Tes IQ Villager! Mereka Lebih Pintar Dari Aku? [Minecraft Indonesia]

Katanya villager Minecraft itu pintar banget, Guys. Dan hari ini aku bakal coba tes seberapa pintar Villager Minecraft nih. Aku udah siapin parkour yang sangat gampang, simpel banget ya, Guys. Nih nih nih. Kita coba taruh villagernya di sebelah sini dulu. Hap. Dan zombieya di sebelah sini. Oke, let’s go. Gimana? Oh, oke. Oke. Naik tangga ya. Apakah dia bisa buka pintu, Guys? Dikejar tapi jalannya lambat banget ya. Oke, gak apa-apa. Pelan-pelan, Guys. Pelan-pelan, ya. Hap. Bisa buka pintu gak? IAP. Dan dia tidur. Oke, villager pertama berhasil ya, Teman-teman ya. Tapi ini emang gampang sekali sih, Guys. Ya, tenang, Guys. Aku masih punya parkour selanjutnya. Nah, ini sedikit lebih susah ya. Level 2. Level 2. Oke, kita taruh em bentar. Baloknya di sini dulu. Kita begikan. Terus villager di sebelah sini, zombie di sebelah sini. Baiklah, silakan dikejar. Ini kok belum dimulai zombinya belum mulai. Dia langsung lari, Guys. Ini villager lebih pintar daripada villager yang pertama. Wow, lihat tuh, Guys. Larinya lebih cepat pula. Sret, sret sret. Oke, pilih es. Ataukah dia itu pilih yang itu? Dia pilih yang jalan es. Oke, pemberani sekali. Ayo, bisa. Ayo. Lah, lah lah. Loh, oh. Dia gagal, guys. Apa mungkin si villagernya itu gak bisa lompat ke sini ya? Emangnya ini susah ya, Guys? Ya, ini bentar, coba aku yang cobain deh, Guys, ya. Nih. Hap. Hap. Eh, bisa loh. Gampang itu. Masa dia gak bisa sih, Guys? Kita coba lagi ya, Teman-teman. Dari sini. Oh, ini si bocil, Guys. Si bocil. Nah, let’s go bocil villager. Let’s go. Ya, namanya e namanya juga bocil ya, Guys, ya. Maklum. Enggak apa-apa. Coba lagi. Coba lagi. Ini ni, nih. Aku punya ini villager. [Musik] Emm. Hem. Ini macam mana sih, Guys? Ini ini beneran gampang. Sumpah. Ini tuh gampang banget. Kenapa gak ada yang bisa? Okelah. Gimana kalau kita buat ini lebih mudah supaya si villagernya itu bisa lewat. Kali aja dia itu gak bisa jalan lewat pagar-pagar gini ya. Oke, minggir dulu ini zombieya. Nah, nah, nah. Ini udah gampang ya, Guys, ya. Sampai si villagern-nya itu gagal lagi. Tak paham aku. Omong-ngomong itu yang di bawah masih dikejar-kejar dong, Guys. Lihat tuh. Kasihan banget. Oh no, dia meninggy. Oke, kita coba aja ya, Guys. E, dari dari awal deh. Dari awal deh. Yang bener aja dari tadi gagal mulu. Nih nih nih ni nih. Ini zombie terus ini villager. Udah, let’s go. Gas, terbang. Eh, kok terbang? Lari lari lari. Oke, ayo jangan bengong, jangan bengong. Oke, masih bisa cepat larinya lumayan. Bolehlah pilih yang es. Pilih yang es atau yang besi. Oke. Kenapa dia pilih yang es, Guys? Kalau aku sih lebih pilih yang besi ya, Guys. Soalnya enggak licin. Nah, ini ini nih. Nah, ini baru bisa, Guys. Nah, kamu pilih yang jaring labal laba ataukah itu? Oh, cerdas, cerdas, cerdas. Soalnya kalau pilih yang jaring laba-laba dia bisa jatuh, Guys. Bom. Akhirnya selamat sih, Guys. Tapi