MEMANAS‼ MALAYSIA MULAI PECAH, SABAH ANCAM LEPAS DARI MALAY, PRABOWO SIAP KERAHKAN ARMADA RAKSASA‼
[Musik] We thank you very much. Shabat Sarawak merdeka. Sabah Sarawak merdeka. Sabah Sarawak merdeka. Sabah Sarawak merdeka. Sabah angkat merdeka. Sabah bersih merdeka. Sabah Serawat merdeka. Sabah Sarawak merdeka. Sabah Sarawak merdeka. Mati. [Musik] Siapa sangka sebuah wilayah perairan yang bagi sebagian orang mungkin hanya titik kecil di peta kini berubah jadi panggung panas berebutan pengaruh, harga diri dan kekuatan negara. Ambalat. Nama yang belakangan makin akrab di telinga rakyat Indonesia. Bukan karena keindahannya, tapi karena terus-menerus diklaim oleh Malaysia. Seolah-olah tak ada batasan kedaulatan. Tapi yang bikin situasi ini meledak luar biasa bukan cuma karena klaim sepihak itu, melainkan karena muncul sinyal baru dari dalam tubuh Malaysia sendiri. Sabah, wilayah yang paling dekat dengan ambalat mulai menunjukkan gelagat tak biasa. Retakan dalam negeri Malaysia kini mulai tapak jelas dan Indonesia membaca ini sebagai celah penting. Sebuah kesempatan langkah yang harus disikapi hati-hati tapi juga tegas. Kris ini pecah setelah pernyataan kontroversial dari Menteri Luar Negeri Malaysia Muhammad Hasan yang tiba-tiba menyebut wilayah ambalat sebagai Laut Sulawesi, Malaysia. Bukan cuman ada ucapannya yang bikin panas kuping para diplomat Indonesia, tapi juga keberanian mengubah penyebutan geografis tanpa koordinasi yang seolah-olah memaksakan pengakuan wilayah secara sepihak. Dalam hitungan jam, pernyataan ini viral. Televisi, media sosial, grup-grup diskusi politik, hingga meja makan di rumah warga semua ramai membicarakannya. Di parlemen Indonesia emosi meluap. Sejumlah anggota DPR menyebut pernyataan Menl Malaysia itu bukan sekedar provokatif tapi ofensif. Bahkan dianggap sebagai bentuk agresi simbolik yang bisa membuka jalan pada konflik terbuka jika dibiarkan. Presiden Prabowo Subianto tak tinggal diam lewat pernyataan yang disiarkan langsung dari istana, ia bicara lantang bahwa kedaulatan bukanlah ruang kompromi. Dengan gaya khasnya yang tegas dan bernas, Prabowo langsung memerintahkan peningkatan kesiagaan TNI Angkatan Laut di seluruh sektor perbatasan Kalimantan Utara, terutama di wilayah ambalat yang diketahui menyimpan cadangan migas besar. Dalam hitungan hari, armada-armada besar TNI Angkatan Laut mulai bermanuver. Kapal perang kelas Fregat, Corvet hingga kapal cepat rudal mulai lakukan patroli berlapis. Tak hanya itu, latihan tempur gabungan lintas matera juga digelar sebagai bentuk simulasi pengamanan wilayah strategis. Langkah-langkah militer ini bukan gertakan kosong. Indonesia sudah lama menyiapkan peremajaan dan peningkatan kekuatan tempur lautnya. Salah satu simbol terkuat dari transformasi ini adalah KRI Brawijaya 320, kapal perang canggih buatan galangan kapal Sconteri Italia. Kapal ini belum tiba di tanah air, tapi namanya sudah menggema di markas-markas militer. Jadi bahan diskusi serius para analis pertahanan. Dengan teknologi steal, sistem deteksi modern, serta kemampuan tempur jarak jauh yang seimbang, KRI Brawijaya disiapkan sebagai tulang punggung pertahanan maritim Indonesia di sektor timur dan posisinya sudah pasti akan beroperasi intensif di perairan ambalat. Namun di tengah ketegangan antara dua negara ini justru muncul dinamika mengejutkan dari dalam tubuh Malaysia, Sabah, negara bagian yang selama ini jadi bagian utara dari Kalimantan, Malaysia mulai bersuara lantang. Sejumlah elit politik dan tokoh masyarakat di Sabah merasa pemerintah pusat di Kuala Lumpur terlalu sembrono dan arogan dalam menyikapi isu ambala. Mereka mengeklaim bahwa selama ini hak Sabah atas hasil sumber daya di sekitar perairan Ambala tidak diperhatikan. Lebih parah lagi, pernyataan Malu Malaysia justru memicu kemarahan warga Sabah yang merasa dijadikan tamek dalam pertarungan diplomasi yang bisa berujung konflik bersenjata. Beberapa suara bahkan mulai mengusulkan agar posisi Sabah dalam Federasi Malaysia dikaji ulang. Jika suara ini terus bergema dan mendapatkan dukungan luas, bukan tak mungkin kita akan melihat awal dari fragmentasi serius dalam