ATUN MASUK KEDALAM KEPALA MONSTER DEER DAN PRANK MOMON !! Feat @sapipurba Minecraft
Wah, hari ini cuacanya benar-benar sangat bagus sekali, Teman-teman, ya. Hm. Aku ingin cari si Momon. Wow, Mon. Weh, kok tidak ada sih si momon itu, Man? Enggak ada, Guys. Gak ada di rumah kayaknya dia. Hmm. Ke mana sih? Ah, ya sudahlah. Karena hari ini kan hari yang sangat cerah sekali kan, Teman-teman. Dan gimana kalau kita coba jalan-jalan di kampung aja di desa-desa ini? Pasti udaranya sejuk dan enak-enak. Mana tahu ada cewek yang suka sama Atun kan. Oke oke. Hmm. Anak zaman sekarang memang sangat keterlaluan. Emm. Apaan sih? I itu kan si Atun. Masa sih dia benar-benar melakukan itu? Ngomong apaan sih? Loh loh lo l loh. Kok mereka pada ngomongin aku kayak gitu? Kesal sama cok kayak gitu. Giji oh. Serius? W. Dik. Jangan mentang-mentang kau cowok tuh. Suka-suka kau. Ya aneh banget. Ah udahlah. Masa bodoh lah. Ariku lagi bergembira ini, ya. Hmm. Heh. Itu dia si Momon di sana. Ayo kita samperin. Baiklah, Mon. Jadi karena kamu pemenangnya, kamu berhak atas hadiah ini. What? Wuh. Wuh, wuh, wah, semuanya ini. Makasih ya, Pak. Makasih. Baiklah, semoga hadian kecil ini bisa e menghibur kamu ya, Mon, ya. Ah, iya, iya, Pak. Makasih ya. Terima kasih ya semuanya sudah mendukung Momon. Terima kasih Mon. Aku mendukung kamu, Mon. Jangan sedih lagi. Iya, iya. Makasih ya semuanya. Makasih. Heh, ngapain sih ada di sana? Eh, Mon, ngomong-omong kamu di sini ngapain? E em dapat penghargaan doang. Hah? Dapat penghargaan. Penghargaan apa sih, E, Pak, Pak, Pak ngomong-ngomong ngomong dapat penghargaan apa, Pak? Eh, dah, dah. Enggak, gak, gak. Apa apa-apaan sih? Ya ampun. Udah, udah. Enggak ada. Enggak ada. Usus, usus. Mencurigakan. Eh, eh, eh, Mon, Mon, Mon, Mon. Apa ngomong-ngomong penghargaan apa, Mon? Udah enggak usah kau urus. Gak ada. Wah, makin mencurigakan, Teman-teman, ya. Eh, Mon, Mon. Mon, Mon. Sepertinya kamu menyimpan sesuatu, ya. Enggak mau ngomong, ya. Ayo, katakan. Katakan tadi kamu dapat penghargaan apa ya? Penghargaan ada deh. Eh, ya ya ampun, keterlaluan ini. Wah, gak bisa gak bisa gak bisa. Pokoknya hari ini aku cari tahu nih, kira-kira si Momon ini lagi menyimpan apa ya? Kok diam-diam dia? H, setelah pikir-pikir kayaknya malam ini aku punya rencana, Guys. Let’s go. [Musik] Can C. Aku sudah berubah menjadi dukun-dukun. Aku kan pura-pura mencari tahu kalau dia adalah pendosa, Teman-teman. nya supaya dia akan mengatakan yang sebenarnya. Tapi sebelumnya itu kita coba melihat dulu si Momo ngapain. Oh itu dia guys pas di sana teman-teman ya. Ye ye asik asik aku dapat banyak ada kek nyom nyom ny dia makan kek saya wah banyak sekali diamond kita dapat cupcake lagi. Ada cupcake. Ada cupcake. Aku pengin makanap. Ya, ya ampun. Semakin mengut. Wah, ada ayam goyang lagi. Wah, semakin dilihat-lihat tuh semikin bikin kesal, Teman-teman, ya. Dia pasti nyembuin sesuatu tuh. Oke, oke. Bisa kita pura-pur jadi dukun, Teman-teman. 1 2 3 Eh, Ton kalau gila di rumah sakit jiwa bukan di sini. Diam. Aku hari ini sedang menjadi dukun dan aku mencium di sini ada manusia pendosa. Hombali Hombali. Hombali. Hombali. Hombali. Hombali. Semuanya mengarah ke kamu. Hei apa? Aura busuk ini mengarah ke kamu, Mon. Katakan sekarang juga. Apa dosa? Apa dosa yang telah kamu sembunyikan? Katakan karena kamu adalah pendosa yang sangat mengerikan. T kau jangan aneh-aneh ya. Udah malam nih. Tidur, tidur, tidur ya. Jangan. Ya ampun, hari ini aku mencium ada darah di sini, Mon. Wah, kalau kamu tidak mengatakan, kalau kamu tidak mengatakan yang sebenarnya, kamu tidak mengaku akan kesalahan kamu, perbuatan kamu sembunyikan, maka kamu akan didatangi oleh makhluk. Cepat. ngaku. Hah? Selamat malam. Bye bye. Iya. Iya. Keterlaluan. Dia tidak mau mengaku pula, Teman-teman. Hm. Sepertinya dia butuh sesuatu yang lebih serius, Teman-teman, ya. Oke, oke, oke. Baiklah, Teman-teman. Sekarang kita akan prank yang selanjutnya, Teman-teman. Ya, aku dapat satu ide yang keren banget, Guys. Tapi kita harus pergi menangkap dulu, Teman-teman, ya. Let’s go. Oke, Teman-teman, kita sudah berada di tempat yang sangat benar sekali, Guys. Ya, biasanya makhluk-makhluk yang mengerikan itu akan muncul di sini, Guys. Kita coba lihat dulu kira-kira ada di mana dia. Itu dia, Teman-teman. Betul sekali. Aku sedang mengincar monster dear di 99 Nights in the forest, Teman-teman. Eh, mana dia? Kok hilang? Eh, mana kamu? Dengan kekuatan ini teleportasi kita akan masuk ke dalam kepala dia dan mengendalikannya. Si Momon pasti akan sangat ketakutan kalau kita nge-prank dia memakai monster. Oke, kita pelan-pelan di sini. Pelan-pelan di sini. Oke, siapsiap siap-siap siap-siap. Oke, udah udah mulai dekat. 1 2 3. Wah. Hah. Hah. Wow. Kita udah masuk ke dalam kepalanya si monster dear teman-teman. Sekarang saja kita mengendalikannya dengan leluasa. Let’s go, baby. Cacang. Aku sudah mengendalikan monster dear, Guys. Hai, Momon, kamu akan aku incer pada hari ini. Let’s go, let’s go, Teman-teman. Oke, Teman-teman. Kalian lihat, Guys. Aku sudah menunggu di depan pintu rumah siomon. Setahu aku ya, jam-jam segini dia suka ke supermarket untuk beli barang. Ya, kita kerjain dia dan kasih paham kalau dia tidak boleh ada yang disembunyikan dan dia tadi sudah tidak percaya sama si Atun, Guys. Oke, baiklah kita tunggu dia keluar ya. Mana mana dia? Mana dia? Coca-Cola dulu ah. Ah, itu tu kita jalan. Jalan jalan jalaning. Kenapa nih? Eh, eh, eh, eh, tunggu. Kok aku merasa ada yang sembunyi. Sembi sembi sembunyi. Oke, sembuh. Eh, enggak ada, enggak ada, enggak ada. Terus siapa-siapa? E, mungkin salah dengar kali ya. Oke, kita ikutin lagi, Guys. Kita pokoknya kali ini kita cuma sekedar bikin-bikin kakek dia aja, Teman-teman, ya. Oke. Oke. Ikutin lagi. Ikutin lagi. Eh, iya. L kok kayak ada yang ngelhatin nih. Siapa, ya? Eh, siapa? Siapa? Ah, oke, itu cuma perasaanku aja deh. Oke, oke, oke, oke, oke. Nah, nah, nah, nah, nah. Dia akan masuk ke tempat belanja, Teman-teman. Nah, pada saat dia belanja-belanja gitu, kita kan takutin dia kayak keluar di depan jendela dia gitu ya, Teman-teman ya. Kita lihat dulu Dia ada di mana. Ah, di sana, di sana, di sana, sana. Habis itu dia akan lari mengejar kita dan kita sembunyi teman-teman. Ah, kita pula lewatin, lewatin, lewatin aja, Teman. Loh, apaan tuh? Ada anomali. Coba kita lihat mana itu. Loh, enggak ada. Tadi ada Anomani yang lewat aku salah lihat ya. Ya ampun mungkin kena malam ya. Ngantuk ya aku. Ya sudahlah kita masuk ke dalam aja deh. Oke. Oke. Oke. Oke. Oke. Sekarang saatnya kita masuk lagi teman-teman untuk kerjain si momon. Sebentar kita ada sesuatu yang keren-keren teman-teman. Nah ini dia. Oke. Mana dia? Mana dia? Oh, depan jendela dia ya. Aduh, ini semua barang di supermarket enggak ada. Mau jualan apa dia ya? Ah, pusing aku. Kita akan bikin Momon gak bisa gerak sama sekali, Guys. Oke, rasakan. Eh, loh. Loh, loh, kelihatan gak? Aku gak bisa gerak. Kasih jalet ini. Kasih jelek ni. Ho. Ya ampun, apaan itu? Kabur, kabur, kabur. Ya ampun, aku gak bisa gerak. Tidak. Oh, kabur kabur kabur kabur kabur. Oh no. Tadi aku lihat dia ada di sini. Coba aku lihat ya. Mana itu? Di sini kau. Eh loh kok gak ada jelas-jelas di sini loh. Tunggu tunggu tunggu. Dia pasti cari belakang nih. Kita kabur dulu, Guys. Dia pas cari-ci belakang, Guys. Kita kabur dulu. Kabur dulu. Tunggu. Apa? Jangan-jangan dia sembunyinya di belakang. Coba. K lihat di belakang. Eh, di belakang juga gak ada. Dia mau ke atas. Oke, oke. Kita ke sini, Guys. Oh, dia mau putar. Dia mau putar. Tuh, tuh tuh, Guys. Tuh, Guys. Tuh, Guys. Apa? Jangan-jangan dia pergi ke sini. Sak juga. Halusinasi. Halusinasi. Mungkin aku cuma halusinasi ya. Biasanya habis ini ke taman ini, Guys. Kita kerjanya di taman lagi, Guys. Ya kan, sambil minum-minum Coca-Cola atau apa gitu, Teman-teman ya. Malam-malam kayak gini ke taman sendirian menyepi. Kayaknya enak juga ya. Ah kita santai-santai dulu deh. Oke oke oke. Dia lagi di sana guys. Oke dia lagi belakang kita. Langsung kita langsung ke mana kita? Ke sini ke sini. Ke sini. Siap siap siap. Wow. Oke oke oke. Eh kok kayaknya ada ada suara orang jalan ya? Eh, loh, Guys, di bawah itu ada sesuatu tuh. Apa? Jangan-jangan itu anomali yang tadi kita lihat banget. Coba, coba, coba kita harus cek. Kita harus cek kiri ke atas. Ayo, ayo kita lihat mana? Loh, kok enggak ada? Gak ada gak ada. Gak ada. Eh, oke. Waduh, gak bisa ini. Aku harus kasih tahu polisi ini pasti ada bahaya ini. Aku harus ke kantor polisi. Sekarang juga kantor polisi dia, guys. Oke, oke, oke. Di kantor polisi nih. Seru nih. Seru nih. Makin seru, Teman-teman. Ya, kita kerjain lagi di kantor polisi, Teman-teman. Oke, aku mau lihat dulu kantor polisi seperti gimana. Pak, pak, pak, pak, pak, pak. Tolong, Pak. Tadi ada anomali aneh, Pak. Yang mirip rusa-rusa dia dari tadi mengincar aku, Pak. Tunggu, tunggu, Dek. Tunggu, Dek. Ya, kamu jangan asal ngomong dulu, Dek. Kamu itu enggak makan obat terlalu banyak kan. Apaan sih kamu bilang ada apa anomali-anomali di mana? Ada loh, Pak. Tadi aku pas di supermarket dia ngikuti aku terus, Pak. Terus badanku gak bisa gerak-gerak loh, Pak. Serius. Nah, nah, nah. Kita di sini, Guys. Kita di sini, Guys. Aduh, Dek. Sepertinya kamu itu terlalu ini, Dek. Terlalu ngigo deh, Pak. Pak, pak, Pak. Sekarang dia ada di belakang kau, Pak. Pak, kau tengok belakang. Ah, masa sih? Oke, Teman-teman. Kita akan membuat polisinya enggak lihat kita, Guys. Kita akan menghindar langsung kabur. Mana ada. Barusan aku lihat ada loh. Wah. Wah, Dik, kamu itu minum alkohol ya? Kamu mabuk ya? Hah? Enggak ada, Pak. Beneran tadi ada di belakang Bapak loh. Aduh, aduh, aduh. Ini enggak ada yang percaya aku. Aku aku aku enggak tahu lagi harus ke mana. Ay, pulang aja deh. Udahlah, pulang pulang pulang pulang pulang. Si Momo terbirit-birit kali ini dia pasti akan percaya dong kalau mulai ada kegelapan di dalam kehidupan dia, Guys. Karena dia adalah pendosa. Cara satu-satunya harus adalah harus mengaku apa yang telah kamu simpan-simpan. Nanti kita kasih tahu si Atun, ya. Hm. Baiklah, Teman-teman. Yang pastinya prank kita belum selesai, Guys. Hari ini kita akan prank dia di dalam rumah dia, Guys. Oke, let’s go, let’s go, let’s go. Oke, Teman-teman, sebelum si Momo masuk ke kamar dia, aku ingin memberikan dia satu surprise biar dia makin percaya kalau ini adalah kutukan kegelapan ya, Teman-teman ya. He. Oke, kita akan memulai tulis. Aku kesepian. Oh no. Aku butuh teman. [Tertawa] Aku suka orang berdosa. Jangan pernah ngaku ngaku dosamu dan jadilah temanku. Ah, ini ya, Teman-teman ya. Kita sign di sini tertulis monster de. Ini juga monster dear. An un anon aja dah. Oh, gitu aja teman-teman ya. Oke, kita masukin dulu sebelum dia masuk ke dalam guys. Lalu kita lempar ke sini. Oke dan kita akan tutup dan kembali berubah menjadi si monster diar. Let’s go. Tadi itu apaan ya? Aku jadi takut deh. Tapi, tapi kita gak boleh pikirin hal-hal buruk. Yang penting kita sudah dapat diamond cek, cupcake dan chicken. Itu adalah hari berbahagia kita. Ya sudahlah, mungkin tadi memang imajinasiku aja ya. Hem. Ya udah deh, aku mau tidur dulu. Mari kita tidur dan besok eh loh, apa tuh? Hah? Kok ada buku? Apa jangan-jangan ini komi aku ya? Coba-coba aku baca. Aku kesepian. Aku butuh teman. Aku suka orang berdosa. Jangan pernah ngaku dosamu dan jadilah temanku. Hah? Apaan nih? Eh, bikin takut aja. Ah. E, e, e, enggak, enggak, enggak, gak, enggak. Ini, ini, ini enggak benar nih. Apa jangan-jangan kata Atun benar ya? No. Eh, aku jadi banyak dosa. Makanya karena itu ada sesuatu yang suka sama aku gara-gara aku berdosa. Aku takut. Enggak tahu. Enggak tahu. Pokoknya aku tidur dulu ah. Enggak mau tahu. [Musik] Oke, Teman-teman ya. Karena si Momo sudah tidur, kita akan kerjain dia dengan menggunakan suara monster-monster, Teman-teman, ya. Oke, let’s go. Oke, baiklah teman-teman, si Momo lagi tidur di sana. Kita akan keluarkan suara. Kita ketok-ketok pintu. Tuk. Suara apa itu? Eh, kayaknya tadi aku dengar suara deh. Aku kesepian. Loh, jangan ganggu aku. Aku enggak kesepian. Gak ada. Gak ada. Suara apa itu? Engak ada orang. Kita sini sini K sini apa mungkin jadi halusinasi kali ya enggak ada apa-apa iya takut tidak oke oke. Selagi dia masih di sana aku akan membuat dia gak bisa gerak teman-teman. Wis gak bisa gerak. Kita akan ke belakang dia. Dia pasti bisa ngerasain sih. Oke. Oke. Kita di belakang dia nih. Aku gak bisa gerak. E, e, tunggu, tunggu. Aku merasakan ada sesuatu di belakangku. Tidak, tidak, tidak. Jadilah temanku. Jadilah temanku Anur. Iya, Bu. Iya, Bu. Kita cari Anur. Atur. Dia mau cari kita, Guys. Kita cepat tidur, Guys. Let’s go. Let’s go. Let’s go. Perpat itu. Perpat tidur. Eh, heh, Mon. Kenapa, Mon? Ya ampun. Tuh, tuh, tuh, tuh. Ada sesuatu di rumahku. Kamu harus pergi cek deh. Itu ada rusa-rusa yang mengerikan. Rusa apa sih? Kamu ngomong apa sih, Boy? Pokoknya kamu ke rumah aku cek sekarang. Ada ada monster, Tun. Ayo, ayo. Ya, ya ampun, Mon. Tadi aku kan sudah bilang sama kamu kalau di tempat kamu itu ada bau pendosa, Mon. Iya. Kamu cek dulu, bersihkan dulu baunya. Cepat. Eh, tunggu dulu, Mon. Tunggu dulu. Ya ampun, caranya mah gampang, Mon. Kamu itu melakukan dosa apa? Cuma tinggal itu doang. Enggak ada. Enggak ada y. Ya ampun. Enggak mau ngaku lagi dia, Guys. Kamu harus kamu simpan kan? Enggak mau ngomong. Enggak ada. Oke, oke. Terus kamu mau aku sekarang ngapain? Kalau kamu bukan pendosa terus kenapa ada monster-monster? Kamu halusinasi. Enggak gak usir monster yang ada di depan rumahku. Tun, cepat cepat cepat. Tunggu dulu. Kamu harus cita dulu. Emang emang kamu melihat sendiri pakai mata sendiri? Iya tadi dia di belakang aku. Serius kamu, Mon? Kamu yakin nih, Mon? Oh, iya. Ya udah ya. Awas enggak ada ya, Mon ya? Awas ya. Eh, beneran ada loh. Oke, aku masuk ya, Mon ya. Iya. Di sini aku sudah menyiapkan sesuatu, Teman-teman, supaya si Momo mau ngaku, ya. Kan dari tadi dia gak mau ngaku terus, Guys. Aku harus tahu sebenarnya si Momon ini itu lagi menyimpan apa, Teman-teman? Hem. Oke, tadi kan di sini keluarnya ya kalau enggak salah ya. Em, kita kan taruh di ini. Ini kita hancurkan dulu deh. Nah, begini ya, Teman-teman ya. Ah, ah, begini ya, Teman-teman ya. Lalu aku sudah menyiapkan cac. Kalian lihat guys. Aku sudah taruh ada mayat buatan di sini teman-teman ya. Dan sekarang untuk