Mr. Bodyguard | EP15 【INDO SUB】Sampai jumpa suatu hari nanti | iQIYI Indonesia
[Diadaptasi dari novel “Mr. Bodyguard”] Mr. Bodyguard [Episode 15] Wah, pencuci mulut. Tidak cocok dengan seleramu? Bukan. Silakan. Enak. Akhirnya kau tersenyum. Sejak kau masuk ke sini tadi… …aku tidak pernah melihat kau tersenyum. Ternyata benar pencuci mulut bisa mengubah suasana hati. Kau tersenyum lagi. Sepertinya malam ini aku pria paling bahagia.
Bisa memiliki senyuman dari dua wanita cantik. [Ucapannya manis sekali.] Kak Hua, kebetulan sekali. Gadis ini bisa-bisanya datang ke bar kita. Yang di sudut itu sepertinya… …Lin Yi yang Kak Rong bilang. Kelihatannya dia bukan pacar gadis ini. Berarti pengawal. Apa identitasnya… …biar Li Yao yang cari tahu. Silakan menikmati. Aku sepertinya tersesat. Hah? Maksudnya?
Sepertinya aku tersesat di matamu yang indah. Apa kau bisa membawaku keluar? Ka..kau mau apa? Mau apa? Aku tanya mau apa kau dengan temanku? Kakak Perisai. Tuan. Ini minuman spesial bar kami untuk Anda. Kalau pegawai kami tidak sopan… …mohon dimaafkan. Kak Hua bilang cukup. Silakan. Dia bukan orang biasa. Tingkat kuning.
Bukan. Jangan-jangan tingkat hitam. Tadi itu kenapa? Energi dia lumayan kuat juga. Mundur dulu untuk cari tahu. Kak Biao. Anda sudah berapa hari tidak tidur? [Anak Xie Guangbo, Xie Jinbiao] Sepertinya makan banyak pil. Kau masih ada lebih tidak? Kasih aku beberapa. Kak Biao hari ini main “Seragam Dewa”?
Jangan banyak bicara, ada atau tidak? Yang Kak Biao butuhkan… …akan aku carikan untukmu. Tapi akhir-akhir ini polisinya lumayan ketat. Susah mendapatkannya. Baiklah. Uang bukan masalah. Pokoknya carikan untukku. Kak Biao memang ahli dalam permainan. Sangat hebat. Aku pasti carikan untukmu. Ya. Baik. Orangku sudah mengurusnya. Oh. Benarkah? Baguslah. Perlu aku mengajak kalian…
…melihat acara realiti… …bagaimana anak muda salah bergaul… …dan masuk ke jalan yang salah? Tidak perlu. Kita tenang kalau direktur Li yang mengerjakannya. Mao Sheng memang anaknya… …cenderung teliti. Beberapa kegagalan… …direktur Li yang… …membuat nyawa Chu Pengzhan terselamatkan… …membuat dia lebih hati-hati. Benar begitu? Aku tidak sembarangan melakukannya. Iya. Prosesnya tidak penting.
Yang penting mendapatkan hasil yang kalian mau. Betul, direktur Jin? Tentu. Aku mau mengingatkan direktur Jin. Jangan lupa dengan perjanjian kita. Anda tenang saja. Tidak akan merugikan direktur Li. Anda pasti puas. Ayo. [Kenapa begitu di kampus? Aneh sekali.] Jiao Yazi sialan. Tidak memberitahu harus berlatih berapa lama… …baru bisa kembali ke tingkat hitam.
