GUNUNG TERTINGGI DI ISRAEL MELETUS‼️65 000 ORANG TEWAS, 3 KOTA LENYAP SEKETIKA

[Musik] Gunung tertinggi di Israel meledak. 65.000 orang tewas. Tiga kota lenyap. Ledakan guncangi dataran Golan dan getarkan Yerusalem. Goles pukul 6.19 pagi waktu Israel Agustus 2025. Pagi ini dunia menyaksikan sesuatu yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah militer manapun. Gunung Hermon, puncak tertinggi di Israel, meledak bukan karena letusan alam, tapi akibat serangan rudal berdaya ledak ultra dalam yang sengaja ditembakkan ke puncak gunung itu untuk menghancurkan titik strategis tersembunyi di dalam lereng. Sebuah fasilitas militer rahasia yang dikenal sebagai banker Hatik. Serangan ini bukan hanya menghancurkan bangker. Ledakan maha dahsyat itu mengguncang seluruh dataran Golan menimbulkan getaran yang bahkan terasa hingga Yerusalem 150 km jauhnya. Lembah-lembah hancur, kota-kota kecil menghilang, dan langit utara Israel berubah menjadi lautan debu dan api. Pukul 6.19, langit Israel menjadi cermin neraka. Rudal jenis baru milik Iran bernama Asamat 9 diluncurkan dari titik tersembunyi di Provinsi Kerman, Iran. Tiga rudal ini membawa muatan termoik super berat dengan daya ledak ekstrem yang dirancang untuk menghancurkan target permukaan keras seperti puncak gunung berbatu dan mampu menembus lapisan granit sejauh 1200 m. Tiga rudal itu pun menghantam tepat di puncak gunung memicu ledakan besar yang mengguncang langit dan bumi. Diikuti oleh cahaya putih yang menyilaukan seluruh wilayah Yerusalem Utara hingga selatan. Dalam hitungan detik, separuh tubuh Gunung Hermon terbelah. Batu-batu seberat truk meluncur menabrak desa-desa. Langit menjadi merah menyala. Ledakan kedua terjadi 11 detik setelah penetrasi pertama. Dunia menyangka itu letusan vulkanik, tapi tidak. Ini serangan rudal dengan efek seperti pembangkitan gunung berapi buatan. Pukul 6:23, tembok es dan batu menghantam kota-kota sekitar. Gelombang kehancuran menjalar seperti tsunami batu dan api. Desa Majdal Syams yang selama puluhan tahun berdiri kokoh di kaki Gunung Hermon menghilang tanpa jejak. Desa Neve Atif dengan kabin-kabin musim dinginnya luruh dalam sekejap seperti di lahap kawah api. Kota wisata Mas Ade yang biasa dipenuhi wisatawan dan petani apel kini hanya tinggal nama dilaporkan tidak lagi terlihat di peta satelit. 3000 bangunan hancur dalam 14 menit pertama. Lebih dari 3100 tentara yang bertugas di pangkalan radar lereng Gunung Hermon dipastikan tewas seketika. Saya lihat langit menyala merah menyilaukan. Suaranya seperti jeritan bumi. Gunung itu dihantam oleh sesuatu yang sangat besar dan dahsyat. Lalu langsung meledak, mengguncang tanah, dan menghancurkan segalanya. Kami pun berlari sekuat tenaga. “Tapi semuanya sudah runtuh,” ujar seorang penyintas yang kehilangan empat anggota keluarganya. Pukul 6.37, langit utara Israel berubah merah membara. Debu dan batu membakar cakrawala hingga ke Yerusalem. Ratusan ribu ton material pegunungan berterbangan ke udara dan mulai jatuh ke wilayah yang berjarak puluhan kilometer. Di Kinginya, lebih dari 800 warga dilaporkan tertimbun oleh longsoran batu yang datang tanpa suara. Di seluruh dataran tinggi Golan, lebih dari 90 kendaraan militer hancur dihantam bebatuan panas dan tajam seperti proyektil alam. Sistem radar dan komunikasi militer di utara Israel mengalami kerusakan total, lumpuh oleh gelombang elektromagnetik dan hantaman material keras. Ledakan ini bukan hanya menghancurkan tubuh gunung, ia menghantam jantung pertahanan dan semangat kolektif militer Israel. Menurut laporan bocor dari sumber intelijen regional, banker Hatikfah yang tersembunyi di bawah Gunung Hermon selama ini menyimpan reaktor mini nuklir, perangkat kendali rudal jarak jauh, serta laboratorium senyap pengembangan drone dan senjata elektromagnetik. Ketika rudal Asamat 9 menghantam pusat struktur ini, terjadi reaksi berantai yang memperbesar daya ledak hingga setara 4 k TNT. Gunung itu bukan lagi gunung, tapi kawah berdiameter 2,6 km. Seluruh lembah di bawahnya kini terkubur. Pukul 