Ribut-ribut Ijazah Palsu, Rismon Sianipar: Jokowi Pembohong, Pengecut, Terkorup

prestasinya juga presiden terkorup nomor tiga OCC ya sudah pembohong pengecut terkorup pula versi OCCP anda sebutkan siapa itu saya tidak bukan anda bukan sebentar bukan orang UGM bukan lawyernya gimana oke zoner seru episode interupsi kali ini. Sebelum nonton, jangan lupa like, comment, dan subscribe. Kalau udah yuk kita lanjut nonton lagi. Ee Jokowi ini bukan hanya terkenal sebagai presiden atau apa pemimpin tukang bohong ya, mulai dari SMK 6000 tidak utang, tidak impar-impor, ini kan pembohong. Tapi ada lagi sifatnya pengecut gitu loh. Kalau dia mantan presiden yang jiwa satrianya ada, sebutkan aja siapa. He jangan termulnya yang jadi ribut untuk klarifikasi orang besar tuh siapa sebutkan nama gitu loh. Gitu aja repot ya. Jadi yang ketiga ya prestasinya juga presiden terkorup nomor tiga OSCP ya sudah pembohong, pengecut terkorup pula versi OCCRP ya. Jadi memang ini apa ya bias-bias ini supaya tidak fokus itu memang diarahkan ke sana kemari terus di apa namanya diduplikasi oleh para termul ya yang pengin jadi komisaris akhirnya kan meneriakkan itu. Padahal jelas harusnya kalian bujuk aja Jokowi supaya satria menunjukkan ijazahnya yang katanya asli analog itu. Jangan bawa-bawa sedikit-sedikit UGM, barisk krim UGM itu juga bukan isinya bukan malaikat semua. Iya. Enggak. Ee tapi menurut Anda tadi ee sebutkan saja orang besarnya. Kemudian Pak Jokowi kan sudah menyebutkan ada orang besar. Motif Pak Jokowi biar jangan, biar jangan terjadi adu domba di antara masyarakat. Itu sifat yang buruk begitu loh. Anda menuduh kami memfitnah Anda. Ya, tetapi Anda memfitnah kami Pak Jokowi. Siapa itu? gitu loh ya. Kalau ada tangkap saya gitu loh. Baru statementnya gentleman. Masa mantan presiden kok pengecut takut di penjara ya. P. Oke. I. Jadi ee sekali lagi saya sampaikan kepada Bang Rismon ini ya jangan memaksakan penelitian ban Rismon itu ya yang saya anggap minor. Kenapa saya bilang minor? Karena kalau orang penelitian jangan ngomong penelitian. tidak tidak mewakili UGM. Titik. Oke. Saya tetap pada ee konsisten bahwa otoritas adalah UGM. Oke. Yang bisa menyatakan dia ber ee Bapak Institut Joko Widodo kuliah di mana ya kapan ee ijazahnya dikeluarkan oleh siapa kemudian skripsi yang dia ditaruh di mana itu GM kok bukan Bang Rismon. Intinya Bang Rison saya tetap menyatakan bahwa konsisten bahwa hanya UGM lah yang otoritas itu orang itu menurut saya. Terus persoalan urusan orang besar tanyakan kepada Pak Ir. Jokow sendiri karena beliau yang ngomong dan beliau tahu. Tetapi inilah politik. Tahu tapi tidak tahu. Itulah politik. Politik rananya abu-abu. Makanya di sini ada dua persoalan. Satu persoalan politik yang satu persoalan hukum. Hukum kita selesaikan dengan hukum, politik selesaikan dengan politik, gitu loh. Enggak usah, enggak usah ini apa apa ee menarik-narik kiri kanan apa ee habis ngalor ngidul. Tanda kalimat Anda soal habis ngalor ngidul itu namanya. Kalimat Anda soal baju biru ini ditarik-tarik ke sana kemari. Iyalah baju biru kan seseorang saya kan sudah sampaikan berkali-kali seseorang. Iya. seseorang tidak saya bilang benar apa tetapi ditarik ke sana kemari gitu loh gitu loh ya saya punya intuisi sendiri berpikir sendiri saya iya dong sama dengan Masro tadi katakan itu intuisipasi pribadi dia hanya dialah yang tahu kan begitu sama inilah politik abu-abu bang intinya intinya saya tertakut anda tidak berani sebut nama Jokowod anda sebutkan siapa Saya tidak bukan UGM. Anda bukan UGM. Oke, sebentar saya kasih kesempatan. Anda bukan UGM. Kami itu S1, S2, UGM berat. Tapi Anda tidak mau pernyataan berbicara, Mas. Anda pernah meneliti apa sih, Iya, Bang Rismon? Jadi clear ya? Clear. Meneliti apa Anda? Heeh. Bang Rismon cukup. Saya search di sini enggak ada nama Anda, Bang. Buku apa? Ao. Semua orang malam ini diinterupsi melihat adik Arma e adik apa? dari tadi ngomong panjang enggak ada standingnya ya. Anda bukan lawyernya UGM satu, Anda juga bukan lawyernya Jokowi ya. Anda hanya loyalnya para pelapor-pelapor yang ngacuk itu yang enggak ada legal standingnya. Satu. Kedua adalah saya menambahkan apa yang dikatakan Bang Resmon tadi. Memang Jokowi ini pengecut. Contohnya apa? Soal ijazah palsu. Untuk