He Zhengyu menemukan perpaduan ruang dan waktu | Love in Time | EP2 | iQIYI Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Love in Time] [Episode 2] – Hantu! – Hantu! Kenapa tidak bisa dikunci? Tidak, ini apartemenku. Orang mesum itu ada di kamarku. Orang mesum ini bahkan membawa arak ke apartemenku. Aku benar-benar… Keluar kamu, dasar mesum! Dewa, tolonglah. Dewa, tolonglah. Di mana dia? Di mana dia? Ke mana perginya orang itu?

Anda… Gadis Kecil, Nenek mohon padamu, ya. Bisakah kamu memperhatikan kebersihan koridor? Anak muda seperti kalian ini suka memesan makanan dan menerima paket. Koridor akan sangat kotor jika tidak dibersihkan sehari saja. Aku membersihkannya dengan susah payah. Nenek… Anda jangan panik dulu. Apa Anda salah orang?

Aku tidak pernah menaruh pesanan makanan dan paket di koridor. Tidak mungkin! Kamu ini masih muda. Tidak boleh berbohong. Aku… Sudahlah. Jangan ulangi lagi. Kuberi tahu padamu. Kelak kalian harus lebih memperhatikan kebersihan koridor. Jika tidak, Nenek akan marah. Dasar gadis muda ini. Kak, bisakah kita ganti alasan lain?

Aku benar-benar sulit mengatakan jika itu hantu. Itu benar sekali. Aku bahkan sudah menyentuhnya. Apa aku tidak bisa membedakan halusinasi dan kenyataan? Kalau begitu, apakah mungkin itu hanya halusinasi yang dalam? Kalian memanggilku kemari hanya untuk melihat kalian berdua beradu mulut, ya? Paman. Semalam aku bertemu dengan makhluk bukan manusia dan bukan hantu.

Dia adalah wanita. Rambutnya panjang. Dia tiba-tiba berbaring di tubuhku. Dia menekan tanganku. Menyentuh wajahku. Paman, Anda ingatlah baik-baik. Penyewa sebelumnya atau kerabat dan teman Anda, siapa yang mungkin bisa masuk? Sama sekali tidak ada. Apartemen ini pertama kalinya disewakan. Hanya pernah disewakan padamu seorang. Di hari tanda tangan kontrak, kuncinya baru kuganti. Demi keamanan,

Aku ganti dengan kunci level C yang paling mahal. – Paman, Anda ini termasuk… – Aku ingat padamu. Aku pernah melihatmu di televisi. Kamu adalah pengacara itu… Pe… Pengacara He! Kamu pandai mengarang cerita. Hal itu… Sudahlah. Aku benar-benar melihatnya kemarin malam. Sudahlah. Aku sudah sangat berbelas kasih dengan menyewakan apartemen kepadamu

Dengan harga yang serendah itu. Hari ini, apa pun yang kamu katakan tidak ada gunanya. Gadis itu berusia 20-an tahun. Tubuhnya kurus dan tidak pendek. Kulitnya sangat putih. [Jika ada yang rusak, aku bisa mencari orang untuk memperbaikinya] Sekarang kamu bilang ada orang yang masuk ke dalam kamar. Bukan aku yang memasukkan orang ini.

Cari manajemen properti atau polisi, kamu cari orang yang mengurus masalah ini. Begini saja, Anda ganti kamarku. Tambah biaya. Aku tidak punya uang untuk menambah. Gadis Kecil, kenapa kamu bersikap seenaknya? [Kamarmu yang sekarang ini adalah yang paling murah] Paman, apakah ada pelanggan seperti ini di penyewa Anda sebelumnya? Sama sekali tidak ada. Pengacara He,

Semalam kamu pasti minum arak dan kamu minum terlalu banyak. Lihatlah, kamu minum sampai mabuk. Halo. Kamu ingin lihat apartemen, ya? – Paman. – Paman. Aku mengaktifkan mode diam, jadi tidak dengar. Itu… Aku segera turun… Tunggu aku, ya. – Pasti ada sesuatu. – Pasti ada sesuatu. Berdasarkan pengalamanku sebagai pengacara selama bertahun-tahun,