setelah aku rombak ini tangganya. Huh. Boleh enggak, Guys? Masih tergolong. Pintar enggak, Guys? Pintar ya. Udahlah. Pintar ya. pintar ya. Kita lanjut, Guys. Kita lanjut level 3. Nah, ini e sedikit ribet ya, Guys, ya. Soalnya ada ini loh. Sret sret sret sret. Terus ada ini, ada itu, ada ini. Sebentar, aku mau cobain ah, Guys, ya. Masa aku kalah sama villager. Ah, gampang ini. Ini ini bisa dilompatin. Gampang loh, Guys. Kalau aku sih lompat doang ya. Tuh, shortcut. Ini tinggal dipilih, Guys. Kalian mau jalan yang mana? Yang itu yang patah-patah, lompat-lompat. Ini tinggal jalan lurus paling gampang atau yang ini? Ini rintangan yang e menantang ya, Guys. Soalnya ke sini terus belok ke sini dari sini lompat ke sini. Tapi gak susah loh ini. Kira-kira villagernya bisa enggak ya, Teman-teman ya? Hah? Terus dari sini ke sini terus tinggal meniti doang. Hap. Ei, gampang loh, Guys. Nah, ini ini nih nih. Tinggal milih doang, Guys, ya. Mau pintu yang ini, ini, ini, atau ini. Ini hoki-hokian sih, Guys, ya. Ini pintunya terjun, ini pintunya kosong. Eh, aku punya ide. Gimana kalau di pintu ini kita masukin zombie aja, Guys? Nah, nge-prank si villagernya. Dan ini baru kasur. Oke, gampang, kan, Guys? Ya, menurut aku ini gampang sih. Zombie di sini, villager di sini. Let’s go. Ayo, Villager. Buktikan kepada penonton, kamu itu pintar. Oh no, oh no, oh no, oh. Apakah dia bisa selamat, guys? Oh no, digebuk. Oke, gak apa-apa. Si zombieya juga kena itu jaring laba-labanya. Let’s go. Jangan lihat aku. Lihat depan, lihat depan. Yap, yap. Lompat dulu. Nice, nice. Zombinya lambat banget, Guys. Sumpah lihat tuh zombinya. Zombinya jatuh, Guys. Astaga, zombinya jatuh. Nih. Nih, ni, ni, nih, nih. Aku spawn yang baru. Oh, iya ya. Bisa lewat sini, Guys. Buat apa susah-susah meniti atau begini? Eh, ini villager pintar amat. L, kok dia balik? Eh, eh, eh, lah lah, Guys. Padahal aku tuh sudah mikir loh, astaga ini villager pintar banget ya. Seorang Fanny Candra aja gak kepikiran loh daripada lewat tengah kayak si zombie ini. Kenapa kok gak lewat sini aja? Ya ampun kocak banget, Guys. Berarti dia pakai cara curang dong, ya teman-teman ya. Oh, tidak boleh. Enggak boleh. Kita kasih apa ya, Guys? Supaya si villagernya enggak curang. Sebentar, aku tahu. Kita kasih cop aja lah. Nice. Oke, Teman-teman kita coba ulang lagi, ya. Tadi villagernya Kira wah cerdas banget dia. Cerdas banget ternyata. Aduh, jatuh di tengah-tengah. Oke, kita coba lagi percobaan ke anggota atau ke berapa ini, Teman-teman, ya. Zombie Villager. Let’s go. Oke, masih aman. Masih aman. Oke, enggak apa-apa. Ini emang lambat-lambat ya dipukulin. Aduh, jangan meninggoi dulu. I ya, ya, ya. Buktikan kepada viewers kamu itu tidak akan jatuh dari batu itu. Wah, jago, jago, jago. Parkour itu zombinya jangan jatuh loh ya. Kayak zombie yang pertama ini. Fake zombieya. Aduh, zombinya tidak cerdas, Guys. Nih, nih ni, nih. Zombinya tidak jago parkour, Guys. Lah, dia