Hoe Wo dan Mobai bertemu di game | Double Love【INDO SUB】EP1 | iQIYI Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Double Love] [Episode 1] [Pedang Sinar Bulan] Dengan perasaan dan pemandangan saat ini, rasanya benar-benar ingin membuat sebuah puisi. Sayangnya aku tidak begitu berpendidikan. Hanya bisa mengatakan, sungguh menyenangkan. Apa yang terjadi? Ada apa ini? Jarang-jarang, aku bisa tenang sebentar. Betapa sulitnya aku.

Dewa Mo Bai muncul mendadak. Di garis koordinat Pulau Petualang. Cepatlah datang melihatnya. [Akhirnya, Dewa Mo Bai muncul?] [Chu He] Dewa Mo Bai? Kenapa rasanya, seperti pernah melihatnya di suatu tempat? [Daftar Peringkat] [Di Antara Mo Bai] Dewa sudah datang. Sudah datang. Dewa sudah datang. Dewa. Dahulu hanya bisa memandang akun Dewa di Daftar Peringkat.

Tidak menyangka, berkesempatan melihatnya dari jarak dekat seperti ini. Di manakah? Tidak terlihat apa pun. [Pulau Petualang] Pulau Petualang, koordinat 287, 306. Bukankah itu di dasar tebing? Pergilah melihatnya. [Di Antara Mo Bai] Bukankah itu Dewa? Dewa. [Gawat.] [Tidak hati-hati dan salah mengeluarkan jurus.] Dewa. [Inikah yang dipanggil Dewa?] [Bahkan, sampai sebegitu dekatnya.]

[Chu He? Siapa itu? Tidak pernah melihatnya.] [Apa yang perlu dilihat lagi? Dewa sudah pergi dari tadi.] [Siapa anak baru itu tadi?] [Bagaimana dengan Chu He sekarang?] [Apa yang perlu dilihat lagi? Dewa sudah pergi dari tadi.] [Chu He? Siapa itu? Tidak pernah melihatnya.] [Chu He? Siapa itu? Tidak pernah melihatnya.] [Menurutku, dia itu sengaja.]

[Tekniknya berbeda terlalu jauh, tidak selevel.] [Chu He, cepatlah bangun.] [Ada orangkah? Tariklah Chu He ini keluar.] [Apakah ingin menarik perhatian Dewa?] [Cepatlah pergi melihatnya.] [Apa yang perlu dilihat lagi? Dewa sudah pergi dari tadi.] [Ke mana perginya anak baru itu?] Terima kasih atas kehadiran semuanya. [Chu He, semangat! Terbanglah sekali lagi. Kau bisa.]

[Kenapa keduanya bisa bertabrakan?] [Bubarlah, semuanya.] Sampai jumpa lagi di lain kesempatan. [Kenapa begitu ramai? Apa yang terjadi?] [Kenapa keduanya bisa bertabrakan?] [Chu He, semangat! Lain kali pasti sudah bisa.] [Anak muda yang sangat berani.] [Chu He (membajak sawah) di siang hari yang terik.] [Lalu, keringatnya menetes di tanah persawahan.] Ini bukan bus menuju TK.

Aku mau turun dari bus. Tidak disangka, aku menabrak Dewa yang ada di Daftar Kemampuan hingga terbang. Gawatlah. [Pengajuan menambahkan Anda sebagai teman] [Setuju][Tolak] Banyak sekali? [Pengingat pesan] Jangan-jangan, aku terkenal karena bertabrakan? [Di Antara Mo Bai. Pengajuan menambahkan Anda sebagai teman] [Setuju][Tolak] Jangan-jangan, Dewa datang untuk membalas dendam? Menambahkan atau tidak? Tidak boleh menambahkan.