Dia sedang berbohong. Tanpa pengalaman pun, aku juga bisa mengetahuinya. Jadi, gadis ini adalah penyewa yang dulu tinggal di sini. Tubuhnya tidak pendek. Kulitnya sangat putih. Tenaganya juga sangat kuat. Ada apa? Apartemen ini sangat berharga, Kak. Di mana ponselku? Ini… Kenapa aku harus lari? Ini adalah apartemenku. Orang mesum,

Tidak masalah kamu tidur di ranjangku. Tapi, kamu juga mandi di apartemenku. Kenapa kamu tidak langsung pindah ke sini? Aku memang langsung pindah ke sini. Apa katamu? Kamu masih begitu percaya diri? Kuberi tahu kamu, ya. Jika kamu maju selangkah lagi, jangan salahkan aku bertindak tidak segan padamu. Kamu coba saja. Kuperingatkan sekali. Kuperingatkan…

Kuperingatkan dua kali! Tiga kali! Kenapa tidak ada sinyal? Orang mesum, Kuberi tahu kamu. Aku adalah wartawan. Aku bisa mengeksposmu. Tadi kamu yang memukulku tadi. Jika mau mengekspos, ekspos saja. Jika kamu benar-benar seorang wartawan, seharusnya kamu mengerti. Menurut “Hukum Pidana Republik Rakyat Tiongkok” pasal 245 ayat 1,

Kamu telah melakukan pelanggaran menerobos masuk ke apartemen orang lain. Orang mesum sepertimu juga mengerti hukum? Aku sedikit mengerti. Selain itu, aku juga tahu mungkin jika kamu tidak pergi, kamu akan dipenjara selama tiga tahun atau ditahan. Selain itu, jika kamu terus melakukan kekerasan padaku, aku juga bisa menuntutmu sengaja melukai orang.

Pandai sekali bagaikan ahlinya. Kamu hafal ketentuan hukum dengan baik. Aku tidak berbakat. Kebetulan hanya seorang pengacara. Menerobos masuk ke apartemen orang lain, kamu tahu hukum tapi melanggarnya. Kejahatanmu bertambah, apa kamu tahu? Menerobos masuk ke apartemen orang lain? Aku yang menyewa apartemen ini. Kamulah yang masuk tanpa izin. Aku yang menyewa apartemen ini.

– Kamu yang menyewa apartemen ini? – Kamu yang menyewa apartemen ini? Bagaimana mungkin? Omong kosong. Kamu jelas-jelas… Baiklah… Kita tidak perlu bertengkar lagi. Karena aku adalah pengacara dan kamu menyebut dirimu sebagai wartawan, kalau begitu, kita bicara dengan fakta. Keluarkan buktinya. Kontrak sewaku ada di ruang baca. Aku bisa menunjukkannya padamu sekarang. Kamu…

Kamu sudah menemukan masalahnya, ‘kan? Kenapa uang sewamu jauh lebih murah dariku? Apakah itu intinya? Tanda tangan pemilik apartemen juga sama. Semua isi kontrak ini sama. Selain nama penyewa, tanggal yang ditandatangani juga berbeda. Dan juga uang sewa. Lihatlah. Tanggal penandatanganmu adalah 26 Juli 2021. Tanggal penandatanganku adalah 13 Januari 2022. Jadi, sangat jelas kamu…

Jadi, sangat jelas bahwa pemilik apartemen demi mendapatkan uang, selama masa menyewakan padaku, dia menandatangani kontrak denganmu di tahun berikutnya. Sedangkan uang sewamu begitu rendah. Kamu benar-benar serakah. Kalian berdua bersekongkol untuk melakukan kejahatan dengan segera menandatangani kontrak. Baik, anggap saja aku sial. Tapi, setidaknya saat ini, apartemen ini adalah milikku. Kamu mengada-ada dan mengarang.

