Su Jiuer Membantu Han Ji dalam Investigasi | Warm on a Cold Night【INDO SUB】EP2 | iQIYI Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Warm on a Cold Night] [Episode 2] Naik. Sakit sekali. Api ini… Cepat naik. Ayo. Kenapa apinya begitu besar? Ini terlalu tinggi. Melompat dari tempat tinggi begini, tidak mati juga akan cacat. Sungguh merepotkan. Tolong! Aula Hualiu kebakaran! Aula Hualiu kebakaran! Cepat! Cepat pergi ambil air! Ayo cepat bantu! Cepat!

Cepat pergi ambil air! Tempat tidur panasnya hangat sekali. Nyaman sekali. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa ada perasaan seperti ini lagi? Kenapa begitu aku menyentuhnya, aku merasa jauh lebih bersemangat? Nyaman. Bangun. Dia sudah sadar? Tidak benar. Bagaimana dia tahu aku sudah sadar? Tidak bisa, aku harus terus tidur. Kamu

Mau berbaring berapa lama di tubuhku? Cepat bangun. Jika tidak bangun, kamu akan habis. Aku bangun. Aku juga baru sadar. Baru sadar? Apakah kamu tidak tahu detak jantung orang yang pingsan dan sadar itu berbeda? Aku jatuh dari tempat yang begitu tinggi, dalam sesaat tidak bisa bangun, apa tidak boleh? Aku tanya padamu. Apakah tubuhmu

Punya penyakit serius? Kenapa begitu panas? Tubuhmu begitu dingin, ada apa sebenarnya? Kamu yang sakit. Aku yang bertanya duluan. Suhu tubuh orang Qi pada dasarnya memang tinggi. Apa kamu perlu terkejut begitu? Tapi, kalau aku menyentuh orang Qi lain, kenapa tidak ada perasaan seperti ini? Apa mungkin kamu punya perasaan khusus saat menyentuhku? Itu…

Terima kasih kamu tadi tidak melemparkanku ke dalam api. Aku hanya kebingungan sesaat. Kamu tunggu sebentar. Kenapa kamu mau mencari orang Qi dengan tiga bekas luka? Bagaimana kamu tahu aku ingin mencarinya? Saat interogasi hari itu, aku tahu jika kamu bukan pelakunya. Kamu sama sekali tidak tertarik dengan kasus ini. Yang membuatmu tertarik

Adalah orang Qi yang memiliki tiga bekas luka itu. Benar, ‘kan? Aula Hualiu adalah tempat pembuangan mayat selanjutnya, makanya kamu bisa datang kemari. Tindakanmu ini membuktikan pemikiranku. Kamu si gadis kecil, cukup pintar. Kalau begitu, memandang aku begitu pintar, bisakah kamu mengembalikan berkasnya kepadaku, lalu ikut aku kembali ke Departemen Pemeriksaan dan menjelaskan semuanya, bagaimana?

Tidak mau. Kenapa? Kali ini aku datang diam-diam dan statusku istimewa. Jika sampai ketahuan oleh suku Qian dan dibesar-besarkan, lalu sampai ke telinga si kakek tua itu, aku tidak akan bisa mencari orang lagi. Yang paling kubenci adalah kalian orang suku Qian yang sok pintar. Jangan merasa karena kamu dan aku memiliki tujuan yang sama,

Maka bisa bekerja sama. Jika senang aku bisa menolongmu, jika tidak senang aku bisa merobek tenggorokanmu kapan pun. Tunggu. Tunggu sebentar. Sebelumnya kamu membuatku hampir kehilangan pekerjaan, lalu tadi kamu menyelamatkan nyawaku. Kita anggap sudah impas. Bagaimana kalau kita akhiri saja? Akhiri? Berjabat tangan dan berdamai. Mulai hari ini, aku tidak akan menangkapmu lagi.

Kita lalui jalan masing-masing. Pertama, dia ingin menyentuhku. Kedua, dia ingin berbuat curang. Tanganku. Tadi masih bilang tidak menangkapku. Dasar gadis tengik. Apa ini? Suku Qian memang licik. Ini seharusnya adalah senjata pemusnah Qi kalian, ‘kan? Dengar-dengar ini rasanya lumayan. Apa kamu mau mencobanya? Aku tidak mau. Aku tidak mau. Kamu jangan sampai… Jangan. Jangan.

