Afu merebut posisi raja iblis | Song of the Moon【INDO SUB】EP36 | iQIYI Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Song of the Moon] [Episode 36] Aku sebagai Zeshui puluhan ribu tahun lalu, sebagai Luo Ning puluhan ribu tahun setelahnya, bersedia menggunakan status sebagai Ratu Siluman untuk memaafkan semua anggota Klan Air. Juga memaafkan Fu yang sekarang. Luo Ning. Luo Ning! Aku sangat ingin kamu menebus nyawa Luo Ning.
Meski kamu mati berapa kali pun, dosamu tidak bisa termaafkan. Satu-satunya alasanku tidak membunuhmu karena Luo Ning sudah memaafkanmu. Tapi aku, tidak akan memaafkanmu selamanya. Luo Ning! Menurutmu, pernikahan seperti apa ini? Tidak masalah jika dia direbut. Kita bisa merebutnya kembali. Kenapa bahkan kehilangan nyawa? Saat diberi tahu akan menikahi Tuan Siluman,
Menurutku itu tidak pantas. Tapi, tidak kusangka, Luo Ning akan bersama dengan Tuan Fu… Aneh jika dikatakan. Tuan Fu bukan Raja Siluman. Mengapa kutukan bisa dihilangkan saat dia bersama dengan Luo Ning? Tuan Fu memiliki energi Raja Siluman, yakni Raja Siluman yang berhubungan dengan Zeshui kala itu. Hal yang aneh saat ini adalah
Luo Ning bahkan tidak meninggalkan esensi peri setelah mati. Apakah mungkin tertinggal di suatu tempat? Pergi ke sana dengan membawa harapan terakhirnya sebelum mati. Tidak mungkin. Dengan kemampuan Luo Ge, tidak mungkin tidak menemukan esensinya. Luo Ge hanya memiliki satu adik. Siapa yang tidak bersedih? Kudengar, Dewa juga bersedih dan tidak keluar selama beberapa hari.
Coba lihat ini. Ini adalah wewangian Xinyi yang aku racik khusus. Bisa mengatasi flu dan melegakan hidung. Bukankah pernapasanmu terganggu karena mencemaskan kakakku akhir-akhir ini? Hidungmu juga tersumbat, ‘kan? Ini aku racik khusus untukmu. Aku sangat berbakti, bukan? Sudah dilarang menikah, tapi kamu bersikeras. Jika demikian, maka biarkan pria yang kamu cintai
Ikut mati bersamamu saja. Kebetulan bisa sedikit membantuku. Bagaimana? Demi anggota klan dan demi kamu, Luo Ning mengorbankan diri. Sekarang, ambisimu malah memancing aura jahat. Membuat Luo Ning mati di tanganmu. Meski Luo Ge memaafkanmu, tapi aku tidak bisa membiarkan hal ini. Setelah lukamu membaik, kubawa kamu ke Kediaman Peri untuk dihukum.
Hukuman seperti apa pun harus diterima. Fu. Aku sudah menghilangkan aura jahatmu. Tapi, kuingatkan padamu. Tidak boleh berhubungan dengan makhluk jahat di Monumen itu lagi. Kutukan sudah diatasi. Terhadap Luo Ge dan Luo Ning, aku berutang seumur hidup. Aku tidak boleh mengecewakan mereka lagi. Kakak. Apakah ada yang ingin kamu katakan lagi?
Esensi Luo Ning sungguh tidak ditemukan? Tidak. Kematian Luo Ning sebenarnya disebabkan oleh pernikahan kami. Aku bersalah padanya. Istana Siluman Air lebih bersalah padanya. Dan juga aku. Aku yang mencelakainya. Meski aku harus mati ribuan kali, juga tidak disayangkan. Kamu sudah melakukan kesalahan besar. Nasibmu seharusnya diputuskan oleh Luo Ge dan Kediaman Peri.
Aku akan terus mencari esensinya di gurun dan Istana Siluman Air. Jika bisa ditemukan, bisa dianggap sebagai kenang-kenangan. Jaga dia dengan baik. Tapi, tidak boleh membuka borgolnya. Perketat pengamanan. Periksa batasan tiga kali sehari. Baik. Hal yang diminati oleh perasaan adalah yang paling menyakitkan. Jika bertemu, entah itu keberuntungan atau kesialan.
