Mengenal “Mister Extinction” | The Science of Falling in Love【INDO SUB】EP 2 | iQIYI Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Zhu Panpan.] [Zhu Panpan, aku ada di sini.] [Zhu Panpan, cepat kemari dan cari aku.] [Su Chengcheng, aku datang.] [The Science of Falling in Love] [Episode 2] Kelas sudah selesai! Murid-murid, peringkat pertama dalam ujian kali ini adalah murid baru di kelas kita, Zhu Panpan. Mari kita berikan tepuk tangan untuknya.

Apakah kalian menyukai teman baru? Suka. Namun, karena Zhu Panpan baru saja pindah ke kelas kita, dia masih belum terlalu familier dengan kalian. Jadi, karena biasanya dia juga jarang berbicara, maka bisakah kita membantunya? Dengan cara berinisiatif berteman dengannya. Agar dia lebih banyak bicara. Bagaimana? – Baik. – Baik. Halo. Jika kamu berteman denganku,

Aku akan memberikan semua jajanan ini padamu. Ini enak sekali. Ini enak sekali. Namaku Wang Lunye. Jika kamu berteman denganku, akan kuberikan mainan ini untukmu. Aku juga bisa menyuruh sopir keluargaku untuk menjemputmu. [Rumah kami sangat besar.] [Nanti,] [aku akan mengundangmu main ke rumahku.] Aku tidak mau berteman denganmu. Bu Guru.

Tidak semua orang suka berteman. Jika dia tidak suka berbicara, dia boleh tidak berbicara. [Terima kasih.] Siapa namamu? [Namaku Su Chengcheng.] [Pertunjukan Budaya Perayaan Hari Anak] ♫Kamulah sinar matahariku♫ ♫Sinar matahariku satu-satunya♫ ♫Kamu yang membuatku bahagia♫ ♫Tidak pernah sedih selamanya♫ ♫Kamu tidak tahu betapa aku mencintaimu♫ ♫Kita selamanya tidak akan terpisahkan♫ Zhu… Zhu Panpan. Menarilah.

Zhu Panpan. Menarilah, cepat menarilah. Zhu Panpan ini bagus dalam segala hal. Dia meraih peringkat pertama lagi di ujian kali ini. Hanya saja, sifatnya ini terlalu tertutup dan penakut. Hanya… Hanya balon sekecil ini saja, apa yang perlu ditakutkan? Hari ini, Ibu tidak takut rumah jadi kotor, juga tidak takut rumah jadi berantakan. Kamu injaklah

Semua balon-balon ini. Ayo. Injaklah. Pergilah injak. Kenapa diam saja? Ibu. Jangan panggil Ibu. Ibu menyuruhmu menginjaknya. Ini sangat menyenangkan. Ibu. Kemarilah. Kamu berdirilah di sini, dan lihat bagaimana Ibu menginjaknya, oke? Kamu berdirilah di sini dan lihat aku menginjaknya. Lihat aku menginjaknya. Lihatlah. Kamu lihatlah! Kamu lihatlah! Kamu lihatlah! Ibu. Ibu. Kamu lihatlah!

Kamu lihatlah! Ayo. Ayo. Injaklah. Injaklah. Kamu injaklah! Injaklah! – Aku akan mengajarimu! – Ibu. Ayo. Ibu akan memelukmu, lalu kamu injaklah. Injaklah. Injaklah ini, Nak! Injaklah! Injaklah. Ibu menyuruhmu menginjak balon. Ibu. Ada apa denganmu ini? Ibu. Jangan takut, Nak. Ibu. Zhu Panpan. Kenapa tidak pulang ke rumah? Nilai ujianku jelek.

Aku tidak berani pulang. Nilaimu 99, kamu masih bilang nilaimu jelek? Kamu adalah peringkat pertama di seluruh kelas. Lihatlah. Di bagian ini dikurangi 1 poin, jadi, bukan 100 lagi. Lihatlah, aku pun hanya mendapat nilai 74. Kamu jangan takut. Akan kutemani kamu pulang. Ini dia. Timun yang segar. Makan yang lahap, ya.

