Mr. BAD | EP1 | iQIYI Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Mr. BAD] [Episode 1] Novel pertamaku ditulis pada musim panas saat berusia 22. Awal dari kisah itu, tokoh utama wanita, Nan Xing, sama denganku, baru lulus kuliah. Cahaya matahari yang cerah menyinari jalan. Semuanya indah dan tidak diketahui. Apakah dia sedang menatapku? Teman.
Kamu juga akan pergi ke sesi tanda tangan Lu Zichen? Aku juga. Aku tunjukkan padamu. [Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat] Aku menyukai bukunya. Aku juga suka. Karena kita sama-sama penggemar, bagaimana jika pergi bersama? Baik. Apakah ini yang dimaksud dengan pendekatan? Kamu mahasiswi di sekitar sini? Aku dari Universitas Soochow. Aku adalah atlet.
Pantas saja perangaimu bagus. Kamu jurusan senam irama, ya? Kabarnya, ada jurusan menari di Universitas Olahraga. Apa kamu mempelajari itu? Aku tidak bisa menebak bagian apa yang kamu pelajari. Sebenarnya aku belajar… Kamu baik-baik saja? Tidak apa-apa. Berhenti kamu! Tangkap perampoknya. Sesi tanda tangan sudah mau dimulai. Aku pamit dulu. Bukankah mau pergi bersama?
Aku lupa mengunci pintu asrama. Aku pamit dulu. Sampai jumpa. Sakit sekali. Jadi, Kakak Senior, kamu mengantarnya ke rumah sakit setelahnya? Benar. Aku mengantarnya ke rumah sakit dahulu, lalu ke kantor polisi untuk melapor. Tidak jadi pergi ke sesi tanda tangan. Tidak jadi pergi ke sesi tanda tangan? Kakak Senior. Kamu akan dapat penghargaan lagi?
Ruangan pelatih sudah hampir penuh. [Pemberani Penegak Keadilan] [Membasmi Kekerasan Pahlawan Pemberani] Lalu, apa rencanamu setelah lulus? Pelatih ingin kamu melatih tim. Aku sudah punya rencana. Besok, aku akan wawancara kerja di perusahaan Lu Dada. Lu Zichen? X-Culture? Kamu mau melamar menjadi penulis? Dia tertarik pada novelmu? Apa-apaan? Karya jelekku itu tidak mungkin ditunjukkan padanya.
Aku melamar menjadi asisten presdir. Asisten presdir? Astaga. Kalau begitu, tidak menyangka penggemar gila sepertimu bisa sambil bekerja sambil mengejar idola sendiri. Kamu yang penggemar gila. Tapi, bekerja untuk idola sendiri memang menyenangkan. Tunggu, Senior. Kamu baru lulus kuliah, tidak punya pengalaman kerja, bagaimana bisa lulus wawancara? Guo Zihao! Aku tidak punya pengalaman,
Tapi bisa belajar. Ada peluang di depanku, aku harus mencobanya, bukan? Lagi pula, bisa bekerja bersama idola sendiri, bekerja akan sangat menyenangkan. Benar. Kamu tidak paham. Harus wawancara dengan baik besok. Pelan sedikit larinya. Kalian pelan sedikit, jangan terjatuh. Kecepatanku tidak terlalu cepat. Pagi. Ibu, aku pulang. Belum pulang? Ayah. Aku membelikan jeruk kesukaanmu.
Sangat manis. Lihat apa? Kamu tidak suka makan jeruk. Baik, aku membelikan apel untukmu. Makan yang banyak. [Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat] [Lu Zichen] Namanya adalah Lu Zichen. [Pelopor Era, Dunia Tulisan Seorang Penulis, Era Lu Zichen] Merupakan murid paling unggul dalam sejarah SMA kami. [Ingin menulis cerita misteri yang terasa nyata]
Akhirnya, dia menjadi penulis paling unggul di era ini. Dia juga merupakan idola terbesarku. Senior Lu, sampai jumpa besok. [Membaca Buku Baru] [Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat] Ada komentar baru. [Membaca Pratinjau Hari Ini] [Komentar] Tidak disangka ada penulis yang memakai nama pena sendiri sebagai nama tokoh utama wanita. Penulis ini sungguh jujur. Memangnya kenapa?
