PAKAR MARITIM : KLAIM MALAYSIA DI AMBALAT LEMAH, PENGAMAT : PATROLI TNI AL KE AMBALAT BUKAN AGRESI
[Musik] [Musik] Oke, jadi kabar selanjutnya hari ini lagi kita fokus ke Ambalat, Bos. Di mana ada informasi baru seorang pakar yang menyebut bahwa sebenarnya klaim Malaysia terhadap ambalat itu lemah secara hukum internasional. Nah, loh. Lantas bagaimanakah itu penjelasannya mengapa klaim Malaysia sebenarnya lemah setelah ini kita kupas? Kemudian lanjut, seorang pakar lainnya juga menyebut bahwa patroli militer TNI Angkatan Laut di Ambalat itu bukanlah bentuk agresi atau serangan terhadap Malaysia. Apakah alasannya? Dan sebenarnya seberapa besarkah harta karun yang tersimpan di dasar laut perut ambalat itu? Mengapa Malaysia ngebet? Ada apakah sebenarnya? Penasaran beritanya? Cusar kipas. Mari kita kupas berita lengkapnya satu persatu, bosku. Oke, seperti yang kalian tahu, sengketa ambalat Indonesia dan Malaysia kali ini kembali mencuat ke permukaan bos. Dan kali ini sorotan datang dari seorang pakar maritim, Kapten Marcelus Hakeng Jayawibawa, yaitu pengamat dari ikatan keluarga alumni Lem Hanas. Strategic Center atau ISC Boss. Nah, beliau pun menilai bahwa kliim Malaysia atas ambalat itu sangat lemah jika ditinjau dari perspektif hukum internasional. Nah loh, apakah alasannya nih, Bos? Oke, jadi admin kutip dari Sindonius. Menurutnya, penolakan Malaysia terhadap penggunaan istilah laut ambalat bukanlah sekedar masalah nama, bos, tapi merupakan strategi diplomasi maritim untuk membentuk persepsi dunia. Pandangan dunia bahwa wilayah tersebut adalah bagian dari mereka. Kapten Hakeng menekankan bahwa dalam diplomasi maritim, nama bukan hanya simbol, ia adalah instrumen hukum dan politik yang dapat mempengaruhi legitimasi klaim suatu negara. Dan istilah embala sendiri bukan ciptaan sepihak Indonesia, melainkan sudah digunakan secara resmi dalam peta, dokumen teknis, dan catatan diplomatik sebagai representasi klaim sah Indonesia terhadap wilayah kaya sumber daya minyak dan gas di blok ND6 dan ND7. Nah, sebaliknya beliau katakan Malaysia sendiri malah mengandalkan peta baru tahun 1979 yang secara sepihak memasukkan ambalat ke dalam zona ekonomi eksklusifnya dan menyebutnya sebagai bagian dari laut Sulawesi. Bahkan lebih jauh mereka kerap mengaitkan klaim ini dengan putusan Mahkamah Internasional ICJ tahun 2002, Bos, yang memenangkan mereka dalam sengketa Pulau Sipadan dan Ligitan. Namun ternyata di sinilah letak kelemahan Malaysia. Nah, Kapten Hakeng menyatakan bahwa putusan ICJ 2002 itu sebenarnya hanya memutuskan kepemilikan dua pulau kecil tersebut yaitu Sipadan dan Ligitan kepada Malaysia tanpa menetapkan batas maritim di sekitarnya. Nah, ini dia, Bos intinya. Jadi dasar klaim yang digunakan Malaysia selama ini ternyata belum kuat. Jadi yang diakuinya hanya simpadan dan Ligitan dan dalam putusan ICJ itu tidak menyebut wilayah maritimnya. Nah, ini informasi yang mantap-mantap jos nih, Bos. Artinya, jika Malaysia menggunakan putusan itu untuk membenarkan klaim atas ambalat, maka itu adalah bentuk perluasan tafsir yang lemah secara hukum internasional, tegas Kapten Hakeng. Mantap mantap, Jos. Jadi bagi beliau, sikap Malaysia ini pun jelas menunjukkan pola yang terencana dengan cara mengulang narasi, memperkuatnya dengan tafsir hukum yang bias dan mencoba membentuk opini internasional, Bos. Tapi selama Indonesia terus memegang bukti teknis, peta resmi, dan dokumen diplomatik yang kuat, maka klaim Malaysia atas ambalat ini akan tetap rapuh di mata hukum dunia. Oke, lanjut. Seorang pengamat militer lainnya juga menegaskan bahwa patroli militer TNI angkatan laut ke Malaysia bukanlah bentuk agresi atau serangan ke Malaysia. Hal ini pun berhubungan dengan kelai Malaysia yang kemarin sepertinya diperkuat di wilayah ambalat, Bos. Maka ketika TNI Angkatan Laut tiba-tiba entar konvo ya kan di wilayah ambalat apalagi sebentar lagi 17 Agustus dan biasa dilakukan pengibaran bendera di Mercusuar Karang Unarang entar malah dibilang siap-siap mau agresi pula ya kan. Nah jadi admin kutip dari Kompas.com seorang pengamat militer Institute for Security and Strategic Studies atau ISS Bapak Kolahmi baru-baru ini juga buka suara bos. Menurutnya, kehadiran TNI Angkatan