Kemungkinan besar, dia datang untuk membunuhmu. Kenapa tidak menambahkannya? Dewa berlevel begitu tinggi, berapa banyak orang yang ingin menambahkannya, tetapi tidak bisa? Apa kau dungu? Benar juga. Sebaiknya, menambahkannya. [Pengingat pesan] [Setuju] Setuju. [Pohon di Samping Tebing Laut Besar yang Liar.] [Pohon di Samping Tebing Laut Besar Yang Liar. Kemarilah.] [Kemarilah.] Baik. [Pulau Petualang]

Ini benar-benar perpaduan yang sempurna dari Dewa. Dewa. Tadi, aku tidak sengaja menabrakmu hingga terbang. Aku sungguh meminta maaf. [Niat Awal. Chu He] Dewa. Kau dengarkan alasanku. Bukan. Kau dengarkanlah penjelasanku. [Sungguh menindas orang.] [Niat Awal. Chu He] [Niat Awal. Chu He] [Tolong!] [Ternyata memang datang untuk membalas dendam.] Bangun! Lanjutkan! Dewa.

Aku benar-benar tidak sengaja. Hari ini, aku baru saja naik level. Masih banyak jurus yang belum aku kuasai semua. Bangun. Dewa. Kau berbaik hatilah. Orang yang berlapang dada bisa memaafkan segalanya. Dewa, kumohon, ampunilah aku. Kau ampunilah aku. Ketika suasana hatiku sedang buruk, aku memang suka perhitungan dalam segala hal.

Kalau begitu, bagaimana suasana hatimu yang sekarang? Sangat buruk. [Niat Awal. Chu He] [Berarti, sangat perhitungan.] [Niat Awal. Chu He] Dewa. Sekarang, seharusnya amarahmu sudah reda, bukan? Dewa? [Di Antara Mo Bai membatalkan hubungan pertemanan dengan Anda] [Tutup] Dewa, kau sama sekali tidak bisa bertoleransi. [Pengumuman: Mengejutkan! Dewa Mo Bai ditabrak anak baru hingga terbang.]

[Apakah ini kemerosotan moral atau cara menggoda yang baru?] [Mengejutkan!] [Dewa Mo Bai ditabrak anak baru hingga terbang.] [Apakah ini kemerosotan moral] [atau cara menggoda yang baru?] [Cara menggoda di zaman sekarang, sungguh penuh trik.] [Dewa ditabrak hingga terbang, sungguh membuatku sakit hati.] [Bisa bertabrakan karena berjodoh.]

[Di Antara Mo Bai sungguh buruk, anak baru saja bisa menabraknya hingga terbang.] [Anak Baru, kau akan terkenal.] [Gosip ini sungguh panas.] [Panggilan telepon] [Su Ye] [Putuskan panggilan] Xiaoyezi. Aku menabrak dewa terhebat di Pedang Sinar Bulan hingga terbang. Langsung terkenal setelah bertabrakan? Kalau begitu, kau masih belum debut,

Tetapi sudah terkenal di dalam gim terlebih dahulu? Oh, iya. Bagaimana persiapanmu untuk audisi video musik pendek sore ini? Aku sudah berlatih berkali-kali. Bagaimanapun, ini kesempatan yang kudapatkan dengan susah payah. Aku harus berusaha dengan baik. Benar. Bukankah kau mengatakan, ingin berusaha agar bisa sejajar dengan pria idamanmu? Benar. Kalau begitu, aku berlatih sekali lagi.

Sampai jumpa nanti sore. Sampai jumpa. Lu Guanghan. Lu si Cantik. Lu si Hebat. Buka pintu. Lu… Lu Wanwan. Kau ingin mencari mati? Kau yang ingin mencari mati. Sudah kukatakan berapa kali? Tidak boleh memanggilku seperti ini. Siapa suruh kau bernama Lu Guanghan? Bukankah dewi di Istana Guanghan itu cantik-cantik semua? Aku ini sedang memujimu.

