RUMAH SAKIT ini BIKIN ARIP jadi MIMPI SUS dan GABISA BANGUN. – Terjebak di Alam Setan
Kunti Billy. Jadi, selamat datang, guys, di sinetron Arif dan Agung yang keedelapan. Udah ggak berasa banget, Guys. Kita udah sampai part 8. Kali ini berjudul Terjebak di Alam Setan. Jadi, buat kalian yang mau petualangan ini terus berlanjut, ketik di komentar #arifloagung. What the? Jadi terakhir itu Arif digigit orang gila dibawa ke rumah sakit tapi dia belum membaik aja guys keadaannya ya. Belum lagi angkot cihuy itu dibakar jadi kita gak bisa keluar dari rumah sakit itu. Dan kalau kalian ingat ini adalah nasi goreng yang penjualnya itu zombie. Gua lupa namanya siapa ya. Tapi kita langsung aja hapus iklan karena Billy seperti biasa B-nya benci iklan. Gua juga tahu kalian benci iklan, tapi beda ya bencinya benar-benar cinta kalau iklan Billy ya. Jadi kita langsung mainkan saja. Cihuy. Uh. Ini kita terbangun ya, Guys. Kayaknya sih kita jadi arif ya. Kita kan udah ditanganin sama dokter gadungan itu, Guys. Dan disuntik juga sama si Agung, ya. Jadi, mari kita lihat apa yang terjadi kiri kanan. Kulihat semua aku jomblo sendiri, Guys, di sini ya. Oh, loh, ini gua jalannya kayak agak miring-miring gitu ya, Guys. Mungkin. Loh, kok ini aneh banget, Guys. Ini kan Arif. Arif yang tatapannya kosong, Guys. Habis digigit orang gila. Dan di sini ada Agung. What? Eh, Agung turu. Eh, Agung turu. Pulas banget tidurnya. Pulas banget tidurnya. Tapi kan gua tadi lihat Arif di situ. Apa jangan-jangan ini arwah si Arif, Guys, keluar dari badannya. Ya, itu gua juga suka tidur kayak si Agung ya, by the way, Guys. Jadi, dua bantal ditumpuk kayak gitu. Oke, ini udah fix, Guys. Kalau arwah si Arif keluar dari tubuhnya, mungkin ini adalah efek samping e digigit oleh orang gila itu, ya. Ini Arif. Terus yang tidur tadi aku. Yang tidur tadi aku. Gua siapa? Gua siapa? Ya, el Arif ya. Tapi anehnya walaupun Arif tertidur matanya tetap terbangun, Guys. Oke, apa kita bisa keluar kah? Sebentar kita coba cari jalan keluar, Guys. Kali ini game-nya agak membuat gua puyeng ya. Ini kayak lagi di kapal, Guys. Di kapal laut, ya. Mabuk, mabuk laut, Guys. Gung bangun, Gung. Ah, Gung. Cihuy. Gimana bisa dengar, Guys, kalau arwah gitu bisik-bisik ya? Apakah ini artinya roh gua sedang bergentayangan? Tuh kan, roh si Arif bergentayangan. Oke, kalau gitu, wah, jika roh bergentayangan berarti kita bisa tembus pandang dong. Wah, Mbak Dini kamu kan tadinya cewek mahal. Mbak Dini diam dan enggak ngejar ya. Kenapa kamu tiba-tiba ngejar? Ee, ini tempat apa ya? Loh, kok kita tiba-tiba kayak ada di sebuah kehampaan, Guys? Padahal tadi gua cuma mundur doang, ya. Enggak bermaksud kabur dari Mbak Dini. Aduh, udahlah gua gak butuh koin 5-L gitu. Billy sudah menjadi sultan. Sombong amat. Oke, lompat. Wah, ini sih kontrolnya agak susah ya, Guys, kali ini. Tapi