Laut di Blok Ambalat bukanlah bentuk agresi apalagi provokasi. Patroli yang dilakukan TNI Angkatan Laut sebenarnya sudah menjadi kegiatan rutin sejak lama dan ini merupakan bagian dari tanggung jawab konstitusional untuk menjaga kedaulatan dan menunjukkan eksistensi negara. Beliau tegaskan bahwa operasi di Ambalat dilakukan secara profesional, terukur, dan selaras dengan jalur diplomasi. Dan tujuannya pun jelas, Bos, untuk memastikan hak Indonesia atas wilayah yurisdiksi yang sah menurut hukum laut internasional. Ia juga mengingatkan yang penting adalah koordinasi lintas lembaga dan konsistensi narasi antar kementerian agar langkah di lapangan tidak memicu eskalasi yang tidak perlu. Jadi kalau misalnya ada yang melihat kapal perang TNAT laut berpatroli di ambalat ya itu bukan ya itu bukan tanda mau perang bos melainkan itu adalah patroli rutin yang selama ini memang sering dilakukan dan itu adalah simbol kewaspadaan bukti bahwa negara kita Indonesia siap menjaga setiap jengkal wilayahnya tapi tetap dengan kepala yang sejuk dan mantap-mantap jos. Nah, lantas sebenarnya apa yang terkandung dalam perut ambalat ini, Bos? Apakah memang kayak minyak dan gas atau jangan-jangan lebih kaya lagi nih? Oke, jadi dikutip dari CNBC, di bawah birunya laut ambalat di perbatasan Indonesia ini memang tersembunyi sebuah harta karun energi yang nilainya bisa membuat negara manaun tergiur, Bos. Jadi berdasarkan data Kementerian ESDM, hanya dari lapangan Aster di Blok Ambalat saja, potensi cadangan minyaknya sudah mencapai 30 hingga 40.000 barel per hari. Bayangkan jumlah ini pun setara dengan seperempat produksi blok Rokan, salah satu blok minyak terbesar dan itu baru satu titik buy, Bos. Belum keseluruhan area, ya. Maka enggak heran sejak awal 2000-an, kawasan ini pun jadi rebutan. Malaysia menyebutnya sebagai bagian dari laut Sulawesi. Sedangkan Indonesia menegaskan ini adalah laut ambalat. Sengketa pun makin panas ketika pada tahun 2004, Malaysia memberi konsensi eksplorasi kepada Sel. Padahal Indonesia sudah menunjuk perusahaan migas Italia Eni untuk mengelola bahkan di 2010 kapal perang kedua negara nyaris berhadapan langsung di laut. Nah, kini meski tensi politiknya sudah mulai menurun, namun tarik-menarik klaim masih berlangsung, Bos. Presiden Prabowo dan PM Malaysia Anwar Ibrahim bahkan kemarin sempat sepakat membahas kemungkinan pengembangan bersama. Tapi ya memang jalan menuju kesepakatan finalnya pun masih panjang, Bos. Negosiasi teknis, pembagian keuntungan hingga batas wilayah, semua masih jadi bahan tarik ulur seperti main kelayang, Bos. Siapa yang jago dia yang menang ya kan? Dan kini ambalat bukan sekedar soal peta di meja diplomasi tapi ini adalah simbol kedaulatan, sumber kekayaan energi dan juga titik strategis di jalur pelayaran internasional. Dan selama minyak serta gas di bawah laut itu masih ada, maka ya otomatis nih, Bos, blok ambalat bakal tetap jadi salah satu mahkota yang diperebutkan antara Indonesia dan Malaysia di Asia Tenggara. Dan pertanyaannya nih, akankah ambalat berakhir dengan perebutan keras, gesek-gesekan, atau berakhir dengan digarap dan disedot bersama-sama? Bagaimana menurut kalian? Jangan lupa komentar. Tetaplah kalian barbar dan jangan santui terus. Demi Indonesia tangguh. Salam Indomx Indo Magazines. [Musik]
PAKAR MARITIM : KLAIM MALAYSIA DI AMBALAT LEMAH,
PENGAMAT MILITER : PATROLI TNI AL KE AMBALAT BUKAN AGRESI KE MALAYSIA
KANDUNGAN HARTA KARUN AMBALAT TERNYATA SEBESAR INI
Kabar selanjutnya hari ini lagi kita fokus ke ambalat bos,,
dimana ada informasi baru, seorang pakar maritim, Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, yaitu pengamat dari Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Strategic Center (ISC) menyebut bahwa sebenarnya klaim malaysia terhadap ambalat itu lemah secara hukum international,, nah loh lantas bagaimanakah itu penjelasannya setelah ini kita kupas,,
Selanjutnya seorang pakar lainnya juga menyebut bahwa patroli militer TNI AL di ambalat itu bukan lah bentuk agresi atau serangan terhadap malaysia,, apakah alasannya
dan sebenarnya seberapa besarkan harta karun yang tersimpan di perut ambalat itu,,,
mengapa malaysia ngotot,, ada apakah sebenarnya
simak videonya sampai habis