Jangan! Di mana dia? Ayo lihat. Pelan-pelan. Pelan-pelan. Kamu tidak apa-apa, ‘kan? Tidak apa-apa. Maaf. [Aula He An] Apa yang kamu pikirkan? Sedang memikirkan suatu hal. Hal apa? Apakah kamu percaya aku telah bertemu dengan seseorang yang sangat spesial? Dia bisa membuatku merasakan reaksi yang sangat spesial. Percaya. Kalau begitu, apa kamu percaya

Setelah aku bertemu dengan orang ini, tubuhku juga tidak dingin lagi? Ditambah, semua gejala sudah membaik. Percaya. Percaya. Kenapa kamu percaya semuanya? Bahkan aku pun tidak percaya. Gadis bodoh. Aku bahkan tahu kamu bertemu seorang pria. Bagaimana kamu tahu? Karena kekuatan ajaib yang bisa menghidupkan orang mati ini adalah cinta. Cinta

Bisa membuat seseorang penuh kekuatan, bisa membuat seseorang sembuh dari segala penyakit. Mulai sekarang tidak takut dingin lagi. Terus saja tertawa. Kenapa aku bisa mengatakan semua ini padamu, si gadis bodoh yang tergila-gila dengan Balai Barat. Sudahlah, aku salah. Aku tidak akan membicarakan hal ini denganmu lagi. Siapa sebenarnya orang yang kamu bicarakan tadi?

Bukan siapa-siapa. – Jiu’er, siapa? – Aku mau tidur. Sebentar lagi hujan, kamu cepatlah pulang. Beri tahu aku. Ingat untuk memadamkan apinya. Misterius sekali, pasti seorang pria. Masih ingin menipuku si Hua. Orang ini sangat aneh. Kenapa setiap kali aku bersentuhan dengannya, tubuhku merasa sangat nyaman? Ditambah, setelah kebakaran itu tidak ada yang membuang mayat.

Jadi, siapa dia sebenarnya? Siapa? Ini aku, Pak Hu. Pak Hu? Dia sudah tidur? Jiu’er sudah tidur dari tadi. Kamu tidak datang mencarinya untuk menangani kasus, ‘kan? Jika kamu datang untuk mencarinya menangani kasus, cepat pergi. Aku tidak setuju. Baiklah. Jika sudah tidur ya sudah, besok pagi saja baru dibicarakan. Kamu… Oh, ya.

Besok saat Jiu’er bangun, kamu beri tahu dia harus mencariku dulu. Jangan terburu-buru pergi ke Departemen Pemeriksaan. Baik. Pak Hu. Kenapa kamu datang selarut ini? Sudah bangun. Apakah Ayah Angkat membangunkanmu? Tidak masalah, aku memang tidak tidur. Apa ada masalah? Bagaimana kalau kita bicara di kamar? Bicara apa di kamar? Apa yang kamu lakukan?

Menyembunyikan sesuatu dariku? Mau bicara di mana? Bicara saja di sini. Baik. Baiklah, bicara di sini. Tadi siang Ayah Angkat minum terlalu banyak. Masalah kebakaran itu, terakhir bagaimana? Kebakaran di mana? Hari ini aku tidak sengaja memecahkan sebuah tungku kecil. Tidak apa-apa. Apakah orangnya sudah tertangkap? Dia berhasil kabur. Tidak apa-apa.

Ayo, kita bicara sambil duduk. Tidak apa-apa. Nanti Ayah Angkat pikirkan cara lain lagi. Yang terpenting adalah Yan Kuan tidak tahu kita pergi ke Aula Hualiu untuk menunggui orang. Jadi, masalah kebakaran ini tidak akan disangkutpautkan padamu. Tapi ada satu hal, kamu jangan mengakuinya sendiri dan melimpahkan masalah itu ke dirimu. Benar.

Meskipun aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan, tapi masalah kebakaran tidak boleh kamu akui. Kalian tenang saja. Masalah kebakaran ini, sampai mati pun tidak akan aku akui. Pak Hu. Kamu selarut ini datang mencariku, apakah masih ada urusan lain? Cepat katakan. Orang Qi dengan tiga bekas luka kembali membuang mayat, tempatnya di Aula Hualiu.

