Roy Suryo Adu Keras Dengan Ade Darmawan: “Anda Gak Mewakili UGM! Siapa Loe!”
Kembali diinterupsi pemirsa. Saya ingin ke Bang Fredy dulu. Bang Fredy jadi diomasi Pak Jokowi sudah disomasi. Kira-kira menurut Anda apa respon Pak Jokowi? Sedangkan dilaporkan Bang Rismon berulang kali aja ngomongnya biasa aja gitu loh. Apalagi cuma di somasi. Heeh. gitu loh. Dan kalau bicara hukum pengin dilaporkan ber kalau bicara bicara hukum Heeh. Ya, kalau somasi itu subjek hukumnya misalnya tadi dikatakan menuduh, siapa yang dituduh? Enggak ada tertuduh di situ. Orangnya enggak ada. Itu namanya statement politik. Sama dengan menyebut ada oligarki politik di belakang. Ya, misalnya ini lagi ramai One Piece ya. Ada ada sosok yang bermain di belakang ini. Itu statement politik begitu. Karena memang Pak Jokowi diserang oleh narasi-narasi politik yang mendiskreditkan. Maka Pak Jokowi juga harus balas dengan narasi politik. Sekarang publik yang melihat, menilai. Begitu. Tujuan narasi politik Pak Joko itu ada orang besar di balik ini ada agenda politik tentu menyampaikan pesan kepada seseorang. Jelas itu jelas. Siapa? Siapa itu? Nah, itu cuma Pak Jokowi yang tahu. Gitu loh. Tanya aja Pak Jokowi. Oke. Iya. Ini sudah datang ke Solo, Pak. Siapa itu? H. Ah. Tetapi kalau bicara politik itu tidak ya hitam putih. Oke, gitu loh. Bisa memang ya memang abu-abu di ruang kosong, di ruang apa macamlah kalau politik ini. Oke. Termasuk orang besar tadi gitu ya. Termasuk orang besar itu. Nah, definisi orang besar akhirnya ke mana-mana nih. Definisi orang pasti agenda politik. Oke. Jelas agenda politik. Oke. Baik, Mas. Iya. Iya. Inilah ada orang besar di belakang Anda katanya. Oh, sama sekali enggak ada. Jadi ini benar-benar ngacuk ya gitu. Saya tadi makanya bilang kalau sudah pernah jadi petinggi negara tuh harusnya tutur katanya itu diatur. Jangan celometan kayak gini. Ini kan celometan kan bekas presiden kok celometan ya. Ngomong gini ngomong gini terus katanya kemarin ya kalau enggak gini nanti enggak diuntungkan ya gitu. Waduh gimana sih ini? Jadi ya memang kesengajaan memperpanjang ini adalah memang dia gitu. Mas Roy salah tangkap nih atau sengaja disalah-salahkan. itu saya klarif dulu karena ada orang karena ada orang sebentar Mas saya selesaikan karena dia kemudian membuat memancing orang-orang itu berpendapat itulah yang namanya tidak negarawan. Oke. Hak saya untuk kemudian melakukan otak ini untuk berpikir, hak juga Pak misalnya ee Syarif Hasan dari Demokrat, hak juga misalnya ada teman-teman lain dari partai, hak teman lain untuk kemudian juga menakwai ini kok enggak bijak banget ya bekas presiden ini kok malah ngomong sana sini udahlah konsentrasi aja lah sama penyakitnya gitu misalnya kan kayak gitu kan bagus gitu ada yang pendapatnya jadi menurut saya memang ya ini enggak bijak ya kekanak-kanakan child ya dan bahkan justru memecah belah bangsa ini. Itu contohlah Pak Prabowo itu ya ada Sumatera dan Aceh mau dilakukan apa, ada yang mau mengusik di sana langsung pulaunya kembalikan. Ya gitu contohnya kayak gitulah. Ada kira-kira nanti mau enggak kasih abolisi dan amnesti. Tapi kalau ada seseorang yang jelas-jelas sudah menghina dan dihukum 1 seteng tahun tapi ternyata dia melarikan diri ya terus ngomong di mana-mana. Oh saya sudah menjalani huk bohong. Pak JK sendiri mengatakan orang itu gak pernah datang, gak pernah minta. Putrinya mengatakan dia buron si plester