Su Chengcheng bertemu dewa laki-laki | The Science of Falling in Love【INDO SUB】EP1 | iQIYI Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Aku menyukaimu. Ulangi lagi. Aku menyukaimu. Tidak, kamu sama sekali tidak menyukaiku. – Aku… – Jangan bergerak. Perangkatnya sangat mahal. Jelas-jelas aku menyukaimu. Saat jantung seseorang berdebar, maka area tegmental ventral dan area nukleus kaudatus akan teraktifkan. Hasil dari tes pencitraan fungsi otak inframerah-dekat menunjukkan bahwa saat kamu bilang kamu menyukaiku,
Beberapa area otak ini sama sekali tidak bereaksi. Jadi, itu artinya kamu sama sekali tidak menyukaiku. Alasan mengapa tidak ada perubahan dalam dataku adalah karena lingkungan di sini tidak baik. Jika suasana hatiku terpengaruh, maka aktivitas otak besar tentu saja akan tertekan. Aku sendiri pun tahu, bahwa aku jelas-jelas menyukaimu. Bagaimana kamu bisa membuktikan
Bahwa ini disebabkan oleh faktor luar, dan bukan karena kamu sama sekali tidak menyukaiku? Saat… aku melihatmu, detak jantungku semakin cepat. Ada banyak alasan kenapa detak jantung meningkat cepat. Tekanan, kecemasan, kurang tidur, minuman perangsang, semuanya bisa menyebabkan detak jantung meningkat cepat. Wajahku memerah saat melihatmu. Aku juga memimpikanmu saat tidur di malam hari.
Wajahmu memerah mungkin karena kamu punya penyakit tulang leher. Pergeseran tulang leher merangsang saraf simpatik dan membuat pembuluh darah kapiler di wajah membesar. Bermimpi, penyebabnya lebih banyak. Lalu, bagaimana kamu ingin aku membuktikan bahwa aku menyukaimu? Karena kamu datang ke laboratorium kami sebagai salah satu anggota tim eksperimen kami, maka kamu harus menggunakan metode sains
Untuk membuktikannya, yakni dengan melakukan eksperimen. Melakukan eksperimen? Untuk membuktikan kalau aku menyukaimu? [The Science of Falling in Love] [Episode 1] [Universitas Sains dan Teknologi Tenggara] [Namaku Su Chengcheng.] [Su Chengcheng] [Universitas Sains dan Teknologi Tenggara. Teknik Biomedis. Mahasiswa tahun kedua] [Saat ini, aku adalah mahasiswa tahun kedua] [jurusan Teknik Biomedis]
[di Universitas Sains dan Teknologi Tenggara.] [Saat itu,] [Universitas Sains dan Teknologi Tenggara] [Surat Pemberitahuan Penerimaan] [aku sangat berprestasi] [dan berhasil masuk ke universitas terkemuka ini.] [Awalnya, kukira bahwa dalam sekolah dengan] [rasio pria dan wanitanya sebesar 7:1 ini,] [Rasio murid pria sebesar 86%] [Rasio murid wanita sebesar 14%] [pada akhirnya aku akan bisa menemukan]
[cinta yang romantis.] [Namun, tidak disangka bahwa] [ternyata 80% dari murid pria] [sama sekali tidak punya rencana untuk berpacaran.] [Mereka hanya ingin hidup bahagia] [bersama kawan-kawannya.] Duduklah dengan stabil. [Saudara baik] [Sedangkan 20% dari murid pria sisanya] [yang ingin berpacaran…] Ini adalah palu pertama yang kubuat [Sedang menyatakan perasaan] dalam praktikum pengerjaan logam.