Benar-benar sial. Pembuangan mayat dan kebakaran semuanya terjadi bersamaan, bagaimana aku bisa menemukan petunjuk? Bawa pergi. Ini tidak ada urusannya lagi dengan kalian. Terima kasih, Tuan Pejabat. Mari kita pergi bertanya ke tetangga sekitar, lihat bagaimana api ini bisa menyala. Setelah tahu, segera kita laporkan pada Tuan Petugas Patroli. Ayo. Pantas saja gadis bodoh ini

Tidak ikut kemari. Tapi bagus juga, aku jadi tidak perlu terganggu dan waspada padanya. Kenapa orang ini begitu aneh? Di tubuhnya tidak ada aroma apa pun, bahkan tidak bisa membedakan orang Qi atau orang Qian. Siapa kamu? Mereka sangat terampil. Siapa mereka sebenarnya? Kalian semua sudah melihatnya, ‘kan? Tubuh Tuan Jiang

Ditembus oleh tali melalui dadanya. Jantungnya langsung dikorek dari sini. Mayatnya digantung di atas pengait. Luka lainnya sama seperti dua mayat sebelumnya, semuanya punya bekas gigitan. Satu cakaran merenggut jantung wanita cantik. Dimuntahkan di hijaunya rumput benua Hualiu. Kelihatannya ini benar-benar kasus sajak anak-anak. Benar. – Dikatakan seperti ini, sepertinya benar. – Kasus sajak anak-anak.

Sumur pembuangan mayat ini sama dengan jalur air Aula Hualiu. Kita hanya memedulikan dalam tempat pemandian umum, tapi malah melupakan sekeliling. Kapan mayat ini ditemukan? Saat memadamkan api. Kebakaran! Tolong! Cepat ambil air! Cepat! Cepat! Sebelah sini. Sudah datang. Ambil sedikit air lagi. Cepat! Air sudah datang. Cepat! Ada mayat. Cepat! Apa sebelum memadamkan api

Mereka tidak minum air sumur ini? Tidak ada yang menyadari mayat sebesar ini? Sebelum kebakaran ada orang yang menggunakan air sumur ini, tapi tidak ada apa-apa di dalamnya. Artinya, ada orang yang memanfaatkan waktu singkat setelah kebakaran ini untuk memasukkan mayat ke dalam sumur? Benar. Ini tidak mungkin. Menurutku begini, kamu lihat… Nona Jiu.

Jika kamu punya petunjuk, bagaimana jika kamu bagikan dengan kami? Pak Hu barusan sudah memberitahuku, pembunuhnya pasti sangat mengenal tata letak di sekitar Aula Hualiu. Jika tidak, tidak akan secepat itu. Mungkin juga menggunakan gerobak atau kereta kuda untuk memindahkan mayat. Jika tidak, akan terlalu mencolok. Benar, ‘kan? Tunggu sebentar. Pelan sedikit.

Kamu tidak apa-apa, ‘kan? Tidak apa-apa. Maaf. Ayo lanjutkan, ada apa denganmu? Tidak apa-apa. Langkah selanjutnya, bagaimana kalau kita bertanya kepada para tetangga dan melihat apa mereka pernah melihat orang yang mencurigakan seperti ini. Sejak awal aku sudah mencari orang untuk bertanya. Hanya saja di antaranya ada beberapa kejanggalan yang membuatku sangat bingung.

Jika bingung katakan saja. Para tetangga bilang sebelum dan sesudah kejadian, ada seorang wanita dan satu orang Qi yang tidak jelas. Bahkan jatuh dari lantai dua Aula Hualiu dan berbaring di tubuh orang Qi itu. Mereka bilang ciri-ciri wanita itu sangat mirip dengan Nona Jiu. Apakah orang Qi itu adalah orang yang hari itu

Membuat keributan di Departemen Pemeriksaan? Apa yang kamu katakan? Nona. Sekarang bukankah giliranmu untuk menjelaskan kepada semua orang di mana kamu saat kebakaran? Dan juga, ada apa dengan bekas rambut yang terbakar ini? Di mana orang Qi itu? Singkirkan tanganmu. Apa yang kamu lakukan? Kamu sedang berakting menjadi detektif di sini? Apanya yang rambut terbakar,

Rambut terbakar? Di rumah, Jiu’er membantu ibunya memasak dan tanpa sengaja rambutnya terbakar. Lalu kenapa? Apa maksudmu tadi? Kamu curiga Jiu’er dan orang Qi itu bersekongkol? Hu Badao, kamu sungguh tidak masuk akal. Kita sekarang sedang memecahkan kasus, benar tidak? Jika ada petunjuk bahwa ini ada hubungannya dengan Jiu’er, bukankah kita harus bertanya dengan jelas?