malah lewat kopbab, Guys. Ini villager ini agak-agak lah. Jelas-jelas ada ini. Dia lewat kopweb. Nah, coba lagi. Villager kedua. Nah, ini baru benar. Ini baru benar. Kayak gini. Nah, gitu, gitu, gitu. Enggak apa-apa. Enggak apa-apa. Silakan terus ya maju. Hati-hati di bawah ada zombie banyak sekali, ya. Yap. Nice. Nice. Iya. Terus, terus silakan dipilih mau pintu yang mana. Wow. Kok dia tahu kalau pintu yang itu yang betul, Guys. Lihat tuh. Hah. Jadi si villager ini tuh punya indra keenam, Guys. Serius nih. Jadi villager ini berhasil ya, Guys, ya. Pintar, ya. Pintar, ya. Setelah nyoba berapa kali sih, Guys, tadi ya ada yang jatuh, ada yang meninggoy. Aduh, tapi menurut aku okelah berhasil. Enggak apa-apa. Kita lanjut rintangan keempat. Hei, ini kelihatannya gampang banget gak sih, Guys? Tinggal ke sini manjat, tidur, udah kelar. Atau si villagernya milih jalan yang susah, Guys. Nih, turun boing-boing ke slime. Terus pilih mau lewat air atau lewat ini. Barusan ke sini, terus ke tempat tidur. Eh, tapi ini gampang banget ya, Guys, ya. Kayaknya ya menurut aku lebih susah yang itu loh, yang ketiga ini lebih ribet, Guys. Tapi gak apa-apa kita coba aja ya, Teman-teman, ya. Zombie Villager. Let’s go. Kamu bisa naik tangga enggak? Bisa naik tangga enggak? Gak bisa naik tangga. Gak bisa naik tangga lah. Dia pilih jalan yang susah, Guys. Oke, gak apa-apa. Gak apa-apa. Dan dia em minum potion sih, Guys, ya. Kamu gak boleh santai-santai gitu. Nih, ini nih. Dikejar zombie kamu. Oke. Pilih air atau pilih? Oh, dia pilih madu. Kenapa, ya, Guys? Ya, air kan enggak apa-apa, ya. Elah, zombinya yang pilih air, Guys. Kocak banget. Dan bom dia selamat. Ini ini terlalu mudah. Ini terlalu gampang kayaknya, Teman-teman. Tuh. Hah. Oke, Guys. Aku sudah buat rintangan yang baru. Tapi kalian harus lihat yang ini, guys. Ini kocak banget sih. Lihat tuh si villager kan tidur terus dihantui sama dua zombie gini. Ini si zombinya juga kocak banget. Kenapa kok si zombinya gak bisa tinggal lompat doang aja terus makan villagernya? Fix si zombie itu kalah cerdas sama villager. Oke, Teman-teman di sini simpel aja sih ya. Dia harus pilih jalan. Nah, udah aku sediakan empat. Tapi ada yang spesial di sini, Guys. Jadi si villagernya nanti harus lompat. Yes, dia harus lompat. Tapi ini jaraknya ya cuma segini doang, Guys. Bom dan tidur. Kira-kira bisa enggak, ya, Guys, ya? Apakah si villager cerdas? Eh, enggak tahu. Mari kita coba, ya, Teman-teman, ya. Seperti biasa, dari depan dulu. Oke. Nah, ini villager di sini dan ini di sini. Dia kok langsung buru-buru aja? Belum juga mulai. Nah, tuh. Oke, ini udah aku sediakan samping-samping. Sebenarnya kalau dia pintar bisa lewat samping sih, Guys, ya. Lompat parkour gitu sih. Okelah, dia tidak mau lewat samping. Dia memilih cara yang susah. Kemudian dia pilih, dia pilih yang cop. Kenapa sih kalau aku jadi dia aku pilih yang ini lah, Guys, ya. Kepala zombie. Gampang banget loh itu. Nah