Bibi, ini enak sekali. Bolehkah aku makan semangkuk lagi? Baik. Boleh. Cukup? Sudah cukup. Bibi. Jika ibuku bisa memasak seenak ini, aku bisa makan 3 mangkuk besar setiap hari. Makanlah yang banyak jika enak. Bibi ambilkan sayur untukmu. Ibu. Aku juga ingin makan semangkuk lagi. Baik. Akan Ibu ambilkan untukmu. Bibi, Zhu Panpan sangatlah hebat.

Hebat apanya? Soal ujian kami kali ini sangat sulit. Hanya dia yang mendapat nilai di atas 90 di kelas. Benarkah? Dia lebih tinggi puluhan poin dari peringkat kedua. Biasanya, guru pun menyuruh kami untuk belajar darinya. Bibi, Anda hebat sekali, sudah mendidik Zhu Panpan sebaik itu. Masakan Anda juga sangatlah enak. Apakah Anda adalah peri?

Justru kamulah si peri kecil. Jika suka makan masakan Bibi, kelak, sering-seringlah datang ke rumah kami untuk makan. Aku belum pernah melihat Panpan makan 2 mangkuk nasi. Setelah kamu datang ke rumah kami, dia jadi makan dengan lahap. Bibi ambilkan daging untukmu. Ini. Apa kamu mau, Panpan? Ibu ambilkan sayur untukmu. Terima kasih.

Kita jangan bermain dengan Zhu Panpan. Benar. Dia sangat aneh. Pantas saja dia tidak punya teman. Zhu Panpan, mau makan es lilin? Kamu setengah, aku setengah. Apa selanjutnya, ya? Oh ya, kamu setengah, aku setengah, kalau menerimanya, maka kamu adalah teman terbaikku. Kelak, kita juga harus menjalani SMA dan kuliah bersama-sama. Kita akan selalu bersama.

Terima kasih, Su Chengcheng. Akan kuberikan hadiahku yang paling berharga untukmu. Kalau menerimanya, maka kamu juga adalah teman terbaikku. Bersulang. [Apa kamu masih ingat nama] [teman terbaikmu saat masih kecil?] Wang Lunye. Yu Hang. Beibei. Mengmeng. Dan masih banyak lagi. Sudah? Kamu pun tak akan kenal meski kusebutkan. Tidak ada lagi. Aku menyukaimu. Ulangi lagi.

Aku menyukaimu. Tidak. Kamu sama sekali tidak menyukaiku. – Aku… – Jangan bergerak. Perangkatnya sangat mahal. Lalu, bagaimana kamu ingin aku membuktikan bahwa aku menyukaimu? Karena kamu datang ke laboratorium kami sebagai seorang anggota tim peneliti sains, maka kamu harus membuktikannya dengan metode sains, yakni, dengan melakukan eksperimen. Melakukan eksperimen untuk membuktikan bahwa aku menyukaimu?

Benar. Dekan Chen. Diskusi kalian sangat bernilai. Penelitian korelasi emosional dan otak-komputer awalnya juga meneliti tentang bagian ini. Lebih baik begini saja, kalian rancanglah sebuah penelitian [Pemimpin prodi Laboratorium Otak dan Kecerdasan USTT] [Chen Xiaorong] secara sederhana, untuk melihat apakah menyukai seseorang bisa disimpulkan dari indikasi eksternal. Begini saja, bagaimana kalau kita menggunakan tema ini

Dalam sesi berbagi selanjutnya? [Aku selalu mengira bahwa] [hasil dari pernyataan cinta hanya ada 2 jenis,] [yakni diterima atau ditolak.] [Tidak disangka, masih ada jenis yang ketiga,] [yakni, melakukan eksperimen.] [Namun, sebelum] [eksperimen pacaran ini dimulai,] [aku masih harus…] [Junior Chengcheng.] [Tugasmu hari ini adalah] [membersihkan laboratorium molekul.] [Bukankah ini terlalu berantakan?] [Junior Chengcheng.]