Yue Daren, kamu bajingan! Ada apa? Gawat! Gawat. Ketua. Gawat! Bos Aula Hualiu, Menteri Jin, datang. Katanya yang menyalakan api adalah orang dari Departemen Pemeriksaan kita. Dengar tidak? Ayo katakan, siapa yang membakar Aula Hualiu-ku? Kenapa? Tidak ada yang mau mengakuinya? Kalian ini para petugas patroli, benar-benar sudah melakukan kesalahan tapi tidak merasa bersalah.

Menteri Jin, tidak bisa berkata seperti itu. Aku rasa, di sini pasti ada kesalahpahaman. Kertas Jilin, khusus dipakai oleh Kaisar. Di atasnya tidak hanya ada stempel resmi Departemen Pemeriksaan, juga ada tanda tangan. Ini pasti dijatuhkan oleh si pelaku pembakaran. Wang Tianyun. Hadir. Coba lihat. Punyaku? Kenapa kamu pergi ke tempat pemandian umum ini?

Apakah kamu yang melakukan pembakaran? Gawat. Aku telah mencelakai Kak Tianyun. Sudah dua hari, apa pun tidak ada. Siapa tahu akan segera muncul. Aku… Cepat katakan! Itu aku. I… itu aku. Seorang gadis kecil? Siapa yang memberimu keberanian untuk membakar Aula Hualiu milikku? Tuan, aku juga tidak sengaja. Awalnya aku pergi ke Aula Hualiu

Untuk menangkap orang Qi itu, siapa sangka saat melakukannya aku tidak sengaja menjatuhkan tungku. Bagaimana dengan orang Qi itu? Dia kabur. Dia adalah orang yang membuang mayat itu. Tidak mungkin. Saat pembunuh membuang mayat, dia dan aku terjebak di dalam tempat pemandian umum. Tidak mungkin bisa punya kesempatan.

Kalau begitu, dia bisa juga merupakan kaki tangan. Sengaja membuat kekacauan agar si tiga bekas luka memiliki kesempatan untuk membuang mayat. Benar. Tapi, hari itu dia berpura-pura menjadi si tiga bekas luka dan membuat keributan di Departemen Pemeriksaan adalah demi mendapatkan petunjuk tentang si tiga bekas luka ini. Kalau begitu, kesimpulannya adalah

Dia tidak mungkin bersekongkol dengan si tiga bekas luka. Itu semua hanya tebakanmu. Cukup. Bagaimana cara menyelidiki kasus, itu adalah urusan kalian. Aku tidak tertarik untuk mendengarnya. Ketua Utusan Yan, gadis ini telah mengaku jika dia yang membakar tempat pemandian umumku, harus memberiku ganti rugi. Tuan. A… aku ingin bertanya, berapa harga tempat pemandian umummu?

100 Tael. 100 Tael? 100 Tael. Se… Ka… kalau begitu, jika aku bilang aku tidak sanggup mengganti, harus bagaimana? Kalau begitu, berdasarkan hukum Kerajaan Qian, akan memenjarakanmu selama sepuluh tahun. Se… Jangan. Se… sepuluh tahun. Ayah Angkat punya uang. Aku akan memberimu waktu setengah bulan. Aku ingin melihat uang. 100 tael. Jika kurang sedikit saja,

Kita bertemu di pengadilan. Ketua Utusan Yan. Pada saat itu, kamu tidak akan melindungi bawahanmu, ‘kan? Ketua Utusan Yan. Aku tentu akan menanganinya dengan adil. Tapi, Su Jiu’er sejak awal sudah bukan anggota Departemen Pemeriksaan-ku lagi. Yan Kuan! Apa maksudmu pada saat seperti ini mengatakan hal ini? Kamu juga bereskan barangmu dan pergi dari sini.

Hari itu aku sudah mengatakan dengan jelas, jika dalam waktu yang ditentukan tidak bisa menangkap orang Qi yang membuat keributan di Departemen Pemeriksaan, maka pergi dari sini! Untuk apa aku mempertahankanmu? Pergi sana. Pergi ya pergi. Aku sudah lama tidak ingin melayanimu lagi. Nak, kamu tenang saja, begitu Pak Hu menjual rumah leluhur,

Setidaknya ada 100 tael lebih. Pada saat itu, bawa uangnya dan lemparkan ke wajahnya. Ayo. Ayah Angkat. Di mana Su Jiu’er tinggal? Apa pekerjaannya? Aku tidak bisa membiarkannya kabur. Ibunya membuka toko obat di Divisi Shou An. Dulu ayahnya, Su Huan, juga karena gagal memecahkan kasus dipecat oleh Departemen Pemeriksaan. Benar-benar buah jatuh