Jika bertemu, berarti adalah keberuntungan. Bagaimana jika akhirnya tidak baik? Asalkan adalah pilihan sendiri, tidak peduli akhirnya baik atau buruk, aku tidak akan menyesal. Meski mengetahui akhirnya akan seperti ini, Luo Ning masih saja memaafkan Fu. Seperti Zeshui yang tetap jatuh cinta pada Raja Siluman. Aku hanya ingin kakak tahu, aku harus menjadi Ratu Siluman.
Harus menikah dengan He Na juga. Aku berjanji, akan hidup dengan bahagia. Kakak. Luo Ning. Lepaskan dia. Luo Ning. Luo Ning! Luo Ning! Mungkin aku sudah salah sejak awal. Tidak seharusnya aku melarangnya melakukan hal yang dia inginkan. Seharusnya membiarkannya hidup sesuai keinginannya. Aku sangat menyukainya. Kakak memang paling baik padaku.
Jika tahu akan seperti ini, aku tidak akan menyuruhnya menyalin kitab. Jika membiarkannya melihat dunia luar dengan bebas, mungkin, akhirnya tidak akan seperti ini. Luo Ning sama dengan Zeshui. Punya keinginan kuat atas cinta. Mungkin orang yang mereka cintai adalah ujian dalam takdir mereka. Tidak bisa dihindari dan harus dihadapi. Tapi, itu hal yang diinginkan,
Tidak ada penyesalan. Benar. Meski yang ditemuinya adalah Tuan Fu, meski akhirnya dia melupakan segalanya, pada akhirnya hanya tersisa niat untuk memaafkan. Tidak ada rasa penyesalan sedikit pun. Tapi aku ingat, aku selalu ingin… Luo Ning. meniadakan kutukan demi seseorang. Apakah orang ini adalah kamu? Liu Shao. Selama Luo Ning tidak ada,
Beruntung ada kamu yang menemani. Tidak membuatku terpuruk. Jadi, masalah apa pun yang terjadi, kita tidak boleh melepaskan, juga tidak boleh menyerah. Luo Ning. Kamu membutuhkan apa lagi? Akan kucari untukmu. Aku tidak membutuhkan apa pun. Aku hanya mengunjungimu. Lalu, aku harus pergi. Kamu akan pergi? Pergi ke mana? Pergi
Ke tempat yang sangat dingin dan gelap. Tapi, kakak ada di sana. Aku tidak takut. Bawa aku bersamamu. Aku tidak bisa membawamu ke sana. Tetapi, kamu boleh datang mencariku. Ingat untuk datang mencariku. Wewangian ini akan kubawa pergi juga. Tempat itu sungguh sangat membosankan. Jadi, kamu harus datang. Aku akan menunggumu. Luo Ning.
Siapa yang membawa pergi barang Luo Ning? Apakah sungguh adalah Luo Ning? Tidak benar. Luo Ning sudah mati. Selain itu, aku sendiri yang membunuhnya. Benar. Kamu yang sudah membunuh Luo Ning. Pak Tua. Kamu orangnya. Kamu yang membuatku berselisih dengan kakakku. Membuatku berselisih dengan Kediaman Peri dan membuat Luo Ning mati. Tuan Fu.
Ucapanmu ini tidak benar. Apakah aku yang menyuruhmu membawanya kabur? Aku yang menyuruhmu memberinya air mata Phoenix? Atau aku yang menyuruhmu memasang berbagai perangkap di gurun, sehingga menyeret kakakmu dan orang yang kamu cintai? Itu aku. Tapi, jangan berbicara terlalu mutlak. Kamu masih punya kesempatan. Tidak mungkin. Luo Ning sudah mati.
Dia tidak akan muncul lagi. Tapi, esensinya sama dengan esensi Zeshui. Hanya saja, orang yang ada di Monumen itu, menyembunyikannya di bawah Monumen. Apa katamu? Esensi peri tersembunyi di bawah Monumen. Disegel oleh banyak batasan. Wajar jika Luo Ge tidak menyadarinya. Belah Monumen Empat Musim, keluarkan dan biarkan dia menjadi dewa. Memakai kekuatan dewa miliknya
Untuk menghidupkan Luo Ning, bukanlah hal sulit. Sungguh bisa menyelamatkan Luo Ning? Pertama, kamu harus membantunya menjadi dewa. Aku akan pergi ke tempat yang sangat dingin dan gelap. Tempat yang sangat dingin dan gelap, adalah di bawah Monumen? Apakah kamu tidak ingin menyelamatkannya? Sebenarnya siapa kamu? Benar. Kamu? Aku bisa membantumu menyelamatkan Luo Ning.