Kurasa, ini sangat bermakna. Ini untukmu. [Orang yang duduk di bangku belakang sepeda ini] [Li Meizi] [Teman sekamar Su Chengcheng. Ahli percintaan yang tak memiliki pengalaman pacaran] [adalah teman sekamarku, Li Meizi.] [Dia selalu menyebut dirinya sebagai ahli percintaan,] [tetapi, sebenarnya dia sama denganku,] [yakni, tidak pernah berpacaran sekali pun.] [Tahun pertama,]
[aku melewati 1 tahun ini dengan ceroboh.] [Kini, tahun kedua,] [aku pun menetapkan 3 target untuk diriku sendiri.] [Tiga target kecil milik Su Chengcheng] [Berpacaran] [Jangan sampai gagal dalam pelajaran. Menabung untuk membeli motor listrik] [Target pertama adalah] [aku harus menjalani sebuah] [hubungan asmara yang membara.] [Hari ini adalah acara perkumpulan mahasiswa baru]
[Acara Perkumpulan Mahasiswa Baru] [yang diadakan setahun sekali,] [yakni waktu yang terbaik untuk mewujudkan target.] [Setelah meringkas pengalaman gagal tahun lalu,] [kuputuskan tahun ini] [aku tidak akan duduk diam lagi.] [Aku harus berinisiatif menyerang.] [Semoga aku bisa menang dalam pertarungan pertamaku.] [Target sudah terkunci. Serang!] [Sudah siap?] [Maju] Halo. Permisi, apakah kamu punya korek api?
[Tingkat kesalahan. Tingkat ketegangan] [Sudahlah.] [Ini seperti nyala api cinta kecil] [di antara kita] [yang telah padam.] [Muncul target baru.] [Serang dengan kekuatan penuh!] Halo. Permisi, apakah kamu punya korek api? Ada. Kalian duduklah. Kalau begitu, ayo kita saling menambahkan WeChat. Halo, teman. Aku dari Universitas Normal sebelah. Bisakah kamu membantuku membuka tutup botol ini?
[Peringatan! Peringatan!] – [ada orang yang mencuri menara.] – Boleh, boleh. [Kristal kita sedang diserang.] Terima kasih. [Sesuai dugaan,] [lagi-lagi gagal.] [Ini adalah teman sekamarku yang lain,] [Xie Xiaomeng.] [Xie Xiaomeng] [Wajahnya manis. Sifatnya lembut. Karakternya luar biasa. Prestasinya unggul] [Impian semua murid pria di USTT] [Wajahnya manis,] [sifatnya lembut,] [karakternya luar biasa,] [prestasinya unggul,]
[merupakan impian] [semua murid pria di USTT.] Kak Ying. Menurutmu, bagaimana kalungku ini? [Lin Ying.] [Dia tidak pernah punya] [kekhawatiran soal hal vulgar semacam percintaan ini.] [Lin Ying] [Tidak punya kekhawatiran soal percintaan. Sangat suka belajar. Peringkat pertama di kelas] [Julukannya: Kak Ying] [Dia hanya fokus untuk belajar,]
[dan selalu menjadi juara satu dalam setiap ujian.] [Jadi, kami memanggilnya sebagai] [Kak Ying.] Seharusnya dikerjakan seperti ini. Seharusnya aku sudah memikirkannya sejak awal. Kalian sudah pulang? Apakah acara perkumpulannya lancar? [Dia benar-benar membahas hal yang tidak perlu.] [Sepertinya, aku memang tidak cocok] [untuk berpacaran.] [Lebih baik aku tidur dengan baik,] [dan belajar dengan giat.]
[Tidak gagal dalam pelajaran adalah yang terpenting.] [Sudahlah.] [Lagi-lagi kesiangan.] [Su Chengcheng.] [Daftar presensi akan segera dipanggil.] [Kamu akan datang atau tidak?] [Guru ini sangatlah terkenal.] [Sekali saja terlambat,] [maka nilai afektif akan lenyap semuanya.] [Gawat!] [Rantai sepedanya lagi-lagi terlepas.] [Bagaimana ini? Bagaimana ini?] [Di depan adalah jalan menurun.]
[Gedung kelas masih sejauh 300 meter lagi.] [Berdasarkan kecepatan saat ini,] [seharusnya aku juga bisa langsung meluncur ke sana.] Teman, rantai sepedamu jatuh ke tanah. [Jika memungut rantai sepeda dulu,] [Estimasi 2 menit hingga tiba di kelas.] [lalu pergi masuk kelas,] [aku pasti akan terlambat.] [Pilihan A: tidak pergi memungut rantai sepeda]
[Pilihan B: pergi memungut rantai sepeda] [Jika tidak memungutnya,] [maka rantai sepedanya akan hilang.] [Butuh 1 menit untuk pergi memungut rantai sepeda dan kembali] [Akan terlambat 30 detik] [Bagaimana ini? Bagaimana ini?] Imut sekali. Aku adalah guru kalian untuk pelajaran teknologi elektronik analog semester ini. Margaku adalah Du.