6.51. Tanah bergerak, udara mendidih. Gelombang kejut dari ledakan bawah tanah belum selesai. Tanah di wilayah sekitar terus bergetar seperti gelombang laut yang lambat dan tidak pernah berhenti. Jalan-jalan utama reta, tiang listrik rebah. Jendela rumah bergetar selama lebih dari 4 menit. Di sepanjang jalur dari lereng Harmon hingga ke dataran selatan Golan, tanah retak bersamaan membelah bumi seperti guratan luka panjang. Lebih dari 15 desa kecil dan pos militer mengalami keretakan tanah simultan. Banyak rumah runtuh bukan karena terkena gelombang ledakan, tetapi karena pondasi mereka patah dari dalam tanah. Seolah bumi sendiri menolak-menopang mereka. Udara di radius 25 km berubah drastis. Temperatur naik hingga 47 derajat celcius di pagi hari. Burung-burung jatuh dari langit dengan bulu gosong. Puluhan warga dilaporkan mengalami pingsan massal akibat sesak napas dan gas panas. Kami seperti ada di tengah kawah. Langit tidak biru tapi hitam kemerahan. Kami tidak melihat matahari. Kami hanya mencium bau besi panas. ujar seorang paramedis yang datang ke lokasi 40 menit setelah kejadian. Pukul pemukiman Druze di terjang lumpur dan batu panas longsoran lambat mulai bergerak dari lereng barat Gunung Hermon. Bukan sekadar lumpur, melainkan campuran batu, tanah, dan material panas dari kawah yang meledak. Desa Einkinia, Bukata, dan wilayah barat Mas Ade adalah tiga pemukiman druze yang berada tepat di jalurnya. Penduduk yang sempat melihat longsoran itu menggambarkannya sebagai gelombang lumpur yang mengepul, bergerak pelan tapi tak bisa dihentikan. Sebagian rumah hanyut perlahan, terdorong lumpur mendidih. Sementara lainnya hancur saat bebatuan panas menghantam atap dan dinding dari atas. Satu sekolah dasar berisi 114 murid terkubur bersama bangunan. Tujuh bus milik dinas transportasi tertelan dalam rekahan tanah. hanya atapnya yang terlihat. Beberapa warga mencoba menyelamatkan kerabat mereka dengan sekop, tangan, bahkan sendok dapur. Kami tidak punya waktu untuk menangis. Setiap menit kami kehilangan satu orang lagi,” kata seorang guru sekolah yang kehilangan semua muridnya. Pukul 9, sungai lahar membelah tanah. Tanah terbuka. Air dari salju beku di puncak Hermon yang mencair cepat karena panas menciptakan aliran lahar cair. Sejenis lumpur panas bercampur air, batu tajam, dan abu. Lahar ini menyapu. Laham pertanian anggur milik warga lokal. Jalur suplai air bersih menuju kemp militer pegunungan. Empat, gardu listrik. Dalam waktu 6 menit, sebuah danau api baru terbentuk mendidih di bagian tengah, mengeluarkan bau belerang dan darah. Seorang jurnalis TV lokal yang sempat mengudara selama 32 detik sebelum siaran mati sempat berkata, “Danau ini bukan air. Ini luka bumi. Ini luka yang sedang terbuka dan menelan segalanya.” Pukul 0.15. Ledakan sekunder dari dalam tanah guncangan lanjutan terjadi saat lapisan gas dan uap di bawah kawah meledak karena tekanan tertahan. Terdengar suara ledakan bawah tanah seperti drum raksasa yang dipukul dari perut bumi. Gumpalan asap menjulang 2000 m ke udara. Gempa susulan berkekuatan 7,4 skala rikter mengguncang wilayah utara meruntuhkan 32 bangunan tua termasuk sinagoga bersejarah dan rumah-rumah batu di lereng kota runtuh dalam sekejap. Sejumlah warga di daerah Dataran Tinggi Golan mengatakan, “Kami pikir ini gempa bumi.” Lalu kami sadar tidak ada yang tersisa dari gunung itu. Pukul22 kematian datang bersama kabut. Kabut panas bercampur partikel abu dan logam menyelimuti seluruh lembah utara. Kabut ini membuat jarak pandang hanya tersisa 1,5 m. Semua drone evakuasi tidak bisa beroperasi. Warga yang mencoba melarikan diri tersesat dan kehabisan napas. Di dalam kabut itu terdengar suara minta tolong, denting puing besi, dan suara mesin alat berat yang tidak pernah sampai tujuan. Saya lihat dua anak kecil memegang tangan ibunya. Mereka berjalan ke arah saya lalu menghilang dalam kabut. Saya tidak tahu apakah mereka benar-benar ada atau hanya halusinasi, kata seorang sukarlawan dari Nazaret. Pukul 0.33 korban mulai dievakuasi dalam kondisi