Masih berani bilang kalau kamu adalah wartawan? Bicara soal apartemen, ya cukup apartemen. Kenapa membahas pekerjaanku? Lalu, bagaimana denganmu? Tidak mau mengakui kesalahan. Apa ini sikap yang seharusnya dimiliki pengacara sepertimu? Kuperlihatkan padamu. Hari ini tanggal 16 September tahun 2021 masehi. Bawa pergi kontrak masa depan itu. Pintu keluar di sebelah kiri. Pergilah sendiri.

Gantilah ponsel, Kak. Ponselmu tidak ada sinyal. Waktu di ponsel itu otomatis sinkron. Sama sekali tidak bisa diubah. Lihatlah. Lihatlah, semua benda yang ada di atas meja ini adalah milikku. Ini adalah fotoku dan ayahku. Boneka ini juga milikku. Ini semua adalah medaliku. Lihat. Lalu… Semua barang di dinding ini milikku.

Ini piala kejuaraan remaja milikku. [Sertifikat penghargaan] [Pengacara medali emas] Apa ini? Itu adalah milikku. Kamu benar-benar pengacara? Apakah itu intinya? Intinya, sekarang kamu tinggal di apartemenku. Apa-apaan ini? Benda apa ini? Kapan kamu pindah kemari? Ada begitu banyak kotak. Kenapa aku tidak memperhatikannya? Bagaimana kamu bisa memperhatikan?

Kamu saja tidak memperhatikan perkataan dan tingkah lakumu. Pada saat yang sama, kamu juga tidak memperhatikan kebersihan pribadimu. Camilan seperti ini harus dibuang tepat waktu. Jika tidak, akan mendatangkan kecoak. Pengetahuan umum begini saja kamu tidak mengerti. Ini masih bisa dimakan. Benar-benar bisa dimakan. Aku mengerti. Apa yang kamu mengerti? Kamu menderita amnesia disosiatif. Apa?

Ini adalah semacam gangguan kognitif. Kamu mungkin pernah mengalami frustrasi atau trauma yang besar, sehingga mentalmu menimbulkan mekanisme pertahanan. Jadi, timbullah amnesia disosiatif. Meskipun benar begitu, apa hubungannya dengan kondisi kita sekarang? Tentu saja ada hubungannya. Aku pernah mewakili sebuah kasus kriminal. Klienku memiliki penyakit yang sama denganmu. Dia membunuh mantan suaminya

Karena mengira mantan suaminya mencari selingkuhan di belakangnya. Tapi, kenyataannya, mereka sudah bercerai sejak awal. Jadi, kamu seharusnya terluka… Kamu seharusnya terluka di sini, sehingga kehilangan sebagian ingatan. Jadi, kamu merasa dirimu masih hidup di empat bulan yang lalu. Akhirnya aku mengerti. Kamu ini bertele-tele untuk memakiku. Mungkin empat bulan yang lalu

Kamu memang tinggal di sini. Lalu, kamu pindah karena sakit. Dalam persepsimu, kamu masih tinggal di sini. Jadi, kamu pindah ke sini setiap malam. Pemilik apartemen ini takut kehadiranmu memengaruhi siklus penyewaan propertinya. Jadi, saat aku bertanya padanya, dia pun merasa bimbang. Karena kamu juga, uang sewaku lebih murah darimu. Penjelasan ini masuk akal.

Kamu benar-benar pandai berbicara, ya. Akhirnya aku mengerti. Setelah mendengar omong kosongmu, aku benar-benar mengira aku sakit. Nona, mengobati penyakit itu lebih penting. Aku kenal seorang psikiater yang pengalamannya bertahun-tahun. Kemampuan medisnya sangat hebat. Aku bisa memperkenalkannya padamu. Lalu, kenapa dia tidak menyembuhkanmu saja? Baik. Dalam hukum, jika ada perselisihan antara dua orang,

Perlu pihak ketiga untuk mempertimbangkan. Pertimbangkan, cepat lakukan. Kita pertimbangkan besok. Tidak perlu menunggu besok. Kamu ikut aku. Apa? Tidak. Kamu mau ke mana? Apa yang kamu lakukan? Jika kita tidak bisa memutuskan, biar tetangga yang memutuskan. Kita akan tahu setelah bertanya. Kamu sudah gila? Nenek ini sangat galak.