Aku adalah Du Zhuanjia (homonim dengan Pakar Du). Jangan salah paham. Namaku memang Du Zhuanjia. Teknik Biomedis adalah sebuah ilmu yang komprehensif. Jika mempelajarinya dengan baik, maka kamu adalah pilar zaman ini, dan bahkan adalah pilar negara ini. Jika tidak mempelajarinya dengan baik, maka kalian tunggu saja hingga otak kalian menjadi dingin.
Aku tidak berharap ada satu siswa pun yang mengandalkan prinsip kebetulan dalam kelasku. Lihatlah ke arah sana. Yang duduk di sana adalah para senior tahun keempat dan tahun kelima kalian yang masih harus kembali untuk mengulang kelas. Aku tidak peduli berapa batas nilai kelolosan sekolah. Dalam pelajaranku ini, batas nilai kelolosannya adalah 80.
Jika melewati 80, itu berarti lolos. Apabila tidak lolos, aku tidak peduli kamu sudah mahasiswa tahun ke berapa, aku juga tidak peduli apa alasanmu, kembalilah kemari dengan patuh, dan duduk di sana untuk mengulang kelas. Kenapa Su Chengcheng lamban sekali? Sebelum mulai kelas, mari kita panggil absen dulu. Kenapa dia masih belum datang juga?
Gu Chen. Hadir. Xie Xiaomeng. Hadir. Su Chengcheng. Su Chengcheng! Hadir! Ada berapa Su Chengcheng di kelas kalian? Lapor, Pak Guru. Hanya ada aku seorang. Tenggorokanku tadi itu agak batuk, dan tiba-tiba tercekat. Jadi, mengeluarkan 2 suara. Hari ini adalah pelajaran pertama kelas kalian. Jadi, lupakan saja. Kelak, dalam kelasku, apabila ada perilaku membolos,
Serta menggantikan seseorang dalam daftar presensi, nilai afektifnya akan diberi nol. Kamu duduklah dulu ke sana. Terima kasih, Pak Guru. Tanganmu kenapa? Oli rantai sepeda. Oli rantai sepeda? Jejak cinta yang datang. Hadir. Wang Dazhi. Hadir. Terima kasih. Lin Ying. Hadir. Chengcheng. [Inilah pertemuan yang ditakdirkan.] Chengcheng. Su Chengcheng. Seperti apa tampang pria itu?
Tampan, tidak? Dia memakai helm. Aku pun tak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Namun, rasanya dia cukup imut. Pertemuan orang lain sangatlah romantis, kenapa begitu sampai giliranmu jadi begitu aneh? Ini namanya spesial. Spesial? Dengan oli rantai sepeda? Sungguh spesial dan romantis sekali. Pemilihan laboratorium kredit akademik inovasi akan segera dimulai. Ayo, kita pergi dulu.
Siapa yang cepat, dia yang dapat. Ayo, pergi ke ruang komputer. Internet di sana cepat. Ayo. Sudah bawa kartu mahasiswa, ‘kan? Sudah. Aku tidak bawa. Aku akan kembali ke kamar untuk mengambilnya. Kalian tunggulah aku di sana. Baik. Pergilah antri dulu. Pergilah. Sini. Chengcheng. Cepat. Halo, permisi. Temanku ada di depan.
Biarkan aku lewat sebentar, terima kasih. Permisi. Temanku ada di depan. Terima kasih. Cepatlah. Sudah boleh masuk! Chengcheng! Jangan tunggu aku lagi. Kalian cepatlah masuk. Jangan injak aku! [Si Kakak Rantai Sepeda?] [Jika yang pertama kali adalah kebetulan,] [maka kali ini] [pasti adalah pengaturan takdir.] Chengcheng. Sini. Apakah internet kalian lancar?
[Selamat datang di sistem pemilihan mata kuliah sekolah] [Universitas Sains dan Teknologi Tenggara ] [Dia pergi ke mana?] Luar biasa! Aku berhasil mendapatkannya! – Apa kamu berhasil mendapatkannya? – Aku berhasil mendapatkannya. Bagaimana denganmu? Perbarui lagi halamannya. Apakah Chengcheng sudah berhasil mendapatkannya? Tak bisa mendapat makanan yang hangat saat membelinya.
