Bupati Pati Sudewo Terancam Dimakzulkan, DPRD Sepakat Bentuk Pansus
Pati Sudewo mundur direspon DPRD lewat pembentukan Pansus. Lalu bagaimana prosesnya walau Bupati Pati Sudewo sudah menegaskan tidak akan mundur. Kita akan ulas bersama di pagi hari ini bersama dengan Ketua Pansus Pemakzulan Bupati Pati bergabung bersama kami melalui sambungan daring. Sudah ada ee Teguh Bandang Waluya yang merupakan juga anggota DPRD Pati dari Fraksi PDI Perjuangan. Selamat pagi. Asalamualaikum ee Pak Teguh. Ee selamat pagi Mbak, selamat pagi Kompas TV. Oke. Kemudian juga eh di studio Orange Kompas TV sudah hadir pengamat politik sekaligus direktur eksekutif Trias Politika Strategis Mas Agung Baskoro. Selamat pagi. Asalamualaikum Mas Agung. Waalaikumsalam. Mbak Adis, Pak Teguh, pemirsa semua. Iya. Eh, saya e akan bertanya dulu kepada Ketua Pansus Pemakzulan Bupati Pati, Pak Teguh yang juga merupakan anggota DPRD Pati dari Fraksi PDI Perjuangan. Ini kita ingin meluruskan dulu ee kebijakan kenaikan pajak 250% yang kalau diterbitkan oleh bupati ini kan ee bentuknya dalam peraturan bupati ya berarti ya. Kala itu diterbitkan pada tanggal 18 Mei kalau tidak salah 18 Mei 2025 Pemerintah Kabupaten Pati menerbitkan aturan soal kenaikan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan sebesar 250%. Nah, dari peraturan bupati tersebut yang diterbitkan 18 Mei 2025, DPRD ee Pati sendiri apakah mengetahui dan juga menyetujui soal peraturan bupati itu? Ee baik, Mbak. Berdasarkan Perda kami 2024 itu Perda yang kami buat dasar itu yang membuat Pak Bupati ee menyimpulkan membuat perbub sehingga perbub itu dibuat Pak Bupati di bulan Mei 2025. Nah, he di posisi itu pembahasan Perb kami tidak tahu. Ee ujuk-ujuk kami juga langsung diberi surat ee tembusan lewat pimpinan kami terkait dengan ee kenaikan pajak 250%. Jadi tidak ada komunikasi dan konsultasi terlebih dahulu sebelum penerbitan itu dari ee Bupati Pati ke DPRD. Tidak ada, Mbak. Tidak ada. Adanya sudah jadi kami dikasih surat tebusan, Mbak. Oke, setelah itu apakah ada sejumlah penolakan atau ee segala macamnya dari fraksi DPRD e dari ee DPRD sendiri dari DPRD Pati khususnya dari Fraksi PDI Perjuangan. Kami justru saat itu berbondong-bondong ee dikumpulkan oleh pimpinan kami, ketua DPR kami di ruangan beliau ada surat seperti ini bagaimana begitu. He. Terus kebetulan juga siang itu ada rapat paripurna dan Pak Ketua secara langsung, Ketua DPR kami secara langsung menyampaikan bahwa ini nanti jadi gejolak Pak Bupati gitu. Tetapi entah apa alasan Pak Bupati tetap berlanjut saat itu. Jadi tidak ada pembahasan lagi. Jadi kami sudah ingatkan secara lisan lewat Ketua DPR kami saat itu, Mbak. Oke. Jadi sudah diingatkan secara lisan pada saat itu, tapi tidak ada tanggapan dan tidak ada respon. Ee kata Pak Bupati saat itu sudah dibahas dengan para tokoh masyarakat dan teman-teman Kades bilangnya begitu. Karena saat itu ada pertemuan ee camat-camat sekabupaten Pati. Ada beberapa Kades ee juga yang diundang. Ee terus tiba-tiba beliau langsung diwawancarai dan menyampaikan kalau kenaikan 250%. Kami awalnya tahunnya lewat media sosial, Mbak. He. Setelah itu beberapa hari langsung surat muncul dan surat itu tembusannya ke DPRD lewat pimpinan DPR kami, Mbak. Oke. Jadi, itulah kronologi ee awal mula. Kemudian kenapa ee sampai ada kebijakan kenaikan hingga 250% walaupun memang sudah dibatalkan ya ee Pak Teguh ya. I. Oke. Itu 18 Mei 2025 berarti tidak ada konsultasi, tidak ada komunikasi lebih dulu dari ee bupati kepada DPRD begitu ya. Baik, Mbak. Betul, Mbak. Oke. Nah, ini kan kemudian eh aksi unjuk rasa dilakukan pecahlah di tanggal kemarin di tanggal 13 Agustus 2025 begitu ya. Karena ee kemudian situasi dan juga kondisi semakin tidak kondusif. Akhirnya ee DPRD melakukan rapat secara tiba-tiba atau seperti apa awalnya? Baik, Pak. Kronologisnya kami ee teman-teman DPR jam 09.00 dan pagi sudah di kantor DPR karena kami tahu nanti rakyat pasti pengin ketemu dengan kita, rakyat pasti nanti pengin ee komunikasi dengan kita. Tetapi jam 11.00 lebih sedikit, Mbak, itu masa tiba-tiba masuk ke DPR tanpa diduga, Mbak. Kami kaget saat itu, Mbak. Kami sedang ee ngobrol sama teman-teman beberapa fraksi. Kami kaget pintu pintu ruangan kami didobrak kami diser ee ditarik didorong-dorong sama massa untuk masuk ke paripurna Mbak. He. Seperti itu, Mbak. Awalnya terjadinya paripurna, Mbak. He. Sehingga tidak ada sekretariat dewan itu mempersiapkan absen, mempersiapkan undangan. Tidak ada, Mbak. Kami tidak ada tidak ada persiapan sama sekali, Mbak. Kami tiba-tiba gedung kami sudah dikepung, Mbak. Sudah dikepung. kami ruangan di kayak di swipping gitu