mengerikan. Tim penyelamat dari militer, ambulan sipil, dan relawan mulai mencapai beberapa zona merah. Apa yang mereka temukan membuat banyak dari mereka terdiam. Jasad anak-anak dalam posisi melingkar seolah sedang berlindung dari langit. Seorang pria tua ditemukan masih menggenggam telepon genggam yang sudah meleleh di tangannya. Tubuh-tubuh tanpa luka luar tapi tidak bernapas, kemungkinan mati karena gelombang panas atau kekurangan oksigen. Kami tidak bisa membawa semuanya. Kami bahkan tidak bisa mengangkat separuhnya. Kata seorang tentara penyelamat. Kami harus pilih siapa yang dikuburkan dulu. Pukul 0.45, kawasan perbatasan utara sepenuhnya terputus. Semua komunikasi ke wilayah Hermon dan Golan Hakes terputus total. Jalanan tertutup longsor dan reruntuhan. Jalur kereta api darurat dari Tiberias ke timur hancur. Jembatan utamanya runtuh tertimpa bongkahan gunung. Delapan desa tidak bisa dihubungi. Jumlah korban tewas diperkirakan naik menjadi 65.000 orang. Lebih dari 11.000 rumah hancur. 7.000 orang dinyatakan hilang. Kami tidak sedang berperan. Kami sedang dikubur hidup-hidup. ucap seorang penyintas yang berhasil selamat setelah berjalan kaki keluar dari zona kabut sejauh 9 km dari zona ledakan ke pos militer terdekat saya sedang di balkon. Saya lihat rudal itu seperti kilat meluncur ke arah gunung. Lalu ledakan besar puncak gunung hancur seketika menyala seperti neraka terbuka di langit. Saya langsung lari sekuat tenaga. Kata seorang warga Majdal Syams kepada wartawan lokal yang menemuinya di lokasi pengungsian darurat. Kami dengar suara seperti ombak besar, seperti laut mengamuk, tapi ini di gunung. Lalu semuanya gelap dan panas. Kesaksian seorang tentara muda dari Pos Jaga Timur yang selamat. Kami tidak tahu apakah kami akan selamat, tapi kami tidak bisa meninggalkan tanah ini. Bahkan kalau jadi kuburan, kami tetap tinggal di sini.” Kata seorang petani tua kepada relawan kemanusiaan saat menolak evakuasi dari Lembah Hermon. “Saya melihat anak-anak saya tenggelam dalam lumpur yang mendidih. Saya tidak bisa menyelamatkan mereka. Saya hanya berharap Tuhan menyelamatkan jiwa mereka sebelum tubuh mereka hancur.” Isak seorang ibu muda kepada perawat saat menjalani perawatan luka di tenda medis. “Gunung itu dulu pelindung kami. Sekarang ia jadi bukti bahwa bahkan yang tertinggi pun bisa hancur,” ucap seorang tentara veteran yang selamat dari pos penjagaan selatan. Disclaimer. Cerita ini adalah karya fiksi spekulatif yang disusun untuk tujuan edukasi, refleksi geopolitik, serta peningkatan kesadaran kemanusiaan dan lingkungan. Seluruh tokoh, lokasi, kejadian, serta dialog yang ditampilkan adalah hasil imajinasi dan rekaan dramatis dan tidak dimaksudkan untuk menyerang, menyudutkan, atau memprovokasi pihak manapun, baik individu, negara, agama, maupun institusi. Melalui narasi ini, kami tidak ingin menambah kebencian. Kami justru mengajak untuk membuka mata terhadap rapuhnya peradaban modern dan bagaimana satu peristiwa bisa mengguncang seluruh ekosistem sosial, spiritual, dan militer suatu wilayah. Kami percaya bahwa di tengah dunia yang terus bergemuruh oleh ledakan senjata dan retorika kekuasaan, manusia tetap butuh ruang untuk mengisahkan, merenung, dan memahami. Bukan untuk membalas, melainkan untuk menemukan kembali arti menjadi manusia. Terima kasih telah mengikuti cerita ini hingga akhir. Dunia kita hari ini terlalu bising oleh perang, terlalu gelap oleh dendam, dan terlalu cepat melupakan nilai satu nyawa. Tapi melalui kisah-kisah seperti ini, kita diingatkan bahwa di balik keruntuhan dan ledakan masih ada sesuatu yang patut dijaga, kemanusiaan. Mungkin kita tidak bisa menghentikan semua konflik, tapi kita bisa memelihara satu hal yang tidak bisa diledakkan oleh rudal manapun. hati yang ingin memahami bukan menghakimi. Semoga cerita ini tidak hanya menjadi tontonan, tapi menjadi benih, benih harapan bahwa suatu hari manusia akan lebih memilih berdamai daripada berkuasa. Sampai jumpa di kisah selanjutnya. Mari terus menjaga satu sama lain selagi masih sempat. Oh.