Kamu ingin menyelamatkannya tidak? Ingin bebas tidak? Apakah ingin Luo Ning hidup kembali? Luo Ning. Asalkan kamu menuruti perintahku, takluk padaku, aku akan meminjamkan kekuatan untuk mengacaukan tiga alam. Bukan hanya menghidupkan Luo Ning, tapi juga anak kalian. Bawahan harus berlaku seperti bawahan. Kamu harus datang mencariku. Aku akan menunggumu.
Esensi peri Luo Ning ada di bawah Monumen. Belah Monumen itu, maka aku akan membantumu menghidupkannya. Mayoritas anggota klan muda sudah berpindah ke daratan. Dengan kemampuan mereka dan martabat yang dibangun oleh Yang Mulia selama ini, maka bukanlah hal sulit jika ingin membangun usaha. Sepertinya Klan Air kita… Bukan. Klan Miaoyin kita akan kembali berjaya
Tidak lama lagi. Yang Mulia. Yang Mulia. Klan kita berkembang dengan baik saat ini. Mohon Yang Mulia menjaga kesehatan. Pertarungan di gurun kala itu, membuat organmu terluka parah. Juga memaksakan diri, menghilangkan aura jahat di tubuh Jenderal Fu. Kekuatan elemen air yang membuatmu bertahan sampai sekarang. Sudah waktunya untuk merawat diri. Aku tahu.
Tunggu setelah membawa Fu ke Kediaman Peri saja. Jika tidak melakukannya, aku sungguh tidak bisa tenang. Fu? Fu. Fu. Fu. Ada apa denganmu, Fu? Fu. Fu. Apa yang terjadi? Ada sebuah aura jahat yang berbaur dengan nadimu. Tidak bisa dihilangkan. Karena aku menyerahkan nadiku untuk dikendalikan olehnya. Sebagai gantinya, aku bisa meminjam sebagian kekuatan dewanya.
Apa katamu? Tapi, untuk melawan Luo Ge dan seluruh Kediaman Peri, ini masih tidak cukup. Fu. Apakah kamu tahu apa yang sedang kamu lakukan? Aku tahu jelas apa yang kuinginkan. Yang kuinginkan adalah kekuatanmu. Apakah kamu sudah lupa mengapa Luo Ning mati? Aku justru tidak bisa melupakan bagaimana dia mati. Aku harus menemukannya. Fu.
Luo Ning sudah mati. Tidak mungkin hidup kembali. Belum. Kamu jangan melakukan kesalahan lagi. Belum. Dia belum mati. Dia belum mati. Asalkan mendapatkan esensinya, maka dia bisa hidup kembali. Aku memimpikannya kemarin. Dia bilang, dia terkurung di bawah Monumen. Di sana gelap dan dingin, dia menungguku untuk menjemputnya. Jadi, aku harus membelah Monumen Empat Musim.
Aku harus menyelamatkannya. Jangan sampai keegoisan dirimu membuat tiga alam dalam bahaya. Kakak. Aku tidak bisa memedulikan hal sebanyak itu lagi sekarang. Kali ini, aku hanya ingin menolong Luo Ning. Menyelamatkan Luo Ning dan anak kami. Awalnya, beberapa bulan lagi, akan ada anak menggemaskan yang lahir. Hal yang kuinginkan hanya sebatas itu. Kakak selalu
Sangat menyayangiku. Aku percaya kali ini, kakak akan mengabulkan keinginanku juga. Aku harus meminjam elemen airmu lagi, agar memiliki kekuatan yang cukup untuk membelah Monumen. Fu. Kamu akan menyesal. Kakak. Kamu pernah menaklukkan Dunia Siluman demi mendapatkan kebebasanku. Sementara sekarang, aku ingin menggunakan elemen airmu. Setelah aku berhasil menyelamatkan Luo Ning, kamu boleh menghukumku.
