RICKY HERBERT GERAM! RISMON SIANIPAR BICARA KEBOBROKAN POLRI DIBAWAH TITO: KAMU SIAPA? SEENAK JIDAT!

Bahkan dia mau pengin jadi ketua komnas HAM ya. Bubar dunia persilatan kalau kau ketua Komnas HAM hancur negara. [Musik] Kasus tudingan ijazah palsu sudah dilaporkan secara resmi oleh mantan Presiden Indonesia Joko Widodo ke Polda Metro Jaya pada Rabu, 30 April 2025. Kelima terlapor adalah mantan Menpora Rai Suryo, ahli digital forensik Rismanianipar, Wakil Ketua TPU Rizal Fadilah, Tifauzia Tiasuma alias Dr. Tifa, serta seorang lainnya berinisial K. Mereka dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik melalui pernyataan yang dianggap memfitnah. Menanggapi laporan Presiden ketujuh Indonesia itu, Rism Sianipar berkoar dengan mengatakan siap korbankan nyawa. Dia menyeret juga nama mendagriti tokarnavian yang dikaitkan dengan rekayasa terhadap hasil digital forensik. Menanggapi hal tersebut, mantan Karawa Sidik yang juga seorang pengacara Ricky Herbert Sitohang ditemui duisc.id. Di sela-sela kesibukannya, ia menyampaikan hal ini dengan penuh emosional. Baik, terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat sore dan salam sejahtera untuk kita semua. Saya juga mengikuti perkembangan itu pada saat kalau enggak salah Resurio Rismon dan Tifa ya menuju Komnash HAM untuk minta perlindungan tentang hak asasi manusia. Saya lihat juga duduk tuh di dekat Komn Nasham tuh sambil bahasa yang kurang mendidik ya dari seorang Rismon juga. Saya juga bingung minta perlindungan tapi dia sendiri pun memperlakukan dirinya juga tidak ada etika sopan santun. bahkan mendiskreditkan Komnasham dan menyatakan bila penting dibubarkan saya jadi ketua Komnasham. Ini lucu nih manusia yang satu ini pengin dilindungi tapi arogan. Jadi saya enggak tahu nih bentuk manusia model apa semua disalahin sama dia. Sementara selama hidup di dunia ini enggak ada yang pernah dibuat yang baik terhadap negara ini. Apa sih yang sudah ditorahankan di negara ini? Sombongnya setengah mati manusia yang satu ini. Sebenarnya enggak layak untuk dilindungi manusia kayak gini. Datang ke Komnas Ham dengan gaya preman lagi. Gaya tu ngomong mendiskritkan Komnasham kemarin mendiskritkan polisi. Kudian besok mendiskretkan siapa lagi? Terus maumu apa di dunia persilatan nih? Ya kemudian datanginlah ke Surakarta, datangin ke sini, datangin ke sini. Enggak ada kerjaan nih orang nih. Pertanyaannya ya, apakah dia ini menggunakan dananya murni? Saya terpaksa ngomong kayak gitu. Emang pakai daun ke sana kemari ke sana kemari pakai biaya itu ya. Syukur-syukurlah kita berdoa itu biaya pribadi dia. Terus biaya siapa yang dipakainya? Apa setiap hari enggak ada kerjaan lagi nih manusia ini. Kerjanya lari ke sana lari ke sini enggak karu-karuan. Nah maunya kalau diterima Komnas HAM terus sesuai dengan keinginanmu merasa dikriminalisasi. Sekali lagi saya katakan bahwa yang mengkriminalisasi kamu itu ya kamu sendiri karena kau coba mengkriminalisasi orang lain terus kau merasa dikriminalisasi. Itu namanya flank victim namanya tuh ya. Saya sudah mengikuti ini aduh amit-amit jabang baik. Kemudian kayak gaya preman lagi di INWs kemarin tuh berdiri nantang-nantang sudahlah introspeksi diri kamu tuh. Nanti suatu ketika kamu sudah mendapatkan petaka yang kamu lakukan, kamu baru tahu rasa nanti. Terlalu sombong kamu ngomong kau mentang-mentang ini sombongnya setengah mata saya jadi geram lihat manusia ni ya. Yang bilanglah k si itu karena vian setan lah ya. Yang dibilanglah jenderal setan lah. Kapus lapornya setan lah. Lah kamu siapa? Kamu setan juga. Kalau gitu, nah saya jadi marah panas juga lihat ni manusia ini. Harusnya manusia gini enggak bisa dibiarkan lagi. Sudah terlalu lost control ya. Sudah enggak mempunyai etika orang berpendidikan tapi kok otaknya kok goblok kayak gini gitu loh. Blow on bego gitu loh. Saya terpaksa ngomong gitu karena mulutnya itu enggak bisa diatur lagi gitu loh. Sudah enggak ada etika, sudah enggak ada sopan