Tidak jauh dari pohonnya. Nak! Na… Kamu lihat baik-baik. Orang yang berhasil menangkap pembunuhnya akan diberi hadiah 100 tael perak. Di sini tidak tertulis jika tidak berlaku untuk petugas patroli Departemen Pemeriksaan. Tentu saja berlaku juga untuk petugas patroli Departemen Pemeriksaan. Tapi, kamu yang bahkan mengantar teh dan air saja tidak bisa dilakukan dengan baik,

Masih ingin menangkap orang Qi dengan tiga bekas luka? Benar. Jika aku dan ayah angkatku berhasil menyelidiki kasus ini, maka Departemen Pemeriksaan harus mengembalikan posisi kami, bagaimana? Baik. Aku akan memberimu waktu setengah bulan. Dalam setengah bulan, aku pasti bisa menemukan pembunuhnya. Pada saat itu, aku harap kamu bisa dengan hormat meminta maaf

Atas penghinaanmu terhadap ayahku di depan umum. Benar. Baik. Sepakat. [Imbalan] Aku lihat kamu sangat percaya diri terhadap kasus ini. Punya kepercayaan penuh. Itu arak. Apa kamu gila? Sebenarnya aku sekarang masih sangat ingin menangis. Itu adalah 100 tael. Tidak masalah. Ayah Angkat punya uang. Paling-paling, Ayah Angkat akan menjual rumah leluhur.

Kamu menjual rumah leluhur, juga kehilangan pekerjaan di Departemen Pemeriksaan, bagaimana kamu menjalani kehidupan ke depannya? Jalani saja apa yang ada, apa yang aku takutkan? Berjalan saja selangkah demi selangkah. Aku sudah berkata seperti itu. Jadi aku harus memecahkan kasus ini. Kalau tidak, tidak hanya mencelakaimu, tapi juga mempermalukan ayahku. Baiklah. Kalau begitu,

Aku akan mengujimu. Satu cakaran merenggut jantung wanita cantik. Dimuntahkan di hijaunya rumput benua Hualiu. Apa kalimat selanjutnya? Langsung digigit sampai memutuskan mahkota wanita cantik. Dibuang di gerbang kematian di bawah sinar bulan. Aku tanya lagi. Setelah keempat pejabat ini menghilang, berapa jarak waktu dalam setiap pembuangan mayat? Tujuh hari. Baik.

Berjarak berapa lama sejak tiga kasus pembuangan mayat? Tetap sama 7 hari. Ini adalah petunjuk, Jiu’er. Tujuh hari. Tujuh hari ini. Kita hanya perlu menunggu tujuh hari lagi. Si hantu pembuang mayat itu pasti akan membuang mayat lagi di gerbang kematian. Kita cukup menungguinya saja, maka kita akan menangkapnya. Pak Hu.

Aku sudah memikirkan ini sejak awal. Kalau begitu aku tanya lagi padamu. Di mana gerbang kematian? Lalu orang Qi dengan tiga bekas luka, sekarang kita hanya tahu ada tiga bekas luka di wajahnya tapi tidak tahu ciri-ciri lainnya. Kalau begitu, meskipun kita menemukan gerbang kematian, jika dia memakai topeng atau cadar,

Atau juga dia mengubah wajahnya, tetap akan sulit untuk mengunci target. Ke… kenapa begitu sulit? Aku sudah ingat. Ada seseorang yang pasti memahami tiga bekas luka lebih banyak dari kita. Siapa? Matanya memanjang, menurun, besar atau bagian putihnya lebih banyak? Memanjang. Salah. Menurun. Tidak, bukan. Seharusnya sedikit memanjang dan sedikit menurun. Benar. Bagaimana dengan mulutnya?

Besar atau kecil? Bibirnya tebal, tipis atau atas tipis dan bawah tebal? Bibirnya tebal, tapi tidak sampai sangat tebal, ukurannya pas. Ujung bibirnya sedikit naik. Tapi, meskipun sedikit naik, tetap terlihat galak. Astaga, hebat sekali. Ini adalah pria tampan yang langka. Biar aku lihat. Kak Hua, kemampuan melukismu tidak kalah dari

Pelukis kami di Departemen Pemeriksaan. Aku sudah banyak melihat orang. Jika melukis yang lain aku tidak berani bilang, melukis pria pasti sangat akurat. Apakah dia adalah pria yang membuatmu merasakan cinta? Apa yang kamu lakukan? Ini adalah pria yang ingin kutangkap. Tunjukkan surat jalannya. Baik. Selanjutnya. Coba lihat surat jalannya. Di mana surat jalannya?

