Donasi Demo Pati Bukan Inisiatifnya, Aktivis Ini Angkat Bicara |Sindo Sore|12/08|

Anda kembali bersama kami di Sido sore. Pemersahari menjelang demo besar-besaran di pusat Kota Pati, Jawa Tengah. Warga terus berdatangan ke posasi di sekitar alun-alun untuk memberikan dukungan. Sejumlah warga Pati terus berdatangan ke Posco Donasi untuk memberikan dukungan bagi para relawan jelang aksi demo besar-besaran pada Rabu besok. Beragam karangan bunga dan spanduk. Tuntutan aksi juga tampak berjajar di sekitar halaman pondok bupati. Masa berjanji akan memenuhi kota Pati untuk menyuarakan tuntutan mereka. Masa menuntut Bupati Pati Sudewu dipecat dari jabatannya. Imbas sempat menaikkan PBB hingga 250%. [Musik] Untuk mengetahui informasi lengkapnya, jelang demonstrasi besok sudah bergabung bersama kami koordinator aksi demo wargapati Supriono dan perwakilan aktivis Cahya Basuki alias Yaya Gundul. Selamat sore Bapak-bapak. Selamat sore. Baik e Pak Supriono dan Pak Yaya. Kami juga masih mencoba menghubungi Pak ee Supriono yang masih belum terhubung. kita ke Pak Yaya terlebih dahulu. Siap. Siap. Pak Yaya yang pertama disebut oleh Bupati Sudewo adalah ee Pak Yaya sebagai pengusul aksi demo. Bagaimana tanggapannya, Pak? I waktu itu sebetulnya memang sangat memberatkan ya. Pajak naik 250%. Pajak PBB maksudnya ya. ini memang dirasakan ee semenjak diumumkannya naik itu ee anu ee berbulan sebelumnya ya itu memang sudah dirasakan akan ee memberatkan. Tapi pada saat ee ee muncul panplanya tolak kenaikan tolak PBB naik ya itu sudah muncul sekitar bulan awal-awal bulan Juli sudah muncul ya di Facebook, di TikTok, di grup-grup WA komunitas di PATIN sudah muncul. Jadi panet itu berisikan tolak PBB naik 250%. Nah, di situ inisiatornya sebelumnya bukan saya, tapi adalah ee yang namanya Mas Husin dan Mas Fajar. Ini adalah pemuda ya. Pemuda. Saya bilang pemuda karena jauh muda usianya dari saya begitu ya. Iya. Nah, kemudian saya sempat ketemu sama Husein di rumahnya terkait ee panlet itu seperti apa, apa sudah ada persiapan? apa yakin itu akan demo atau seperti bla bla bla lah karena saya merasa senior atau yang sering demo di padi dan akhirnya saya menyatakan sama Mas Husen bisa enggak kita diskusi dulu ee beapa kali siapa tahu kita punya misi dan visi yang sama seperti itu. Ee mungkin pada saat saya dipilnya Pak Bupati, nama saya dipil sama Pak Bupati itu mungkin karena begini ee di PTI itu kalau ada demo mesti nama Yaya itu muncul sebelum-sebelumnya ya. Bukan ini ya, bukan kali ini aja. Sebelumnya kalau ada demo di Padi mesti Yaya. Oh, rata-rata begitu. Rata-rata begitu. Yayak gundul nih. Nah, seperti itu. Jadi kayak punya sindrom gitu ya, Pak Bupati. Begitu ditanya sama awak media ee tanggapannya Pak Bupati langsung menuju ke saya. Siapa mudimu? Yaya gundul. Jangankan 5.000, Rp50.000 saya tak gentar kan seperti itu. Oh itu baik. Itu awalnya ya, Pak ya? Iya itu awal awal kejadian. Kenapa saya terlibat? Ini awal kejadian saya terlibat ya bukan awal kejadian ideo. Berbeda. Oh tapi demo ini artinya bukan dari Bapak begitu awalnya Pak ya. Entar dulu ini biar tak munculkan alur cerita nanti biar kita bahas bareng-bareng biar enggak fitnah karena ini banyak fitnah di padi ini. Termasuk saya sekarang kena nuklir fitnah gitu. Nah, biar ini masyarakat yang menonton ini TV INWS