tenang aja walaupun Arif baru pertama kali jadi roh, tenang saja rohnya digerakkan oleh Billy the Chihuihu. Kok ada tempat kayak gini sih? Kok ada tempat kayak gini sih? di rumah sakit. Ini bukan tempat rumah sakit, ini lebih ke tempat roh Arif ya. Oke, kita lanjut lompat lompat dulu, Guys. Semoga kita enggak jatuh ya. Karena kalau jatuh ini kayaknya kita masuk ke dalam kehambaan. Bukan surga, bukan neraka ya. Oke, kita naik ee tangga ART, Guys. Biasanya kalau di rumah-rumah gitu ada tangga seperti ini ya untuk asisten rumah tangga. Oke, kita sampai. Itu bukannya Cakdul yang sudah mati? Itu bukannya Cakdul yang udah mati? Cakdul, si penjual nasi goreng. Iya, namanya Cakdul. Cakdul, Cakdul, itu kamu dengan gerobak C11, huya, gerobak cihuy. Aduh. Duh, aduh. Jalan deh. E, cadul, aku ke sini bukan ingin mencari ribut. Jadi, kamu jangan galak-galak ya, Cakdul. Mana lengkap banget lagi, Guys. Ada mie goyeng, ada kecap bango. Dia lagi masak juga tuh ya. E tektek ya. Oke, kita coba ngomong. Cak Dul. Tuh kan benar ini, Cakdul. Eh, Cakdul. Permisi ya. Eh, ei, kok kaget sama koin sih, Billy Dongo. Oke, Cakdul. Kayaknya Cakdul ini sih aman-aman aja, Guys. Cakdul mau saya gantiin enggak? Ini saya yang masak nih, ya. Ini benar-benar kayak gerobak Indonesia tuh. mie tektek atau nasi goreng tuh pasti kayak gini, Guys. Benar-benar kayak persis 100% mirip kayak gini, Guys. Ya, jadi buat kalian yang mau buka usaha nasi goreng tektek, silakan dilihat, ya bentukan gerobaknya. Oke, kita masuk ke pintu aneh ini. Hmm, sekarang kita kayak ada di rumah sakit lagi, tapi rumah sakit yang lebih suram, Guys. Oke, kita sampai sini. Akhirnya sampai ke lorong rumah tadi. Akhirnya sampai ke lorong rumah sakit tadi. Tapi ini kok kayak tapi kok kayaknya agak beda ya? Berarti inilah ya, Guys, ya. mungkin terjebak di alam setan. Ya ampun, ini gua sambil dikejar-kejar saha ini? Ini suster tapi suster cowok, Guys. Kalau perawat di rumah sakit yang perah zombie, Guys. Kalau perawat di rumah sakit perempuan kan disebutnya suster. Berarti kalau perawat cowok namanya siapa? Jarwo kah? Oke, kalau gitu ini gua gak tahu ya harus ke mana. Gua coba keliling dulu, Guys. Gua cari pintu apa ya yang bisa gua cari ya, yang bisa gua buka ya? Atau mungkin gua harus cari bunderan putih-putih lagi, Guys, untuk kabur dari sini. Ya, itu apa itu? Kurang ajar. Sorry, Guys. Gua kurang fokus. Ini makin lama tuh semakin kita lewatin lorongnya, Guys. Ini semakin banyak yang ngejar. Aduh, suster, suster zombie. Pak Jarwo. Kalian maunya apa, ya? Oke, guys. Kayaknya kita harus ikutin itu aja tuh yang ada koin-koin itu, ya. Kayaknya ini jalannya tiada akhirnya sih, Guys. Ya ampun, guyangan aja samping ngejar kita. Oke, fokus ke depan. Eh, eh, eh, eh. Kenapa suara kuyangnya sama aja kayak gitu mulu, ya? Oh, di sini kah koin. Harus kita ikuti kah koin, guys? Ini