loh, Mbak. Kami ditarik oleh warga, disuruh duduk di ruang paripurna. Kami harus paripurna saat itu juga, Mbak. He. Dan akhirnya ee semua datang dan kuorum di rapat paripurna tersebut. Baik, Mbak. Menurut catatan yang kami lihat dan kami terima dan langsung fisiknya dihitung secara langsung. Bahkan yang absen fisik itu malah masyarakat, Pak. PDI ada berapa berdiri? Gerindra ada berapa yang berdiri? Demokrat ada berapa, PKS ada berapa. Itu semua kami diabsen, Mbak. Dari 50 anggota DPR DPI 42 yang hadir, Pak. Jadi menurut ee catatan dari Sewan itu sudah memui Korum, Mbak. Oke. Berarti juga termasuk partai yang mengusung dari Bupati Sudewo juga ee setuju dalam rapat paripur tersebut. Tiga partai yang mengusung Pak Sudewo juga ikut juga. Karena kebetulan setelah kita korum, kita diminta paripurna, ditunggui masyarakat, Mbak. Kita enggak bisa bergerak. Kita ke toilet aja kami harus dikawal sama warga, Mbak. Ke toilet aja kami harus dikawal. Enggak boleh pulang, enggak boleh keluar sebelum paripurna selesai. Sehingga atas usul Pak Ketua, saat itu kita rapat paripurna pembuat perubahan jadwal dulu, Mbak. Karena kami DPR ini kan sudah jadwalnya 1 bulan nih. Kami harus rubah jadwal karena tidak hari ini tidak ada rapat paripurna. Kita sepakati karena keputusan tertinggi di paripurna sehingga ada perubahan jadwal dulu, Mbak. He. Oke. Jadi apa yang kemudian melatar belakangi akhirnya ee DPRD ini membentuk pansus ini? Apakah memang karena desakan ee warga Pati yang sudah dalam tanda kutip menduduki ee kantor DPRD Pati Jawa Tengah dan sampai akhirnya 42 orang ini kuorum begitu ee akhirnya ee membentuk pansus atau seperti apa sebenarnya ee desakannya? Baik. Baik, Mbak. Ee kami tidak hanya desakan, Mbak. Tapi memang ini panggilan hati juga Mbak. Kenapa panggilan hati? Kami bicara panggilan hati kami pagi aja sudah pada ke kantor, Mbak. Oke, pagi kami sudah tidak di kantor, padahal kami tidak ada agenda kegiatan hari ini. Tetap kami masih tetap menduduki DPR karena ini panggilan hati, Mbak. Oke. Jadi tidak, jadi ini merupakan panggilan hati ee anggota DPRD untuk membentuk ee pansus. Walaupun memang kalau ada kalau tidak ada desakan sampai diduduki oleh warga, apakah pansus akan tetap dibuat? Kala itu kemarin? Ee baik, Mbak. Kami juga melihat situasi dan kondisi karena kami mendapat selebaran informasi bahwa pendemo pengin DPR untuk ikut demo di ee lapangan langsung dan ikut mendengarkan apa jawaban bupati saat itu sehingga memang kami ikut serta dalam ee persiapan untuk ikut teman-teman masyarakat untuk ngajak demo. Tetapi ee ini berubah berubah rutenya sebelum kami turun ikut bergabung demo kami sudah datatangi masyarakat itu luar biasa sampai kami di dalam ruang paripurna mata kami itu sakit Mbak karena gas air mata sudah masuk ke ruangan kami saat itu. Depan ruangan kami Mbak. Heeh. Oke. Tapi kemudian yang jadi pertanyaan saya ketika masyarakat Pati tidak menduduki kantor DPRD Pati, apakah seluruh anggota DPRD termasuk juga pimpinan Anda DPRD tetap akan membentuk pansus ini? Di dalam pembahasan 2 hari terakhir itu, Mbak, kami sudah ada e pertemuan beberapa ketua-ketua fraksi. He kami sudah menyampaikan sampai ke sana ini nanti kalau terjadi ee apa terjadi masa yang begitu banyaknya ee kita harus bagai keos bagaimana cara kita mengatasinya, cara kita ee meredam suasana sekaligus ada inisiator Mbak, inisiator dari beberapa fraksi memang Pak kita harus ambil tindakan tegas ini. Jangan sampai nanti masyarakat kecewa dengan kita. Itu sudah kami bahas 3 hari yang lalu, Mbak, dengan pimpinan dan semua ketua fraksi, Mbak. He. Oke. Dan akhirnya terlaksanalah ee rapat paripurna untuk membentuk pansus ini ya. Ee hak angket. Iya, Mbak. Izin, Mbak menyampaikan paripurna perubahan jadwal. Setelah paripurna perubahan jadwal kan kami paripurna kembali, Mbak. Oke. Pari pernah kembali terkait ee hak angket sehingga kami kaget ternyata di semua fraksi sudah mempunyai catatan-catatan tentang kebijakan Pak Bupati yang perlu ditanyakan dalam hak angkat. Berarti teman-teman ini sudah siap, Mbak, sudah menyiapkan semuanya. H. Oke. Jadi, Mas dan itu semua fraksi, Mbak, tidak hanya ee sat du bahkan Partai Gerindra itu sudah juga mempunyai ee catatan sendiri, gitu. He. Oke, nanti nanti juga saya akan tanyakan juga ke ee Pak Teguh begitu ya. Apa sebenarnya catatan dari PDI Perjuangan? Apakah juga sudah punya catatan soal bagaimana kebijakan dari ee sang bupati ini, Bupati Sudewo. Tapi saya ee ingin bergeser dulu ke Mas Agung Baskoro. Mas Agung ee dari penjelasan ee anggota DPRD yang merupakan juga ketua pansus begitu ya. Ee sangat memprihatinkan kalau menurut saya agak sedikit miris begitu