punya lagi keterangan karena Pak Iman juga sebagai pihak yang bisa dimintai keterangannya kan begitu. Iya. Dan ternyata Pak IMAN adalah mantan rektor Universitas Mustopo Beragama yang juga pernah menjebat sebagai wamen desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi. Jadi kalau misalnya dibilang, “Wah, enggak bisa, enggak ada bukti, enggak ada apa.” Ini banyak sekali bukti anunya minimal yang bisa dijadikan alat bukti banyak banget. Keterangan saksi ada, keterangan ahli ada surat ada kemudian petunjuk banyak gitu. Betul. Dan kalau mau ditanya sat dokumen elektronik ya banyak. Ada contoh ya misal Heeh. Dian Sandi misalnya kan Dian Sandi itu memang sudah dipanggil ya kita enggak tahu apa ditanya apa. Tapi Dian Sandi itu kan bisa ditanya kamu dapat dari mana ini ijazah yang kamu upload ini? Karena ada dugaan ini dugaan ya sekali lagi praduga tak bersalah bahwa ijazah tersebut diedit kan kita bisa bikin anu kita bikin muka kita jadi cakep, muka kita jadi anak-anak dan lain sebagainya. Jadi tetap elektronik sebenarnya tetap bentuknya digital sampai saat ini. Oh digital kalaupun ada analognya ya bisa saja printed. Hm. Jadi awalnya digital lalu kemudian diprint. Hm. Heeh. Heeh. Kan begitu metodenya. Heeh. Bukan awalnya ee blanco ya kan. Kalau masa-masa itu berarti pakai Adob Reader gitu kan ngedit-ngeditnya gitu. Iya. Pokoknya intinya. Nah itu yang kemudian di Roy Surio yang kemudian dia elah ya kan jadi error error level analysis. dengan ela dia kemudian melihat begitu dia. A kacau. Iya karena terlihat semuanya. Terlihat bahwa ini editan semu lalu dia bandingkan dengan ijazah dia. Heeh. Yang tidak ada editnya. Jadi ketika di dijadi dihitamkan itu kelihatan tuh masih logonya jelas ininya jelas. Jadi ela itu untuk melihat apakah ada editan atau enggak. Hm. Nah, itu yang sebenarnya kan metode-metode yang kalau memang enggak benar ya silakan Heeh. dibantah. Ini kan enggak ada pembantahnya. Yang ada adalah wah enggak sah itu karena dokumen analog kok jadi di digital itu ngawur katanya Silvester gitu. Yang tidak ngawurnya enggak ada. Pokoknya bilang ngawur aja ya. Enggak ngawurnya enggak ada. Gimana gitu, Silvester? Kata Her eh apa tuh kata Dudi apa? Didu Sayid Didu mau diplester gitu kan. Tapi belum ya. Oke. Oke. Silakan. Oke kita lanjutkan di slide yang ke-19 itu kita coba menggali siapa sih Faiman Raharjo ini? Ternyata sangat menarik RH. Paiman Raharjo ini sangat menarik. Saya sih sebenarnya Lis ya sebelumnya saya disclaimer dulu. Saya mau ngundang Paiman. Iya dia sudah bersedia datang ya. Heeh. Jadi hak dia untuk cover ya e tetapi enggak tahu kapan dia datang. Coba kita iseng-iseng ee apa ee silakan terus saya iseng-iseng. Oke. Ee Pak Iman Raharjo ini ternyata di kasusnya ini kan terjadi di tahun 2012 pada saat Jokowi mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI. H. Nah, ternyata di tahun 2013 Paiman Raharjo ini sudah diangkat jadi Kepala BUMD DKI yaitu eh bukan kepala BUMD, komisaris di BUMD DKI yaitu Food Station Cipinang Jaya. Oke. Sejak tahun 2013 dan ee pada tahun 2015 dia masuk ke ranah nasional itu tercatat sebagai komisaris independen ee perusahaan gas negara. Wah, itu cuannya banyak itu. Tapi tapi enggak tahu tercatatnya sampai tahun berapa. Coba kami coba browsing gara-gara Lisa gara-gara Lisa dan gara-gara kita ngomong-ngomong dulu akhirnya tantimnya dihapuskan. Iya saya tahu itu kayaknya. Saya baru mau bilang ke RH. RH kita bahas terus tuh tantia. Begitu saya konfirmasi ke saya senang sekali dia. Oh itu benar itu. Oke silakan silakan. Oke. Terus ternyata hingga 2025 sampai bulan Juni tadi, Pak Iman Raharjo ini merupakan komisaris yang lebih tinggi lagi nih grade-nya Pertamina Hulu Energi ya. Itu Pertamina Hulu Energi itu konon kata siapa itu 80% pendapatan Pertamina itu dari Pertamina Hulu Energi. Iya. Makanya komisarisnya