Dia baru saja menemui dan berbicara denganku. Itu lebih baik. Orang seperti ini lebih tahu segalanya. Halo, Kakek. Aku ingin bertanya kepada Anda. Apakah Anda mengenal gadis ini? Bukankah ini gadis kecil di lantai atas? Benar. Sudah lama tidak bertemu denganmu. Kamu pindah kemari lagi, ya? Pindah kemari lagi? Kakek, aku…

Aku selalu tinggal di sini. Di mana Nenek? Dia tidak ada. Dia pulang ke rumah orang tuanya bulan lalu. Bulan lalu? Tapi, kemarin aku baru saja berbicara dengannya. Aku… Sudahlah. Mohon maaf sudah mengganggu istirahat Anda. Anda istirahatlah lebih awal. Tidak… Biarkan aku bicara dengan Kakek… Kamu jangan bicara dulu. Otakku sedikit kacau.

Dia sudah pikun. Menerima bahwa diri sendiri sakit memang membutuhkan proses. Tapi, harus diobati lebih awal. Ini tidak mungkin. Kita tanyakan dengan jelas pada manajemen properti. Ayo. Kita tanyakan dengan jelas. Cepat. Jangan memberontak. Nona Chen, kusarankan kamu untuk jangan mencari masalah lagi. Jika kamu sakit… Di mana dia?

Padahal sudah sepakat mau pergi ke manajemen properti. Takut, ya? Nenek? Anda… Bu… bukankah Anda pulang ke rumah orang tua Anda? Anda kembali lagi? Kenapa gadis kecil ini begitu gila? Kakekmu sakit lagi. Aku pergi membeli obat untuknya. Gadis Kecil, ingatlah, harus memperhatikan kebersihan koridor. Aku sangat kesulitan. Apa-apaan ini? Sudah kuduga. Semua barangnya menghilang.

[Ternyata benar ada pengacara seperti ini] Kamu menderita amnesia disosiatif. Kamu seharusnya terluka… Kamu seharusnya terluka di sini. [Amnesia disosiatif] [Amnesia disosiatif?] – Apakah kalian sudah selesai membaca semuanya? – [Separah itu?] Mari, bagi tugas. Berita pencemaran air di tepi barat… [Sepertinya, aku memiliki gejala ini] Chen Jialan, kamu pergilah. Chen Jialan. Ketua Editor Wen.

Apa yang kamu pikirkan? Ketua Editor Wen. Bolehkah aku izin? Tidak boleh izin jika ada urusan, kecuali izin sakit. Sepertinya, aku memang sakit. Cepatlah pergi. Liu Piaopiao, apa yang kamu tertawakan? Kamu tidak sakit, ‘kan? Tidak. Kalau begitu, kamu yang pergi. [Sejarah singkat waktu] Apa? Tidak ada penyakit apa-apa.

He Zhengyu, kamu harus ganti biaya pemeriksaanku. Sejak kapan akan dibuka toko kelontong? Kenapa aku tidak memperhatikannya? [Bagaimana kamu bisa memperhatikan?] Kamu saja tidak memperhatikan perkataan dan tingkah lakumu. Intinya, aku tidak sakit. Baguslah. Kelak akan lebih mudah untuk membeli makanan. Enyahlah, roh jahat. Piaopiao? Halo, Piaopiao. Jialan. Bagaimana penyakitmu? Apa kata dokter?

