Presiden Prabowo akan Tempuh Jalur Damai, Ini Sejarah Awal Mula Isu Sengketa Ambalat | tvOne
Kita beralih ke informasi selanjutnya. Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan akan menyelesaikan permasalahan laut ambalat dengan jalur damai. Pernyataan tersebut merespons adanya penolakan Malaysia menggunakan istilah blok ambalat di perairan Kalimantan. Sebelumnya Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim telah sepakat dengan Presiden Prabowo untuk mengelola Blok ambalat secara bersama-sama. Penolakan Malaysia menggunakan istilah blok ambalat yang selama ini menjadi subjek sengketa dengan Indonesia membuat Riu sepekan terakhir. Hal ini bermula dari pidato Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Sri Muhammad Hasan yang menegaskan kembali hak kedaulatannya atas wilayah maritim yang dikenal sebagai blok ND6 dan ND7 di laut Kalimantan. Penolakan membuat Presiden RI Prabowo Subianto angkat suara. Prabowo menekankan pentingnya penyelesaian damai antara Indonesia dan Malaysia. Ya, kita cari ee penyelesaian yang baik, yang damai gitu. Ada itikad baik dari dua dua pihak ya. Kita jangan biasalah ada mungkin intinya kita mau penyelesaian yang baik. Sebelumnya Indonesia dan Malaysia sepakat untuk menyelesaikan permasalahan sengketa di perbatasan, salah satunya perairan ambalat. Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyebut akan ada pengelolaan secara bersama apabila ditemukan adanya peluang ekonomi di Laut Ambalat. Kesepakatan tersebut terjadi saat Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim bertemu dengan Presiden Prabowo di Istana Negara. Perairan ambalat merupakan wilayah laut di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia dan Sabah, Malaysia yang menjadi salah satu sengketa di perbatasan. Kawasan ini sangat penting secara strategis, ekonomis, dan geopolitik serta menjadi sumber ketegangan antara Indonesia dan Malaysia sejak awal tahun 2000-an. Tim TV1 mengabarkan. Pemirsa, bagaimana penyelesaian damai yang akan dilakukan Presiden Prabowo terhadap Blok Ambalat yang selama ini menjadi sengketa dengan Malaysia? Untuk membahasnya, kita sudah bersama guru besar hubungan internasional Universitas Indonesia, Hikmah Hanto Juana. Prof. Fik, selamat sore. Selamat sore, Mas Nugra. Baik, Prof. Fik, ini Malaysia ini tidak mau menyebut blok ambalat pada wilayah yang selama ini menjadi sengketa dengan Indonesia di perairan Pulau Kalimantan. seperti apa tanggapan Anda dan mungkin dapat ceritakan sedikit sejarah singkat tentang sengketa Abalat ini, Prof? Ya, pertama saya ingin menyampaikan bahwa eh Menlu Malaysia itu menyampaikan di parlemen Malaysia. Jadi, Menlu Malaysia pertama itu harus dikoreksi bahwa yang dipersengketakan ini bukan ee wilayah kedaulatan ya. Karena kita tidak ada masalah dengan masalah kedaulatan, tetapi hak berdaulat, sovereign right ini berbeda. Karena kalau kedaulatan teritorinya yang dimiliki oleh suatu negara, tetapi kalau eh sovere right itu sumber daya alamnya. Nah, ini berkaitan dengan klaim dari Malaysia yang menjorok ke Indonesia di landas kontinen. Jadi, sumber daya alam yang ada di dalam situ. Jadi, ingat jangan sampai mengatakan bahwa ini perairan yang ee katakanlah kapal itu kemudian masuk di wilayah kedaulatan Indonesia, bukan. Ini adalah ee perairan ee laut lepas yang di dalamnya ada landas kontinen dan di situ ada sumber daya alam. Nah, dari sisi Malaysia mereka menyebutnya ND6 dan ND7. Tetapi oleh kita Indonesia kita ee kita sebut sebagai blok ambalat. Jadi kalau misalnya kita lihat seperti ini ada ee dua ee dua blok ini ND6 ND7 dengan ambalat ini blok ambalat itu beririsan. Nah, wilayah irisan ini yang kemudian oleh pihak Malaysia karena ini bicara menunya di depan parlemen Malaysia ya tentu mereka akan mengatakan blok ND6 dan ND7. Dan hal yang sama juga sebaliknya kita akan mengatakan bahwa ini blok ambalat blok ambalat kalau Indonesia kita akan mengatakan ini wilayah kita ini blok ambalat seperti itu. Nah, jadi jangan kemudian kita terkecoh dengan istilah yang digunakan ya. Memang beliau mengatakan bahwa kita tidak menggunakan ambalat. Ya, tentu saja karena dia enggak mau tunduk dengan