juga per bulan itu sekitar 8 sampai 9 M. I jadi mirip-mirip sama Pertamina Corporate. Makanya Denny Ja langsung protes dia. Langsung protes dia Denny J begitu begitu Tantim dihapuskan ee per tahun buku 2025 kan karena dia baru menggantikan Paiman CS ini dari gitu. Tapi kita dukung ya kita dukung ee Prabu Subianto untuk dua hal. Hidup RH salah yaitu menghapuskan tantiem. Heeh. dan kemudian ee memberikan abolusi kepada Tom Lembong gitu. Iya, betul. Oke. Jadi ini tidak tercatat Komisaris Independen PGNI sampai kapan tapi kita asumsikan selama 5 tahun itu 2015 sampai 2020. Iya. Berarti di 2021 sampai 2025 Pak Iman ini sudah menjabat sebagai komisaris di Pertamina Hulu Energi. Iya. Jadi selama 10 tahun itu full jadi komisaris. I. Nah, tapi di tahun 2023 dia menjabat rangkap sebagai wakil menteri ee PDDT TT I daerah tertinggal dan transmigrasi selama 2 tahun. Jadi sejak berganti pemerintahan eh 2025 apa 2024 kali ya. Iya. Ee berganti pemerintahan dia menjadi ee ee tidak menjadi menteri lagi. Itu maaf wamennya dari 2023 sampai 2024 dan menjadi rektor Universitas Mustopo Beragama itu tahun 2022 sampai 2025. Jadi baru diganti Juni 2025 ini. Sebenarnya kalau di pengangkatan mestinya Pak Iman ini jadi dari tahun 2022 sampai 2027. Hm. Tapi ternyata di Juni tadi diganti rektornya. Jadi, Rektor Mustopo beragama sudah bukan Pak Iman lagi. Oke. Eh, yang menarik Pak Iman ini pernah upload mungkin di Instagramnya ya, saya belum cek di mana. Dia bilang, “Wah, dia dengan bangga mengatakan, saya cuma mengajukan profesor tuh cuman butuh waktu 2 seteng bulan nih.” H sudah jadi profesor. Sementara rata-rata dosen itu enggak gampang untuk jadi profesor. Ada yang ngajuin 5 tahun, sekian tahun, sekian tahun. dia 2 seteng bulan aja sudah bisa jadi profesor. Tapi memang ya kalau kita lihat profesor itu kita lihat di Indonesia ini ada yang profesor itu ada dari tiga jurusan. Iya. Satu profesor yang resmi profesor Dikti. Oh ya. Jadi yang memang berbekal kepres kalau tidak salah ya. Heeh. Keputusan presiden tuh. Keputusan presiden. Keputusan menteri itu ya. Profesor menteri. Mesti dikti ya. Tapi kepresnya e apa ee keputusannya keputusan siapa gitu. Keputusan menteri atau keputusan presiden? Nanti kita lihat ya. Oh oke. Nah, yang kedua adalah profesor pemberian dari universitas. Hm. Honoriskosa bukanak bukan honor ka profesor. Betul. Betulan dianggap tapi cuma pemberian universitas itu meniru gaya-gaya luar negeri Amerika apa-apa. Konon Oto Hasibuan tuh ya itu profesor pemberian universitas saja bukan profesor Dikti. yang ngasih itu kalau enggak salah ee pelita harapan sama dengan yang ee lawyernya ee Jokowi. Heeh. Si si Firman itu juga dari itu dari Universitas Islam Sultan Agung. Oh. Padahal dia bukan pengajar di tempat itu. Oh. Dan bahkan pengalamannya sebagai kan dia Taman S1 2015. Heeh. Dapat profesor 2024. 9 tahun ya? 9 tahun. Luar biasa. 9 tahun saja berkarir di dunia hukum. Ya, kalau kaya raya itu kan soal lain kan. Dia menantunya Oto Hasibuan. Tapi maksud saya aduh lama-lama negeri kita ini parah banget gitu ya. Nah, itu yang jadi masalah. Bayangkan 9 tahun yang ketiga dari luar negeri. Jadi beberapa orang kalau misalnya kita dengar Profesor Egi Sujana misalnya itu dari Malaysia. Oh, oke. Atau misalnya Profesor Adan Buyung Nastion itu dari Australia. memang mengajar di sana atau ee mereka anu ee apa ee semacam profesor kehormatan juga. Tapi gini gini kita harus harus bayangkan kalau di luar negeri itu orang diberi gelar profesor itu sesuai dengan seperti pangkat akademik aja. Oh iya. Jadi, jadi ee kan tokoh kaliber kan Anan Buastion Kuliah Lubis ya kan diakui. Nah, kerjanya mereka itu mereka bisa membimbing disertasi. Oh iya. Misalnya dari apa? Dari Melbourne University kan. Heeh. Ee mereka membimbing ee apa disertasi lalu sekali-sekali ke sana ceramah dan lain