[Sedang mikir apa? ini kampus atau taman? Anak ini aneh sekali.] Kalau tidak bisa menyusul saat… …pintu batu goa Xuan Yuan terbuka… …maka jerih payah selama lima tahun akan sia-sia. [Rasanya lelah sekali, perlu masker mata, lumayan bagus tempelan lipatan mata.] Harus rajin berlatih jurus Menguasai Naga. Sebenarnya di kampus ini…
…masih ada berapa orang tersembunyi… …yang seperti mutan nomor tujuh? Rahasia apa yang tersembunyi di sini? Misi dari si tua… …memang tidak pernah semudah itu. Tugas kali ini berbeda dengan biasanya. Pendapatannya banyak, kerjanya santai. Gadis cantik juga banyak. Banyak gadis cantik. Maaf. Apa aku mengganggumu? Tidak. Ada apa? Ibuku mau aku tanya…
…apa ganti jadi minggu ini? Iya, tidak akan berubah lagi waktunya. Kalau begitu… …ini alamat rumahku. Tidak mudah mencarinya. Ibuku takut kau tidak menemukannya… …jadi memintaku gambarkan peta untukmu. Baik. Terima kasih. Kalau ada peta akan lebih mudah. Kalau begitu… …lanjutkan kesibukanmu, aku pergi dulu. Baik. Gawat. Kenapa begitu melihatnya langsung tidak fokus?
Sebenarnya mencari dengan ponsel lebih praktis. Kak Ming! Kak Ming! Kak Ming, semua sudah dibereskan. Kak Ming! Kak Ming! Hati-hati di balik tembok ada yang mendengar. Tembok? Kak Ming, kau sedang tidak enak badan? Kau saja yang sakit! Tapi sejak… …kau tidak ikut lomba Raja Pemberani… Aku sudah bilang jangan ungkit lomba itu lagi.
Baik, Kak Ming. Bagaimana urusannya? Lapor, Kak Ming. Semuanya beres tanpa cela. Jika tidak bisa mendapatkanmu… …maka kuhancurkan saja kau. Siapa suruh salah pilih orang? Walaupun aku bisa saja tidak tega… …tapi dengan berjalannya waktu hati bisa berubah. [Hidung kecil.] Benar tidak, Tang Yun? Benar. Buat apa kau jawab? Memangnya kau Tang Yun?
Maaf, Kak Ming. Memangnya aku tanya kau? Aku menatapmu? Maaf, Kak Ming. Aku tidak tahan ingin menjawab. Tidak tahan! Tidak tahan kepalamu! Kak Ming, dia sudah mau pergi jauh! Mari kita lihat pertunjukan bagus. Kenapa tidak menjawab? Maaf, Kak Ming. Kau sedang bicara padaku? Kau tidak sedang menatapku. [Tidak nyambung.] Mau apa kau?
Aku tanya mau apa kau dengan temanku? Baik. Baik, aku mengerti. Aku sudah panggil Paman Fu untuk jemput kalian. Lain kali jangan datang ke tempat seperti ini. Setidaknya pikirkan Paman Chu. Mobil kalian serahkan saja padaku. Pergilah. Apa-apaan, Lin Yi. Jangan pikir karena sudah membantuku hari itu… …makanya bisa memarahiku. A Meng. Lihat.
Aku pilih drama ini, dengar-dengar lumayan bagus. Ada puluhan episode. Cukup untuk kita habiskan waktu sore ini. Terserah kau saja. Kalau begitu, kita juga buat teh. Pencuci mulut juga. Melewati sore kita dengan bersantai ria. Nonton apa? Yang aku pilih semua aktor hebat. Drama ini judulnya ‘Cinta Segitigaku’. [Cinta segitiga, dua wanita perebutkan seorang pria.]
Ceritanya dua gadis memperebutkan satu pria. Ganti yang lain saja. A Meng, drama ini bagus. Kenapa harus ganti? Aku mau ke rumah Tang Yun sebentar. Sore sudah kembali lagi. Hah? Tang Yun? Terserah kau mau ke mana. Tidak perlu melapor padaku. Gawat, aku lupa hari ini adalah… Gawat, remku! Tolong! Kau tidak apa-apa?