ya. bukan agak lagi miris sekali begitu ya dengan apa yang terjadi di Pati ini. Kebijakan ee sang bupati Bupati Sudewo 250% kenaikan pajak ini. Peraturan bupati ee sempat juga di ee tidak ada komunikasi kepada DPRD begitu ya. Nah, apa yang bisa Anda baca dari sini? Iya. Pertama komunikasi di level publik berjalan searah Mbak Adis. Komunikasi di level publik di berjalan secara jalan searah. Artinya ini kebijakan sepihak dari bupati untuk menetapkan apakah itu soal BB 250% naik, soal pengisian jabatan di direktur rumah sakit daerah dan seterusnya dan seterusnya. Dan ini akumulasi akhirnya karena selama ini merasa cukup aja dia komunikasi sepihak, kebijakan dibuat beres semacam itu. Sayangnya ini akhirnya menjadi bom waktu. Nah, saya juga menyoroti peran DPRD di sini dengan beragam kebijakan tidak populis itu hadir di mana fungsi kedewan fungsi-fungsi pengawasannya sehingga meledak kemarin sampai Pak Teguh sama teman-teman akhirnya dirongrong ke toilet aja dikawal dan seterusnya. Itu kan sudah presiden yang buruk ya semacam itu. Jadi saya menyoroti fungsi kedewanan di sana. Kenapa baru sekarang itu semua ya terakselerasi secara eksponensial sehingga terbentuk ee pansus pemakzulan, hak angket dan seterusnya. Kalau misalkan masa tidak menduduki dewan misalkan, apakah bisa semacam ini seperti itu? Itu tadi pertanyaan saya dari Mei sampai Agustus tuh ada waktu yang ada waktu sama hampir 3 bulan semacam itu. Nah, fungsi kedewanan ini ke depan harus dioptimalkan, Pak Teguh. Karena ini bisa menjadi bom waktu. Saya khawatir begini, kalau di Pati saja misalkan tidak beres, ini bisa menjalar, Mbak Adis. Kenapa? Karena kan soal PBB ini ternyata ada di banyak tempat ya. di Jombang saya lihat di Cirebon kemudian di tempat-tempat di Bone juga semacam itu. Jadi PTI ini akan jadi preseden bagi bukan hanya untuk Jawa Tengah tapi juga buat nasional semacam itu. Apakah fungsi kedewanan kita di level daerah itu sudah berjalan optimal atau belum. Nah, jangan sampai kita hanya melihat Pak Sadewo yang memang dia seperti itu, tapi dewannya tanggung jawabnya di mana? khususnya partai-partai pengusung dan partai-partai yang tidak pengusung semacam itu. Karena buat saya Pak Sadewa ini kan hanya didukung dalam tanda petik 36% ya Pak Teguh ya. Total-total fungsinya cukup berani. Saya bilang bukan koalisi mayoritas di parlemen tapi berani buat kebijakan-kebijakan tidak populis. Nah ini kontrolnya di mana gitu. Nah saya menyoroti di situ supaya apa? Supaya kita objektif juga bahwa ini bukan salah satu eksekutif saja legislatif punya peranan. Akhirnya publik karena tidak masuk aspirasinya ke eksekutif dan legislatif demo tumpah ruah di jalan, kekacauan, kredit dan semacam yang kita lihat kemarin. Nah, seperti itu. Dan ke depan harapannya DPRD lebih sensitif, lebih progresif supaya apa? masa tidak perlu tumpah ruah ke jalan, tidak perlu ada yang luka-luka, tidak perlu ada ya pemerintahan yang tidak berjalan maksimal akhirnya semacam itu. Karena kan konsernya hari ini ekonomi di sana dan beberapa tempat juga lagi turun, Mbak Adi seperti itu. Oke. Kalau kita lihat ini adalah partai pendukung dari atau ee dari Sudewo ya, Bupati Sudewo. Begitu ya. Kita lihat dulu ini dia partai pendukung Bupati Sudewo. Ini ada Partai Golkar, Partai Solidaritas Indonesia, Gelora, kemudian ada PKN dan juga Perindo. Begitu ya. Kalau kita lihat ada tiga, ada lima. Ada lima. Ada juga partai pengusungnya. Nah, ini partai pengusungnya ini ada Partai Gerindra, PKB, Partai Nasdem tadi disebutkan oleh Pak Teguh. Bahkan dari Partai Gerindra pun sudah memiliki catatan sebenarnya apa kebijakan-kebijakan yang dirasa kok ya enggak pro rakyat begitu. Nah, apa yang bisa dibaca dari sini? Partai pengusungnya dari Partai Grindra juga bahkan mendukung adanya hak angket pembentukan pansus ini gitu ya. Walaupun kita tahu PD Perjuangan masih menguasai Pati. Betul. Jadi kepimpinan Pak Bupati, maaf ini buruk sekali Mbak Adis sampai partai koalisi pendukungnya pun memberikan catatan. Ini kan mestinya tidak terjadi ya. Buruknya itu ditambah dengan komunikasi beliau yang sangat buruk sekali. Ketika kemarin ada soal mau demo ya sudah 5.000 saya berani Rp50.000. R apalagi itu menantang ya menantang dan itu ya buat saya enggak populis sudah dia sudah buat kebijakan enggak populis terus komunikasinya seperti itu yang terjadi masyarakat marah sekali wajar gitu jadi ini hanya efek samping dari komunikasi yang buruk leadership yang enggak baik bukan hanya di level publik ya di level elit juga enggak Pak Teguh dan teman-teman enggak diajak semacam itu. Ini kan problematik padahal beliau bukan pemilik koalisi mayoritas di DPR seberani