Memang ditulis untuk kesenangan saja. Lu Zichen adalah tokoh utama karya ini. Ini adalah novel pendekar berlatar Dinasti Ming. Lu Zichen dalam buku adalah pemimpin bela diri yang berbakat, masa depannya cerah. Setelah bertemu tokoh utama, Nan Xiaoxing, dia pun tergila-gila padanya. Penulis, kamu ingin sekali berpacaran dengan Lu Dada kami, ya?
Memangnya kenapa kalau pacaran? Novel pendekar tidak boleh pacaran? Lagi pula, novel tidak bisa disamakan dengan orang yang asli. Aku mengidolakan Lu Zichen, oke? Mengidolakan. Setuju dengan pendapat sebelumnya. Bahkan tidak ada tokoh antagonis dalam cerita. Cerita di awal langsung membahas asmara tokoh utama wanita dan Lu Dada. Apakah tokoh utama wanita serius?
Atas dasar apa dia merasa… Setuju. Hubungan antar tokohnya buruk. Apakah penulisnya adalah wanita yang tidak suka kebersihan? Ini masalahnya sendiri. Jika sungguuh mengidolakan, mengapa tidak memberikan lawan yang sepadan untuk Lu Dada? Sudah! Kalian bilang tokoh antagonisku lemah, benar, ‘kan? Baik. Kalian bersiap saja untuk menyambut raja iblis yang tiada tandingannya. Jika dikatakan,
Lu Zichen adalah pendekar yang membawa cahaya dan harapan untuk dunia persilatan, maka orang ini merupakan ular berbisa yang mengamati dan bersembunyi di jurang yang dalam. Dia adalah iblis jahat yang mempermainkan hidup manusia. Merupakan duri liar yang menusuk hati manusia. Juga merupakan ketakutan kalian yang selalu ada. Ilmu bela dirinya yang hebat.
Hanya dengan tenaga sendiri, sudah bisa menyerang banyak sekte. Bisa merampas pedang berharga dari sekte tanpa membunuh orang. Membuat para sekte yang bertahan ratusan tahun merasa malu di dunia persilatan. Pedang pusaka Longya ini tidak akan aku… Awalnya aku tidak menggunakan pedang. Tapi pelayanku mengatakan, dia butuh alat untuk memasak di dapur.
Kabarnya pedang pusaka ciptaan sekte kalian ini tahan terhadap api dan air. Maka aku pinjam dulu sebentar. Ada yang pernah mengatakan, jika orang ini berhati baik, maka dia akan membawa keberuntungan untuk warga. Namun sebaliknya, dia merupakan penjahat yang paling sadis. Tujuannya turun gunung kali ini, adalah untuk merusak pernikahan Nan Xiaoxing dengan Pendekar Lu.
Ayo. Tunjukkan senyummu untukku. Dia adalah Tuan Muda Hehuan. Xiao Wudi. Keren sekali. Ibu, kapan kamu pulang? Aku pulang setelah selesai kerja. Xiao Wudi yang kamu tulis ini lebih berkharisma dibandingkan Lu Zichen itu. Kenapa? Lihat, pertama, keren. Ilmu bela dirinya bagus. Juga sangat cerdas. Lebih menarik daripada Lu Zichen, si pendekar kebenaran.
Juga pandai menggoda. Tapi, Xiao Wudi adalah penjahat. Tapi, dia keren. Tidak bisa. Hatinya terlalu kejam. Semakin besar kemampuan orang ini, maka akan semakin berbahaya. Kamu bisa mendidiknya. Yang bisa membentuk pria, pertama adalah ibunya, kedua adalah istrinya. Semuanya wanita. Untuk apa aku memperdebatkan ini denganmu? Aku sudah mau berkarya. Mempelajari menu masakanku.
Istirahatkan mata sebentar dan bantu aku. Tidak bisa. Aku ingin keluar sebentar lagi. Jika mengambil koin seharga ini saat aku masih kecil, mungkin masih bisa beli sesuatu. Koin ini sudah tidak berharga sekarang. Hidup penipu cukup sulit juga saat ini. Aku… Berkati agar wawancaraku lancar besok. Bisa menjadi asisten Senior Lu. Membuat permohonan?