Sebenarnya, dokter tidak bilang apa-apa. Baguslah kalau begitu. Apakah cakram keras yang diserahkan ada padamu? Sepertinya, ada di tasku. Maaf, Piaopiao. Kamu ada di mana? Aku sedang lembur di kantor. Aku akan mengantarkannya padamu sekarang. Peleburan ruang dan waktu terbagi menjadi yang kebetulan dan yang berlanjut. Peleburan ruang dan waktu terjadi secara kebetulan

Sangat mungkin disebabkan karena adanya perubahan medan magnet. Peleburan ruang dan waktu yang berlanjut biasanya tergantung tempat terjadinya peleburan tersebut. Tempat terjadinya? Ini menghasilkan efek lubang cacing yang menyebabkan tumpang tindih antara ruang dan waktu. Biasanya ada mekanisme pemicu dan ada aturan peleburan yang jelas. Aturan peleburan yang jelas? Aturan peleburan… yang jelas? Aturan peleburan?

[Ternyata memang terjadi peleburan ruang dan waktu] [Ini juga bisa melebur] [Pukul 22.06] [Sangat teratur] Pantas saja dia begitu pandai bertarung. [Sudah kuduga] [Sepertinya, peleburan ruang dan waktu adalah satu-satunya penjelasan] [Karena dalam peleburan ruang dan waktu yang berlanjut,] [ada aturan peleburan yang jelas] [Gawat] [Bukankah berarti setiap malam pada waktu ini,]

[aku akan melebur bersama dengan wanita itu?] Chen Jialan, keluar kamu! Kekanak-kanakan. Chen Jialan! Dia tidak ada. Apa dia pergi ke ruang dan waktu yang lain? Apa? Siapa? Kapan? Di mana? Kenapa? Bagaimana kejadiannya? Enam elemen berita. Ternyata dia memang seorang wartawan. Jangan pakai baju yang bergaris. Jangan tanyakan pertanyaan bodoh.

Tapi, apa itu pertanyaan bodoh? Ini adalah pertanyaan yang sangat bodoh. [Juara pertama kickboxing, Chen Jialan] [Juara dua pertarungan daring multipemain Piala Longhu] Dia benar-benar memeriksakan diri. Sepertinya, kondisi mentalnya memang baik-baik saja. [Kenapa wanita ini terlihat tidak asing?] [Di mana aku pernah melihatnya?] Tanggal 6 September.

Benar saja, empat bulan kemudian memang tidak ada isinya. [Aku bukan hantu, juga bukan orang mesum] [Jika ingin mengenalku secara detail,] [silakan cari namaku] Jangan-jangan orang mesum itu merusak kunciku, ya? He Zhengyu! He Zhengyu, apakah kamu merusak kunciku? He Zhengyu! Jangan berteriak! Pukul 22.52. Benda yang bukan milik ruang dan waktu itu,

Tak boleh dibawa ke sana. [2021] Pintu apartemen sendiri juga tidak disapu. Dunia paralel? Perjalanan ruang dan waktu? Sejarah singkat waktu? Kenapa, Kak? Kamu berhenti menjadi pengacara? Kamu ingin menjadi master manajemen waktu? Apa kamu percaya adanya peleburan ruang dan waktu? Tidak percaya. Kamu jangan buru-buru mengambil kesimpulan. Master ini… Tidak, ilmu sains ini

Sebenarnya sangat mirip dengan pemikiran kita para pengacara. Ada bukti dulu baru membuat kesimpulan. Jadi, kamu ingin beralih profesi menjadi ilmuwan? Apa kamu masih ingat hantu wanita itu? Kamu bertemu dengannya lagi? Dia bukan hantu. Aku tahu dia bukan hantu. Lebih tepatnya, dia bukan orang dari zaman sekarang, melainkan orang dari empat bulan yang lalu.

Kakak, kamu terlalu banyak bermain, ya? Kamu jangan membaca lagi. Dengarkan aku. Misalnya, tangan ini berada di sini empat bulan yang lalu. Sekarang, tangan ini berada di sini. Setiap pukul 22.06, karena suatu alasan, mereka melebur menjadi satu seperti ini. Pada saat ini, dia dan barang miliknya akan muncul dan bercampur dengan barangku.

