SALAH SATU PERMEN INI BERACUN! KITA GAK BOLEH SAMPAI KEMAKAN! – Roblox Poison Candy

Oke, sebelum Roblox diblok mungkin kita harus menunjukkan sisi baik dari Roblox, Guys. Ayo kita main Poison candy ya. Meracuni permen. Let’s go. Di game ini kita bakal satu lawan satu, kawan. Melawan lawan apa? Melawan lawan coba. Nah, di sini ada banyak banget permen dan kita bakal pilih salah satu permen yang bakal kita racunin. Aku bakal pilih nomor, kawan. Yes, kita bakal racuniin nomor del. What is this? Nah, musuh kita juga bakal pilih satu permen, kawan, untuk diracunin. Nah, sekarang kita bakal pilih permen mana yang bakal kita makan. Aku bakal pilih nomor 6. Y, apakah aman, Guys? Apakah dia meracuni nomor 6? Oh, aman aman aman. Dia gak ngeracuni nomor 6, kawan. Nah, selanjutnya dia bakal pilih yang bawah. Apakah aman? Jelas aman. Orang kita racun ini nomor del aku bakal pilih tepat di sebelahnya mungkin ya, kawan ya. Aku bakal pilih nomor 9 atau 23 ya. Aku bakal pilih nomor 9. Gak mungkin kan dia pilih racun di sebelah permenu. Aman, Guys. Aman, aman. Let’s go. Let’s go. Apakah dia bakal pilih racun? Aduh, seharusnya aku pilih yang di bawah-bawah ya. Kayaknya orang-orang lebih sering pilih yang bawah-bawah, Guys. Kalau gitu aku bakal coba pilih nomor tuuh. Nah, aku bakal pilih tepat di sebelah permenku ya, kawan, ya. Aman, masih aman. Ih, sumpah agak gemeter, ya, kawan, ya. Oh, dia makan yang mana? Oh, oh my god. Dia masih aman juga. Kenapa dia aman? Terus aku jadi tertekan. Aku bakal pilih nomor 18. Please jangan nomor 18. Please jangan nomor 18. Ih, masih aman. Permennya masih banyak sih. Jadi seharusnya kita itu enggak mudah buat kena racun ya. Oke, aku baru saja mengutuk diriku sendiri. Biar ku tebak. Sekarang aku pilih dan aku bakal mati. Aku bakal pilih nomor 10. Ee masih aman, masih aman. Ayo please. Nomor del. Masa dia gak pilih nomor delan Bro? Dia pilih kiri bawah. What do you mean kiri bawah? Aku gak suka ini. Aku gak suka ini. Aku bakal pilih nomor 12. Apakah nomor 12, Guys? Racunnya aman. Masih aman. Oh my God. Ini sengit loh, Kan, pertarungannya. Please makan nomor del. Kenapa dia ambil yang itu? Kenapa dia gak ngambil yang nomor del, Bro? Aku pilih nomor satu karena siapa yang pilih nomor satu, Guys, buat diracunin? Enggak mungkin enggak sih dia pilih nomor satu buat diracunin? Ha? Yoi. Ini semua tentang T IQ, kawan. Ayo. No. Kapan dia ngambil nomor del? Dia kenapa gak ngambil nomor del? Hah? Kalau gitu aku pilih nomor dua. Ah, please please please. Masih aman, masih aman. Please gak berapa, Bro? Dia selalu mengambil yang kiri bawah bro. Aku akan mati guys. Aku bakal pilih nomor 15. Masa sih dia pilih nomor 15, kawan? Mati dong kita. No. Lancur di nomor 15 kawan. Sial gacaku ampas kawan. Game kayak gini ternyata Gaca. Please aku mau rematch. Siapapun rematch lawan aku. Woi. Siapapun siapapun. Oh. Oh. Comeback kah? Kita bakal lawan dia, coy. Kita bakal comeback lawan dia lagi, Guys. Ini yang tadi lawan kita nih. Kurang ajar. Karena dia sering pilih yang bawah sama pinggir-pinggir. You know what? Aku bakal pilih yang bawah nih 20. Ah, pasti nomor 20 nih. Pasti dia pilih kali nomor 20. Oke, sekarang giliran kita. Kita bakal coba makan nomor satu. Enggak mungkinlah dia makan nomor satu ya. Enggak mungkin dia racunin nomor satu kan. Come on. Ayo dah, beil aja ya kawan ya. Dia pilih nomor. Ayo, come on. Come on. Makan racunku. Makan racunku. H kenapa dia ambil yang