Pagi yang tenang di Israel berubah menjadi mimpi buruk.

Pukul 06.19 waktu Israel, Gunung Hermon — puncak tertinggi di Israel — meledak akibat hantaman rudal ultra kuat yang menargetkan Bunker Hatikvah, fasilitas militer rahasia.

Ledakan mengguncang Dataran Golan, terasa hingga Yerusalem, 3 kota lenyap, 65.000 orang tewas. Langit utara Israel berubah menjadi lautan api dan debu.

Simak detik-detik bencana militer terbesar dalam sejarah Israel, dari rekaman lapangan, laporan saksi mata, hingga analisis mendalam tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik ledakan Gunung Hermon.

____

DISCLAIMER:

Cerita ini adalah fiksi spekulatif yang disusun untuk keperluan edukasi, refleksi geopolitik, dan pembelajaran naratif.

Seluruh tokoh, tempat, dan kejadian dalam narasi ini merupakan hasil imajinasi kreatif dan tidak ditujukan untuk menyerang, menyudutkan, atau menyebarkan kebencian terhadap individu, negara, agama, atau kelompok mana pun.

Harapan kami, melalui cerita ini, publik dapat merenungkan betapa rapuhnya perdamaian, dan mengapa dialog jauh lebih berharga daripada peluru dan bom.
#israel
#iran
#suriah
#militer
#beritadunia
#perangdunia