Tidak masalah meski hukumannya berat. Kakak. Maaf. Fu. Fu. Aku sudah melihat dengan jelas. Setelah menyaksikan cara penyegelan Yaoling berkali-kali, akhirnya bisa terlihat jelas. Cara penyegelan Yaoling memang sudah aku kuasai. Tapi, sebenarnya apa yang terjadi kala itu, hingga membuat Dewa Yaoling begitu sedih. Dewa Yueguang? Luo Ge? Liu Shao.
Hal yang diberi tahu Roda Mian padamu ini, sebenarnya pernah aku dengar. Jadi, elemen kedua Dewa sungguh berlawanan? Sebenarnya, Yaoling dan Yueguang pernah saling mencintai. Mereka bertugas terpisah mengurus pagi dan malam. Tidak seharusnya bersama. Tapi, mereka saling jatuh cinta saat bertemu di Labirin Yinyang. Tapi, setelah keduanya bersama, gerhana matahari terjadi. Memicu keanehan cuaca.
Tiga alam menjadi kacau. Keduanya terpaksa berpisah demi orang banyak. Mengisolasi diri masing-masing. Jika memang sudah berpisah, kenapa hal itu masih terjadi? Di saat kedua Dewa mengisolasi diri, adalah saat di mana Raja Siluman mati karena Peri Zeshui. Dunia Peri dan Dunia Siluman tidak punya pemimpin. Berbagai keinginan di Dunia Manusia menjadi semakin kuat
Dan terkumpul di dunia. Berubah menjadi aura jahat yang hebat. Mencelakai makhluk dan membunuh warga. Membuat tiga alam bergejolak. Yaoling yang tahu hal ini, bertekad mati bersama aura jahat. Yueguang tidak tega melihat Yaoling seperti ini. Demi menolongnya, dia menyimpan aura jahat di dalam tubuh dan menyegelnya dalam tubuh. Menyegel dengan tubuhnya sendiri?
Lalu, mengapa Yaoling membunuhnya? Karena Dewa Yueguang menyimpan terlalu banyak aura jahat, dia malah dikendalikan aura jahat. Tidak seperti dulu lagi. Demi tiga alam, Yaoling terpaksa membunuhnya. Kamu bukan dia. Aku adalah dia. Jika tidak percaya, kamu lihat saja sendiri. Yang satu mengasihi dunia. Yang satu mengacaukan dunia. Kamu sudah bukan dia.
Serangan Yaoling yang dikerahkan sekuat tenaga itu, membelah jantung Dewa Yueguang menjadi dua. Setengah bagian yang dirasuki aura jahat, disegel di bawah Monumen. Sementara setengah bagian lain, ada di… Aku sering merasa cemas. Aku dan makhluk jahat itu merupakan setengah bagian Dewa Yueguang. Jika suatu hari nanti, aku akan seperti Dewa Yue,
Dikendalikan oleh makhluk jahat… Kamu berbeda dengannya. Kamu bukan makhluk jahat itu, juga bukan Dewa Yue. Kamu adalah Luo Ge. Tidak akan dikendalikan aura jahat seperti dia. Aku takut tidak bisa menjaga tiga alam ini. Dan tidak bisa menjagamu. Jika hari itu sungguh tiba, maka aku yang akan melindungimu. Jika kamu adalah Dewa Yaoling,
Apa yang akan kamu pilih? Mungkin akan membuat pilihan yang sama. Meski dia sudah membelah jantung orang yang dicintainya, tapi ini membuat orang yang dicintainya tidak dimanfaatkan makhluk jahat. Ini merupakan wujud hormat terbesar terhadap Dewa. Karena luka lamanya kambuh, kakakku tidak bisa bekerja. Aku disuruh menggantikan posisinya untuk sementara. Menyatukan semua Klan Siluman,
Membangkitkan nama Dunia Siluman. Semuanya tidak keberatan, ‘kan? Luka lama Tuan Siluman Baju Putih kambuh? Aku ingin bertanya, luka separah apa yang membuat Tuan Siluman menyerahkan posisi Raja kepada adiknya? Benar. Kami berdua punya niat yang sama. Siapa pun yang menjadi Tuan Siluman, akan sama saja. Jika ditanya seberapa parah lukanya, sebenarnya tidak parah.