kanan? Kenapa dia enggak ngambil yang kiri, Guys? Sumpah ini kalau misalnya awal-awal kayak gini aku langsung kena racun ya itu ampas banget sih gacaku kawan. Like come on masa kita meningy. Ayo come on biarkan aku mendapatkan comebackku. Ah kenapa sekarang tiba-tiba dia ngambil tengah? Kenapa dia gak ngambil pojok guys? Oh my God. Aku bakal langsung ambil nomor 15. Come on. Masa dia ambil nomor 15. Kalau ambil nomor 15 aku mati dong. Enggak dong. Masih aman bro. Come on. Ih. Kenapa dia ngambil yang itu? Kenapa dia ggak ngambil yang kiri? Y. Ye. Ya udah, aku ambil nomor 21. Ah, please, please, please, please, please, please, please. Uh, ayo, ayo, ayo, ayo. Let’s go. Dia makan permen yang kita racunin. Victory. Yap, yap. Itu dia kawannya metanya kita kenain yang bawah, guys. Let’s go. Kita dapat kemenangan kita. Oke, siapa selanjutnya? Siapa mau mau? Siapa lawannya? Oke, geser lu pacaran gua tahu lu berdua pacaran. Pergi lu. Siapapun lawan aku. Jir sepi. Aku mulai bingung ini duel permen racun atau Tinders ini guys. Nyari nyari jodoh ini, Guys. Ah, coba kita lawan dia aja dah kawan ya. Biarinlah karakter Roblox random ya kawan, ya. Lebih baik daripada yang karakternya cakep-cakep. Sombong mereka. Ya udah, sebentar. Emm, mungkin kita bakal pakai meta yang sama kawan. Aku bakal pilih 23 kali nih. Kayaknya orang-orang suka pilih yang permen nomor 23 ini, kawan. Setelah aku melawan dua kali tadi, ya. Nah, masalahnya aku enggak tahu nih musuhnya itu bakal pilih racunnya yang mana, Guys. Oke, aman. Kalau gitu, aku bakal pilih nomor dua. Ah, pasti aman dong. Enggak mungkin dia racunin nomor dua, Guys. Like, come on, bro. Sekarang dia bakal pilih yang bawah. Please, 2 3. Ini kita belajar berhitung atau apa nih? Kita malah belajar berhitung, guys. You know what? Aku bakal pilih nomor 19. Like, come on. Enggak mungkinlah nomor 19. Apa kemungkinannya dia pilih nomor 19 dari semua permen yang ada? Sumpah. Tapi kalau dia pilih nomor empat kurang ajar. No. Dia belajar berhitung beneran, Guys. What is this? You know what? Kalau gitu aku bakal pilih nomor lima. Enggak mungkin kan. Sial banget kalau aku mati. Uh, aman, guys. Ya udah, kalau mau berhitung silakan. Ayo, ayo, ayo. Serius dia berhitung. Nomor 23 masih jauh, Guys. Sial, dia bermain, dia bermain psikologi. Em, aku bakal pilih dua-dua. Baik, come on. Jangan bunuh aku. Dia bermain psikologi. Come on. Yes. Dia makan permen yang aku racunin secara random. Kita menang. Let’s go. Easy. Nah, selanjutnya mungkin kita bakal lawan ini nih. Wih, lawan monyet. Lawan monyet, Guys. Kita bakal meracuni monyet, ya, kawan, ya. Oh my god. Strik kita nih lagi winstak nih kayak wah apa nih? Permennya beda nih guys. Oke. Em mungkin kali ini aku bakal pilih nomor eh satu kali ya. Kita pilih nomor satu kali. Yup. Kita bakal pilih nomor satu karena nomor satu tuh jarang orang kayak pikir bakal diracunin, kawan. Nah, kita duluan. Kita bakal pilih nomor 24. Like, come on. Kalau dia pilih nomor 24 gila banget sih. Berapa sialnya aku kalau misalnya aku pilih pertama kali langsung meninggal, Guys? Berapa kesialanku? Huh, dia pilih yang paling kanan. Kenapa dia gak pilih nomor satu? Ya, kawan ya, you know. Aku bakal pilih nomor 15. Like, come on. Siapa orang yang normal pilih nomor 15, Guys? Untuk diracunin pasti dia pilihnya nomor yang aneh-aneh. I enggak sih? Ayo, please pilih nomor satu. Pilih nomor satu. Aku tahu kamu pengen makan nomor