Aku tidak apa-apa, terima kasih. Sayur untuk Ibuku. Aduh! Tanganmu terluka! Tidak apa-apa. Ini hanya luka kecil, sudah biasa. Bajuku. Maaf, demi menolongku kau jadi begini. Kau salah paham. Aku sebenarnya demi menolong… …bel kesayanganku. Sekalian menolongmu. Bel? Iya. Pria ini… …sepertinya tidak begitu jahat. Lapor, Kak Ming. Sepedanya hancur semua.
Tapi Tang Yun tidak apa-apa. Disaat-saat paling bahaya… …dia ditolong Lin Yi. Aku lihat sekarang si Tang Yun… …sangat berterima kasih pada Lin Yi. Dua orang ini pasti saling suka. Sialan! Kau bisa diam tidak? Aku bisa melihatnya sendiri! [Benar-benar sial.] Iya. Yun Yun, Lin Yi datang, ya? Kau tunggu sebentar. Lin Yi sudah datang?
Apa kabar bibi? Baik, silakan duduk. Terima kasih. Minum teh panas dulu. Teh ini baru diseduh. Ada apa ini? Kenapa bisa terluka? Apa yang terjadi? Yun Yun, apa yang terjadi? Tidak apa bibi. Dia sering jatuh, sudah terbiasa. Hati-hati. Dioles dengan obat pasti sembuh. Tapi sayurannya… Tidak apa-apa. Tadinya ingin masak dua sayuran lagi untukmu.
Yun Yun, temani Lin Yi mengobrol. Ibu beres-beres dulu. Sebentar lagi kita makan. Jangan sungkan. Terima kasih bibi. Kau duduk dulu. Sekalian aku oleskan obat. Tidak apa, aku tidak terlalu butuh. Aku tinggal berlatih jurus Menguasai Naga… …pasti langsung sembuh. Kau takut sakit? Tidak. Tidak apa, aku tidak akan menertawakanmu. Cepat lepas jaketnya. Baiklah.
Apakah paman di dalam? Iya. Waktu itu sudah aku kasih tahu. Ayahku terluka saat bekerja. Sejak saat itu jadi susah bergerak. Hanya bisa istirahat di dalam kamar. Mungkin aku bisa membantu. Boleh aku menjenguknya? Membantu? Ini bukan hal yang bisa dibantu orang biasa. Ayahku sekarang sedang istirahat. Lebih baik jangan mengganggunya.
Tidak. Ayahmu sudah bangun dari tadi. Paman di dalam. Kau boleh masuk dan menyapanya. Nona. Dokter bilang… …kondisi direktur membaik. Bagus sekali! Terima kasih. Kami sudah merepotkan Paman Fu. Itu sudah tugasku. Lalu, hal yang kau minta aku selidiki… …juga sudah beres. Paman Fu. Tenang saja nona. Hal ini yang tahu hanya kau dan aku.
Mulut Paman Fu tertutup rapat. Baiklah, terima kasih Paman Fu. Apa bisa merasakan ini? Tidak. Kalau begini? Gatal dan kesemutan. Kaki kiri harusnya tidak masalah, bisa sembuh. Tapi kondisi kaki kanan sedikit lebih parah. Memangnya dia benar bisa? Paman, maafkan aku berterus terang. Kondisimu… …mungkin harus operasi… …baru bisa disembuhkan. Aku tahu. Tapi operasi…
…membutuhkan banyak uang. Paman, kalau boleh… …setelah operasi… …aku bantu dengan akupuntur. Lalu, dibantu dengan obat… …dari kampungku nanti. Cepat atau lambat, paman pasti bisa bergerak lagi. Anak bodoh. Bagaimana dengan misimu? Hal yang kau minta… …sudah kuatur semuanya untukmu. Dia seorang otoritas bedah di luar negeri. Kalau mau menyembuhkan Ayah temanmu… …bukan masalah.
