Cahaya Bulan Hitam kembali ke Monumen Four Seasons| Song of the Moon【INDO SUB】EP37 | iQIYI Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Song of the Moon] [Episode 37] Senior. Senior. Cepat kemari. Cepat duduk. Senior. Aku menemukan ini saat membuka kotak milik Ibuku beberapa hari yang lalu. Menurutku, ini pasti disiapkan untuk pernikahanku. Jadi, aku tunjukkan padamu. Rong. Ini tidak akan buru-buru digunakan. Lihat ini. Tusuk konde ini, dipahat dari pohon payung
Yang kucari dengan susah payah. Aku membuat formasi dan mengumpulkan esensi dunia selama 49 hari, lalu menjadikannya bahan pahatan. Sangat mulus, bukan? Kamu menghabiskan banyak waktu dan tenaga hanya demi tusuk konde ini? Senior, tidakkah kamu merasa sangat layak? Untuk apa kamu memahat tusuk konde yang bentuknya aneh ini? Meski tidak bisa menjadi Tuan Peri,
Tapi seharusnya kamu berusaha. Sebenarnya apakah kamu mengerti maksudku? Senior. Aku tahu. Mungkin menjadi Tuan Peri adalah hadiah terbaik untukmu. Tapi, aku tidak berguna. Aku tidak bisa melakukannya. Maaf. Jadi, aku membuat tusuk konde ini sendiri, menjadikannya benda untuk melamarmu. Aku suka. Demi Senior, aku harus memikirkan cara untuk memusnahkan aura jahat. Yang Mulia!
Yang Mulia! Tai Lao. Apakah Fu sudah merampas kedudukan Tuan Siluman? Pada akhirnya, dia tetap melakukan kesalahan. Yang Mulia. Lukamu sangat parah. Semuanya ditahan oleh elemen air. Jenderal Fu malah menjebak Yang Mulia dan merampas elemen air Anda, ini sama dengan membunuh Yang Mulia. Hatinya dirasuki oleh hal jahat. Bukan merupakan Fu yang dulu lagi.
Hal yang diinginkannya adalah seluruh tiga alam. Dia hanya ingin agar Luo Ning bisa kembali. Hal yang dikejarnya, adalah sebuah mimpi yang tidak mungkin terjadi. Tai Lao. Bantu aku melakukan sesuatu. Silakan Yang Mulia katakan. Target Fu adalah Monumen Empat Musim. Bantu aku memberi tahu Luo Ge dan Liu Shao untuk mewaspadai Fu.
Saya akan segera mencari mereka. Jenderal Fu. Karena kamu sangat setia kepada kakakku, maka seharusnya tinggal di Istana selamanya untuk menjaga kakakku. Tai Lao. Tai Lao. Kakak. Aku akan menyerang Kediaman Peri sendiri. Biarkan mereka tahu, tidak ada gunanya berhati-hati. Aku pasti bisa melakukan hal yang aku ingin lakukan.
Aku pasti bisa membawa Luo Ning kembali. Marahi saja aku jika kamu mau. Jangan menatapku begini. Jangan mencegahku menolong Luo Ning. Aku tahu. Kamu berniat membelah Monumen. Kamu masih membutuhkan Pedang Bulan. Kalau begitu, dapatkan Pedang-nya. Apakah kamu keberatan? Tidak. Dengan kemampuanmu sekarang, memang tidak perlu merasa takut. Kamu tidak perlu ikut menyerang Kediaman Peri.
Kenapa? Supaya kamu tidak kesulitan. Kamu takut aku membantu Luo Ge? Bukankah kamu pernah bilang, tidak ingin Luo Ge mati? Aku memang ingin melepaskannya. Tapi, Luo Ge harus bersedia membelah Monumen itu demi Luo Ning. Orang yang mencegahku menyelamatkan Luo Ning, semuanya harus mati. Mengingkari janji yang sudah dibuat. Tuan Fu. Jika demikian,
Jangan menyalahkan aku mengacaukan rencanamu. Aku ingin kamu menyesal. Kabarnya, Yang Mulia baru sudah memperketat penjagaan. Siapa yang berani menerobos? Tapi, Yang Mulia dan ketua lain sedang tidak ada. Para ahli sudah kembali ke daratan juga. Jadi, lebih baik kita berhati-hati. Tai Lao. Apakah ada masalah di alam siluman? Mengapa Tuan Fu menjadi Raja Siluman?
