Peluang emas sebagai striker Barcelona yang diambil oleh Hamza Abdelkarim

Dia sangat menonjol di usia 12 tahun. Fisiknya tumbuh begitu cepat, melampaui anak-anak seusianya. Tiga tahun kemudian, dia menggila di U17 dengan membukukan 38 gol dan 12 assist, hanya dalam 30 pertandingan.
Namanya Hamza Abdelkarim. Dia debut di tim senior Al Ahly pada usia 17 tahun. Dan di sinilah ironi sepak bola terjadi padanya. Karena persaingan striker yang ketat, dia hanya tampil 7 menit dalam semusim. 7 menit!
Namun, dia tidak mengeluh sedikit pun. Dia bahkan bilang, “Bagi saya, bermain satu menit saja di tim utama Al Ahly adalah sebuah kehormatan besar.” Tak ada yang menyangka, keteguhan hatinya justru membukakan jalan terang untuk kariernya.
Saat ia membela Mesir di Piala Dunia U17 tahun 2025, seorang pemandu bakat Barcelona, Joao Amaral, mulai tertarik padanya. Singkat cerita, dia diboyong Barcelona dengan biaya sekitar satu setengah juta euro—menjadikannya pemain Mesir pertama dalam sejarah klub.
Setelah tampil gokil membawa La Masia menjuarai Liga Remaja Spanyol, hingga berhasil masuk skuad senior timnas Mesir di Piala Dunia 2026, jalan kariernya seolah terbuka dengan ajaib.
Barca saat ini sedang punya lubang besar di lini depan. Lewandowski pergi, Rashford pulang, dan Ferran Torres ditebus PSG.
Melihat situasi itu, Hansi Flick memberikan debut untuk bocah 18 tahun ini, pada laga pramusim melawan Birmingham City. Secara mengejutkan, dia mencetak 2 gol di laga tersebut.
Tapi, reaksi Hansi Flick yang bikin momen ini makin masif. Flick terang-terangan memujinya: “Sebagai striker, kamu harus hadir di dalam kotak penalti. Hari ini dia ada di sana, dan itulah yang saya minta dari seorang nomor sembilan.”
Bahkan di laga keduanya melawan mantan klubnya sendiri, Al Ahly, dia kembali mencetak gol. Awal yang sempurna untuk membuktikan bahwa dia layak berada di sana.

#football #sepakbola #barcelona #sepakboladunia #debugbola