jalannya tiada akhirnya. Aduh, Pak Jarwo tolong jangan kejar saya. Aduh, ada kuyang juga. Aduh, ada kursi di situ. Gua gak ngerti, Guys. Ini tapi sesuai judulnya sih ya. Terjebak benar-benar mungkin alam setan begini kali, Guys, ya. Ini biasanya kayak gini kurang banyak doa nih. Makanya tidurnya malah digentayangin begini terjebak di mimpi. Alright, kita ketemu pintu rahasia. Jarwo, Jarwo, sini Jarwo. Aduh, kamu kasihan banget. Padahal tadi temannya banyak Jarwo. Oke, kita masuk. Loh, tunggu bukan ini rumah Desa Meraung. Desa Meraung-aung. Ya ampun, kok kita balik lagi ke sini? Oke, kita kebulat-bulat dulu. Loh, kok tiba-tiba gua di rumah Pakik? Kok tiba-tiba gua di rumah Pak Klik? Apa jangan-jangan Pak Klik juga terjebak, Guys, di sini? Pak Klik belum bisa move on dari kehidupannya, Guys. Namanya masa lalu tidak akan pernah kita lupakan. Namun, kita hidup dengan masa lalu. Loh, balik lagi ke rumah ini. Ada yang bedakah? Atau kita harus mencari anomali Pak Klik. Oke, kita masuk lagi. Permisi. Punten. Nuhun. Kok kita muter-muter gini? Apaan sih ini? Woi, ini rumah Pak ngb ni, Pak. Wi, ini rumah paklik nge-bug. Waduh, Arif tahu, Guys, bahwa dia ada di dalam game ya. Dam Arif, apakah kamu pembaca masa depan? Kita kayak mengulang kejadian di awal, Guys. Di mana kita mengambil HP ya. Di mana Agung telepon kita? Nungguin di depan rumah nih. Hah? Lu nungguin di depan rumah? Oh, iya. Lu kan jemput gua, ya, Gung. Awal-awal. Oke, kita coba keluar, Guys. Walau ini Desa Meraung tapi versi rusaknya, Guys. No mobil cihuy. Ya ampun, kenapa sih setan-setan ini kasar-kasar, Guys? Angkot cihuy dibakar, mobil merah cihuy dipukulin sampai retak. Gua gak terima ini, ya, Guys. Oke, kita ke sini dulu. Mana Agungnya? Mana Agungnya? Nenek, Nek. Permisi, Nek. Ee, nenek kan setan kanibal. Aku terjebak di alam setan yang berarti aku juga setan. Berarti kita besti ya [Musik] ne? Emang nenek ini kayak ABG ya? Nenek sensitif banget. Aku cuma sentuh dikit doang. Nenek langsung begitu. Jangan begitu nenek ya, Nek ya. Nanti linggisnya saya ambil, saya getok kepala nenek. Enggak mau kan nenek. Udah. Oke, kita ke sumur, Guys. Karena kayaknya kita disuruh ke sumur. Loh, ada siapa itu? Agung. Gung, lu lagi ngapain? Lagi ngambil air. Jangan, Gung. Air di sini itu ada isinya Mbak Dini. Oke, kita ke sini. Semua ini gara-gara sumur tua di kampung El, R. Semua ini gara-gara sumur tua di kampung El. Ini emang sumur ini kenapa, Gung? Terus harus apa? Harus gua kerok airnya sampai kering. Oke, kita ke sana. Guys, ingat ya, Guys. Ini menjadi pelajaran untuk kita semua. Kalau misalnya kalian bermimpi terjebak di alam setan, ya kalian jangan menyentuh siapapun karena di sana mereka pada sensitif. Yo, ini ini yang kesurupan kah? Pak, kenapa komuk-nya begitu, Pak? Bapak ngelihatin kuburan. Emang di kuburan ada apa? Ya ampun, Bapak