KELUARGA ini KENA AZAB karna punya AYAH yang SUKA MINUM… – Fading Father
Hai guys, balik lagi sama gua. Hari ini kita akan bermain game tentang Aku Tidak Mabuk, aku hanya Selamat datang, Guys, di Deat Taps Fading Father atau yang artinya ayah yang memudar. Gua gak tahu game ini tentang apa, tapi yang pastinya gua tebak nama bapak kalian adalah Gunawan Adi, Samsul, Yadi. Bercanda, Guys. Jadi game hari ini tentang ayah, guys. Walaupun game-nya ini agak ah gua gak bisa lihat karena saking buriknya, Guys. Tapi kita bakal langsung mulai saja. Karena sesuatu yang terlihat buruk itu enggak selalu buruk, Guys. Bisa saja aslinya ada makna yang dalam di dalamnya. Oke, ini kayak animasi kartun-kartun zaman dulu, Guys. Ini jam ini kayak mungkin animasi tahun 90-an, ya. Ada gambar kaki orang yang sedang merokok. Uh, oke. Kayak anak muda, Guys. Topinya panjang banget, ya. Sampai menjulang ke atas. Jadi, mungkin udah waktu berjalan terus dia merokok terus enggak kerasa. Namanya juga orang kecanduan susah ya, Guys. Eh, uh. Ada sebuah kaset yang berputar. [Musik] Hah. Ini kayak orang lagi bikin film, Guys, zaman dulu ya. Kayak sirkus-sirkusan gitu. Ada manusia kurcaci sedang kejar-kejaran. [Musik] Oke. Oh, kita lagi nonton TV. Jadi, dari tadi kita lagi nonton TV, Guys. Tapi ngomong-ngomong kenapa ini gelap banget? Gak ada senter kah? Gua cuma bisa lihat nengok kiri kanan, Guys. Tap jump scare harga R.000 lah itu, Guys. Anjay. Jadi, inilah gua kayaknya dan gua akan menjadi bapak-bapak yang matanya merah, Guys. Dan cuma pakai sempak warna putih, ya. Aduh, ini telepon siapa sih? Gue ini belum tidur lu dari kemarin. Tolonglah, ada kampak di sini. Maaf, ini bukan kampak, Guys. Ini palu, ya. Dan di sini ada parfum. Biar gua gak bau ketek, Guys. Karena kelihatannya bapak-bapak ini udah gak mandi lama, Guys. Oke. Halo. Permisi. Sepertinya gua tinggal sendirian, ya, Guys. Di mana eta teleponnya? Ini ada kertas. Kayaknya kita harus keluar, Guys, sambil kita room tour, ya. Uh, rumah yang sangat besar dengan karpet-karpet. Di negara mana ini? Ini kayaknya karpet Turki ini kayaknya, ya. Gak tahu benar apa enggak, Guys. Oke, kita angkat telepon. Halo, siapa ini? Ngomong, ngomong naon sih, maneh teh? Aku tidak tertarik dengan barang-barang Cina. Jangan telepon ke sini lagi orang aneh atau aku akan memutuskan kakimu dan aku akan menggali pantatmu. Menggali pantatmu. Oke, mungkin cuma kayak orang yang nawarin barang ya, Guys. Ini TV-nya masih hitam putih, kita bisa nonton kah? Coba kita. Oh, ini pintu keluar. Lalu di sini ada pintu apa nih? Uh, dapur yang sangat proposional. Hai istri. Apakah kamu istriku? Kok kamu enggak bangunin aku? Eh, istrinya cantik loh, Guys. Masih muda. Kita nikah muda kah? Nikah umur 25, Guys. Kalau kalian pengen nikah umur berapa, Guys? Coba tulis di komentar, ya. Gua kayaknya gua enggak tahulah, Guys. Nanti aja, ya. Oke, kita ngomong dulu sama istri kita. Selamat pagi, sayang. Selamat pagi. Kamu berbicara dengan siapa? Aku tidak tahu, koneksinya sangat buruk dan sepertinya ada seseorang yang mencoba untuk menjual sampah kepadaku. Apakah kamu memiliki mimpi buruk lagi, sayang? Ya, semenjak kita pindah ke sini, aku benar-benar mimpi buruk enggak berhenti. Mungkin itu terjadi karena kehidupan yang kamu jalani. Ya, ini pasti karena