Pagi buta di hari libur, untuk apa kau berteriak-teriak dan tidak tidur? Sudah pukul berapa sekarang? Kau tidak melihatnya? Aku sudah hampir mati kelaparan. Aku mau memesan makanan. Kau mau memakan apa? Lobster air pedas. [Lobster air pedas] [Selada sayur] Tidak takut panas dalam? Sudah. Sudah memesannya, belum?

– Sudah. – Aku mau yang porsi besar. Kau ke mana? Begitu cepat? Kau sedang melakukan apa? Aku sedang berbicara padamu. Kau sedang apa? Aku sedang mengirimkan dokumen. Sekarang sudah tahun keempat semester akhir, semua teman sudah mencari kesempatan untuk audisi, benaran gawat kalau aku masih tidak berusaha. Kau sadar juga? Aktris seusiamu sudah memerankan

Protagonis wanita berkali-kali. Kalau ingin menyalahkan, salahkan saja orang tua yang menamaiku dengan nama ini. Lu Wanwan, sudah pasti aku yang akan dibantai. Kau masih menyalahkan orang tua? – Kau membunuh adik kandung. – Kau menyalahkan orang tua? Kuberi tahu padamu, sebelum aku merasa bosan terhadapmu, segeralah bergabung dengan Yingge. Aku tidak akan bergabung,

Aku tidak mau mengandalkan koneksi. Kalau orang lain tahu, aku itu adikmu, aku akan dicemooh seluruh warganet. Bagaimana kau tahu kalau aku tidak bisa mengandalkan diri sendiri? Kau bisa? Kau hanya bisa memainkan gim jelek ini. Ini bukan gim jelek, ini adalah Pedang Sinar Bulan. Han Jingmo yang menjadi duta produknya,

Kau tidak boleh bilang begitu. Han Jingmo, otakmu hanya dipenuhi oleh Han Jingmo. Bisakah kau tidak seperti lansia yang suka ikut campur urusan orang lain? Aku akan berusaha. Aku akan berusaha. Bagaimana kau berusaha? Dengan mengandalkan ini? Meski berusaha 50 tahun, kau juga tidak bisa mengejar Han Jingmo. Malas berbicara denganmu. Kak,

Karena membahas Han Jingmo, apakah dia ada acara atau publisitas belakangan ini? Bocorkanlah padaku. Kak. Kakak kandungku. Lepaskan, benaran tidak tahan terhadapmu. Hari ini pukul 5 sore, ada pertandingan bola basket untuk amal. Kak, kalau begitu, sisihkan tiket dengan tempat duduk yang bagus untukku. Bawakan lobster air pedas ke kamarku. Baik. [Teknik Pertunjukan] [Lin Wei]

[Tolak] [Terima] Halo? Aku menelepon untuk mengingatkanmu, ada pertandingan persahabatan selebritas pukul 5 sore ini, jangan lupa. Tidak lupa. Oh ya, ada rapat sinopsis sebuah drama dua hari lagi, akan lebih membosankan. Ingin kubantu menolaknya? Tidak perlu, aku ingin pergi. Aku ingin mendengar bedah pendapat dari para profesional. Baik, aku mengerti. Lanjutkan kesibukanmu. [Ruang Tunggu]

Selanjutnya, Ge Xiaowei. Ya. [Ruang Tunggu] Xiaoyezi, di sini. Ayo! [Ruang Tunggu] Tidakkah kita terlalu berusaha? Hari pertama liburan musim dingin sudah mengikuti audisi. Benaran tidak ingin meminta bantuan kakakmu? Jangan sampai orang lain tahu, aku punya kakak seperti itu. Tidak menghargai berkah. Mengandalkan diri sendiri. Mengandalkan diri sendiri. Selanjutnya, Lu Wanwan. Giliranmu. Aku.