Aku keluar terburu-buru, lupa bawa. – Tuan. – Bawa pergi. – Jalan. – Tuan. Aku sungguh lupa bawa. Cepat! Tuan, aku akan kembali untuk mengambilnya. Jangan bergerak. Tuan. Lewatlah. Ayo, tunjukkan surat jalannya. Tuan, lihatlah. Baik, selanjutnya. [Pelaku pembakaran, hadiah 10 tael perak] Surat jalan. Selanjutnya. Wanita bodoh ini. Gambarnya sama sekali tidak mirip denganku,

Masih ingin menangkapku? Sudah diam-diam mengikutiku sepanjang jalan. Kenapa bahkan aroma pun tidak ditutupi sama sekali? Keluarlah. Semoga bintang memberkati. Aku kira siapa, ternyata empat pendekar hebat dari Xue, Chi, Cang dan Xuan. Apa kakek tua itu yang mengutus kalian kemari? Yang Mulia berharap kami menemukan Anda dan memberi tahu Anda

Ada masalah di dalam negeri, ingin Yang Mulia segera kembali. Sekarang di dalam Kota Jiuxiao terjadi konflik antara suku Qian dan suku Qi. Takutnya ada orang yang akan sengaja membuat masalah. Status Yang Mulia istimewa. Jika ketahuan oleh orang yang berniat jahat, akibatnya akan sangat fatal. Aku tidak ingin melukai kalian. Tapi sejujurnya,

Orang seperti kalian, walaupun datang 10 orang lagi juga tidak bisa membawaku pergi. Yang Mulia. Meskipun di Kota Jiuxiao, tetap harus mengikuti aturan suku Qi. Untuk apa repot-repot? Kalian maju bersama. Cepat dimulai agar cepat selesai. Siapa? Berani-beraninya membuat keributan di kota! Sepertinya di sana. Es. Yang Mulia. Bagaimana perkembangannya? Di mana-mana sudah diatur

Pos pemeriksaan surat jalan. Ditambah, juga ditempel surat perintah penangkapanku. Selanjutnya, aku akan semakin kesulitan bergerak. Saat kembali, aku juga bertemu empat pendekar klan dan sedikit terluka. Yang Mulia, kenapa kamu bisa begitu ceroboh? Sini, berikan padaku. Kamu lihat, aku sudah bilang kalau kamu keluar harus membawaku.

Bagaimanapun juga aku adalah klan Cang suku Qi. Tubuhku lebih baik daripada otakku. Menurutmu, berapa orang dari utusan Ayahandaku yang bisa kamu hadapi? Baik. Yang Mulia, keterampilanmu memang bagus. Di suku Qi, tidak banyak orang yang merupakan lawanmu. Tapi, aku adalah pengawal pribadimu. Coba kamu pikir, yang bisa menjadi pengawal pribadimu, aku… Benar tidak?

Kamu bahkan tidak memberiku kesempatan untuk terluka. Apakah kamu pernah mendengar sebuah kalimat? Kalimat apa? Meninggalkan kelompok dan mencari tempat tinggal bisa membuat orang semakin tenang dan sadar, tidak terpengaruh oleh emosi. Tidak pernah dengar, siapa yang bilang? Yang Mulia. Apakah karena orang ini makanya kamu ke mana-mana sendiri? Sampai-sampai

Tidak ingin tinggal di Negara Qi lagi. Api Suci hilang selama sepuluh tahun. Ruang lingkup pembekuan [Beberapa bulan lalu] [Suku Qi, Kaisar Xue Qi] [Suku Qi, Penasihat Kerajaan, Han Lin] telah menyebar ke wilayah kutub utara. Jika begini terus, takutnya tidak perlu beberapa puluhan tahun, suku Qi kita

Akan benar-benar menjadi kota mati di bawah es. Karena kehilangan perlindungan Api Suci, wilayah kutub utara semakin dingin. Para penjaga terpaksa mundur ke selatan. Tapi, karena badai salju yang datang tiba-tiba, terkurung di laut kutub utara yang membeku. Laut kutub utara sudah membeku. Cepat lihat, badai salju datang. Cepat lari! Cepat! Masalah pembekuan

Suatu hari pasti akan terungkap. Pada saat itu, semua orang di suku akan tahu. Demi bertahan hidup, akan maju menyerang suku Qian dan memperluas wilayah adalah hal yang tidak bisa dihindari. Dan tidak peduli pembekuan ataupun perang, tetap akan membahayakan kelangsungan hidup suku Qi. Menemukan Api Suci adalah satu-satunya cara menyelesaikannya.