Tapi harus ingatkan temanmu. Ini akan menghabiskan waktu… …paling tidak dua tahun untuk pengobatan. Biayanya sangat besar. Dua tahun. Oh ya. Biaya membantumu menghubungi… …dokter luar negeri… …akan dipotong dari gajimu. Sampai jumpa. Dasar si tua. Senangnya memotong gajiku. Keterlaluan. Harga tiket pesawat, dokumen untuk ke luar negeri… [Biaya tiket pesawat, dokumen keluar negeri.]
[Biaya tiket pesawat, dokumen keluar negeri, biaya penginapan, biaya hidup selama dua tahun dan biaya operasi.] …biaya penginapan, biaya hidup selama dua tahun… …dan biaya operasi. Asal ada uang, tidak jadi masalah. Walaupun aku mengeluarkan semua uangku… …masih tidak cukup. [Bangkrut.] Tidak bisa, tidak bisa. Harus pikirkan cara lain. Untuk hal ini kau tenang saja.
Sebenarnya sudah ada orang yang… …memintaku untuk mengatur semuanya. Siapa? Nona Chu. Ayah, ada satu hal… …yang ingin aku diskusikan. Aku punya teman. Ayahnya mengalami kecelakaan saat bekerja di pabrik. Sampai hari ini masih terbaring sakit. Kalau mau disembuhkan… …butuh biaya operasi yang besar. Jadi aku pikir… …suasana hatinya sekarang…
…pasti sama seperti aku yang mengkhawatirkanmu. Hal yang anak ini pikirkan… …bisa sama persis denganku. Makanya aku ingin membantunya. Aku juga sudah memikirkannya. Tunggu Ayahnya sembuh… …bisa bekerja di perusahaan kita. Anggap untuk mengembalikan uangnya. Ayah menyetujuinya, kan? Direktur. Ayah. Masih ingat aku pernah bilang padamu… …nona besar kita… …hatinya sangat baik. Nona kita benar-benar…
…sudah beranjak dewasa. Xiao Shu. Kau melihatku terus… …mukaku bisa keluar minyak. Sebenarnya apa yang ingin kau tanyakan? Memangnya ada alasan apa… …kau membantu keluarga Tang Yun? Tidak ada. Aku hanya berpikir… …berada di posisinya. Tapi akhir-akhir ini dia dekat sekali dengan Lin Yi. Kau masih mau membantunya. Terserah Lin Yi mau dekat dengan siapa.
Aku tidak ada hak dan tidak mau mengatur. Jangan-jangan kau berencana… …menjauhkan dia dari Lin Yi selama dua tahun. Biar… Xiao Shu kau jangan berpikiran aneh. Aku mau minum. Dia tidak mungkin serius, kan? [Suka berpikir yang aneh-aneh.] Aku tidak tahu harus berkata apa. Terima kasih. Terima kasih banyak. Kau tidak perlu berterima kasih padaku.
Ini hanya pinjaman. Tunggu Ayahmu sembuh… …harus segera bekerja di perusahaan Ayahku. Semua uang ini nanti akan diambil dari… …gaji Ayahmu di masa depan. Setelah sembuh segera masuk kerja. Aku masih ada kelas. Aku pergi dulu. Terima kasih, Chu Mengyao. Lin Yi, anggap saja ini balasan untukmu.
Terima kasih untuk semua yang sudah kau lakukan untuk keluargaku. Sebenarnya aku tidak melakukan apa-apa. Yang membantumu Chu Mengyao. Kalian berdua adalah penolongku. Oh ya. Kekasih? [Cuplikan episode berikutnya.] Kenapa kau mau menerima orang seperti aku? Aku ini seperti… …bom yang tidak mengenal waktu. Kapan saja bisa meledak. A Meng kau kenapa? Tidak bernapas.
A Meng, kau tidak boleh kenapa-kenapa. Han Bin, kau bersembunyi di kampus ini… …ada tujuan apa? Akan kuhabisi sebelum kau berubah. Kalau tidak kau akan melukai banyak orang. Aku benar tidak sengaja. Mati kau.