Cepatlah pergi. Tegang. Cepatlah, semangat. – Semangat. – Semangat. Tasku di sini, aku pergi dahulu. Semangat. Semangat, hati-hati. Nama? Lu Wanwan. Nama asli atau nama panggung? Nama asli, Wan dari kata gawat. Kami punya sebuah melodi sedih di sini, kau ucapkan narasi yang lumayan sedih. Baik. Sebenarnya, aku punya sebuah rahasia

Yang telah kusimpan sangat lama di dalam hatiku. Rahasia ini mengenai kakakku. [Kakakku adalah] kakak yang berasal dari orang tua yang sama. Namun, dia melewati 40 tahun kehidupannya begitu saja tanpa mengetahui rahasia dalam pengalaman hidupnya. – Poin ini lumayan. – Benar, dia sangat berbakat secara keseluruhan. Siapa yang memarahiku?

Tidak disangka, audisi awal begitu lancar. Orang biasa sepertiku, bahkan bisa lolos juga. Akhirnya, bisa menambahkan pengalaman yang berguna di resumeku. Aku harus berterima kasih pada Tuhan, juga pada si Kaki Reumatik. Kau tetap mengandalkan koneksi, benar? Apa aku orang seperti ini? Sudah kubilang, tidak akan mengandalkan koneksi. Kau memang orang seperti ini.

Aku hanya mengarang sebuah cerita sederhana dengan memanfaatkan si Kaki Reumatik. Teruslah membual. Kali ini, telinganya tidak bisa mendengar atau matanya yang tidak bisa melihat? Apa aku seperti ini? Apa aku orang seperti ini? Kau memang orang seperti ini. Oh ya, audisi kedua diadakan dua hari lagi, jangan lupa. Tidak akan lupa.

Pukul 5 sore ini, pertandingan bola basket Han Jingmo, mau melihatnya bersama? Ayo! Sekarang masih terlalu awal, kita mencari tempat dahulu untuk memakan sedikit? Ayo, mencari makanan lezat! Ayo! Ayo! [Pulau Petualang] Aturan tidak masuk akal apa ini? Setelah luring di tempat lain, saat daring tetap harus masuk dari tempat awal?

Tidak akan mencariku untuk balas dendam lagi, benar? Pemandangannya lumayan. Apakah bersembunyi di suatu tempat? Dewa. Dewa. Dewa. Pemandangannya benaran bagus. Nyaman. Aku yang membuka gunung ini, [Pengembara Pembawa Pedang] aku yang menanam pohon ini. Kalau ingin melewati tempat ini, berikan uang jalan. Cepat berikan uangnya! Pendekar, maafkan aku. Aku benaran tidak punya uang, Pendekar.

Pendekar. Tolong! Berhenti! Orang dungu yang akan berhenti! Kalau kau masih tidak berhenti, aku akan menghabisimu sekarang! Ayo! Ayo, kejarlah aku! Kalau kau bisa mengejarku, aku tidak bermarga Chu lagi! Sudah kukatakan, tidak ada yang bisa berlari lebih cepat dariku, Chu He si Hebat. Kenapa tidak lari lagi? Pendekar, maafkan aku sekali lagi.

Uang melintas bisa diberikan, tetapi jangan membunuh aku. Ini pertama kalinya aku melihat orang tidak tahu malu sepertimu. Itu mungkin karena orang yang Anda jumpai memang lebih sedikit. Ayo, duduklah di sini! Ayo! Hati-hati, pedang ini sangat berbahaya. Ayo, duduklah! Pemandangannya lumayan. Sangat disayangkan kalau saling membunuh di pemandangan yang begitu indah.

Ada masalah apa bisa dibicarakan baik-baik, benar? Kalau begitu, bayarlah. Tidak mau. Tadi, kau sudah berjanji akan membayar uang melintas. Uangku kudapatkan dengan susah payah. Kalau begitu, langsung berduel saja. [Niat Awal. Chu He] Bangun dan hiduplah kembali. Ini… Tunggu sebentar. [Niat Awal. Chu He] Aku akan mengeluarkan pedang 40 meterku.