Hanya saja perlu dirawat dengan baik saja. Setelah dia pulih, aku akan segera mengembalikan posisi ini kepadanya. Sampai saatnya nanti, aku tetap menjadi pejabat, menjadi adik, sementara dia tetap menjadi Tuan dan kakak. Tapi dulu, yang kami akui adalah Tuan Siluman Baju Putih. Bukan Tuan Fu. Jika demikian, kami akan datang lagi
Setelah Tuan Siluman Baju Putih memulihkan lukanya. Ayo kita pergi. Ayo. Ayo. Ayo. Ayo. Mengapa Tuan Fu memiliki kekuatan elemen air milik Yang Mulia? Kamu tidak puas? Kamu merasa kemampuanku ada di bawah kakakku, dan tidak mampu memimpin Dunia Siluman ini? Tidak berani. Tidak berani. Yang Mulia. Kemampuanmu tidak tertandingi, lebih hebat dari
Tuan Siluman Baju Putih. Ini salahku. Mohon Yang Mulia memaafkan. Sudah terlambat jika minta maaf sekarang. Siapa yang masih tidak puas? Kami bersedia takluk. Hormat pada Raja. Hormat pada Yang Mulia. Kami bersedia takluk. Hormat pada Raja. Hormat Yang Mulia. Kami bersedia takluk. Hormat pada Raja. Hormat pada Yang Mulia. Semuanya pimpin bawahan masing-masing
Dan bersiap untuk perang. Ikut denganku untuk melakukan hal besar. Sampai saatnya nanti, baik Dunia Siluman, Dunia Manusia, atau Kediaman Peri yang angkuh itu, semuanya akan takluk dan berada di bawah kakiku. Kami bersedia ikut dengan Yang Mulia, berjuang demi Klan Siluman. Kami bersedia ikut dengan Yang Mulia, memerangi tiga alam,
Berjuang demi Klan Siluman. Memerangi tiga alam, berjuang demi Klan Siluman! Memerangi tiga alam, berjuang demi Klan Siluman! Berjuang demi Klan Siluman! Berjuang demi Klan Siluman! Berjuang demi Klan Siluman! Berjuang demi Klan Siluman! Berjuang demi Klan Siluman! Fu. Aku sudah terlalu memanjakanmu selama ini, sehingga terjadi petaka seperti ini. Kali ini,
Kamu pasti akan membayar ganjarannya. Apa? He Na memberikan posisi Tuan Siluman kepada Tuan Fu? Benar. Kabar ini sudah menyebar di tiga alam. He Na terlalu memanjakan adiknya. Meski sedang terluka, seharusnya memikirkan dulu apakah pantas. Pemuda seperti Fu itu, begitu dilihat selalu membuat masalah. Sekarang, kekuasaan ada di tangannya. Entah apa yang akan dilakukannya.
Ini panas sekali. Maaf. Cepat tiup. Kamu sudah datang. Tahu aku akan kemari, jadi menungguku? Benar. Pemimpin siluman mendadak berubah, entah hal apa yang terjadi. Kamu pasti akan mencemaskan He Na. Kamu tidak mencemaskannya? Jika bukan karena adiknya, Luo Ning tidak akan mati di sana. Aku tidak ingin menemuinya. Meski kamu tidak ingin bertemu,
Tapi jika terjadi sesuatu padanya, apakah kamu sungguh akan tinggal diam? He Na tidak mewaspadai adiknya sama sekali. Sangat mungkin akan masuk perangkap. Tapi, Tuan Fu seharusnya tidak akan membunuh kakaknya. Luo Ge. Aku ingin pergi ke Istana Siluman. Memastikan keamanan He Na. Bagus juga. Kemampuanmu maju dengan pesat. Seharusnya lebih baik dari Tuan Fu.
Setelah menyusup ke sana, ingat untuk berhati-hati. Berinisiatif untuk mundur juga tidak masalah. Tenang saja. Aku akan baik-baik saja. Ditambah lagi, aku membawa Lonceng Wang, akan memberitahumu jika ada sesuatu. Aku pergi dulu. Yang Mulia! Yang Mulia! Tai Lao. Apakah Fu sudah merampas kedudukan Tuan Siluman?