kematian ayahku, sih. Gaya hidupku tidak ada urusannya. Aku tahu dia dekat denganmu dan kamu sangat sedih tentang kepergiannya. Ayahmu adalah pria yang sangat baik. Dia ingin kita tinggal di rumahnya. Oke, udahlah. Aku tidak ingin membicarakan itu. Apakah kita memiliki makanan? Iya, carilah di kulkas. Oh, jadi kita ini baru kehilangan ayah ya. Gua lumayan relate sih, Guys. Karena gua juga waktu kehilangan ayah gua kayak susah tidur, lalu gua lebih emosi gitu ya, lebih kayak gampang sensitif, Guys. Di sini ada makanan pizza. Ya ampun, pizzanya cuma ini pizza untuk tikus deh, Guys. Kayaknya. Oke, kita hetin dulu di microwave dan di situ ada beer atau alkohol. Tapi tinggal sisa satu botol lagi, Guys. Apa jangan-jangan kita gak bisa tidur di rumah ini karena ayah kita terus menggetentayangi kita, Guys? Karena kan bisa aja ayah kita juga belum rela meninggalkan kita, belum siap meninggalkan kita dengan istri kita. Ya, siapa tahu ayah kita juga sebenarnya masih ingin bersenang-senang dengan anaknya. Tapi sayangnya dia pergi secara mendadak. Kita makan dulu. Aku harus membuat diriku tenang. Mungkin satu botol bir akan membuat semuanya baik-baik saja. Oke, maaf ya sayang. Aku ambil boor bir. Kenapa gua tiba-tiba jadi candel, Guys? Inilah saatnya Liquid Gold. Mungkin ini terlalu pagi, Sayang. Kamu sudah minum bir terus dari kemarin. Aku bekerja dan membawa uang ke rumah ini. Dan aku pantas kan untuk mendapatkan rileks sedikit. Tentu saja, sayang. Tapi tolonglah jangan minum di jam seperti ini. Percayalah kepadaku, sayang. Meminum botol votka terus-terusan bermalam-malam akan membunuh kamu. Jika kamu tidak peduli apapun yang terjadi, setidaknya berpikirlah tentang kita. Stop jadi lebai. Ini akan baik-baik saja. Aku akan berhenti saat aku merasa baik-baik saja. Tapi tidak sekarang ini seperti bukan diriku. Kamu pikir itu baik-baik saja untuk tidur karena kamu mabuk di meja dapur? Anak kita melihatnya. Ya, diam mulutmu. Aku bilang noh. Istri kita nangis. Maaf, istri kamu nangis ya? Maaf, tapi inilah satu-satunya hal yang bisa lakukan untuk sekarang. Bukannya aku mau atau kamu ingin menemaniku minum? Astagfirullah. Billy gak boleh ya, Guys. Begitu ya. Oke, mau enggak mau, Guys. Sekarang tidak ada yang penting. Kita harus ngapain sekarang? Duduk ya. Apa yang lebih baik dari sebuah botol bir yang dingin di pagi hari? Hmm, enaknya, harumnya. Ya, sebenarnya gua juga pernah, Guys, mencoba bir, ya. Tapi ya intinya kalau kalian yang belum itu cuma rasanya tuh pahit, lalu ada sodanya sedikit, tapi enggak sesoda Coca-Cola tapi pahit. Dan gua sampai sekarang bingung kenapa orang suka gitu, kecuali kan manis gitu ya. Ini enggak, Guys. Pahit ya. Sepahit kenangan masa lalu kita dan kamu tidak ingin makan. Oke, aku minta maaf, sayang. Aku tidak bermaksud untuk teriak-teriak kepada kamu. Tapi tolonglah jangan bilang hal-hal yang bodoh. Jadi mungkin apakah kamu akan sarapan denganku, sayang? Aku sudah sarapan dan ini sudah siang. Waktunya makan siang. Aku akan menjemput anak kita pulang sekolah. Aku akan ikut bersamamu. Mungkin kamu harus tetap di rumah. Kamu sudah melihat dirimu dikaca? Mukamu berubah menjadi warna biru. Aku takut apa yang orang pikirkan tentangmu. Mereka bisa berpikir apa saja yang ingin mereka pikir tentangku. Aku tidak peduli. Aku ingin