Ternyata, benaran ada yang menggunakan senjata ini? [Niat Awal. Chu He] Akan kubiarkan kau berlari hingga 39 meter dahulu. Takut sekali. Sekarang sudah merasa takut, bukan? [Niat Awal. Chu He] Majulah! Hiduplah kembali! [Niat Awal. Chu He] Kau ini. Jika ada masalah, bicarakanlah baik-baik. [Chu He][Tambahkan sebagai teman] Kenapa membunuhku seperti ini terus?

[Sedang menunggu konfirmasi dari pemain] [Tutup] Apa gunanya membunuhku berulang kali? [Niat Awal. Chu He] [Tuan Muda Aliran Tang. Pengajuan menambahkan Anda sebagai teman] [Setuju][Tolak] [Niat Awal. Chu He] Apa kau gila? Cepat, hiduplah kembali. [Niat Awal. Chu He] Terima, tidak? Kalau tidak mau, bagaimana? [Niat Awal. Chu He] Cepat, berdirilah. [Niat Awal. Chu He]

Menerima permintaan pertemananku, tidak? Iya. Bukankah hanya berteman? Ini bukan masalah besar. [Setuju][Tolak] Ada yang bisa dibantu? Temanku mengajakku bermain dungeon. Kami kekurangan pelawak. Ikutlah denganku. Mengajakku bermain dungeon? Kenapa tidak bilang dari tadi? Membuang-buang tenaga saja. Aku bahkan sempat mengira, kau itu perampok benaran. Tinggal bilang dari tadi, bukan? Sampai membuatku mati berkali-kali.

[Kalau masih beromong kosong,] [akan kubunuh kau setiap kali kita bertemu.] [Restoran Yizui] [Restoran Yizui] San, jangan berlatih lagi. Kuperkenalkan pada kalian. Dia adalah teman yang baru kupungut dari jalan hari ini, Chu He. [Restoran Yizui] Halo. Senang bertemu denganmu. [Kenapa Dewa bisa berada di sini?] [Benar-benar gawat.]

[Apakah masih sempat kalau aku keluar dari tim ini sekarang?] Dunia memang sempit. Halo, Dewa Mo Bai. Aku sungguh meminta maaf untuk yang sebelumnya. Maaf. Kalian saling kenal? Tidak kenal. Dia itu, seekor yang menabrak Dewa hingga terbang. Seekor? Seekor burung kecil [Restoran Yizui] yang menabrak Dewa hingga terbang. Kalian sungguh berjodoh. Berjodoh buruk. Sudahlah.

Mari bicarakan hal serius. Jadi bermain dungeon, tidak? Tunggulah aku berganti ke akun utamaku sebentar. Ini… Yang tadi itu akun sampingan? Tuan Muda Aliran Tang, peringkat ketiga dalam kategori kekuatan tarung. [Tuan Muda Aliran Tang] [Tiga Pedang Taibai] Tiga Pedang Taibai, sepertinya peringkat keempat dalam kategori kekuatan tarung? Tiga pemain pro membawa satu pemain cupu.

Kak Chu He, kau ini orang yang menabrak Mo Bai hingga terbang. Kau harus lebih berani, boleh? Karena baru pertama kali satu tim, demi kemudahan berkoordinasi, nyalakan saja mik kalian. Baik. Aturan biasa. Sudah tahun 2022, masih saja menggunakan pengubah suara yang begitu kuno. Begitu tidak tulus. Itu kebiasaan buruk mereka berdua. Kenapa lebai sekali?

Apa salahnya memakai suara sendiri? Halo, terdengar, tidak? [Halo, terdengar, tidak?] Bisa. [Kak Chu He,] [kau memilih karakter suara yang mana dari pengubah suara?] [Suaranya lumayan bagus.] [Lain kali, aku ingin menggunakannya juga.] Ini suara asliku sendiri. [Aku tidak lebai seperti kalian.] [Baiklah, sudah dipastikan kalau kau bukan pria] [yang menyamar sebagai wanita.]

