GONG! Kepung Ambalat Prabowo Tegas Siap Perang? Babak Baru Konflik Indonesia Malaysia
[Musik] Di tengah sengketa perbatasan wilayah Blok ambalat antara Indonesia dan Malaysia yang masih memanas, Presiden Prabowo menyatakan kesiapan perang dan menjaga kedaulatan NKRI. [Musik] Dalam pidatonya di hadapan ribuan prajurit TNI di Bandung, Jawa Barat pada 10 Agustus, Presiden Prabowo secara tersirat menyinggung sengketa dengan Malaysia. Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang cinta damai, tetapi tidak akan pernah membiarkan kedaulatannya diganggu. Presiden Prabowo menyatakan bahwa Indonesia menginginkan perdamaian. Namun, ia juga mengingatkan akan pengalaman pahit di masa lalu di mana setiap kali Indonesia mau bangkit dan sejahtera pasti diganggu oleh asing. Bahkan bangsa Indonesia juga sudah sering dirampok dan diadu domba sesama anak bangsa. Ia menegaskan sikap ini adalah prinsip dasar yang selalu dipegang teguh. Sikap ini menunjukkan kedewasaan Indonesia dalam berdiplomasi. Namun, ia juga memperingatkan bahwa Indonesia tidak akan pernah tinggal diam, terutama jika ada pihak yang mengganggu kedaulatan negara. Presiden Prabowo berjanji akan memperkuat pertahanan NKRI. Sebagai Presiden Republik Indonesia yang sudah disumpah oleh undang-undang, Presiden Prabowo berjanji akan menjalankan tugas ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Ia bertekad untuk mempertahankan setiap jengkal wilayah NKRI yang mencakup seluruh wilayah air tidak hanya di perbatasan atau daerah rawan, tetapi juga hingga kampung, dukuh, desa, lembah, dan gunung. Sejarah menunjukkan bahwa kekayaan bangsa seringkiali menjadi rebutan pihak asing. Oleh karena itu, ia berjanji hal itu tidak akan terjadi lagi di bawah kepemimpinannya. Ia menegaskan kekuatan militer adalah jaminan terakhir dari kemerdekaan. Hal ini penting untuk memastikan Indonesia tidak mudah ditindas. Hal itu disampaikan Presiden Prabowo di tengah sikap Malaysia yang mempermasalahkan perbedaan pendapat atas penyebutan laut Ambala dan laut Sulawesi sehingga sengketa batas wilayah maritim tersebut kembali mencuat ke permukaan. Presiden Prabowo berupaya menyelesaikan sengketa ini secara damai. Namun ia juga mengirimkan pesan yang sangat jelas kepada dunia bahwa Indonesia tidak akan pernah berkompromis soal kedaulatan. Di sisi lain, kekuatan Indonesia semakin bertambah berkat kedekatan Presiden Prabowo dengan negara besar. Bahkan RI 1 turut memuluskan negosiasi senjata salah satunya dengan Turki. Alhasil, Indonesia berhasil mendapatkan tambahan alut sista canggih seperti rudal balistikan. Potensi pecahnya perang membuat militer Indonesia harus bersiaga penuh. Indonesia tetap menggembleng persiapan meski dibekali kekuatan dahsyat untuk memenangkan medan tempur. TNI Angkatan Laut juga telah menambahkan armada kapal perang baru yakni KRI Brawijaya 320. Kapal ini sedang dalam perjalanan menuju Indonesia setelah diboyong dari Italia. Armada tersebut memiliki spesifikasi dewa yang mampu membuat Malaysia kocar-kacer. Pasalnya, KRI Brawijaya 320 sanggup membawa 171 personel sekaligus. Selain itu, kapal ini juga dapat melaju dengan kecepatan maksimum hingga 32 not. Terdapat pula teknologi perang dan navigasi modern yang terintegrasi dengan sistem tempur. Lebih dari itu, kapal ini juga dibekali dengan sistem pertahanan canggih guna menangkal serangan udara. Kemampuan ini dapat dimaksimalkan untuk menghadapi gempuran pesawat maupun rudal Malaysia. Tak cukup sampai di situ, Indonesia juga mendapat 48 jet tempurkan. Alut sista ini dapat melaju hingga 230 not dan menembak misil dengan jarak 250 km. Tak lupa Indonesia juga sudah memesan pesawat angkut Airbus A400M. Bahkan armada tersebut sudah melakukan penerbangan