itu. Berarti kan saya melihat memang ee perlu ada peringatan tegas dan jelas apakah lewat pansus pemakzuran, apakah lewat pemerintah pusat juga semacam itu supaya apa? Pemerintah pusat juga enggak boleh lepas tangan ataupun cuci tangan. Udah ini urusan daerah enggak bisa. Mendagri bisa apa nih? kita nunggu Kemendagri bisa melakukan apa untuk memastikan masyarakat pasti bisa tenang, tidak lagi ya tadi turun ke jalan tumpah ruah dan akhirnya mengganggu pemerintahan seperti itu. He. Ini ini sangat disayangkan kondisi ya yang terjadi di Pati kemarin 13 Agustus. Bahkan ee warga Pati pun sampai menduduki ee kantor DPRD mendesak agar ee DPRD melakukan pembentukan ee pansus begitu ya. Rapat paripurna pembentukan pansus dan juga hak angkat soal pemakzulan dari ee bupati ini. Saya ke ee Pak Teguh. Pak Teguh. Jadi, Anda sebagai ketua pansus ee poin pentingnya apa pada saat ee rapat paripurna kemarin? Ee poinnya ini apakah memang pemakzulan, hak angket karena juga ada beredar kabar poinnya tuh sebenarnya hanya RSUD, kasus RSUD. Nah, kita luruskan di sini Pak Teguh. Seperti apa? Baik, Mbak. Kami hari ini belum bisa menyampaikan Pak Sudewo bersalah dan tidak karena kan kami baru berproses mulai hari ini kami baru rapat ee pansus, Mbak. Tetapi di pembahasan nanti ada 12 item, Mbak. 12 item. Ada 12 item. Betul, Mbak. Ada 12 item yang diusulkan teman-teman fraksi sendiri. Dari tujuh fraksi itu ee salah satunya RSD. He. Yang kedua, penurunan jabatan dari eslon 2 diturunkan jadi staf, Mbak. Oke, itu ada. Terus yang ketiga, mutasi jabatan. Mutasi jabatan itu kalau kami tidak salah baca, tidak salah bahas kemarin, 6 bulan setelah beliau dilantik atau 6 bulan sebelum diberhentikan, kepala daerah tidak bisa mutasi. Nah, ini mutasinya sangat luar biasa. Oke, itu kan yang soal RSUD ya. RSUD ada lagi, Mbak, mutasi ee doble jabatan. Double jabatan ini banyak sekali, Mbak, dirangkap-rangkap oleh camat-camat itu. Dan misal contohnya Kasat PLT, Kasatpol PP pas marah-marah cewek itu langsung malam harinya diganti begitu saja, ganti orang gitu saja, Mbak. Tapi tidak tahu prosesnya. Ujuk-ujuk langsung digonta-ganti gitu aja. Kayak sandal jepit gitu aja, Mbak. Oke. Termasuk juga soal poin pemakzulan ee ini direspon DPRD atau enggak? Pemakzulan Pak Bupati ini Bupati Sudewo, Bupati Pati ee direspon sehingga kami membuat palsus ini, Mbak. Oke. Kami kami merespon sekali bahkan kami meminta masyarakat silakan datang ke DPR yang penting tertib. Kami akan rapatnya secara terbuka, Mbak. Biar masyarakat bisa tahu bahwa kita ini tidak ada yang main-main gitu, Mbak. Heeh. Sepakat. Jadi ee ee apa namanya? Rapat ini dilakukan secara terbuka dan juga transparan termasuk juga soal poin-poin pembahasan ee pansus ini. Betul Mbak. Betul Mbak. Kami tidak ada yang kami itu tutupi. Justru dari tujuh fraksi ada 15 anggota Pansus. Kami biar rakyat bisa menilai fraksi mana yang betul memperjuangkan aspirasi rakyat. Fraksi mana yang gasnya setengah-setengah. Fraksi mana yang nanti kena angin yang kencang. Mbak, begitu, Mbak. Ada juga dan jangan sampai malah mati angin lah, ya. Iya, Mbak. Siap. Oke, Pak Teguh. Pak Teguh, soal ee mekanisme ee pansus ini, soal hak angket, termasuk juga soal pemakzulan ini nanti mekanismenya seperti apa dilakukan oleh DPRD. Tapi jangan dijawab dulu, Pak Tegu, nanti kita akan temukan jawabannya. Usai jeda, tetaplah bersama kami di Sapa Indonesia pagi. Kami akan segera kembali. Terima kasih Anda masih bersama kami dalam SA Indonesia pagi, Saudara. Kita masih membahas soal bagaimana kekisruhan yang terjadi di Kabupaten Pati kemarin pada tanggal 13 Agustus 2025. aksi demo unjuk rasa untuk ee menuntut mundurnya Bupati Pati Sudewo yang dilakukan oleh warga Pati Jawa Tengah. Saya masih membahasnya dengan ketua pansus begitu ya yang kemudian direspon oleh DPRD dengan membentuk e pansus begitu untuk pemakzulan ee dari Bupati Pati Sudewo. Ee Pak Teguh saya ingin tanyakan nanti untuk soal pansus ini khususnya untuk ee pemakzulan Bupati Pati Sudewo ini nanti mekanismenya akan seperti apa yang akan dilakukan oleh DPRD? Karena kan masing-masing fraksi juga tadi Anda menyebutkan sudah punya catatannya. Bagaimana ini? Baik, Mbak. Setelah rapat paripurna kemarin kita sudah dibentuk pansus, kami diperintahkan langsung oleh Pak Ketua dan Pimpinan DPR kami untuk kerja cepat karena masyarakat, rakyat, Parti sudah menunggu kinerja kita. He. Sehingga kemarin sore langsung kita rapat Pansus membuat perencanaan bagaimana dan apa langkah sebagai pansus untuk membahas pembahasan Pansus. Nah, cara kami hari ini mungkin nanti kami sudah mulai nanti jam 10. pagi, Mbak, pembahasan rapat palsus dan kami sudah