klaim yang kita buat. Tetapi kita juga tidak mau tunduk dengan klaim yang dibuat oleh Malaysia dengan menyebut sebagai ND6, ND7. Tetap kita menggunakan istilah blok ambalat. Itu yang nomor satu. Hal yang kedua sebenarnya Bapak Presiden dengan Perdana Menteri Anwar Ibrahim sudah sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini. Memang masalah ini bisa diselesaikan secara damai, tetapi bisa juga dengan perang. Meskipun kalau dengan perang tidak akan memberikan keuntungan bagi siapapun. Nah, secara damai itu ada tiga opsi. Baik. Pertama adalah menyerahkan masalah ini ke mahkamah internasional. Ya, seperti kasus sibadan dan ligit. Tentu Indonesia tidak akan mau karena kita punya pengalaman yang buruk. Yang kedua adalah menunggu perundingan sampai kemudian bersepakat. Permasalahannya adalah kesepakatan itu akan sulit untuk didapat karena ini sudah berkali-kali kita rundingkan bahkan ee sampai 43 putaran kalau saya tidak salah. He. Dan dari Malaysia tetap masih mau menggunakan peta yang mereka buat tahun ‘9. Walaupun mereka sudah meratifikasi konvensi hukum laut 82, tapi kita tidak bisa paksakan untuk memberlakukan konvensi hukum laut 82. Sementara Indonesia menggunakan konvensi hukum ee hukum laut 82. Nah, permasalahannya adalah kita tentu tidak akan mau mundur dari pihak Malaysia juga tidak akan mundur ya karena tidak akan sebuah negara kalau klaim terhadap kedaulatan atau hak berdaulat mau mundur 1 inci pun. Jadi itu yang membuat Prof. Nah, kemudian yang ketiga opsinya adalah yang dilakukan oleh Bapak Presiden dengan Perdana Menteri Anwar Ibrahim yaitu melakukan joint development. Intinya mereka mengatakan, “Udahlah kita sengketa tetap ada secara hukum tapi sayang kalau ee sumber daya alam yang di sana ada itu tidak dimanfaatkan. Bagaimana kalau kemudian kita memanfaatkan secara bersama di wilayah yang beririsan antara ee klaim Indonesia dengan klaim Malaysia. Itulah yang kemudian kemarin itu di ee sampaikan oleh kedua pemimpin ini. Demikian. Baik, Prof. Fik, saya ingin menyoroti poin nomor dua yang Anda katakan bahwa kita sudah sekitar 43 kali melakukan perundingan. Lalu sebetulnya ketika kita melakukan perundingan lagi, apakah akan menemukan titik terang atau ya jalan buntuh yang sama dengan perundingan-perundingan sebelumnya? Pasti jalan buntu yang sama. Karena dalam perundingan itu penyelesaiannya adalah salah satu akan mundur. Yang pasti tidak mungkin kalau misalnya salah satu mundur karena dia akan mendapat tekanan di dalam negeri mereka baik itu parlemen maupun rakyat. Yang kedua adalah mereka akan bertahan bertahan untuk ya sudah pending aja. enggak usah diselesaikan begitu. Atau yang ketiga ya terus mencoba bertemu ee mencoba bertemu bertemu dengan harapan siapa tahu ee kepala pemerintahan berganti kemudian akan punya kebijakan yang berbeda ya kan. Ee mungkin juga menteri luar negerinya akan berganti, menteri luar negeri juga berbeda approach-nya. Nah, itu akan dicoba terus, dicoba, dicoba. Tetapi itu sudah dilakukan semua itu oleh baik pemerintah Indonesia maupun pemerintah Malaysia dan tidak menghasilkan ee apapun gitu. Baik. Sebetulnya apa yang membuat Blok ambalat atau kalau Malaysia menyebutnya blok ND6 dan 7 ini menjadi sangat seksi untuk diperebutkan? Apa karena memang batas wilayah ini sudah di ada di masing-masing peta setiap negara baik itu Indonesia maupun Malaysia? Ya, kalau Malaysia seperti saya katakan mengklaimnya kan berdasarkan peta yang mereka buat tahun ‘9. Sementara kalau kita Indonesia menggunakan ketentuan dalam UNCLOS memang dalam ee masalah perbatasan perbatasan antara negara itu di dunia manapun, di wilayah manaun ada yang melakukan pendekatan historis dan ada yang melakukan pendekatan hukum. Nah, ini yang kemudian harus dirundingkan sampai ada pertemuan, ada titik temunya. Tapi kalau tidak ada, ingat Amerika eh maaf Jepang dengan Korea Selatan masih punya sengketa sampai hari ini soal e wilayah ini. Kemudian Cina dengan Jepang juga demikian. Pokoknya bukan sesuatu yang aneh kalau misalnya tidak terselesaikan dalam waktu yang ee cepat. Baik. Nah, apa sih yang diperebutkan yang menjadi seksi ini? Yang diperebutkan adalah sumber daya