ya. Sindo, Pak. Mudah-mudahan sampai Sindo, Pak. Sindo. Sindo sore, Pak. Sindo. Oke, siap. E Sind New sore. Oke, siap. Jadi begini, biar media itu harus clear juga. Ngasih data itu ngasih berita itu harus sesuai data kan begitu. Jadi awal mula ee ramainya itu nama saya dispupati bilang setelah ditanya sama awak media, “Pak, tanggapan ada demo tanggal 13 Agustus terkait tolak PPB naik seperti apa?” Kan begitu. I. Jadi judulnya panet itu memang tolak PBB naik seperti itu ya. Tolak PBB naik. Itu aja panpet itu oleh Mas Facer dan Mas Husen. Hm. Nah, begitu nama saya sipil yang demo saya sama Pak Bupati ini bagi teman-teman saya ini marah. Bukan saya yang marah begitu. Bukan saya enggak marah karena saya menurut saya itu wajar Pak Bupati menyepil nama saya karena orang tahu pejabat tahu semua pejabat diparingi tahu kalau dia mesti yayak nih seperti itu. Makanya saya enggak enggak enggak ngambil pusing sebetulnya, tapi karena dorongan teman-teman ini terlalu banyak dalam waktu kurang kurang lebih ya satu* 44 2 hari itu langsung duar suara langsung penuh dengan tantangan itu seolah Yayak ini mewakili rakyat seperti itu ya blamingnya begitu. Saya juga enggak begitu paham sebetulnya, tapi karena teman-teman mendorong, “Kamu harus demo ya?” “Loh, siap saya bilang gitu.” Tapi demonya adalah untuk tolak BBB turun atau tolak BBB naik begitu ya. Jadi target saya mengatakan siap demo itu adalah memperjuangkan pajak BB yang naik 205% itu dibatalkan. Itu target utama. Minimal turunlah bertahap begitu ya. Oke. Ah, seiring waktu, seiring waktu, seiring waktu muncullah ee ide donasi ini. Ide donasi ini bukan ide saya, tapi saya diajak. Nah, saya bilang, “Loh, kalau donasi jangan ada tulisan-tulisan. Saya enggak suka di situ.” Kan seperti itu kan lihat aja itu tulisan-tulisan segitu banyaknya. Saya kan intinya begini ya. Saya tidak ingin ada sesuatu hal permasalahan itu tidak didudukkan baik-baik, diselesaikan dengan baik-baik. Gak gak suka saya begitu. Makanya saya bilang sama teman-teman, demo itu adalah ee perjuangan terakhir apabila audiensi tidak diindahkan atau tuntutan tidak dihraukan seperti itu. Jadi kan ini juga sudah dibatalkan toh ya, Pak? ini bagaimana kemudian apakah masih akan terus berlanjut dan mengapa ini sampai besok akan ee akan ada aksi juga begitu, Pak? Padahal kan sudah dibatalkan dari para aktivis bagaimana ini menanggapi ini? Jadi begini, makanya saya mencurigai, saya pribadi ya, mohon maaf ini saya pribadi mencurigai ada kekuatan politik atau oknum-oknum yang sengaja memaksakan diri demo ini terjadi. Itu dulu itu saya muncul tatkala hari pertama donasi di ee adakan di alun-alun itu. Hari pertama saya di sana, hari pertama di sana, hari kedua saya di sana. Saya lihat perubahan teman-teman ini ada gerakan perubahan PCN-BCan jangan PBB tok ya bupati harus turun ya ini selingan teman-teman akhirnya Husein sama Mas Botok saya panggil di Sajak ngomong nih ini kok ada narasi baru ini kok saya enggak diajak ngomong kan begitu oh narasi apa lah itu katanya kalau PBB naik naik ee apa batal atau enggak batal PBB naik 250 bupati harus turun itu wacana dari mana saya kok enggak diajak ngomong padahal kita ini kan tim. Nah, awalnya saya mulai curiga di situ. Jadi, ada dugaan penyusupan oknum-oknum tertentu begitu menurut Pak. Iya. Iya. Itu saya menduga waktu itu ya. Tapi ada