Tak bisa menemukan orang yang disukai saat pacaran. Juga tak bisa mendapatkan laboratorium yang kuinginkan. Apakah aku harus terus ketinggalan seperti ini sepanjang hidupku? Tidak apa-apa, Chengcheng. Jika kali ini tidak terpilih, masih ada pemilihan gelombang kedua. Nanti, kamu tanyakan lagi pada konselor. Pemilihan gelombang kedua dipilih berdasarkan urutan nilai.
Jika sampai tak bisa memilih laboratorium, maka kredit akademiknya tak akan cukup. Chengcheng. Aku sudah melakukan persiapan yang cermat sebelum memilih laboratorium. Pada masa sebelumnya, mereka yang tidak terpilih di gelombang pertama, pada akhirnya, semuanya berhasil memilih. Kamu tenang saja. Dengarkanlah. Dengarkanlah ucapan Kak Ying. Ucapan Kak Ying benar. Lagi pula,
Kamu harus berpikir dari sudut pandang yang lain. Coba kamu pikirkan. Jika kamu tidak pergi untuk memilih laboratorium, maka kamu pun tidak akan bertemu dengan si Kakak Rantai Sepeda, benar, ‘kan? Benar. Laboratorium? Kalau begitu, bagaimana kalau kita pergi ke lantai bawah untuk minum sesuatu? Aku ingin sendirian sebentar. Baiklah. Kalau begitu, aku pergi dulu.
[Bukankah ini terlalu kebetulan?] [Sudah ketiga kalinya] [aku bertemu dengannya hari ini.] [Aku harus menemukannya.] Nomor identitas mahasiswa? Biar kulihat dulu. Nomornya 0602. Benar. [Ada orang yang terlahir dengan] [memancarkan cahaya.] [Namun, ada juga orang yang demi mengejar cahaya saja,] [sudah menggunakan semua keberuntungannya.] [Mahasiswa S3] [Xiao Yuhe.] [Ini adalah pertama kalinya] [aku tahu namanya.]
[Kenapa rasanya begitu familier?] [Mungkinkah] [ini benar-benar adalah berkat dari Dewa takdir?] [Buku Jawaban Misteri?] [Jika] [dia benar-benar adalah takdirku,] [cepat beri tahu aku di mana dia.] [Jawabannya ada di belakangmu] Aku masih mengira bahwa dia kurang lebih satu tingkatan dengan kita. Tidak disangka, dia sudah S3. Tentu saja, Chengcheng. Dia itu adalah Xiao Yuhe.
Master di antara para master. Yang selama ini selalu lompat kelas ke tingkat lanjut. Kudengar, dia awalnya belajar S2 di MIT. Dalam waktu 3 tahun, dia menerbitkan 5 jurnal terjemahan di IEEE. Selain itu, dosen pembimbing terus menyuruhnya untuk melanjutkan studi. Katanya, dia akan diberi posisi sebagai pengajar setelah lulus. Namun, entah kenapa,
Dia sepertinya menolak semuanya. Dia langsung pulang setelah lulus. Dia adalah orang yang terkenal di sekolah kita. Bisa-bisanya kamu tidak tahu. Chengcheng, kuberi tahu kamu, titel Master tidaklah begitu penting, tetapi, ketampanan Master justru yang sangat penting. Peganglah erat-erat. [Xiao Yuhe.] [Ada ribuan orang di USTT.] [Dalam kurun waktu sehari,]
[kita justru bertemu sebanyak 3 kali.] [Aku tidak boleh melewatkan kesempatan ini.] Kawan-kawan, sudah kuputuskan. Ini kutemukan di toko buku kemarin malam. Ini adalah milikmu, ‘kan, Senior? Terima kasih. Senior. Bisakah kamu meninggalkan kontak? Apakah kamu mengenalku hingga bisa meminta kontakku? Aku tidak kenal, makanya aku memintanya. Kelak, kita bisa saling mengenal, ‘kan? Kenapa? Karena…
Aku cukup menyukaimu. Naiklah. Akan kubawa kamu ke suatu tempat. [Formulir Pendaftaran Laboratorium Otak dan Kecerdasan] Formulir pendaftaran laboratorium? Isi saja. Kenapa aku harus mengisi ini saat menyatakan cinta padamu? Lupakan saja jika tidak mau. Akan kuisi. Kini kamu sudah resmi bergabung dalam laboratorium. Ini adalah kartu cadanganku.