sampaikan kepada warga masyarakat boleh hadir di DPR karena DPR ini rumah rakyat. Silakan duduk yang sudah kami siapkan, silakan mendengarkan. He tidak rusuh. Monggo kami perbolehkan. Kami akan terbuka, Mbak dan kami akan panggil di semua misal materi satu. Nah, terkait misal ini terkait eslon berarti semua yang terkait itu dan korbannya yang diturunkan harus kita undang semuanya mbak. Kita periksa semua satu persatu. Oke. Bahkan Pak Ketua menyampaikan jangankan sampai malam, Mas, 24 jam kalian harus kerja karena kita ditunggu rakyat. Itu pesan dari pimpinan DPR kami, Mbak. He. Oke. Termasuk juga soal adanya usulan pemakzulan yang harus direspon DPRD. Nanti akan seperti apa mekanismenya? Pemakzulan itu nanti kami rapat pansus kalau sudah terjalan 12 item sudah kita bahas semua nanti kita sampaikan di paripurna. Setelah paripurna nanti kesimpulannya apa? Nanti biar paripurna yang menentukan. Mbak, kami hanya menyampaikan pansus bekerja ini kan membantu pimpinan untuk ee mendapatkan data atau mendapatkan ee ee berkas-berkas yang harus disampaikan ke paripurna, Mbak. He. Oke. Termasuk juga karena memang usulan pemakzulan ini muncul begitu ya dan harus direspon oleh DPRD pastinya karena memang perpanjangan ee tangan rakyat begitu rakyat ee Kabupaten Pati ini kan karena memang adanya kebijakan kenaikan pajak begitu ya sehingga 250% yang kemudian yang terbaru dibatalkan begitu ya. Tapi kemudian ee Bupati Pati mengatakan kenapa harus menaikkan pajak hingga 250%? Karena untuk meningkatkan pendapatan asli daerah atau PAD karena 14 tahun ini sudah tidak berubah, tidak ada kenaikan selama 14 tahun. Benar atau enggak sebenarnya? Ee izin meluruskan, Mbak. 14 tahun itu tidak ada kenaikan. Ini salah. sebelumnya sudah ada kenaikan bupati sebelumnya, tapi memang kenaikannya sedikit, hanya 20% sehingga rakyat juga memaklumi dan itu pun kami biarpun itu perbu kami diajak pembahasan, Mbak, diajak ngobrol sama Pak Bupati gimana ya naik bagaimana ya ee Pak Bupati jangan memberatkan masyarakat Pak Bupati saat itu ee dikasih masukan bisa Pak Bupati yang lama itu. Tetapi izin, Mbak. Ini tidak hanya kaitan pajak yang sudah dibatalkan. Ada permasalahan yang berat, Mbak. Menurut kami ee bahkan ada ee camat itu mengancam warga memberikan surat edaran. Kalau tidak bayar pajak, tidak akan dilayani di semua kegiatan yang ada di kecamatan. Mulai bikin KTP dan sebagainya tidak mau melayani, Mbak. Ini ada surat edarannya ini nanti kami sampai ke sana, Mbak. Biarpun ada itu surat edaran ya. Ada, Mbak. Ada, Mbak. Ada, Mbak. Ada. Ada beberapa kecamatan yang sudah mengeluarkan surat itu, Mbak. Dan Pak Camat sendiri tanda tangan resmi, Mbak. Tidak akan melayani. Nah, ini yang menjadi nanti biarpun perbub itu di cabut, tapi kami akan masuk ke dalamnya itu. Kenapa sampai seperti ini? Begitu, Mbak. He he. Oke. Ini sangat miris sekali. Bahkan sampai ada surat edaran. nanti bisa ditunjukkan ee kepada kami kalau di lain kesempatan kita diskusi lagi ee kecamatan apa yang kemudian sudah sudah mengeluarkan surat edaran semacam itu. Begitu. Termasuk juga saya ingin mengkoreksi lagi ee kalau saya salah APBD Kabupaten Pati di 2024 anggaran 2024 itu disetujui 2,754 triliun. Betul. Iya. Sementara anggaran 2025 itu disetujui mencapai 2,940 triliun. Betul, Mbak. Dan menurut Anda ee bijak tidak sampai kenaikan pajak hingga 250%? Kami kalau kenaiban pajak sampai 250% sangat memprihatinkan ya, Mbak. Begini maksudnya, kami di setiap OPD sudah dipangkas Pak Bupati anggarannya. Bahkan karena efisiensi anggaran DPR Pati itu dipangkas 18 miliar untuk pembangunan dan untuk infrastruktur. Kami memperbolehkan kok, Mbak. Kami tidak ada masalah karena untuk kepentingan rakyat saat itu kami tidak ada masalah. Bahkan kami di semua ee di beberapa kegiatan dipotongnya anggarannya kami sampai tidak ada kegiatan yang ini dan itu. Kami tidak ada masalah. tetapi karena kegunaan anggarannya itu untuk pembangunan infrastruktur yang ada di Pati dan itu memang dijalankan. Tapi yang kami sayangkan yang kami sayangkan Mbak beberapa ratus miliar untuk pembangunan infrastruktur itu beliau tidak mengadakan lelang, Mbak, tetapi mengadakan ee apa ya ee semacam katalog, Mbak. E-katalog gitu loh, Mbak. Dan kami mendengar dari beberapa masukan tokoh masyarakat dan tokoh agama kalau yang mengerjakan proyek ya orangnya ituitu saja biarpun beda CV gitu, Mbak. He. Termasuk kemarin yang lagi viral di videoon yang di samping di samping posco ee posco masyarakat yang diupan alon-alon itu ada videotron yang 1,3 miliar ternyata awalnya dipasang second, Mbak. Katanya media, media yang cerita ke kami ada datanya terus ujuk-ujuk viral diganti