tubuh Malaysia. Di sisi Indonesia, para pejabat tinggi tampak tenang tapi bergerak cepat. Diplomasi aktif kembali digenjot. Indonesia menggelar pertemuan bilateral dengan sejumlah negara mitra strategis termasuk Rusia. Dalam pertemuan terakhir, Rusia secara terbuka menyatakan dukungan penuh pada Indonesia dalam mempertahankan kedaulatannya di Ambalan. Ini bukan hal kecil. Dukungan Rusia datang bersama potensi peningkatan kerja sama militer, termasuk bantuan teknis, pertukaran informasi intelijen, serta percepatan pengiriman teknologi militer mutahir ke Indonesia. Bagi Indonesia, ini menjadi amunisi tambahan dalam memperkuat posisi tawar di panggung internasional. Oke, sekarang adalah upacara untuk menurunkan bendera Malaysia sebagai simbolik bahwa kita menurunkan penjajahan Malaya ataupun Malaysia di tanah bumi Sabah dan Sarawak. Okey, jadi selepas itu kita akan menaikkan bendera Sabah dan bendera Sawak. Oke, sekarang adalah upacara menurunkan bendera Malaysia. Oke, turunkan dengan hormat. Oke, semua lihat, semua lihat. Kita menurunkan bendera Malaysia. Alright, jadi kita akan menyanyikan lagu Sabah Tanah Airku sebagai simbolik kita merdekakan negara Sabah dan menjadi negara republik. Oke, ada lagu airku. Sabah tanah airku, negara kita yang tercinta. Assalamualaikum [Musik] dan salam sejahtera. Saya Idrus selaku setiausaha agung bagi organisasi Badan Bukan Kerajaan NGO Republic of Sabah North Borneo ingin membuat pengumuman rasmi bagi rujukan umum. Pada 30 Mac 2025, hari Ahad, pihak kami akan melakukan satu demonstrasi aman di hadapan bangunan Victoria Library pada 1130 pagi sehingga jam seteng tengah hari. Tujuan demonstrasi aman ini adalah untuk menyebarkan risalah perjuangan kemerdekaan bangsa negara Sabah dan bangsa negara Sarawak kepada orang awam khususnya warga negara Australia dan masyarakat antarabangsa. Kepada Sabahan dan Sarawakian yang ada di Victoria Australia, Anda sangat-sangat dialu-alukan untuk menyertai demonstrasi aman ini bagi bersama-sama berjuang demi bangsa kita secara matang demokrasi dan bertamadun. Sebarang persoalan Anda boleh berhubung melalui inbox page Facebook Arsenb kami. Terima kasih dan jumpa Anda di sini. [Musik] We thank you very much. Sabat Sarawak merdeka. Sabat Sarawak merdeka. Sabah Sarawak merdeka. Sabah Sarawak merdeka. Sabah angkat merdeka. Sabah besi merdeka. Sabah Sarawak merdeka. Sabah Sarawak merdeka. Sabat Sarawak merdeka. Pasti merdeka pasti merdeka pasti merdekauh. [Tepuk tangan] Siapa yang mau bercakap sedikit dari saya. Saya saya cuma ingin mengajukan ee pertanyaan kepada kerajaan Malaysia. sama ada Saba ini masih relevanah kepada kerajaan Malaysia. Kita mau tanya, kenapa asal-usul Sabah kita selalu dinafikan tapi hasil kekayaan Sabah selalu diambil dibawa ke sini untuk membangunkan persekutuan Malaysia. Betul. Tapi Sabah tetap miskin dan mundur dibiarkan dan keselamatan Sabah selalu diperolok-olokkan, dipersendahkan. Jadi kita mau tanya kerajaan Malaysia, adakah Sabah ini masih penting, masih relevan untuk berada dalam Malaysia? Itu saja. Terima kasih. [Musik] Ambalat merupakan wilayah yang memiliki nilai strategis tinggi baik dari aspek geopolitik maupun geoekonomi. Secara geografis, kawasan ini menjadi penghubung vital antara Laut Sulawesi dan Selat Makassar, dua jalur utama dalam perdagangan serta pelayaran internasional di Asia Tenggara. Penguasaan atas wilayah ini memberikan keuntungan yang signifikan dalam mengontrol arus logistik global, termasuk jalur distribusi energi dan komunitas penting. Karena posisinya yang krusial, Ambala tidak hanya dipandang sebagai batas negara semata, tetapi juga sebagai aset strategis yang mempengaruhi stabilitas dan pengaruh regional. Secara realistis, ada beberapa skenario yang bisa terjadi terkait ketegangan antara Indonesia dan Malaysia. Skenario pertama, Malaysia akan berusaha menurunkan tensi minimal di ranah publik sebagai langkah strategis untuk menjaga citra internasional. Di balik layar, mereka kemungkinan besar akan menyusun ulang strategi diplomatik sambil menenangkan tekanan dari dalam negeri, khususnya dari Sabah. Jika aspirasi dari wilayah itu makin menguat