sebagainya begitu. Hm. Heeh. Heeh. Ya, biasanya itu eh tim Linsei yang sering sekali ngontak orang-orang Indonesia untuk dijadikan kalau enggak salah Jimli Asidiki juga jadi ada attachment ke Melbourne University. Tapi RH belum profesor ya? Belum provokator saya. Profnya itu provokator. Provokator. Janganlah RH. Oke. Jadi sebenarnya kenapa tidak profesor sederhana aja karena tidak pernah diurus. Eh karena untuk profesor tuh Anda harus Dar RH memang akademisi kan mengajar kan sebenarnya. Tapi terakhir-terakhir ini kan kira-kira setelah nge-YouTube ini 5 tahun terakhir itu udah jarang aja. Saya bukan saya menjadi orang yang lebih lebih kental dunia aktivism-nya daripada dunia akademician-nya. Oh oke. Jadi atau akademisian yang aktivis bukan yang di kampus yang muter-muter di kampus. Iya. Ya. Saya tercatat sebagai apa? Ee dosen resmi di sebuah universitas. Tapi saya tidak mau sebutkan. Heeh. Karena kasihan sayang kasihan dengan uni kalau kita berarti punya NIDN-nya ya punya nomor indas nomor induk dosen nasional punya dan kalau saya sebutkan universitasnya itu kasihan karena gini enggak pernah hadir atau bukan bukan gimana bukan kita ini kan oposis oh ok ngerti heeh gitu kecuali kalau kita bagian dari pemerintahan wah itu senang semua orang kan iya tapi kalau kita begitu oposisi adalah kita tahu dirilah kita enggak usah sebutkan jati diri kita ketimbang Bang, makanya kan saya enggak mau disebutkan dari kampus mana kan. Iya, betul. If you want eh you w if you want invite me, saya Refle Harun, not a lecturer from eh a certain university kan. Jadiak enggak itu aja. Oke, silakan. Oke. Ee yang menarik juga ada yang mencoba melihat bahwa walaupun Pak Iman Rahonya sudah level profesor dan mengaku mengajar sejak lama gitu, indeks Scopusnya satu saja. Oke. E jadi dia baru dua kali kalau enggak salah memppublish hasil apa jurnalnya di internasional. H. Terus ada sekarang ni sebenarnya Pak Iman juga sudah mengalami tuntutan nih dari para mahasiswa di kampusnya karena ada perbedaan informasi pendidikan nih yang dipertanyakan. Ada tiga versi. Ada pengakuan bahwa dia S1, S2 di Mustopo beragama tadi S3-nya di UNFAT. Ada lagi yang pernyataan dia S1, S2, S3 sebenarnya di Mustopo semua. Ag ada lagi pernyataan dari Paiman dari salah satu dokumen di mana gitu ya. Tapi ini ee mahasiswa itu sudah mencatat dia S1 di IKIP Jakarta sekarang namanya UNJ, S2 di UNPAT dan S3 di Mustopo Bertergam. Jadi ee histori pendidikannya tuh aneh gitu. Aneh berbeda-beda, enggak jelas. Makanya sebenarnya di Indonesia ini aneh. Heeh. Seorang yang berpendidikan tidak konsisten kok bisa profesor gitu. Iya. Tidak konsisten dan tidak jelas gitu kan. Iya. tidak jelas keilmuannya di mana sesungguhnya. Heeh. Makanya saya ingat Anis Baswedan ya berapa kali ee dia ee dia cerita kok enggak di profesor aja. Maksudnya kan banyak kampus yang mau ee ibaratnya mau attach sama dia kan gak mau dia. Kenapa? Karena tanggung jawab akademiknya kan jadi enggak ada. Ee pintar iya tetapi kan kita harus membedakan antara akademician sama ee aktivis. Heeh. Kalau kita jadi aktivis ya tahu dirilah bawa profesor ke mana-mana tetapi kita sendiri enggak pernah mengadakan penelitian, tidak pernah mengajar dan lain sebagainya. Lalu gelar profesor digunakan untuk keren-kerenan sebagai lawyer misalnya. Nah, itu yang enggak benar akhirnya. Jadi, tidak ada tidak ada apa? Tidak ada karya akademiknya, tidak jelas keilmuannya, tiba-tiba bilang profesor. Nah, itu yang jadi masalah. Kalau saya kan konsisten tuh S1-nya hukum. Heeh. S2-nya hukum, S2 lagi hukum, S3 hukum. Enggak pernah enggak pernah loncat-loncat. Kalau Anis masih tidak konsisten. Kalau enggak salah S1-nya ekonomi. Ekonomi, kemudian public policy, kemudian kemudian politik. Makanya yang dua dan tiga masih nyambung ya. Yang pertama enggak. Iya. Makanya kalau misalnya