Membuat permohonan seperti ini? Kamu harus menunjukkan ketulusanmu. Akhirnya akan jatuh ke tanganmu. Aku sudah sering mengatakannya, aku tidak mau uang. Itu sangat manjur. Kamu akan tahu setelah melemparnya. Aku juga sering mengatakannya. Jangan mencoba mengambilnya. Baik. Kalian berdua. Jika aku tidak salah lihat, kalian adalah pasangan, bukan? Benar.
Ini adalah air mancur hebat di sini. Air Mancur Peri. Nona Peri paling suka memberkati pasangan yang punya hubungan erat. Kami tidak memerlukannya. Orang lajang yang harus memohon. Dasar. Apa hebatnya pacaran? Aku juga ingin pacaran jika aku bisa. Aku juga menginginkan cinta yang tak terlupakan. Cinta yang tak terlupakan? Di mana ini?
Mengapa aku bisa ada di sini? Apakah aku sedang bermimpi? Siapa orang ini? Kenapa muncul di sini juga? Ternyata sedang bermimpi. Mengapa kamu? Aku masih sedang bermimpi. Siapa kamu? Mengapa kamu ada di sini? Dia hidup. Kamu baik-baik saja? Apakah kamu baik-baik saja? Itu… Aku bukan sengaja. Aku… Ponselku. Antar ke rumah sakit saja dulu.
Situasi macam apa ini? Bukankah alur cerita ini hanya ada dalam novel? Pria tampan berkostum kuno. Tokoh utama wanita menolongnya. Tokoh utama pria jatuh cinta pada pandangan pertama. Akhirnya menikah. Menikah terlalu berlebihan, bukan? Tidak boleh, lebih baik dimulai – Di mana ini? – dari pertemanan. Mengapa aku bisa ada di sini? Kenapa aku masih
Berkhayal saat ini? Rumah sakit. Antar ke rumah sakit dulu. Kapan kamu bangun? Menikah? Kenapa tidak bersuara kalau sudah bangun? Membuatku menggendongmu sampai sejauh ini. Mendengar ucapan orang lain sangat menarik, ya? Membosankan. Sampai jumpa. Tidak menungguku menikahimu? Sedang apa? Aku beri tahu. Aku adalah pahlawan yang ternama di area ini. Jangan mencoba menggangguku. Pahlawan?
Kamu pahlawan dari sekte mana? Universitas Olahraga Sujiang. Coba kamu cari informasinya. Kepala sekolah hingga sekuriti, semuanya mengenalku, Nan Xing. Nan Xing? Nama ini tidak pernah terdengar di dunia persilatan. Wanita ini berpakaian aneh. Bicaranya juga tidak sopan. Lebih baik berhati-hati dalam menghadapinya. Para polisi menyebutku penegak kejahatan. Aku mempelajari lempar cakram.
Aku tidak membawa cakram hari ini. Kalau tidak, aku sudah akan melemparmu… Ini salah. Untuk apa aku takut? Aku sudah menolongmu. Kamu bilang kamu sudah menolongku? Kamu menolongku di mana? Air ini sangat dangkal. Bagaimana aku bisa tenggelam? Anggap saja aku tenggelam di sini. Lalu, kenapa rambut dan bajuku kering saat keluar dari sini?
Itu sebabnya aku mengatakan sedang bermimpi. Omong kosong apa ini? Aku tidak bicara omong kosong. Awalnya aku ingin memungut koinku… Koinku. Jelas-jelas ada di bawah sini. Kenapa bisa menghilang? Kamu sedang mencari ini? Kembalikan padaku. Mengapa kamu mengambil koinku? Ini milikku. Ucapan tidak bisa jadi bukti. Bagaimana kamu membuktikannya? Mengapa sikapmu seperti ini?
Air susu dibalas air tuba. Aku berniat baik membawamu ke rumah sakit, kamu malah mengambil koinku sekarang… Boleh jika ingin aku mengembalikannya. Jawab beberapa pertanyaanku. Kamu menyuruhku menjawab, maka harus kujawab? Atas dasar apa? Kamu ini. Berpakaian kuno di taman saat larut malam begini, misterius sekali. Mau menakuti siapa? Kenapa dia mengatakan aku berpakaian kuno?
