[FULL] Dialog – Anggota TNI Tewas Diduga Dianiaya Senior [Primetime News]

Seorang anggota TNI yang bertugas di Wakang Mere Kabupaten Nageko NTT harus kehilangan nyawa lantaran diduga menjadi korban penganiayaan oleh seniornya. Ayah korban menuntut penganiaya, dicopot dari keanggotaan TNI dan dihukum mati. Tangis kedua orang tua dan keluarga pecah ketika jenazah anggota TNI Prada Luki Cebril Saputra tiba di Bandara Eltari Kupang. Sebelum menghembuskan napas terakhir, Prada Luki sempat dirawat di rumah sakit pada Sabtu, 2 Agustus 2025. 4 hari berselang atau tepatnya pada Rabu 6 Agustus 2025, Prada Luki dinyatakan meninggal dunia di ruangan ICU Rumah Sakit Aamo, Kabupaten Nagikeo. Pihak keluarga pun membeberkan ditemukan banyak luka lebam hingga sayatan di seekujur tubuh Pradaluki. Ayahnya yang juga merupakan anggota TNI aktif meminta dua rumah sakit mengautopsi jenazah anaknya. Namun upayanya tidak membuahkan hasil. Masa rumah sakit besar begini dokter saudara we cepat adik lu pik semua ada yang lawan beta jangan sentuh beta beta kasih tahu semakin bapak sentuh beta semakin beta berkeli kasih keluar soalnya ada yang sentuh beta ingat baik kalau kita sekarang sama-sama bukan sekarang mau maunya bagaimana saya abang nih makanya abang maunya gimana di sini enggak bisa ya sudah kasih keluar cari yang lain buat apa paksa ke mana kita sekarang beta tanya nih ini ini rumah sakitnya siapa Woi, jawab. Tentara. Tentara. Kasih keluar. Saya bayar. Kasih keluar. Woi, adik pikul saya tanggung jawab pikul. Ayah perdeluki juga meyakini anaknya jadi korban penganiayaan oleh seniornya. Dia meninggal akan dapat dia punya balasan. Manusia yang siksa dia akan lebih lebih sengsara dari Luki. Beta sumpah, beta taruhkan nyawa. Ingat B. Beta taruhkan deyawa. Beta gali kembali di kubur, beta pitaro di orang yang bertanggung jawab. Tanda kata saya. Keluarga juga menuntut kasus ini diusul tuntas dan para pelaku dicopot dari keanggotaannya. Hukuman cuma dua buat anak saya. Hukuman mati dan pecat. Tidak ada di bawah itu. Nyawa saya taruan, tentara saya lepas. Ingat Bapak Saudara ada yang saudara yang sentuh bet ingat ya. Hak saya pakai jalur hak asasi manusia. Untuk mengetahui kronologi sebab kematian korban sudah bergabung Sepriana Paulina Mirpei, Ibu kandung Prada Lukinamo. Ibu Epi, selamat malam. Halo, selamat malam, Mas. Ya, terima kasih atas waktunya, Bu Epi. Kami mengucapkan turut berduka atas meninggalnya Pradeluki Cril Saputra. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan. Eh, Bu Epi, besok jenazah Pradeluki akan dimakamkan. Bagaimana persiapannya, Bu? Siap. Besok rencana pemakamannya jam 12.00 siang. Baik. Dalam kesehariannya seperti apa, Bu Epi interaksi Anda dengan almarhum Luki ini? Anak saya itu anak yang baik, anak rumahan. Dia anak yang sopan. Saya tidak pernah bikin hal-hal yang buat saya istilahnya mah ya kalau mungkin ribut-ribut namanya orang tua tapi dia anak rumahan tidak pernah buat teribut-terbut di luar. Baik. Seberapa sering Bu berkomunikasi dengan Luki ini? Saya setiap hari saya setiap hari dengan anak saya. Dan dalam komunikasi