Ucapanmu ini salah. Kamu tidak tahu, ada berapa banyak hasil eksperimen berharga yang lahir di tengah kekacauan ini. Kamu hanya melihat kekacauan di luarnya, tetapi tidak melihat makna semangat yang pekat di belakangnya. Memang benar-benar cukup “pekat”. Oh ya, Junior Chengcheng. Saat masuk ke laboratorium molekul, kamu harus memakai jas laboratorium

Dan memakai sarung tangan kerja. Baik. Aku melewatkan benda ini. Junior Chengcheng. Kamu membereskan semua ini sendirian? Apa memenuhi syarat? Ya, ya. Ini termasuk lumayan bagus. Ini… Di sini… Aku yang membereskan semuanya. Bersih, ‘kan? Bukan begitu. Itu… Apa kamu melihat jeruk di atas meja? Benda yang terlewatkan tadi itu sudah kubuang. Kamu membuangnya?

Memangnya kenapa? Itu sudah busuk. Itu adalah jeruk yang digunakan Senior Tertua untuk latihan menjahit operasi, dan kamu malah membuangnya. Jika dia menanyakannya, kamu jangan mengungkit tentang aku. Anggap saja aku tidak pernah datang kemari. Senior. Junior Chengcheng. Semoga kamu beruntung. [Apakah Senior Tertua begitu menakutkan?] [Aku sudah membuat masalah.] Dua buah ini

Seharusnya hampir sama. Bukankah sudah ketemu kalau begini? Teman. Aku pakai ponselmu sebentar. Copet! Berhenti! Tangkap! Tangkap! Hentikan dia! Copet! Berhenti kamu! Berhenti! Copet! Berhenti kamu! Hentikan dia! Berhenti kamu! Tangkap dia! Berhenti kamu! Copet! Berhenti kamu! Jangan bergerak. Terima kasih, Kakak. Bukankah kamu meminjam ponselku? Di mana ponselku? Kembalikan padaku!

Ponselnya kamu sembunyikan di mana? Aku tanya padamu. Di mana ponselku? Bawalah otakmu saat pergi keluar, oke? Orang sepertimu ini, masih saja jadi pencuri dan mencopet? Di mana ponselku? Katakanlah. Di mana kamu menyembunyikannya? Hanya ada beberapa kantong di sini. Ini ia. Terima kasih, Kakak. Bawalah otakmu saat pergi keluar. Jangan bergerak. Kuserahkan pada kalian.

Halo. Serahkan saja pada kami. Terima kasih. Chengcheng. – Ayo, bangun. – Kamu sudah menemukan barangnya, ‘kan? Iya, sudah. Kamu yang membawa mereka kemari? Terima kasih. Aku juga tidak membantu apa-apa. Terima kasih, Kakak. Sampai jumpa, Kakak. Kakak itu keren sekali. Benar, ‘kan? [Ini adalah ketua kelas kami, Gu Chen.] [Sifatnya sangat baik.]

[Selalu ada senyum yang menawan di wajahnya.] Zhu Jiafa. Di mana jerukku? Kakak? Senior Xixi. [Tidak mungkin begitu kebetulan, ‘kan?] Jeruk? Jeruk apa? Dua jeruk milikmu yang dipakai untuk latihan menjahit operasi itu? A… aku tidak tahu. Senior. Aku… Itu… Sewaktu bersih-bersih, aku tidak sengaja membuangnya.

Dua buah ini adalah yang paling mirip yang bisa kutemukan. Bagaimana menurut Anda? Pendatang baru? Kamu benar-benar tidak membawa otak. Siapa yang merekrutnya masuk kemari? Apa standar laboratorium kita jadi serendah itu? [Kali ini, aku sudah menyinggungnya.] [Semoga kelak] [aku tidak bertemu dengannya lagi.] [Gawat!] [Akankah dia juga ikut] [eksperimen pacaran besok?] Su Chengcheng.

[Apa kamu sudah siap?] [Sudah.] Detak jantung telah mengalami perubahan yang signifikan. Suhu tubuh meningkat 0,5 derajat celsius. [Eksperimen pacaran yang pertama] [Eksperimen dengan mendorong tubuh ke dinding] Suhu tubuh meningkat. Pupil membesar. Detak jantung semakin cepat. Kecepatan aliran darah meningkat. Bukankah ini adalah indikasi saat menyukai seseorang?

Apa ini masih tidak bisa membuktikan bahwa aku menyukaimu? Rancangan eksperimen ini bermasalah. Perubahan data fisiologismu saat ini tidak bisa langsung disimpulkan bahwa ini berhubungan dengan perasaan sukamu padaku. Ada kemungkinan bahwa ini disebabkan oleh stimulasi eksternal. Harus ditambahkan sebuah kelompok kontrol. Kelompok kontrol? Dengan siapa? Sudah selesai, belum? Suhu tubuh meningkat. Pupil membesar.