bertanya kepadamu untuk membersihkan kotoran-kotoran di toilet. Bersihkan itu sebelum aku pulang ke rumah. Aku mencobanya, tapi muntahanmu sangatlah bau dan itu tidak bisa hilang dari lantai. Apakah kamu gila? Aku tidak muntah di tembok. Aku tidak tahu apa itu, tapi aku tidak bisa membersihkannya, sayang. Oke, aku akan membersihkan kotorannya. Tapi beriahu kepadaku, mana di antara kamu atau anak kita yang merusakkan TV-nya? Tidak ada yang menonton TV selain kamu. Aku mengingatnya bahwa kamu biasanya menonton TV. Apakah kamu bohong? Istriku itu sudah lama banget, sayang. Jika kamu tidak bisa memakai teknologi, jauh-jauhlah dari TV itu. Aku lelah memperbaiki TV itu setiap habis kamu pakai. Oke, jadi sekarang kita akan membersihkan lantai. Ya, sebenarnya banyak hal untuk e dijadikan pelarian setelah ayah kita ini pergi. Pelarian yang positif gitu, Guys. Mungkin berolahraga, jalan-jalan dengan keluarga ke taman, ke gunung, cari hal-hal yang refreshing gitu, Guys. Enggak selalu harus dengan alkohol. Tolonglah, ya, pria-pria para laki-laki di sana. Sebenarnya boleh sesekali menurut gua, Guys. Tapi jangan sampai kecanduan. Dan inilah ini kotoran habis gua muntah, Guys. Dan gak bisa dibersihin. Tapi anehnya ini kayak ada suara, Guys. Kayak suara angin, kayak suara ban bocor. Oke, kita ambil sponge ini. Coba kita bersihkan, Guys. Oh, dia benar-benar menipuku untuk membersihkan kotoran ini, ya. Seperti biasanya lah. Oke. Ini bisa kok dibersihin. Setahu gua muntahan itu emang bisa dibersihin sih, Guys. Aku pergi, sayang. Aku akan kembali. Oke, baik, sayang. Iya, iya. Sana pergi. Udah, aku akan bersihkan ya. Setidaknya kalau kita enggak bisa keluar, ya kita harus tetap bagi tugas lah, Guys. Karena Billy adalah ayah yang bertanggung jawab. Semoga ya, Guys. Tapi ini kenapa gua gak bisa lihat diri gua dikaca? Aku ingin melihat diriku. Diriku yang beautiful. Manusia adalah karya seni terindah. What? Selay banget ya, Guys. Pura-pura aja, Guys. Kalian gak melihat apa yang barusan gua lakukan, ya. Oke, selanjutnya. Apakah ada botol birer lagi? Oh, coba kita perbaiki TV, Guys. Itu bukan diperbaiki, Pak. Itu dipukul. Apakah TV-nya masokis, Guys? Suka dipukulin? Ayolah, dasar sampah. Ayo, cepat nyala. Bekerja dong. Ayo, aku ingin nonton. Setelah pekerjaan yang berat ini bisa berjalan selama ratusan tahun lagi. Alhamdulillah saatnya aku menonton TV. Oke, ini film apa ya? Film manusia purba kah, Guys? Halo. Kok mukanya seram kayak gitu sih? Sepertinya ada sesuatu yang jatuh di kamar tidurku. Apakah itu? Hmm, es batu time. Hm, ada yang jatuh di bathroomku. Mungkin di sinikah, Guys, bathroom-nya? Oh, ini ada paket tiba-tiba. Paket misterius. Oke, kita buka. Ada kaset misterius. Hmm, perasaan kaset ini tidak ada di sini. Aku harus menaruhnya di VCR dan melihat apa isinya. Aduh, takut banget. Takut e isi kasetnya ini bisa menghipnotis ya. Atau jangan-jangan ini isinya pack lagi, Guys. Astaga. Oke, kita akan taruh di VCR. Di sini kah? Oke, di bawah. Kita akan coba. Jangan bilang kita masuk ke dalam DP. Ah. Uh. Oh, ini. Halo. Gua gak bisa ngelihat apa-apa, Guys. By the way, ini sangat gelap sekali. Gua gak bisa nyalahin senter. Huh, kita bisa turun. Apakah ini rumah gua? Yo, ini rumah gua, Guys. Itu gua habis keluar dari kasur gua. Ini tadi ada kertas di