hamil. Mana mana berdirinya selayai banget lagi, Guys. [Musik] Pak, jadilah laki sedikit. Berdirinya tegap gitu loh. Tegap terus cop gitu, Pak. Jangan begitu ya, Pak. Ya, Pak Wirio. Pak Wiro ngapain berdiri sendirian di depan kuburan? Pak Wiro mau cari. Eh eh eh eh. Cihuy, ada yang mabuk nih. Eh eh. Pak Wiryo, Pak Wiro jangan masuk ke sini, Pak. Di sini bolong. Hm. Bener aja, Guys. Masuk ke dalam situ. Pak Wiro saking mandirinya ngubur diri sendiri Pak Yo. Itu bukan Pak Wrio, Guys. Itu pocong bagoyang yang menyerupai Pak Wirio. Ya ampun. Saya boleh masuk ke sini kah? Eh, jangan ya, Guys. Jangan masuk ya. Kita gali aja enggak? Kita gali aja enggak sih? Eh, kita gali. Kita kubur. Jangan. Gua harus ke mana ini? Apaan sih, Pak Wiro? Wah, lu gua doain lu ya, pocong radang lu tenggorokannya sampai lu gak bisa. o o. Kayak gitu lagi ya, Gung. Tolongin gua, Gung. Bacain doa syahadat tuh, Gung. Beneran itu Agung baca Quran. Beneran itu Agung baca Quran. Ya ampun, puji Tuhan Agung udah login. Masih dikejal kah gua? Oke, masih aman Gung. Gung, kamu rajin banget, Agung. Lu enggak usah takut, RI. Lu enggak usah takut. Lu suatu hari juga bakal mati kan? Hah? Dan lu bakal dipocongin kayak gitu. Lu harus lawan rasa takut el. Lu harus lawan rasa takut el. Baik, Gung. Tapi ya gua kan belum mati sekarang, Gung. Jadi wajar aja dong gua takut sama pocong. Tapi, Guys. Guys, gua pengen serius nanya nih bagi kalian yang umat muslim, ee emangnya kalau misalnya umat muslim itu meninggal lalu dikuburkan itu selalu dipocongin? Ya, Guys? Gua baru tahu soalnya. Jadi, coba kalian tulis di komentar ya, Guys, kalau kalian tahu ya. Oke, Gung. Kalau gitu siap gua enggak bakal takut, Gung. Tapi gua pengen diperkaos, Gung. Pocong-pocong banyak, Bung. Wuh, suara apa itu? Loh, yo. Jadi, Guys, kalau kalian pengin menolak kuasa iblis pocong, kalian harus hafal Al-Qur’an seperti Agung. Gung, lu keren banget, Gung. Gua salut sama lu, Gung. Gua gak bisa kayak gitu, Gung. Wah. Ah, wah, guys. Kita masuk sumur. Billy tidak suka sumur. Billy sukanya semur. Bener enggak sih, Guys, semuanya? Siapa coba manusia yang pengen dilempar ke sumur kayak gini? Oke, kita lanjut aja. Ada senter kah? Kok dia nunjuk ke arah situ? H iya iya jangan nangis jangan nangis. Iya aku ke kiri ya. Ya ampun apakah dia baru kehilangan anaknya ya guys? Soalnya kelihatan dari sabuk pinggangnya itu kayak sabuk pinggang pembawa bayi ya. Iya iya. Aku ke kiri aku ikutin ya. Oke guys. Di sana gua lihat putih-putih loh. Ini kayak naik apa kayak turun sih? Aneh banget. Oke gua naik. Wah mati gua. Mbak kamu bawa apa? Bawa kaki enggak boleh ya, Mbak Dini? Ya, ini kita di mana? Oh, ini di ruangan. Oke, gua familiar, Guys. Gua kayak pernah ke sini ya. Oke, gua sampai ini RSJ kah? Rumah sakit jiwa. Oke, kita jalan aja, Guys. So far sih enggak ada yang ngejar kita, tapi