dan tidak dikelola dengan baik, Malaysia bisa terjebak dalam konflik internal yang menguras energi politik dan memperlemah fokus nasional terhadap isu eksternal. Skenario kedua, Indonesia akan terus mengedepankan jalur diplomasi keras sebagai bentuk respon terhadap dinamika regional, namun tetap menjaga posisi strategis dengan memperkuat kehadiran militer di wilayah perbatasan. Penguatan skema pertahanan berlapis, modernisasi armada tempur, serta intensifikasi komunikasi diplomatik akan menjadi prioritas utama. Skenario ketiga yang paling ekstrem, jika ketegangan di Sabah berkembang menjadi gerakan separatis yang terorganisir dan mendapatkan simpati lokal maupun dukungan internasional, maka dunia bisa menyaksikan salah satu babak paling penting dalam secara modern Asia Tenggara. Potensi pecahnya Federasi Malaysia ini akan membawa dampak besar tidak hanya bagi Malaysia, tetapi juga bagi stabilitas kawasan dan tatanan geopolitik ASEAN secara keseluruhan. Jika itu benar terjadi, posisi Indonesia akan jadi sangat sentral. Bukan sebagai pemicu konflik, tapi sebagai kekuatan penyeimbang yang mampu menjaga stabilitas kawasan. Tapi tentu saja semua itu harus dikelola dengan kecermatan yang tinggi. Jangan sampai Indonesia terbawa arus euforia geopolitik, tapi lupa mengantisipasi efek domino seperti migrasi besar-besaran, ancaman lintas batas, hingga kemungkinan masuknya kekuatan besar dunia yang ingin memanfaatkan kekacauan di wilayah ini untuk agenda mereka sendiri. Dalam konteks itu, kita perlu ingat satu hal, pertahanan bukan cuma soal persenjataan, tapi juga soal narasi kita. Rakyat Indonesia harus tetap memegang kendali atas narasi nasional. Kita harus lawan hoax. Jangan termakan provokasi dan terus dukung langkah diplomasi serta militer negara kita. Ambalat bukan sekedar batas laut. Ia adalah simbol dari betapa mahalnya sebuah kedaulatan. Ia adalah garis yang membedakan antara negara yang siap menjaga martabatnya dan negara yang bisa mengeluh ketika wilayahnya diklaim. Dan kini lewat krisis ini, dunia kembali melihat bahwa Indonesia bukan bangsa yang mudah digertak. Kita punya presiden yang tegas, angkatan bersenjata yang siap, rakyat yang bersatu, dan sahabat internasional yang mulai percaya. Kita tidak menginginkan konflik, tapi jika datang waktunya, Indonesia akan berdiri bukan berlutut. Ambalat adalah pelajaran penting tentang betapa rapuhnya perdamaian tanpa kesiapan dan betapa kuatnya bangsa yang tak pernah menyerah untuk mempertahankan apa yang menjadi haknya. Jadi saat Sabah mulai goyah, saat Malaysia terpecah dari dalam, saat kapal-kapal kita berdiri tegak di garis batas, kita tahu satu hal, kedaulatan bukan sekedar kata, ia adalah komitmen. Dan Indonesia siap menjaganya sampai titik akhir. Jangan pernah ragukan itu. [Musik]
Krisis Ambalat kembali memanas! Malaysia nekat klaim sepihak Laut Sulawesi hingga memicu gelombang protes keras dari Indonesia. Presiden Prabowo langsung kerahkan kekuatan militer laut, sementara elite Sabah mulai memberontak terhadap pemerintah pusat Malaysia dan mengancam lepas dari federasi. KRI Brawijaya 320 siap memperkuat garis pertahanan laut Indonesia. Ketegangan geopolitik di Asia Tenggara mencapai titik genting — Ambalat bukan sekadar batas, ini soal harga diri bangsa!
#Ambalat #Prabowo #Sabah #Malaysia #Indonesia #KRI320 #TNI #NKRI #Geopolitik #LautSulawesi #KrisisAmbalat #PertahananNegara #TNIAL #Diplomasi #RusiaDukungRI #FederasiMalaysia #SabahBerontak #IndonesiaBersatu #KedaulatanRI #BlokAmbalat #MigasinAmbalat #PapuaNKRI #LautKitaHargaMati #KRIBaru #Fincantieri #ASEAN #AsiaTenggara #RakyatMendukung #TNIUnggul #SuaraRakyat #SatukanBangsa #BersatuUntukAmbalat #KekuatanIndonesia #IndoDefense #PatroliTNI #PertahananMaritim #KekuatanBahari #KedaulatanBukanNegosiasi #SelamatkanAmbalat #KrisisMalaysia #SabahMerdeka #RIvsMY #GardaTerdepan #LawanHoaks #SuaraDariLaut #IndonesiaTegas #StrategiPrabowo #DiplomasiAktif #IndonesiaBerdaulat #AmbalatAdalahIndonesia
Follow Tiktok Hippo Academy 👇👇
@hippoacademy.id
© Copyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act of 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing.