SEDIH BANGET!! KEZRI & CIKO NANGIS AKU DI BUNUH DI MINECRAFT!!
[Musik] Wah, Guys, hari ini aku ingin bermain bola bersama Kesri dan juga Chiko. Lihat ini, Teman-teman. Di sini aku sudah berada di lapangan. Tapi entah kenapa Kesri sama Chiko tuh lama banget guys datangnya. Padahal di sini aku sudah semangat banget guys, ingin bermain bola dan mengalahkan Kesri dan juga Chico di sini. Woi, kamu. E, bentar, bentar, bentar. Siapa tadi memanggil aku? Wah, siapa itu, Guys? Wah, apakah benar kamu itu adalah Ferry? Waduh. Iya betul banget. Wah seperti di sini aku akan membunuhmu. W rasakan ini. Aduh tidak. Kenapa ini? Aku tiba-tiba dibunuh guys. Woi. Ciko cik di mana kamu? Bapak nungguin tuh. E bentar bentar itu bukannya suara kesri ya? Waduh bentar Kesri aku masih berak ini. Astaga kamu lagi berak lama bener cik cepetan. W. Aduh, udah udah nih. Astaga, lega banget. Hmm. Gimana kalau sekarang langsung aja kita ke lapangan. Cepat cepat kita sengaja pergi ke lapangan ini. Udah di oke oke. Woi, Pakik, ayo di sini kita bermain bola. Bentar, bentar, bentar. Ah, apa ini? Lihat ini kri Feri. Aduh, benar banget. Coba di sini banyak sekali darah di sini. Astaga, bentarbentar aku cek dulu. E, Bapak Arik, Bapak Arik, Bapak Parik bangun. Ayo kita bermain bola Kri setelah aku cek baki bernafas. Kenapa ini? Astaga apa? Jangan-jangan di sini meninggu, Ciku. Astaga. Tapi meninggoi kenapa? Di sini tidak ada tanda-tanda bahaya. Dan di sini Bapak Erik meninggoi. Sedih sekali Feri. Wah. Ah, tidak. E, bentar, bentar, bentar. Tadi aku kenapa? Astaga. Bukannya tadi aku sepertinya ingin dibuduh oleh seseorang ya? Tapi entah kenapa di sini badan aku baik-baik saja. Lihat tuh, Guys. Tidak ada yang terluka. Wah, berarti aku masih hidup di sini. Oh, tidak sedih sekali Pak Peri. Aduh, benar banget. Sedih banget ini meninggo. Bentar, itu suara siapa? Wah, apa ini? Tidak, di sini ada Kesri dan juga Chiku. Tapi ini siapa, Guys? Guys, kalau dilihat-lihat ini seperti aku, tapi aku di sini sekarang siapa? Oh my God. Apa-apaan ini, Guys? Aneh bener. Lihat, Guys. Sepertinya dia ini meninggoi dan banyak sekali darah-darah keluar. Aduh, Kri. Gimana kalau sekarang? Langsung aja kita kubur. Bang Ferik. Astaga, sedih sekali. Aduh, Bapak sedih sekali di sini. Bapak meninggo. Cepat-cepat kita harus kubur dia di sini. Aduh, betul banget. E bentar bentar bentar. Kenapa ini? Hah? Tidak teman-teman. Berarti kejadian tadi yang aku dibunuh itu bukan halusinasi, melainkan itu adalah kenyataan, Guys. Berarti sekarang aku ini adalah arwah. Tidak, aku sudah meninggoi, Guys. Ini dia kesri. Kita langsung aja kuburkan sekarang Bapak di depan rumahnya. Waduh, benar banget sih. Kok sedih bener kita udah gak bisa main sama Bang Ferik lagi nih. Benar banget sekarang cuman kita berdua doang. Aku rindu untuk bermain sama Pak Feri. [Musik] Sedih bener. Astaga, kenapa ini teman-teman? Ini aku masih di sini gak mungkin aku meninggoi. Woi, teman-teman. Wah, lihat ini guys. Aku bahkan tidak bisa