meja dengan poster badut. Oke, coba kita keluar, Guys. Keluar pintu sini, ya. Mohon maaf banget kalau misalnya ini gelap dan kalian gak bisa ngelihat, Guys. Kita turun. Loh, Sahata kamu siapa? Gua masuk ke dalam TV dan gua melihat diri gua sendiri. Ini udah mulai aneh ya, Guys. Karena si istri kita juga bilang dia tuh gak pernah nonton TV, sedangkan TV-nya rusak. Tau jangan-jangan ya selama ini emang kita yang pakai aja TV-nya sambil mabuk mungkin, Guys. Atau mungkin kita lupa apa yang kita perbuat kepada istri kita. Aduh, telepon lagi nih. Siapa sih? Hai, ke mana kamu menghilang? Aku tidak bisa meneleponmu selama 2 minggu. Kenapa kamu tidak datang bekerja? Halo, Bos. Aku sedang liburan. Aku seharusnya balik nanti hari Senin, Bos. Liburan apa? Berhentilah minum. Aku beruntung aku bisa mencari penggantimu. Tapi jika kamu tidak di sini setelah besok, kamu akan dipecat. Benar-benar pria tua yang sialan. Satu-satunya waktu di mana dia membiarkan aku istirahat adalah saat aku mati. Ai ai ai. Siapa sih yang ke toilet itu tiba-tiba? Tiba-tiba dia ngegedor pintu. Uh, what? Kita lagi halusinasi kah, Guys? Kayaknya pekerjaan ayah ini juga berat ya. Kayak tipe-tipe pekerjaan kantoran yang dimarahin bos terus yang disuruh mengejar deadline atau target, Guys. Oke, kita jalan aja. Eh, ini benar-benar gua gak bisa lihat apa-apa, Guys. Enggak ada senter kah? Apa gua harus cari senter dulu? Oh, no. Kita gak bisa kembali. Jadi kita lurus aja, Guys. Pakai mata batin, ya. Mata keranjang harusnya bisa. Karena katanya setelah gua baca-baca artikel, mata manusia itu lama-lama akan terbiasa dalam kegelapan dan bisa melihat, Guys, pada akhirnya. Ya, walaupun enggak jelas-jelas banget. Apa ini? Ini adalah votka legendaris. Kayaknya ini votka mahal deh, Guys. Sampai dilindungi gini. Kita ambil fotkanya, minumannya. Lalu sepertinya kita akan mabuk, Guys. [Musik] Lalu kita terbangun lagi nih. Di mana? Di rumah lagi kah? Loh, apakah kamu gila? Antiseptik? Aku tidak bisa menahannya. Aku harus minum untuk melewatinya. Keluar dari toilet. Kamu bisa membuka pintunya? Itu bukan toilet, tapi itu sebuah jalan lorong yang sangat gelap dengan ada botol air suci. Botolnya berdiri di sana dengan ada cahaya yang datang dari langit-langit. Aku tidak pernah mendengar omong kosong itu darimu. Sudah berapa kali sih aku memperingatimu bahwa kecanduan alkoholmu itu akan berakhir dengan buruk. Kamu salah. Semuanya akan baik-baik saja. Aku benar-benar lelah mengurus ini semua. Berdirilah dan keluar. Aku harus mandi. Jika kamu telah sadar, bantulah anakmu dengan PR-nya. Karena kamu sekolah dia telah menurun nilainya. Kepalaku benar-benar seperti terbelah. Kamu tahu di mana aku bisa mendapatkan pil? Dengar, itu seharusnya ada di dapur. Sayang, apakah kita bisa mandi bareng, Sayang? Agar aku segar. Aku sudah tidak mandi seminggu. Kenapa kamu tidak peduli kepadaku dan mengajak mandi bareng? Aku yakin dengan mandi bareng akan membuat aku rileks. Pembohong. Kau pembohong. E bisa ini bisa dibuka gak pintunya ini? Oh udah gak bisa, Guys. Ternyata istri kita tidak percaya kepada kita dan dia mengunci pintunya. Tapi tidak apa-apa. Kita akan mengambil pil dulu, Guys, di dapur. Oh, sepertinya ini pilnya. P untuk membuat kepala kita enggak pusing. Mungkin paraetamol ya, Guys. Cintai