alam di sana. di sana ada migas mungkin ada ini dan itu yang sebenarnya bisa digunakan untuk kepentingan ee negara yang mengklaim tersebut. Maka di sini walaupun ee landas kontinen, orang bilang ya tidak ada pulau, memang tidak ada pulau karena ini kan di luar wilayah kedaulatan setelah 12 mil begitu ya. Tetapi di situ ada sumber daya alamnya yang sangat besar begitu. Ada sumber daya alam yang sangat besar. Makanya Pak Prabowo ini memakai istilah akan menempuh jalur damai. Sebetulnya jalur damai selain perundingan tadi, apakah ada jalur damai lain yang dimaksud Pak Prabowo ini ketika berstatement seperti itu? Ya, jalur damai yang beliau sampaikan dugaan saya adalah ee seperti yang sudah disepakati dengan Perdana Menteri Anwar Ibrahim yaitu melakukan join development. He. Jadi terhadap wilayah tersebut kita akan mengatakan oke kita masih punya sengketa hukum tapi kita teruskan itu sengketa hukum itu. Tetapi sambil menunggu sengketa itu selesai kita kerjamakan wilayah yang beririsan ini dan nantinya akan ya dibagi secara fair. Memang kemudian masalahnya fair itu seperti apa. Nah, ini pun akan menjadi perundingan bagi dua pemerintahan yang mungkin akan memakan waktu. Kenapa? Fair menurut Indonesia belum tentu fair menurut Malaysia. Demikian juga Malaysia belum tentu fair menurut Indonesia. Nah, ini yang orang bilang kalau kita melakukan perundingan setannya itu the devil is on the detail. Pada masalah-masalah yang rinci kalau antar pemimpin kedua negara mudah mengatakan join development. I. Tetapi ketika masalah yang rinci, nah itu yang jadi masalah. Dan perlu saya sampaikan di sini bahwa Indonesia bukan pertama kali melakukan join development ini. Kita pernah melakukannya dengan Australia ketika Timor-Timur masih bagian dari Indonesia dan di situ ada di Landes Kontinent itu ada yang disebut sebagai palung timur dan itu yang kemudian dikerjasamakan antar kedua negara. Meskipun dari segi sumber daya alam sebenarnya Indonesia lebih dirugikan daripada Australia. Namun demikian, pada saat itu kita melihat secara politisnya karena Australia membuat perjanjian dengan Indonesia terkait dengan Palung Timur ini ee yang artinya adalah Australia mengakui Timor-Timur sebagai bagian dari Indonesia pada waktu itu pertimbangannya adalah seperti itu. Baik, kita masih akan menunggu ya bagaimana nanti penyelesaian sengketa dari Blok Ambalat ini apakah akan melakukan perundingan kembali atau ya tadi melakukan join development dengan pengelolaan bersama tadi. Baik, terima kasih Prof. perundingan untuk join developmentnya. Baik, terima kasih. Terima kasih guru besar hubungan internasional Universitas Indonesia. Sehat dan sukses selalu untuk Prof. Hikmah.
Kabar Petang, https://www.tvOnenews.com – Presiden Prabowo akan Tempuh Jalur Damai, Ini Sejarah Awal Mula Isu Sengketa Ambalat | Kabar Petang tvOne
Pemerintah Indonesia dan Malaysia menyepakati mekanisme join development atau pengelolaan bersama untuk wilayah perbatasan kedua negara di Ambalat, Laut Sulawesi atau Selat Makassar. Hal itu disampaikan Presiden Prabowo dalam jumpa pers usai pertemuan terbatas dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim dalam kunjungannya ke Jakarta, Jumat (27/6).
====================================================================================
Beribadah di tempat yang suci dan merupakan salah satu dari Masjid utama yg harus dikunjungi ummat Muslim di seluruh dunia.
Masjidil Aqsha
Tempat yang dirindukan seluruh ummat Muslim dan dibalut dengan keramahan dan kehangatan masyarakat Palestina, mari kita jelajahi BUMI PARA NABI di 3 negara ; Mesir-Palestina – Jordan selama 10 hari.
Hubungi Customer Service untuk keterangan lebih lanjut (klik link):
https://wa.me/qr/VIXRQOMH4IJXN1
KARPET01
FR01
Saksikan live streaming tvOne hanya di https://www.tvonenews.com/live
Dan jangan lupa untuk follow akun-Akun Sosial Media tvOnenews untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan update dari kami:
Facebook – https://www.facebook.com/tvOnenews
Instagram – https://www.instagram.com/tvOnenews
Twitter – https://twitter.com/tvOnenews
TikTok – https://www.tiktok.com/@tvOnenews
Website – https://tvOnenews.com