Justru, aku yang curiga kalau kalian ini wanita. Tuan Muda Aliran Tang, ingatlah untuk menarik monster. Monster akan keluar sebentar lagi. Serang saja dengan tenang, ada aku di belakang. [Pertama kali bermain dungeon,] [pemandangan ini begitu nyata.] [Pergi bersama sekelompok pemain pro,] [seketika rasanya, seperti ada musik latar.]

Ada empat monster di Gua Ribuan Salju, yaitu Iblis Kecapi, Bai Xiaosheng, Raja Bangau dan Kepala Lembu. Iblis Kecapi di dungeon ini sangat sulit terkalahkan. Dia akan menggunakan tangga nada pentatonik sebagai formasi. Mengeluarkan lingkup keahlian yang berbeda-beda. Nanti ingatlah untuk menghindar berdasarkan lingkaran merah di lantai. Sobat, kami sudah mengetahui semua ini.

Aku sedang memberi tahu pemain baru. Terima kasih sudah diingatkan. Hati-hati, Iblis Kecapi sudah mau datang. Chu He, perhatikan urutan tangga nadanya. Jika salah menekan atau kelebihan menekan, tim kita akan terbunuh. Chu He. [Berbahaya sekali. Untunglah tanganku tidak gemetar.] Kalian berhati-hatilah! Dia akan mengeluarkan jurus lagi! Kau sendiri, menghindarlah dengan benar.

Sudah diperingatkan agar menghindar, masih tidak mendengar. [Apakah Dewa datang untuk menolongku?] Jangan… [Gawat, Dewa kehilangan begitu banyak darah demi menolongku.] [Tidak bisa. Aku harus segera membantunya memulihkan jumlah darah.] [Seribu Warna Senja] [Seribu Warna Senja] [Akhirnya, penuh juga.] [Seribu Warna Senja] Kunci posisinya. Raja Bangau datang. Perhatikan koordinasi kita. Selesaikan pertarungan ini secepatnya.

Papan catur sudah muncul. Sekarang, kita semua adalah batu catur Bai Xiaosheng. Fokuskan semua serangan untuk menyerang Bai Xiaosheng. Perhatikan posisi. Aku akan menjadi batu hitam. Aku dan Tuan Muda menjadi batu putih. Di belakang ada aku. Kalian serang saja dengan tenang. [Bai] [Bai] Chu He, jangan lengah. Kami bertiga harus bermain catur sambil menyerang.

Selain itu, permainannya akan makin sulit. Begitu lengah, tim kita akan terbunuh. Kalau begitu, aku akan mendukung kalian. Bertahanlah. Saat penyembuhan akan sangat lemah, jangan melawan Kepala Lembu dengan agresif. Iya, kuakui kalau aku sangat lemah. Ada yang meniup seruling juga. Dialah dalang yang sebenarnya. Gembala akan mengendalikan Kepala Lembu dengan suara seruling.

Harus mengalahkan gembala, baru bisa lolos. Setelah seruling gembala berbunyi dan Kepala Lembu melenguh, artinya Kepala Lembu akan mengeluarkan keahliannya. Keahlian apa? Serangan batu runtuh. Berusahalah menghindar! Kenapa banyak sekali? Bagaimana supaya bisa menghindarinya? Besar sekali? Bagaimana melawannya? Memusingkan. Kalian berjuanglah. Aku akan menghadapi gembala, kalian berdua menyerang Kepala Lembu. Tuan Muda, awas! Terima kasih.

Keahlian apa ini? Amukan yang membakar segalanya? Sepertinya, waktunya sudah tiba. Chu He, kau sudah bangun? Pingsannya itu hanya siasat. Memang Dewa yang paling mengerti aku. Melodi iblis akan menyebabkan luka yang berkelanjutan. Cara terbaik adalah menghindari jangkauan kemampuan serangan. Kenapa aku lagi? Seranglah yang lemah. Jangan membuat target seperti itu! Sungguh merepotkan.