Aku akan memberikan kartumu secara resmi minggu depan. Besok pagi pukul 8, datanglah ke laboratorium untuk melapor. Bagaimana pernyataan cintanya? Kenapa kamu menghilang saat mencarimu? Ada harapan, tidak? Chengcheng. Apakah kamu sudah menemui konselor? Bagaimana dengan urusan laboratorium? Aku sudah menemukan laboratorium. Apa? Kamu pilih yang mana? Laboratorium Otak dan Kecerdasan. Kira-kira… seperti… itu.
Laboratorium itu berada di bawah pengawasan langsung Dekan kita, Akademikus Chen Xiaorong, dan dikepalai oleh Du Zhuanjia. Yang bisa masuk ke sana adalah orang hebat di bidang penelitian sains. Selain itu, bukankah laboratorium ini tidak merekrut mahasiswa S1? Beberapa periode sebelumnya, satu-satunya yang bisa masuk adalah orang hebat yang indeks prestasinya
Berada di 3 peringkat teratas seantero jurusan. Jika bisa bergabung dan belajar di sana, bukankah akan begitu mudah untuk mendapat beasiswa S2 jalur undangan? Ada harapan! Sungguh ada harapan! Kawan-kawanku. Jangan melupakanku saat kamu sukses. Jika kamu bertemu dengan para senior sang genius akademis muda yang menjanjikan, berwajah tampan, serta kecanduan hingga tidak bisa
Melepaskan diri dari penelitian sains, tolong jangan lupa bahwa kamu masih punya seorang kawan yang lajang. Lajang sejak lahir. Aku mengerti. Tolonglah aku. Aku akan menolongmu. Tolonglah aku. Aku akan membantumu. [Seperti itulah,] [aku yang studinya biasa-biasa saja,] [dan ujian bergantung penuh pada sistem belajar kebut semalam,] [bisa-bisanya secara begitu ceroboh]
[bergabung ke dalam laboratorium terhebat] [di seantero USTT.] [Petunjuk lantai, lantai 3] [Awalnya, kukira ini adalah kasih sayang] [Dewa Keberuntungan kepadaku.] [Namun, tidak lama kemudian,] [aku baru menyadari] [bahwa momen saat aku mulai] [memasuki laboratorium ini,] [itu adalah awal dari mimpi burukku.] Sudah kubilang kalau anggota tubuhmu ini tidak terkoordinasi. Aku sedang mempertimbangkan bagaimana menyesuaikan
Frekuensi inheren awak mobilnya, serta koefisien kekakuan suspensinya. Aku kurang perhatian. Kalau tidak, dengan lawan sepertimu saja? Sungguh menarik jika kalah. Alasan saja. Halo, para Senior. Namaku Su Chengcheng. Karena untuk kredit akademik inovasi, aku memilih laboratorium, sebagai pendatang baru, aku datang kemari untuk melapor. Halo, Teman. Sekarang kamu tingkat ke berapa?
Aku sudah tahun kedua. Tahun kedua? S1? Kalau begitu, apa indeks prestasimu sudah mencapai 4,9? Masih belum. Kalau begitu, kamu pasti datang ke laboratorium yang salah. Aku tidak salah. Senior Xiao Yuhe yang menyuruhku datang. Xiao? Indeks prestasimu juga tidak tinggi, dan kamu masih S1, lalu kenapa dia merekrutmu untuk masuk?
Sungguh, dialah yang menyuruhku datang. Dialah yang memberiku kartu akses ini. Apa hubunganmu dengan dia? Aku tidak ada hubungan dengannya. Karena aku sudah menyatakan cinta padanya, jadi, dia memintaku untuk mengisi formulir pendaftaran dan menyuruhku untuk bergabung. Xiao tidak pernah melakukan hal semacam ini. Kalau begitu, jangan-jangan… Jangan-jangan… Junior Chengcheng. Kelak, kita adalah keluarga. Benar.
Bagaimana kalau kami membawamu untuk pergi melihat-lihat laboratorium kita? Aku juga ikut. Aku juga ikut. Dia ini namanya Zhang Li, jurusan Teknik Sains Kontrol. Anjing ini miliknya. Kamu urusi saja urusanmu. Ayo. Apakah kamu sudah selesai mencetak logo itu? Pergilah mencetak. Chengcheng, dari sini jalanlah ke depan. Ini adalah kantor Guru Du. Benar.