Di mana He Na? Tai Lao, bicaralah. Tai Lao. Akhirnya kamu datang. Dewa? Siapa? Rong. Senior. Sedang membaca buku apa? Aku sedang mencari apakah ada cara untuk menjernihkan aura jahat di dalam tubuh. Sudah pernah kucari. Selain memakai Formasi Xilun, tidak ada cara lain lagi. Tapi, Formasi Xilun menyebalkan itu,
Harus mengambil sumber esensi, mengorbankan nyawa murid. Atau mengorbankan petapa terbaik sebagai inti formasi. Aku tidak boleh mengorbankan nyawa orang lain demi menjadi seorang dewa. Jika demikian, lebih baik aku tidak menjadi dewa untuk selamanya. Rong. Monumen Empat Musim? Luo Ge. Apa yang terjadi di sini? Ada yang mengacaukan sumber segel dan melukai Xie Lingqi.
Dewa Luo Ge. Para Penguasa Istana. Tuan Siluman yang baru membawa ahli, menyerang dari belakang gunung. Tuan Fu? Dewa sudah pergi ke sana. Menyuruhku kemari untuk meminta bala bantuan. Sekarang? Benar. Kalian berdua, pergi dan bantu Dewa. Aku akan berusaha menahan Monumen. Kemampuan Tuan Fu tidak tinggi. Kami mengatasi Klan Siluman. Kamu memperbaiki Monumen saja.
Baik. Sudah kuduga. Ini ulahmu lagi. Coba kamu tebak. Kali ini, siapa yang akan menang? Para siluman seperti kalian ingin menyerang Kediaman Peri? He Na! Tidak ada gunanya. Kamu ingin membuka batasan sendirian? Sungguh konyol. Kamu menyerah saja. Bai Feng. Mengapa kamu di sini? Apa lagi rencanamu? Aku datang bukan untuk melawanmu. Tuan Fu
Selalu berniat jahat. Dia ingin melukai Luo Ge. Dia bukan lawan bagi Luo Ge. Jika ingin membuka batasan ini, maka harus menurutiku. Fu menjebak Tuan Siluman, mengambil elemen airnya. Dia yang sekarang, tidak terkalahkan di tiga alam. Aku juga ingin membuka batasan saat ini. Siapa pun yang ingin dikurung Tuan Fu, maka akan aku lepaskan.
Dia melarangku pergi ke Kediaman Peri, pasti bersiap untuk melawan Luo Ge. Dendam di antara kita, akan aku tuntaskan cepat atau lambat. Setiap perbuatan jahatmu, akan aku perhitungkan juga. He Na! He Na. He Na, bangun. Bagaimana? Tuan Fu bahkan melukai kakak kandungnya. Sungguh tidak waras. Dia menjebak Tuan Siluman, mengambil sebagian elemen airnya
Dan bertransaksi dengan makhluk jahat di Monumen itu. Meminjam sebagian kekuatan dewa miliknya. Apa yang ingin dia lakukan? Dia terpancing godaan makhluk jahat itu, menganggap esensi Luo Ning tertinggal di bawah Monumen. Jadi, dia ingin mengambil Pedang Bulan dan memecahkan Monumen. Mencari esensi peri Luo Ning. Saat menyusup kemari,
Aku menyadari pengamanan di sini tidak ketat. Tidak ada orang hebat. Dia sudah membawa para ahli untuk menyerang Monumen. Awalnya, aku mengira dia akan melepaskan Luo Ge demi Luo Ning. Tapi, setelah melihat kondisi Tuan Siluman, aku tidak berharap lagi. Tuan Fu sudah gila. Luo Ge. Luo Ge, apakah kamu di sana? Luo Ge!
Luo Ge! Kamu harus menjawabku jika baik-baik saja. Apakah Luo Ge sudah masuk jebakan? Ada batasan di Kediaman Peri, Tuan Fu tidak bisa masuk. He Na! Liu Shao. Cepat beri tahu Luo Ge. Batasan di Kediaman Peri, sudah tidak bisa menahannya lagi. Suling Miaoyin bisa membantumu menahan Fu. Aku akan memberi tahu Luo Ge.