Lembu itu mengejarku. Aku juga tidak ada pilihan. Aku sungguh lelah. Mo Bai, jika kau ingin menjadi pahlawan bagi wanita itu, aku tidak akan ikut campur. Aku akan melihat kalian memadu kasih dengan tenang. Hati-hati, dia datang lagi. Terima kasih untuk yang tadi. [Selamat bagi pemain Di Antara Mo Bai]

[Pengumuman: Selamat bagi pemain Di Antara Mo Bai, Tiga Pedang Taibai,] [Tuan Muda Aliran Tang, dan Chu He, menaklukkan Gua Ribuan Salju] [dan pecahkan rekor baru, 2 menit 4 detik.] [Tiga Pedang Taibai, Tuan Muda Aliran Tang,] [dan Chu He,] [menaklukkan Gua Ribuan Salju] [dan pecahkan rekor baru, 2 menit 4 detik.] [Sungguh gila!]

[Bahkan, orang sepertiku masih bisa memecahkan rekor.] [Tampaknya, ini akan mengagetkan semua orang.] [Namun,] [bagaimana cara menghilangkan kebencian Dewa terhadapku?] [Penantian daring ini cukup mendesak.] Aku masih ada urusan, aku berhenti main dahulu. Urusan apa? Nanti ada sebuah pertandingan basket. Jika kau tidak mengatakan, aku pasti akan melupakannya. Setelah berganti pakaian, aku akan pergi mencarimu.

Apakah kalian saling mengenal? Benar. Mo Bai dan Tiga Pedang saling kenal. Hanya kita berdua yang tidak saling mengenal. Chu He, bagaimana kalau kita membentuk sebuah grup? Aku tidak mau membentuk grup denganmu. Nanti, aku juga akan pergi menonton pertandingan basket. Kau tidak boleh menilai orang dari penampilannya! Kak Chu He, berapa tinggimu? Pergilah!

Aku pergi demi melihat idolaku. Siapa idolamu? Han Jingmo! Sungguh lucu. Ada apa? Apakah menyukai Han Jingmo itu sesuatu yang lucu? Tentu saja. Lalu, apa kau menyukai Gu Qiaobei? Suka. Dia sangat tampan! Benarkah? Aku juga sependapat. Dangkal sekali. Namun, aku tetap lebih menyukai Han Jingmo! Seleranya bagus. Kalau begitu, aku juga berhenti main saja.

[Momo, bersemangatlah!] [Momo pasti menang!] Han Jingmo! Gu Qiaobei, bersemangatlah! Han Jingmo, bersemangatlah! [Gu Qiaobei, bersemangatlah!] Han Jingmo! [Momo, bersemangatlah!] [Momo pasti menang!] Han Jingmo! [Gu Qiaobei, bersemangatlah!] Lepaskan dia! Namaku, Lu Wanwan. Wan dari kata rupawan. Namaku Lu Wanwan. Halo! Tampan sekali! Hebat sekali! Menurutmu, apakah caraku ini akan berhasil menarik perhatiannya? Mungkinkah?

Jika dia tidak menuntutmu karena menyakitinya, itu sudah sangat baik. Mungkinkah nanti, dia akan mengembalikan botol soda itu kepadaku? Semua orang sedang melihat! Bersikaplah lebih normal! Pertandingan sudah dimulai! [Gu Qiaobei, bersemangatlah!] Benar. Gu Qiaobei sangat hebat! [10:03] [23] [10:02] [24] [10:01] [23] [29:02] [29:01] Harus masuk! Terjang! Tidak apa-apa, kaulah yang terbaik! Teruslah berusaha!