memukul kesri. Oh my God. Aku tidak bisa mukul Ciko juga. Oh, ini berarti aku emang beneran sudah menigoi di sini. Padahal di sini aku belum siap untuk meninggoi. Astaga, Kri. Di sini aku sangat sedih sekali. Gimana kalau sekarang langsung aja kita pulang? Benar banget sih kalau kita mending pulang aja di sini. Di sini juga udah hujan nih. Astaga, Teman-teman. Tidak ada apaan itu, Guys? Guys, ini ini berawal dari tadi aku dibunuh oleh seseorang. Kira-kira seseorang itu siapa, Guys, yang membunuh aku? Padahal aku masih ingin di dunia ini, Guys. Ingin menghabiskan waktu untuk bermain bersama Kesri dan juga Chiko, yaitu adalah sahabat aku. Dan sekarang aku sudah meninggoy. Bentar, bentar, bentar. Kenapa ini? Wah, tidak. Kenapa ini? Sepertinya di sini aku tertarik ke atas, Guys. Wah, tidak. Aku tertarik. Wah, tidak. Bentar, bentar, bentar. Sekarang aku ada di mana ini? Wah, selamat datang. Sepertinya kamu sudah aku cabut nyawanya di sini. Jadi, yang membunuh kamu itu sebenarnya bukan seseorang, melainkan adalah aku. Aku ini adalah malaikat pencabut nyawa. Astaga. Eh, ternyata di sini kamu adalah malaikat penjabut nyawa ya. Wah, pantas saja, Guys. Tadi tiba-tiba aku meninggal. Ternyata hari ini adalah hari terakhir aku hidup di dunia Minecraft ini, Guys. Astaga. Walaupun aku sudah tahu kenyataannya, tapi tetap aja ini menyedihkan. Wah, betul banget. Hari ini adalah hari kematianmu dan di sini kamu itu banyak sekali berbuat kejahatan seperti mencuri. Kamu itu suka menghancurkan desa dan juga kamu bola sekolah tiap hari. Wah, parah benar. E, bentar, bentar, bentar. Apa-apaan itu? Mencuri, menghancurkan desa, dan bolong sekolah. Hah? Apa itu bukan aku. Hmm. Di sini aku jadi curiga deh, Guys. Apa jangan-jangan malaikat pencabut nyawa ini? Dia itu salah mencabut nyawa. Wah, ini benar. Udah jelas-jelas benar. Coba kamu lihat di buku catatanku ini. Oh my God. Buku catatan. Oke, kita bakal langsung aja lihat teman-teman. Apakah benar di sini nama aku tertulis guys bahwa aku itu meninggoinya hari ini. Kita bakal langsung aja lihat. Oke, di sini ada jadwal mencabut nyawa hari ini. Eh, bentar, bentar, bentar. Ferdi. Apa-apaan ini Ferdi? Namaku Ferik. Woi. Eh, bentar-bentar biar aku lihat lagi. Benarkah itu Ferdi? Bukannya e itu membacanya Ferik ya? Waduh bukan. Bentar-bentar. F E V R D ini. Astaga betul Fardi. Oh, sepertinya aku telah salah mencabut nyawa. Mama maafkan aku. Astaga. Apa-apaan itu lihat ini, Guys. Bahkan malaikat pencabut nyawa. Salah untuk mencabut nyawa orang. Ini bahaya banget. Astaga. Eh, tapi teman-teman di sini ada kabar baiknya yaitu adalah aku bisa hidup lagi di dunia. Teman-teman lihat ini guys. Di kanan ini sudah ada portal surga dan di kiri ini sudah ada portal neraka. Bentar, Teman-teman. Gimana kalau kita masuk surga aja? Pasti kalau di surga itu kan bakal enak banget guys. Semua permintaan kita langsung dikabulkan dan di sana tidak ada penderitaan. Hm. Gimana kalau langsung aja di sini kita masuk ke surga, Teman-teman? Soalnya