Detak jantung meningkat. Aliran darah meningkat. Apa yang terjadi? Tunggu sebentar. Kurasa kesimpulanmu dibuat dengan terlalu terburu-buru. Kamu tidak boleh menyimpulkan bahwa aku tidak menyukaimu karena adanya perubahan dataku tadi. Di lingkungan yang sama, saat kamu menghadapi Senior Xixi, berbagai jenis amplitudo data tubuhmu, mulai dari suhu tubuhmu, ukuran pupil, detak jantung, aliran darah,

Jauh lebih tinggi jika dibandingkan saat eksperimen denganku. Ada apa? Kamu menyukai Zhang Xixi? Senior. Apakah kamu menyuruhku melakukan eksperimen denganmu untuk membuktikan bahwa aku menyukaimu, hanyalah sebagai alasan untuk menolakku? Kamu saja tidak bisa membuktikan bahwa kamu menyukaiku, bagaimana aku bisa menjawabmu? Aku akan membuktikannya padamu. Aku mau sepuluh porsi tendon sapi,

Sepuluh porsi daging punggung sapi, sepuluh tusuk sate kambing, lima porsi cumi-cumi, lima porsi tulang renyah, dan dua porsi tahu gulung. Tunggu sebentar. Apa kamu bisa menghabiskannya? Hewan pun tak akan bisa memakannya sampai habis. Bukankah masih ada kamu? Kamu tidak makan? Tambah lagi 2 porsi sayap ayam. 50, 51, 52. Kakak.

Kamu sudah menghabiskan semua sate yang bisa kumakan seumur hidupku. Sudah, jangan makan lagi. Aku tidak mau. Aku tidak senang. Aku harus mengandalkan makanan untuk mendorong sekresi dopamin. Jika tidak, aku tak akan bahagia. Tidak, kurasa ucapan si Murid Teladan Xiao ada benarnya juga. Coba kamu pikirkan. Kamu baru mengenalnya beberapa hari,

Tetapi, kamu sudah bilang bahwa kamu menyukainya. Kalau itu aku, aku pun tak akan percaya. Lalu, apa aku sendiri tidak tahu siapa yang aku suka? – Kamu tidak tahu. – Aku tahu. Li Meizi, kuberi tahu kamu. Sekarang, aku akan kembali ke kamar. Aku akan giat belajar. Aku akan membaca semua buku.

Aku ingin memberi tahu Xiao Yuhe bahwa dia juga salah saat membantah ucapanku. Aku akan pergi sekarang. Lalu, tusuk satemu in? Halo. Aku Musk. Luar biasa! Luar biasa! Mulai memindai. Xiao Yuhe. [Musk. Peneliti. Xiao Yuhe] [Jenis: robot pendamping emosional] [Tahap: mewujudkan fungsi pengenalan ekspresi] Suasana hatimu sekarang adalah bahagia dan gembira.

Siapa yang pergi lalu tidak mengunci pintu? [Ada yang bilang,] [cinta adalah pertandingan antara kekuatan yang setara.] [Dalam pertarungan] [yang kekuatannya berbeda drastis ini,] [bahkan jika akan mati,] [aku pun harus mati karena telah menyerang.] Pagi, Senior. Junior Chengcheng. Bukankah kemarin sudah kubilang padamu bahwa dilarang makan dan minum dalam ruang kerja? Maaf, Senior.

Aku akan makan di luar. Tunggu sebentar. Kamu minum teh susu, kenapa tidak pakai sedotan dan malah pakai sendok? Isi teh susu milikku ini ada banyak. Lihatlah, di dalamnya ada kacang, kismis, kelapa, puding, dan masih ada yang lain di bagian bawahnya. Jadi, tak akan bisa disedot dengan sedotan.

Kalau begitu, mana bisa ini disebut teh susu? Kamu sebut saja ini es campur cincau. Bagaimana ini bisa sama dengan es campur cincau? Teh susu harus diminum seperti ini baru enak. Beli satu gratis satu di toko teh susu. Kamu mau mencobanya? Tidak perlu. Tidak perlu. Lihatlah. Aku bisa menyedotnya. Kamu sungguh hebat.