omongan enggak, Pak, di internal para aktivis begitu mengenai ee dugaan ini ya? Waktu itu belum. Ini kan saya cerita dulu, Mbak ya kan. Waktu itu saya diam dulu. Saya mundur pelan-pelan. Akhirnya selang berapa hari kemudian, satu mingguan, saya ditemui perwakilan dari bupati, dimintai saran, diskusi, tapi enggak resmi gitu kan. Karena yang berdegung di situ memang nama saya sama teman-teman gitu kan. Nih asik nih sekali-sekali demo gede-gedean kan gitu saya bilang. Kita ini sudah merdeka. Kalau pajak segitu gedenya namanya kita belum merdeka. Itulah narasi yang tak susupkan ke teman-teman. Awal mulanya saya bilang VOC aja enggak pernah naikkan pajak 100 lebih daripada 100% apa parti ini mau jadi VOC. Itu awal mulanya saya memberikan narasi itu ke teman-teman. Nah, oke Pak Yaya berarti ini artinya dari Pak Yaya sendiri tidak ada ide bahkan untuk pemaksulan bupati begitu ya Pak ya. Hanya tujuannya kepada pembatalan dari PBB PBB. Iya. Iya. Nah, karena yang memberatkan masyarakat itu bukan bupatinya, tapi kenaikan PBB-nya 250%. Oke. Nah, ini kan sudah dibatalkan, Pak. Bagaimana bagaimana dari Pak Yaya sendiri menanggapi ini dan menanggapi demo besok, Pak? Saya sih santai-santai aja, bodo amat buat saya. Prinsip apa bupatinya mau Sudewo kek, mau Yayak Gundul kek, kan gitu ya. Mau Supriono, mau Husein, mau Jokowi, saya bodo amat selama masyarakat tidak keber saya ini kan pembela rakyat ya kan. Saya ini pembela kebenar kepentingan rakyat. Saya enggak peduli bupatnya siapa. Selama tuntutan saya sudah selesai, sudah selesailah permasalahan kan mereka biarkan aja mau debo kayak mau kagak urusan mereka sendiri. Jadi Pak Yaya sendiri karena mungkin tujuan Pak Yaya untuk pembatalan PBB ini kan sudah selesai ya besok artinya ya enggak perlu-perlu banget itulah Pak ya demo itu menurut Pak ya. Iya, bodo amat. Dan anggota-anggota saya tak suruh stay di rumah, stay aja di rumah ngapain? Oke. Nah, gitu. Jadi, jadi saya pikir ini adalah ee sesuatu yang ee benar-benar dipaksakan ya dan kekuatan kekuatan yang memaksakan ini luar biasa. Luar biasa pengalaman politik nasional dan keuangannya. Luar biasa. Sampai detik ini aja saya mengungsi ini dari padi ini karena diancam terlalu banyak ancaman. Baik, Pak. Ya, terima kasih sudah bergabung dengan Sindo Sore. Tadi juga kita sempat menghubungi Pak Suprono namun e nampaknya belum bisa bergabung. Pak Supriono adalah koordinator aksi besok begitu ya, Pak Dipati Jawa. Terima kasih, Pak. Salam sehat. Siap. Siap. Yeah.

Yuk Subscribe https://www.youtube.com/@OfficialSINDOnews

Tanggal Tayang: 12 Agustus 2025

Selengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/

Follow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9lDjk90x30mpm5Vy14
Follow our Official TikTok sindonews
Follow our Official Twitter officialinews_
Like our Official Facebook officialinews
Follow our Official Instagram officialinews

Dapatkan sajian berita dan liputan langsung peristiwa terkini secara cepat dan akurat di:
https://www.inews.id/ untuk berita dari daerah-daerah di seluruh Indonesia
https://www.okezone.com/ untuk berita-berita sports dan gaya hidup
https://www.sindonews.com/ untuk berita-berit a politik dalam dan luar negeri
https://www.idxchannel.com/ untuk berita-berita pasar saham dan ekonomi

#sindosore #sindonewstv #donasi #demopati #aktivis