kan aku meninggo juga kadang kesalahan malaikat pencabut nyawa. Wow. Bentarbentar. Ferix, Feri. Oh, sepertinya di sini kamu tidak boleh sembarangan untuk masuk ke portal surga atau neraka. Nanti aku bisa dimarahin oleh Tuhan. Ah, ini adalah kesalahanku. Gimana kalau kamu kembali lagi aja ke dunia? Oh my God. Jadi gitu ya? Astaga. Padahal aku udah senang banget pengen masuk ke dalam portal surga ini, Guys. Tapi ternyata enggak boleh. Ternyata aku bisa hidup di dunia lagi sekarang. Yeay, mantap. Mantap. Wah, betul banget. Di sini kamu bisa hidup lagi. Tapi dengan satu syarat, di dunia ini itu ada game yang di mana kamu itu harus menemukan siapakah impostor di balik dalam pembunuhan itu. Oh my God, itu semacam game kah? Wah, iya betul banget. Jadi di sini kamu itu harus memenangkan game itu. Nanti kalau kamu menang, aku bakal langsung saja turunkan kamu lagi ke dunia. Uh, jadi gitu. Wah, teman-teman, ternyata di sini aku mendapatkan tantangan. Tantangannya itu adalah di sini aku harus memainkan game, Guys. Yang di mana game-nya itu aku di sini harus menemukan kira-kira siapa pembunuhnya atau impostor gitu, Guys. Jadi, ada suatu tempat, Guys, di mana di sana itu banyak sekali pembunuh, Guys, yang suka membunuh orang-orang, ya, Teman-teman. Dan di sini aku ditugaskan untuk menangkap pembunuh itu. Wah, ini mah keren banget. Gimana kalau kita langsung aja coba, Guys? Biar aku bisa kembali lagi ke dunia. Biar aku bisa bermain bersama Kesri dan juga Chiko lagi, Teman-teman. Wah, betul jadi seperti itu. Tapi di sini harus ada timnya. Timnya itu terdiri dari tiga orang dan kamu di sini cuma satu orang doang. Oh, jadi gitu ya. Waduh, ternyata harus ada timnya, Guys, yang terdiri dari tiga orang. Aduh, gimana ya? Eh, bentar bentar bentar. E di sini apakah aku bisa mengajak teman aku? Tapi teman aku itu dia masih hidup. Bentar aku pikir dulu ya. Hmm, sepertinya bisa. Kamu ajak aja. Wuh, baiklah kalau begitu. Aku ingin mengajak dua teman aku yang ada di dunia. Oh, kalau begitu aku bakal langsung aja turunkan kamu ke dunia dan ajak mereka untuk bermain, ya. Wah, baiklah kalau begitu. Wah, aku ke mana ini? Bentar, bentar, bentar. Astaga, malaikat penjabut nyawa. Apakah aku sudah kembali ke dunia? Wah, iya benar banget. Tapi ini adalah jiwamu doang. Jadi, kamu harus memanggil temanmu. Cepat-cepat kamu cepat di sini. Oh, baiklah kalau begitu. Oke, ini dia, Guys. Akhirnya aku kembali ke dunia lagi. Tapi ini masih jiwaku doang, Guys. Ragaku masih ada di sini, Teman-teman. Oke, kalau begitu di sini aku harus ke tempat Chiko. Tadi Kri sem Chiko ada di sini, Teman-teman. Oke, langsung aja di sini kita buka, Guys. E, bentar, bentar, bentar. Astaga, lihat ini, Teman-teman. Ternyata aku bisa menembus, Guys. Aku bisa menembus pintu. Guys, aku di sini sangat takah sedih sekali. Benar banget, Chiko. Aku sangat sedih sekali di sini. Pak Feri tidak ada Ciko. Aduh, betul banget. Aku udah enggak mau lagi untuk bermain di luar soalnya enggak ada