yang terakhir apa yang disampaikan oleh Luki? Bu, bagaimana, Mas, dalam komunikasi terakhir dengan almarhum? Apa yang disampaikan oleh Luki? Dalam komunikasi dengan almarhum yang terakhir? Iya. Ee maksudnya pas dia di ICU atau bagaimana? Iya, Bu. Oh, itu tidak ada komunikasi apa-apa. Baik. Eh, Bu Epi, kenapa keluarga yakin bahwa Luki meninggal dunia ini karena dianiaya, Bu Ei, karena yang saya lihat kan dari sejar Teguhnya itu penuh luka-luka. He. Apakah ada yang disampaikan Luki ketika ee ketika ee saat proses ia sebelum meninggal dunia ketika berkomunikasi dengan Ibu? Ada tidak komunikasi itu, Bu Ebi? Eh, dia sebelum itu dia dia sempat video call. dia video call di rumah angkatnya itu dengan badan sudah penuh luka. Dia bilang, “Saya di campor.” Begitu omongannya. He ini pernyataannya disampaikan Luki ee kapan Bu Epi? Disampaikan waktu ee dia ke rumah mama angkatnya. Hm. Ini jauh sebelum ketika Luki dirawat di rumah sakit ya, Bu Epi ya? Iya. Oke. Baik. Ee kalau boleh tahu Bu Ei, ini luka-lukanya seberapa banyak yang yang terlihat ketika ee Ibu Epi melihat luki ini di sana? Waktu itu banyak di paha dua-dua terus di belakang di tangan saya lihat sendiri dan memangkatnya itu kan yang ngobatin dikasih obat dan dikompres. He. Baik. Apakah betul Bu Epi bahwa ada dua rumah sakit yang menolak untuk melakukan proses otopsi kepada Luki? Memang waktu kami bawa ke RST itu dokter forentiknya tidak ada. Terus waktu RSP itu memang harus ada prosedur yang harus kami jalani. Seperti itu yang disampaikan. He. Baik. Kalau misalnya Lukis sempat bercerita bahwa ia sempat mengalami penyiksaan oleh seniornya, oleh ee dalam bentuk cambuk begitu, apakah berarti memang sudah lama Bu Epi bahwa Luke ini mengeluh dia diperlakukan dengan tidak baik oleh seniornya. Dia waktu ke sana itu dia sempat kasih tahu saya, “Mama, kami ini disuruh hafal nama-nama senior. Kalau tidak tahu, tidak hafal berarti kami dipukul.” Dia sampaikan begitu ya. Saya pikir itu tradisi biasa, tidak sampai seperti begini sih. Saya tidak menyangka maksudnya biasalah. Oke. Ee Lukis sempat menyampaikan tidak apa kesalahan ia sehingga kemudian ia dicambuk? Bu Ei, saya tidak disampaikan apapun. Jadi tanpa alasan ada yang melakukan hal itu cambuk begitu kepada Luki ya. hanya bilang mama kan saya lihat luka-luka semua video call itu. Saya lihat aduh kenapa badannya semua seperti ini ma? Saya cakap mama senior ya aku Tuhan melihat sang dia tidak k apa-apa. He he. Apakah Luki menyebutkan Bu siapa kemudian senior yang melakukan penyiksaan itu kepada dirinya? Dia hanya bilang kan saya tanya lupi siapa yang pukul mama yang pukul itu juga bamak bamak saya juga dia sebut bapak terus saya tanya terus yang lain siapa lagi nama ee senior yang pukul mama tapi dia tidak sebut lag tidak menyebutkan nama yang banyak-banyak itu. Tapi ada disebut satu dia bilang itu. He he. Apakah Luki melaporkan mengenai kejadian ini kepada atasannya? Bu Ei, saya kurang tahu ya, Mas. Hm. He. Baik. Kalau untuk kejadian yang akhirnya menyebabkan ee Luky meninggal dunia, ee apakah Bu Epi ada kecurigaan ataup ada informasi mengenai