Rawat dirimu baik-baik. Aku ikut denganmu. Mungkin bisa membantu. Luo Ge. Kamu sedang terluka sekarang. Tidak bisa menang dariku. Asalkan Klan Siluman sudah mundur, maka kamu akan kalah. Benarkah? Asalkan Fu mendapatkan Pedang Bulan, maka kamu akan kalah. Siapa? Luo Ge. Aku tidak ingin menyakiti hati Luo Ning. Jadi, tidak akan membunuhmu.
Tapi, energi spiritualmu sudah banyak terkuras. Bukan lawanku. Jadi, jagalah sikapmu. Serahkan Pedang Bulanmu. Jadi, yang dimaksud menyerang Kediaman Peri, hanya sandiwaramu untuk mengelabui? Sementara, tujuan aslimu adalah Monumen Empat Musim. Semuanya. Yang Mulia sudah berhasil. Ingin kita kembali ke Istana Siluman Air. Bai Feng? Bukankah Yang Mulia melarangmu kemari?
Yang Mulia mengutusku bersiap di sana agar bisa menyampaikan perintah kapan saja. Ada apa? Aku sudah lama ikut dengan Yang Mulia, apakah kalian tidak memercayaiku? Ikut pergi denganku! Mundur! Senior. Apa yang terjadi? Tidak tahu. Tidak boleh melepaskan mereka. Tunggu. Apakah kamu tidak merasa aneh? Tuan Fu tidak ada.
Bagaimana jika kita kembali ke Menara Lusi? Klan Siluman mendadak mundur. Pasti ada sesuatu dalam hal ini. Di mana Luo Ge? Luo Ge sedang menjaga Monumen di Menara Lusi. Hanya dia sendirian? Masih ada Dewa selain dia. Bai Feng mengatakan, Dewa Wanwu sudah dikendalikan oleh makhluk jahat itu. Apa? Kita sudah masuk jebakan.
Menara bukan intinya. Inti sebenarnya adalah esensi Luo Ning yang ada di bawah sana. Orang yang ada di bawah Monumen, bisa membantuku bertemu Luo Ning lagi. Jangan mengungkit Luo Ning. Orang yang bahkan tega melukai kakak kandung sepertimu, tidak pantas untuk adikku. Kamu tidak perlu ikut campur dalam urusanku dengan kakakku.
Aku hanya meminjam kekuatannya untuk sementara. Aku akan mengembalikannya dengan tiga alam. Meminjam untuk sementara? He Na terluka parah di gurun karena dirimu. Elemen air membuatnya bertahan. Kamu mengambil elemen airnya sekarang, apa bedanya dengan mengambil nyawanya? Jangan menggertakku lagi. Siapa pun tidak bisa mencegahku kembali bertemu Luo Ning. Ge. Aku akan menghadapinya. Dewa.
Dia punya 30 persen kekuatan dewa sekarang. Ditambah dengan elemen air He Na. Kamu bukan lawannya. Aku saja. Luo Ge. Hati-hati dengan Dewa Wanwu. Ternyata… Ternyata kamu bukan Dewa lagi. Kamu sudah terlambat mengetahuinya. Luo Ge. Serahkan Pedang Bulan. Setelah aku menyelamatkan Luo Ning, akan kukembalikan padamu. Kita lihat saja apakah kamu punya kemampuan ini.
Aku akan mengabulkanmu. Demi menyelamatkan Luo Ning, aku bisa melakukan apa pun. Racun siluman ini memang seharusnya ditanggung olehmu. Kamu sudah tahu sakitnya Luo Ning saat menghadang pedang untukmu, bukan? Apakah kamu tega membiarkannya di sini sendirian? Jangan. Pinjam pedang ini untuk sementara. Luo Ning. Cepat keluar. Esensi Luo Ning
Ada di bawah setengah bagian jantung Dewa Yue. Kamu sudah memecah Monumen, biar aku membantumu membebaskan dewa. Luo Ning. Liu Shao? Liu Shao. Tidak perlu mencoba lagi. Bahkan Luo Ge bukanlah lawanku, apalagi kamu? Luo Ge! Luo Ge, bangunlah. Luo Ge. Suling Miaoyin? Kalian terlambat. Dewa sudah kubebaskan. Akhirnya hari ini datang juga. Rong.