Bang Feri. E bentar bentar bentar lihat ini teman-teman. Ini dia Kri dan juga Chiko. Astaga ternyata Kesry sama Chiko dia masih bersedih, Guys. Gimana kalau sekarang langsung aja kita panggil? Woi, Kesri Ciko, kamu dengar aku enggak? Aku di sini enggak mau makan, Kesri. Tidak. Kenapa aku di sini tidak ada nafsu untuk makan sama sekali? Benar banget siikov. Aku jadi sant benar karena enggak ada Feriusnya. Kamu enggak meninggo. Lihat ini teman-teman ternyata Kesri dan juga Chiko tidak bisa mendengar suara aku. Wah gimana ya guys? Wah, teman-teman bantu aku. Ayo, Guys, langsung aja kalian bantu dengan cara klik tombol like dan juga subscribe, Guys, yang banyak agar di sini Kri Chiko bisa mendengar suara aku dan Kesri sama Chiko juga bisa melihat aku, Guys, di sini. Maka dari itu, Guys, kalian langsung aja klik tombol like dan juga subscribe sekarang juga, Guys, yang banyak. Woi, Kriiku. E, e bentar, bentar, bentar. Aku dengar suara itu. Suaranya enggak asing, Guysri. Aduh, benar banget. Itu seperti suara Bang Feri, Ciko. Eh, tapi kan enggak mungkin Bang Feri kan udah meninggi. Jangan-jangan ada hantu Bang Feri di sini. Astaga, hantu Pak Ferik. Woi Kri. Woi, Ciko. Aduh. Astaga, sakit. Oh, lihat tiba-tiba bocur Bang Feri di sini. Huh, benar banget ada Bang Feri. E, tapi kenapa kamu bisa ada di sini Bang Feri? Waduh, tenang dulu, Teman-teman. Kalian enggak usah takut dulu. Eh, sebenarnya aku meninggo itu karena aku dibunuh atau lebih tepatnya nyawa aku diangkat oleh malaikat pencabut nyawa, Teman-teman. Tapi ternyata malaikat pencabut nyawanya salah mencabut nyawa. Harusnya dia itu mencabut nyawa, yaitu seseorang yang bernama Ferdi. Tapi dia malah mencabut nyawa aku. Astaga. Berarti kamu sebenarnya enggak meninggo Pakari. Kamu masih bisa hidup. Oh, iya betul banget. Oh my God. Baguslah kalau gitu, Bang. Kalau gitu gimana? Kita main aja di sini. E bentar dulu teman-teman. Tapi di sini ada syaratnya. Yaitu adalah aku itu harus bermain game. Game yang di mana di situ aku itu harus menemukan pembunuh. Jadi ada sebuah tempat yang di mana ada pembunuh yang sering sekali membunuh orang-orang. Maka dari itu di sini aku harus memainkan game itu untuk menangkap si pembunuh agar aku bisa kembali lagi dengan jiwa dan ragaku yang utuh ke dunia lagi. Oh my God. E tapi kira-kira main game-nya gimana itu? Waduh. Iya, betul banget. Kalau kayak gitu, Mak. Di sini aku ingin bantu. Aduh, kalau kamu di sini ingin bantu cepat-cepat sini ikutin aku. Ayo, teman-teman. Aduh, let’s go. Let’s go. Oke, ini dia, Guys. Ternyata Kesi sama Chiko dia ingin bantu aku, guys. Agar aku bisa ke dunia lagi. Lihat ini dia malaikatnya. Wah, gimana, Ferdi? Eh, eh, bukan Ferdi de Feri. Gimana? Apakah kamu di sini sudah mengajak temanmu? Wah, sudah. Ini dia. Oh my God. Ini kah yang namanya malaikat pecabut nyawa? Aduh. Iya, betul banget, Ciko. Ini dia. Astaga, mukanya mengerikan betul di sini. Aduh. Iya, dia itu sangatlah mengerikan sekali. Oke, cepat langsung aja di sini