kepalamu. Minum panadoljika. Pusing. Oke, Nak. Ayah datang nak. Adik di mana, Adik? Adik, adik lagi belajar. Anak ayah yang pintar. Adik bau alkohol enggak, Adik? Mulut ayah, adik. Maaf ya, Adik. Ini kenapa mukanya kayak seram gitu, Guys, anak kita, ya. Dan dari mukanya nih kayak kayak cocok dikasih nama Billy, Guys, anaknya sebenarnya dari mukanya. Ya, Ayah. Kamu baik-baik saja. Mama di mana? Aku baik-baik saja, Nak. Tapi aku ingin menjadi lebih baik. Mama lagi mandi. Kamu gimana di sekolah, Nak? Eh, semuanya baik-baik saja sih, Ayah. Aku sedang mengerjakan PR-ku. Jangan bohong bahwa semuanya baik-baik saja. Aku tahu nilai kamu jelek, kan. Oke, tunggu di sini. Aku akan mengambil kursi dan kembali. Oke, kita akan mengajar anak kita, Guys. Ya, kamu enggak tahu kan, Dek, kalau Papa itu dulu juara nasional mencontek. Makanya nilai Ayah selalu bagus, Dek. Sebentar, ya, Adk, ya. Ayah cari kursi dulu. Ini di mana kursinya? Ambil kursi ini. Oke. Kita ajarin anak kita untuk menjadi lelaki yang laki dan maco. Sini, Dek. Jadi gini, Dek. Kalau adik nanti pengen PDKT sama cewek, langsung aja. Halo, baby girl, what’s your name? Kamu tinggal sendirian. Aduh, sor, Dek. Jadi kenapa, Nak? Kamu tidak ingin belajar, Ayah? Aku benar-benar mencoba, tapi matematika benar-benar pelajaran yang susah. Setengah kelasku bahkan tidak mengerti tentang itu. Udahlah, jangan buat alasan. Coba tunjukin ayah PR kamu. Well, coba lihat ya. Jadi ini adalah tabel perkalian, Dek. Semuanya itu mudah kalau kamu sudah mempelajarinya. Well, coba mari kita lihat 2 * 3 berapa? E 4. Aduh, Billy bodoh. Kita kasih nama anak ini Billy aja, Guys. Billy, kamu bodoh. Empat yah. Kamu benar-benar buruk, Dek. Coba beritahu kepada ayah, kamu seharian ngapain aja? Main Roblox kan kamu. Kan jujur sama ayah. Makanya main Roblox kebanyakan jadi goblok. Dek, kamu harus mengerti yang harus kamu lakukan di hidup adalah belajar yang benar. Tapi kamu tidak bisa melakukan itu. Kamu tidak harus bekerja. Kamu tidak memiliki bos yang suka marah, istri yang suka bentak-bentak. Apakah kamu sebegitu bodohnya kamu tidak bisa mengerti hal-hal yang basic? Duduklah dan kerjakan semuanya sendirian. Mungkin itu akan bisa membantu kepalamu yang bodoh dan jika tidak, Bapak akan menghajarnya. Iya, Ayah. Maaf. Aduh, sebenarnya enggak boleh tahu, Guys, kalau anak kayak enggak bisa ya. Karena menurut gua ada beberapa anak itu yang emang susah belajar, Guys. Belajarnya tuh harus pelan-pelan. Dan gua yakin kalau anak semakin digituin jadinya stres gitu, Guys. Dan jadi susah belajar juga. Gua ingat dulu waktu gua kecil, gua punya guru les, ya. Semakin galak gua semakin gak bisa, Guys. Istriku [Musik] kamu ke mana? Kamu menghilang. Ya ampun. Coba kita lihat di dapur. Oh, dia di dapur, Guys. Coba kita bicara lagi sama istri kita. Jadi, apakah kamu membantu anak kita? Aku sudah menjelaskan kepada dia bahwa dia harus belajar dan dia akan menentukannya sendirian. Mungkin aku harus meninggalkanmu. Meninggalkan aku? Apakah kamu akan meninggalkan aku di saat momen paling rendah dalam hidupku? Bagaimana dengan janjimu bahwa kamu akan berada di sisiku sampai akhir? Maaf, sayang, aku tidak tahan. Jangan lakukan ini sayang. Aku tahu aku sudah gila. Tapi jika kamu pergi, aku tidak akan bertahan. Aku akan stop minum. Aku janji. Tolong