pertama di Spanyol sebelum tiba ke tanah air. Terakhir Indonesia juga memesan 42 unit jet tempur Ravale dari perusahaan Prancis. Hingga saat ini Malaysia masih ngotot mempertahankan sengketa ambalan. Hal ini membuat Indonesia masih harus menghadapi konflik serius dengan negara tetangga tersebut. Kedua negara ini terus bersih tegang soal klaim atas wilayah Laut Ambalan. Konflik yang sudah mengakar puluhan tahun itu tak kunjung menemui titik akhir sampai detik ini. Bangsa Indonesia tidak suka perang. Bangsa Indonesia ingin damai. Tapi bangsa Indonesia telah mengalami pengalaman pahit. Setiap kali kita mau bangkit, kita diganggu. Setiap kali kita mau mensejahterakan rakyat kita, kita diganggu. Kekayaan kita dirampok, kita diadu domba di antara kita. Karena itu saya Presiden Republik Indonesia yang telah disumpah untuk memegang teguh Undang-Undang Dasar. Saya akan menjalankan tugas ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Dan untuk itu memang kita sedang perkuat pertahanan kita. Kita harus mempertahankan wilayah kita. Kita harus mempertahankan kedaulatan kita. Kita harus mempertahankan kekayaan kita. Bangsa kita adalah bangsa yang besar. Bangsa kita bangsa yang kaya. Tapi bangsa kita, Nusantara kita ratusan tahun diganggu, ratusan tahun diinvasi, ratusan tahun dijajah. Prajurit-prajurit muda yang di depan saya tidak boleh sekali-sekali melupakan sejarah bahwa nenek moyang kita, bahwa kakek-kakek kita, eyang-eyang kita, orang tua kita pernah dijajah, pernah diperbudak, pernah diperlakukan lebih rendah. dari binatang. Jangan pernah lupa sejarahmu. Makanya bangsa kita butuh tentara yang kuat. Tidak ada bangsa yang merdeka tanpa tentara yang kuat. Saya katakan sekali lagi, tidak ada bangsa yang merdeka tanpa tentara yang kuat. Bangsa kita punya pertahanan yang kita namakan pertahanan rakyat semesta. Kita tidak mau berbuat selain membela bangsa Indonesia. Karena itu wawasan kita adalah wawasan wawasan pertahanan yang defensif. Ada yang mengatakan dalam perang defensif itu tidak bisa menang. Itu bacaan sejarah yang keliru. Kalau kita mempertahankan bangsa kita, kita pertahankan tiap kampung, tiap dukuh, tiap lembah, tiap bukit, tiap gunung, tiap kecamatan, tiap kabupaten, tiap provinsi, tiap jengkal tanah kita pertahankan. Seluruh bangsa Indonesia pertahankan. kita tidak bisa ditaklukkan. [Musik] Yeah.
Ditengah sengketa perbatasan wilayah Blok Ambalat antara Indonesia dan Malaysia yang masih memanas, Presiden Prabowo menyatakan kesiapan perang dan menjaga kedaulatan NKRI.
Dalam pidatonya di hadapan ribuan prajurit TNI di Bandung, Jawa Barat pada 10 agustus, Presiden Prabowo secara tersirat menyinggung sengketa dengan Malaysia. Pak Prabowo menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang cinta damai tetapi tidak akan pernah membiarkan kedaulatannya diganggu.
Presiden Prabowo menyatakan bahwa Indonesia menginginkan perdamaian. Namun, ia juga mengingatkan akan pengalaman pahit di masa lalu. Dimana setiap setiap kali Indonesia mau bangkit dan sejahtera pasti diganggu oleh asing. Bahkan bangsa Indonesia juga sudah sering dirampok dan diadu domba sesama anak bangsa.
#indonesia #malaysia #ambalat #missile #military
Follow more Information on SOCIAL MEDIA:
🔳 Instagram — https://www.instagram.com/poin45official/
🔳 TikTok — https://www.tiktok.com/@poin.45
🔳 Twitter — https://twitter.com/poin45official
@SekretariatPresiden
———————————————————————————————————————
Copyright Disclaimer :
– Under section 107 of the Copyright Act of 1976
– Every Video, Audio, Footage, Image etc in this content under terms of Fair Use, Permitted by Copyright Statute.
– Every Content in this Channel for purpose such as Education, News Report, interpretation etc.