teleportkan aku agar bisa bermain game itu dan menangkap pembunuhnya. Wah, baiklah kalau begitu. Apakah di sini kamu sudah siap? Waduh, aku udah siap. Gimana teman-teman? Kamu udah siap belum? Waduh, aku sudah di sini. Oke, ternyata di sini sudah siap. Wah, baiklah kalau begitu. Kalau udah siap langsung aja aku teleportkan dalam hitungan 3 2 s. Kenapa tidak? Wah, lihat ini teman-teman. Sekarang aku ada di mana nih? Tuh, lihat di sini banyak sekali orang. Kamu di mana? Aku di sini. Wah, di sini aku jadi warga sipil. Oh my God. Terus tugas aku di sini kenapa ini? Bapak ini tugas kamu. Kamu harus sembunyi dari pembunuh. Oh, jadi gitu ya. Oke. Oke. Di sini aku harus sembunyi dari pembunuh. Siapa nih kira-kira pembunuhnya? Aduh, aku juga tidak warga sipil, Bang Feri. Aku juga warga sipil, ya. Berarti sama aku juga, Guys, di sini. Oke, kita bakalan langsung aja lihat, Guys, kira-kira siapa pembunuhnya, Guys. Nanti kita bisa tangkap, Teman-teman, ya. Jika di sini kita mengetahui pembunuhnya, ayo, Teman-teman, kita bakalan langsung aja cari, Guys. Pembunuhnya yang mana ya, Guys? Aku bingung. Wah, ini dia pembunuhnya. Wah, tidak, tidak, itu dia pembunuhnya. Wah, tidak guys. Ini meninggoy, guys. Ternyata pembunuhnya adalah itu. Kalau gitu di sini aku harus itu dia, Guys, orangnya. Ah, tidak lari. Aku dikejar, Guys. Aku dikejar. Wah, ini Pak, pak itu dia Pak, pembunuhnya Pak. Wah, tidak ada yang mendengar aku. Gimana nih, Guys? Oke. Oke, kita bakal langsung aja di sini. Oh, gak bisa gak bisa lewat sini. Oke, kita bakal beli panah lah. Game over. Kenapa ini? Waduh, kayaknya kita udah kalah semua. Bang Perry. Astaga, betul banget. Wah, betul banget, Guys. Lihat, ternyata kita kalah. Pembunuhnya yang menang. Wah, jadi seperti itu, Teman-teman. Di sini kita harus memenangkan game ini. Kalau kita tidak menang, kita tidak bisa kembali ke dunia lagi guys. Oke, kita bakal langsung aja lihat, Teman-teman. Kira-kira nanti siapa ya, Guys, ya, pembunuhnya? Kita bakal tangkap. Oke, ini dia, Teman-teman. Kita masuk lagi, Guys. Let’s go. Kita bakal langsung saja di sini mulai, Guys. Kira-kira siapa pembunuhnya, ya di sini? Oh, di sini aku jadi warga biasa doang nih. Di warga sipil, Guys. Oke, oke. Aku juga jadi warga sipil di sini, Bang Feri. Waduh, aku juga, Pak Feri. Kita bakal cari pembunuhnya. Nah, betul banget, Guys. Kira-kira siapa pembunuhnya, ya? Soalnya di dunia ini itu tidak boleh ada orang yang membunuh, teman-teman. Itu adalah tindakan yang sangat berbahaya sekali, Guys. Oke, kita bakal ke sini, Guys. Ini apa, ya? Oh, ini buat ini, Guys. Buat mematikan lampu ternyata. Siapa kira-kira, Guys, pembunuhnya? Apakah orang ini? Apakah kamu pembunuhnya? Ah, bukan sepertinya, Guys. Let’s go. Kita bakal cari lagi, Guys. Di mana kira-kira pembunuhnya di sini? Oke, ini siapa, Guys? Aku takut. Eh, eh siapa tadi, Guys? Lah, aku mendengar sesuatu, Teman-teman. E di mana tadi ada yang membunuh sepertinya. Sepas suara mengurangi Perry. Teman-teman yang membunuh