berikan aku waktu untuk pulih dari situasi ini. Waktu sudah habis dari kemarin, sayang. Apa yang kamu bicarakan? Lupakanlah aku dan move on. Ah, aku nanti gamon. Kamu harus makan untuk memiliki kekuatan. Aku memasak makanan terakhir. Lihatlah di kulkas. No, please. Please, Angelika, jangan lakukan ini. Aku tahu aku bukan suami yang baik, tapi berikanlah aku waktu. Apa yang terjadi? Gawat, Guys. Apa waktu tiba-tiba time skip dan ini adalah kehidupan di mana istri gua sudah meninggalkan gua, guys. Guys, btw mohon maaf nih ya kalau suara gua agak bindeng, gua agak flu, guys. Soalnya kemarin kehujanan ya. Oke, coba kita ke kamar. Aduh, apa sih orang ini? Bukan game horor, game hantu. Udahlah, coba kita balik dulu. Ada apa di sini? Aku harus mempapan pintu itu. Papannya berada di suatu tempat di kamarku. Gua ngelihat sosok ireng, Guys. Dengan mata yang berem, ya. Mata merah gitu. Karena gua takut, kita akan ee menutup pintu keluar itu dengan kayu. Tapi mungkin menurut gua, Guys, ini kan kayak game si kolok gitu ya. game psychology horor. Menurut gua ini adalah perumpamaan di mana kita menutup diri kita sendiri untuk berubah, Guys. Jadi, yang seharusnya kita mencoba untuk stop dari alkohol, yang kita menutup diri kita untuk melakukan itu, kita terus terjurumus dan terjerumus ke dalamnya. Loh, kenapa ini kamar gua tiba-tiba jadi toilet, ya? Tunggu sebentar, Guys. Apa ini perasaan gua, ya? Loh, kok aneh ya, Guys? Tunggu, tunggu sebentar. kayaknya ada yang salah di sini, Guys. Loh, ini gua yang halu atau Hah? Kayaknya tadi penempatan ruangannya enggak begini deh. Enggak di sebelah dapur gini tiba-tiba, Guys. Creepy time, horror time. Oke, gua pintunya hilang. Cuma ada ruangan, sofa, dan TV sesat. Eh, apa itu? Apa yang dijatuhkannya? Palu. Oh, untuk mempalu ini kah pakunya, Guys? Oke, biar benar-benar tertutup. Oke, palu keenam dan sudah. Coba kita masuk ruangan ini. Apakah ini pintu dor? Dasar gila, mungkin ini efek minum alkohol, guys. Stop alkohol. Jauhi alkohol dekati Billy. Oke. Apa ini? Dobrak pintu. Mungkin kita ingin keluar, Guys, karena kita takut. Wah, kenapa kita tiba-tiba di ruang bawah tanah banyak peti mati di Edoensek kah kita, Guys? Apakah kita harus membuka semua peti ini? Ih, what the hell is that? Oh, botol bir. E, botol birnya naik. Itulah botol bir yang sudah kita minum, Guys. Sebanyak itu, Guys. Apa ini? Botol bir lagi. Hiji 2 3 4 5 1000. Adakah? Oke, kita buka aja, Guys, semuanya, ya. Uh, apa ini? Terlalu gelap di sana. Oke, tinggal dua lagi, Guys. Dua lagi. Dua lagi. Apa yang bisa kita temukan? Apakah berbeda? Apa itu? Korek api. Nice. Coba kita buka deh yang satu ini terakhir, Guys. Nanggung, ya. Harusnya botol juga sih. Oke, benar. Botol. Saatnya kita masuk ke gorong-gorong. Aduh, kok pengap ya, Guys? Loh, kenapa itu kayak ada yang ngetok ya? Halo. Aneh banget kayak ada yang ngetok. Tapi udah guys kita jalan aja, Guys. Ini sebenarnya spot yang bagus banget sih guys untuk dikasih jump scare ya. Tapi masa iya dikasih jump scare digorong-gorong begini ketebak sih sama gua kalaupun ada, Guys. Nah, sat 2 t. Oke, gak ada ternyata ya. Tidak ada jump scare. Oke, ini kita buka. Kita sampai di tempat bir yang ada di lorong gelap itu, Guys. Apakah ini nikmat bir tiada duanya? Votka malah minum lagi. Dan kita kunang-kunang