Jangan ungkit lagi. Betapa kotor dan berantakannya. Dia benar-benar orang yang kotor dan berantakan. Untungnya, kondisi ini akan berakhir pada pukul 22.52 setiap harinya. Apa yang kamu lakukan? Kamu juga tidak sakit. Bagaimana kalau kita kurangi membaca buku seperti ini? Hati-hati pengetahuan akan mengubah nasibmu. Kamu tidak percaya, ya? Jika tidak percaya, kamu periksalah.

Dia adalah seorang wartawan, namanya Chen Jialan. Chen Jialan, ya? Dia juga punya nama dan marga. Benar, dia orangnya. Kamu jangan bilang. Dia cukup imut. Kuberi tahu kamu. Jangan tertipu oleh penampilannya. Apakah ini kamu? Bukankah ini aku? Dia pernah pergi ke firma hukum kita? Kapan? Tanggal 18 September 2021. Empat bulan yang lalu.

Kamu cukup panggil kurir saja. Kamu bahkan sengaja datang kemari. Lagi pula, aku sejalan. Anggap saja menghemat uang perusahaan. Sampai jumpa. Sampai jumpa. Maaf… Pengacara He, ini adalah data yang dikirim oleh klien Berita Satu. Masih ada beberapa di resepsionis, [Anda terima dan tanda tangan] Aku sudah ingat.

Dia pernah pergi ke firma hukum kita empat bulan lalu. Hari itu dia menginjak sepatuku. Dia… Sampai jumpa. Maaf. Pengacara He, ini adalah data yang dikirim oleh klien Berita Satu. He Zhengyu? Kenapa orang mesum sepertimu ada di sini? Apakah aku mengenalmu? Kamu memang seorang pengacara andal. Kamu benar-benar bermuka dua.

Kamu menyelinap ke apartemen orang lain untuk makan, minum, tidur, merusak properti orang lain, dan menutup mataku. Kamu sudah melakukan semua kejahatan. Sekarang, kamu pura-pura amnesia di sini. Jangan-jangan kamu terkena amnesia disosiatif, ya? Kamu salah orang. Kamu tidak seharusnya datang kemari, melainkan ke psikiater. Jika kamu tahu apa itu amnesia disosiatif, aku punya seorang…

Kamu punya kenalan selama bertahun-tahun. Kemampuan medisnya sangat bagus. Dia adalah psikiater. Kamu obati dirimu sendiri saja. Ini sangat menakutkan. Jika kamu merasa ketakutan, jatuhkan ponselmu sendiri. Kenapa kamu menjatuhkan ponselku? Aku memang pernah bertemu satu kali dengannya empat bulan lalu. Tapi tadi, muncul dua versi yang berbeda di ingatanku. Kemudian, ingatan itu

Seperti tiba-tiba diperbarui. Ini menakutkan sekali. Hal yang terjadi di hari yang sama, muncul dua ingatan dengan versi yang berbeda. Dengan begini, aku akan selamat. Sudah waktunya. Ini sangat ajaib. Terlihat dengan jelas. Tidak ada lagi. Kamu masih berani datang. Hari ini aku akan membuatmu tidak bisa kembali! Pria sejati hanya berbicara, tidak memukul.

Apakah kamu bisa? Tidak bisa! He Zhengyu. Bukankah kamu tidak mengenalku? Aku akan membuatmu mengenalku. Dengarkan penjelasanku. Kamu yang menendangnya. Jangan salahkan aku. Sekarang kamu sudah bisa mendengar penjelasanku, ‘kan? Jangan duduk di sofaku. Menjauhlah. Di sini boleh, ‘kan? Ada tiga buku yang kubeli di meja. Kamu jangan mengira bisa menyenangkanku dengan memberikan buku.