kita bicara core bisnisnya apa itu yang agak agak masalah. kecuali makanya seorang Rizal Ramlee misalnya kurang pintar apa dia tidak profesor. Iya. Kalau akademisi cukup ketat itu bahwa kalau tidak inline itunya dia tidak bisa jadi profesor. Kecuali tadi orang-orang yang beli dari kampus kemudian dari dapat penghargaan dari kampus atau dia pejabat publik. Bayangkan. Iya. Baru jadi menteri hukum tiba-tiba profesor langsung. Ya kan ada yang S2 dulu baru S3. Eh apa S3 dulu baru S2 ada gitu kan. Okelah. Oke. Iya. Ada juga S3 dulu baru S1 tapi bidang lain ya. S3-nya bidang politik tiba-tiba ngambil S1 hukum itu ada juga. Oh, gitu. Oke. Oke, silakan. Nah, tapi di sini kita catat juga bantahan dari Paiman Raharjo ya supaya cover board side lah gitu ya. Dia bilang dia sebenarnya membuka tempat percetakan dan fotokopi di Pasar Pramuka tuh dari tahun ’97 sampai 2002 saja. Iya. Karena di tahun 2023 dia sudah menjadi kaprodi di Universitas Mustopo. Jadi pada saat yang dibilang ee pembuatan ijazah Jokowi di Pasar Pramuka tahun 2012, Pak Iman katanya dia sudah enggak punya kios. Hm. Tapi ee Rosuryo yang mendatangi langsung Pasar Pramuka mendapatkan kesaksian langsung bahwa kiosnya tuh ada dari tahun ’97 sampai 2017. Iya. Dan lokasi kiosnya itu walaupun mungkin sudah bukan milik Paiman atau diserah terimakan atau diolah orang lain. Tahun 2024 kan kebakaran tuh lokasi kios di sana. Iya. Heeh. Dan Pak Iman ini juga diketahui adalah pendukung Jokowi Tulen karena dia adalah ketua umum relawan sedulur Jokowi. Oke. Heeh. Itu itu dia tentang Pak Iman Rohadjo. Menarik sekali sebenarnya Pak Iman ini. Ee I oke ya. Tapi nanti kita lihat ya. Nah saya saya berusaha mengundang Pak Iiman tuh untuk ngomong lebih banyak. Mudah-mudahan ya. Iya. Mudah-mudahan dapat klarifikasi langsung ya covernya dari yang yang bersangkutan. Nah, berikutnya itu yang juga cukup menarik itu adalah sangat menarik sebenarnya dari Kasmujo. Iya itu di slide ee 22 itu terlihat Kasmujo. Waktu foto kiri itu ada saat ditemuin Rism Sianipar di rumahnya dan foto kanan kanan waktu ditemuin oleh Jokowi. Hm. Ee pada saat itu Jokowi berkunjung sebelah kiri tapi enggak ada foto Rismnya ya. Tapi kita tahu itu pada saat ketemu dengan Rismon dan ada yang ada hal-hal yang melihat, oh itu bukan di rumahnya Pak ini. Tapi sebenarnya Rismon menemui di dari pintu belakang sepertinya ke pintu samping. Sedangkan kalau Jokowi dari pintu depannya rumahnya. Oke. Oke. Nah, ada apa sih dengan Kosmo Mojo, apa yang terjadi di sini? Gitu kan ya. Karena pada saat Jokowi mengisi kuliah umum di UGM I pada tanggal 19 Desember 2017 itu Jokowi datang ke Fakultas Kehutanan dan di sana dia ee di mimbar pidato memanggil Kasmujo. Iya. Dan menyatakan Kasmu Mjo adalah dosen pembimbing skripsinya. Enggak bisa dibanta ya dari kata-kata itu, dari rekaman yang ada. Nah, kemudian pada tanggal 11 Mei 2005 Kasmjo mengatakan bahwa dirinya bukan pembimbing skripsi. melainkan pembimbing akademik Jokowi ee dari tahun 198085 dia menyatakan Jokowi itu anaknya rajin ginilah dia pernah berkunjung ke pabriknya dan segala macam. Waktu itu kalau enggak salah saya memang lihat itu pernyataan Kos Mjo langsung dan ee 2 hari kemudian Jokowi di Twitter resminya mengatakan pada tanggal 13 Mei bahwa ee Kasmu Mujoo memang bukan pembimbing skripsi tapi pembimbing ee akademiknya. Hm. Heeh. dia meralat berita bahwa Kasmjo adalah pemikriya. Nah, jadi ini eh Jokowi versus Jokowi gitu ya. Iya. Iya. Dan pada saat Rismon mendatangin Kasmuj pada 17 Juni 2005 di rumahnya, terjadi perbedaan informasi lagi. RH Kasmujo menyatakan bahwa dia bukan pembimbing skripsi dan bukan pembimbing akademik Jokowi. Karena saat itu dia masih berusia 35 tahun, masih sarjana muda dan merupakan asisten dosen. Jadi dia belum berhak mengajar langsung kepada para mahasiswa. Jadi ee kalau soal