menampilkannya dia mungkin melemparkan tapi dengan tangan lain. Nabok nyilih tangan memukul dengan tangan orang lain. Tidak mungkin orang namanya Dian Sandi itu punya ijazah yang kemudian di-upload pada tanggal 1 April tuh. Kalau bukan dari Jok katanya ijazahnya enggak pernah diperlihatkan ke orang lain. Iya di lemari katanya. Pasti dia dapat dari mana kita enggak tahu. Dan dia sudah mengkonfirmasi esoknya ke Jokowi mengatakan oh ini ijazahnya yangang benar. Itu berarti apa? Itulah salah satu contoh orang Lamis. Lamis itu pengecut. Dan yang terakhir soal orang besar. Inilah contoh benar kepengecutan. Baru setelah partai yang dituduh itu bergerak akan melakukan tindakan hukum. Ya, kita dengar itu dari Pak Sarif Hasan. Kemudian baru dia merawat atau oh yang saya maksudkan bukan Pak SBY kok. Alah orang bekas presiden ini kok celometan. Jadi saya kira republik ini gaduh gara-gara orang ini. Jadi orang ini ya menurut saya memang harus menerima nanti apakah itu dari sesama habluminanas, sesama hukuman dari manusia atau hablum ya hubungan dengan Tuhan dia harus menerima. Mas kalau somasi Anda tidak direspon oleh Pak Jokowi apa? Ya, nanti akan ada tim dari kami ya, Pak Ahmad Kosinuddin yang dari tim itu akan melakukan tindakan selanjutnya sama seperti apa yang dilakrim atau Polda apa? Nah, itu nanti kan itu lokasinya jelas mungkin nanti tidak perlu di Polda tapi ke barrim apa maksudnya dilaporkan lagi apa? Iya. Tapi tunggu saja tanggal mainnya kan somasi itu adalah bentuk dari tindakan hukum yang paling sopan yang kami lakukan tidak tiba-tiba lopar lapor ada orang-orang harapan Anda dengan somasi itu seperti apa sih? Betul. Harapan Anda dengan mengirimkan itu apa? Iya. Jadi harapannya adalah supaya dia disadarkan ya seluruh rakyat Indonesia sadar dan bisa melihat apa kualitasnya dari bekas presiden ini. Bangis tiga laporannya apa Bangun tiga laporan di Jogja. Dua dua di Jogja. Iya. Oke. Ee di sini ya penelitian kami dibantah oleh orang yang enggak pernah meneliti. Bingung saya menyebutkan S1-nya dari mana aja pun enggak berani atau malu. Inilah yang membuat kita tidak harus malu menyebut Anda. Jangan serang saya pribadi dong. Anda mengatakan penelitian kami itu enggak enggak ini nol besar minor Silvester min Silvester bilang nol minor itu kalau saya minor kalau saya bilang min kalau saya minor kalau saya minor Anda memastakan sebelum menilai penelitian orang itu harus kuliahnya dulu gitu loh S1 S2 UG S1-nya penelitiannya apa sudah Pak Jokowi tolong di-upgrade ini apanya komisarisnya termul-termulnya nya biar agak apa ya, agak akademik gitu loh. Bayangkan masih tetap dibantah. Heeh. Transkrip nilai tanpa tanda tangan tuh bukan transkrip nilai resmi yang ditampilkan di TVum. Berarti zong kalau kalian pernah kuliah transkrip nilai akhir pasti tahu. Harus ada tanda tangannya dekan, pembantu dekan atau wakil de. Terus kalian balikkan lagi statement UGM. Kalau statement UGM berkebalikan dengan fakta dokumen, maka dia bohong. Betul. karena dia bukan malaikat gitu loh. Oke, begitu. Oke. Jadi gini kan saya sudah sampaikan berkali-kali bahwa otoritas itu adalah UGM, Bang Rismon an kalau nih saya sampaikan ya di dalam penyidikan. Sebentar saya ngomong dulu UG bilang sarjana itu enggak cocok itu alat buktinya loh. Lah iya fakta UGM menampilkan itu sarjana muda yang dikatakan kami meyakini bahwa dia cuman yakin ini bukan keyakinan keyakinan itu pada Tuhan yang maha kuasa bukan pada gitu loh. Oke. Baik Bapak-bapak sayang sekali waktu kita sudah habis. Sayang sekali waktu kita sudah habis tapi masih tanda tanya itu. Tapi Bapak-bapak belum menjawab siapa itu orang besar di balik ini semua. Oke. Sudah dua orang dipindah atas duduhan ijazah palsu Jokowi Gus Nur yang baru mendapat amnesti dan Bambang Tri yang masih dibui bagaimana nasib proy CS ke mana kasus ijazah Jokowi akan bermuara. Akankah persidangan menjawab ijazah Jokowi sah atau ABSA? Saya Davi Pratama. Yeah.

Baca selengkapnya klik di sini:
https://news.okezone.com/

Yuk Subscribe: https://www.youtube.com/@officialokezone
Wa Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va5JRZrJf05lWWpeQO3n
Facebook : https://www.facebook.com/OkezoneCom
Instagram : https://www.instagram.com/okezonecom/
Twitter : https://twitter.com/okezonenews