[Suku Qi, Kaisar Xue Qi] Api Suci selalu berhubungan dengan kelangsungan hidup suku kita. Tapi, Mu Yan sudah menghilang selama sepuluh tahun, sampai sekarang tetap tidak ditemukan. [Suku Qi, Jenderal, Chi Lan] Kita harus membuat rencana lain. Yang Mulia. Negara Qian sudah setuju untuk berdiskusi dengan kita bulan depan mengenai detail Enam Perjanjian Qian Qi.

Ini hanya langkah pertama suku Qi kita untuk bermigrasi ke Negara Qian. Kamu harus mengurusnya dengan baik. Baik. Yang Mulia. Ada mata-mata yang menyampaikan kabar bahwa akhir-akhir ini ada kasus aneh yang terjadi di Negara Qian. Menurut rumor, pembunuhnya adalah orang Qi yang memiliki tiga bekas luka di wajahnya. Apa mungkin itu Mu Yan?

Belum diketahui. Tapi, aku sudah mengutus mata-mata untuk terus mengikuti beritanya, tidak lama lagi akan ada kabar. Harus mengatur pos pemeriksaan di bagian luar kota. Tidak boleh membiarkan orang suku mendekati wilayah kutub utara lagi. Chi Lan. Pergi cari Han Zheng dan biarkan dia menjaga pos pemeriksaan. Jika perlu, beri tahu dia tentang masalah pembekuan.

Sudah saatnya dia tahu. Bagaimana dengan masalah Mu Yan? Untuk sementara sembunyikan dulu dari dia. Bagaimanapun mereka berdua adalah teman baik. Han Zheng pasti tidak menyangka ketika Mu Yan melarikan diri, diam-diam membawa pergi Api Suci. Baiklah, kalian berdua pergilah. Yang Mulia. Nyonya pemilik rumah baru saja datang. Dia tanya

Apa surat jalan kita sudah selesai. Jika belum selesai, tempat ini juga harus ditarik kembali. Kenapa Kota Jiuxiao begitu menargetkan orang Qi kita? Atau mungkin kita bisa kembali ke Shuobei dulu? Tidak mungkin. Begitu banyak orang Qi bisa hidup di sini, kenapa aku tidak bisa? Sebelum menemukan Mu Yan, aku tidak akan kembali.

Mu Yan juga orang Qi, kenapa dia bisa datang dan pergi dengan bebas? Apa mungkin dia tidak berada di Kota Jiuxiao? Atau mungkin masih ada satu kemungkinan. Dia terus bekerja sama dengan orang Qian. Benar. Dua orang kemarin malam mungkin adalah rekannya, makanya mereka baru tidak punya aroma orang Qi,

Juga tidak punya aroma orang Qian. Jarang ada orang yang tahu bagaimana cara menutupi aroma dengan obat herbal. Yang Mulia. Aku punya cara. Kita bisa mencari orang Qian untuk bekerja sama. Aku sembarangan bicara. Yang Mulia bahkan tidak bersedia menjadi rekanku, bagaimana mungkin bekerja sama dengan orang Qian. Aku tidak percaya

Jika tidak ada cara lain lagi. Cara? Memang ada satu. Cepat katakan. Saat aku pergi membeli es, aku bertemu dengan seorang anak kecil suku Qi. Dia bilang surat jalan memang hanya dimiliki Departemen Pemeriksaan. Tapi di tempat pembuatan barang tiruan, ada satu tempat yang bisa membuatnya. Apa sungguh bisa lolos? [Suku Qi, Ka Ka]

Yang Mulia. Mari. Ka Ka. Kenapa kamu baru datang? Cepat buatkan untuk kami. Dia, ‘kan? Benar. Ikutlah denganku. Ka Ka, kamu datang lagi. Kak Cheng, pagi sekali. Sudah tidak pagi. Ka Ka, sudah datang. Kaligrafi, coba kamu lihat. – Ini barang baru. – Tidak mau. Bagaimana? Lihat ini. Semuanya tidak mau. Kakak Muda.

Ada di depan. – Ayo cepat. – Tuan. Ayo cepat. Ayo kita pergi. Biar kulihat sebentar. [Toko Pandai Besi] Di sini. Ayo. Sudah sampai. Bos. Ada pelanggan untukmu. Apa yang mau kamu buat? Surat jalan. Nama? Ke Ha Kuerte. Usia? Apakah kamu tidak bisa lihat? Aku baru saja melewati ulang tahun usia dewasa. 60.