baru lagi. Nah, ini kan harus kita selidiki sampai ke sana juga, Mbak. Begitu, Mbak. Heeh. Oke. Nah, ini kan kalau kita lihat ya berarti ee selama ee menjabat Bupati Sudewo ini kan kurang dari 6 bulan menjabat begitu ya. Ee sejauh ini komunikasi antara Bupati, kepala daerah Anda, dan DPRD ini sejauh ini seperti apa? Khususnya untuk ee penentuan kebijakan-kebijakan strategis di Kabupaten Pati. Kalau terkait dengan komunikasi, kami normatif, Mbak. Tidak ada komunikasi yang instan. komunikasi ee kopi lewat kita ngopi atau diundang secara pribadi tidak ada, Mbak. Bahkan kami kaget saat anggaran 2025 itu ada ee alon-alon yang harus direnovasi, terus masjid yang harus direnovasi karena kebetulan masjidnya itu masih bagus dan bekas ee direnovasi sebelumnya beberapa tahun yang lalu sudah direnovasi itu tidak ada pembahasan dengan kami, Mbak. Dia pakai perbuk penjabaran, Mbak. Kami tidak tahu pembangunan itu ke mana-mana, kami tidak tahu. Sehingga kami aja cari data saat itu untuk melakukan sidak. Kami akan ngecek bangunan-bangunan mana. Itu aja kami sulit, Mbak. He. He. Oke. Baik. Ini menjadi baru terkuak lah ya di sini ya. Ee setelah setelah kemudian ada pergerakan ee dari masyarakat sivil society di kemarin 13 Agustus. Bagaimana ini? bahkan sampai ada surat edaran ee dari kecamatan begitu ya, tidak ada komunikasi yang cukup intens dan cukup baik antara Bupati dan juga DPRD untuk ee kebijakan-kebijakan strategis begitu ya. Ini juga dipertanyakan dari 18 Mei eh ya dari 18 Mei sampai ke kemarin 13 Agustus juga nanti kita akan pertanyakan fungsi pengawasan DPRD ini apa yang sudah dilakukan. Nah, apa yang bisa Anda baca nih dari sini nih? Iya. pertama ee tadi over PD ya Pak Bupati karena saya kira ketika sudah menang Pilkada itu bukan berarti selesai masalah. Pemerintah itu juga butuh koalisi baik kepada elit dalam konteks ya di parlemen ya kemudian kepada publik berkoalisi. Bagaimana kebijakan itu overPD ini karena memang merasa di menang Pilkada selesai didukung oleh pemimpin-pemimpin pusat atau bagaimana? Ya, saya kira asumsi saya menang Pilkada dia bupati ya udah ini berarti eksekutif heavy gitu semuanya di saya pemerintahan kekuasaan dan seterusnya apalagi memang ya dalam tanda petik beliau kan memang dari partai ee penguasa semacam itu yang punya bobot kekuasaan yang besar di nasional. Sayangnya itu logika yang berbeda. Nasional sendiri, lokal sendiri. Anda harus membangun koalisi juga di level lokal supaya Anda didukung kebijakan-kebijakannya. Kemudian di level publik juga begitu. Kalau di elit enggak komunikasi searah, di publik malah intimidatif. Wajar bom waktu meledak kemarin semacam itu. Dan ini bisa menjadi membesar kalau misalkan nih bola panasnya ada di DPRD sekarang. Iya, bola panasnya di DPRD karena memang sudah pansus dan semua spotlight-nya sekarang ke DPRD. Konsentrasinya DPRD DPRD. Bahkan sebenarnya ada lagi pemerintah pusat dalam hal ini Kemendagri bisa melakukan apa untuk merespon ya aspirasi masyarakat Pati yang sudah klimaks nih ya. Jangan sampai ini besar lagi dan akhirnya menjadi kontraproduktif bagi pembangunan di Pati, bagi stabilitas di sana dan bahkan mungkin di nasional karena sudah ada arahan-arahan netizen kita mengkait-kaitkan ini pemanasan dulu semacam itu. Ini daerah lain di mana, seperti apa. Nah, ini kan harus diredam. He ya. Misalkan Pati ada problem soal anggaran, pemerintah pusat bisa bantu apa? Misalkan ada intervensi semacam itu. Saya kira perlu dan ini harus menjadi evaluasi persis supaya enggak terjadi lagi di daerah-daerah lain hal serupa. Kalau seperti ini kan enggak enggak nyaman kita ber apa ya berbangsa, bernegara, ada satu daerah yang bermasalah terus kita apa ya itu masalah lokal, masalah regional saja gitu. Pak Gubernur Jawa Tengah juga harus turun ya. Jangan sampai ya udah ini kan pati saja jawab. Gubernur bisa bantu apa soal anggaran? Gubernur bisa bantu apa untuk meredam yang Anda lihat se jauh belum hanya sebatas menghimbau ya Pak Gubernur ya semacam itu karena ini kan bawahan dia dari secara administratif Pak Gubernur juga harus turun dalam artian ini dikeroyok sama semua stakeholder supaya apa masyarakat Pati adem tenang dulu ya problem mereka apa? pajak enggak jadi naik. Oke. Apalagi kebijakan yang bermasalah langsung segera selesai 1 du hari ini. Jangan terlalu lama. Ini emosinya sudah klimak. Soalnya saya enggakbayangin bupati lagi ngomong e apa bersama massa dilempari. He. Sekonyong-konyongnya semacam itu pemandangan yang sangat buruk. Dia enggak punya legitimasi memimpin dan kalau sudah seperti itu susah ini di diperbaiki. Usahanya harus benar-benar luar biasa ya. dari pemerintah pusat, pemerintah