pembimbing ini kita harus disclaimer juga dalam pengalaman saya ya. I ee dosen pembimbing saya itu asisten dosen juga. Heeh. Ee waktu itu Sigitrianto ya ee yang belakangan jadi profesor kemudian ee jadi dekan dua kali dan meninggal tahun lalu ya. Ya mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala menerima amal baiknya. Nah. Eh, mungkin karena mahasiswa hukum itu banyak perangkatan itu 200 250 I sehingga ee diperbolehkan mereka jadi dosen pembimbing. Tapi pembimbing skripsi ya tidak kelihatannya. Kelihatannya ya karena saya kan bukan jurusan hukum internasional. Kebetulan Sigit ee almarhum Sigit Rianto ini jurusan hukum internasional. E saya hukum tata negara ya. Tetapi memang biasanya sangat bergantung kepada kondisi ee fakultas masing-masing. Kalau misalnya rasio dosen dan mahasiswanya masuk akal, ya barangkali dosen-dosen senior yang jadi pembimbing akademik. Tetapi kalau seperti Fakultas Hukum yang satu angkatan itu 200 250 iya ya barangkali dosen-dosen yang junior pun dikerahkan sebagai dosen pembimbing akademik tapi bukan pembimbing skripsi gitu. Iya. Karena pada waktu itu ya Sigitrianto eh usianya juga muda sekali pada waktu itu ketika dia membimbing ee menjadi dosen pembimbing saya ya. Iya. Jadi kalau kita lihat misalnya Sigit Rianto ee dia sudah meninggal ya tapi yang jelas dia kelahirannya kelahiran muda dia ya kira-kira usianya tidak jauh-jauh amat dengan saya ya gitu. Heeh. Jadi waktu dia itu masih bujangan usianya baru 20-an begitu. Belum 30 ya? Belum 30 pada waktu itu. Jadi ee ada juga tetapi saya kira memang bergantung kondisi masing-masing. Nah tahun 64 dia lahir. Jadi kalau misalnya ’89 saya masuk 64 baru 25 tahun dia. Oh iya tapi sudah jadi dosen ee pembimbing akademis. Jadi pembimbing akademik. Oke. Silakan teruskan. Iya. Di situ Kasmo Mujoo menyatakan demikian. Tapi memang Kasmo Mujoo mengakui pada tahun tersebut dia masih sarjana muda. Jadi memang posisinya tuh belum dosen, masih asisten dosen. Mungkin kalau kami sih dulu asisten dosen itu biasanya untuk mendampingi saat praktikum atau memberikan tambahan-tambahan itu istilahnya responsi. Hm. Pengajaran tambahan aja tapi bukan mata kuliah maksudnya bukan kuliah yang umum gitu. Iya. umumnya ya. Kalau asisten dosen, kalau Kasmuji usianya sebentar saya cek ya. Kalau kalau dia bilang saat ini 74 kalau enggak salah. Iya. Kalau dia ee bilang bahwa dia belum 50 tidak berhak e membimbing itu tidak berhak membimbing skripsi. Tapi kalau sebagai pembimbing akademik saya tidak tahu bagaimana fakultas kehutanannya ya. Tapi kalau dia masih asisten dosen, RH belum dosen ya. Sama seperti Pak Sigit itu asisten dosen dia jadi pembimbing juga. Jadi dua dua jenis asisten dosen. Ada asisten dosen yang dosen yang sudah diterima sebagai dosen tapi belum boleh ngajar. Maka dikatakan masih asisten dosen padahal dia sudah dosen. Oh oke. Ada yang asisten dosen yang mahasiswa. Iya kebanyakan gitu. Asisten dosen tuh masih mahasiswa. Nah di Fakultas Hukum UGM enggak ada asisten dosen yang mahasiswa. Hm. Heeh. Heeh. Jadi semua asisten dosen itu adalah dosen tapi belum mendapat hak mengajar. Belum ee belum ee mendapatkan ee panggung mengajar. He. Jadi paling pengganti kalau misalnya dosen utamanya jadi tim teaching dia kan. He. Gitu. Oke. Oke. Jadi e kalau dia bilang asisten dosen, saya kira asisten dosen yang dosen dia. Oh. Oh. Karena Kasmjo ini diangkat tahun berapa gitu? E tahun ‘6 dia sudah tercatat sebagai dosen kalau enggak salah. Oh oke. Gitu. Dia pensiun dari UGM tahun 2014. Saat ini usianya sekitar 7475. Berarti pensiun di umur 65 tahun sepertinya. Iya. 60. Heeh. Ya. Karena dia S1 ya atau S2 ya? Kalau dia profesor 70 tahun kan. Iya betul gitu. Karena dia dosen yang tidak profesor. Heeh. Oke, silakan diteruskan. Kita lanjutkan yang krusial berikutnya ya atau kontroversial dan sulit terbantahkan