santun ngomong seenak jidat. Emang kau kira dunia ini milikmu apa? Ini kira-kira jadi datangnya ke Komnas justru kontraproduktif. Kalau saya mengatakan Komnas enggak usah terima itu manusia. Wong dia minta dilindungi tapi dia sendiri arogan di sana kok. Bahkan dia mau pengin jadi ketua Komnas HAM ya. Bubar dunia persilatan kalau K ketua Komnas HAM hancur negara Indonesia kayak model-model KW itu ada 10 aja kayak kamu tuh rusak Indonesia nih. Kira-kira gitu ya. rusak malah balik kalau ada pemimpin tidak jujur ya yang diduga ijazahnya palsu tapi bisa menurut tahun negara Indonesia saya kan sudah berkali-kali mengatakan ya sudahlah ini kan semua sudah permainan semua ya saya terpaksa ngomong kita permainan saya rasa ratusan juta rakyat Indonesia juga bukan orang bodoh ya bisa memilih pemimpinnya dua periode terlepas apapun bukan orang bodoh enggak enggak mencermati situasi kondisi itu sekelas Presiden Republik Indonesia loh. Sekali lagi saya katakan saya tidak membela siapa-siapa. Kita harus objektif berpikir ya. Bandingkan. Saya sudah pernah ngomong kan saya capek sudah kenyang di daerah konflik ya waktu bunuh-bunuhan di Ambon sana saya ada di sana ya. Bedak-ledak di perbatasan sana antara timur-timur dengan laur saya ada di situ ya. Tapi dibandingkan dengan beliau ini Presiden Republik Indonesia ketujuh itu saya bilang tadi sebutir pasir saya enggak ada apa-apanya saya ini karena beliau sudah skala nasional dan internasional untuk membangun bangsa Indonesia itu sekelas presiden apalagi hanya sekelas saya seorang Riki Sitoanggar apa papanya apalagi sekelas Rismon gitu loh kaca diri itu Rismon tuh jangan banyak ngomong kamu akhirnya terpaksa ngomong kayak gini Terus saja pertama halus-halus mati kasar setengah kasar ini betul-betul bajingan betul manusia ini kok ngomong sudah enggak lepas seorang apapun alasannya eh ingat loh titoknasian itu sudah benar-benar menorekkan sejarah bom dia loh ya bom Bali yang mengungkap Bom Bali itu juga loh timnya tuh jangan main-main kau kau apa yang kau bungkap yang kau ungkap cuma kebobrokan yang enggak jelas saja loh menunjukkan kebobrokan dirimu. Jadi intinya bagiannya melihat mana sebagai mantan Kes ini ada indikasi ketakutan dia sudah terbaca eh terserah sama dia. Dia mau takut, mau ciut, mau apa, mau mati rasa, mau apa, gua enggak mikir lagi sama manusianya. Tapi bisa membaca enggak dengan saya sudah bisa membaca, tapi saya malas sudah untuk memposisikan diri ini siapa sih sebenarnya nih? Manusia yang benar, setengah benar atau enggak benar atau tanda kutip? Nah, berani kok bilang semua gila kok, semua setan kok. Kalau di setan, ya kok juga lebih setan lagi dong ngomong seenak perutmu aja gitu loh. Enggak tahu kok. Emang kau kira gampang cari jenderal. Kau cari apa kau dari mulai lahir kau ke dunia sampai sekarang ini sudah apa yang kau buat untuk Indonesia nih? Hanya bikin porak-poranda ya ngomong mus langit terus. Itu kira-kira bukan apa-apa saya. Oke. Biasanya saya tuh biasanya ngomong masih terukur, tapi kali ini melihat dia tuh gaya dan laganya tuh loh sombong benar gitu loh. itu kira-kira ya dengan kegagahan atau dengan spontanitas yang membahas suatu jas gemetar dengan stigma perbedaan antara dia berkata itu ya panjakan berkata itu kan dengan lag preman lah kasar kan begitu loh bahasanya juga bahasa preman kok kan pertanyaan saya kan cuma satu lah kalau kau bilang titoknavian setan itu mantan kapori bintang empat loh tuh dia tuh ikut mengungkapkan bom bali loh Ya, menyesuaikan buom Bali yang di Bali sana. Lah kok bilang setan lah. Terus kau tuh setan enggak kira-kira? Balikin lagi gitu loh. Ngomong seenak perutmu aja. Terus kepolisian bobrok terus kau apa? [Musik] Yeah.

RICKY HERBERT GERAM! RISMON SIANIPAR BICARA KEBOBROKAN POLRI DIBAWAH TITO: KAMU SIAPA? SEENAK JIDAT!

#trending #viral #rickyherbert #rickyherbertsitohang #pengacara #advokat #mantankarowassidik #mantanpenyidik #karowassidikpolri #penyidikpolri #rismonsianipar #rismon