gua kayak dengar suara. Oh, ini di stasiun enggak sih? langsung ketemu. Oke, naik naik naik. Karena hidup harus naik, Guys. Enggak boleh turun. Oke, kita naik. Kok makin dekat ya suaranya ya? [Musik] Kok kayak di dalam sini, Guys? Mbak Dini jangan menangis. Aku tidak tega jika melihat wanita menangis. Bad nih. Oke. Ih, Billy, lu turun tangga aja enggak bisa. Berarti kita cuma bisa turun tangga, Guys, ya. Jangan naik. Karena kalau kita naik, kalau kalian perhatiin, kita kayak bisa tembus pandang tuh. Jadi tadi kayak kita enggak sengaja menyentuh Mbak Dini ya. Lagian kan bukan muhrim, Guys. Makanya dia mengamuk. Nenek kanibal. Astaga. Nek, udah, Nek. Eh, nenek tuh paling seram tahu dari semuanya. Tapi nenek juga yang paling cepat larinya. Oke, kita naik tangga, Guys. Lewat ventilasi, ya. Waduh. Waduh, gua butuh obeng buat buka ini. Oh, di sini obeng kah? Gampang banget ketemu obengnya ya. Masuk ruangan ini, Guys. Turun. Aduh, masih dikejar enggak ya? Oke, aman. Gua udah ggak dikejar. Ini kita kayak masuk ke toilet-toilet ya. Toilet apa nih? Skibi di dop dop dop. Yes yes. Skibi dop dop. Yip. Oke, gua dapat obeng. Nice. Anjay. Anjay. Gurijay. Makan bajay. Ada yang ngorok, Guys. Wah, jangan bilang ini gendoru ngorok nih, ya. Anjay. Siapa itu yang ngorok? Gua enggak tahu, Guys. Itu suaranya datang dari mana, ya? Itu suara apaan? Suara apaan sih itu? Ya naik. Anjir. Beren skip di toilet. Anj, toilet hidup, Guys. Ya Tuhan Yesus. Tuhan Yesus. Ya Allah. Keluar. Wah. Apa dia? Udah ngomong apa? Apa sih dia ngomong apa sih? Ngorok gitu. Apa dia ngomong sesuatu? Oke, kita udah diventilasi saat kita di stasiun ya, Guys. Kena apa? Gua juga tadi gua gak tahu, Guys, kena apa, [Tepuk tangan] [Musik] Guys. Ada apa lagi, Guys? Skibid ember. Mending kita langsung lari sih. Gak usah lihat belakang. Sumpah kalau lihat belakang mening mending kita cepat aja dah. Nah ke turun. Turun turun turun. Wah tembus pandang, Guys. Ya Allah. Ayo cepat. Ya Allah aku dikejar ya Allah tolong banget. Please jalan buntu. Oh oh, oh. Jalan buntu. Tapi udah enggak dikejar. Oke, kita ikuti saja. Ikuti saja. Oh, ke situ, ke situ B. Gua gereget banget, Guys. Tadi gua udah bisa, gua udah gua udah berhasil, Guys. Kenapa sih tiba-tiba begitu? Oke, hati-hati ya. Hati-hati, ya. Turun nih. Turun. Cepat, cepat, cepat, cepat. Turun, turun, turun, turun, turun, turun, turun. Kita dikejar. Kita dikejar. Lalu ke kiri, ke kiri. Nah, ke kiri sini ya. Ke kiri sini ya. Setelah ke kiri ke kanan. Alhamdulillah. Yes, yes, yes. Oke, sampai. Nice. Tung [Musik] apa dia ngomong apa sih? Roni. Apa sih Roni? E e O R I I A A A Ri. I I I I A ya. A. Ya ampun, ini toilet mungkin dulunya punya orang tua namanya Roni, Guys. Guys, coba kalian tulis di komentar yang bapaknya namanya Ronnie, Guys. Bapak kalian dipanggil terus nih. Kalian rela bapak kalian dipanggil