Memangnya tidak baik berpakaian kuno? Lalu, pakaian macam apa yang kamu pakai ini? Aku berkeliling di luar, jadi berpakaian santai. Harus memakai baju formal? Lagi pula, ini sudah abad ke-21. Setiap orang punya kebebasan berpakaian. Oke? Terserah padaku mau memakai apa. Bukan urusanmu. Abad ke-21? Ini penamaan untuk tahun? Apakah aku tiba
Di dinasti yang lain? Sebenarnya bagaimana kamu bisa muncul mendadak? Kembalikan koinku. Tampaknya dia sungguh tidak tahu. Jika masih berurusan dengannya, mungkin akan ketahuan dan membuat masalah. Ambil sana. Bukankah selesai jika dikembalikan sejak awal? Sudah boleh bicara baik-baik sekarang. Kita belum bicara dengan jelas. Kenapa kamu mengambil koinku? Kenapa… Jangan mengikutiku.
Tapi, tetap harus diperjelas, bukan? Apakah kamu ingin terus mengikuti dan menggangguku? Siapa yang mau mengikuti dan mengganggumu? Tidak bisa mendapatkan hatiku, namun setidaknya mendapatkan ragaku, benar, ‘kan? Kamu asal bicara. Aku asal bicara? Bukankah ini adalah hasil pemikiranmu sendiri saat aku tertidur tadi? Aku… Sungguh tidak mau? Anggap saja balasan dariku karena sudah menolongku.
Tidak boleh! Aku hanya membayangkan alur cerita dalam novel. Aku tidak pernah berpikir… Terlalu mudah tertipu. mau melakukan sesuatu padamu. Sungguh. Kamu jangan menganggapnya serius. Di mana dia? Sebenarnya di mana ini? Sudah berkeliling, tapi berbeda dengan tempat di mana aku berasal. Jika bisa mendapatkan buku sejarah tempat ini, aku bisa tahu
Aku sedang ada di dinasti apa. Kakak. Lampu merah harus berhenti. Lampu merah. Lampu merah? Apa lagi ini? Sudah boleh jalan? Sudah boleh jalan. Jangan senang terlalu awal. Kamu masih akan bertemu dengannya. Karena kalian memang ditakdirkan untuk bersama. Kelihatannya, sudah berhasil tiba di dunia ini. Ini adalah Perpustakaan Sujiang. Buku sejarah yang kamu cari,
Semuanya ada di dalam. Tapi sudah tutup di malam hari. Kamu bisa datang besok. Tidak masalah, terima kasih. Kakak. Apakah kamu adalah pendekar di dunia gaya kuno? Dunia gaya kuno? Pakaian yang kamu pakai ini sangat bagus. Bolehkah aku berfoto denganmu tidak? Bolehkah? Apa lagi ini? Sudahlah, setujui saja dulu. Boleh. Cepat. Lihat kemari.
Ternyata ini namanya berfoto? Ajaib sekali. Seperti ini. Ya. Sudah, terima kasih. Kami pamit dulu. Sampai jumpa. Sampai jumpa. Untung saja tidak ketahuan. Biarkan saja. Lakukan urusan penting dulu. Sudah pulang? Ada apa? Dengan siapa lagi ini? Jangan dibahas. Seorang berandalan tengik. Akan aku pukul jika bertemu lagi. Aku bisa lega sekarang. Berandalan biasa
Sungguh bukan lawanmu. Ibu, kamu memasak apa lagi? Menu besar. Menu baru yang dimasak sesuai resep. Setara dengan Restoran Michelin bintang tiga. Acara peluncuran buku barunya hari ini juga menarik minat banyak penggemar untuk datang ke lokasi. Mari kita saksikan gambar hasil laporan. Halo, aku adalah Lu Zichen. Bukankah ini pria pujaanmu? Lu Dada.
[Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku “Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat”] Bisakah memberi bocoran kasus dalam buku baru kepada kami? Aku hanya bisa mengatakan, ini adalah tantangan tersulit [Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku “Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat”] yang akan ditemui Ma Leng dan Su Yu. Kamu sudah mendapat prestasi sebaik ini,
Apakah kamu ingin berterima kasih pada seseorang? Tentu saja kepada rekan yang bekerja sama paling lama denganku, CEO perusahaan kami, Ye Qing, CEO Ye. Aku melihat CEO Ye – Tampan sekali. – berdiri di samping panggung. Apakah kamu akan wawancara dengan pria pujaanmu besok? Bagaimana? Bukan dia yang akan mewawancaraiku, ‘kan? Jika dia yang mewawancarai,
Aku pasti akan sangat gugup. Pertama, [Sebuah Karya Besar Penulis Muda Publikasi Buku “Hari Ketujuh Setelah Membunuh Malaikat”] terima kasih pada para pimpinan atas dukungannya terhadap X-Culture dan Zichen. Hari ini, aku juga berterima kasih pada para penggemar yang hadir di sini. Wanita ini seharusnya adalah pacarnya, ‘kan? Maksudmu Senior Ye Qing? Tidak mungkin.
Mereka adalah teman sekolah. Hanya membuka perusahaan bersama. Kelihatannya bukan hubungan rekan kerja biasa. Pasti ada perasaan di antara mereka berdua. …untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan Lu Dada. Bagaimana? Baik! Dinasti Tang. [Buku Sejarah] Dinasti Song. Dinasti Yuan. Dinasti Ming. Ternyata benar. Dinasti Ming sudah menjadi sejarah. [Sejarah Tiongkok Modern] [Pemberontakan Li Zicheng]
[Prajurit Dinasti Qing Menerobos Perbatasan] [Era Pelayaran Revolusi Industri] [Memusnahkan Opium di Humen Perang Opium] [Pemberontakan Taiping] [Revolusi Tahun 1911 Aksi 4 Mei, Pemberontakan Nanchang] Saat ini sudah terpaut 500 tahun [Insiden Jembatan Marco Polo Kemenangan Perang Anti-Jepang] [Pendirian Republik Rakyat Tiongkok] dari zamanku. Lima ratus tahun?
Kenapa aku bisa datang ke 500 tahun di masa depan? Bagaimana bisa dunia ini berubah menjadi seperti ini? Aku harus memperjelasnya. Kamu harus menata diri dan berdandan. Memakai riasan wajah. Lalu, memakai rok. Setidaknya, harus menarik perhatiannya. Benar tidak? Kenapa rasanya semua biasa saja? Ada apa? Tidak menemukan pakaian untuk besok?
Ibu, kamu bisa membaca pikiran, ya? Bolehkah meminjamkan bajumu untukku? Tidak boleh. Pelit sekali. Ayo, lihat di lemariku. Ayo. Halo. Namaku Nan Xing. Aku kemari untuk wawancara. [X- Culture] Semangat. Kamu bisa. Nan Xing? Lulusan jurusan olahraga. Belum pernah mempelajari pelajaran tentang penerbitan? Belum pernah. Apakah punya pengalaman kerja?
Aku pernah bekerja paruh waktu saat kuliah. Ingin melamar sebagai asisten presdir. Bisakah menceritakan apa alasanmu melamar di posisi ini? Aku adalah pembaca setia karya Guru Lu. Aku sangat menyukai bukunya. Jadi, aku berharap bisa berada di sisinya untuk bekerja dan belajar. Jangan gugup. Duduklah. Menurutmu, apa keunggulanmu? Menurutku, kualifikasi terpenting untuk menjadi
Asisten presdir adalah harus berani dan teliti. Aku bernyali besar. Sejak kecil, nyaliku lebih besar dari pria biasanya. Banyak pria… Presdir. Silakan dilanjutkan. Anggap aku tidak ada. Senior Lu. Mengapa dia bisa ada di sini? Selain bernyali besar dan teliti, apakah kamu memiliki keunggulan lainnya? Aku berlatar belakang atlet. Hidup sebagai atlet mengajariku
Untuk tidak menyerah sebelum menang. Tidak meninggalkan dan tidak menyerah. Kamu adalah atlet? Tidak meninggalkan dan tidak menyerah. Jadi, kenapa kamu menyerah dengan karier atletmu? Aku… Bicaralah, Nan Xing. Kenapa gugup seperti ini? Bicaralah. Aku… CEO Ye, mengapa Anda juga datang? Aku mencarinya. Mengapa kamu kemari? Aku hanya melihat-lihat. Silakan dilanjutkan. Nan Xing.