satu, Guys. No, dia gak makan nomor satu. Come on nomor del kali ya, kawan ya. Aku gak tahu, Guys. 8 atau 9. Aku bakal pilih nomor sembilan, Guys. Kalau aku meninggal, aku meninggal. Wuh, aman, aman, aman, aman, aman, aman, aman, aman, aman. Oke, please, kamu makan pinggir. Hah? Dia pilih nomor 21. Pilih nomor satu dong, monyet. Ei, monyet. Ya udah, aku pilih nomor 23. Come on. Sial itu kah? Jujur masih deg-degan ya, tapi seharusnya kita aman. Kenapa dia gak pernah pilih nomor satu? Why? Wah, Yudi. Wah, Yudi. Aku bakal pilih nomor dua kalau gitu. Like, ya. Aman pastinya nomor dua seharusnya. Yuk. Eh, kamor satu. Kenapa giliran aku pilih nomor satu? Dia gak pilih nomor satu tuh. Aneh banget gak sih? Emm, aku pilih nomor 17 atau 10. 10 kali. 10. 10. 10. Aman kali nomor 10. Uh, masih aman. Aduh, dia kenapa makan kiri bawah, kiri atas, Bang? Bang, please pilih. Pilih kiri atas, Bang. Bang 16 racunnya enggak sih, Guys? Aku bakal pilih nomor 12. Like, come on, come on. Matik kah? Huh, huh, huh. Nomor satu, please. [Musik] I’m gonna die, guys. You know? Em, feelingku dia nomor 16. Jadi, aku bakal pilih nomor yang lain, kawan. dengan anggapan aku masih hidup. H aman aman aman aman. Kayaknya racun dia di nomor 16. Itu tebakanku ya kawan. Kalau benar hebat aku. Come on bro. Come on bro. Nomor satu please. Emm. Ah man. You not nomor 13 itu angka sial sih. Tapi ya kalau tesisku benar guys di nomor 16. No. Di nomor 13. Sial. Benar ya kawannya. 13 angak sial, Guys. Kurang ajar. Gila banget aku kalah sama monyet ini. Saatnya balas dendam, kawan. Kita lawan monyet. Enggak peduli pokoknya aku balas dendam lawan monyet. He, teknik balas dendam. Maju lu monyet. Oke, dia pilih nomor 13. Apa yang terjadi kalau misalnya kita pilih angka yang sama ya, kawan ya? H menarik. You know what? Emang benar psikologi tuh pilih yang bawah dulu ya kebanyakan. Jadi aku bakal pilih nomor 23 mungkin ya. Nomor 23 itu kayaknya kayak kemungkinan besarnya untuk mereka pilih gitu. Lah, si monyet kabur. Si monyetnya kabur, Guys. Terus gua gua gimana? Gua ng-stak monyetnya kabur. Gak mau dibalas dendamin. Cupu. Sekali menang langsung lari. Pengecut dia. Ah, aku kesal. Aku gak bisa balas dendam. No lah. Terus aku ma aku main sendiri dong. Kocak kalau kayak gini. Bro, bro, bro. Introvert jir bro. Int introvert jir. Wo main sendiriing aku mesti gimana kalau aku main sendiri? No. Berak. Berak guys. Oke, aku sudah relock dan semoga aja kita bisa mendapatkan musuh yang baik, Guys. Let’s go. Siapa ya? Siapa ya? Oke, kita bakal coba lawan dia ya, kawan ya. Aku gak tahu ini siapa, tapi kita bakal randomly melawan dia. Let’s go. Aku bakal pilih nomor 23. Oke, angka keberuntungan kita angka 23 soalnya orang sering pilih nomor 23, Guys. Jadi, aku bakal pilih langsung nomor 23. Apakah dia bakal pilih juga? Semoga angkanya enggak sama. Please, please, Bro. Dia AFK, ya? Oh, enggak enggak enggak. Dia enggak. Uhuh. Dia makan satu di sebelah permen yang aku pilih. Aduh, aman dia. Ayo, aku bakal pilih nomor satu. Like, siapa yang pilih nomor satu buat diracunin? Kawan itu kayak randomly banget, Guys. Ayo, come on. Dia bakal pilih nomor 23. 