Apakah kamu bodoh? Untuk apa menulis informasi asli di surat jalan palsu? Bos. Terserah kamu mau menulis nama seperti apa. Usia, 50 tahun. Identitas, pedagang jaket bulu. Tunggu saja. Surat jalan kalian berdua. Benar-benar pengrajin klan Chi suku Qi yang paling hebat. Sungguh sangat mirip dengan asli. Hal mudah. Sepuluh tael emas. Di sini,

Orang Qi yang mencarimu membuat surat jalan palsu pasti sangat banyak. Bagaimana mungkin? Sepuluh tael emas ini tidak semua orang mampu membayarnya. Tidak menggunakan surat asli dan menghabiskan banyak uang untuk membuat yang palsu di tempatku, biasanya punya alasan yang tidak bisa diungkapkan. Kalau begitu, apa kamu pernah melihat orang Qi yang di wajahnya

Ada tiga bekas luka? Orang Qi di Kota Jiuxiao tidak mudah untuk mencari makan. Gawat, pengawal datang. Cepat lari! Pengawal datang! Cepat lari! Cepat pergi! Cepat! Cepat. Cepat pergi. Cepat. Minggir. Yang Mulia, cepat pergi, kamu adalah buronan. Ayo. Cepat. Ayo. Kalian keluar dulu dari sini, maka akan aman. Kalian cepat pergi.

Kenapa kamu tidak pergi bersama kami? Aku… Aku… Kamu cepat pergi, Yang Mulia. Terima kasih. Terima kasih. Dasar bodoh. Bagus. Bagus. Bagus. Bagus. Bagus. Bagus, Nak. Menurutmu, kenapa Ayah Angkat sangat mengagumimu? Kamu yang punya paling banyak ide. Kota Jiuxiao ini sangat panas, orang Qi paling takut panas. Orang Qi ini terlihat seperti

Orang yang manja dan kaya. Jadi, dia pasti akan membeli es dalam jumlah besar. Tapi tetap untung ada Pak Hu kita yang punya kenalan di mana-mana, makanya baru bisa menangkap mereka secepat ini. Tidak masalah. Apa sulitnya mencari para pemilik rumah ini untuk membantu memastikan identitas sebentar? Mereka semua adalah kenalan lama Ayah Angkat.

Mencari mereka untuk melakukan sesuatu cukup dengan satu kata saja. Masih tetap anakku yang otaknya paling pintar. Bisa-bisanya kamu terpikir meminta anak orang Qi seperti Ka Ka untuk memancingnya masuk ke dalam jebakan. Kali ini sungguh berkat bantuan Ka Ka dan Nenek, membuat kita tahu jika orang Qi tidak hanya takut api… Ternyata memang berguna.

Masih ada sesuatu yang lebih fatal. Tenang saja, tadi aku sudah melihatnya. Mereka berdua tertidur pulas seperti hewan mati. Tidur dengan sangat nyenyak. Ayah Angkat. Menurutmu kali ini, bisakah mereka mengatakan semuanya kepada kita? Tenang saja. Nanti kurung mereka di ruang bawah tanah rumahku, lalu aku akan menyalakan api.

Jika masih tidak bisa, biarkan mereka kelaparan dua hari. Dijamin, mereka akan mengatakan semuanya dengan jelas. Ke Ha. Bangun. Kenapa mulai lagi? Untung ada orang itu, aku harus segera mencobanya. Ayah Angkat. Aku tiba-tiba teringat satu hal, aku ingin masuk dan memastikannya. Tunggu. Kamu gantung jimat bawang ini di lehermu, untuk berjaga-jaga.

Tetap Ayah Angkatku yang pintar. Hati-hati ya, Nak. Aku masuk dulu. Bawang bombai. Bawang merah. Sebenarnya, kalian orang Qi juga tidak begitu sulit dihadapi. Bisa-bisanya kamu sudah jatuh ke tanganku. Sungguh aneh. Aku bisa melihat dengan jelas lagi. Sebenarnya apa yang dilakukan wanita bodoh ini? Sungguh aneh sekali. Kenapa setiap kali aku menyentuhnya,

Aku selalu merasakan perasaan aneh seperti ini? Meskipun aku juga tidak tahu kenapa, tapi jika aku bisa membawanya pulang ke rumah, penyakitku akan bisa sembuh. Kalau begitu, apakah aku bisa panjang umur? Panjang umur? Kenapa kamu… Ayah Angkat! Diam kamu!