Selagi dia belum keluar, buat Formasi Xilun. Jangan. Kita musnahkan aura jahat. Biarkan setengah jantung kembali ke Luo Ge. Membantunya menjadi dewa. Dengan begini, bisa menolong Luo Ge dan bisa menjaga tiga alam. Papah Luo Ge kemari. Apa yang kamu tunggu? Jika masih menunggu, Luo Ge akan menjadi makhluk jahat. Tapi, kita
Tidak punya inti formasi. Aku orangnya. Tidak akan kubiarkan kamu menghadapi bahaya ini. Tidak boleh. Kamu ini pria dewasa, jangan lemah seperti ini. Jika ini tidak berhasil, Kediaman Peri bergantung padamu. Senior. Hanya Formasi Xilun saja, apakah bisa menahanku? Sudah akan berhasil. Jangan berharap mengacaukan rencanaku. Formasi Xilun. Tidak. Tidak boleh. Tidak boleh! Luo Ning.
Luo Ning belum keluar. Cepat keluar. Luo Ge. Kamu sudah menekan aura jahat. Kamu sudah menjadi dewa. Tapi aura jahat belum dituntaskan. Rong. Akhirnya kamu menjadi dewa. Senior. Penguasa Istana Zhuo. Senior. Senior. Kamu akan baik-baik saja. Bertahanlah sedikit lagi. Senior. Aku sudah menjadi dewa. Kamu sudah melihatnya? Senior. Kamu bilang akan menikah denganku
Jika aku menjadi dewa. Senior. Senior. Senior. Luo Ge. Bantu aku memeriksa Senior. Bantu aku menolongnya. Aku tidak bisa membantumu. Kamu sudah menjadi dewa. Kamu pasti bisa menolongnya, bukan? Maaf. Kamu masih akan kembali, bukan? Aku menunggumu kembali dan menikah. Ini adalah enam jimat dariku untuk menahan Monumen. Kamu akan menjadi dewa. Saat menahan Monumen,
Jimatmu ikut terasah. Bisa menambah kemampuanmu. Ini termasuk peninggalan Monumen untukmu. Kenapa? Kenapa tidak ada Luo Ning? Apakah… Apakah kalian yang menyembunyikannya? Pasti ada di dalam setengah jantungmu itu. Tidak ada Luo Ning di bawah Monumen. Di luar Monumen, ada banyak kematian yang disebabkan olehmu. Kamu yang membuat adikku tidak bisa beristirahat dengan tenang. Apakah…
Apakah Luo Ning sungguh tidak bisa kembali lagi? Adikku ingin menjaga keselamatanmu sebelum mati. Aku tidak membunuhmu. Tapi, kamu malah tidak sadar diri dan mengacaukan tiga alam. Membawa malapetaka bagi semuanya. Hari ini, aku akan memusnahkan sumber petaka bagi tiga alam. Luo Ning. Luo Ning! Ini adalah esensi Luo Ning. Pedang Bulan tidak melukainya
Karena dilindungi oleh energi spiritual Zither. Mempertahankan sedikit kesadaran Luo Ning. ♫ Mengambang di lautan awan, melihat bulan di dalam air ♫ Fu. Kamu berbuat jahat lagi? Luo Ning. ♫ Menunggu dengan diam, telapak tangan membulat ♫ Aku mencarimu dengan sulit. Ternyata kamu selalu ada… Selalu ada di dalam Mutiara Harapan.
♫ Masih kuingat saat pertama kita bertemu ♫ ♫ Mata yang tidak mengenal angin dan hujan ♫ Luo Ning. ♫ Lindungi pedang panjang di langit ♫ Kita terus mencari esensi peri Luo Ning. ♫ Sulit untuk menghancurkan sisa-sisa cinta ♫ Ternyata, ♫ Sudah memutuskan untuk menggila selama sisa hidup ♫ dia selalu menemani Tuan Fu.