ee provinsi, DPRD juga harus cepat gitu supaya apa? Supaya bisa lebih stabil, bisa ternormalisasi walaupun tidak akan mudah proses itu. Oke. Kalau kita lihat begitu ya, desakan tidak hanya desakan masyarakat Pati begitu yang sudah klimaks kemarin 13 Agustus pecah begitu ya, tapi juga e bupati Pati Sudewo juga akan menghadapi desakan juga hak angket gitu ya untuk pemakzulan dan segala macam. Mampu enggak sebenarnya nanti Bupati Sudewo ini menghadapi ini semua begitu ya? Iya, lebih baik mundur atau dimundurkan atau seperti apa menurut Anda semua opsi terbuka ya. Apalagi kalau lihat historik masyarakat Pati ini masyarakat pejuang nih ya. Ada latar sejarah yang kuat petaninya memberontak zaman kolonial. Terus ada masyarakat Samin di Blora yang menginspirasi masyarakat Pati. Jadi ini masyarakat pejuang, masyarakat yang memang benar-benar melihat ideal hal-hal ideal itu harus tampak di mata mereka. Nah, ini dipantik ya seterus terus-menerus lewat kebijakan-kebijakan tidak populis, lewat arogansi pemimpin, terus ya tadi mampetnya fungsi-fungsi pengawasan di kedewanan. Jadi lengkap semua akumulasi itu akhirnya terjadi. Nah, saya kira ini harus dilihat oleh Pak Sadewa sebagai opsi-opsi. Mau istilahnya pemakzulan jalan terus ini kan semakin dalam tetik membuat citra dia minor ya atau dia misalkan mundur atau ada hal lain yang bisa dilakukan pemerintah pusat. misalkan dia dipanggil, diretreat ulang misalkan supaya ya untuk sementara pemerintahan dijalankan oleh misalkan wakil bupati sudah segaduh ini sudah segaduh ini misal yang paling kompromis gitu ya Mbak ya. Jadi opsi-opsinya dibuka semua karena buat saya opsi itu perlu dipaparkan dan masyarakat menilai. Tapi kalau misalkan dalam konteks sekarang ya saya kembalikan ke Pak Sadewa sendiri karena ini selain di DPRD bola di dia mau gimana seterusnya untuk memperbaik karena minta maaf saja masyarakat Patih sudah tidak bisa gitu. Iya. Tapi faktanya yang kita lihat kemarin begitu ya kita lihat kita lihat bersama bupati tidak mundur enggan mundur hanya meminta maaf dan ee mengatakan saya akan menjadi versi terlebih baik lagi ke depannya. Iya. Berarti memang bolanya diem ee di DPRD untuk menjalankan pansus pemakzulan itu. Terus di pemerintah pusat juga ini bisa merespon sikap beliau yang semacam itu bagaimana. Karena ya ini kontraproduktif ya. Saya khawatir justru nanti bisa berlanjut ke hal-hal yang lebih ya tidak kita inginkan kalau misalkan komunikasinya masih searah nih masyarakat penginnya apa, Pak Bupati penginnya apa. Tidak ada yang menjembatani itu. Dalam artian ya proses politik jalan di DPRD enggak apa-apa. Tapi ada perlulah misalkan Pak Gubernur, Pak Mendagri untuk memfasilitasi semacam solusi win-winnya apa supaya apa tidak terganggu nih pemerintahan seper. Oke. Termasuk juga okelah kalau misalkan dikatakan oke ee bupati kan kita lihat tidak ee ee kemarin dalam situasi ini ee tidak mundur begitu ya. Betul. Ee melakukan akan saya menjadi lebih baik dan segala macam ketika okelah kita berandai-andai tetap ini roda pemerintahan di tangan Bupati Sudewo. Sementara kepercayaan publik, kepercayaan masyarakat Pati Jawa Tengah ini sudah terlanjur kadung, sudah sudah emosi dan kecewa. Bagaimana ini? Itu itu yang susah untuk disembuhkan, diperbaiki ya. Karena memang legitimasi beliau berada di titik terendah hari ini. Bahkan mungkin minus. Karena saya enggak bisa bayangin mau bicara sebentar aja sudah dilempari. Terus masyarakat sudah antipati dengan stakeholder di bawahnya. Yang tadi kata Pak Teguh ada surat intimidatif kalau enggak bayar PBB malah tidak dilayani semacam itu. Itu kan luar biasa berarti apa namanya maaf arogansinya semacam itu. Karena kok bisa sampai seberani itu saya masih merasionalisasi apa yang membuat ee beliau-beliau ini berani sebegitunya sama rakyat. Sementara rakyat ini kan dalam posisi yang terjepit hari ini secara ekonomi. Kemudian juga mereka berharap ada imajinasi ketika mereka punya pemimpin baru ya ada harapan baru yang terbit eh tiba-tiba kok ini bermasalah, itu bermasalah dan tadi ada 12 item dan itu masalah-masalah yang ekstrem menurut saya gitu. Jadi wajar kalau misalkan masyarakat elit di sana kemudian sangat ee kecewa, marah dan seterusnya. Dan ya Pak S perlu mengobjek objektifikasi ini melihat apa langkah progresif yang bisa beliau ambil tadi. Apakah memang bisa mundur, apakah memang mengikuti proses konstitusional atau mungkin atau misalkan menunggu pemerintah pusat semacam itu atau mungkin Bupati Sudeo masih meyakini ee demo yang kemarin ini ditunggangi oleh kepentingan. Iya. Kalaupun ditunggangi yang paling dominan publik kan, Pak. Maksudnya dalam konteks seperti