23 sebelahnya. Please, Bro. Kenapa? Tipis banget, Guys. Karena dia pilihnya nomor 22. You know. Aku bakal pilih sebelahnya 11. Gimana? Kalau misal aku makan 11. What? Sial itu sampes itu gacak, Guys. Gak mau, gak mau. Lagi, lagi, lagi. Kurang ajar. Kurang. Kenapa dipilihnya dua-dua? Wi seharusnya. Wah, berak, berak, berak. Gak, gak. Balas Dam, balas Dam, balas Dam. Tidak, tidak, tidak. Aku bakal pilih du lagi, du t lagi. Come on. Aku keras kepala ya. Kas kepala. Oke, dia bakal pilih lagi. Please 23. Come on. Aku tahu kamu pengen pilih yang 23 yang bawah. selalu dua-dua dia selalu pilih nomor du woi. Ya udah kalau gitu aku pilih nomor 11 kan gak mungkin kan dia makan di permen yang sama kan. Ah iya dia dia bukan racun di permen yang sama guys. Let’s go. Sit man tidak aku harus balas dendam kawan. Ayo come on jangan biar kamu kalah. Nomor 19 guys. Guys gak gak gak gak berak berak aku balas dapam aku balas Dam lagi lagi lagi. Ampas banget sumpah ampas banget guys Gacu. Oke like come on. Masa dia pilih nomor dua lagi. Tapi aku bakal pilih nomor du-dua ya. Siapa tahu dia pilih nomor dua lagi. Like ya kamu pikir kamu bisa bermain psikologi denganku pasti kamu pilih nomor dua-dua. Berak dia pilih nomor. You know jangan, jangan terpengaruh permainannya. Aku bakal pilih nomor dua. Aman dong pasti. Sial banget kalau misalnya langsung kena ya kawan ya. Ah dia pasti pilih tengah nih daerah tengah. Dia pilih tempat di sebelahnya. Kenapa dia selalu aman guys? Gila beli lotere dah lu. You know what? Aku pilih nomor 20 dah. Aku makan sebelahnya karena aku pemberani. Y lihat pokoknya aku selalu makan sebelahnya dia ya, Guys, ya. Aku gak peduli. Dia kayak salah tahu ya, kawan ya. Racun kita di mana. Kalau gitu aku bakal pilih nomor 12. W. Come on, please. Aman aman. Hah. Hah. No. Kapan aku menang? 13. Huh aman aman. Please please please please please. Nomor 10. Nomor 10. Aman aman aman. Dia pilih. Dia pilih semua kecuali permen yang nomor 22. Sial, aku termakan psikologi dia. Nomor 6. Like, come on. Kita tahu nomor 6 bukan racun ya, Guys, ya. Kita kita tahu, Bro. Dia makanlah ya permen terakhir. Come on, Bro. What am I supposed to do, guys? Nomor nomor berapa? 17. Apakah aku akan mati? H aman aman aku udah pasrah jujur aja kawan please please please please please please. Susah banget coy. Susah banget ngalahin dia. Kawan wanita ini bermain catur dua dimensi denganku guys. Bl. Oke nomor sem. Oke bye bye guys. Aku nyerah. Oh aman aman aman aman. Ih ih man. Sit man. Emm nomor tiga. Aman, masih aman. Masih aman, bro. I’m gonna die. I’m gonna die. Eh delapan. I’m gonna die, guys. Wah, masih aman. Gelo gila gila gila gila gila gila gila gila gila bro bro nomor 15 no gila tinggal dua permen terakhir gak terima anjir hoki banget musuhku sumpah guys terakhir terakhir. Aku gak peduli guys pokoknya terakhir aku harus menang minimal sekali aja please. Kali saya. Oke, psikologi. Aku bakal pilih dua-dua lagi karena kenapa? Tidak. Oke, kalau kamu mau bermain psikologi, aku siap untuk menerimanya. Let’s go. Mampus. Nah. Aku menang. Aku menang. Oke, guys. Jangan lupa tinggalkan like di video ini dan boleh kali kalian share video ini dan yang belum subscribe jangan lupa subscribe-nya ya, kawan ya. So, aku bikin krim. Thank you for watching. See next time. Bye. [Musik]

Join CreamTeam Membership: http://youtube.com/beaconcream/join
Game: ROBLOX POISON CANDY

Hai kawan!
Hari ini aku bakal main ROBLOX POISON CANDY. Game ini gak jelas banget serius dah.

Video diedit oleh @JellyKukis

Semoga kalian enjoy videonya!
=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=
Ikuti aku di social media lainnya!
https://linktr.ee/BeaconKarim
=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=
#CreamTeam