Memakai sedikit kekuatan terakhir dari Zither, ♫ Aku tak punya pilihan ♫ diam-diam menemani di sisi Fu. Luo Ning! ♫ Katanya sulit memilih persahabatan atau cinta ♫ ♫ Jauh sekali dariku ♫ ♫ Apa kamu bisa meminjamkan tangan, menghangatkan kehidupan ♫ Pertarungan ini menghancurkan Monumen. ♫ Untuk beberapa malam penuh kegelisahan ♫
Dewa dirasuki aura jahat dan tidak sadarkan diri. ♫ Berapa banyak sumpah dan kebohongan yang terjalin menjadi kepompong ♫ Penguasa Istana Zhuo ♫ Mimpi telah sirna ♫ menjadi batu karena Formasi Xilun. Kerugian sebesar ini, ♫ Siapa yang ingin mematahkan pohon willow dan pergi ke langit, memeluk bulan ♫
Hanya demi menjernihkan setengah bagian jantung ini. Ternyata, Luo Ning selalu berada di sisi Fu. ♫ Sisa bunga di cermin menjaga bulan di dalam air ♫ ♫ Kehilangan waktu singkat saat menikmati dunia ♫ Kabarnya, dia bukan hanya membunuh peri kecil Luo Ning, tapi mencuri elemen air kakaknya juga. ♫ Sulit melupakan pandangan pertama ♫
Orang sejahat ini, mungkin akan langsung ditelan aura ganas begitu masuk ke dalam. Pantas mendapatkannya. ♫ Saat berbalik, ternyata sudah berlalu ribuan tahun ♫ Ayo pergi. Ayo pergi. ♫ Ini malapetaka atau jodoh ♫ ♫ Katanya sulit memilih persahabatan atau cinta ♫ ♫ Tetap berutang ♫ ♫ Aku merindukan masa lalu ♫
♫ Tak kurang sedikit pun ♫ ♫ Berapa banyak sumpah dan kebohongan yang terjalin menjadi kepompong ♫ ♫ Mimpi telah sirna ♫ ♫ Siapa yang ingin mematahkan pohon willow dan pergi ke langit, memeluk bulan ♫ ♫ Hidup ini singkat dan tidak berarti ♫ ♫ Mengobarkan bara dalam hati ♫ Luo Ning.
♫ Mengorbankan diri hanya demi mendengar, tidak pernah berubah ♫ Aku sudah melakukan banyak kesalahan, apakah kamu masih ingin melindungiku? Apakah ini layak? Kalian hadapi aku saja. Jangan menyentuh Luo Ning! Kemari! Kabarnya, Jenderal Fu dimasukkan ke dalam Kolam Tulang. Berdasarkan malapetaka yang dibuat olehnya, menjalani akhir hidup di Kolam Tulang, juga tidak keterlaluan.
Tapi, bagaimanapun dia adalah adikku satu-satunya. Masalah bisa sampai ke tahap ini, aku memang bertanggung jawab. Pada dasarnya, aku yang terlalu memanjakannya. Membuatnya menjadi tidak tahu aturan. Yang Mulia. Keturunan Raja Siluman hanya tersisa kalian berdua. Entah berapa lama lagi Jenderal Fu bisa bertahan di dalam Kolam Tulang. Sementara luka Yang Mulia sangat parah.
Apakah Yang Mulia tidak khawatir Klan Siluman akan kehilangan pemimpin kelak? Tapi, masalah besar yang terjadi kali ini, menyangkut tiga alam. Aku juga tidak bisa membantunya. Aku hanya berharap, dia bisa benar-benar sadar. Jangan berbuat salah lagi. Meski Penguasa Istana Zhuo membatu, tapi masih ada sedikit peluang. Kenapa Dewa Luo Ge tidak membantu menyadarkannya?
Gadis kecil. Apa yang kamu katakan? Aku bilang, kondisi Penguasa Istana Zhuo ini, mungkin bisa diselamatkan dengan kekuatan Dewa. Aku sedang mencemaskan, apakah setengah bagian jantung itu masih menyisakan aura jahat, jadi tidak bisa leluasa memakai kekuatan dewa? Jika ini benar, bagaimana jika tidak hati-hati dan kehilangan kendali seperti Dewa Yueguang?
Ada apa dengan cuaca ini? Apakah Kediaman Peri juga punya hujan petir seperti Dunia Manusia? Kondisi petir seperti ini, mengingatkanku akan situasi saat aura jahat muncul sepuluh ribu tahun lalu. Sepuluh ribu tahun lalu? Benar. Aku baru berubah wujud kala itu. Cuaca kala itu juga seperti ini. Akhirnya aku baru tahu,
Ini dikarenakan aura jahat itu keluar. Apakah Luo Ge telah… Luo Ge. Luo Ge.