manusia toilet. [Tertawa] Roni. I I O A I I I A Roni I A A A A A I I A E A Roni I. Wah, ada baka, Guys. Roni izin ambil bakokanya, Roni. Oh my, apakah gua bisa? Yo, yo. God. Oh my God. Kita udah bisa kabur, Guys. Tapi sekarang waktunya untuk membunuh anak Roni. Roni. I eh gak kena. Roni. I pocong i Roni. Anjay gak kena, Guys. Sejak kapan basoka bisa melawan? Kampret. Oh, dam. Oke, guys. Nice, nice, nice, nice, nice. Kabur, kabur, kabur, kabur. Untung gak ngulang dari awal, guys. Kalau ngulang dari awal gua bom bang cihu, Guys. Oke, nice. Cakdul aku kembali, cakdul. kembali untuk memesan nasi gorengmu ini. Maaf ya, Cakdul, selama kamu hidup, aku belum sempat beli nasi goreng di kamu. Aku harap di kehidupan selanjutnya kita bisa bertemu dan aku mencoba nasi gorengmu, Cak Dul. Namun untuk saat ini aku harus keluar dari dunia ini dulu, Cak Dul. Jadi tunggu aku ya, Cak Dul. di alam baka karena pada akhirnya aku juga akan ke alam baka sepertimu. Oke, kita langsung lompat-lompat aja, Guys, ya. Untungnya ini walaupun kayak mabuk laut agak enggak sulit ya, Guys. Oke. He. Oke. Mabuk dikit enggak ngaruh, Guys. Tenang aja. Ya, udah agak mabuk dikit nih gua nih. Mabuk laut, Guys. What the hell? Gimana gua lewatinnya, Guys, kalau begitu? Gimana coba lewatinnya? Oh, langsung masuk ke sini kah? Oke, gua sudah masuk. Aduh, mana larinya kayak Naruto. Oke, saatnya kita masuk ke tubuh sendiri lagi. Bersambung. What? Ini game-nya singkat banget, Guys. Cuma kabur-kaburan doang. Jadi kita cuma mimpi keluar dari badan kita. Mbak Dini lewat, Guys. No, no, no, no, no. Jadi guys, di episode ke-8 ini tidak banyak yang terjadi. Hanyalah Arif yang bermimpi keluar dari tubuhnya dan dia mengekplore, Guys. Berkeliling hanya untuk dia kembali lagi ke tubuhnya. Seperti tidak ada kelanjutan, Guys. Tidak ada kepastian apa yang terjadi kepada Arif ke depannya. Tapi kita akan melanjutkan petualangan ini di eksperimen jahanam. Jadi, coba tulis di komentar #lanjutkan, Bang. Jika kalian pengen ini, lanjut ke episode selanjutnya. Dan pelajaran yang bisa diambil dari game ini adalah senjata terkuat untuk menolak atau melawan iblis atau setan adalah doa, Guys. Bahkan doa bisa melawan sesuatu yang lebih menakutkan daripada setan, yaitu manusia itu sendiri. So, segitu aja, Guys. Terjebak di alam setan. Walaupun singkat, gua harap kalian terhibur. Kalau kalian suka bisa like dan komen. Aku Billy Samuel pamit dulu. Sampai jumpa di episode ke9. Bye bye. [Musik]
Hai semua makasih untuk kalian yang udah mampir!! aku harap kalian terhibur dengan video-video ku!!
Game : Terjebak di Alam Setan
Terimakasih banyak buat yang udah like, comment, subscribe !!
Follow Social Mediaku :
〚 Instagram 〛
https://www.instagram.com/billysamvel
〚 Tiktok 〛
https://www.tiktok.com/@billyberak
Business inquiry :
billysamvcl@gmail.com
#billysamuel #billy