ngerjain si Momon kita cuma tinggal pakai buku, Teman-teman. Oke, sudah selesai, Teman-teman. Kita langsung tulis di sini kita tulis em penting e oleh siapa? Oleh Atuna. Kita akan lempar di sini, Teman-teman. Oke, kita akan kabur dulu, ya. Kita kabur dulu, Teman. Kita kabur di mana, ya? Oh, kita ke atas sini dulu, Teman-teman, ya. Ah, di sini dulu deh. Nah, kita di sini, Guys, ya. Sambil melihat si Momo reaksinya gimana, Teman-teman? Atun mana ya? Kok lama amat sih? Tira itu suara atun teriak. Atun, aku datang. Wi. Ya pun, ya, ya, ya pun. Atun dalam bahaya, Guys. Aku harus segera menyelamatkan dia. Kita lihat Tun, aku datang. Oh, mana? Mana? Eh, Atun, mana Tun? Eh, Anto, Atun sudah meninggoy. Badannya dimakan, badannya bolong. Aduh. Terus ini ada buku apa? Penting. Coba Mon. Apabila kamu membaca ini artinya aku sudah meninggoi. Mohon kamu sekarang sangat bahaya. Sedang ditarget oleh monster diri yang mengerikan. Aku sudah tanya dukun maut dan dia bilang hanya dengan memberikan sesajen maka kamu bisa bebas. Sesajen satu puji dia. Sesajen dua kasih semua makanan enak kamu. Sesajen tig ngaku dosa yang telah kamu lakukan semuanya. [Musik] Ya sudahlah aku kubur aja L niat mana ya? Dia malah kubur aku doang. H. Oke oke oke oke oke oke. Sekarang saatnya aku harus menggertak dia teman-teman ya. Kita akan berubah. Cocang. Oke. Mana dia? Mana dia? Oh, di sana. Di sana. Kita langsung ke belakang dia. Oke, di sini. Eh, kok di belakangku ada orang? Tidak, tidak. Oh, dia mau kabur. Dia ma. Oke, kita ke bawah. Kita ke bawah. Tunggu dia, Guys. Kita mau tunggu dia, Guys. Di sini kita kasih kesempatan kepada dia untuk untuk ini untuk bersembunyi. Eh, tunggu di belakangku kayaknya ada sesuatu deh. [Tepuk tangan] Kita kejar dia sampai dia terpojok, Teman-teman. Kita kejar sampai terpjok. Tidak kabur. Masih mau kabur. Masih gak mau kabur. Tidak. Oke. Oke. Masih mau kabur. Nih rasakan. Aku tidak bisa gerak. Oh no. Oh no. Tidak. Aku tidak bisa gerak. Oh no. Oh. Apakah kamu masih berani kabur, pendosa? Enggak, enggak, enggak, enggak, gak, gak, gak, ggak. Baiklah, jadi sekarang kamu harus ikut aku karena kamu adalah seorang pendosa. E enggak ggak gak gak gak gak. E aku aku akan melakukan ritualnya. Aku akan e tunggu ritual pertama apa ya tadi ya? Eh oke puji dia. Kamu ganteng, kamu keren. Oh iya ya luar biasa. Luar biasa. Oke oke oke oke. Yang kedua, memberikan sesajen. Aku kasih kamu ini aja ya. Ya ampun. Habis. Keterlaluan. Ternyata kamu memang suka mengerjai aku. Maka aku akan menangkap kamu dan memasukkan ke dalam ini. Ini tambah satu. Terus ini tambah ini kayak ini kayak kesukaanku. E ayam goreng. Janganlah ya. Eh mau ya? Mau ya. Oke oke oke oke. Semuanya. Ya ampun. Nih nih nih nih. Semuanya ini. No noh. Udah. Ah sama apa lagi tadi? Ada apa lagi tuh? Eh, tahu aja nih anak diamond ya. Eh, ini nih nih nih ni nih. Udah, oke oke