matu mati hina. Oke. Oke. Saya ke Bang, Bang Ade. Orang besar ini kan awalnya dari Anda. Ini siapa? Bukan ee saya kalau saya baju biru. Oke. Baju biru. Baju biru. Orang yang berbaju biru itu bisa saja siapa saja tetapi bukan partai tertentu. Itu itu perlu saya tekankan di situ ya. Oke, karena memang kalau saya lihat ini orkestrasinya luar biasa sekali. Artinya enggak selesai-selesai. He. Kami pun sebagai ee orang yang ikut menjadi saksi pelapor ini jenuh melihat persoalan ini sebenarnya. Walaupun sebenarnya kami sudah kalau saya secara pribadi sudah melihat bahwa memang apa yang ee ee ujaran kebencian terus penghasutan ini sudah cukup sebenarnya dengan pemeriksaan kepolisian tapi terus saja ee diberitakan dan diklarifikasi seolah-olah media kita digunakan untuk mengklarifikasi yang harusnya dilakukan di kepolisian. Tetapi pada saat dipanggil Bang Roy dan Band Rism serta dr ya pada saat datang cuma nyebut nama alamat sehat dan atau tidak sehat selesai harusnya harusnya tidak maksudnya maksudnya gini Mas saya selesaikan dulu tuh kan maksud saya kita konsentrasi kalau memang mau mengklarifikasi kan ada tempatnya tuh pada saat pemeriksaan iya kan nah itu dulu nah terus saya mau jelaskan tambahkan sedikit nih terkait tentang tadi di transkrip. Ini kan pendapat Mas Roy dan Bang Rismond, bukan otoritas resmi UGM. Kalau publik ini kan melihat siapa sih yang memiliki otoritas menyatakan bahwa ini sah atau tidak sah, ini asli atau tidak asli, ini terdaftar atau bukan kacau. Artinya UGM lah yang memiliki otoritas itu. Itu yang pertama. Ya. Yang kedua, terkait barang palsu yang dikatakan tidak berijazah. Jadi gini, kalau terkait palsu itu setahu saya di bidang hukum itu dari ada ya satu barang nih yang dikatakan palsu tuh dari ada eh dari tidak ada menjadi ada. Ya. Oke. Palsu. Dari tidak ada diadakanya meloncat-loncat ini hukum. Awas. Nah, kemudian dari yang ada ada ya. Kemudian ada yang diciptakan seperti serupa tetapi palsu. Oke. Nah, pertanyaan kita sekarang ini masuk enggak kategori palsu ini yang masuk di mana? Di mana? Di mana? Jawab di mana? Jawab. Transkrip nilai Joko Widodo. Heeh. Itu bukan transkrip nilai resmi dari UGM. Makanya saya challenge UGM. Coba. Iya. Coba coba bicara ijazah dulu saya dulu. Iya saya bicara ijazah tampilkan aja tampilkan aja. Ikanya diam dulu baru bisa saya jawab. Saya jelaskan sama. Oke. Transkrip nilai yang ditunjukkan di TVUM itu tidak ada otoritas yang menandatanganinya. Itu UGM enggak ada. Tidak ada stempel, tidak ada ee tanda tangan siapapun. Itu apa itu? Toilet paper. Pertanyaan saya, pertanyaan saya apa diakui dengan transkrip nilai bodong lembar pengesahan penguji skripsi enggak ada bodong tidak pernah diuji ijazahnya enggak ada bukan orang sama sekali kan tidak mengur dan tidak bagi UGM UGM sudah mengatakan hasil sudah menyampaikan di situs resmi UGM mana enggak ada UGM yang menampilkan enggak ada Enggak kanik sudah keluar kepakai. Oke gini biar kita enggak ke mana-mana biar enggak saya jadi enggak bisa mengungkapkan pendapat saya g pemirsa juga jadi bingung. Silakan Bang Ad pemirsa juga jadi bingung Bang Rism saya beri kesempatan kita tahan nanti saya kasih kesempatan lagi. Iya jadi begitu ya. Transkrip nilai yang tidak ada otoritasnya maka dia tidak akan menghasilkan ijazah. He artinya ijazahnya enggak pernah ada diada-adakan palsu. Skripsinya juga tidak ada lembar pengesahan pengujinya berarti tidak