Siapa yang mau menyenangkanmu? Aku hanya meminjamkannya padamu. Kamu pikirkan dulu dengan tenang. Kenapa di ruang ini ada barangmu, juga ada barangku? Selain itu, semuanya bercampur. Karena kamu pindah lebih awal dan mengambil tempat tinggal orang lain. Kamu… Kamu juga lihat. Tadi aku tiba-tiba muncul di sana. Aku menyuruhmu membaca buku

Karena di dalam buku menyebutkan waktu bukan berupa garis seperti yang kita bayangkan, melainkan terpisah. Ia mungkin tumpang tindih, mungkin bisa kembali, juga mungkin melebur. Aku tunjukkan padamu. Duduk! Menjauhlah dariku. Aku tetap bisa menjatuhkanmu meskipun dengan satu kaki. Secara singkatnya, di apartemen ini terjadi peleburan ruang dan waktu.

Sebelumnya, kamu bilang aku menderita amnesia disosiatif. Sekarang kamu bilang peleburan ruang dan waktu. Kalau begitu, lain kali bukankah kamu akan mengatakan bahwa kamu adalah Doraemon dan keluar dari laci? Itu adalah ponselku. Tadi saat pukul 22.05, aku merekam video dengan ponselku. Aku merekam seluruh proses peleburan ruang dan waktu. Jika kamu tidak percaya, lihatlah.

Bagaimana mungkin? Ini tidak mungkin. Kemarin malam kamu tidak pulang. Aku tidak pulang apanya? Kamu yang mengunci pintunya. Kamu ini seorang wartawan, bisakah mendengarkan dengan baik? Semalam kamu tidak ada. Aku mengamati peleburan ruang dan waktu dengan teliti. Kita berdua bukan orang gila. Aku juga bisa memastikan,

Peleburan ruang dan waktu dimulai setiap malam pukul 22.06 dan berakhir pukul 22.52. Peleburan ruang dan waktu? Benar. Misalnya… Misalnya, ini adalah apartemen empat bulan lalu. Sedangkan ini adalah apartemen tempat aku berada sekarang. Setiap malam pukul 22.06, karena suatu alasan… Alasan apa? Bukankah kamu menempelkan kertas di kamarmu untuk mengingatkanmu,

Jangan menanyakan pertanyaan bodoh seperti ini? Kenapa kamu masuk ke ruang belajarku? Itu juga ruang belajarku. Lalu, kertas itu ada di sana. Aku tidak mungkin mencungkil mataku sendiri, ‘kan? Tidak penting… Semua ini tidak penting. Pokoknya setiap malam pukul 22.06, kedua apartemen ini akan seperti ini… Melebur menjadi satu. Maksudmu adalah,

Dalam waktu 40 menitan ini, tempat ini adalah milikmu juga milikku? Pintar. Tapi, aku harus memperbaiki ucapanmu. Apartemen ini adalah milikku. Kenapa begitu? Bukankah kamu bilang ruang dan waktu meleburkan dua apartemen? Karena apartemen setelah dileburkan adalah apartemen tahun 2022 yang kutinggali, bukan apartemen tempat yang kamu tinggali di tahun 2021 empat bulan yang lalu.

Jadi, karena itulah semalam aku tidak bisa membuka pintu. Aku mengerti. Selama peleburan ruang dan waktu, orang dari tahun 2021 tidak bisa masuk ke apartemen ini. Ini juga membuktikan teoriku. Apartemen ini milikku. Kenapa kamu bisa begitu yakin? Apa kakimu bisa berjalan sekarang? Bukankah ini baru dibuka pada bulan Oktober?

Lebih tepatnya, pada akhir Oktober tahun lalu. [SWEET ON] [Love in Time] [Klip tambahan khusus] [Pergerakan besar] Kamu ini jika sakit, akan… [Diam di saat tidak seharusnya diam] [Serius] [Apakah yang tadi itu aku?] [Bukan aku] Kontrak denganmu di masa depan. Keluar, lalu belok kanan. [Kuperlihatkan padamu] [Serius] [Sudah tidak tahan, aku juga sama] [Bertenaga]

[Serius] [Langkah yang stabil] Baik, sudah lolos…