lah malah balik guys. Oke jangan balik. Nah itu zombinya juga muter-muter enggak jelas. Rintangan terakhir nih. Tinggal rintangan terakhir. Apakah dia berani lompat? Lah lah lah. Ini kra villagernya cerdas loh, Guys. Ya, ternyata tidak cerdas. Dia jalan bolak-balik, bolakbalik, bolak-balik begitu. Oke, oke, oke. Nah, dikit lagi, dikit lagi, dikit lagi. Tinggal lompat. I lompat aja. Jangan ragu. Ada slime di bawah. Lompat aja, lompat aja. Bom. Hap. Uh. Eh, bentar. Kenapa dia mening lompat dia gak pas ya? Ulang ulang ulang. Waduh macam mana nih teman-teman? Oke bentar ulang ya guys ya. Si zombie si zombieya meningo. Oke oke oke. Bentar. Villager zombie lagi-lagi pilih yang cop ya teman-teman ya. Sumpah ini meninggo ggak sih lama-lama dipukulin sama si zombieya teman-teman. Yap. Kenapa sih gak mau lewat jalan lain aja guys? Hah? Kenapa coba? Atau, nah tuh zombieya aja bisa nginjek di atas kepala zombie. Kenapa si villagernya gak mau? Hah? Nih coba nih ya. Tuh. Hap. Ha. Ha. Lagi-lagi lewat yang c web ya. Aku tahu ini agak seram tapi bisa kok. Yuk yuk. Gak mau jalan guys dia. Ya udahlah kita lihat ke orang ini. Kita kasih nama dia Bobby. Ayo Bobi bisa. Ayo Boby. Let’s go Bobby jangan balik Bobby ternyata takut ketinggian teman-teman. Nah, itu bisa, Guys. Kalian lihat itu si villagernya bisa lewat sini. E, berarti ini villager-villager ini kurang cerdas ya, Guys, ya. Atau atau penakut ini? Bengong aja nih. Hm. Kasih zombie yang banyak loh. Kamu ada dua L di belakang L ya. Ada. Oke, mungkin terlalu banyak ya, Guys, ya. Nih nih nih nih. Dah tuh. Ayo yuk ayo lompat gak kamu? Lompat ggak? Di belakang ada dua zombie loh. Hap. Bom. Oke, bagus. Dan nice. Dia berhasil, Teman-teman. Kamu berhasil. Gimana perasaannya? Apakah kamu happy tempat tidur kamu dicuri? Loh, coba deh lihat belakang kamu. Kamu gak apa-apa tempat tidur kamu dicuri. Ini adalah villager yang baik hati ya, Guys, ya. Selamat kamu menang. Jadi menurut aku kayaknya villager ini ya pintar sih, Guys. Setidaknya lebih pintar daripada zombie-zombie ini sih, ya. Okelah, Teman-teman. Jadi, kalau menurut kalian gimana, Kakak? Apakah para villager ini cerdas ataukah enggak terlalu sih, enggak terlalu gitu? Kalian bisa komen-komen di bawah dan enaknya kita ngerjain villager itu kayak gimana lagi, Guys. Kalian kalau punya ide, kalian bisa komen di bawah. Tapi sekian dulu ya, Guys, ya, video Minecraft aku. Kalau kalian suka dengan videoku ini, jangan lupa diklik tombol like, di-share, dan jug subscribe. See you guys. Thanks for watching.

Jadi apakah villager pintar?
—–
Link Ig: https://www.instagram.com/fannytjandra0121/
Link Tiktok: https://vt.tiktok.com/ZSQoPSQa/
Channel kedua: https://www.youtube.com/c/FannyTjandraTV

Copyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research.

Video ini diedit oleh: @RyodaAkamazuCh

– Dukung aku dengan berdonasi disini: https://saweria.co/Fannytjandra

#minecraft #minecraftIndonesia #Fannyplays