ini adalah ee salahnya penulisan ejaan nama dari dosen pembimbing Jokowi yaitu Prof. Dr. Ir. Ahmad Sumitro. Di skripsinya Jokowi itu tertulisnya Prof. Dr. Ir. Ahmad Soe Mitro. H. Dan sebenarnya konfirmasi atau klarifikasi penulisan yang salah ini bahkan dari anaknya almarhum Prof. Ahmad Sumitro dari Aida Greenburih atau Aida Asining Putri itu langsung ya konfirmasi bahwa ayah saya tuh penulisan ejaannya itu Prof. Dr. Ahmad Sumitro Su itu dari Aidah bahkan ya konfirmasi ini berita ini. Dan berikutnya dari kebetulan Aida juga yang menayangkan ijazahnya dan ada tanda tangan ayahnya. Aida ini juga berkuliah di Fakultas Kehutanan UGM angkatan 89490 ya RH ya. Dan di sana tertera tanda tangan ayahnya yang sebenarnya secara kasat mata ya enggak perlu ahli ahli tanda tangan apa apa istilahnya tuh ee kita bisa secara kasat mata melihat tuh perbedaan cukup signifikan antara tanda tangan yang ada di skripsinya Jokowi dan tarikannya ya dengan ijazah dengan tanda tangan Prof. Dr. Ahmad Sumitro yang ada di ijazahnya Aidah. He. Sangat berbeda signifikan berbeda. Hm. He. Jadi itu juga merupakan salah satu keraguan dengan ijazahnya Jokowi juga. UGM sendiri memberikan ralat pada berita kematian Prof. Dr. Ahmad Sumitro yang tayang pada ee 24 September 2009. Iya. Itu beliau kan meninggalnya kalau enggak salah 22 September 2009. Tapi beritanya di 24 September 2009. 13 tahun kemudian UGM kok meralat gitu berita tentang jabatan Dekan Kehutanan. Hm. He. Jadi tadinya yang dijabat oleh Hammad Sumitro selama tiga periode berturut-turut 1977 sampai 1988 itu tiga periode diubah menjadi 1978 sampai 79, 198081, 8891, 9194. Nah, sehingga berdasarkan ralat tersebut Prof. Dr. Ir. Ahmad Sumitro itu bukan Dekan Fakultas Kehutan UGM pada 1985 saat Jokowi lulus gitu kan. Jadi yang tanda tangan maksudnya tanda tangan di ee ijazahnya Jokowi jadinya bukan Prof. Dr. Ahmad Sumitro, tapi yang bertanda tangan di skripsinya lah Prof. Dr. Ir. Ahmad Sumitro. Ya, kalau kita lihat ya hal-hal yang penting gitu ya, hal-hal yang penting aja penting. Ini sangat penting sebenarnya. Iya. Ya, hal-hal yang penting itu misalnya ee tanda tangan tuh kalau tanda tangan kita lihat tanda tangan tuh berbeda itu. Coba lihat tanda tangannya. Iya. tanda tangannya tuh di slide 27 terlihat jelas kayaknya enggak perlu seorang ahli ini ya sampai karena signifikan gitu kasat mata. Iya. Kalau kita lihat ya misalnya di bawah itu sangat ee tegas ya. Betul. Terutama ketika tarikan awal itu ya tegas sekali. Iya. Tapi di atas itu tidak ada ketegasan. Ragu-ragu gitu ya nariknya seper nariknya tu ragu-ragu gitu. Iya. Seperti seperti upaya untuk menirukan tanda tangan itu supaya sama persis gitu. Supaya pelan-pelan gitu. Terutama di bagian ee ee Sumitronya itu yang kedua ya kan itu kalau ini kan agak kotak yang di bawah itu. Kalau yang itu kan agak bulat sedikit gitu ya. Heeh. Heeh. Kelihatan betul. Kalau ini tegas, kalau itu tidak tegas. Tuh seperti orang yang meniru gitu. Belajar tanda tangan. Oke, itu itu hal yang sebenarnya banyak sekali hal-hal yang bisa men banyak sekali sebenarnya. Masih kita lanjutkan lagi RH masih ada waktunya. Ada lagi nih berikutnya ini tentang deskripsi juga ini yang sangat fenomenal. Waktu itu kan pernah kami bahas dengan RH yang big data itu loh RH. Kenapa di bulan April itu setelah lebaran terjadi peningkatan signifikan, cukup signifikan orang yang percaya bahwa ijazah Jokowi itu fake. Kenapa terjadi gitu ya? Peningkatan signifikan. Ternyata dari sini baru teringat waktu itu Rismond datang dengan berita bahwa skripsi Jokowi itu halaman depan dan judulnya menggunakan Font times New Roman yang pada tahun tersebut belum ada. Dan sebenarnya ee itu baru diluncurkan di Windows 3. PO1 yang diluncurkan pada 1992. Iya. Nah, itu orang ee terkagetkan dan terbaru bahkan Rism mengatakan karena itu tingkat