Layak Jadi Macan Asia !! 8 Alutsista Terbaru TNI yang Resmi Bergabung di Tahun 2025

[Tepuk tangan] [Musik] Indonesia sepertinya terus memperkuat Alut Sista sebagai bentuk dari upaya menjaga kedaulatan negara. Peningkatan jumlah alut sista ini sangat perlu dilakukan karena luasnya wilayah serta memanasnya konflik global. Sebelumnya Indonesia berhasil menandatangani kontrak pembelian 48 unit jet tempur K, 60 unit drone tempur by Rakar TP3 dan 6 unit Byaktar akinci, 2 unit kapal perang, dan 4 unit helikopter air bas. Namun pesanan alucista itu harus melalui proses pembuatan dan akan dikirim dalam waktu 5 tahun ke depan. Pada tahun 2025 ini merupakan tahun yang spesial karena Indonesia akan diperkuat alut sista canggih dan modern yang telah dipesan dari beberapa tahun yang lalu. Inilah delapan alut sista canggih pesanan Indonesia yang datang di tahun 2025 ini. [Tepuk tangan] [Musik] Rudal Khan. Seonggok truk 8* 8 dengan dua buah peluncuran rudal di atasnya tertangkap kamera berada di daerah Kalimantan Timur. I Rudalhan, besutan perusahaan Turki Rocketsun yang telah tiba di Indonesia. Pembelian rudalhan oleh Indonesia dilakukan pada November 2022 dalam rangkaian Indoden Expo. Namun, belum diketahui secara pasti berapa unit jumlah rudal yang dibeli oleh Indonesia. Rudal Han merupakan sistem persenjataan balistik taktis yang dirancang untuk serangan presisi dalam jarak jauh. Dengan jangkauan hingga 280 km, rudal ini mampu menghancurkan target permukaan yang bernilai tinggi. Rudal ini juga dilengkapi anti jamming serta low colateral damage. Dengan kemampuannya itu, rudal ini dengan sangat mudah menyasar fasilitas C3, radar, dan sistem artileri serta pertahanan udara musuh. Memiliki kecepatan match 5, Rudalhan mampu membawa hulu ledak hake eksplosif seberat 470 kg dan disebutkan efek ledakan rudal ini bisa mencapai radius 100 m. Dengan begitu rudal canggih ini menjadi rudal balistik pertama yang dimiliki Indonesia. Saat ini pengiriman Rudal Han sedang berlangsung dan akan diposisikan di perbatasan Malaysia dan tentu saja membuat negara tetangga itu panas dingin. [Musik] Airbus A400M. Pesawat angkut militer Airbus A400M pertama untuk TNI AU telah sukses melakukan penerbangan perdananya di Sevil Spanyol pada Agustus 2025. Ini menjadi tonggak penting sebelum pesawat dikirim ke Indonesia pada akhir tahun 2025. Dipesan sejak tahun 2021, Indonesia menjadi negara ke-10 yang bergabung dalam program Airbus A400M. Kehadiran pesawat ini akan meningkatkan kemampuan TNI AU dalam mengangkut logistik maupun personel secara cepat dan efisien, termasuk dalam situasi darurat. Tak hanya itu, A400M juga bisa berfungsi sebagai pesawat tanker atau pengisian bahan bakar di udara. Penerbangan perdana ini juga turut disorot media Malaysia yang menyebut dengan memiliki Airbus A400 M, Indonesia akan menjadi negara yang sangat kuat terutama di Asia Tenggara. Untuk diketahui, Indonesia memesan dua unit pesawat Airbus A400M dan akan menambah 4 unit lagi di masa mendatang. Kontrak pemesanan ini mencangkup paket dukungan pemeliharaan dan pelatihan yang lengkap. [Musik] Rafale pada 30 Juli 2025, jet tempur Ravale B, pertama pesanan Kementerian Pertahanan Indonesia untuk TNI AU telah terlihat di Mirienek, Bordeu. Mengingat fasilitas The South Aviation di Mirinek adalah tempat di mana perakitan akhir pesawat Ravale dilakukan. Setelah perakitan, pesawat Ravale juga menjalani uji penerimaan di Mirinek sebelum diserahkan kepada pelanggan akhir. Hal ini mengindikasikan bahwa proses pembuatan Ravale pesanan Indonesia akan segera rampung. Jika benar terjadi, Indonesia akan menerima pengiriman 6 unit di BCH pertama lebih cepat dengan prediksi pada akhir tahun 2025. Diketahui Indonesia menandatangani kontrak pertama pembelian pesawat jet itu pada tahun 2022 sebanyak 6 unit, lalu pada tahun 2023 sebanyak 18 unit, dan pada tahun 2024 sebanyak 18 unit. Maka total pesanan jet tempur Ravale adalah 42 unit dengan nilai kontrak mencapai Rp132 triliun. Jet Tempur Ravale Batsch pertama rencana akan memperkuat dua pangkalan udara TNI AU yakni Lanut Supadio Pontiana dan Lanut Rosmin Nurjadin Pekanbaru Riau. [Musik] Drone Angka. Kontrak pembelian 12 drone tempur angka dari Turki oleh Kementerian Pertahanan Indonesia pada Februari 2023 dan direncanakan akan tiba di Indonesia pada Oktober 2025. Diketahui Indonesia bukan satu-satunya negara Asia Tenggara yang akan mengoperasikan drone angka. Karena Malaysia rupanya juga memesan alut sista yang sama. Drone ini diharapkan dapat membantu pemantauan wilayah perbatasan, potensi ancaman keamanan, serta dalam operasi militer. Selain itu, pembelian ini juga melibatkan transfer teknologi di mana enam unit drone akan dirakit di Indonesia melalui PT Dirgantara Indonesia. Rencananya drone ini akan dioperasikan oleh TNI AU dan ditempatkan di Natuna Utara untuk menggantikan drone CH4 buatan Cina untuk patroli di wilayah tersebut. Diketahui bahwa Natuna Utara merupakan wilayah yang berdekatan dengan laut China Selatan yang sering terjadi konflik. T50. Pesawat P50 Golden Eagle adalah pesawat latih jet supersonic canggih yang dikembangkan oleh Korea Aerospace Industri atau KAI. Bisa dibilang jet ini merupakan jet latih pertama yang mampu mencapai kecepatan supersonic dengan kecepatan maksimum mencapai mat 1.5. Pesawat ini dilengkapi dengan avionik canggih dan dapat dilengkapi dengan berbagai jenis senjata menjadikannya cocok untuk pelatihan tempur dan misi tempur ringan. Sebelumnya memang Indonesia telah memiliki 16 pesawat ini. Namun pada tahun 2021 lalu, Indonesia kembali memesan sebanyak 6 unit dan direncanakan datang pada akhir tahun 2025 ini. Penambahan ini tak serta-merta hanya sebagai pesawat latih saja. Namun sebagai persiapan para pilot untuk dapat menaiki kursi Ravale KF21 Buramaie dan pesawat tempur generasi kelima K. Saat ini semua pesawat latih tempur T50 Golden Eagle TNI AU ditempatkan di skadron udara 15 Lanut Istwa Yudi Madiun. [Tepuk tangan] Kri Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi. KRI Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi adalah dua kapal perang baru jenis frigat yang dibeli oleh TNI AL dari Vincanteri, Italia. Diambil dari nama Raja Nusantara, dua kapal ini memiliki panjang 143 m dan kecepatan maksimal 32 not serta dapat mengangkut 171 awak. Dibekali dengan dua buah meriam 127 mm dan 76 mm. Peluncuran torpedo dan ruda jelajah anti kapal membuat dua kapal ini seperti monster lautan. Bahkan sempat diklaim sebagai kapal perang terbesar di Asia. Saat ini KRI Brawijaya 320 telah diberangkatkan dari galangan kapal Vincentieri dan diperkirakan tiba di Indonesia pada 10 September 2025. Rencananya Kri Brawijaya 320 akan ditempatkan di bawah Komando Armada 2 dengan markas di Surabaya, Jawa Timur. Sementara KRI Prabu Siliwangi direncanakan akan tiba di Indonesia pada Desember 2025 dan akan bertugas di wilayah Indonesia Barat termasuk sampai Laut China Selatan. [Tepuk tangan] Kri Bung Hatta 370. Pada 27 Februari 2025 lalu, sebuah kapal Corvet Kri Bung Hatta 370 diluncurkan dari galangan PTK Rimun Anugerah Sejati, Batam. Kapal ini memiliki panjang 80,30 m dan lebar 12,60 m. Walau terdengar kecil, kapal ini aslinya petarung sejati. Karena ruangan pada kapal ini dioptimalkan untuk perluasan sistem senjata. Dilengkapi 1 meriam 57 mm, 2 unit meriam 20 mm, rudal pertahanan udara, rudal permukaan, sistem peluncuran torpedo yang membuat kapal ini sangat buas di lautan. Terlihat juga penambahan deck helipad yang dikhususkan untuk membawa helikopter AS565 Panther untuk menunjang misi maritim menjadikannya lebih garang. Saat ini KRI Bung Hatta 370 resmi ditugaskan di KoMada 2 wilayah perairan timur Indonesia. [Musik] Itu dia delan alut sista pesanan TNI yang akan tiba di Indonesia pada tahun 2025 ini. Bagaimana menurut kalian? Siapkah kalian untuk menyambutnya? [Musik] [Musik] Yeah.