sekarang beliau harus reflektif juga bahwa beliau punya problem yang sangat akut secara ya elit, secara publik, bahkan secara keseluruhan nasional untuk dalam terpetik gagal mengkomunikasikan kepemimpinan dia yang baru berjalan ini. Jadi kalau misalkan dipaksa untuk beliau merasa ini ditunggal ee menjadi minor. Kenapa? Karena ini sudah menjadi spotlight nasional. He. Penunggangannya sekarang publik. Isu daerah yang kemudian juga sekarang menjadi seorang nasional. Pemerintah daerah yang lain juga ketar-ketir nih. Wah, saya harus hati-hati nih supaya enggak kaya. Jadi ini bukan lagi bahasan Pati, kita bahasa Indonesia nih. Karena pemimpin-pemimpin level lokal, anggota-anggota DPRD di daerah lain sekarang lebih hati-hati, lebih mawas gitu membuat kebijakan, membuat ee apa namanya? Sebuah undang-undang, Perda dan seterusnya. Kenapa? Karena enggak mau seperti Pati. Ada statement semacam itu di netizen kita sekarang. Dan dalam tanda penting mereka bilang kita mulai dari PATI. Artinya apa? Pati ini laboratorium politik nasional sekarang. Kalau ini enggak dianggap serius oleh Pak Sadewo, ini juga akan berdampak ke kolega kolega dia yang lain gitu. Bahkan pemerintah pusat Cirebon Persis Jombang semacam itu. Ini kan bisa jadi snowball effect ya Mbak. Sehingga maksud saya ee masyarakat Pati juga tidak sendirian hari ini gitu. anggota dewan Pati enggak sendirian semua melihat dan menurut saya ini jadi titik tolak supaya semuanya ya mengawal bareng-bareng yang mengawal kebijakan ini Pak Tegu bukan lagi Pati tapi Indonesia Indonesia benar karena memang sudah jadi jadi isu nasional begitu bukan lagi soal isu lokal soal Pati begitu ya ee saya ke ee Mas Tegum. Mas Tegum ini tadi dikatakan oleh ee Mas Agung prosesnya bola panasnya sekarang di DPRD konsentrasi semuanya di DPRD. Nah, apa yang harus dilakukan DPRD secepatnya? Jangan sampai kemudian dalam tanda kutip ya mengkhianati dalam tanda kutip mengkhianati aspirasi rakyat, aspirasi warga Pati yang kemudian memang mendesak agar ee pemimpinnya Bupati Sudewo ini mundur. Walaupun kita kemarin lihat ee sebelumnya Bupati Sudeo mengatakan ee menduga ada ee ditunggangi kepentingan lain. Baik, Mbak. proses pansus ini kami akan berjalan normatif selama 12 eh item itu kita bahas satu persatu. Kalau di perjalanan itu nanti masyarakat punya data, punya bukti bisa disampaikan ke kami. Prinsipnya kami akan terbuka, Mbak. Dan kami hari ini tidak bisa dong menghakimi Pak Sodewo bersalah maupun benar karena belum ada pembahasan. Biarkan pembahasan ini bergulir. Kami ditunggui masyarakat, kami terbuka. Media boleh menunggui kami. Kami bisa menyimpulkan nanti di ujung dari pembahasan pansos itu, Mbak. He. Oke. Termasuk juga ini menjadi sorotan juga menjadi sorotan juga di di level nasional begitu ya soal ee Pati Jawa Tengah ini tadi. Dan tentu saja kita berharap ee konsentrasi semuanya bisa dilakukan oleh ee DPRD untuk bisa mengatasi ee mengatasi permasalahan ini begitu ya. Kita akan tunggu bagaimana prosesnya seperti apa. Terima kasih ee Mas Teguh sudah bergabung bersama kami, Ketua Pansus yang juga merupakan anggota DPRD Pati Jawa Tengah. Kemudian ada Mas Agung Baskoro juga. Terima kasih sudah bergabung bersama kami di studio Orange Kompas TV. Selamat pagi. Asalamualaikum. Salam dari Jakarta untuk warga Pati.
KOMPAS.TV – Gelombang protes warga terhadap Bupati Pati, Sudewo, memuncak pada Rabu, 13 Agustus 2025.
Aksi ini dipicu oleh pernyataannya terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen, yang dianggap menantang warga.
Massa yang marah turun ke jalan, mendesak Sudewo segera mundur dari jabatannya.
Menanggapi tuntutan tersebut, DPRD Pati resmi menggulirkan hak angket sebagai respons atas kekecewaan rakyat.
Dalam rapat paripurna, delapan fraksi DPRD sepakat membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas pemakzulan Bupati Sudewo. (ERIC)
#bupatipati #demopati #PemakzulanBupati #beritapati #KenaikanPBB
Join this channel to get access to perks:
https://www.youtube.com/channel/UCOuwLct59ZOFrwhDIY6tVxw/join
Sahabat Kompas TV Jember, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Jember, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.
Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.
Sahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv
Facebook : https://www.facebook.com/profile.php?id=100010540572678
Instagram : https://www.instagram.com/kompastv_jember/?hl=id
Tiktok: https://www.tiktok.com/@kompastv_jember
Twitter : https://twitter.com/KompasTV_Jember
KOMPASTV JEMBER CHANEL 54 UHF
Alamat Redaksi: Jl. KH. Wahid Hasyim – 22C, Kel. Kepatihan – Kec. Kaliwates – Jember, Telpon : 0331-412763