Jika kamu suka, kelak saat aku beli teh susu, akan kubawakan segelas untukmu. Bagus sekali. Dalam 2 hari ini, ada beberapa hal yang tidak kamu mengerti. Aku bukan sengaja ingin… Guru Du. Senior. Semalam, aku sudah memeriksa banyak referensi. Menggunakan data fisiologis untuk menentukan apakah seseorang menyukai orang lain,

Dari awal itu hanyalah kesimpulan satu arah. Saat menyukai seseorang, akan membuat detak jantung semakin cepat, konsentrasi oksigen dalam darah meningkat, dan sekresi hormon bertambah. Namun, setelah seseorang muncul kondisi seperti ini, tidak bisa langung disimpulkan bahwa dia telah jatuh cinta. Oleh sebab itu, saat aku melakukan eksperimen denganmu, bahkan jika seluruh dataku memenuhi syarat,

Itu juga tidak bisa membuktikan bahwa aku menyukaimu. Kamu ingin aku membuktikan satu hal yang tidak mungkin bisa dibuktikan. Sepertinya kamu sudah banyak belajar. Menyukai seseorang memang tidak bisa dibuktikan. Apa maksudnya? Kamu sedang mendukungku? Perasaan suka tidak bisa dibuktikan, [Laboratorium Otak dan Kecerdasan] [Eksperimen Pembuktian Rasa Suka] tetapi, bisa diamati. Pada tahun 2003,

Melalui pemindaian MRI otak besar dari 17 pasangan, Laboratorium Helene Fischer menemukan bahwa ketika mereka sedang mengamati foto pasangan, maka area tegmental ventral dan area nukleus kaudatus dari daerah otak tengah muncul pengaktifan yang signifikan. Selain itu, pada mereka yang cintanya semakin dalam, keaktifan kedua daerah ini akan semakin kuat.

Jadi, kita bisa menentukan apakah orang ini menyukai seseorang atau tidak, dengan cara mengamati apakah kedua area ini teraktifkan atau tidak. Eksperimen kita harus dilakukan ulang. Kita masih harus melakukan eksperimen? Sebelumnya, saat kita melakukan tes pencitraan fungsi otak inframerah-dekat, area tegmental ventral dan area nukleus kaudatus milikmu tidak aktif. Kamu bilang itu karena

Suasana laboratorium tidak bagus. Lain kali, sebelum mengumpulkan data, kita bisa mengolah suasananya terlebih dahulu. Apa maksudnya? Kencan. Melakukan hal yang sering dilakukan oleh pasangan, untuk meningkatkan kedekatan di antara kita. Dengan begini, saat kamu sedang melakukan tes MRI Fungsional, area fungsi otak yang bersangkutan akan lebih teraktifkan. Kencan? Kamu bisa memikirkan,

Adakah tempat yang ingin kamu kunjungi, atau hal yang ingin dilakukan. Beri tahu aku setelah memikirkannya dengan baik. Baik. Kawan-kawan. Dia mengajakku pergi kencan. Dia yang berinisiatif memberitahuku. Apa kamu sudah memikirkan mau pergi ke mana? Aku sudah menelitinya. Museum Seni Bata Merah cukup bagus. Selain itu, belakangan ini ada pameran seni perangkat.

Kurasa, setelah melihat pameran, kami bisa pergi ke kafe di sebelahnya untuk duduk santai. Seharusnya itu cukup menyenangkan. Boleh juga. Kamu sudah membuat strategi, ya? Kukira kamu akan memukulku. Chengcheng. Meizi. Ketua Kelas. Tugas Fisika harus dikumpulkan besok. Waktu tes bahasa Inggris juga sudah keluar. Kulihat hanya kalian berdua yang tidak membalas di grup.