Namaku Liu Dongmao, jurusan Teknik Komputer. Senior yang gendut ini namanya Zhu Jiafa. Dia jurusan Teknik Sains Kontrol. Kami berdua terutama bertanggung jawab atas bagian mekanis dari antarmuka otak-komputer. Oh, ya, masih ada seorang Senior Tertua spesialis bedah saraf yang sangat hebat di laboratorium kita. Dia terutama bertanggung jawab atas antarmuka otak-komputer via implantasi.
Yakni, menanamkan cip ke dalam otak besar, untuk kemudian mengontrol perangkat eksternal. Adapun tentang Xiao… Aku tentu tak perlu bicara banyak lagi tentang Xiao. Kamu pasti sudah tahu semuanya. Dia tidak pernah memberitahuku. Benar juga. Dalam kehidupannya, orang seperti Xiao ini memang tidak suka membicarakan dirinya sendiri. Namun, setelah lama bergaul dengannya,
Pelan-pelan kamu akan memahaminya. Bukan begitu… Junior, silakan sebelah sini. Ayo. Laboratorium Otak dan Kecerdasan kami adalah laboratorium utama negara perpaduan silang antara otak dan komputer interdisipliner. Kami terutama meneliti tentang antarmuka otak-komputer via implantasi, antarmuka otak-komputer via non-invasif, dan komputasi otak kecerdasan buatan, 3 bidang utama ini. Laboratorium tingkat Dewa. Versi asli dari “Avatar”.
Benar. Yang digunakan dalam “Avatar” adalah teknologi antarmuka otak-komputer. Ini adalah sebuah teknologi yang sangat maju. Ia bisa mengintegrasikan manusia dan komputer dengan membaca sinyal listrik otak manusia. Contohnya, ia bisa mengendalikan robot dan lengan robotik melalui pikiran. Di saat yang sama, ia juga bisa memecahkan banyak masalah medis. Misalnya, memungkinkan pasien lumpuh untuk
Mendapatkan kembali kemampuan mobilitasnya. Ini adalah pengendali gelombang otak. Mari, cobalah. Semakin fokus pikiranmu, maka pengujiannya akan berlari semakin cepat. Keren! Apakah ini juga adalah buatanmu dan Senior Jiafa? Itu… tentu saja. Namun, kami berdua terutama lebih banyak bertanggung jawab atas bagian mekanisnya. Adapun tentang algoritmanya, itu semua dikerjakan oleh Xiao. Dia?
Benar, algoritma yang dikerjakan olehnya, pada dasarnya mencakup semua proyek penelitian kami. Bukankah kamu direkrut olehnya? Kelak, belajarlah dengan baik dengannya. Kalau begitu, apa dia akan datang ke laboratorium hari ini? Ya, dia datang setiap hari. Benar. Itu dia. Baru saja dibicarakan, dia sudah datang. Dia sudah datang. Tidak apa-apa. Terima kasih, Senior. Pergilah.
Menurutmu, Xiao yang biasanya pendiam itu bisa-bisanya tiba-tiba punya seorang adik kelas? Aku akan pergi membuatkan kopi untuknya. Pergilah. Senior. Aku datang untuk melapor hari ini. Kedua senior juga telah membawaku melihat-lihat laboratorium. Aku sudah melihatnya. Kalian sangat bersenang-senang. Apakah masih ada hal lain? Aku ingin bertanya, kenapa kamu menyuruhku datang ke laboratorium? Selain itu,
Sebenarnya bagaimana pendapatmu tentang hal yang kukatakan padamu kemarin? Selama jam kerja, aku hanya akan menjawab urusan yang berhubungan dengan pekerjaan. Yang lainnya, akan kita bicarakan lagi setelah pukul 8 malam. Pukul 8 malam? Baiklah. Kalau begitu, aku akan menunggumu. Bagaimana? Apanya yang bagaimana? Soal Chengcheng. Ini pertama kalinya kamu membawa pacar ke laboratorium.