itu adalah orang yang berbaju biru. Astaga. As kayak berbaju di rumah peri itu mengerikan bener. Cepatcepat kamulah susah aja di sini cari. Oke. Oke. Ini dia guys kita bakal teleport ke kezri guys. Oke kita bakal langsung aja lihat di mana ya guys ya tadi. Di mana ya tadi guys? Oh yang berbaju birik ada di aku nih. Aku dikejar ini. Astaga kri kamu di mana? Bentar bentar. Oh ini dia guys. Ini dia. Wah parah sekali. Ini dia guys pembunuhnya guys. Cepat-cepat tangkap. Waduh, susah banget menangkapnya. Oke, oke. Itu siapa yang lari, Guys? Oke, oke. Kita bakal lihat, Teman-teman. Kesri ini dia Kesri lari lari. Lari ke bawah, Bang Feri. Kesri langsung terjun, Guys. Aku di sini sudah meninggo. Lihat tuh, Guys. Aku sudah berbahana. Aku tidak bisa membantu. Aduh, tidak, tidak. Ke mana ini? Nah, cepat Cik kamu beli aja ada di sini. Hah, serifnya enggak ada. Ke mana ya, Guys? Ya, jadi sherif itu adalah polisi, Teman-teman. Jadi di sini itu ada polisinya. Jadi tugas kita itu adalah melapor kepada Pak polisi, Guys. Oke. Siapa tuh yang jadi sherif? Wah, siapa tuh, Guys, yang jadi sherif, Guys? Kamu kasih. Aduh, bukan. Bukan aku, Paki. Oke, kita bakal lihat, Guys. Oh, tidak. Oh, di sini kita menang. Astaga, betul banget. Kita menang. Kita menang di sini. Wah, lihat itu, Guys. Kita menang. Tapi yang terbaik adalah dia, Guys. Oke. Oke. Di sini kita bakal langsung aja mulai lagi, Guys. Kita harus bisa memenangkan game ini, ya, Teman-teman. Dan kita bisa kembali ke dunia, Guys. Oke, kita bakal langsung aja lanjut ke game yang selanjutnya. Oke, ini dia, Guys. Kita bakal langsung aja mulai lagi. Oke, kita bakal mulai, Guys. Siapa yang menjadi? Oh, aku di sini jadi orang biasa lagi, Guys. Okelah kalau begitu kita bakal langsung aja cari, Guys. Kira-kira siapa pembunuhnya? Ayo Kri cari Kri. Nah, benar banget. Apalagi di sini aku menjadi warga sipil lagi, Bang Peri. Astaga serius Kri kamu menjadi warga sipil. Oke, kita bakal lihat. Serius aku menjadi warga sipil. Aduh, siapa Feri? Mana ya tapi pembunuhnya? Nah, betul banget guys. Kita bakal cari mana guys kira-kira pembunuhnya ya guys ya. Kita bakal cari guys siapa pembunuhnya kira-kira di sini? Kita bakal lihat dari atas sini guys. Oke, mana nih guys pembunuhnya? Kenapa di sini tidak ada pembunuhnya, Guys? Apakah ini? Oh, bukan, Guys. Dia ketakutan itu. Berarti bukan dia, ya. Kita bakal lihat apakah orang itu, Guys. P membunuhnya. Astaga. Gua kira dia pembunuh. Ternyata dia serifnya itu. Oh, dia sherif kah? Oh, siapa nih? Oh, bukan, Guys. Bukan, Guys. Siapa kira-kira di sini? Aduh, betul banget. Siapa ya, Bang Feri? Aku juga bingung. Wah, siapa, Guys? Kita bakal lihat, Guys. Apakah orang ini? Kenapa aku jadi takut, Guys? Sepertinya orang ini membunuhnya. Aku jadi curiga. Oke, oke, oke. Kita bakal ke sini, Guys. Kita bakal ambil koin dulu, ya, Teman-teman. Oke, kita bakal ambil koin di sini. Kita bakal langsung aja lihat, Guys. Kira-kira di sini pembunuhnya siapa? Apakah dia, Guys, pembunuhnya, Guys? Apakah