Indonesia sepertinya terus memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista) sebagai bentuk dari upaya menjaga kedaulatan negara. Peningkatan jumlah Alutsista ini sangat perlu dilakukan karena luasnya wilayah serta memanasnya konflik global. Sebelumnya indonesia berhasil menandatangani kontrak pembelian 48 unit jet tempur KAAN, 60 unit drone tempur Bayraktar TB3 dan 6 Bayraktar Akinchi, 2 unit kapal perang dan 4 unit helikopter airbus. Namun pesanan alutsista itu harus melalui proses pembuatan dan akan dikirim dalam waktu 5 tahun kedepan. Namun di tahun 2025 ini merupakan tahun yang spesial, karena Indonesia akan diperkuat alutsista canggih dan modern yang telah dipesan dari beberapa tahun yang lalu. Inilah 8 alutsista canggih pesanan Indonesia yang datang di tahun 2025 ini.

▶ Channel Pangkalan Alutsista mengulas tentang Alutsista TNI dan Alutsista diluar TNI. Konten didalam channel ini bersumber berdasarkan fakta berupa berita, artikel dan makalah serta diulas sedemikian rupa agar menjadi konten yang mendidik serta menambah pengetahuan. Subscribe channel ini apabila channel ini dirasa bermanfaat.

▶ Subcribe Pangkalan Alutsista : https://www.youtube.com/channel/UC2yAoA1llm4lff2HUigUB1w

▶ DISCLAIMER: All materials in these videos are used for entertainment purposes and fall within the guidelines of fair use. No copyright infringement intended. If you are, or represent, the copyright owner of materials used in this video, and have an issue with the use of said material, please send an email to : channelsangpredator@gmail.com