pernah diuji. Berarti tidak pernah mendapatkan ijazah. Ijazahnya enggak ada berarti palsu. I terus lembar pengesahan pembimbing yang ada di skripsi Joko Widodo itu juga teknologinya sudah sangat canggih. Tidak mungkin kami melakukan analisa yaitu dengan ee teknologi ee uji lapisan visual. ya karena lembar pengesahan skripsi ee pembimbing skripsi itu difoto dengan resolusi tinggi oleh Mas Ro Suryo pada tanggal 15 April lalu kami forensik teknologinya adalah kamins clustering dan di situ terlihat ee apa bukan teknologi coming clustering yaitu apa menganalisa proporsional spacing dan kerning jarak antar huruf ee jarak tiap huruf jarak antar kata itu kami buktikan itu pakai teknologi modern. Oke. Baik. Kesimpulannya palsu. Pakai Word dokumen 20034 yang belum ada tahun 1985. Jadi dari tiga itu saja sudah palsu. Coba tanya UGM pantang. Silakan Bang Fredyab itu sama seperti kata Bung Ade tadi itu kata Bang Ris Bung Rismon kata Mas Roy. Tapi itu sudah disampaikan di Bareskimabes Fri mentah juga. sudah dialleng dengan UGM, sudah dialleng oleh ahli-ahli lain, mentah juga itu barang. Nah, sekarang dilakukan narasi-narasi di publik juga sudah diklarifikasi, dilakukan narasi seperti kata Bung, narasi-narasi di publik yang kalian lakukan percuma kalau di penyidikan di Mabas PAUD dan di Polda kalian tidak bisa buktikan itu. Nih nih nih, ini ini bohong ini gitu loh. Ini bohong. Saya yang ikut gelar perkara yang disebut ahli dalam tanda kutip itu enggak bisa menjawab sama sekali apa yang kami presentasikan. Hadir di situ. Enggak hadir di situ. Kalian berdua tuh enggak ada di situ. Jadi testemonium di auditu itu dari orang lain yang jadi artinya apa tidak bisa tadi asli enggak ada asli mana bukti nih saya bacakan ya dekan fakultas ya. nya ijazahnya mana bukan saya bicara UGM menyampaikan keyakinan Bang tidak mewakili keyakinan tidak mewakili kami mewakili diri sendiri iya anda apalagi saya melihat si UGM siapa UGM saya menyampaikan apa kat saya mewakil mewakili UGM tidak siapa luakil Saya melihat dari situ apa itu tahu cuma [Tepuk tangan] saya lebih percaya Jokowi saya lebih percaya saya lebih percaya situ daripada anda itu yang perlu saya tekankan dia sebagai otoritas bukan anda yang harus menyampaikan Bang bukan Bang Ri tidak mewakili kalau cuman kepercayaan ya hari ini saya juga salut ya kepada orang seniman senior namanya VL Virgian artinya Iwan Vals. Oke. Dia punya hasil. Jadi dia nyebutkan bahwa ketika dia tanya masyarakat ijazah Jokowi itu asli atau palsu akademis tidak mengerti sampai mengatakan kalau terima kasih lihat nih apa jawabannya di sini apa jawabannya mengatakan Bukan orang, bukan orang bukan orang UGM, bukan lawyernya UGM. Sudah menciptakan lagu juga kami segera kembali. Usai J berikut tetaplah diinterupsi. [Musik] Yeah.
Yuk Subscribe https://www.youtube.com/c/OfficialiNews
Selengkapnya baca di: https://inews.id/news
Follow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7scI1LdQekZvLynv1H
Follow our Official TikTok https://www.tiktok.com/@officialinews
Follow our Official Twitter https://twitter.com/officialinews_
Like our Official Facebook https://www.facebook.com/OfficialiNews
Follow our Official Instagram https://www.instagram.com/officialiNews
Dapatkan sajian berita dan liputan langsung peristiwa terkini secara cepat dan akurat di:
https://www.inews.id/ untuk berita dari daerah-daerah di seluruh Indonesia
#iNews #interupsi