dia? Apakah dia, Guys? Wah, betul. Wah, ini dia pembunuhnya. Lihat dia seperti malaikat pencabut nyawa itu. Astaga. Dia seperti malaikat pencabut nyawa, Bang Per. Eh, bentar-bentar. Tadi itu dia pembunuh atau bukan sih? Aneh benar, Guys. Tapi dia bawa panah. Kalau bawa panah itu serif, Bang. Oh, serif ya? Astaga aku gak tahu, Guys. Oke, oke. Aku juga pengen jadi sherif. Tapi gimana caranya ya jadi sherif? Kamu tahu enggak, K gimana caranya? Aduh, kita harus cari box dulu, Bang Peri. Nanti di box itu kita Gaca bisa mendapatkan sebuah Astaga, Kira ini dia ternyata. Dia seri tadi. Kira pemburu. Astaga, betul banget dong. Oke. Oke. Di sini aku harus cari box. Apakah ini? Bukan, Guys. Kenapa tidak bisa? Oke, aku sangatlah bingung sekali, Guys, untuk bermain ini. Tapi aku dapat apel, Guys. Oke, kita bakal lihat, Guys, kira-kira siapa di sini pembunuhnya. Di sini pembunuhnya belum ketahuan, Guys. Astaga, betul banget. Benar banget ini buunnya sepertinya jago, Bang Feri. Betul banget, Guys. Apakah dia sembunyi? Kita bakal cari di sini. Woi, pembunuh kamu di mana? Cepat kamu keluar. Astaga, mana nih? Enggak ada. Betul banget, Guys. Mana nih? Enggak ada ya, Guys, ya. Aku sangatlah bingung sekali, Guys. Kita bakal langsung aja cari dulu, Teman-teman. Pembunuhnya di mana, Guys? Gimana, Cik? Guys, ini udah menemukan belum? Aduh, masih belum, Bang Perry. Astaga. Mana ya, Guys? Aneh sekali, Guys. Oh, tapi, Guys, kalau dilihat-lihat di sini ada orang yang sudah meninggoi, Guys. Wah, ini siapa? Ini siapa, Guys? Oh my God. Ini siapa teman-teman? Aduh, aku masih hidup, Bang Fel. Jadi masih aman nih. Oh, aku di sini jadi ini jadi sherif. Oke. Oke. Di sini kita harus langsung saja menembak orang, Guys. Jangan sampai salah. Orangnya mana, ya? Kita bakal cari orang yang tidak membawa panah. Oh, apakah ini, Guys? Oh, dia membawa panah, Teman-teman. Jadi, panah itu kalau dia orang bawa panah, dia itu bukan pembunuhnya guys. Tapi dia itu sherif atau polisi. Ataukah ini, Guys? Ataukah ini? Kira-kira dia membawa panah atau tidak, Guys? Kita lihat, Guys. Wah, lihat ini dia kabur. Kita bakal lihat, Teman-teman. Siapa di sini serifnya? Siapa di sini? Ini kotak apa, Guys? Oke, oke, oke. Apakah ada yang membawa pedang di sini? Kesri, lihat bocah oren ini. Dia bawa apa? Astaga, dia bawa panah ternyata. Bukan. Bang Peri. Ah, siapa ya, Guys? Ya, membingungkan sekali. Oke, kita bakal langsung aja cari, Guys. Siapa di sini pembunuhnya? Aku harus bisa mencarinya teman-teman di sini. Oh, ini kah? Oh, bukan, Guys. Dia bawa panah juga. Ah, mana ya, Guys? Aku di sini jadi bingung. Makin susah panah. Betul banget. Aku jadi bingung di sini. Bentar bentar. Ini orang mencurigakan. Kita bakal ikutin aja guys. Let’s go. Kita ikutin teman-teman. Sebenarnya dia membawa panah atau pedang, Guys? Oke, dia ke sini guys. Oke, oke. Kita bakal langsung aja ikutin. Oh, ini dia. Ah, tidak. Aku menigoy orang itu, Guys. Ternyata perempuan kesri cepat-cepat kamu kalahkan. Kita