kerapatan hurufnya sudah sangat rapat. Itu bahkan bukan eh font yang digunakan pada tahun ’92 tapi font times New Roman yang terdapat pada Windows XP yang eksisnya malah pada tahun 2004 sampai 2005. Iya. Nah, ini orang terkagetkan. Ini benar-benar suatu informasi baru. Jadi, pada waktu kami analisa big data di bongkar files ini terjadi peningkatan signifikan orang yang percaya bahwa ijazah tersebut fake karena data ini dan itu di skripsi tersebut tidak ada lembar pengesahan, tidak ada tanggal ujian, tidak ada nama dan tanda tangan dosen penguji lainnya selain Prof. Dr. Ir. Ahmad Soe Mitro tadi. H. Eh, akhirnya pada reuni terakhir di 26 Juli 2005 ee Jokowi menyatakan bahwa ada dosen penguji saya yang lain yaitu Ir. Ranu Gede dan Ir. Sofyan Wasyito gitu. Ini baru nih baru muncul di 26 Juli nih. Oke. Jadi pernyataan lisan Jokowi saat Runi tersebut. Oke. Gitu. Ini signifikan nih. Jadi ee ya kalau kita lihat dari sini aja petunjuknya banyak banget ya. Iya. Ini yang besar-besares kita bicara tentang petunjuk ya. Iya, gitu. Oke, silakan. Nah, ya juga terjadi blunder. I pada saat menentukan waktu KKN Jokowi. Iya. Nah, itu kan bareskririm menyatakan, “Oh, ini banyak loh foto-fotonya KKN-nya nih ditampilkan. Kalau enggak salah ada seilan foto saat Jokowi KKN dan saat Jokowi sedang beraktivitas kuliah itu di halaman di slide banyak nih slide-nya 35 ya. Iya. Jadi dinyatakan saat itu eh Bares Krim yang langsung diwakilin oleh TIDUMnya Brigjen Polisi Johandani Rjopuro I mencatat ada beberapa kegiatan Jokowi selama kuliah yaitu kuliah lapangan 1 hari di Banjarrejo Ngawi tahun 0, kuliah lapangan 3 hari di Baturaden dan Cilacap tahun ’82 inventarisasi hutan 6 hari di Banjarejo tahun ’82 juga praktik umum 2 bulan di Madiun, Cepu dan Rembang tahun ’83. KKN selama 3 bulan di Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali tahun ’83. Iya. Problema kehutanan selama 3,5 bulan di Kota Madia Surakarta tahun ‘8485. Nah, selain menyatakan itu ada berapa tuh? Enam kegiatan Jokowi selama berkuliah, Barrim juga melengkapi dengan dokumentasi foto saat Jokowi KKN. Tapi sayangnya itu tidak ada foto Jokowinya tuh di slide tersebut. Oke, jadi ada foto KKN tapi tidak ada Jokowi. Apa Jokowinya sedang tidak tidur? Sedang tidak ikut or foto atau yang moto kali RH ya? Yang motonya mungkin. Yang moto mungkin. Iya itu. Nah, tapi karena banyak sekali cuitan alumni dari BIN Badan apa investigasi netizen ya yang mengatakan lah kalau untuk KKN tuh kan ada syarat minimal SKS menyelesaikan jumlah SKS tertentu. Jadi kalau ee mahasiswa yang masuk 80 enggak mungkin KKN di tahun ’83 ya. Nah, dari situ ternyata muncul pernyataan baru dari Jokowi. Dia menyatakan tuh Jokowi mengatakan, “Oh, saya KKN awal 85 kok gitu.” H. Nah, jika pernyataan e Barrim itu yang hasil pengumuman mengatakan bahwa ijazah Jokowi itu identik dengan salah lain itu pada tanggal 22 Mei pernyataan bahwa Jokowi, pernyataan dari Jokowi sendiri bahwa KKN-nya itu tahun ‘5 itu di keluarkannya pada 13 Juni 2025. Oke. Ini kan blunder-blunder yang muncul dari Jokowi ya. Jadi perbantahan yang terjadi. Oke. Nah, yang paling ini juga yang jadi tanda tanya mengapa Bares Krim harus menyita. Hm. Nah, ini ya ini penutupnya ya, RH ya. Mengapa Bares Krim harus menyita bundel harian kedaulatan Rakyat edisi bulan Juni, Juli, Agustus tahun 0 yang ada di Perpustakaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hm. Nah, di sana sebenarnya pada bundel-bundel itu katanya per 2 bulan per3 bulanan mestinya per 3 bulan ya. Jadi ee Januari, Februari, Maret satu bundel, April, Mei, Juni satu bundel, Juli, Agustus, September mestinya Juli, Agustus, September itu yang hilang. Juli, Agustus, September yang hilang. Karena pada terbitan 18 Juli sebenarnya ada pengumuman kelulusan hasil ujian perintis 1. Iya. yang termasuk yang diterima oleh