Sebenarnya aku juga ingin tahu, kenapa kamu menyerah dengan kariermu untuk menjadi atlet? Hanya wawancara asisten saja. Sebagai Presdir, kamu turun tangan dan mempersulit gadis kecil. Naskahmu sudah selesai ditulis? Senggang sekali. Begitu tidak menginginkan asisten baru? Kamu tahu. Aku tidak suka ada orang asing yang berlalu-lalang di depanku. Lalu, bagaimana?
Ingin aku kembali untuk mengawasimu? Menjadi pengasuhmu selama 24 jam? Bukankah seperti dulu cukup baik? Sudah berbeda sekarang. Aku sudah terbiasa menerima gaji sebagai CEO. Sudah. Jangan bahas hal ini lagi. Dengarkan aku. Mau ke mana? Menulis naskah sesuai perintahmu. Tanda tangan dulu. Setiap departemen sedang menunggu. Bukankah sudah kita bahas? Kamu saja yang memastikan.
Lagi pula, kamu tidak akan salah. Berdasarkan ucapanmu, apakah seharusnya aku yang menjadi Presdir? Bagus jika kamu ingin menjadi Presdir. Aku akan sangat santai. Aku hanya perlu menulis naskah di rumah kelak. Ingat hadir di rapat besok. Chu. Waktu rapat di hari Jumat, diganti menjadi pukul dua sore. Kak Jiao. Apakah perlu
Mengatur ulang waktu ini? Tentu harus diatur ulang. Halo, Bos. Bos, kebetulan aku… Kirimkan padaku nanti. Sudah ditandatangani. Baik. Coba dilihat. Sudah ditandatangani. Terima kasih, CEO Ye. Oh iya, CEO Ye. Kondisi penjualan di beberapa area ini melebihi ekspektasi. Distributor utama dan kedua mendesak penambahan stok. Baik, amati dulu. Pergilah. Baik. Ini sudah ditandatangani. Baik.
Lalu, berikan ini kepada Pemimpin Liu. Baik, tidak masalah. Baik, pergilah. Sampai jumpa. Kenapa menjadi tidak bisa berkata-kata? Bodoh, ya? [Studi Jurnalisme Tiongkok] Lihat dia, tampan sekali. Sungguh tampan. [Eksplorasi Astronomi] Semua kumpulan pengetahuan manusia selama 500 tahun ini, tidak mampu menjelaskan mengapa aku bisa muncul di sini. Sebenarnya apa yang terjadi?
Karena aku ingin lebih banyak mencoba. Menambah peluang dalam hidup. Bukankah aku menjawabnya dengan cukup baik? Apakah Anda mau ikut ini? [Menyukaimu, Toko Teh Susu Bunga Mawar 1 yuan, beli satu gratis satu, Pilihan Tepat untuk Kencan] Benar. Coba dicium. Halo, aku mau pesan segelas teh susu. Kami sedang mengadakan kegiatan. Gratis satu gelas
Jika menambah satu yuan. Maukah membelinya untuk pacar? Masih mau memberiku pukulan berat? Nona, mau membeli satu lagi? Baik. Baik. Lagi pula, aku sanggup meminumnya. Terima kasih. Sedotannya. Tidak masalah. Nasib akan menjadi baik setelah hal buruk. Nasibku tidak mungkin lebih buruk lagi hari ini. Akan segera bernasib baik. Tolong, jangan mengumbar kemesraan lagi.
Bisakah membantuku? Sebenarnya apa yang terjadi? Siapa yang bisa memberiku jawaban? Tolong, jangan mengumbar kemesraan lagi. Bisakah membantuku? Tolong, jangan mengumbar kemesraan lagi. Bisakah membantuku? Tolong, jangan mengumbar kemesraan lagi. Bisakah membantuku? Tolong, jangan mengumbar kemesraan lagi. Bisakah membantuku? Tuan. Mawar gratis, silakan diambil. Kenapa aku bisa muncul di sini? Apakah dia… Mengapa kamu…
Siapa namamu? Margaku Nan, Nan Xing. Nan Xing? Apakah kamu adalah jawaban yang aku cari? [Pemuda Tampan]