Tenang saja. Senior sudah mengaturkannya dengan jelas dan tepat untukmu. Tak akan ada masalah. Apa masalah tentang tingkat kejernihan dari pengurangan kebisingan sudah diselesaikan? Apakah tingkat akurasi nilai singular dalam analisis Wavelet sudah meningkat? Apakah sesantai itu di laboratorium ini? Bahkan, seorang mahasiswa S1 yang datang kemari sudah tidak perlu bekerja lagi?
Dan masih bilang tak akan ada masalah? Bukankah pendatang baru seharusnya ditugaskan untuk melakukan beberapa hal? Untuk apa kamu melihatku? Memangnya wajahku sangat mirip dengan analisis Wavelet? Ini, cicipilah. Kopiku ini hanya bisa diminum oleh orang yang resmi bergabung dengan Laboratorium Otak dan Kecerdasan kami ini. Dilarang makan dan minum di laboratorium.
Bibi yang bertugas bersih-bersih, ada urusan keluarga dan tidak bisa datang hari ini. Nanti, bersihkan laboratorium ini, Anak Baru. Jiafa. Beri tahu dia hal-hal yang harus diperhatikan. Beri tahu tentang apa? Apa? Xiao Yuhe merekrutnya masuk. Cepat kemari. Bukan. Beri tahu tentang apa? Xiao merekrutnya masuk, sepertinya bukan karena ada “maksud itu” terhadapnya.
Apa maksudmu tentang “maksud itu”? Maksudnya adalah “maksud tertentu”. Kuberi tahu kamu, sungguh… Kalau begitu… Senior, kamu sudah datang? Jadi… apa jawabanmu? Apakah ini sangat penting? Sangat penting. Nanti, cetak formulirnya, dan isi dengan informasimu. Lalu? Melakukan eksperimen pengumpulan data otak. Apa itu eksperimen pengumpulan data otak? Menggunakan perangkat khusus untuk mengumpulkan data otak.
Bukankah kamu bilang bahwa kamu menyukaiku? Itu harus dibuktikan dengan metode sains. Aku sendiri sudah tahu kalau aku menyukaimu. Jadi, tidak perlu melakukan eksperimen. Kata suka ini terlalu abstrak, dan tidak nyata. Hanya data sains saja yang tidak bisa berbohong. Aku tidak membohongimu. Sungguh! Perasaan bersifat menipu. Mungkin, kamu bahkan telah membohongi dirimu sendiri.
Hanya saja kamu tidak tahu. Isilah. Banyak sekali. Begini saja. Aku yang bertanya, kamu yang menjawab. – Nama? – Su Chengcheng. – Tempat asal? – Jinjiang. Nama sekolah masa kecil? SD Eksperimental Jinjiang. Jajanan favorit masa kecil? Es lilin panjang, yang bisa dipatahkan. Warna yang disukai? Pelangi. Lebih spesifik lagi. Biru, merah, kuning.
Kamu penyuka segalanya, ya? Ini namanya toleransi. Apa kamu suka berteman? Suka. Apakah merasa sulit untuk berteman? Apa sulitnya? Apa definisimu tentang teman? Harus saling jujur dan saling membantu. Berapa lama masa kedaluwarsa persahabatan? Seumur hidup. Lalu, bagaimana dengan cinta? Juga seumur hidup. Ternyata, cinta dan persahabatan sama saja di matamu. Kamu menjebakku.
Aku tidak mau direkam lagi. Hanya dengan semakin berkata jujur, datanya baru bisa semakin akurat. Mengerti? Aku akan lanjut bertanya. Apakah kamu menyukai masa kecilmu? Kenapa? Bisa pacaran setelah tumbuh dewasa. Bukankah kamu punya banyak teman? Apakah kamu masih ingat nama teman terbaikmu saat masih kecil? Sebutkan yang terbaik saja. Tidak. Apa ada masalah
Dengan pertanyaanmu ini? Apa hubungannya antara nama teman terbaikku dengan perasaan sukaku padamu? Ini untuk menilai apakah kamu bisa fokus dan langgeng terhadap suatu perasaan. Sebutkan. Siapa namanya? Wang Lunye. Yu Hang. Beibei. Mengmeng. Dan masih banyak lagi. Sudah? Kamu pun tak akan kenal meski kusebutkan. Tidak ada lagi. [Su Chengcheng.]
[Apakah kamu benar-benar tidak mengingatku lagi?]