UGM. Kalau digitalnya ada nama Joko Widodo, cuman kan kita pengin lihat dokumen analognya karena kalau digital ee bisa jadi diedit kan sekali lagi. Oh, ada di digital. Digital di Kedaulatan Rakyat di website-nya ya di ini yang pernah ditampilkan oleh Barisk Krim. Barisk Krim juga kalau enggak salah bawa harian ee kedaulatan rakyat. Ah, begitu dilihat ternyata ada tulisan yang berbeda. Yang poso itu yang puasa gitu loh. Oh, iya. Nah, itu yang jadi kontroversi kan. Karena dalam ee aksar dalam bulan Jawa itu enggak ada kata puasa. Adanya pasa atau poso bacanya. Jadi, pasa itu bulan puasa Ramadan. Posa. Iya, gitu. Nah, itu juga kemudian gara-gara itu ee Rismon berusaha menggeruduk. Ternyati ternyata keduluan ee kedahuluan ya. duluan. Heeh. Sudah hilang ternyata ya ee dokumentasi di itu KR di perpustakaan. I iya ini saja RH. Tapi ini sudah luar biasa menurut saya. Ini aja yang paling kontroversial ya. Maksudnya kontroversial ini sulit dibantah gitu. Sulit dibantah sebenarnya bukti-bukti ini. Hmm. Begitu RH. Oke. Ya, begitu ya ee sobat daerah sekalian ya. Saya ini sambil lihat-lihat tuh ada acara apa-apa gitu ya. Jadi ee perdebatan tentang ijazah ini lama-lama eh perdebatan talk show aja tidak ada tidak lagi substansi ya. Jadi ee ini saya lihat ini ada acara interupsi di INWS ya. Kemudian apa? Oh kemudian ee acara apa ini? Ee spesial ee Oh. para penghuni FYP apa nih newsmer Indonesia kita apalah jadi ada KRM Roy Suryo, Firdaus Oi Wobo Aryanto Sutadi gini jadi kayaknya dicari orang-orang yang suka ribut aja ada juga Rocky Gerung di situ ya begitu sahabatara sekalian ya jelas eh memang ijazah ini the last question eh the last statement from me ya Saya selalu bilang begini terakhir ini ya, untuk mengatakan ijazah itu asli dan memang ada aslinya itu mudah. Iya, tinggal tunjukkan selesai. Iya, betul. Untuk mengatakan ijazah itu asli dan tidak ada aslinya sulit. Karena itu perlu perlu survei, perlu buzer, perlu Silvester, perlu adik Armando, dan perlu segala perangkat. Perlu reuni, perlu budget yang besar juga. Perlu budget yang besar. Karena untuk meyakinkan publik itu tidak mudah kalau tidak punya. Kalau punya tinggal tunjukkan saja. Oke, itu satu skenarium. Tapi bagaimana? Oh, ini Pak Jokowi punya. Pak Jokowi kan sengaja disimpan dan lain sebaga. Kalau dia begitu kejam sekali ini orang enggak pantas disebut negarawan. Kenapa? Kalau memang dari awal ada ya harusnya dia selesaikan polemik ini. Jadi tidak ada yang namanya pertengkaran tidak produktif anak bangsa. Roy Suryo tidak lagi bicara tentang penelitian ijazah, tapi barangkali dia mengarahkan energinya pada hal-hal lain yang barangkali lebih dibutuhkan. Ah, karena itu saya kok lebih percaya pada period e pada ee apa skenario pertama. Itu dugaan saya ya. Iya boleh dong. Masa enggak boleh ya kan. Oke terima kasih Liz ya. Ada an last word from you. Ada kata-kata eh anunya closing statement-nya. Apa ya Era? Menurut saya ini bukti-bukti nyata signifikan, kuat dan enggak terbantahkan yang mestinya menjadi ini ya menjadi ee penyebab bares krim atau kepolisian untuk melanjutkan penyelidikan tentang ini. Gitu aja RH. Oke ya. He. Jadi, Saudara sekalian, tidak ada alasan bagi Bares Krim Mabespori untuk tidak melanjutkan investigasi ini karena terlalu banyak Heeh. ya ee alat-alat bukti yang bisa di ee apa digali ee petunjuk ada ya, surat ada keterangan ahli ada keterangan saksi ada, dokumen elektronik ada keterangan terdakwa nanti kalau di persidangan. Begitu sahabat sekalian. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Subscribe channel RH Family

Follow IG: https://www.instagram.com/reflyharunofficial/profilecard/?igsh=YjdzenY3Mm9oYzRo
Follow Twitter: https://x.com/ReflyHZ
Follow Tiktok: https://www.tiktok.com/@kerencadas?_t=8rvhplsiRYC&_r=1

#reflyharunterbaru #beritaterkini #reflyharunpodcast #REPOT