Bersemangatlah! Bersemangatlah, Han Jingmo! Bersemangatlah! Masih ada pemandu sorak. Ambil ponselmu dan potretlah! Bentuk badannya sangat bagus. Gu Qiaobei! Dia juga meninju dadanya dengan kepalan kecil. Aku juga bisa! Lihatlah, dia memukulnya! [Hidup Tanpa Akhir] Bersemangatlah! Jingmo, Qiaobei, bersemangatlah! Bola yang bagus! Bersemangatlah! Han Jingmo, bersemangatlah! Lihatlah! Lihatlah, dia merebut bolanya! Bukankah dia sangat hebat?

Lihat! [Adu Persahabatan] Jingmo, kau baik-baik saja, bukan? Aku baik-baik saja. Tepat, tidak? Bangunlah! Apakah pergelangan tangan Jingmo terluka? Sepertinya begitu. Ada apa? Apa yang kau lakukan? Tidak bisa. Aku harus pergi ke depan, baru bisa melihatnya dengan lebih jelas. Jangan merasa gugup! Lihatlah! Dia sudah bisa bergerak bebas. Sudah tidak ada masalah. [Adu Persahabatan]

Han Jingmo, kaulah yang terhebat! Kaulah yang terhebat, Gu Qiaobei! [Gu Qiaobei, bersemangatlah!] [Jingmo paling tampan.] Tampan sekali, Gu Qiaobei. Apakah barusan itu dia melihatku? Sepertinya, dia baru saja bertukar pandang denganku. Bukankah begitu? Aku melihatnya. Benar-benar terjadi! Aku benar-benar melihatnya! Aku pergi dahulu. Apa makan malam kita hari ini?

Ayo, aku akan mentraktirmu makan sate! Kau memang hebat. Dengan kesibukanmu yang seperti itu, kau bahkan masih sempat melatih ototmu? Hentikan! Apakah tanganmu masih sakit? Tidak begitu. Ayo, keluar untuk makan nanti! Aku tidak ikut. Aku harus mempersiapkan diri untuk wawancara dua hari lagi. Wawancara? Sudahlah!

Apa kau tidak bisa menghafal beberapa halaman kertas itu dalam 10 menit? Sudahlah. Aku akan menunggumu di luar. Pergilah! [Wanwan,] [jangan lupa mengikuti audisi video musik pendek hari ini.] [Tenang saja. Aku sudah berangkat.] Ini sudah cukup baik. Harap lebih berhati-hati! Jingmo, bolehkah kami meminta tanda tanganmu? Maaf.

– Maaf. – Kami sudah menyukaimu sejak lama. [Gu Qiaobei, bersemangatlah!] Maaf, ini milikku. [Gu Qiaobei, bersemangatlah!] Hanhan, ruang istirahat. Aku akan pergi mencari Lin Wei. Han Jingmo! Hanhan, aku adalah fanmu. Bolehkah kuminta tanda tanganmu? Kemarin pada saat pertandingan basket, akulah orang yang… [Aku disiram?] [Kenapa dia menyiramku?] [Han Jingmo menyiramku?]

[Aku adalah fannya. Kenapa dia menyiramku?] [Dia bahkan tidak melihatku.] [Bagaimana dia bisa menyiram dengan tepat tanpa melihatku?] [Tidak. Apa dia sedang mengabaikanku?] [Sikap macam apa ini? Aku harus meminta penjelasannya!] Kenapa kau menyiramku? Hanya karena pada saat pertandingan itu, tanpa sengaja melemparkan soda ke arahmu, lalu kau ingin membalas dendam kepadaku?

Aku tidak seluang itu. Tidak seluang itu? Minta maaf padaku! Kenapa kau pergi? Kuminta agar kau meminta maaf padaku, apa kau tidak mendengarnya? Jika ini kesalahpahaman, kau juga harus meminta maaf padaku. Apa kau tidak percaya, aku juga dapat menyirammu dengan airku ini? Bicaralah! Jika kau tidak berbicara, aku benar-benar akan menyirammu!