lagi, Guys. Mau pingsan, ya. Wih, kita ada di mobil dengan Billy dan Angelika. Kita mau ke mana? Naik mobil darat. Tut tut tut. Ayah, kamu ingin tahu aku meminta apa ke Santa? Nak, jangan ganggu ayah. Sangat berkabut di luar. Jangan khawatir, sayang. Kita mengurus semunya dengan baik. Iya, aku hampir tidak menyeretmu ke mobil. Hentikan itu. Hentikan apa? Mobil. Ini kita mau ke mana lagi, Guys? Billy, kamu mau nyetir? Billy, jadi apa yang kamu minta, Nak? Sepeda. Oh, kalau sepeda mah minta aja ke Pak Jokowi. Aduh, Dek. Tapi kan tidak banyak ruangan di kantungnya Santa. Coba kamu pikir lagi. Tapi aku benar-benar ingin sepeda, Ayah. Mungkin ada ruangan. Aku sudah belajar 1 tahun penuh. Tenang, Dek. Kita memiliki sepeda yang bagus di lantai atas. Kita hanya perlu menyusunnya dan mengecatnya. Lihat jalan. Kita kecelakaanah? No. Cuma halusinasi, Guys. Atau jangan bilang ini artinya ini kita mengantar ke kematian kita sendiri, Guys. Arti dari menyetir mobil ini ya. Cuman gua enggak tahu, Guys. Ini kita jalan aja. Woh, kita ngebut. Wah, oh. Oh, jangan bilang kita nabrak anak kita sama istri kita, Guys. Tadi itu penampakannya seorang istri dan anak. Kita sudah minum botol. 1 2 3 4 5. Apakah lima? Coba kalian hitung, Guys. Sebentar. [Musik] Aduh. Aduh. Sorry, Guys. Gua bersin-bersin, ya. Aduh, gawat ini flu-ya. Uh, ada Billy yang lagi nonton TV. Billy lagi nonton apa, Billy? Aduh, enggak kebaca lagi, Guys. Oh, Billy lagi nonton kartun. Billy terlihat bahagia ya, Guys. E turunin volumenya, Dek. Kepala ayah ini kayak mau kebelah, Dek. Aku sedang menonton dengan volume kecil, Ayah. Apakah kamu sudah mengerjakan PR-mu? Apa yang kamu lakukan di dekat TV, Ayah? Aku sudah tidak sekolah 2 hari. Kenapa kamu bolos? Mamaku biasanya mengantarku, tapi sekarang dia pergi. Aku sangat kangen dia. Sepertinya dia memutuskan untuk meninggalkan kita berdua, Dek. Mamamu benar-benar orang yang tidak sensitif. Mungkin ini adalah jalan terbaik di mana dia harus pergi. Apa yang akan terjadi sekarang, Ayah? Semuanya akan baik-baik saja, De. Billy. Aku akan berhenti minum besok dan aku akan menyetirkan kamu ke sekolah, ya. Dan kita akan mencarikan kamu mama baru. Benar, Dek. Aku tidak ingin mama baru. Aku ingin mama asliku. Itu benar-benar karenamu. Dia pergi karenamu. Yang harus kamu lakukan adalah mengikuti kata-kata mama. Kamu benar-benar membuat aku kesal. Dasar kamu anak sialan. No, guys. Jangan bilang istri kita sebenarnya enggak pergi. Jangan bilang kita yang istri kita. No. This is bad, Dek. Wow. Apa ini? Kaset mandi kaset. Oh, [Musik] coba kita ambil kaset ini. Oke, pada akhirnya hanya satu kaset, Guys. Gua benar-benar agak enggak biasanya, Guys. Gua biasanya kalau main game horor masih bisa ngerti alur ceritanya lah. Bisa dimengerti. Ini kayak gua agak bingung, Guys, alur ceritanya kayak apa hubungan kaset ini gitu loh dengan kita. Tadi itu kita masuk TV lagi, Guys. Di mana ini? Tunggu-tunggu. Apakah ini ruangan yang familiar? Yap, ini adalah toilet, Guys. Ini toilet. Dan anehnya kita tuh kayak jadi gede gitu loh. Badannya tuh jadi gede banget. Kita turun tuh. Kita jadi kayak orang tinggi gitu. Atau jangan-jangan ini sosok ireng itu, Guys. Coba kita ke ruangan sebelah sini nih. Ini kan belum kita masukin nih. Oke. Apa ini? Oke, ini ruangan kasur. Tapi