Astaga, sudahlah, jangan membahasnya lagi. Bukannya praktik Teknik Elektronika kita pada semester kedua baru saja selesai? Beberapa hari yang lalu, kita baru mengumpulkan tugas Statistik dan Biologi. Aku ini sedang kelas 3 SMA, ya? Anak SMA. Kita ini benar-benar seperti membayar biaya sekolah untuk kuota 1 orang, mempelajari pelajaran untuk kuota 2 orang,

Dan mengerjakan tugas untuk kuota 4 orang. Ada tugas dan ujian di bagian sini, dan ada laboratorium di bagian sana. Aku sungguh sangat kesulitan. Namun, Chengcheng, bicara soal laboratorium, Laboratorium Otak dan Kecerdasan yang kamu pilih itu adalah laboratorium utama negara. Itu adalah kesempatan yang sangat bagus. Jangan membahasnya lagi. Laboratorium kami penuh dengan master,

Cuma aku saja yang seorang pemula. Selain itu, kuberi tahu kalian, ada seorang senior yang sangat menakutkan di laboratorium kami. Melihat rupamu yang begitu bersih, bagaimana bisa kamu jadi orang yang sehina itu? Begitu melihat pria yang disukai, langsung pergi mendekatinya. Apakah Wang Jiaze adalah orang yang bisa kamu kejar? Kenapa berani berbuat seperti itu?

Jangan gila. Tenanglah sebentar. Dia tidak mungkin berpikir kalau aku yang memberikan itu padanya, ‘kan? Aku harus bagaimana? Aku harus bagaimana? Chengcheng. Ambillah dan cepat pergi. – Aku tidak berani. – Katakan padanya. Katakan padanya. Cepat pergilah. Senior. Itu… – Ini ada tisu. – Jangan ikuti aku. Senior Jiafa. Baik, aku ke sana sekarang.

Aku baru saja mendengar kalau kamu datang ke laboratorium, dan tujuanmu adalah untuk berpacaran dengan Xiao Yuhe? Aku agak bingung. Apa kamu merasa bahwa laboratorium ini cocok untuk berpacaran, atau kamu jadi sangat ingin berpacaran ketika masuk ke laboratorium ini? Apa maksudmu tidak berbicara? Kamu merasa kalau aku menyulitkanmu?

Jangan menaruh niatmu di tempat yang salah. Tahukah kamu, ada berapa banyak harapan yang kami gantungkan pada Xiao Yuhe? Tahukah kamu seberapa berharganya waktu eksperimennya itu? Jangan berulah sembarangan lagi. Apa kamu masih ada urusan? Kalau tidak ada, pergilah. Sampai jumpa, Pak Guru. Su Chengcheng. Sudahkah kamu memikirkan lokasi eksperimen? Urusanku hari ini terlalu banyak,

Jadi, aku masih belum sempat memikirkannya. Kalau begitu, jangan dipikirkan lagi. Aku akan memberitahumu setelah memikirkannya. Sirkuit otak Master memang berbeda. Mengolah suasana kencan. Memperkuat tingkat kedekatan. Sinyal fisiologis dan tes aktivitas otak. Kalau suka, ya suka. Kenapa begitu berbelit-belit? Benar, ‘kan? Suka padaku? Tidak mungkin. Pria, terkadang memang seperti ini. Tidak enak hati

Untuk langsung mengungkapkan perasaan. Chengcheng, apa kamu sudah memutuskan mau pergi main ke mana? Masih belum. Kak Ying. Kamu mau pergi ke mana? Kelas Guru Du itu agak sulit. Aku meminjam catatan senior tahun lalu, dan berencana untuk mempelajarinya terlebih dahulu. Kalau begitu, aku ikut denganmu. Kebetulan aku juga berencana untuk mempelajarinya terlebih dahulu.

Pinjamkan padaku catatannya nanti. Baiklah. Murid baik tetaplah murid baik. Sudah semalam ini masih saja mau belajar di luar. Kita tadi bicara sampai mana? Bicara tentang kencanmu. Cepatlah kamu tanyakan padanya. Bagaimanapun, kamu harus tahu ke mana, untuk menyiapkan pakaianmu, ‘kan? Bukankah aku akan terlihat terlalu berinisiatif? [Tempat kencannya di taman bermain.]

[Besok siang pukul 14.00.] [Mari bertemu di lantai bawah asrama.] [Apartemen mahasiswa S3] [Su Chengcheng.] [Su Chengcheng.] [Zhu Panpan.] [Zhu Panpan.] [Aku ada di sini.] [Cepat kemari.] [Cepat kemari.] [Zhu Panpan.] [Aku ada di sini.] [Su Chengcheng.]