oke oke. Ayo, ayo. Kita dapat semua dari si MOT. Eh, asik-asyik. Tunggu dulu ini mah enak-enak. Kita makan dulu, Guys. Sekarang kalau kamu memang mau lepas dari aku, cepat katakan apa yang kamu sembunyikan dari teman kamu. Tapi dia bisa hidup lagi kan kalau aku bilang tenang. Kalau kamu katakan yang sejujurnya, aku tidak akan jadi teman kamu dan akan kembalikan teman kamu kepada kamu. Oke, baiklah. Jadi sebenarnya itu Pak RT kan ngadain lomba kan untuk orang yang paling kasihan. Terus aku maulah hadiahnya. Lumayan kan bisa makan dapat diamond. Ini beberapa lagi enggak aku kasih tahu. Iya kan? Heeh. Nah jadi mau enggak mau itu atun ku jadikan korban. Ku bilang dia suka kali nge-prank aku. Budi-budi aku memang adanya itu. Iya. Karena itu aku bisa menang itu keterlaluan malah malah malah itu pula yang dibilang. Iya belum ku tambahin lagi itu dia pupu enggak pernah siram. Aku yang siram tuh semua. Capek kan di rumah aku semua itu. Udahlah capek aku. Tapi kalau cuma begitu doang harusnya tidak mungkin membuat semua warga sampai merasa jijik dengan dia. Coba katakan lagi apa yang kamu ngomong kepada semua warga. Nah itu aku ada tambah-tambahkan supaya dapat hadiahnya. Kan kita harus jadi orang yang lebih mantap kan. Apa kamu itu aku bilang? Dia suka bilang aku gendut, menghina-hina aku. Padahal kan aku cute ya, bukan gendut ya. Kemoy. Iya kan? Udah gitu dia suka mukul-mukul aku. Iya kan? Maksudnya PS5 aku yang dipukul itu baru suka ngintip aku pas mandi. Ketenalan, ketenalan, ketenal. Terus si Atun suka masa aku kerja itu kan kerja itu siram pupuknya ya. Sejak kapan? Terus dia minta duit sama aku pinjam enggak pernah mau bayar. Eh e eh tunggu tunggu tunggu tunggu tunggu dulu, Mon. Tunggu dulu, Mon. Eh, keterlaluan kamu ya, Mon ya. Katakan sejak kapan aku itu ngintip kamu mandi? Nah, kalau bagian itu memang aku tambah-tambahkan sih. Ya sudahlah ya, sini kamu, sini kamu. Keterlaluan ni sini kamu. Sini kamu. Keterlaluan kamu ya. Kamu keterlaluan nama baiku tidak. Oke de teman-teman karena semuanya sudah selesai jadi kita sudahai video kita pada hari ini ya guys ya. Terima kasih teman-teman sudah menonton video dari awal sampai akhir dan jangan lupa untuk dikasih like dan share dan subscribe ya teman-teman kalau kalian suka dengan video ini. Sampai jumpa lagi di next video berikutnya guys.
ATUN MASUK KEDALAM KEPALA MONSTER DEER DAN PRANK MOMON !! Feat @sapipurba Minecraft
Jangan Lupa untuk di Subscribe Channel @MOOMOO :
https://www.youtube.com/channel/UCqzxU2_l0r_48-RAy0lBHWg
#BANGJBLOX #minecraft #minecraftindonesia
IKUTI JUGA :
▶Bussiness : jblox.official@gmail.com
▶Tiktok : @bangjblox.tiktok
▶Instagram : https://www.instagram.com/andi_jblox/
▶Roblox : https://www.roblox.com/users/2388521656/profile
▶Group : https://www.roblox.com/groups/9697953/BANGJBLOX-FAMILY-2nd#!/about
▶Discord : https://discord.gg/Pc9Hw76n7X