bakal teleport ke Kesri, Guys. Oke, ini dia perempuan dia. Cepat kamu panah. Oke, kita bakal lihat teman-teman. Itu kah bang Ferry? Iya cepat cepat perempuan yang baju biru. Cepat panas sampai bisa. Oke. Wah tenang aja. Rasakan nih. Waduh. Wah gak bisa gak bisa. Astaga lihat itu casri langsung diserang. Wah ini dia, Guys. Berhasil. Wah lihat ini, Guys. Akhirnya di sini aku menang. Astaga betul banget Bang Feri. Walaupun kita meninggal tapi kita menang di sini. Wah betul banget banget. Gimana, Bang Fer? Wah, betul-betul berarti kalau di sini kita sudah menang, kita bisa kembali ke dunia, Guys. Ayo, Teman-teman, langsung aja kita kembali kepada malaikat penjaben nyawa itu. Betul, betul. Let’s go. Wah, lihat ini. Bentar, bentar, bentar. Aku di mana ini? Astaga, lihat guys. Aku sudah kembali ke dunia dengan jiwa dan ragaku. Ah, di sini aku harus keluar. Ini sepit banget. Oke, kita bakal keluar. Wi, bapari. Safari, kamu di mana? Cepat keluar. Aduh, ini aku keluar nih. Sabar sabar. Astaga, ternyata di dalam itu sangatlah sempit banget. Waduh, lagian bisa-bisanya si pelek penyabut nyawa ini salah cabut nyawa ini. Aduh, maafkan aku di sini aku tidak bisa membaca. Harusnya aku itu mencabut nyaamanya Ferdi. Tapi aku malah mencabut nyawanya Feri. Maafkan aku, Feri. Aduh, enggak apa-apa, malaikat. Yang penting di sini aku udah bisa kembali lagi ke dunia dan bermain bersama Kesri dan juga Chiku. Wah, baiklah kalau begitu. Oke, di sini aku mau lanjut ya, soalnya aku di sini ingin mencabut nyawa lagi. Aduh, baiklah kalau begitu. Tapi ingat ya, kamu jangan sampai salah cabut nyawa lagi. Wah, iya, Dek. Iya. Oke, terima kasih banyak, Feri. Aku mau lanjut di sini. Bye bye. Wah, lihat itu, Guys. Malaikatnya dia terbang ke atas. Bapak, Bapak, karena di sini kamu sudah kembali, gimana kalau kita bermain bola aja? Oh, let’s go. Let’s go. Banget kita main bola di sini. Oke, kita bakal bermain bola, Guys, di sini. Aku pasti menang. Aku menang. Waduh, aku yang menang ini. Ternyata seru banget, Guys, bermain bersama Kesle dan juga Chiko, Teman-teman. Oh, ini aku yang menang. Astaga, tidak, ternyata yang menang Kri. Keren banget kamu menang, Kri. Itu sudah benar. Aduh, Kri Ting ulang di sini. Ayo, ayo kita ngulang nih. Gokil banget. Cepat-cepat aku pengen lihat siapa yang menang di sini. Dan oke, Guys. Jadi, itu dia untuk video kali ini. Terima kasih buat kalian yang sudah nonton sampai akhir ya, guys ya. Oh ya, Guys, jangan lupa klik tombol like dan juga subscribe dan nantikan video kita selanjutnya. Video yang sangat seru pastinya. Oke, see you next video guys. Bye bye semuanya. Hi
SEDIH BANGET!! KEZRI & CIKO NANGIS AKU DI BUNUH DI MINECRAFT!!
Bantu Ferix dengan cara Subscribe dan Like
https://www.youtube.com/channel/UC0h-iwNnnnUr6PxrkmPtqmA
#Ferix #minecraft #minecraftindonesia
IKUTI JUGA :
▶IG : https://www.instagram.com/fearless_frx?igsh=Y3VsNGx5bnZuZ3Bn
▶Tiktok : https://www.tiktok.com/@ferixxmc?_t=8lK2JkzwgMK&_r=1
▶Email : ferixxmc@gmail.com