di situ ada sesuatu yang menyalah. Apa ini? Pintu kah? H. Ah. Ah. Kepalaku sakit. Aku tidak mengerti apa yang terjadi di sini. Apa mungkin ada ruangan rahasia di sini? Uh. Yo, kok bisa gua kepikiran sih, Guys? Ini beneran ya, Guys. Gua enggak kepikiran loh. Ada ruangan, ada ruangan rahasia. Yang benar aja, Guys. Si ayah nyimpan apa di sini? Oke, kita masuk. Oh, ini atik yang ayah bilang ada sepeda. Ayo, Guys, tulis di komentar. Sebutkan tiga ikan yang ada di laut. Nanti Papi Billy kasih sepeda. Oke, ini adik apa mungkin kita lagi nostalgia aja, Guys, ingin membuat sepeda untuk anak kita, ya. Bahkan di sini ada pintu mobil. Oh, iya pintu mobil, ya. Mobil kita nabrak tadi, ya. Weird. Oke, ada pintu lagi. Ada kayu-kayu aja, Guys, di sini. No, no, no, no, no, no. Aduh, ada orangnya ngetuk pintu, Guys. Kita secara enggak sengaja membunoh istri dan anak Angelika dan Billy. Ih, gawat gawat gawat gawat. Guys. Alkohol ini ini karena alkohol guys. Jadi kita enggak sadar jadi kita jadi kita marah waktu istri kita mau ninggalin kita. Bukan ini polisi. No, no polisi. Stop lawan aja polisinya. Langsung cek dulu. Enggak ada polisi. What the hell? Hei. Loh, kok pintunya kok aneh? Itu harusnya pintu keluar, Guys. Ada peti istri kita, Angelica. I’m sorry. Kita mengalu istri kita, Guys. Jadi selama ini anak kita tadi ngomong apa? Itu halusinasi doang. Di kamar anak kita kah? Ini Billy. Ayah. [Tepuk tangan] [Musik] Duh, game ini darah banget ya. Ada suara TV yang menyala. Lagunya dari lagunya dari pintu ini kah? Jadi intinya, Guys, setelah kita sadar apa yang diperbuat oleh kita sebagai ayah, kita langsung karena udah enggak ada hal yang bisa kita lakukan lagi, Guys. Dan kalian tahu ada tiga hal di dunia ini yang tidak bisa dihindari, Guys. kematian, waktu, dan takdir. Guys, exit. Terima kasih sudah bermain. Jadi, ya pada akhirnya alurnya gua enggak begitu mengerti, Guys. Tapi yang bisa gua jabarkan adalah setiap si ayah ini minum, Guys. Dia mabuk dan melakukan hal-hal yang membuat istrinya tuh sampai geleng-geleng gitu. Tapi si ayah ini lupa. Dia cuma bangun tidur, kepala sakit pusing, nyari alkohol lagi. Dan itu berputar-putar terus sampai istrinya enggak tahan. Dan ya akhirnya kita enggak terima istri kita mau pergi, ya kita duk istri kita dan anak kita. Tapi ya kalau kalian punya teori dan kalian bisa menceritakan alur cerita dari game Fading Father ini, coba kalian tulis di komentar, Guys. Dan pelajaran yang bisa diambil dari game ini adalah untuk para calon-calon ayah di luar sana. Apapun yang kalian lakukan, berpikirlah dua kali, Guys. Karena udah punya anak, istri, ya. Mereka cuma mau kehidupan yang damai, normal, tentram, dan mereka menunggu ayah mereka di rumah atau suami mereka, Guys. Segitu aja, Guys, game fading father. Gua harap kalian terhibur. Kalau kalian suka, bisa like dan komen. Aku bilal pamit dulu. Sampai jumpa di game selanjutnya. Bye bye. [Musik]
Hai semua makasih untuk kalian yang udah mampir!! aku harap kalian terhibur dengan video-video ku!!
Game : Dead Tapes : Fading Father
Terimakasih banyak buat yang udah like, comment, subscribe !!
Follow Social Mediaku :
〚 Instagram 〛
https://www.instagram.com/billysamvel
〚 Tiktok 〛
https://www.tiktok.com/@billyberak
Business inquiry :
billysamvcl@gmail.com
#billysamuel #billy