siapa yang melakukan itu? Bu Epi? Saya tanya juga saya belum dapat kepastian belum tahu. H karena saya kan rumah sakit itu saya hanya jaga dia di ICU sampai dia meninggal terus saya bawa pulang jenazahnya ke Kupang. Hm. He he. Karena apa? Saya mau komunikasi juga tidak bisa, Mas. HP-nya kan fisika sama dansi intel. HP-nya diambil. Saya mau komunikasi tidak bisa sama sekali. Saya komunikasi sama dia itu paling pas ee dan si Intel itu kasih HP-nya untuk saya berbicara. Tapi itu pun sebentar saya dengar suaranya sudah agak beda. H. Jadi ketika Luki ini dirawat di rumah sakit ketika hari Sabtu sampai sebelum meninggal dunia, Bu Epi tidak bisa berkomunikasi apapun begitu ya dengan Luki ya Bu Epi ya. komunikasi ini saya WA ke nomor HP-nya itu hanya diri karena ee katanya HP itu dipegang sama dengan si jadi saya tiap kali WA tanya kabar ee hanya dibaca terus dia telepon itu satu sekali ee saya tanya bagaimana Luki ya Mama shalom mama begitu eh Luki kabarnya bagaimana Luki baik-baik saja tapi suaranya sudah beda. Dia bilang, “Mama, mama datang ke Nageko Keo ya.” Bilangnya begitu. Dia saya bilang, “Iki nanti mama ke sana.” Terus habis itu satu kali waktu itu juga saya sudah terlalu pikiran J saya WA terus di nomornya terus dibaca mungkin sama dan Intel itu dikasih video call di rumah sakit. Tapi itu pun sebentar aja. He he. Baik. Ee Bu Ei, informasi terakhir sudah ada empat ee anggota TNI yang diduga melakukan penyiksaan itu terhadap Luki ada empat orang. Tanggapan dari keluarga bagaimana? Saya sebagai orang tua sama keluarga besar berharap semua pelaku yang menganiaya anak saya dihukum seberat-beratnya, dipecat. Saya tidak terima anak saya sampai meragang nyawa. Saya menuntut saya menuntut keadilan karena yang setahu saya informasi yang saya lihat itu 20 orang. Jadi saya minta semuanya diproses. He he. Jadi menurut keluarga bukan hanya empat ya Bu ya? Tapi 20 orang begitu ya. Ya, karena kami lihat ee nama-nama yang beredar itu 20 orang. He. Baik. Buat kami utamanya itu yang pemukulan ee tangan itu empat orang. Tapi yang cambuk itu itu sisa itu sisanya dari empat orang itu. Baik Bu, kami berharap semoga proses penyelidikan ini bisa tuntas. Semua pelaku yang apabila betul begitu ya melakukan pengenan terhadap Luki betul-betul diberikan sanksi dan dihukum seberat-beratnya. Terima kasih Bu Epi sudah bergabung bersama kami di Prime Time News. Selamat malam Bu Epi. Jelajahi cara baru mendapatkan informasi. Download Metro TV Extend sekarang.

MetroTV, Seorang anggota TNI yang bertugas di NTT harus kehilangan nyawa lantaran diduga menjadi korban penganiayaan seniornya. Keluarga meminta, pelaku dicopot dari anggota TNI dan dihukum mati.

#TNI #penganiayaan #pradalucky #ntt #primetimenews

#HUTRI80
#HUTRI2025
———————————————————————–

Follow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi terkini!

Website: https://www.metrotvnews.com/
Facebook: https://www.facebook.com/metrotv/
Instagram: https://www.instagram.com/metrotv/
Twitter: https://twitter.com/metro_tv
TikTok: https://www.tiktok.com/@metro_tv
Metro Xtend: https://xtend.metrotvnews.com/